tokoh teori object relation

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Psikologi
Kepribadian I
Object Relation
Fakultas
Program Studi
Psikologi
Psikologi
Tatap Muka
5
Kode MK
Disusun Oleh
MK61014
Fransisca M. Sidabutar, M. Psi
Abstract
Kompetensi
Pembahasan teori Melanie Klein,
Margaret Mahler & Heinz Kohut
mengenai; ciri-ciri khusus, struktur &
dinamika kepribadian berdasarkan
object relation theories.
Pemahaman konsep dasar dan utama
dari ”Object relation theories” dan halhal penting yang terkait.
Teori Object Relation
Teori object relation (hubungan objek) adalah sebuah cabang dari teori
psikoanalitik yang menekankan hubungan interpersonal, terutama dalam keluarga dan
khususnya antara ibu dan anak. "Obyek" sebenarnya berarti orang, dan terutama orang
yang signifikan yang merupakan objek atau target dari perasaan atau intensi. Relasi
merupakan seurutan interaksi-interaksi antara dua individu yang telah saling mengenal
satu sama lain. Para ahli teori object relation tertarik pada gambaran dalam diri
seseorang dan orang lain, serta bagaimana mereka memanisfestasikannya dalam situasi
interpersonal.
KONSEP UTAMA
Object. Suatu objek adalah sesuatu yang berhubungan dengan subjek. Contohnya, saya
menyayangi ibu saya, saya takut ular, saya marah pada teman saya. Dorongandorongan seperti seks, afeksi, emosi, dll memiliki objek. Dalam teori object relation, objek
biasanya adalah orang, bagian dari orang, atau simbol dari salah satu hal tersebut.
Representasi mengacu pada cara orang memiliki suatu objek. Representasi objek
adalah respresentasi mental dari suatu objek.
Suatu objek eksternal adalah orang, tempat atau hal lain yang seseorang telah
menginvestasikan energi emosional di dalamnya. Sedangkan objek internal adalah
representasi seseorang tentang orang lain, misalnya refleksi seorang anak mengenai
cara berhubungan dengan ibunya. Merupakan memori, ide, fantasi tentang seseorang,
tempat atau hal.
Diri atau self merupakan gambaran internal, representasi mental seseorang baik sadar
atau tak sadar.
Representasi diri, representasi dalam diri seseorang mengenai dirinya berkaitan dengan
pengalamannya berhubungan dengan significant others.
Self-object. Hilangnya batasan, dimana self dan objek menjadi kabur dan pembedaan
antara self dan objek eksternal tidak jelas (kondisi ini disebut confluence).
Part object. Ini merupakan objek yang adalah bagian dari seseorang, misalnya tangan,
payudara. Bagian lainnya tidak dianggap sebagai objek keseluruhan.
2014
2
Psikologi Kepribadian I
Fransisca M. Sidabutar, M. Psi
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Whole object. Orang lain secara utuh yang dianggap memiliki hak, perasaan,
kebutuhan, harapan, kekuatan dan kelemahan seperti yang dimiliki diri sendiri.
Object constancy. Mempertahankan hubungan yang berlangsung lama dengan objek
spesifik atau menolak pengganti objek tersebut. Menurut Mahler, object constancy
merupakan kapasitas untuk mengenali dan mentoleransi perasaan cinta dan rasa
bermusuhan terhadap objek yang sama; kapasitas untuk menjaga perasaan berpusat
pada objek spesifik; dan kapasitas menilai suatu objek untuk atributnya daripada
fungsinya dalam memenuhi kebutuhan.
Splitting. Hal ini terjadi ketika seseorang (terutama seorang anak) tidak dapat menjaga
dua pikiran atau perasaan yang kontradiksi pada saat yang sama, dan kemudian
menjauhi perasaan konflik dan fokus hanya pada salah satu perasaan saja.
Objek dapat direpresentasikan sebagai ‘baik’ atau memuaskan kebutuhan atau keinginan
seseorang’ atau ‘buruk’ dan tidak memenuhi kebutuhan atau keinginan seseorang.
Dengan kata lain, object relation merupakan suatu cara mengkonseptualisasikan
hubungan interpersonal dan memperluas pemikiran psikoanalisis ke dalam alam
interpersonal.
Terdapat beberapa hal yang penting mengenai relasi. Pertama, telah mengenal
satu sama lain. Ini menjadi penting karena pada individu-individu yang telah saling
mengenal, sifat dan rangkaian dari setiap interaksi dipengaruhi oleh riwayat dari interaksi
dimasa lalu yang telah dilewati antar individu tersebut dan oleh harapan-harapan
interaksi pada masa depan yang akan datang. Kedua, hal dalam relasi yang perlu
dipertimbangkan adalah derajat keakraban relasi. Derajat keakraban dari relasi ini
ditentukan oleh kualitas-kualitas antara lain:
1. Frekuensi dan kekuatan pengaruh yang ditimbulkan oleh sebuah relasi dan
seberapa sering pengaruh tersebut terjadi.
2. Keanekaragaman atau variasi pengaruh dari tingkah laku - tingkah laku yang
berbeda dalam sebuah relasi
3. Lamanya relasi tersebut dialami. Dalam sebuah relasi yang akrab, pengaruh yang
terjadi seringkali berbeda-beda, beraneka ragam dan bisa berlangsung lama.
2014
3
Psikologi Kepribadian I
Fransisca M. Sidabutar, M. Psi
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
TOKOH TEORI OBJECT RELATION
1. Melanie Klien
Klein sebagai perintis kontroversial dari Inggris dalam psikoanalisis anak, sangat
menekankan fantasi-fantasi objek yang dianggap sudah melekat pada bayi. Berbeda
dengan Freud yang menekankan 5 tahun pertama sebagai kehidupan sebagai masa
yang menentukan perkembangan anak selanjutnya, klein mengasumsikan 5 bulan
pertama setelah melahirkan sebagai waktu yang sangat kritis.
Kecenderungan yang paling awal dari bayi-bayi untuk berhubungan dengan
objek-objek memberikan pengalaman-pengalaman mereka suatu kualitas yang tidak
realistis atau fantasi yang mempengaruhi semua hubungan interpersonal dimasa yang
akan datang. Dengan demikian, ide-ide Klein cenderung memindahkan pusat teori
psikoanalitik dari tahap-tahap perkembangan yang bersifat organik kepada peran dari
fantasi-fantasi awal dalam perkembangan hubungan interpersonal.
Pada awalnya Klein sangat psikoanalitis, namun kemudian beralih. Dalam tradisi
Freudian, ia melihat dunia psikis bayi dan anak dipenuhi dengan konflik primitif, dan
kecenderungan kanibalistik. Klein merupakan figur transisional antara psikoanalisis klasik
dan teori object relation. Penekanan pada dorongan biologis dan insting. Bayi mengalami
‘death instinct’ seperti ketakutan akan kematian. Ketakutan dari dorongan destruktif pada
bayi ini ditransfer pada suatu objek yang tampak sangat kuat dan tidak dapat
dikendalikan dalam fantasi bayi.
Fantasi merupakan gambaran representasi mengenai insting dan dorongan tubuh. Bayi
merasakan hal ini baik dalam tubuh maupun dalam jiwanya. Hal ini sangat jelas, karena
pada awal masa bayi mereka tidak dapat membedakan antara fantasi dan realita.
Frustrasi dan ketidaknyamanan dirasakan jika mereka diserang oleh rasa permusuhan
dari luar. Mirip dengan psikosis yang dialami orang dewasa, namun hal ini adalah normal
bagi bayi.
Objek. Dorongan ditujukan secara alami terhadap objek. Bayi mencari susu dari
payudara ibu. Payudara yang memberikan air susu adalah baik, dan payudara yang
ditolak adalah yang buruk. Dunia objek selama bulan-bulan pertama terdiri dari bagian
menyukai atau memusuhi dunia nyata si bayi.
2014
4
Psikologi Kepribadian I
Fransisca M. Sidabutar, M. Psi
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Mekanisme psikis digunakan bayi termasuk splitting, introjection (fantasi mental dimana
bayi menarik sesuatu dari dunia yang dipersepsikannya (misalnya internalisasi bahaya
dan kekurangan), projection (bayi mempercayai suatu objek memiliki kualitas yang
sebenarnya adalah perasaan bayi itu sendiri) dan projective identification (memisahkan
secara imajinatif bagian dari seseorang dan mengatribusikannya pada orang lain dalam
rangka mengendalikan orang lain).
Pada anak-anak yang lebih tua, ego menjadi satu tetapi aspek-aspek yang
berbeda dari ego mungkin tetap ada. Klein berpendapat bahwa ego ada pada saat
kelahiran dan ego dapat merasakan kekuatan-kekuatan yang merusak dan kekuatankekuatan yang penuh kasih. Ia dapat mengalami berbagai hal dan juga dapat
mengadakan mekanisme-mekanisme pertahanan dalam beberapa minggu pertama.
Klein juga berpendapat bahwa super ego sudah ada jauh lebih awal daripada apa yang
dikemukakan oleh Freud.
Klein merupakan salah satu dari penulis psikoanalitik pertama yang memfokuskan
perawatan langsung pada anak-anak. Klein menganggap bahwa emosi internal anakanak berfokus pada hubungan interpersonal. Klein berusaha untuk menguraikan dan
memperluas teori Freud melalui pengamatan dan klinis bekerja dengan anak-anak. Klein
bekerja secara keseluruhan dengan memperluasan hasil karya Freud, tetapi juga
transformasi Freud melalui perspektif interpretatif yang unik. Klein menggunakan terapi
bermain dan menggunakan teknik-teknik interpretasi yang sangat mirip dengan teknik
yang digunakan orang dewasa. Ia berpendapat bahwa ego anak-anak belum cukup
berkembang untuk analisis klasik, dan, sebagai gantinya, ia menganjurkan peran yang
lebih edukatif analis yang bekerja dengan anak-anak.
2. Margaret Mahler
Ide–idenya di peroleh dari hasil pengamatannya tentang tingkah laku anak-anak
yang kalut yang berinteraksi dengan orang tua mereka dan tingkah laku anak-anak
normal yang melekat pada ibu–ibu mereka pada 3 tahun kehidupan. Ia menekankan
kelahiran psikologis individu dimulai pada minggu-minggu pertama kehidupan setelah
kelahiran dan berlangsung untuk jangka waktu 3 tahun berikutnya.
Mahler menekankan pentingnya cara menggendong seorang anak, dimana
membantu anak merasa aman melalui kontak tubuh dan juga dekapan psikologis.
Dekapan psikologis menjaga ketegangan dan frustrasi anak agar tidak menjadi besar.
2014
5
Psikologi Kepribadian I
Fransisca M. Sidabutar, M. Psi
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Dekapan yang salah mencakup tidak mendekap anak baik secara fisik maupun
psikologis ketika ia butuh didekap, atau mendekap terlalu kuat sehingga menimbulkan
rasa tidak nyaman pada si anak. Ibu yang baik mendorong anak secara bertahap pada
peningkatan kesadaran sensoris di lingkungan.
Mahler mengemukakan tentang psychological birth. Yang dimaksud kelahiran
psikologis ialah anak menjadi seorang individu yang terpisah dari orang yang sangat
memperhatikannya, dan dilihat sebagai suatu prestasi yang pada akhirnya menimbulkan
suatu perasaan identitas dirinya. Ini terjadi pada jangka waktu 3 tahun pertama pada
kehidupan, dimana anak secara berangsur–angsur berjuang menjadi otonom dan
terpisah dari ibu.
Mahler berpendapat bahwa proses perpisahan anak dari ibu adalah sangat penting
untuk perkembangan kepribadian pada waktu proses menjadi seorang individu ini
berjalan, sang anak mengintroyesikan ke dalam kepribadiannya elemen–elemen dari ibu
sebagai tokoh yang penting dalam kehidupannya. Untuk mencapai kelahiran psikologis
dan individualisasi seorang anak harus melangkah melewati tiga tahap perkembangan
penting yakni:
a. Autisme normal berlangsung dari kelahiran sampai usia kira – kira 3
minggu, untuk mengembangkan tahap perkembangan autisme normal,
Mahler meminjam analogi Freud yang menyamakan kelahiran psikologis
dengan sebutir telur burung yang belum menetas. Burung dalam kulit telur
itu mampu memuaskan kebutuhan – kebutuhan makanannya secara austik
(tanpa
memperhatikan
kenyataan
eksternal)
karena
persediaan
makanannya tertutup dalam kulitnya, demikian juga bayi yang baru lahir
memuaskan berbagai kebutuhan dalam lingkaran pencarian ibu yang sangat
protektif. Bayi merasa kebutuhan – kebutuhannya diperhatikan secara
otomatis tanpa ia harus berusaha sedikit pun. Mahler mengemukakan
bahwa jabang bayi itu memiliki jangka waktu yang lama untuk tidur dan tidak
mengalami tegangan. Ia berpendapat bawa inilah suatu periode narsisme
primer yang absolut dimana bayi tidak menyadari keberadaan orang lain
dengan demikian ia menyebut autism normal sebagai suatu tahap "tidak
berobyek". Ia tidak sependapat dengan gagasan Klein bahwa bayi
menginkorporasikan letak yang baik dan objek – objek lain kedalam egonya.
Ketika bayi menyadari secara berangsur – angsur bahwa mereka tidak
dapat memuaskan kebutuhan – kebutuhan mereka sendiri, mereka
mengenal pemberi perhatian utama mereka dan mencari suatu hubungan
2014
6
Psikologi Kepribadian I
Fransisca M. Sidabutar, M. Psi
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
simbiotik dengannya dan demikian bayi – bayi itu sekarang berada pada
tahap perkembangan
b. Simbiosis normal, simbiosis normal sekitar usia minggu ke empat atau ke
lima tapi mencapai puncaknya pada bulan ke empat atau ke lima. Pada
waktu ini, bayi bertingkah laku dan berfungsi seolah – olah dia dan ibunya
adalah suatu system maha kuasa dwi rangkap dalam satu batas yang sama.
Dalam analogi telur burung kulit telur sekarang mulai retak tetap suatu
selaput psikologis dalam bentuk hubungan sibiotik masih melindungi jabang
bayi, Mahler mengakui bahwa ini bukan simbiosis sebenarnya karena
meskipun kehidupan bayi tergantung pada ibu, tapi sang ibu tidak secara
absolute membutuhkan sang bayi. Ciri simbiosis adalah memberi isyarat
timbal balik dari bayi dan ibu. Bayi memberikan isyarat-isyarat kepada ibu
bahwa ia lapar, sakit, dan senang dan seterusnya, sedangkan ibu
memberikan respon dengan isyarat – isyaratnya. Seperti memberi makanan,
menggendong, atau tersenyum pada usia ini bayi dapat mengenal wajah ibu
dan dapat mempersepsikan bahwa ibu senang/sedih. Akan tetapi
hubungan-hubungan obyek belum mulai.
c. Pemisahan-individuasi (separation-indualisation) yang berlangsung dan
kira-kira usia bulan ke-4 atau ke-5 sampai kira-kira bulan ke-30 atau ke-36.
Pada waktu ini anak terpisah secara psikologis dari ibunya, mencapai
perasaan individuasi dan mulai mengembangkan perasaan-perasaan
identitas pribadi karena anak tidak lagi mengalami kesatuan Dwi rangkap
dengan ibunya. Anak-anak kecil dalam tahap pemisahan individuasi
mengalami dunia eksternal sebagai yang lebih berbahaya dan mengancam
waktu mereka berada pada kedua tahap pertama
Mahler membagi tahap pemisahan individuasi menjadi 4 sub tahap yakni (1)
Diferensiasi (2) Latihan/praktek (3) Persesuaian, dan (4) Konstansi obyek libidinal. Sub
tahap diferensasi berlangsung dari usia bulan ke lima sampai bulan ke enam atau bulan
ke sepuluh dan ditandai dengan pelepasan secara badaniah dari lingkungan simbiotik ibu
dan anak. Dengan demikian, sub tahap diferensiasi dapat disamakan atau dianalogikan
dengan telur yang retak pada usia ini, Mahler mengamati bahwa bayi-bayi tersenyum
dalam memberikan respon kepada ibu mereka sendiri, yang menunjukan suatu ikatan
dengan orang lain yang sepesifik. Bayi-bayi yang sehat secara psikologis yang
memperluas dunia mereka melampaui ibu akan memiliki keingintahuan terhadap orang-
2014
7
Psikologi Kepribadian I
Fransisca M. Sidabutar, M. Psi
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
orang yang dikenal dan akan menyelidiki mereka. Anak-anak yang tidak sehat akan takut
terhadap orang-orang yang tidak dikenal dan mundur atau menjauhkan diri dari mereka.
Ketika anak-anak secara fisik mulai bergerak menjauhi ibu-ibu mereka dengan
merangkak dan berjalan maka sekarang mereka memasuki sub tahap latihan atau
praktek pemisahan-individuasi, suatu periode yang berlangsung kira-kira pada usia bulan
ke-7 atau bulan ke-10 sampai dengan bulan ke-15 atau ke-16. Pada sub tahap ini, anakanak mudah membedakan tubuh mereka dari tubuh ibu mereka, membentuk suatu ikatan
spesifik dengan ibu mereka, dan mulai mengembangkan ego yang otonom. Meskipun
demikian, pada tahap-tahap awal dari periode ini mereka tetap mengindahkan ibu
mereka, mereka mengikutinya dengan mata mereka, dan memperlihatkan kesedihan bila
sang ibu berada jauh dari mereka. Kemudian, mereka mulai berjalan dan dapat
memahami dunia luar yang dialami mereka sebagai yang sangat mempesonakan dan
menarik perhatian.
Dari kira-kira usia 16-25 bulan, anak-anak mengalami sub tahap perkembangan
berikutnya, yakni persesuaian (rapproachment) dengan ibu mereka. Artinya mereka ingin
menyatukan kembali diri mereka sendiri dan ibu mereka secara fisik psikologis. Mahler
memperhatikan bahwa anak-anak dalam usia ini ingin menceritakan kepada ibu mereka
setiap keterampilan dan setiap pengalaman baru. Sekarang mereka dapat berjalan
dengan mudah dan mereka secara fisik terpisah dari ibu mereka, tetapi secara paradox
ada kemungkinan lebih besar mereka memperhatikan kecemasan akan pemisahan pada
tahap persesuaian di bandingkan pada tahap sebelumnya. Keterampilan-keterampilan
kognitif yang meningkat membuat mereka menyadari keterpisahan mereka, yang
menyebabkan mereka mencoba bermacam-macam cara untuk memperoleh kembali
kesatuan Dwi rangkap yang pernah mereka miliki dengan ibu mereka. Karena usahausaha ini sama sekali tidak pernah berhasil, anak-anak dari usia ini sering berkelahi
dengan ibu mereka suatu kondisi yang dinamakan krisis persesuaian.
Sub tahap terakhir proses pemisahan individuasi konstansi obyek yang
berlangsung kira-kira tahun ke-3. Pada waktu ini, anak-anak harus mengembangkan
suatu representasi batin ibu mereka yang konstan sehingga mereka dapat bertahan
kalau secara fisik terpisah dari ibu mereka. Apabila konstansi obyek ini tidak berkembang
anak-anak akan tetap tergantung pada kehadiran fisik ibu mereka supaya mereka sendiri
merasa aman disamping memperoleh suatu kadar konstansi obyek, anak-anak harus
2014
8
Psikologi Kepribadian I
Fransisca M. Sidabutar, M. Psi
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
mengkonsolidasikan individualitas mereka. Artinya mereka harus belajar untuk berfungsi
tanpa ibu mereka dan mengembangkan hubungan-hubungan obyek lain.
3. Heinz Kohut
Heinz Kohut (1913-1981) adalah seorang psikoanalisis yang lahir di Wina, dan
selama hidupnya ia berkarya di Amerika serikat. Kohut mengemukakan suatu teori yang
relatif
baru,
menyebabkan
yang
diri
disebut
(self)
Self-Psychology.
berkembang
dari
Kohut
menekankan
gambaran
proses
samar-samar
dan
yang
tidak
terdiferensiasi Sampai pada suatu perasaan identitas diri yang jelas dan tepat. Kohut
berpendapat bahwa konsep diri seseorang adalah pengatur utama perkembangan
psikologis. Pendekatannya terhadap perkembangan kepribadian berpusat terhadap
pematangan perasaan tentang self dan keadaan yang rapuh dan terpisah-pisah.menjadi
struktur dewasa yang kohesif dan stabil. Self berperan sebagai kekuatan perkembangan
psikologis dan bukan dorongan seksual dan agresif seperti yang dilakukan oleh Freud.
Kohut berpendapat bahwa gangguan psikologis terjadi karena ada kekurangankekurangan yang penting dalam struktur self. Pengalaman-pengalaman awal yang tidak
menyenangkan, misalnya pengasuhan, dan perhatian yang tidak tepat, dapat
mengganggu perkembangan self.
Seperti para ahli object relation yang lain, ia memusatkan perhatian pada
hubungan awal antara ibu dan anak sebagai kunci untuk memahami perkembangan
selanjutnya. Kohut berpendapat bahwa hubungan merupakan inti kepribadian manusia
dan bukan dorongan insting bawaan.
Menurut Kohut, bayi-bayi membutuhkan orang dewasa yang memberi perhatian
tidak hanya untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan fisik tetapi juga untuk memuaskan
kebutuhan-kebutuhan psikologis dasar. Dalam memperlihatkan kebutuhan-kebutuhan
fisik dan psikologis, orang dewasa atau seperti yang diistilahkan kohut sebagai self
objects memperlakukan bayi seolah-olah mereka memiliki perasaan diri, misalnya orang
tua akan bertindak hangat, dingin atau masa bodoh tergantung pada tingkah laku bayi
mereka. Melalui proses interaksi empatik bayi mengerti respon-respon self object seperti
rasa bangga, rasa bersalah, rasa malu dll. Sikap yang pada akhirnya membangun diri.
Kohut mendefinisikan diri sebagai “pusat semesta psikologi diri”. Diri yang membentuk
bagaimana seseorang akan berhubungan dengan orang tua dan self objects lain.
2014
9
Psikologi Kepribadian I
Fransisca M. Sidabutar, M. Psi
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Kohut (1971-1977) berpendapat bahwa bayi-bayi biasanya narsistik. Mereka
egosentrik dan sangat memperhatikan keselamatan mereka sendiri dan menginginkan
agar diri mereka dan apa yang dilakukan oleh mereka dikagumi oleh orang lain. Diri awal
mengkristal disekitar 2 kebutuhan narsistik dasar yakni kebutuhan untuk memperlihatkan
diri yang megah dan kebutuhan akan gambar dari salah satu atau kedua orang tua yang
diidealkan. Diri yang megah terbentuk kalau bayi berhubungan dengan suatu self-object
yang mengaguminya yang menunjukan bahwa tingkah lakunya disetujui, dengan
demikian bayi itu membentuk suatu gambaran diri yang belum sempurna. Gambaran
orang tua yang diidealkan bertentangan dengan diri yang megah karena gambaran orang
tua yang diidealkan berarti seseorang lain adalah sempurna.
Kedua gambaran diri yang narsistik itu sangat dibutuhkan untuk perkembangan
kepribadian yang sehat. Gambaran-gambaran diri itu harus berubah ketika anak-anak
bertumbuh menjadi lebih matang, bila kedua gambaran diri itu tetapi tidak berubah maka
akibatnya adalah munculnya suatu kepribadian orang dewasa narsistik patologik
(grandiose). Pandangan tersebut harus berubah menjadi suatu pandangan realistik
tentang diri dan gambaran orang tua yang ideal harus tumbuh menjadi suatu gambaran
realistik tentang orang tua. Kedua gambaran diri itu tidak boleh sama sekali hilang. Orang
dewasa yang sehat tetap memiliki sikap-sikap positif terhadap diri dan tetap melihat
kualitas-kualitas baik dalam orang tua atau pengganti orang tua. Akan tetapi seorang
dewasa yang narsistik, tidak keluar dari kebutuhan-kebutuhan kanak-kanak ini dan tetap
menjadi egosentrik dan melihat lain-lainnya dalam dunia sebagai penonton yang
mengaguminya.
Freud berpendapat bahwa orang yang narsistik itu adalah calon yang tidak baik
untuk psikoanalis, tetapi Kohut berpendapat bahwa psikoterapi dapat menjadi efektif
dengan pasien-pasien ini. Para terapis yang menganut pandangan self psikologi
berpendapat bahwa tugas mereka adalah membantu memperbaiki kerusakan yang
disebabkan oleh hubungan dan lingkungan. Mereka mempermudah perasaan self yang
sehat dalam diri pasien, suatu tingkat penghargaan diri sendiri yang memuaskan dan
agak stabil dan kemampuan untuk membanggakan diri karena prestasi-prestasinya
orang-orang yang mempraktekan teori ini juga bertujuan untuk menanamkan kesadaran
dalam diri pasien supaya ia merespon kebutuhannya sendiri dan kebutuhan orang lain.
2014
10
Psikologi Kepribadian I
Fransisca M. Sidabutar, M. Psi
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
DAFTAR PUSTAKA
Hall, C.S., Lindzey, G. & Campbell, J.B. (1998). Theories of Personality (4th ed.). New York: John
Wiley & Sons, Inc.
Diktat Psikologi Kepribadian. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
2014
11
Psikologi Kepribadian I
Fransisca M. Sidabutar, M. Psi
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download