The Influence of Workload and Individual Characteristic on Job

advertisement
Jurnal Bisnis dan Manajemen Eksekutif Vol. 1 No. 1, Mei 2016, artikel 4
The Influence of Workload and Individual Characteristic on Job Satisfaction and Its
Impact on Employee Performance (A Case Study at Indonesian Regional Statistics
Office (BPS) of Deli Serdang and Serdang Bedagai Regencies)
Nurhamidah Gozali
[email protected]
Program Pascasarjana Universitas Terbuka
Abstract
Performance is an important factor for determining success of institutional goals. Indonesian Regional
Statistics Office (BPS) is one of the institutions, which is responsible for collecting qualified census
data and to make it possible, a good performance is needed. This study examined the influence of
workload and individual characteristic on job satisfaction and its impact on employee performance at
BPS. Census method was adopted to collect data from 61 respondents at BPS of Deli Serdang and
Serdang Bedagai Regencies, except its director, through structured questionnaires. With the aid of
SPSS, determination test (R2), F test, t test and path analysis were used to analyze the data. The result
showed that (1) workload did not have an effect on job satisfaction, (2) individual characteristics had
positive and significant effect on job satisfaction, (3) workload had negative effect on employee
performance, (4) individual characteristics had positive and significant effect on employee
performance, (5) job satisfaction had positive and significant effect on employee performance, (6)
workload had indirect effect on employee performance through job satisfaction, and (7) individual
characteristics had an insignificant indirect effect on employee performance through job satisfaction.
Keywords: workload, individual characteristics, job satisfaction, employee performance.
Pengaruh Beban Kerja dan Karakteristik Individu terhadap Kepuasan Kerja serta
Dampaknya terhadap Kinerja Pegawai Badan Pusat Statistik (Studi Kasus pada BPS
Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai)
Abstrak
Kinerja merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pencapaian tujuan instansi. Badan
Pusat Statistik (BPS) merupakan salah satu instansi yang bertugas untuk mengumpulkan data
berkualitas dan untuk mewujudkannya diperlukan kinerja yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji dan menganalisis pengaruh beban kerja dan karakter Individu terhadap kepuasan kerja serta
dampaknya terhadap kinerja pegawai Badan Pusat Statistik. Metode Sensus digunakan untuk
mengumpulkan data dari 61 pegawai di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai
kecuali Kepala BPS Kabupaten melalui kuesioner terstruktur. Uji Determinasi (R2), Uji F, Uji t dan
analisis jalur digunakan untuk menganalisis data dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa (1) beban kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja, (2) karakteristik individu
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, (3) beban kerja berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap kinerja, (4) karakteristik individu berepengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja, (5) kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, (6) beban kerja
berpengaruh tidak langsung terhadap kinerja melalui kepuasan kerja dan (7) karakteristik individu
berpengaruh tidak langsung terhadap kinerja melalui kepauasan kerja tetapi tidak signifikan.
Kata kunci: Beban Kerja, Karakteristik Individu, Kepuasan kerja, Kinerja pegawai
39
Jurnal Bisnis dan Manajemen Eksekutif Vol. 1 No. 1, Mei 2016, artikel 4
Pendahuluan
Kinerja merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pencapaian tujuan
organisasi atau instansi. Pegawai, yang merupakan aset terpenting dalam suatu instansi harus
dikeloka kinerjanya. Kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan atau
kemampuan kerja yang dimiliki seorang tenaga kerja (Edi Siregar, 2011).
Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah beban kerja. Herrianto
(2010) menyatakan bahwa beban kerja adalah sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh
seseorang ataupun sekelompok orang, selama periode waktu tertentu dalam keadaan normal.
Selain beban kerja, karakteristik individu juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Robbins
(2006) menyatakan bahwa, faktor-faktor yang mudah didefinisikan dan tersedia, data yang
dapat diperoleh sebagian besar dari informasi yang tersedia dalam berkas personalia seorang
pegawai mengemukakan karakteristik individu meliputi usia, jenis kelamin, status perkawinan,
banyaknya tanggungan dan masa kerja dalam organisasi. Kepuasan kerja juga turut
mempengaruhi kinerja pegawai. Kepuasan kerja adalah perasaan senang atau tidak senang
yang dialami pegawai dalam bekerja atau terhadap pekerjaannya (Devis dan Newstrom dalam
Muhaimin, 2004).
Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan salah satu instansi pemerintah yang bertugas
untuk menyediakan data berkualitas, dan untuk mewujudkannya diperlukan kinerja yang baik.
Namun, padatnya pekerjaan pegawai BPS terutama pada pertengahan tahun membuat kinerja
pegawai cenderung menurun. Berdasarkan evaluasi dari BPS Propinsi, keadaan 30 November
2015, realisasi survei IBS kabupaten Deli Serdang baru mencapai 32,92 persen dan kabupaten
Serdang Bedagai baru mencapai 42 persen.
Pegawai yang masih kurang dan banyaknya survei dari masing-masing seksi yang harus
diselesaikan dalam waktu bersamaan menyebabkan tingginya beban kerja pegawai. Tuntutan
pekerjaan yang tidak mengenal waktu menyebabkan pegawai laki-laki lebih produktif dari
pegawai wanita. Namun pegawai masih merasa belum puas dalam bekerja terutama dari segi
kelengkapan peralatan karena masih belum seimbangnya jumlah peralatan yang dibutuhkan
dengan jumlah pegawai.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
apakah ada pengaruh langsung beban kerja dan karakteritik individu terhadap kinerja pegawai;
apakah ada pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai; dan apakah ada
pengaruh tidak langsung beban kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja pegawai
melalui kepuasan kerja.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui
apakah ada pengaruh langsung beban kerja dan karakteritik individu terhadap kinerja pegawai;
untuk mengetahui apakah ada pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai;
dan untuk mengetahui apakah ada pengaruh tidak langsung beban kerja dan karakteristik
individu terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja
Kajian Literatur dan Teori
Beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh
suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu (Sunarso, 2010).
Dimensi beban kerja menurut Suwatno (2003) menggunakan indikator - indikator, antara lain
: Jam kerja efektif, Latar Belakang Pendidikan dan Jenis pekerjaan yang diberikan. Sehingga
dimensi yang digunakan meliputi waktu, kemampuan dan jenis pekerjaan.
40
Jurnal Bisnis dan Manajemen Eksekutif Vol. 1 No. 1, Mei 2016, artikel 4
Menurut Stephen P. Robbins (2006), karakteristik individu mencakup usia, jenis
kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, dan masa kerja dalam organisasi. Sedangkan
istilah kepuasan kerja merujuk kepada sikap umum seorang individu terhadap pekerjaan
yangdilakukannya. Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja tinggimenunjukan sikap yang
positif terhadap kerja itu; seseorang yang tidak puas dengan pekerjaannya menunjukan sikap yang
negatif terhadap pekerjaan itu. karena pada umumnya apabila orang berbicara mengenaisikap
karyawan, lebih sering mereka memaksudkan kepuasan kerja.
Definisi kinerja pegawai menurut Hasibuan (2012), kinerja kerja adalah suatu hasil
yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.
Sedangkan menurut Mangkunegara (2011) : Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penilaian kinerja BPS didasarkan pada tiga hal
pokok yaitu kuantitas pekerjaan, kualitas pekerjaan dan sikap kerja pegawai.
Hubungan antara beban kerja dengan kepuasan kerja dijelaskan oleh Munandar (2008)
yang menyatakan bahwa beban kerja berlebih secara fisik dan mental adalah melakukan terlalu
banyak kegiatan baik fisik maupun mental, dan ini dapat merupakan sumber stres pekerjaan.
Sedangkan beban kerja yang terlalu sedikit akan menyebabkan kebosanan dan akan
menurunkan semangat kerja sehingga timbul rasa ketidakpuasan dalam bekerja sehingga
berpengaruh pada penurunan kinerja.
Penelitian Lea, Colett and Rodgers (2012), menyimpulan bahwa ada bukti yang cukup
untuk menyebutkan bahwa beban kerja berdampak pada kepuasan kerja dan tingkat stress
apoteker. Sedangkan Anita, dkk (2013), menunjukkan hasil pengujian statistik baik secara
parsial maupun simultan menyimpulkan bahwa penempatan, beban kerja dan motivasi kerja
secara nyata dapat meningkatkan prestasi kerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas
Penduduk Aceh.
Kepuasan kerja sangat tergantung dari tiga komponen utamanya yaitu individu sebagai
pelaksana pekerjaan, pekerjaan yang dilakukan, dan organisasi tempat individu tersebut
bekerja. Penelitian Tumewu, dkk (2014), menunjukkan bahwa karakteristik individu,
karakteristik pekerjaan, dan karakteristik organisasi memiliki pengaruh positif terhadap
kepuasan kerja karyawan baik secara simultan maupun parsial dan yang paling dominan
berpengaruh yaitu karakteristik organisasi.
Menurut Panggabean (2004), kinerja pegawai dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu
: karakteristik individu, karakteristik organisasi dan karakteristik pekerjaan. Penelitian A Riska
Yunita, DB. Paranoan dan H. M. Gunthar Riady (2014), menunjukkan bahwa variabel
kemampuan pegawai, masa kerja, pendiidkan dan kebutuhan yang merupakan indikator
karakter individu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi kerja baik secara
parsial maupun simultan.
Kaitan kepuasan kerja dengan kinerja pegawai diteliti oleh I Wayan Juniantara (2015).
Penelitian ini menyatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja dan dapat dijelaskan bahwa kepuasan kerja memang sangat diperlukan oleh seorang
karyawan dalam meningkatkan kinerja masing masing individu meskipun menurut sifatnya
kepuasan kerja itu sendiri sangat relatif atau berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.
Metode
Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif
dengan pendekatan eksplanatori. Populasi dan sampel yang akan diteliti dari penelitian ini
adalah seluruh pegawai BPS Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai kecuali
kepala kantor dan berjumlah 61 orang. Teknik samplingnya menggunakan metode sensus.
41
Jurnal Bisnis dan Manajemen Eksekutif Vol. 1 No. 1, Mei 2016, artikel 4
Instrumen penelitian berupa daftar pertanyaan atau kuesioner yang dibagikan kepada
responden.
Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder yang
dikumpulkan melalui observasi, kuesioner dan studi kepustakaan.
Metode analisis data yang digunakan meliputi: uji validitas dan reliabilitas; uji asumsi
klasik (normalitas, multikolinieritas dan heteroskedastisitas); dan pengujian hipitesis (uji F, uji
t dan koefisien determinasi/ R2) dengan bantuan SPSS for windows.
Pengujian validitas dan realibilitas instrumen dilakukan pada pegawai BPS di luar
sampel yaitu pada pegawai BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu
sebanyak 30 orang. Berdasarkan hail uji validitas, dapat diketahui bahwa nilai dari 27 indikator
yang diuji ada 9 indikator yang tidak valid sehingga kesembilan indikator tersebut harus
dikeluarkan. Setelah 9 indikator tersebut dikeluarkan, 18 indikator yang tersisa dinyatakan
valid.
Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha semua variabel
> dari standar nilai kritis (0,6). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keseluruhan item
pertanyaan reliabel.
Temuan
Substruktur I
e1
Beban Kerja
Kepuasan Kerja
Karakteristik Individu
Gambar 1. Diagram Jalur Substruktur I
Pada model substruktur I, semua asumsi klasik terpenuhi, dimana data terdistribusi
normal, tidak ada multikolinieritas dan terbebas dari heteroskedastisitas. Besarnya nilai R
square adalah 0,080 yang berarti hanya 8,0% besarnya pengaruh variabel ekosogen (beban
kerja dan karakteristik individu) terhadap kepuasan kerja. Sedangkan sisanya 0,92 atau 92%
dapat diterangkan oleh variabel lain seperti kompensasi, kepemimpinan, motivasi dan
sebagainya. Hasil uji F menunjukkan bahwa nilai Fhitung = 2,425 dan Ftabel = 3,16 sehingga
Fhitung lebih kecil dari Ftabel, dan signifikansi Fhitung adalah 0,098 yang berarti lebih besar dari
alpha 0,05 sehingga keputusan yang diambil adalah H0 diterima dan H1 ditolak. Kesimpulannya
adalah Beban Kerja dan Karakteristik Individu secara serempak tidak berpengaruh signifikan
terhadap Kepuasan Kerja.
Berdasarkan hasil uji t, nilai thitung variabel Beban Kerja sebesar -0,969 lebih besar dari
-ttabel = -2,003 dan nilai signifikan Beban Kerja sebesar 0,337 lebih besar dari 0,05 sehingga
keputusan yang diambil adalah terima H0 dan tolak H1 atau dapat disimpulkan bahwa Beban
Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Nilai thitung variabel Karakteristik
Individu sebesar 2,015 lebih besar dari ttabel = 2,003 dan nilai signifikan Karakteristik Individu
sebesar 0,049 lebih kecil dari 0,05 sehingga keputusan yang diambil adalah tolak H0 dan tolak
H1 atau dapat disimpulkan bahwa Karakteristik Individu berpengaruh signifikan terhadap
Kepuasan Kerja. Persamaan struktur I adalah:
π‘˜π‘’π‘π‘’π‘Žπ‘ π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘Ÿπ‘—π‘Ž = −0,124𝑋1 + 0,259𝑋2 + πœ€1
42
Jurnal Bisnis dan Manajemen Eksekutif Vol. 1 No. 1, Mei 2016, artikel 4
Substruktur II
Beban Kerja
e2
Karakteristik Individu
Kinerja Pegawai
Kepuasan Kerja
Gambar 2. Diagram Jalur Substruktur II
Pada model substruktur II, semua asumsi klasik terpenuhi, dimana data terdistribusi
normal, tidak ada multikolinieritas dan terbebas dari heteroskedastisitas. Besarnya nilai R
square adalah 0,396 yang berarti 39,6% besarnya pengaruh variabel ekosogen (Beban Kerja,
Karakteristik Individu dan Kepuasan Kerja) terhadap Kinerja Pegawai, atau dengan kata lain
variabel endogen Kinerja Pegawai dapat dijelaskan oleh variabel eksogen (Beban Kerja,
Karakteristik Individu dan Kepuasan Kerja) sebesar 39,6%. Sedangkan sisanya (1-0,396) =
0,604 atau 60,4% dapat diterangkan oleh variabel lain diluar ketiga variabel ini seperti
motivasi, kepemimpinan, pelatihan, kompensasi dan sebagainya.
Berdasarkan hasil perhitungan, Fhitung = 12,017 dan Ftabel = 2,77, sehingga Fhitung lebih
besar dari Ftabel, dan signifikansi Fhitung adalah 0,000 yang berarti lebih kecil dari alpha 0,05,
sehingga keputusan yang diambil adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulannya adalah
Beban Kerja, Karakteristik Individu dan Kepuasan Kerja secara serempak memiliki pengaruh
signifikan terhadap Kinerja Pegawai.
Berdasarkan hasil uji t dapat dilihat bahwa nilai thitung variabel Beban Kerja sebesar 3,353 lebih kecil dari -ttabel = -2,004 dan nilai signifikan Beban Kerja sebesar 0,001 lebih kecil
dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima atau dapat dikatakan bahwa Beban Kerja
berpengaruh negarif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Nilai thitung variabel
Karakteristik Individu sebesar 3,670 lebih besar dari ttabel = 2,004 dan nilai signifikan
Karakteristik Individu sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima
atau dapat dikatakan bahwa Karakteristik Individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Kinerja Pegawai. Nilai thitung variabel Kepuasan Kerja sebesar 2,163 lebih besar dari ttabel =
2,004 dan nilai signifikan Kepuasan Kerja sebesar 0,035 lebih kecil dari 0,05 sehingga H0
ditolak dan H1 diterima atau dapat dikatakan bahwa Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Kinerja Pegawai
Persamaan strukturnya II adalah:
πΎπ‘–π‘›π‘’π‘Ÿπ‘—π‘Ž = −0,355𝑋1 + 0,399𝑋2 + 0,236𝑍 + πœ€2
Pengaruh langsung dan tidak langsung
Tabel 1. Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung
43
Jurnal Bisnis dan Manajemen Eksekutif Vol. 1 No. 1, Mei 2016, artikel 4
Pengaruh
Total
Variabel
Beban Kerja terhadap
Kepuasan Kerja
Beban Kerja terhadap
Kinerja Pegawai
Karakteristik Individu
terhadap Kepuasan Kerja
Karakteristik Individu
terhadap Kinerja Pegawai
Kepuasan Kerja terhadap
Kinerja Kerja
Langsung
Tidak Langsung Melalui Z
-0,124
-
-0,124
-0,355
-0,124 x 0,236 = -0,029
-0,384
0,259
-
0,259
0,399
0,259 x- 0,236 = 0,061
0,460
0,236
-
0,236
Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)
Pembahasan:
Hasil penelitian menyatakan bahwa:
- Beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Artinya
semakin banyak atau sedikit pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pegawai belum
tentu menambah atau mengurangi kepuasan dalam bekerja.
- Karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja
pegawai. Artinya pegawai yang memiliki umur yang lebih tua, pengalaman yang
lebih banyak atau pendidikan yang lebih tinggi memiliki kepuasan yang lebih tinggi
dalam bekerja. Demikian pula jika semakin muda, semakin sedikit masa kerja,
semakin rendah pendidikan maka kepuasan kerja akan semakin rendah.
- Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya
semakin tinggi beban kerja semakin rendah kinerja yang dihasilkan, demikian juga
sebaliknya semakin rendah beban kerja maka kinerja pegawai semakin tinggi.
- Karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Artinya semakin berkembang karakteristik individu semakin tinggi kinerja yang
dihasilkan, demikian pula sebaliknya semakin tidak berkembang karakteristik
individu maka kinerja akan semakin menurun.
- kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Artinya semakin tinggi kepuasan kerja semakin tinggi kinerja yang dihasilkan dan
demikian sebaliknya semakin rendah kepuasan kerja maka kinerja juga semakin
menurun.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:
- Beban kerja tidak berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja, sedangkan
karakteristik individu berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja;
- Beban kerja, karakteristik individu dan kepuasan kerja berpengaruh langsung
terhadap kinerja pegawai.
- Beban kerja secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui
kepuasan kerja dan karakteristik individu berpengaruh secara tidak langsung
terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja tetapi tidak signifikan.
44
Jurnal Bisnis dan Manajemen Eksekutif Vol. 1 No. 1, Mei 2016, artikel 4
Saran
Berdasarkan temuan, maka saran yang dapat diberikan adalah agar BPS lebih
memperhatikan pembagian beban kerja yang lebih merata dan mengurangi penumpukan
pekerjaan. Pengembangan karakteristik pegawai juga perlu diperhatikan melalui pendidikan
dan pelatihan, serta peralatan yang tersedia seharusnya disesuaikan dengan jumlah pegawai.
Daftar Pustaka
Anita, J., Azis, N. dan Yunus, M. (2013). Pengaruh penempatan dan beban kerja terhadap
motivasi kerja dan dampaknya pada prestasi kerja pegawai dinas tenaga kerja dan
mobilitas penduduk aceh. Jurnal Manajemen Program Pasca Sarjana Unsyiah, Vol.2,
No. 1, 67-77.
Hasibuan, Malayu, SP. (2012). Manajemen Sumberdaya Manusia, Edisi Revisi, Cetakan
Keenambelas, Jakarta: PT Bumi Aksara.
Herrianto, R. (2010). Kesehatan kerja. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Juniantara, I. W. (2015). Pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan
koperasi di Denpasar. Denpasar: Tesis Magister Manajemen Universitas Udayana.
Lea,V.M., Sarah A. C. and Rodgers, R.M. (2012). Workload and its impact on community
pharmacists’ job satisfaction and stress: a review of the literature. International journal
of Pharmacy Practice, 20, pp. 259-271. Diambil 23 September 2015, dari situs World
Wide
Web:
https://www.deepdyve.com/lp/wiley/workload-and-its-impact-oncommunity-pharmacists-job-satisfaction-and-cV3KeSbATc
Mangkunegara, AA. Anwar Prabu (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.
Bandung : PT. Remadja Rosdakarya.
Muhaimin. (2004). Hubungan antara kepuasan kerja dengan disiplin karyawan Operator
Shawing Computer bagian produksi pada PT Primarindo Asia Infrastruktur Tbk di
Bandung. Jurnal Psyche, Vol.1 No.1, Desember.
Munandar, Ashar Sunyoto. (2008). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI Press
Panggabean, S., Mutiara. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bogor: Ghalia
Indonesia.
Robbins S.P. (2006). Perilaku Organisasi Edisi Kesepuluh. Klaten : PT. Intan Sejati Klaten.
Siregar, Edi. (2011). Pengaruh motivasi kerja, kinerja individual dan sistem kompensasi
finansial terhadap kepuasan kerja guru SMPK Penabur Bintaro Jaya Jakarta. Jurnal
Pendidikan Penabur, No.16/Tahun ke-10/Juni 2011
Sunarso (2010). Pengaruh kepemimpinan, kedisiplinan, beban kerja dan motivasi kerja
terhadap kinerja guru Sekolah Dasar. Jurnal Manjajemen Sumber Daya Manusia, vol.
4, No. 1, Juni 2010:72-79.
Suwatno. (2003). Azas-Azas Sumber Daya Manusia. Bandung: UPI Press
Tumewu, E. L., Lumanaw, B. dan Ogi, I. (2014). Karakteristik individu, karakteristik
pekerjaan, dan karakteristik organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada Event
organizer Reborn creative center Manado. Jurnal riset ekonomi, manajemen, bisnis dan
akuntansi , vol.2 No. 1, 470-594.
45
Jurnal Bisnis dan Manajemen Eksekutif Vol. 1 No. 1, Mei 2016, artikel 4
Yunita, A.R., Paranoan, DB., dan Riady, G. (2014), Pengaruh karakteristik individu terhadap
prestasi kerja pegawai pada bagian perlengkapan sekretariat daerah kabupaten Kutai
Timur
46
Download