RELEVANSI NILAI INFORMASI AKUNTANSI PASCA PENERAPAN

advertisement
RELEVANSI NILAI INFORMASI AKUNTANSI
PASCA PENERAPAN KONVERGENSI IFRS
(Studi Empris pada Perusahaan Industri Keuangan yang Listing di Bursa Efek Indonesia
Periode 2012-2013)
Isya Lathifa1, Herawati1 , Dandes Rifa2
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Bung Hatta
Email: [email protected]
Abstract
This Study aimed to find out the impact Earning Per Share (EPS) and Book Value Per Share
(BVPS) to the Value Relevance of Accounting Information adoption of IFRS convergence.
This Study uses Clean Surplus Accounting theory. This Study uses the 55 financial industry
companies that listed in Indonesia Stock Exchange as an object of studies with as much 110
observations from 2012-2013. Sampling using Purposive Sampling Method with certain
criteria. Analysis of the data using Classic Assumption Test whereas Doubled Linear
Regression be used to test hypothesis. Regression analysis was done using SPSS 16.0. The
analysis showed that the Earning Per Share (EPS) and Book Value Per Share (BVPS) have
significant positive impact to Value Relevance of Accounting Information post adoption of
IFRS convergence.
Keywords : Earning Per Share, Book Value Per Share, and Value Relevance of
Accounting Information.
Pendahuluan
Standards
Latar Belakang Masalah
menyediakan informasi keuangan yang
Internasional
berkualitas
Accounting
Internasional
Accounting Standards Committe (IASC)
yang
sebagai
Internasional
sehingga
untuk
Internasional
Accounting
Standards
suatu standar pelaporan keuangan berbasis
Internasional
Internasional yang berkualitas tinggi, dapat
Financial Reporting Standards (IFRS) dan
sebelumnya
rangka
Committe (IASC) dibentuk untuk menyusun
prinsiples based standards
disebut
dalam
Accounting Standards Board (IASB) dan
Standards Board (IASB) dan Internasional
menerbitkan
(IAS)
dipahami, dilaksanakan, dan diterima secara
Accounting
Internasional (Anas, Wahyuli Dwi, 2014).
1
Isu atau fenomena dalam penelitian
Internasional Financial Reporting
ini adalah bahwa Internasional Financial
Standards (IFRS ) telah diadopsi penuh di
Reporting Standards (IFRS) menghasilkan
Indonesia mulai tanggal 1 Januari 2012.
informasi akuntansi yang meningkat dalam
Namun Internasional Financial Reporting
hal
Standards (IFRS) diadopsi secara bertahap
penggunaan
merefleksikan
fair
value
kondisi
yang
ekonomik
mulai
tanggal
1
Januari
2010
perusahaan (Cahyonowati dan Ratmono,
yangpenerapannya dengan menerapkan 19
2012)
PSAK dan 7 ISAK baru (Cahyonowati dan
Masalah
dalam
penerapan konvergensi IFRS yang secara
Ratmono, 2012).
penuh di Indonesia diperkirakan akan
Konvergensi IFRS di Indonesia
memberikan dampak dalam hal peningkatan
merupakan salah satu dari kesepakatan
terhadap
pemerintah
relevansi
nilai
informasi
Indonesia
sebagai
anggota
akuntansi pada berbagai perusahaan, dalam
dalam forum G-20 dalam hal menganut
berbagai kaidah pelaporan keuangan yang
IFRS
mana laporan keuangan harus dilaporkan
keuangannya yang merupakan pengganti
sebaik mungkin agar tidak menyesatkan
dari
para pengguna laporan keuangan (Syagata,
Principle (GAAP). Di negara-negara lain
Guspitasari.,dan Daljono, 2014).
sering sekali menjadi perdebatan dan
sebagai
standar
General
Accepted
pelaporan
Accounting
Konvergensi IFRS di Indonesia
pertanyaan penting apakah penerapan IFRS
mulai dilakukan pada tahun 2008 dengan
di Indonesia dapat meningkatkan suatu
efektifnya 3 PSAK berbasis IAS pada tahun
kualitas informasi akuntansi (Kusumo dan
2008. Selanjutnya disusul dengan 1 PSAK
Subekti, 2013).
berbasis IAS yang berlaku efektif pada
Didalam
melihat
suatu
tahun 2009. Pada tahun 2010 terdapat 3
kerelevansian nilai informasi akuntansi
PSAK dan 1 ISAK berbasis IAS/IFRS dan
dapat mengacu juga pada Kerangka Dasar
terdapat 5 pencabutan PSAK yang efektif
(Conceptual
berlaku. Selanjutnya pada tahun 2011
merumuskan
konsep
terdapat 15 PSAK dan 6 ISAK berbasis
penyusunan
dan
IFRS yang berlaku efektif. Pada tahun 2012
keuangan bagi para pemakai eksternal.
sebagai
Tujuan Kerangka dasar diantaranya adalah
tahun
terakhir
tahap
pertama
Framework)
acuan
bagi
yang
penyajian
komite
yang
mendasari
laporan
konvergensi IFRS, terdapat 15 PSAK dan 4
sebagai
penyusun
ISAK berbasis IFRS yang efektif ( Siti
standar akuntansi laporan keuangan, dalam
Suprihatin dan Elok Tresnaningsih, 2013).
pelaksanaan tugasnya, penyusun laporan
keuangan, untuk menanggulangi masalah
2
akuntansi yang belum diatur dalam standar
investasi sebagaimana tercermin pada harga
akuntansi (PSAK, 2012; Paragraf 01).
saham tidak meningkat secara signifikan
Pengujian value relevance bertujuan
untuk
mengetahui
periode
setelah
adopsi
IFRS
informasi
(Cahyonowati dan Ratmono, 2012 dan
akuntansi sebagaimana tercermin dalam
adhani, dkk). Peneliti ini juga menunjukkan
nilai ekuitas. Pengujian value relevance
bahwa price model lebih kuat menjelaskan
juga dinyatakan sebagai operasionalisasi
relevansi
empiris
akuntansi
dibandingkan return model dan penerapan
memiliki relevansi nilai hanya jika angka-
IFRS tidak berpengaruh terhadap relevansi
angka yang dilaporkan akuntansi tersebut
nilai informasi akuntansi oleh (Anas, 2014).
karena
relevansi
pada
informasi
merefleksikan informasi yang relevan bagi
investor
dalam
Peneliti
informasi
ini
akuntansi
memodifikasi
dari
nilai
penelitian yang dilakukan oleh Liu.et al,
perusahaan. Dan angka-angka akuntansi
(2011) yang menguji dampak IFRS pada
tersebut
handal
kualitas akuntansi di pasar yang diatur di
sehingga dapat direfleksikan pada harga
Cina yang melihat pengaruhnya terhadap
saham (Puspa, 2008;52-53).
manjemen laba dan relevansi nilai, maka
dapat
menentukan
nilai
diukur
dengan
Penelitian- peneliti sebelummnya
menemukan
bukti
yang
peneliti termotivasi untuk lebih fokus pada
bertentangan
nilai
relevansi
infomasi
akuntansi.
tentang relevansi nilai informasi akuntansi
Penelitian ini berbeda dengan penelitian
masih terdapat hasil yang beragam. Bahwa
sebelumnya yang mana penelitian ini hanya
secara umum kualitas informasi akuntansi
memfokuskan pada model price saja karena
ditingkatkan dengan penurunan manajemen
asosiasi nilai pasar saham dengan angka
laba
nilai
akuntansi, biasanya diukur dengan besarnya
akuntansi dengan langkah-langkah di Cina
koefisien determinasi atau R- squared
sejak 2007 (Liu.et al, 2011), sedangakan
(Holthausen & Watts, 2001). Oleh karena
laba dan nilai buku masing-masing dapat
itu
nilai
dengan
dilakukan secara bertahap maka penelitian
menggunakan model harga peneliti oleh
ini akan melakukan pengujian relevansi
(Shamki,et al, 2012). Peneliti lain di
nilai pada setiap tahapan konvergensi IFRS
Indonesia berbeda hasilnya menunjukkan
di Indonesia.
dan
peningkatan
yang
lebih
relevansi
relevan
bahwa aplikasi standar berbasis IFRS di
Indonesia
kualitas
belum
informasi
dapat
IFRS
di
Indonesia
Berdasarkan latar belakang di atas,
meningkatkan
akuntasi
konvergensi
maka rumusan masalah pada penelitian ini
dimana
yaitu apakah terdapat pengaruh
relevansi laba akuntansi dengan keputusan
penerapan
3
konvergensi
IFRS
Pasca
terhadap
Relevansi Nilai Informasi Akuntansi di
terdapat hubungan antara angka akuntansi
Indonesia?
dengan nilai pasar dapat dijabarkan (Puspa,
Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk
mengetahui
penerapan
pengaruh
konvergensi
IFRS
2008;50-51).
Pasca
Relevansi Nilai Informasi Akuntansi
terhadap
Syagata
dan
Daljono
(2014)
Relevansi Nilai Informasi Akuntansi di
menyatakan bahwa relevansi nilai berkaitan
Indonesia.
dengan
Landasan
Hipotesis
Teori
dan
nilai-nilai
pasar
ekuitas
yang
merupakan suatu pelaporan angka-angka
Pengembangan
akuntansi yang memiliki suatu prediksi
Teori Clean Surplus Accounting
Salah
satu
yang berguna nantinya bagi investor dalam
teori-teori
menentukan nilai perusahaan.
yang
Ohlson (1995) menyatakan bahwa
didasarkan pada value relevance ini yang
dikemukakan
Ohlson
(1995)
adalah
penelitian yang empiris mengenai relevansi
menggunakan
asumsi
clean
surplus
nilai informasi akuntansi ditemukan oleh
rumus
beberapa penelitian yang tujuannya adalah
ini
untuk mempertinggi seorang analis dalam
memungkinkannya untuk menghubungkan
menganalisa laporan keuangan yang dapat
angka-angka akuntansi dan nilai pasar
membantu
(Puspa, 2008:50).
perusahaan.
accounting
model
dalam
menurunkan
penelitiannya.
Asumsi
dalam
menaksirkan
nilai
Clean surplus accounting menyatakan
Relevansi Nilai berdasarkan Price Model
bahwa penghasilan selama satu periode
Model harga mengukur kemampuan
sama dengan deviden bersih ditambah
perubahan
pada
nilai
buku
informasi akuntansi laba dan nilai buku
ekuitas.
aktiva dan hutang untuk menjelaskan nilai
Beberapa pandangan lain menyebutkan
pasar ekuitas. Model ini dikembangkan oleh
bahwa konsep pendapatan tidak dapat
dipandang
berdiri
sendiri,
Ohlson (1995) sebelum Ohlson (1995)
karena
memodifikasi
pendapatan ini merupakan suatu kejadian
ekuitas, sekaligus penelitian
selama umur perusahaan. Pada asumsi
Surplus
Accounting
harga
dengan
memasukkan laba akuntansi dan nilai buku
dari serangkaian pendapatan yang diperoleh
Clean
model
akuntansi
berbasis pasar menggunakan model harga
disinilah
yang hanya memasukkan laba akuntansi
penelitian pada value relevance berdasarkan
(Puspa, 2008; 29)
model harga yang dipopulerkan Ohlson
Secara umum model Ohlson (1995)
(1995), karena model Ohlson tersebut
terlihat adalah sebagai berikut:
4
𝐌𝐕𝐣ᵼ = β0+ β1EPS𝐣ᵼ+ β2BVE𝐣ᵼ+ e𝐣ᵼ
lembar
saham
merupakan
tingkat
keuntungan bersih untuk setiap lembar
Keterangan:
MVjᵼ : Market Value (Nilai Pasar
saham
yang dapat diraih oleh suatu
Perlembar saham) perusahaan
perusahaan pada saat perusahaan tersebut
j pada akhir tahun t.
menjalankan operasinya. Laba per lembar
EPSjᵼ : Earnings Per Share (laba
saham atau EPS diperoleh dari laba yang
sebelum
pajak/jumlah
bunga
saham
dan
tersedia bagi pemegang saham biasa dengan
yang
jumlah rata-rata saham biasa yang beredar.
Beberapa
beredar) perusahaan j pada
hasil
penelitian
yang
dilakukan oleh peneliti sebelumnya, yaitu
tahun t.
seperti : Shamki, et.al (2012) dalam
BVEjᵼ : Book Value (Total ekuitas/
Jumlah saham yang beredar)
penelitiannya
perusahaan j pada tahun t.
Relevance of
yang
Harga Saham atau Harga Pasar Saham
yang
berjudul
“Value
Earning and Book Value”,
menyatakan
bahwa
Earning
Nilai Pasar Saham atau Harga Pasar
individually are more value relevant in
adalah Harga di mana seseorang dapat
price model. Kusumo (2013) penelitiannya
membeli atau menjual satu lembar saham.
yang berjudul “Relevansi Nilai Informasi
Nilai pasar bervariasi sesuai dengan laba
Akuntansi, sebelum
bersih perusahaan, posisi keuangan, dan
Setelah IFRS pada perusahaan yang tercatat
prospek masa depan, serta kondisi ekonomi
dalam Bursa Efek Indonesia”mendapatkan
umum hampir semua kasus, pemegang
hasil bahwa relevansi nilai laba perusahaan
saham lebih peduli pada nilai pasar saham
lebih tinggi
ketimbang nilai saham lainnya (Harrison Jr.
daripada
et al, 2011;28).
Suprihatin dan Tresnaningsih (2013) dalam
Adopsi IFRS dan
ketika
mengadopsi
sebelum
mengadopsi
IFRS
IFRS.
penelitiannya yang berjudul “Pengaruh
Menurut Samsul, 2006 menyatakan
bahwa pergerakan harga saham setiap detik
Konvergensi
selalu dipelajari oleh banyak
Standards
day trader
International
terhadap
Reporting
Relevansi
Nilai
yang berdagang dengan cara beli pagi hari
Informasi Akuntansi: Studi Empiris Pada
dan jual sore hari, atau jual pagi hari dan
Perusahaan
beli sore hari.
menyatakan secara rata-rata, relevansi nilai
Laba Per Lembar Saham
dari laba terhadap harga saham lebih kuat
Menurut
Kusumo
pada
(2013)
tahap
yang
awal
Terdaftar
di
penerapan
BEI”
IFRS
dibandingkan sebelum penerapan IFRS dan
menyatakan bahwa EPS atau laba per
relevansi nilai dari laba terhadap harga
5
lanjut
Relevansi Nilai dan Asimetri Informasi”,
penerapan IFRS dibandingkan pada tahap
menyatakan bahwa Relevansi Nilai dari
awal penerapan IFRS serta kemampuan
laporan keuangan perusahaan mengalami
variasi nilai laba dalam menjelaskan variasi
peningkatan setelah penerapan SAK adopsi
harga saham lebih besar pada tahap awal
IFRS.
saham
lebih
kuat
pada
tahap
dibandingkan sebelum penerapan IFRS dan
Dari
hasil
penelitian-penelitian
lebih besar pada tahap lanjut penerapan
sebelumnya dapat diartikan bahwa Laba Per
IFRS
Saham
dibandingkan
pada
tahap
awal
merupakan
penerapan IFRS. Syagata (2014) dalam
didalam
penelitiannya
yang
salah
menghitung
satu
proksi
Relevansi
nilai
berjudul
“Analisis
informasi suatu perusahaan, dengan adanya
Komparasi
Relevansi
Nilai
Informasi
IFRS yang lebih dapat meningkatnya
Akuntansi
sebelum
dan
sesudah
informasi terhadap akuntansi membuat laba
Konvergensi IFRS di Indonesia (Studi
per saham menjadi meningkat.
Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang
Maka berdasarkan analisis kajian
terdaftar di BEI periode 2011-2012)”,
diatas dapat di rumuskan suatu hipotesis
mendapatkan
penelitiannya adalah sebagai berikut:
hasil
bahwa
peningkatanrelevansi
nilai
terdapat
informasi
H1 : Terdapat
pengaruh
Laba
Per
akuntansi yang diproksikan pada nilai laba
Lembar Saham terhadap Relevansi
terhadap harga saham pada perusahaan
Nilai Informasi akuntansi Pasca
manufaktur yang listing di BEI sesudah
Penerapan Konvergensi IFRS.
Konvergensi
IFRS.
Cahyonowati
dan
Nilai Buku Ekuitas Per Saham
Ratmono (2012) dalam penelitiannya yang
Nilai buku per lembar saham yang
berjudul “Adopsi IFRS dan Relevansi Nilai
menunjukkan aktiva bersih yang dimiliki
Informasi Akuntansi, menyatakan bahwa
oleh pemegang saham dengan memiliki
Tidak terdapat perbedaan relevansi nilai
satu lembar saham. Apabila jumlah yang
akuntansi sebelum dan sesudah adopsi
disajikan
IFRS. Adhani, dkk dalam penelitiannya
keseluruhan maka modal pemegang saham
yang berjudul “Relevansi Nilai Informasi
dapat
Akuntansi”, menyatakan bahwa informasi
ekuitas per lembar saham (Hervani, 2009
book
dalam Luciana, 2004)
value
memiliki
relevansi
nilai.
Rohmah dan Yuni N.S (2013) dalam
penelitiannya
yang
Penerapan Standar
(SAK)
Pasca
berjudul
IFRS
dalam
dinyatakan
Beberapa
“Dampak
dilakukan
Akuntansi Keuangan
Adopsi
di
sebelumnya,
terhadap
neraca
sebagai
hasil
oleh
yaitu
modal
penelitian
secara
atau
yang
peneliti-peneliti
Suprihatin
dan
Tresnaningsih (2013) dalam penelitiannya
6
yang
berjudul
“Pengaruh
Konvergensi
dan Relevansi Nilai Informasi Akuntansi
International Reporting Standards terhadap
menyatakan
Relevansi Nilai Informasi Akuntansi: Studi
perbedaan relevansi nilai akuntansi sebelum
Empiris Pada Perusahaan yang Terdaftar di
dan sesudah adopsi IFRS.
BEI” menyatakan secara rata-rata, relevansi
Dari
bahwa
hasil
Tidak
terdapat
penelitian-penelitian
nilai dari Nilai buku ekuitas terhadap harga
sebelumnya dapat diartikan bahwa Nilai
saham
Buku Ekuitas merupakan salah satu proksi
lebih
kuat
pada
tahap
awal
penerapan IFRS dibandingkan sebelum
didalam
penerapan IFRS dan relevansi nilai dari
informasi suatu perusahaan, dengan adanya
Nilai buku ekuitas terhadap harga saham
IFRS yang lebih dapat meningkatnya
lebih kuat pada tahap lanjut penerapan
informasi terhadap akuntansi membuat
IFRS
Nilai Buku Ekuitas menjadi meningkat.
dibandingkan
pada
tahap
awal
menghitung
Relevansi
nilai
penerapan IFRS serta kemampuan variasi
Maka berdasarkan analisis kajian
nilai Nilai buku ekuitas dalam menjelaskan
diatas dapat di rumuskan suatu hipotesis
variasi harga saham lebih besar pada tahap
penelitiannya adalah sebagai berikut:
awal dibandingkan sebelum penerapan
H2 :
IFRS dan lebih besar pada tahap lanjut
Ekuitas
penerapan IFRS dibandingkan pada tahap
Informasi akuntansi Pasca Penerapan
awal penerapan IFRS.
Konvergensi IFRS.
Shamki,
terhadap
Relevansi
Nilai
(2012)
dalam
berjudul
“Value
Populasi dalam penelitian ini adalah
Earning and Book Value”,
seluruh perusahaan industri keuangan yang
yang menyatakan bahwa Book Value
Listing di Bursa Efek Indonesia periode
individually are more value relevant in
2012-2013. Teknik Pengambilan sampel
price model. Kusumo (2013) penelitiannya
yang digunakan dalam penelitian ini adalah
yang berjudul “Relevansi Nilai Informasi
metode Purposive sampling berarti sampel
Akuntansi, sebelum
diambil
penelitiannya
Relevance of
et.al
Terdapat pengaruh Nilai Buku
yang
Metodologi
Adopsi IFRS dan
berdasarkan
kriteria
dan
Setelah IFRS pada perusahaan yang tercatat
pertimbangan tertentu sebagai berikut (i)
dalam Bursa Efek Indonesia”mendapatkan
Perusahaan
hasil
Buku
terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama
perusahaan lebih tinggi ketika mengadopsi
tahun 2012-2013, (ii) Perusahaan Keuangan
IFRS daripada sebelum mengadopsi IFRS.
yang menyediakan Laporan Keuangan yang
Cahyonowati dan Ratmono (2012) dalam
berakhir pada 31 Desember selama tahun
penelitiannya yang berjudul “Adopsi IFRS
2012-2013, (iii) Perusahaan Keuangan yang
bahwa
relevansi
nilai
7
Keuangan
yang
sahamnya
menyajikan laporan keuangan dalam bentuk
tanggal 31 maret setiap periode atau tahun
rupiah, (iv) Perusahaan Keuangan yang
berikutnya.
listing tidak memiliki Laba dan ekuitas
2. Variabel Independen
negatif.
Variabel independen yang dipakai
Jenis data dalam penelitian ini berupa
dalam penelitian ini Laba Per Lembar
data kuantitatif, berdasarkan sumbernya
Saham dan Nilai Buku Ekuitas Per lembar
data yang digunakannya yaitu sekunder
Saham. Laba per lembar saham atau EPS
yang diambil dari Ringkasan Kinerja
dapat diperoleh dari laba yang tersedia bagi
tahunan perusahaan dari tahun 2012- 2013
pemegang saham biasa dengan jumlah rata-
berupa data yang telah dikumpulkan, di
rata saham biasa yang beredar (Kusumo,
olah, dan di publikasikan. Data tersebut
2013). Laba (EPS) dapat diukur dengan
diperoleh dari BEI dan www.idx.co.id dan
laba bersih per saham yang diperoleh dari
ICMD. Metode pengumpulan data dalam
laporan kinerja akhirtahun pada perusahaan
penelitian
per 31 Desember.
ini
menggunakan
tekhnik
dokumenter, tekhnik ini dilakukan dengan
Perhitungan EPS dapat diperoleh
menelusuri Ringkasan Kinerja Keuangan
dari:
dari perusahaan yang menjadi sampel.
(EPS)= Laba Bersih- Deviden Saham preferen
Rata-rata Jumlah saham biasa yang
Variabel yang digunakan dalam
beredar
penelitian ini terbagi atas dua yaitu variabel
dependen dan variabel independen.
Nilai Buku Ekuitas adalah Nilai
yang menunjukkan aktiva bersih pemegang
1. Variabel Dependen
saham per lembar saham yang dimiliki
Nilai Pasar Saham atau Harga Pasar
(Hervani, 2009 dalam Luciana, 2004).
adalah Harga di mana seseorang dapat
Perhitungan BVPS dapat diperoleh
membeli atau menjual satu lembar saham.
dari:
Nilai pasar bervariasi sesuai dengan laba
BVPS= Total Ekuitas pemegang saham
Jumlah Saham biasayang beredar
bersih perusahaan, posisi keuangan, dan
Metode Analisis Data. Analisis data
prospek masa depan, serta kondisi ekonomi
umum.
Dalam
hampir
semua
adalah
kasus,
cara
data
yang
yang
digunakan
telah
dalam
pemegang saham lebih peduli pada nilai
mengolah
diperoleh
pasar saham ketimbang nilai saham lainnya
sehingga dihasilkan suatu hasil yaitu hasil
(Harrison Jr. et al, 2011;28). Harga saham
analisis.
dilihat pada harga penutupan pada tanggal
Penelitian ini menggunakan statistik
pengumuman laporan keuangan yaitu setiap
deskriptif untuk memberikan gambaran atau
8
deskripsi
suatu
data.
Penelitian
ini
tentang
pengaruh
Pasca
penerapan
menggunakan uji asumsi klasik yaitu uji
Konvergensi IFRS terhadap Relevansi Nilai
normalitas,
uji
Informasi Akuntansi di Indonesia pada
uji
Perusahaan industi keuangan yang listing di
multikolinearitas. Metode analisis data yang
Bursa Efek Indonesia (BEI). Secara umum
dipakai dalam penelitian ini adalah regresi
proses pengumpulan perusahaan sampel
linier berganda. Pada metode analisis
terlihat pada table dibawah ini:
uji
autokorelasi,
heteroskedastisitas,
dan
berganda ini bertujuan untuk melihat
Tabel 1
Proses Pengambilan Sampel
pengaruh variabel independen terhadap
No
variabel dependen Persamaan model regresi
Keterangan
Jumlah
Percent
1
Total perusahaan Industri Keuangan yang Listing
di BEI tahun 2012-2013
77
100
2
Perusahaan Keuangan yang listing memiliki Laba
dan ekuitas negatif.
(22)
28,57
Total Sampel
55
71,43
berganda pada penelitian ini yaitu:
𝐌𝐕𝐣ᵼ = β0+ β1EPS𝐣ᵼ+ β2BVPS𝐣ᵼ+ e𝐣ᵼ
Dimana :
VR= MVjᵼ : Market Value (Nilai Pasar
Pada table 1 terlihat bahwa perusahaan
Perlembar saham) perusahaan j pada
industry keuangan yang terdaftar di Bursa
akhir tahun t.
Efek Indonesia tahun 2012-2013 berjumlah
EPS= EPSjᵼ : Earnings Per Share (laba
sebelum
bunga
dan
77 perusahaan. Perusahaan Keuangan yang
pajak/jumlah
tidak menyediakan Laporan Keuangan yang
saham yang beredar) perusahaan j pada
berakhir pada 31 Desember selama tahun
tahun t.
2012-2013 tidak ada. Perusahaan Keuangan
BPVS= BVEjᵼ : Book Value (Total
tidak yang menyajikan laporan keuangan
ekuitas/ Jumlah saham yang beredar)
dalam bentuk rupiah juga tidak ada.
perusahaan j pada tahun t.
Perusahaan Keuangan yang listing memiliki
e = error (variabel bebas lain di luar
Laba dan ekuitas negatif sebanyak 22
model regresi)
perusahaan. Sehingga setelah dikurangi
Pengujian hipotesis yang dilakukan
dengan perusahaan yang tidak memiliki
dalam pengujian ini adalah uji signifikan,
kriteria diperoleh sampel sebanyak 55
Analisis
Koefisien
Determinasi
2
(R ),
perusahaan atau mencapai 71,43 % dari
simultan (uji statistik F), dan uji signifikan
total populasi.
pengaruh parsial (uji t).
1. Statistik Deskriptif
Hasil dan Pembahasan
Hasil analisis statistik deskriptif
pada penelitian ini dapat dilihat pada table
2.
Secara umum penelitian ini bertujuan
untuk mendapatkan bukti secara empiris
9
ada atau tidaknya gejala autokorelasi
Tabel 2
Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
Ket
N
Min
Maks
Std.
dengan Kriteria jika DW terletak antara dU
Deviasi
dan 4-dU berarti tidak terdapat autokorelasi.
Tabel 3.b
Hasil Uji Autokorelasi (sebelum diLag
Residual)
Mean
VR
110
3,9
9,19
6,39
1,37
EPS
110
-1,6
7,44
3,90
1,82
BVPS
110
4,0
9,36
6,21
1,15
Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan SPSS16.0
2. Hasil Uji Asumsi Klasik
a. Hasil Uji Normalitas
Dalam penelitian ini menggunakan Uji
One-Sampel
Kolmogorov-Smirnov
(KS)
Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan SPSS16.0
merupakan uji yang digunakan untuk
Berdasarkan hasil uji autokorelasi pada
menguji normalitas data. Masing-masing
table diatas diketahui bahwa nilai DW
variabel dikatakan normal apabila nilai
2,570 berada diluar batas Du (1,7262) dan
Asymp. Sig (2-tailed) besar dari nilai alpha
4-Du
yaitu 0,05 (Ghozali, 2013).
tersebut
Asymp. Sig
Untuk
maka
Cochorane-Orcut
Tabel 2.a
Hasil Uji Normalitas
Ket
(2,2738).
mengatasi
digunakan
(CO).
hal
Metode
Metode
ini
menggunakan nilai estimasi residual untuk
Alpha
Kesimpulan
menghitung ρ. Adapun persamaan nya
(2-tailed)
VR
0,300
0,05
Normal
adalah sebagai berikut (Ghozali, 2013;123).
EPS
0,531
0,05
Normal
Keterangan :
BVPS
0,056
0,05
Normal
ut = error (residual) yang diperoleh dari
Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan SPSS16.0
Pada Tabel 3.a
ut = ρ . ut-1 + εt
persamaan regresi
terlihat bahwa
masing-masing variabel penelitian setelah
ut-1 = lag pertama dari residual tersebut
di transformasikan dengan menggunakan
ρ = estimasi koefisien dari persamaan
LN (Logaritma Natural) memiliki nilai
regresi
Nilai ρ didapatkan dengan cara
Asymp. Sig (2-tailed) di atas 0,05 sehingga
dapat disimpulkan bahwa semua variabel
mentransformasikan
telah berdistribusi normal.
residual
lag_unstandardized
b. Hasil Uji Autokorelasi
Pengujian
autokorelasi
(res_1)
Setelah
pada
itu
unstandardized
sehingga
residual
masukkan
muncul
(lag_res1).
unstandardized
penelitian ini menggunakan Uji Durbin
residual (Res_1) ke kolom dependen dan
Walson (DW) dimana menurut Ghozali
lag_unstandardized
(2013) cara ini digunakan untuk mendeteksi
kedalam kolom independen. Nilai ρ yang
10
residual
(Lag_res1)
didapat sebesar -0,243. Nilai p ini dapat
Berdasarkan dari tabel diatas
dilihat pada tabel berikut :
dapat
diketahui bahwa nilai Dw sebesar 2,064
berarti nilai Dw berada antara Du (1,7262)
Tabel 4.b
Hasil Regresi Residual dengan Lag
Residual
dan 4-Du (2,2738) sehingga tidak terjadi
autokorelasi. Dengan kata lain masalah
autokorelasi sudah dapat diselesaikan dan
model regresi yang didapat sudah terbebas
dari masalah autokorelasi.
Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan SPSS16.0
c. Hasil Uji Multikolinearitas
Setelah mendapatkan nilai ρ maka nilai
Masing-masing
variabel
pada
ρ tersebut dikalikan dengan nilai lag
penelitian ini dikatakan tidak mengalami
pertama
multikolinearitas apabila nilai tolerance <
atas
variabel
independen.
Perhitungan ini dilakukan dengan cara
0,10 dan nilai VIF > 10 (Ghozali, 2013)
iterasi sampai diperoleh nilai ρ yang tidak
mengandung
autokorelasi.
Hasil
Tabel 7.c
Hasil Uji Multikolinearitas
uji
autokorelasi setelah model di iterasikan
Ket.
Tolerance
VIF
Kesimpulan
EPS
0,277
3,61
Tidak
2
multikolinearitas
3,612
Tidak
untuk pertama kalinya adalah sebagai
berikut (Ghozali, 2013).
BVPS
0,277
terjadi
terjadi
multikolinearitas
Yt – ρ.Yt-1 = β1(1 - ρ) + β2 (Xt - ρ.Xt-1)
Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan SPSS16.0
Dilihat dari tabel 7.c bahwa masing-
Tabel 5.b
Hasil Uji Autokorelasi Setelah Iterasi
masing variabel independen memiliki nilai
Pertama
tolerance dibawah 0,10 dan nilai VIF diatas
10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
seluruh variabel independen tidak terjadi
multikolinearitas.
Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan SPSS16.0
d. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Pengujian heteroskedastisitas pada
N
Tabel 6.b
Hasil Akhir Tahap Pengujian
Autokorelasi
penelitian ini menggunakan uji Glejser,
DW-
yang
Du
4-du
dimana nilai signifikan > nilai alpha 0,05
Kesimpulan
2,064
tidak
heteroskedastisitas (Ghozali, 2013).
hit
110
memperlihatkan
1,7262
2,2738
Tidak terjadi
Autokorelasi
11
terjadi
variabel Laba Per Lembar Saham dan Nilai
Tabel 8.d
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Buku per lembar Saham sebesar 75,6 %,
Ket
Sig
Alpha
Kesimpulan
EPS
0,642
0,05
Tidak terjadi
sedangkan sisanya sebesar 24,4 % (100%-
heteroskedastisitas
75,6%) disebabkan oleh variabel-variabel
Tidak terjadi
lain diluar model ini. diperoleh nilai
BVPS
0,875
0,05
heteroskedastisitas
pengujian model of fit yang dilakukan
Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan SPSS16.0
dengan menggunakan F-stat dihasilkan nilai
Pada tabel 8.d dapat dilihat bahwa
masing-masing
variabel
signifikan sebesar 0,000. Pada tahapan
independen
pengolahan
menghasilkan nilai signifikan > alpha 0,05,
maka dapat disimpulkan semua variabel
independen
pada
penelitian
ini
tidak
Berganda.
Berdasarkan
data
telah
sama
bahwa
nilai
berpengaruh
secara bersama
signifikan
terhadap
Penerapan Konvergensi IFRS di Indonesia
pada Perusahaan Industri keuangan yang
Koefisie
Alpha
Kes.
Regresi
Kes.
listing di Bursa Efek Indonesia. Secara
Hipotesis
umum persamaan regresi berganda yang
dapat dibuat berdasarkan koefisien regresi
constanta
1,309
0,034
0,05
-
-
EPS
0,213
0,002
0,05
Sig
H1 Diterima
BVPS
0,732
0,000
0,05
Sig
H2 Diterima
yang dihasilkan adalah:
VR=0,1309+0,213EPS+0,732BVPS+ e
Adjusted R Square = 0,756
F = 170,200
yang
Relevansi Nilai (Value Relevance) Pasca
Tabel 3
Hasil Uji Hipotesis
(*)
menunjukan
(Book Value Per Share)
dilakukan
Tabel 3 dibawah ini:
Sig-t
diperoleh
Hasil
Share) dan Nilai Buku Per Lembar Saham
hasil
diperoleh ringkasan hasil terlihat pada
n
0,05.
Laba per lembar saham (Earning Per
hipotesis dilakukan dengan Uji Regresi
Variabel
sebesar
diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa
Menurut Ghozali (2013), Pengujian
yang
kesalahan
tingkat
keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha
Hasil Pengujian Hipotesis
pengujian
digunakan
signifikan sebesar 0,000 < alpha 0,05 maka
mengalami heteroskedastisitas.
Linear
data
a. Pengaruh Laba per Lembar Saham
Sig = 0,000*
Signifikan pada α 5%
Terhadap Relevansi Nilai Informasi
Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan SPSS16
Akuntansi
Dalam penelitian ini diperoleh nilai
Adjusted
R
Square
atau
Pada
koefisien
Variabilitas
harga
terlihat
koefisien
regresi yang dimiliki oleh Relevansi Nilai
determinasi sebesar 0,756. Maka dapat
disimpulkan,
persamaan
(Value Relevance) Informasi Akuntansi
saham
bertanda positif sebesar 0,213 dengan nilai
dapat diterangkan dengan menggunakan
signifikan hasil pengujian t-statistik sebesar
12
0,002, pada tahapan pengolahan data
Pada
persamaan
terlihat
koefisien
digunakan tingkat kesalahan sebesar 0,05.
regresi yang dimiliki oleh Relevansi Nilai
Hasil yang diperoleh tersebut menunjukan
(Value Relevance) Informasi Akuntansi
bahwa nilai signifikan sebesar 0,002 <
bertanda positif sebesar 0,732 dengan nilai
alpha 0,05 maka keputusannya adalah Ho
signifikan hasil pengujian t-statistik sebesar
ditolak dan H1 diterima sehingga dapat
0,000, pada tahapan pengolahan data
disimpulkan bahwa Laba Per Lembar
digunakan tingkat kesalahan sebesar 0,05.
Saham (Earning Per Share) berpengaruh
Hasil yang diperoleh tersebut menunjukan
signifikan terhadap Relevansi Nilai (Value
bahwa nilai signifikan sebesar 0,000 <
Relevance)
pada
alpha 0,05 maka keputusannya adalah Ho
perusahaan Industri Keuangan yang Listing
ditolak dan H1 diterima sehingga dapat
di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2013.
disimpulkan bahwa Nilai Buku Per Lembar
Hasil Menunjukkan bahwa semakin besar
Saham
tingkat keuntungan bersih pada setiap
berpengaruh signifikan terhadap Relevansi
lembar saham yang dapat diraih suatu
Nilai
perusahaan
Akuntansi
Informasi
Akuntansi
dalam
menjalankan
(Book
Value
(Value
Per
Relevance)
pada
Share)
Informasi
perusahaan
Industri
perusahaannya maka semakin lebih bagus
Keuangan yang Listing di Bursa Efek
dalam melihat kerelevansiannya nilai suatu
Indonesia
informasi akuntansi. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa aktiva bersih yang
sejalan dengan penelitian yang dilakukan
dimiliki pemegang saham dengan memiliki
Suprihatin dan Tresnaningsih (2013) yang
satu lembar saham, apabila jumlah yang
menyimpulkan penerapan IFRS pada tahap
disajikan dalam neraca secara keseluruhan
awal terbukti meningkatkan relevansi laba
maka
terhadap harga saham dibandingkan pada
dinyatakan sebagai modal atau ekuitas per
tahap sebelum penerpan IFRS. Hasil Ini
lembar saham sehingga semakin lebih
disesuaikan dengan teori Clean Surplus
bagus dalam melihat kerelevansiannya niali
Accounting yang dikemukakan oleh Ohlson
suatu informasi akuntansi. Hasil penelitian
(1995) dan menemukan asumsi untuk
ini
menghubungkan
dilakukan Suprihatin dan Tresnaningsih
angka-angka
akuntansi
tahun
modal
sejalan
2012-2013.
pemegang
dengan
saham
penelitian
dan nilai pasar oleh Puspa (2008).
(2013)
yang menyimpulkan
b. Pengaruh Nilai Buku Per Lembar
IFRS
pada
Saham
terhadap
Relevansi
tahap
lanjut
Hasil
dapat
yang
penerapan
terbukti
meningkatkan relevansi nilai buku terhadap
Nilai
harga saham dibandingkan pada tahap awal
Informasi Akuntansi.
penerpan IFRS. Namun berbeda juga
13
dengan arah hubungan yang berlawanan. Ini
mendatang
dapat disimpulkan bahwa Nilai Buku per
memperpanjang periode observasi data
lembar saham (Book Value Per Share)
yang akan digunakan, semakin panjang
berpengaruh
observasi tentu akan memperlihatkan siklus
secara
positif
terhadap
disarankan
untuk
Relevansi Nilai Informasi Akuntansi.
perubahan situasi ekonomi yang lebih luas
Kesimpulan dan Saran
dan tentunya akan memberikan kontribusi
Kesimpulan
hasil penelitian yang lebih tepat dan akurat
Penelitian
ini
untuk
dimasa mendatang. (2) Peneliti dimasa
mengetahui Pengaruh Laba Per Lembar
mendatang disarankan untuk menggunakan
Saham dan Nilai Buku Per Lembar Saham
objek penelitian yang berbeda seperti
terhadap
perusahaan non Keuangan.
Relevansi
Akuntansi.
Dalam
menggunakan
sampel
bertujuan
Nilai
Informasi
penelitian
110
ini
Daftar Pustaka
Anas, Wahyuli Dwi, (2014). Analisis
Pengaruh Penerapan IFRS terhadap
Relevansi
Nilai
Informasi
Akuntansi(Studi
Empiris
pada
Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di BEI 2009-2012).
http://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfe
b/article/view/1063-2310-1-SM.
Diakses 12 September 2014.
perusahaan
Keuangan yang Listed di Bursa Efek
Indonesia.
Hasil
merupakan
pemecahan
penelitian
masalah
yang
dari
sejumlah pertanyaan yang diajukan didalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Hipotesis 1 ditemukan bahwa Laba Per
Cahyonowati, Nur., dan Ratmono, Dwi
(2012). Adopsi IFRS dan Relevansi
Nilai Informasi Akuntansi. Jurnal
Akuntansi dan Keuangan, Vol. 14,
No. 2; 105-115.
lembar Saham (Earning Per Share)
berpengaruh positif signifikan terhadap
Relevansi Nilai (Value Relevance)
Informasi Akuntansi Pasca Penerapan
Ghozali, Imam, (2013). Aplikasi Analisis
Multivariate dengan Program IBM
SPSS 7 (Edisi Ketujuh). Semarang:
Universitas Diponegoro.
Konvergensi IFRS.
2. Hipotesis 2 ditemukan bahwa Nilai
Buku Per lembar Saham (Book Value
Per
Share)
berpengaruh
Harrison Jr, Walter T et al, (2011).
Akuntansi
Keuangan
INTERNASIONAL
FINANCIAL
REPORTING STANDARDS-IFRS,
Edisi IFRS Kedelapan, Jilid 2.
Jakarta.
positif
signifikan terhadap Relevansi Nilai
(Value Relevance) Informasi Akuntansi
Pasca Penerapan Konvergensi IFRS.
Saran
Holthausen, Robert W, and Watts, Ross L.
(2001).The Relevance of The Value
Relevance Literature For Financial
Accounting Standard Setting. Journal
Berdasarkan hasil analisis pengujian
hipotesis, maka diajukan beberapa saran
sebagai
berikut:
(1)
Peneliti
dimasa
14
of Accounting and Economics, 31, pp.
3-75
Adopsi Ifrs terhadap Relevansi Nilai
dan Asimetri Informasi. Simposium
Nasional Akuntansi XVI Manado.
Ikatan Akuntansi Indonesia, (2012). Standar
Akuntansi
Keuangan
(SAK),
Kerangka Dasar Penyusunan dan
Penyajian
Laporan
Keuangan,
Jakarta.
Shamki, et.al, (2012).Value Relevance of
Earning
and
Book
Value:
EvidancwFrom Jordan. International
Journal of Business and Management,
Vol. 7, No. 3; February.
, (2012).
Standar Akuntansi Keuangan (SAK),
Penyajian Laporan Keuangan PSAK
1, Jakarta.
Syagata, Gupitasari Syahbi.,dan Daljono
(2014). Analisis Komparasi Relevansi
Nilai Informasi Akuntansi Sebelum
dan sesudah Konvergensi IFRS di
Indonesia (Studi Empiris pada
Perusahaan Manufaktur yang terdaftar
di BEI Periode 2011-2012). Di
Ponegoro Journal Of Accounting,
Vol. 3, No. 3; Hal.1: 2337-3806.
.
Kusumo, Yuro Bimo., dan Subekti,
Imam(2014).
“Relevansi
Nilai
Informasi
Akuntansi,
Sebelum
Adopsi Ifrs dan Setelah Adopsi IFRS
pada Perusahaan yang Tercatat dalam
Bursa
Efek
Indonesia”.
http://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfe
b/article/view/938. Diakses tanggal
12 September 2014.
Suprihatin,
dkk,
(2013).
Pengaruh
Konvergensi Internasional Financial
Reporting
Standards
terhadap
Relevansi Nilai Informasi Akuntansi:
Studi Empiris Pada Perusahaan yang
terdaftar di BEI. Simposium Nasional
Akuntansi XVI Manado
Liu, Chunhui, et al, (2011).The Impact of
OFRS on Accounting Quality in a
Regulated Market: An Empirical
Study
of
China,Journal
of
Accounting, Auditing & Finance,
26(4) 659-676.
Sekaran, Uma, (2011). Research Method
for Business, 4th Edition, John Wiley
& Sons. Jakarta: Salemba Empat.
Samsul, Mohamad, (2006). Pasar Modal &
Manajemen PortoFolio, Surabaya.
Nuraini, Hafida Istiqomah, (2014). Kualitas
Informasi Akuntansi Sebelum dan
Sesudah Konvergensi IFRS di
Indonesia(Studi
Empiris
pada
Perusahaan Non Keuangan di BEI
2005-2012).
Tesis.
Yogyakarta:
Program Magister Akuntansi Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas
Gadjah Mada.
Ohlson, J, (1995). Earning, Book Values,
and Devidends in Equity Valuation.
Contemporary Accounting Research,
11; 661-687.
www.google.com
Puspa, Dwi Fitri, (2008). Penelitian Value
Relevance
dalam
Akuntansi
Keuangan, Padang: Bung Hatta
University Press.
www.idx.co.id
www.sahamok.com
www.yahoofinance.co.id
Rohmah, dkk, (2013). Dampak Penerapan
Standar Akuntansi (SAK) Pasca
15
Download