tambahan informasi dan/atau perubahan keterbukaan informasi

advertisement
TAMBAHAN INFORMASI DAN/ATAU
PERUBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI
ATAS RENCANA PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA PERUSAHAAN
TERKENDALI PT LOTTE CHEMICAL TITAN TBK
Tambahan Informasi dan/atau Perubahan Keterbukaan Informasi kepada Para Pemegang Saham
PT Lotte Chemical Titan Tbk (”Perseroan”) (selanjutnya disebut “Tambahan dan/atau Perubahan
Keterbukaan Informasi”) dibuat terkait dengan rencana perubahan kegiatan usaha utama
perusahaan terkendali Perseroan yaitu PT Lotte Chemical Titan Nusantara untuk melakukan
penambahan kegiatan usaha baru berupa kegiatan usaha di bidang real estate berupa penyewaan
lahan
PT LOTTE CHEMICAL TITAN TBK
Berdomisili di Jakarta Selatan
Bidang usaha:
Perdagangan besar, terutama dalam bidang distributor utama dan impor
KANTOR PUSAT
Setiabudi Building 2, Lantai 3, Suite 306-307 Jl. HR. Rasuna Said Kav. 62, Jakarta 12920 Indonesia
Tel: (021) 52907008 Fax: (021) 52907281
TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI INI HARUS DIBACA MENGACU
PADA KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN MENGENAI
RENCANA PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA PERUSAHAAN TERKENDALI DARI
PERSEROAN YAITU PT LOTTE CHEMICAL TITAN NUSANTARA YANG DIMUAT DI SURAT KABAR
INVESTOR DAILY PADA TANGGAL 19 JULI 2017 (“KETERBUKAAN INFORMASI”)
____________________________________________________________________________________
Berikut adalah perubahan atas Keterbukaan Informasi yaitu sebagai berikut:
I.
PENDAHULUAN
Dalam rangka keterbukaan informasi yang wajib dipenuhi oleh Perseroan sebagaimana
PERATURAN IX.E.2, maka keterbukaan informasi ini disampaikan kepada para pemegang saham
Perseroan sehubungan dengan rencana perubahan kegiatan usaha utama dari perusahaan
terkendali dari Perseroan yaitu PT Lotte Chemical Titan Nusantara, berupa penambahan kegiatan
usaha di bidang real estate berupa penyewaan lahan untuk dapat dijadikan sebagai dasar
pertimbangan bagi para pemegang saham Perseroan dalam rangka memberikan persetujuannya
dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”).
II. STUDI KELAYAKAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA PERUSAHAAN TERKENDALI
DARI PERSEROAN
Sehubungan dengan rencana perubahan kegiatan usaha utama perusahaan terkendali dari
Perseroan, telah ditunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (“Penilai”) untuk
melaksanakan studi kelayakan atas rencana perubahan kegiatan usaha perusahaan terkendali dari
Perseroan tersebut dengan Laporannya No. 036.1/IDR/DO.2/BFS/VII/2017 tanggal 12 Juli 2017
1
sebagaimana telah direvisi dengan Laporan No.042.1/IDR/DO.2/BFS/VIII/2017 tertanggal 7 Agustus
2017 (“Laporan”) dengan ringkasan sebagai berikut:
A. Latar Belakang
Dalam meningkatkan kinerja Perseroan untuk mendapatkan peluang usaha dimasa
mendatang, Perseroan yang adalah pengendali dari PT Lotte Chemical Titan Nusantara
(selanjutnya disebut "LCTN"). Kegiatan usaha LCTN saat ini adalah dalam bidang Industri
polyethylene dan perdagangan besar (distributor utama dan impor). LCTN memiliki sebagian
lahan yang belum digunakan yang akan disewakan kepada PT Lotte Chemical Indonesia,
namun tidak tertutup kemungkinan bagi perusahaan lainnya sejauh dapat memberikan manfaat
ekonomi bagi Perusahaan Terkendali. Atas rencana tersebut LCTN akan menambah kegiatan
usaha utamanya berupa kegiatan usaha di bidang real estate berupa penyewaan lahan. Sesuai
dengan PERATURAN IX.E.2, diperlukan studi kelayakan usaha dari penilai independen. Untuk
itu telah ditunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan selaku penilai independen
untuk melakukan studi kelayakan atas rencana tersebut. Perseroan berkeyakinan dengan
menambahkan kegiatan usaha utama LCTN akan menambah pendapatan sebagai nilai
tambah bagi pemegang saham pada kegiatan usaha utama LCTN.
B. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penilaian studi kelayakan adalah untuk memberikan pendapat, untuk menyatakan
kelayakan suatu usaha dengan tujuan untuk menyatakan layak atau tidak layaknya Rencana
Perubahan Kegiatan Usaha, termasuk pengkajian terhadap dampak Keuangan serta manfaat
rencana perubahan tersebut bagi pemegang saham Perseroan. Sedangkan tujuan dari studi
kelayakan adalah sebagai bahan pembahasan yang akan diajukan dalam RUPSLB
sehubungan dengan perubahan kegiatan usaha utama perusahaan terkendali dari Perseroan.
C. Asumsi-Asumsi Pokok Dan Kondisi Pembatas
1. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses Penilaian.
2. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
3. Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan
yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
4. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
5. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
6. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
7. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum obyek penilaian dari pemberi tugas.
D. Pendirian Perusahaan Terkendali Dari Perseroan
PT Lotte Chemical Titan Nusantara (“LCTN”) didirikan di Republik Indonesia pada tahun 1990
dengan nama PT Petrokimia Nusantara Interindo berdasarkan Akta Notaris Moendjiati Soegito,
S.H., No. 68 tanggal 19 Juli 1990, sebagaimana diubah dengan Akta Notaris Moendjiati
Soegito, S.H., No. 74 tanggal 10 Agustus 1990. Akta pendirian tersebut disahkan oleh Menteri
Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-4808.HT.01.01-TH.90 tanggal 15 Agustus 1990,
dan diumumkan dalam berita Negara No. 84, Tambahan No. 4257 tanggal 19 Oktober 1990.
LCTN mengganti namanya menjadi PT Titan Petrokimia Nusantara berdasarkan Akta Notaris
Mala Mukti, S.H., No. 54 tanggal 31 Maret 2006. Perubahan tersebut disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. C-10007 HT.01.04.TH.2006
tanggal 7 April 2006. Kemudian mengganti namanya menjadi PT Lotte Chemical Titan
Nusantara berdasarkan Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 41 tanggal 28 Februari 2013.
Perubahan tersebut disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat
Keputusan No. AHU-13608.AH.01.02.Tahun 2013 tanggal 18 Maret 2013.
2
Anggaran Dasar LCTN telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dilakukan
berdasarkan Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 15 tanggal 9 Februari 2015, mengenai
perubahan anggaran dasar Perusahaan terkait pengangkatan anggota direksi Perusahaan.
Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0008809 dan AHU-AH.01.03.0008810
tanggal 11 Februari 2015.
E. Pendapat atas Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha Perusahaan Terkendali
Berdasarkan analisis kelayakan pasar, pola bisnis, model manajemen, teknis dan keuangan,
Penilai berpendapat bahwa usaha penyewaan lahan Perusahaan Terkendali adalah layak
untuk dilaksanakan.
Ringkasan analisa kelayakan:
(i) Analisa Kelayakan Pasar
Harga lahan industri di Banten cenderung terus meningkat dengan tingkat kenaikan ratarata per tahun CAGR pada periode 2012 – 2016 mencapai 16,45%. Suplai lahan industri di
Banten stabil tidak mengalami peningkatan pada tahun 2012 – 2014, kemudian meningkat
sedikit sebesar 0,68% pada tahun 2015 dan stabil kembali hingga tahun 2016.
Demand lahan industri di Banten cenderung terus meningkat dengan kenaikan rata-rata
per tahun CAGR pada periode tahun 2012 -2016 mencapai 6,66%. Pesaing usaha
perusahaan terkendali adalah kawasan industri dan pemilik tanah yang mempunyai lahan
untuk peruntukan industri yang berada di sekitar lokasi lahan yaitu Desa Rawa Arum,
Kecamatan Pulo Merak, Kabupaten Cilegon, Propinsi Banten. Target pasar adalah grup
perusahaan yang membutuhkan lahan industri. Strategi pemasaran dengan melakukan
identifikasi terhadap perusahaan dalam grup yang membutuhkan lahan untuk
pengembangan industrinya, kemudian menawarkannya kepada perusahaan tersebut.
Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha,
target pasar dan strategi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar proyek oleh
perusahaan terkendali adalah layak.
(ii) Analisa Kelayakan Pola Bisnis
Keunikan pola bisnis penyewaan lahan oleh perusahaan terkendali terdapat pada tarif
harga sewa yang kompetitif, jangka waktu sewa jangka panjang yang fleksibel dan sistem
pembayaran sewa, sehingga penyewa akan tertarik dan dapat berhitung bahwa dengan
sewa selain akan mengurangi biaya investasi pengadaan lahan juga akan lebih
menguntungkan. Selain itu perusahaan terkendali berada dalam grup perusahaan yang
terus mengembangkan industrinya sehingga kebutuhan perusahaan dalam grup terhadap
kebutuhan lahan industri akan terus meningkat. Keunikan pola bisnis tersebut merupakan
keunggulan yang kompetitif dari perusahaan terkendali. Kemampuan pesaing untuk meniru
produk dari perusahaan terkendali sangat besar, hal ini terlihat dari penawaran sewa lahan
industri sekitar lokasi proyek, namun perusahaan terkendali memiliki captive market
perusahaan dalam grup.
Berdasarkan kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan
dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk
menciptakan nilai dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis proyek oleh perusahaan
terkendali adalah layak.
(iii) Analisis Kelayakan Model Manajemen
Perusahaan terkendali memiliki sumberdaya manusia yang dibutuhkan dengan adanya
perubahan/penambahan kegiatan usaha utama berupa usaha penyewaan lahan.
Perusahaan terkendali memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola
proyek, karena perusahaan terkendali mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang
diperlukan dalam mengelola usaha penyewaan lahan. Lahan yang akan disewakan
perusahaan terkendali merupakan lahan berlebih yang tidak dimanfaatkan perusahaan
terkendali. Penyewaan lahan tersebut merupakan bentuk pemanfaatan tanah sehingga
dapat menciptakan nilai berupa hasil pendapatan sewa.
3
Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga
kerja, kapasitas dan kemampuan manajemen, kesesuaian struktur organisasi, manajemen
kekayaan intelektual dan manajemen risiko dapat disimpulkan bahwa aspek model
manajemen proyek oleh perusahaan terkendali adalah layak.
(iv) Analisis Kelayakan Teknis
Lahan yang tersedia untuk disewakan adalah milik perusahaan terkendali. Lahan
disewakan dengan kondisi apa adanya dan tidak memerlukan sumberdaya lain berupa
bahan material maupun tenaga kerja.
Berdasarkan analisis kelayakan teknis yang mencakup kapasitas produk yang ditawarkan,
ketersediaan dan kualitas sumber daya dan proses produksi, dapat disimpulkan bahwa
aspek teknis proyek oleh perusahaan terkendali adalah layak.
(v) Analisis Kelayakan Keuangan
Proyek adalah usaha penyewaan lahan. Usaha penyewaan lahan merupakan upaya
optimalisasi pemanfaatan aset dengan cara menyewakan kepada perusahaan grup yang
akan menghasilkan pendapatan pada perusahaan terkendali. Lahan yang disewakan
adalah milik perusahaan terkendali yang tidak digunakan dan tidak menghasilkan. Dengan
penyewaan lahan tersebut, perusahaan terkendali akan memperoleh pendapatan sewa
yang akan meningkatan pendapatan sehingga usaha penyewaan lahan tersebut layak
dilaksanakan.
III.
RENCANA PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA PERUSAHAAN TERKENDALI
Rencana perubahan kegiatan usaha utama perusahaan terkendali akan dilakukan dengan
menambahkan kegiatan usaha di bidang real estate berupa penyewaan lahan pada kegiatan usaha
utama perusahaan terkendali yaitu Industri Polyethylene dan Perdagangan Besar (distributor utama
dan impor).
IV.
KETERSEDIAAN TENAGA AHLI
Perusahaan Terkendali tidak memerlukan tenaga ahli dalam hal pelaksanaan rencana penyewaan
lahan tersebut, karena menurut pandangan Manajemen Perusahaan Terkendali, dalam hal
penyewaan lahan tidak memerlukan tenaga ahli yang khusus, cukup menggunakan karyawan
Perusahaan Terkendali yang selama ini melaksanakan pengawasan terhadap tanah-tanah yang
dimiliki oleh Perusahaan Terkendali dan mempunyai pengalaman dalam melakukan pengaturan
terhadap tanah-tanah tersebut.
V.
PERTIMBANGAN DAN ALASAN DILAKUKANNYA PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA
Perusahaan terkendali adalah perusahaan dengan kegiatan usaha utama di bidang Industri
Polyethylene dan Perdagangan Besar (distributor utama dan impor). Guna memaksimalkan
penggunaan lahan yang dimilikinya, perusahaan terkendali bermaksud untuk menyewakan lahan
yang belum digunakan kepada perusahaan afiliasi. Atas pelaksanaan penyewaan lahan tersebut,
perusahaan terkendali berharap dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
VI.
MANFAAT PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA PADA KONDISI KEUANGAN
PERSEROAN
Pengaruh perubahan kegiatan usaha utama perusahaan terkendali pada kondisi keuangan
Perseroan adalah akan meningkatkan pendapatan dari hasil pendapatan atas sewa lahan yang
akan meningkatkan laba dan ekuitas Perseroan.
VII.
PERNYATAAN DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
Sehubungan dengan perubahan kegiatan usaha utama perusahaan terkendali dengan ini Direksi
dan Dewan Komisaris Perseroan menyatakan bahwa kami bertanggungjawab penuh atas
kebenaran dari seluruh informasi yang termuat dalam Keterbukaan Informasi ini. Sepanjang
4
pengetahuan kami, semua fakta dan pendapat material yang diberikan dalam Keterbukaan
Informasi ini adalah benar dan wajar serta tidak ada fakta-fakta penting lainnya yang telah
diabaikan dalam Keterbukaan Informasi yang dapat menyebabkan Keterbukaan Informasi ini
menjadi tidak benar dan/atau menyesatkan.
VIII. INFORMASI PENYELENGGARAAN RUPSLB
Perseroan akan menyelenggarakan RUPSLB sehubungan dengan perubahan kegiatan usaha
utama perusahaan terkendali pada hari Jumat, tanggal 25 Agustus 2017, pada pukul 10.00 WIB
yang bertempat di The Bridge Function Room 3, Aston Rasuna Tower, Lantai 3 Taman Rasuna, Jl.
H.R. Rasuna Said, Jakarta 12960. Yang berhak hadir atau diwakili dalam RUPSLB tersebut adalah
pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan
pada tanggal 2 Agustus 2017 sampai dengan pukul 16.00 WIB.
Kuorum kehadiran dan kuorum keputusan RUPSLB untuk mata acara perubahan kegiatan usaha
perusahaan terkendali dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. RUPSLB dapat dilangsungkan jika RUPSLB dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili
paling kurang 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah;
b. Keputusan RUPSLB dalam huruf a di atas adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 2/3 (dua per
tiga) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPSLB;
c. Dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud dalam huruf a tidak tercapai, RUPSLB kedua dapat
diadakan dengan ketentuan RUPSLB kedua sah dan berhak mengambil keputusan jika dalam
RUPSLB dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 3/5 (tiga per lima) bagian
dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah;
d. Keputusan RUPSLB kedua adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian
dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPSLB;
e. Dalam hal kuorum kehadiran pada RUPSLB kedua sebagaimana huruf c tidak tercapai,
RUPSLB ketiga dapat diadakan dengan ketentuan RUPSLB ketiga sah dan berhak mengambil
keputusan jika dihadiri oleh pemegang saham dari saham dengan hak suara yang sah dalam
kuorum kehadiran dan kuorum keputusan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan atas
permohonan Perusahaan.
IX.
PEMENUHAN KETENTUAN TRANSAKSI AFILIASI DAN/ATAU TRANSAKSI MATERIAL
Dalam hal pelaksanaan transaksi sewa menyewa lahan merupakan transaksi afiliasi dan/atau
transaksi material, maka Perseroan akan memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan IX.E.1
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan Tertentu dan/atau Peraturan IX.E.2
X.
INFORMASI TAMBAHAN
Apabila para pemegang saham memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perseroan
dengan alamat: PT Lotte Chemical Titan Tbk, Setiabudi Building 2, Lantai 3, Suite 306-307 , Jl HR
Rasuna Said Kav. 62, Jakarta 12920 Indonesia, Tel: (021) 52907008 Fax: (021) 52907281, Up.:
Corporate Secretary.
Jakarta, 23 Agustus 2017
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Direksi
5
Download