pengaruh kecerdasan emosional dan

advertisement
KAJIAN EMPIRIS ATAS PERILAKU BELAJAR DAN KECERDASAN EMOSIONAL
DALAM MEMPENGARUHI STRES KULIAH MAHASISWA AKUNTANSI
Abstrak
Kecerdasan emosional meningkat sesuai dengan bertambahnya umur
dan pengalaman karena itu penelitian ini dilakukan untuk mahasiswa, karena
suasananya, kebutuhannya, pergaulannya, dan kematangannya sangat berbeda
dengan karyawan. Penelitian ini memperbaiki penelitian Yulianti (2002)
dengan objek karyawan, dan Suryaningsum (2005) yang menyatakan hanya
variabel pengenalan diri dan keterampilan sosial berpengaruh pada stres
kuliah. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari jawaban atas fenomena
tersebut dengan menambahi variabel perilaku belajar mahasiswa akuntansi di
perguruan tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis ada
tidaknya perilaku belajar dan pengaruh kecerdasan emosional mahasiswa
akuntansi terhadap stres kuliah. Perilaku belajar terdiri dari yang terdiri dari
kebiasaan mengikuti pelajaran, kebiasaan membaca buku, kunjungan ke
perpustakaan, dan kebiasaan menghadapi ujian yang dimotivasi oleh
Suwardjono (1991).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan
perilaku belajar mahasiswa jurusan akuntasi, keduanya memberikan pengaruh
negatif dan signifikan terhadap stres kuliah responden, dalam hal ini variabel
kecerdasan emosional memberikan pengaruh lebih dominan terhadap stres
kuliah dibandingkan variabel perilaku belajar. Variabel kecerdasan emosional
(X1) mempunyai pengaruh negatif terhadap stress kuliah. Jika kecerdasan
emosional semakin meningkat mengakibatkan stress kuliah semakin menurun,
begitu pula sebaliknya jika pada kecerdasan emosional semakin menurun
maka stress kuliah akan semakin meningkat.Variabel Perilaku Belajar (X2)
mempunyai pengaruh negatif terhadap terhadap stress kuliah. Pengaruh
negatif ini berarti bahwa perilaku belajar dan stress kuliah menunjukkan
pengaruh terbalik. Jika perilaku belajar semakin meningkat mengakibatkan
stress kuliah semakin menurun, begitu pula sebaliknya jika pada perilaku
belajar semakin menurun maka stress kuliah akan semakin meningkat.
Kata kunci: perilaku belajar, kecerdasan emosional, stres kuliah.
PENDAHULUAN
Peneliti menganggap bahwa penelitian tentang pengaruh kecerdasan emosional
dan perilaku belajar terhadap stres kuliah sangat penting, karena siapa pun dapat
mengalami stres, tak terkecuali mahasiswa. Mahasiswa terkadang merasa bosan dan
1
tertekan dengan kuliahnya. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran mahasiswa
mengenai makna belajar di perguruan tinggi yang akan sangat menentukan sikap dan
pandangan belajar di perguruan tinggi yang pada akhirnya akan sangat menentukan
sikap dan pandangan belajar di perguruan tinggi. Hal ini juga sesuai dengan yang
dinyatakan oleh Suwardjono (1991) yakni mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi
dituntut tidak hanya mempunyai ketrampilan teknis tetapi juga memiliki daya dan
kerangka pikir serta sikap mental dan kepribadian tertentu sehingga mempunyai
wawasan luas dalam menghadapi masalah-masalah dalam dunia nyata (masyarakat).
Hasil penelitian sebelumnya mengenai kecerdasan emosional dengan stres telah
dilakukan tetapi terhadap karyawan, peneliti berasumsi bahwa kecerdasan emosional
akan meningkat sesuai dengan kematangan umur seseorang, sehingga hasilnya
penelitian kecerdasan emosional dengan karyawan belum tentu sama dengan hasil
penelitian kecerdasan emosional pada saat mahasiswa, karena pada saat mahasiswa
suasananya, kebutuhannya, pergaulannya, dan kematangannya sangat berbeda dengan
pada saat bekerja, sehingga hasil penelitian ini akan bermanfaat untuk akademisi,
mahasiswa, dan pengembangan kurikulum. Bagi akademisi akan menjadi rujukan yang
bermanfaat dalam mengenali mahasiswanya sesuai kematangan mereka untuk
menciptakan suasana kelas yang tidak menimbulkan stres kuliah, sementara bagi
mahasiswa dapat merujuk hasil penelitian ini dengan mempelajari manfaat kecerdasan
emosional dan perilaku belajar mahasiswa sehingga secara tidak langsung mahasiswa
akan belajar untuk mengelola kecerdasan emosional dengan baik dan mengunakan
perilaku belajar yang baik dalam menghadapi stres kuliah.
Penelitian mengenai stress kuliah ini dimotivasi oleh penelitian Suryaningsum
dkk (2005) dan Yulianti (2002). Penelitian Yulianti (2002) menekankan pada
kecerdasan emosional dengan karyawan Pusdiklat di Cepu. Hasil penelitiannya
2
menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional
dengan stres kerja. Artinya semakin tinggi kecerdasan emosional karyawan maka
semakin rendah stres kerja. Suryaningsum dkk (2005) menyatakan bahwa pengaruh
kecerdasan emosional mahasiswa akuntansi terhadap stres kuliah hanya dipengaruhi
oleh variabel pengenalan diri dan variabel keterampilan sosial, sedangkan variabel
pengendalian diri, motivasi, empati, tidak berpengaruh signifikan terhadap stres kuliah.
Peneliti setuju dengan hasil Suryaningsum (2005), karena memang pengendalian diri,
motivasi, dan empati mahasiswa kalau diamati sepintas memang fenomenanya adalah
mahasiswa cenderung belum mampu mengendalikan dirinya sehingga terkesan
seenaknya sendiri. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk mencari jawaban atas
fenomena tersebut dengan menambahi variabel perilaku belajar mahasiswa akuntansi di
perguruan tinggi. Perilaku belajar mahasiswa (yang terdiri dari kebiasaan mengikuti
pelajaran, kebiasaan membaca buku, kunjungan ke perpustakaan, dan kebiasaan
menghadapi ujian). Variabel perilaku belajar di perguruan tinggi ini merupakan tulisan
Suwardjono (1991) tentang perilaku belajar di perguruan tinggi, dalam tulisan tersebut
Beliau menggugat sistem pembelajaran perguruan tinggi yang belum memenuhi standar
proses belajar mengajar yang benar dan ideal, sehingga hasil belajar di perguruan tinggi
tidak maksimal. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah
pada penelitian ini adalah:
1. Apakah kecerdasan emosional dan perilaku belajar mahasiswa akuntansi
berpengaruh secara signifikan terhadap stres kuliah?
2. Apakah kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap stres kuliah?
3. Apakah perilaku belajar mahasiswa akuntansi berpengaruh secara signifikan
terhadap stres kuliah?
3
TINJAUAN PUSTAKA
Perilaku Belajar Mahasiswa
Suwardjono (1991) menyatakan bahwa belajar di perguruan tinggi merupakan
suatu pilihan srategik dalam mencapai tujuan individual seseorang. Semangat, cara
belajar, dan sikap mahasiswa terhadap belajar sangat dipengaruhi oleh kesadaran akan
adanya tujuan individual dan tujuan lembaga pendidikan yang jelas. Kuliah merupakan
ajang untuk mengkonfirmasi pemahaman mahasiswa dalam proses belajar mandiri.
Pengendalian proses belajar lebih penting daripada hasil atau nilai ujian. Kalau proses
belajar dijalankan dengan baik, nilai merupakan konsekuensi logis dari proses tersebut.
Konsep atau pengertian belajar sangat beragam dan tergantung dari sisi pandang
setiap orang yang mengamatinya. Belajar merupakan salah satu konsep menarik dalam
teori-teori psikologi dan pendidikan, sehingga para ahli memberi bermacam-macam
pengertian mengenai belajar. Belajar merupakan kegiatan individual, kegiatan yang
dipilih secara sadar karena seseorang mempunyai tujuan individual tertentu (Suwarjono,
1991). Belajar adalah proses perubahan perilaku akibat interaksi individu dengan
lingkungan (Ali, 1992 dalam Hanifah dan Syukriy) dan merupakan suatu proses usaha
yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru
secara keseluruhan, sebagai pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan
lingkunganya (Slameto, 1991 dalam Hanifah dan Syukriy, 2001). Ahmadi (1993) dalam
Hanifah dan Syukriy (2001) lebih jauh menyatakan bahwa belajar adalah suatu
perubahan di dalam diri manusia, sehingga apabila setelah belajar tidak terjadi
perubahan dalam diri manusia, maka tidaklah dapat dikatakan padanya telah
berlangsung proses belajar.
Menurut Giyono (1993) dalam Hanifah dan Syukriy (2001) kebiasaan belajar
dapat berlangsung melalui tiga cara yaitu: memperoleh reinforcement, Classical
4
conditioning, Belajar Moderen, Apabila model ini mendapat reinforcement terhadap
tindakanya, maka akan menjadi kebiasaan.
Surachmad dalam Hanifah dan Syukriy (2001) mengemukakan lima hal yang
berhubungan dengan perilaku belajar yang baik, yaitu: Kebiasaan mengikuti pelajaran,
Kebiasaan memantapkan pelajaran, Kebiasaan membaca buku, Kebiasaan menyiapkan
karya tulis, Kebiasaan menghadapi ujian
Dampak kebiasaan belajar yang jelek bertambah berat ketika kebiasaan itu
membiarkan mahasiswa dapat lolos tanpa gagal (Calhoun & Acocella, 1995). Gagne
(1988) dalam Usman (2000) menjelaskan bahwa hasil belajar dapat dihubungan dengan
terjadinya suatu perubahan, kecakapan atau kepandaian seseorang dalam proses
pertumbuhan tahap demi tahap. Hasil belajar diwujudkan dalam lima kemampuan yakni
keterampilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, keterampilan motorik, dan
sikap. Dalam hal ini terdapat tiga dimensi belejar yaitu dimensi kognitif, dimensi afektif
dan dimensi psikomotorik (Benyamin S. Bloom, 1956) dalam Usman (2000). Dimensi
kognitif adalah kemampuan yang berhubungan dengan berfikir, mengetahui, dan
memecahkan masalah.
Selanjutnya dimensi
ini
dibagi
menjadi
pengetahuan
komperhensif, aplikatif, sintetis, analisis dan pengetahuan evaluatif. Dimensi afektif
adalah kemampuan yang berhubungan dengan sikap, nilai, minat, apresiasi. Dimensi
psikomotorik yaitu kemampuan yang berhubungan dengan motorik. Atas dasar itu
hakikatnya hasil belajar adalah memperoleh kemampuan kognitif.
Kecerdasan Emosional
Goleman secara garis besar membagi dua kecerdasan emosional yaitu
kompentensi personal yang meliputi pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi diri
dan kompetensi sosial yang terdiri dari empati dan ketrampilan sosial. Goleman,
mengadaptasi lima hal yang tercakup dalam kecerdasan emosional dari model Salovely
5
dan Mayer, yaitu pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati, dan
kemampuan sosial.
G ambar 2.1
Bagan Kecakapan Kecerdasan Emosional
Kecerdasan
Emosional
Kecakapan Pribadi
Kesadaran Diri
-Kesadaran Emosional
-Penilaian Diri yang Kuat
-Kepercayaan Diri
Kendali Diri
-Kontrol Diri
-Dapat Dipercaya
-Berhati-hati
-Adaptabilitas
-Inovasi
Motivasi
-Dorongan Berprestasi
-Komitmen
-Inisiatif
-Optimisme
Kecakapan Sosial
Empati
-Memahami Orang Lain
-Mengembangkan Orang
-Orientasi Pelayanan
-Kesadaran Politik
Keterampilan Sosial
-Pengaruh
-Komunikasi
-Manajemen Konflik
-Kepemimpinan
-Katalisator Perubahan
-Membangun Ikatan
-Kolaborasi dan Kooperasi
-Kemampuan Tim
Sumber: Interprestasi bebas dari Goleman (2000) oleh Bulo (2002)
Stres Kuliah
Pengertian umum mengenai konsep stres banyak digunakan untuk menjelaskan
tentang sikap atau tindakan individu yang dilakukanya apabila ia menghadapi suatu
tantangan dalam hidupnya dan dia gagal memperoleh respon dalam menghadapi
tantangan itu. Terjadinya proses stres didahului oleh adanya sumber stres (stresor) yaitu
setiap keadaan yang dirasakan orang mengancam dan membahayakan dirinya. Istilah
stres atau ketegangan memiliki konotasi yang beragam. Bagi sementara orang, stres
dapat menggambarkan keadaan psikhis yang telah mengalami berbagai tekanan yang
6
melampaui batas ketahanannya. Sementara orang lain mengatakan stres bersifat
subyektif hanya berhubungan dengan kondsi-kondisi psikologis dan emosi seseorang.
Adapula yang menganggap stres dan ketegangan merupakan faktor sebab akibat.
Namun banyak orang cenderung mengangap stres serbagai tanggapan patologos (proses
penyimpangan kondisi biologis yang sehat) terhadap tekanan-tekanan psikologis dan
sosial yang berhubungan pekerjaan dan lingkungannya. Ivianchevic dan Martinson
(1993) dalam Yulianti (2002) mendifinisikan stres secara sederhana sebagai interaksi
individu dengan angkatan. Kemudian difinisi tersebut dirinci lebih jauh sebagai respon
yang adaptif ditengahi oleh perbedaan individual dan proses psikologis yang merupakan
konsekuensi dari tindakan dan sistem internal atau kejadian yang meminta kondisi
psikologis dan fisik seseorang secara berlebihan. Stres adalah suatu kondisi ketegangan
yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang. Stres yang terlalu
besar dapat mengancam kemampuan atau kondisi seseorang dalam menghadapi
lingkungan (Handoko, 2000). Dilihat dari sudut pandang orang yang mengalami stres
seseorang akan memberikan tanggapan terhadap hal-hal yang dinilai mendatangkan
stres. Tanggapan orang terhadap sumber stres dapat berpengaruh pada segi psikologi
dan fisiologis. Tanggapan ini disebut strain, yaitu tekanan atau ketegangan. Seseorang
yamg mengalami stres secara psikologis menderita tekanan dan ketegangan yang
membuat pola pikir seseorang menjadi kacau. Dalam proses itu, hal yang dapat
menyebabkan stres dan pengalaman orang yang mengalami stres akan saling berkaitan.
Proses itu merupakan pengaruh timbal balik dan menciptakan usaha atau penyesuaian
atau tepatnya penyeimbangan, yang terus menerus antara orang yang mengalami stres
dan keadaan yang penuh stres.
7
Pengembangan Hipotesis
Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenal perasaan diri sendiri
dan orang lain untuk memotivasi diri sendiri dan mengelola emosi dengan baik di dalam
diri kita. Kemampuan ini saling berbeda dan melengkapi dengan kemampuan akademik
murni yang diukur dengan IQ. Hal-hal yang berhubungan dengan perilaku belajar yang
baik dapat dilihat dari kebiasaan mengikuti pelajaran, kebiasaan membaca buku,
kunjungan ke perpustakaan dan kebiasaan menghadapi ujian.
Dengan adanya kecerdasan emosional yang ditandai oleh kemampuan
pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan kemampuan sosial akan
mempengaruhi perilaku belajar mahasiswa yang nantinya juga mempengaruhi seberapa
besar tingkat stres yang dialami mahasiswa. Seorang mahasiswa yang kecerdasan
emosionalnya tinggi akan berdampak positif pada perilaku belajar mahasiswa sehingga
memiliki peranan penting untuk menghadapi stres yang bakal datang. Dari uraian di atas
maka hipotesis dinyatakan sebagai berikut:
Ha1: Kecerdasan emosional dan perilaku belajar berpengaruh
kuliah.
terhadap stres
Ha2: Kecerdasan emosional (kemampuan pengenalan diri, pengendalian diri,
motivasi diri, empati dan kemampuan sosial) berpengaruh terhadap Stres
kuliah.
Ha3: Perilaku belajar mahasiswa akuntansi (kebiasaan mengikuti pelajaran,
kebiasaan membaca buku, kunjungan ke perpustakaan dan kebiasaan
menghadapi ujian ) berpengaruh terhadap Stres kuliah.
METODA PENELITIAN
Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi yang belajar di
lembaga tinggi akuntansi yang terdapat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi yang belajar di wilayah
D.I.Yogyakarta. Yaitu mahasiswa akuntansi di UPN, UTY, UII, UGM dan UNY.
Adapun dalam penelitian ini menggunakan kreteria sample sebagai berikut: Mahasiswa
yang menjadi responden penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir, karena
8
mahasiswa angkatan tersebut sudah mengalami proses pembelajaran yang lama dan saat
ini sedang melakukan tugas akhir, menjelang kelulusan.
Data penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung
dan khusus dari reponden (Thomas C dan James R, 1997: 166). Dalam hal ini data
primer berupa hasil perolehan data jawaban kuesioner dari mahasiswa akuntansi di
UPN, UTY, UII, UGM dan UNY.
Definisi Operasional Variabel
1. Variabel Independen (X)
a. Kecerdasan Emosional (X1)
1) Pengenalan Diri, yakni mengetahui apa yang kita rasakan pada suatu saat dan
menggunakannya untuk memandu mengambil keputusan diri sendiri, memiliki tolak
ukur yang realistis atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat. Pengenalan
diri diukur dalam 10 item pernyataan.
2) Pengendalian Diri, yakni menguasai diri sendiri sedemikian rupa sehingga
berdampak positif kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati, dan sanggup
menunda kenikmatan sebelum tercapainya sasaran, dan mampu pilh kembali dari
tekanan emosi. Pengendalian diri diukur dalam 10 item pernyataan.
3) Motivasi Diri, yakni menggunakan hasrat kita yang paling dalam untuk
menggerakkan dan menuntun kita menuju sasaran, membantu kita mengambil
inisiatif dan bertindak sangat efektif dan untuk menghadapi kegagalan dan frustasi.
Motivasi diri diukur dalam 10 item pernyataan.
4) Empati, yakni merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, mampu memahami
perspektif mereka, menumbuhkan saling percaya, dan menyelaraskan ide dengan
berbagai macam orang. Empati diukur dalam 10 item pernyataan.
5) Kemampuan Sosial, yakni menguasai dengan baik ketika berhubungan dengan orang
lain dan dengan cermat membaca situasi dan jaringan sosial, berinteraksi dengan
lancar, menggunakan keterampilan-keterampilan ini untuk mempengaruhi dan
memimpin, bermusyawarah, dan menyelesaikan perselisihan, serta untuk bekerja
sama dan bekerja dalam tim. Kemampuan sosial diukur dalam 10 item pernyataan.
b. Perilaku Belajar (X2)
1) Kebiasaan Mengikuti Pelajaran, yaitu seberapa besar perhatian dan keaktifan
seorang mahasiswa dalam belajar, yang diukur dalam 5 item pernyataan.
2) Kebiasaan Membaca Buku, yaitu berapa lama seorang mahasiswa membaca setiap
hari dan jenis bacaan yang dibaca, yang diukur dalam 5 item pernyataan.
9
3) Kunjungan ke Perpustakaan, yaitu seberapa sering mahasiswa ke perpustakaan
setiap minggu, yang diukur dalam 5 item pernyataan.
4) Kebiasaan Menghadapi Ujian, yaitu bagaimana persiapan belajar seorang
mahasiswa sebelum ujian tiba, yang diukur dalam 5 item pernyataan.
2. Variabel Dependen (Y)
Stres kuliah adalah suatu keadaan yang membuat mahasiswa merasa tertekan dalam
kuliahnya sehingga konsentrasi belajar terganggu, penyebabnya adalah adanya
kesalahan perilaku belajar atau keadaan lain misalnya lingkungan. Stres kuliah
diukur dalam 5 item pernyataan.
Analisis Regresi Linier Berganda
Teknik analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh
Kecerdasan Emosional (X1) dan Perilaku belajar (X2) terhadap Stres Kuliah (Y).
Rumus regresi yang digunakan adalah:   b0  b11  b2  2  e
Dalam hal ini adalah:
= Konstanta
b0
1 = Kecerdasan emosional
 2 = Perilaku belajar
= Stres kuliah

b1,b2 = Koefisien regresi untuk X1 dan X2
= error term
e
Alat uji yang digunakan
1. Uji F digunakan untuk menguji hipotesis 1.
2. Uji t digunakan untuk menguji hipotesis 2 dan 3.
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Sampel Penelitian
Berdasarkan pengambilan data melalui penyebaran kuesioner pada bulan
November 2006 sampai dengan bulan Desember 2006 di Kampus UPN, UTY, UII,
UGM, dan UNY, kuesioner tersebar sebanyak 200 eksemplar kuesioner dan kuesioner
yang kembali terkumpul sebanyak 168 kuesioner. Dari 168 kuesioner ada 20 kuesioner
yang tidak bisa diolah sehingga hanya 148 kuesioner yang dapat diolah. Rincian
pengembalian kuesioner digambarkan dalam tabel 4.1 berikut:
10
-------------------------------------------------Insert tabel 4.1
-------------------------------------------------Uji Validitas dan Reliabilitas
-------------------------------------------------Insert tabel 4.2
-------------------------------------------------Berdasarkan hasil uji validitas di atas terlihat bahwa masing-masing item
pertanyaan dalam kuesioner dari setiap variabel semua mempunyai tingkat significant di
bawah 0,05. Dengan demikian masing-masing item pertanyaan dalam kuesioner dapat
dinyatakan valid.
Dari hasil uji reliabilitas diperoleh tabel sebagai berikut:
-------------------------------------------------Insert tabel 4.3
-------------------------------------------------Dari hasil tabel di atas terlihat bahwa koefisien Alpha setiap variabel semua
bernilai  0,6. Dengan demikian masing-masing item pertanyaan dalam kuesioner dapat
dinyatakan reliabel.
4.1 Statistik Deskriptif
Analisis Karakteristik Responden
Karakteristik
responden digunakan untuk memperoleh gambaran tentang
karakteristik mahasiswa Akuntansi di UPN, UTY, UII, UGM, dan UNY yang telah
diteliti (responden) dilakukan pengolahan terhadap data kasar melalui perhitungan
statistik deskriptif. Data responden sebagai berikut:
-------------------------------------------------Insert tabel 4.4
-------------------------------------------------Dari Tabel 4.4 di atas, dapat diketahui bahwa mayoritas responden berusia 22
tahun (41,2%). Dalam penelitian ini responden didominasi oleh perempuan yaitu
sebanyak 83 orang (56,1%). Responden mayoritas mahasiswa angkatan 2002 yaitu
sebanyak 77 orang (52,0%). Mayoritas responden mengaku bahwa sudah menempuh
11
>130 – 140 SKS, yaitu sebanyak 66 orang (44,6%). Mayoritas responden juga mengaku
mempunyai IPK >3,00 – 3,50 yaitu sebanyak 83 orang (56,1%). Mahasiswa yang
menjadi responden dalam penelitian ini mengaku merasa biasa saja selama kuliah yaitu
sebanyak 103 orang (69,6%). Keterangan lain tentang karakteristik responden lebih
lengkapnya dapat dilihat dalam tabel 4.4 diatas.
Analisis Deskriptif Variabel
1. Variabel Independen (X)
a. Variabel Kecerdasan Emosional (X1)
Kecerdasan Emosional terdiri dari lima indikator pernyataan yaitu pengenalan
diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati, dan kemampuan sosial. Yang masingmasing terdiri dari beberapa item pernyataan.
-------------------------------------------------Insert tabel 4.5
-------------------------------------------------Dari Tabel 4.5 di atas dapat diketahui dari 148 responden yang diambil sebagai
sampel, dari variabel Kecerdasan Emosional yang dilihat dari item indikator pertanyaan
Pengenalan Diri memiliki rata-rata nilai yang tinggi yaitu sebesar 3,57. Nilai tersebut
menunjukan bahwa mahasiswa menyukai dirinya apa adanya, mengetahui betul
kekuatan dirinya, tidak meragukan kemampuannya, mempunyai kekuatan mendapatkan
apa yang diinginkan, bertanggungjawab dalam menyelesaikan pekerjaan,tidak khawatir
dengan masa depan, tidak mudah marah tanpa alasan, mampu melakukan sesuatu, dan
berani tampil beda.
Pengendalian Diri memiliki rata-rata nilai yang tinggi yaitu sebesar 3,53. Nilai
tersebut menunjukan bahwa mahasiswa memikirkan apa yang akan diinginkan sebelum
bertindak, dapat mengendalikan hidup, mahasiswa tetap tenang bahkan dalam situasi
yang membuat orang lain marah, tidak menunda pekerjaan, lebih cepat tenang daripada
orang lain, lebih sabar, cepat pulih dari rasa kecewa, tidak bosan dalam melakukan
12
pekerjaan dan demi sasaran yang lain yang lebih besar, mahasiswa dapat menunda
pemuasan kesenangan sesaat mereka.
Motivasi Diri mempunyai rata-rata nilai yang tinggi yaitu sebesar 3,81. Nilai
tersebut menunjukan bahwa ketika mahasiswa merasa sedih, mereka berusaha mencari
kegiatan positif yang dapat mengurangi kesedihannya, mereka suka mencoba hal-hal
baru, bagi mereka kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, mereka tertarik pada
pekerjaan yang menuntut memberikan gagasan baru, mereka senang menghadapi
tantangan untuk memecahkan masalah dan bila menemui hambatan dalam mencapai
suatu tujuan, mereka akan beralih pada tujuan lain.
Empati mempunyai rata-rata nilai yang tinggi yaitu sebesar 3,61. Nilai tersebut
menunjukan bahwa ketika mahasiswa mempunyai banyak teman dekat, dapat
mengetahui perasaan orang lain, membuat orang lain bercerita tentang dirinya, menarik
perhatian orang lain, menempatkan diri pada posisi arang lain, tidak merasa ada teman
yang akan menjatuhkan, memahami sudut pandang orang lain, tidak canggung berbicara
dengan orang lain, dapat melihat rasa sakit orang lain meskipun tidak membicarakanya.
Kemampuan Sosial mempunyai rata-rata nilai yang tinggi yaitu sebesar 3,69.
Nilai tersebut menunjukan bahwa ketika mahasiswa dapat menerima kritik dengan
pikiran terbuka, dalam berhubungan berpedoman pada etika, dapat merasakan suasana
hati suatu kelompok, mempunyai cara dalam penyampaian ide, dapat mengorganisasi
dan memotivasi suatu kelompok, tidak merasa tertekan ketika berada diantara banyak
orang, mudah mengembangkan topik dalam berbicara dengan orang lain dan masalahmasalah pribadi tidak menganggu pergaulan dengan orang lain.
b. Variabel Perilaku Belajar (X2)
13
Perilaku Belajar terdiri dari 4 indikator pernyataan yaitu Kebiasaan Mengikuti
Pelajaran, Kebiasaan Membaca Buku, Kunjungan ke Perpustakaan dan Kebiasaan
Menghadapi Ujian. Yang masing-masing terdiri dari beberapa item pernyataan.
-------------------------------------------------Insert tabel 4.6
-------------------------------------------------Dari Tabel 4.6 di atas dapat diketahui dari 148 responden yang diambil sebagai
sampel, dari variabel Perilaku Belajar yang dilihat dari item indikator pertanyaan
Kebiasaan Mengikuti Pelajaran mempunyai rata-rata nilai yang tinggi yaitu sebesar
3,64. Nilai ini menunjukkan bahwa mahasiswa berusaha memusatkan perhatian pada
materi yang sedang diajarkan, bertanya mengenai mata kuliah yang sedang diajarkan,
bekerjasama dengan teman dalam mengerjakan latihan, tidak mudah mengantuk pada
saat kuliah berlangsung, berusaha mengejar ketinggalan materi, tidak cepat merasa
bosan mengikuti mata kuliah tertentu, tidak suka menunda tugas yang diberikan dosen
dan aktif jika dikelas diadakan diskusi.
Kebiasaan Membaca Buku mempunyai rata-rata nilai yang tinggi yaitu sebesar
3,63. Nilai ini menunjukkan bahwa mahasiswa melakukan persiapan bahan sebelum
kuliah dimulai, membaca buku selain buku akuntansi, berusaha untuk memahami
bacaan setiap buku, mengisi waktu luang dengan membaca dan sering memberi tanda
bagian penting pada setiap buku yang dibaca. Kunjungan ke Perpustakaan mempunyai
rata-rata nilai yang sedang yaitu sebesar 3,38. Nilai ini menunjukkan bahwa mahasiswa
kadang-kadang membaca buku di perpustakaan, terkadang memanfaatkan waktu luang
dengan membaca buku di perpustakaan, terkadang pergi ke perpustakaan, terkadang
meminjam buku setiap berkunjung ke perpustakaan dan kadang-kadang bila ada tugas,
mahasiswa pergi ke perpustakaan.
Kebiasaan Menghadapi Ujian mempunyai rata-rata nilai yang tinggi yaitu
sebesar 3,63. Nilai ini menunjukkan bahwa mahasiswa membuat catatan secara teratur,
14
belajar dengan teratur, baik dan disiplin, sebelum ujian berlatih mengerjakan soal, tidak
merasa gugup dan bingung sebelum ujian, banyak belajar sebelum ujian dan berusaha
untuk tidak bertanya pada teman saat ujian berlangsung.
2. Variabel Dependen (Y)
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Stres Kuliah yang diukur dengan
lima item pernyataan. Setiap pernyataan masing-masing terdiri dari 5 alternatif jawaban
yaitu jawaban Sangat Tidak Setuju, Tidak Setuju, Netral, Setuju, dan Sangat Setuju.
-------------------------------------------------Insert tabel 4.7
-------------------------------------------------Dari Tabel 4.7 di atas dapat dilihat bahwa item pernyataan Stres Kuliah bahwa
Merasa bosan dengan mata kuliah yang tidak dimengerti mempunyai rata-rata nilai yang
tinggi yaitu sebesar 3,50. Nilai ini menunjukan bahwa mahasiswa sering merasa bosan
dengan pelajaran atau mata kuliah yang tidak dimengerti.
Orang tua memaksa untuk kuliah di jurusan yang mereka inginkan mempunyai
rata-rata nilai yang sedang yaitu sebesar 2,86. Nilai ini menunjukan bahwa mahasiswa
dalam memilih jurusan dalam kuliah tidak terlalu di pengaruhi oleh orang tua mereka.
Hubungan baik antara dosen dengan mahasiswa mempunyai rata-rata nilai yang tinggi
yaitu sebesar 4,16. Nilai ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan baik antara dosen
dengan mahasiswa sehingga membuat mahasiswa tidak bersemangat dalam mengikuti
kuliah.
Masalah pribadi mengganggu kuliah mempunyai rata-rata nilai yang tinggi yaitu
sebesar 4,06. Nilai ini menunjukan bahwa masalah-masalah pribadi atau dalam keluarga
yang dialami oleh mahasiswa dapat menganggu kosentrasi belajar mereka. Kerapian
kamar berpengaruh terhadap semangat belajar mempunyai rata-rata nilai yang tinggi
yaitu sebesar 3,87. Nilai ini menunjukan bahwa ketidak rapian dan kebersihan kamar
15
atau tempat tidur dapat mengurangi semangat mahasiswa dalam melakukan aktivitas
belajar.
Hasil Asumsi Klasik
-------------------------------------------------Insert tabel 4.8
-------------------------------------------------Dari Tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa nilai tolerance kurang dari 10% yang
berarti tidak ada korelasi antara variabel bebas yang nilainya lebih dari 95%. Hasil
perhitungan VIF juga menunjukan hal yang sama tidak ada satu variabel bebas yang
mamiliki VIF lebih dari 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas
antar variabel bebas dalam model regresi.
-------------------------------------------------Insert tabel 4.9
-------------------------------------------------Berdasarkan output SPSS 10 yang ditunjukkan dengan tabel di atas menunjukan
bahwa Durbin - Watson sebesar 1,978. Hasil Durbin - Watson tersebut terletak diantara
1,774 samapai dengan 2,226 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi
penelitian ini tidak ada autokorelasi. Tidak terjadi heterokedastisitas karena melihat
titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0
sumbu Y.
Analisis Regresi Linier Berganda
Hasil pengujian regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 10.00,
pada variabel kecerdasan emosional dan variabel perilaku belajar terhadap stress kuliah
dapat dilihat dalam tabel berikut:
-------------------------------------------------Insert tabel 4.10
-------------------------------------------------Pada penelitian ini digunakan model persamaan regresi linier berganda sebagai
berikut:   b0  b11  b2  2  e
16
Dengan memperhatikan hasil regresi linier berganda maka didapat model regresi
linier berganda sebagai berikut:
  7,020  0,663( X1 )  0,267( X 2 )  e
1. Konstanta
Nilai konstanta sebesar 7,020 yang berarti bahwa jika tanpa dipengaruhi variabel
bebas yaitu kecerdasan emosional dan perilaku belajar, maka stress kuliah akan
mempunyai nilai sebesar 7,020.
2. Kecerdasan Emosional
Variabel kecerdasan emosional (X1) mempunyai pengaruh negatif terhadap
stress kuliah, hal ini ditunjukkan dengan koefisien regresi sebesar 0,663. Pengaruh
negatif ini berarti bahwa kecerdasan emosional dan stress kuliah menunjukkan
pengaruh terbalik. Jika kecerdasan emosional semakin meningkat mengakibatkan
stress kuliah semakin menurun, begitu pula sebaliknya jika pada kecerdasan
emosional semakin menurun maka stress kuliah akan semakin meningkat.
3. Perilaku Belajar
Variabel Perilaku Belajar (X2) mempunyai pengaruh negatif terhadap terhadap stress
kuliah, hal ini ditunjukkan dengan koefisien regresi sebesar 0,267. Pengaruh negatif
ini berarti bahwa perilaku belajar dan stress kuliah menunjukkan pengaruh terbalik.
Jika perilaku belajar semakin meningkat mengakibatkan stress kuliah semakin
menurun, begitu pula sebaliknya jika pada perilaku belajar semakin menurun maka
stress kuliah akan semakin meningkat.
4. Stres Kuliah
Dari Tabel 4.10 di atas dapat diketahui koefisien korelasi ganda (R) sebesar 0,516,
ini menunjukkan adanya pengaruh yang kuat antara kecerdasan emosional dan
perilaku belajar terhadap stress kuliah. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,266.
17
Dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,266, maka dapat diartikan bahwa
26,6% Stres kuliah dapat dijelaskan oleh kedua variabel kecerdasan emosional dan
perilaku belajar sedangkan sisanya 73,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
dimasukkan dalam variabel penelitian.
Alat Analisis Uji F
Uji F dilakukan untuk membuktikan hipotesis 1, yaitu untuk mengetahui apakah
terdapat pengaruh yang signifikan atau tidak antara variabel independen secara bersamasama terhadap variabel dependen, dengan tingkat signifikan α = 5%. Dari tabel 4.10 di
atas menunjukkan Fhitung sebesar 26.297 dengan tingkat signifikan 0,000. Hal ini
menunjukkan Hal ini menunjukkan bahwa signifikansi <0,05, maka Ho ditolak. Ini
menunjukkan bahwa variabel Kecerdasan Emosional (X1) dan Perilaku Belajar
Mahasiswa (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Stres Kuliah
Mahasiswa Jurusan Akuntansi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa meningkatnya
stress kuliah seorang mahasiswa akuntansi dipengaruhi oleh kecerdasan emosional
(yang terdiri dari pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan
kemampuan sosial) dan juga sekaligus perilaku belajar mahasiswa (yang terdiri dari
kebiasaan mengikuti pelajaran, kebiasaan membaca buku, kunjungan ke perpustakaan,
dan kebiasaan menghadapi ujian).
a. Pengujian terhadap variabel Kecerdasan Emosional (X1)
Hasil perhitungan pada Regresi Berganda diperoleh nilai thitung sebesar
-5.573
dengan taraf signifikansi 0,000. Dengan demikian probabilitas lebih kecil dari 0,05
sehingga Ho ditolak. Ini berarti secara parsial hubungan variabel kecerdasan emosional
dapat dikatakan berpengaruh negatif secara signifikan terhadap stress kuliah pada 
=0,05. Pengaruh negatif ini berarti bahwa kecerdasan emosional dan stres kuliah
menunjukkan pengaruh terbalik. Jika kecerdasan emosional semakin meningkat
18
mengakibatkan stress kuliah semakin menurun, begitu pula sebaliknya jika pada
kecerdasan emosional semakin menurun maka stres kuliah akan semakin meningkat.
b. Pengujian terhadap variabel Perilaku Belajar Mahasiswa (X2).
Hasil perhitungan pada regresi linier berganda diperoleh nilai thitung sebesar 3.061 dengan probabilitas 0,003. Dengan demikian probabilitas thitung lebih kecil dari
0,05 maka Ho ditolak atau Ha diterima. Ini berarti secara parsial hubungan variabel
perilaku belajar mahasiswa (yang terdiri dari kebiasaaan mengikuti pelajaran, kebiasaan
membaca buku, kunjungan ke perpustakaan, dan kebiasaan dalam menghadapi ujian)
dapat dikatakan berpengaruh negatif secara signifikan terhadap stres kuliah pada
=
0,05. Pengaruh negatif ini berarti bahwa perilaku belajar dan stress kuliah menunjukkan
pengaruh terbalik. Jika perilaku belajar semakin meningkat mengakibatkan stress kuliah
semakin menurun, begitu pula sebaliknya jika pada perilaku belajar semakin menurun
maka stres kuliah akan semakin meningkat.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Persamaan regresi linier berganda menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan
perilaku belajar mahasiswa jurusan akuntasi, keduanya memberikan pengaruh negatif
dan signifikan terhadap stres kuliah responden, dimana variabel kecerdasan emosional
memberikan pengaruh lebih dominan terhadap stres kuliah dibandingkan variabel
perilaku belajar. Hasil uji F variabel kecerdasan emosional dan perilaku belajar,
menunjukkan variabel kecerdasan emosional dan perilaku belajar secara bersama-sama
berpengaruh positif terhadap stres kuliah. Maka hipotesis pertama diterima.
Hasil uji t variabel kecerdasan emosional, menunjukkan kecerdasan emosional
mahasiswa jurusan akuntansi secara parsial berpengaruh negatif terhadap stres kuliah.
Maka hipotesis kedua diterima. Hasil uji t variabel perilaku belajar, menunjukkan
19
bahwa variabel perilaku belajar mahasiswa jurusan akuntansi
secara parsial
berpengaruh negatif terhadap stres kuliah. Maka hipotesis ketiga diterima.
Keterbatasan dan Saran
Penelitian ini memiliki beberapa keterbasan sebagai berikut:
1. Sampel dalam penelitian ini terbatas hanya lima perguruan tinggi di Yogyakarta.
Oleh karena itu penelitian mendatang dapat mengembangkan penelitian dengan
sampel yang lebih luas misalnya dari perguruan tinggi di Yogyakarta dan perguruan
tinggi di luar Yogyakarta.
2. Selain kecerdasan emosional, seseorang juga memiliki kecerdasan spiritual atau
Spiritual Quetient (SQ) yaitu sejauh mana seseorang mempersalahkan dirinya ketika
ia mendapati bahwa kesalahan tersebut berasal dari dirinya, atau sejauh mana
seseorang mempermasalahkan orang lain atau lingkungan yang menjadi sumber
kesulitan dan kegagalannya. Dan yang lebih penting lagi adalah sejauh mana
kesediaan untuk bertanggungjawab atas kesalahan atau kegagalan tersebut.
Kecerdasan ini sangat penting dimiliki seseorang dalam menghadapi stres. Oleh
karena itu penelitian mendatang dapat mengembangkan penelitian dengan
menambahkan kecerdasan spiritual sebagai variabel independen.
20
DAFTAR PUSTAKA
Ariyanti, Ika M P(2005), Pengaruh Kecerdasan Emosional Mahasiswa Akuntansi
Terhadap Stres Kuliah, Skripsi Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran”, Yogyakarta.
Bulo, William (2002), Pengaruh Tingkat Pendidikan Tinggi Terhadap Kecerdasan
Emosional, Skripsi Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Cooper, R.K. dan Sawaf A (1998), Executive EQ: Kecerdasan emosional dalam
Kepemimpinan Organisasi, (Terjemahan T. Hermaya), Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.
Goleman, Daniel (2000), Working With Emotional Intelegence, (Terjemahan Alex Tri
Kantjono W) Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Handoko, T. Hani (2000), Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia, Edisi 2,
Yogyakarta: BPFE.
Hanifah, Syukriy Abdullah (2001), Pengaruh Perilaku Belajar Terhadap Prestasi
Akademik Mahasiswa Akuntansi, Media Riset Akuntansi, Auditing dan
Informasi, Volume 1, No. 3, 63-86.
Hardjana, Agus (1994), Stres Tanpa Distres, Yogyakarta: Kanisius.
Juliana (2004), Pengaruh Kecerdasan Emotional Terhadap Perilaku Etis Mahasiswa
Akuntansi, Skripsi Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran”, Yogyakarta.
Singgih, Santoso (2001), SPSS Versi 10.0 Mengelola Data Statistik Secara Profesional,
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono (1991), Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta.
Suryaningsum, Sri, Sucahyo Heriningsih dan Afifah Afuwah (2004), Pengaruh
Pendidikan Tinggi Akuntansi Terhadap Kecerdasan Emosional Mahasiswa,
SNA VII, Denpasar Bali.
Suryaningsum, Sri, Sucahyo Heriningsih (2005) Kajian Empiris Atas Pengaruh
Kecerdasan Emosional Mahasiswa Akuntansi Terhadap Stres Kuliah, Siposium
Nasional Mahasiswa Dan Alumni Pascasarjana Ilmu-Ilmu Ekonomi, MM UGM.
Sutrisno, Hadi (1991), Statistika, Edisi ke 6, Jilid ke 2, Yayasan Penerbitan Fakultas
Psikologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Suwardjono (1991), Perilaku Belajar di Perguruan Tinggi, Jurnal Akuntansi, edisi
Maret, Yogyakarta: STIE YKPN.
Trisnawati, Eka Indah. Suryaningsum, Sri. (2003), Pengaruh Kecerdasan Emosional
Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi, SNA VI, Surabaya.
21
Yulianti (2002), Kecerdasan Emosional dan Stres Kerja, Tesis. Pascasarjana. MM
UGM.
KUESIONER
Kepada Responden yang terhormat,
Diantara kesibukan Anda, saya memohon kesediannya untuk meluangkan waktu
guna mengisi kuesioner ini. Sehubungan dengan kepentingan penyusunan skripsi di
Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’
Yogyakarta, yang berjudul “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Perilaku Belajar
Mahasiswa Akuntansi terhadap Stres Kuliah”
Kuesioner ini semata-mata hanya untuk kepentingan ilmiah dan tidak untuk
dipublikasikan. Karenanya saya mengharapkan kesediaan Anda untuk menjawab
dengan jujur dan sungguh-sungguh. Seperti layaknya penelitian ilmiah, maka saya
menjamin kerahasiaan identitas Anda. Kesediaan Anda mengisi kuesioner ini adalah
bantuan yang tidak ternilai bagi kami. Akhir kata, saya ucapkan terimakasi atas waktu
yang telah Bapak/Ibu/ Saudara/i luangkan.
Hormat Saya,
Petunjuk Pengisian:
1. Isilah pertanyaan pada kuesioner ini dan jangan ada yang terlewatkan.
2. Isilah titik-titik pada tempat yang sudah tersedia.
3. (*) coret yang tidak perlu.
Data Responden
1. Nama
: ……………………………(boleh tidak diisi)
2. Umur
: ……….. tahun
3. Jenis Kelamin: Laki-laki / Perempuan *
Data Pendidikan
1. Anda Kuliah di Universitas: ……………; Jurusan: …………; Angkatan: ……
2. Apakah Anda pernah cuti/ non aktif kuliah: Ya / Tidak *
3. Berapa total SKS yang sudah Anda kumpulkan saat ini: ……… SKS
4. Berapa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Anda saat ini: ………
5. Apakah sebelumnya Anda pernah kuliah di Universitas lain: Ya / Tidak *;
Bila Ya, di: ………
6. Apakah Anda saat ini kuliah di tempat lain (double): Ya / Tidak *;
Bila Ya, di: ………
7. Tahun lulus SMU: ………; Asal SMU: …………
Aktivitas
1. Apakah Anda pernah aktif di organisasi mahasiswa/ kelompok massa: Ya / Tidak *
Bila Ya, sebutkan nama organisasi dan jabatan terakhir Anda:
………………………………………………………………………………………..
2. Kegiatan atau aktivitas apa yang Anda lakukan untuk mengisi waktu luang Anda?
………………………………………………………………………………………..
Petunjuk Pengisian:
22
Berilah tanda silang (x) pada kolom di masing-masing pernyataan di bawah ini yang
menurut anda sesuai dengan yang anda rasakan.
Keterangan pengisian kuesioner: STS : Sangat Tidak setuju
TS
: Tidak Setuju
N
: Netral
S
: Setuju
SS
: Sangat Setuju
KECEDASAN EMOSIONAL
A. Pengenalan Diri
No
PERNYATAAN
1. Saya menyukai diri saya apa adanya
2. Saya tahu betul kekuatan diri saya
3. Saya sering meragukan kemampuan saya
4. Saya mempunyai kemampuan untuk mendapatkan
apa yang saya inginkan
5. Saya akan menyelesaikan pekerjaan yang menjadi
tanggungjawab saya meskipun saya tidak menyukai
6. Saya sering merasa khawatir dengan masa depan saya
7. Saya sering merasa khawatir tanpa alasan tertentu
8. Saya mudah marah tanpa alasan yang jelas
9. Saya sering merasa tidak mampu melakukan sesuatu
STS
TS
N
S
SS
STS
TS
N
S
SS
10. Saya berani tampil beda diantara teman-teman saya
B. Pengendalian Diri
No
PERNYATAAN
1. Saya memikirkan apa yang saya inginkan sebelum
bertindak
2. Saya tetap tenang, bahkan dalam situasi yang
membuat orang lain marah
3. Saya dapat mengendalikan hidup saya
4.
Saya lebih cepat tenang dari orang lain
5.
Demi sasaran lain yang lebih besar, saya dapat
menunda pemuasan sesaat saya, misalnya mengobrol,
nonton TV, jalan-jalan, dsb
Saya segera menyelesaikan pekerjaan yang sudah
saya rencanakan dengan tidak mengulur-ulur waktu
Saya kurang sabar bila menghadapi orang lain
Saya sulit pulih dengan cepat sesudah merasa kecewa
6,
7.
8.
9.
Saya sering merasa cepat bosan dan jenuh dalam
melakukan pekerjaan
10. Persaingan yang ketat mengurangi semangat saya
23
C. Motivasi Diri
No
PERNYATAAN
1. Saya suka mencoba hal-hal baru
2. Saya senang menghadapi tantangan untuk
memecahkan masalah
3. Saya berperan serta dalam berbagai informasi dan
gagasan
4. Saya tertarik pada pekerjaan yang menuntut saya
memberikan gagasan baru
5. Saya sering melakukan introspeksi untuk menemukan
kembali hal-hal yang penting dalam hidup saya
6. Bila saya menemui hambatan dalam mencapai suatu
tujuan, saya akan beralih pada tujuan lain
7. Saya merasa tidak tahu apa yang menjadi tujuan
hidup saya
8. Saya malas mencoba lagi jika pernah gagal pada
pekerjaan yang sama
9. Saya mudah menyerah pada saat menjalankan tugas
yang sulit
10. Saya lebih banyak dipengaruhi perasaan takut gagal
dari pada harapan hidup untuk sukses
D. Empati
No
PERNYATAAN
1. Saya mempunyai banyak teman dekat dengan latar
belakang berbeda
2. Saya biasanya dapat mengetahui bagaimana perasaan
orang lain terhadap saya
3. Saya dapat membuat orang lain yang tidak saya kenal
bercerita tentang diri mereka
4. Dalam situasi pertemuan, apa yang saya sampaikan
biasanya menarik perhatian orang
5. Ketika teman-teman saya memiliki masalah, mereka
meminta nasihat kepada saya.
6. Saya bisa menempatkan diri pada posisi orang lain
7.
Saya merasa teman saya akan menjatuhkan saya
8.
Saya sulit memahami sudut pandang orang lain
STS
TS
N
S
SS
STS
TS
N
S
SS
STS
TS
N
S
SS
9.
Saya merasa canggung ketika berbicara dengan orang
yang tidak saya kenal
10. Saya dapat melihat rasa sakit pada orang lain,
meskipun mereka tidak membicarakannya
E. Kemampuan Sosial
No
PERNYATAAN
1. Saya dapat menerima kritik dengan pikiran terbuka
dan menerimanya bila hal itu dapat dibenarkan
2. Saya berpedoman pada etika ketika saya
berhubungan dengan orang lain
24
3.
Saya dapat merasakan suasana hati suatu kelompok
ketika saya memasuki ruangan
4. Pada waktu berbicara dalam suatu diskusi, saya
sering salah tingkah karena banyak orang lain yang
memperhatikan
5. Saya mempunyai cara agar ide-ide saya dapat
diterima orang lain
6. Saya mampu mengorganisasi kelompok dan
memotivasi kelompok
7. Saya merasa sulit menemukan orang yang bisa diajak
bersahabat dekat
8. Saya merasa tertekan dan tidak banyak bicara ketika
berada diantara orang banyak
9. Saya merasa sulit mengembangkan topik
pembicaraan dengan orang lain
10. Masalah-masalah pribadi saya tidak mengganggu
pergaulan saya dengan orang lain
PERILAKU BELAJAR MAHASISWA
A. Kebiasaan Mengikuti Pelajaran
No
PERNYATAAN
1. Saya berusaha memusatkan perhatian pada materi
yang sedang diajarkan
2. Saya bekerjasama dengan teman saat mengerjakan
latihan
3. Saya tidak mudah mengantuk pada saat kuliah
berlangsung
4. Saya tidak suka menunda tugas yang diberikan dosen
5. Jika di kelas diadakan diskusi, saya memilih aktif
B. Kebiasaan Membaca Buku
No
PERNYATAAN
1. Saya melakukan persiapan bahan kuliah sebelum
kuliah dimulai
2. Saya membaca buku selain buku akuntansi
3. Saya berusaha memahami bacaan setiap buku
4. Saya berusaha untuk mengisi waktu luang dengan
membaca
5. Saya memberi tanda bagian penting pada setiap buku
yang saya baca
C. Kunjungan ke Perpustakaan
No
PERNYATAAN
1. Saya senang membaca buku di perpustakaan
2. Saya memanfaatkan waktu luang dengan membaca
buku di perpustakaan
3. Saya pergi ke perpustakaan secara teratur
STS
TS
N
S
SS
STS
TS
N
S
SS
STS
TS
N
S
SS
25
4.
5.
Saya meminjam buku setiap berkunjung ke
perpustakaan
Bila ada tugas, saya pergi ke perpustakaan
D. Kebiasaan Menghadapi Ujian
No
PERNYATAAN
1. Saya belajar dengan teratur, baik dan disiplin
2. Saya belajar hanya pada saat mau ujian
3.
4.
5.
STS
TS
N
S
SS
STS
TS
N
S
SS
Saya merasa gugup dan bingung sebelum ujian
Saya banyak belajar sebelum ujian
Saya berusaha untuk tidak bertanya pada teman saat
ujian berlangsung
STRES KULIAH
No
PERNYATAAN
1. Saya cenderung merasa bosan belajar karena mata
kuliah yang saya pelajari tidak saya mengerti
2. Orang tua memaksa saya untuk kuliah di jurusan
yang mereka inginkan
3. Hubungan baik antara dosen dan mahasiswa
membuat saya semangat kuliah
4. Masalah-masalah pribadi atau dalam keluarga dapat
mengganggu konsentrasi belajar saya
5. Semangat belajar saya menjadi berkurang jika
melihat kamar atau tempat tidur saya tidak rapi
Petunjuk Pengisian:
Pilihlah jawaban yang sesuai dengan yang anda rasakan a, b, atau c.
Apakah yang Anda rasakan dalam mengikuti kuliah?
a. Senang
b. Stres
c. Biasa saja
Tabel 3.3
Nomor kuesioner Kecerdasan Emosional Yang Digunakan
Aspek
Pengenalan Diri
Pengendalian Diri
Motivasi
Empati
Ketrampilan Sosial
Favourable
1,2,4,5,10
1,2,3,4,5,6
1,2,3,4,5
1,2,3,4,5,6,10
1,2,3,5,6,10
Unfavourable
3,6,7,8,9
7,8,9,10
6,7,8,9,10
7,8,9
4,7,8,9
Jumlah
10
10
10
10
10
Tabel 3.4
Nomor kuesioner Prilaku Belajar Yang Digunakan
Aspek
Favourable
Unfavourable
Jumlah
26
Kebiasaan Mengikuti Pelajaran
Kebiasaan Membaca Buku
Kunjungan Keperpustakaan
Kebiasaan Menghadapi Ujian
Aspek
Linngkungan
1,2,3,4,5
1,2,3,4,5
1,2,3,4,5
1,4,5
5
5
5
5
2,3
Tabel 3.5
Nomor kuesioner Stres Kuliah Yang Digunakan
Favourable
Unfavourable
Jumlah
1,2,4,5
3
5
Tabel 4.1
Jumlah Responden
Responden
Kuesioner
disebar
Kuesioner
Kembali
Mhs. UPN
40
Mhs. UTY
40
Mhs. UII
40
Mhs. UGM
40
Mhs. UNY
40
Total
200
Sumber: Data primer yang diolah, 2007
34
35
32
34
33
168
Kuesioner
gugur
4
5
3
4
4
20
Kuesioner
diolah
30
30
29
30
29
148
20.3%
20.3%
19.6%
20.3%
19.6%
100%
Tabel 4.2
Hasil Uji Validitas
Variabel
Kecerdasan
Emosional
Item
Pengenalan Diri 1
Pengenalan Diri 2
Pengenalan Diri 3
Pengenalan Diri 4
Pengenalan Diri 5
Pengenalan Diri 6
Pengenalan Diri 7
Pengenalan Diri 8
Pengenalan Diri 9
Pengenalan Diri 10
Pearson
Correlation
0,650
0,458
0,535
0,223
0,439
0,652
0,559
0,407
0,653
0,429
Sig.
(2-tailed)
0,000
0,000
0,000
0,006
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
Status
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
27
Perilaku
Belajar
Pengendalian Diri 1
Pengendalian Diri 2
Pengendalian Diri 3
Pengendalian Diri 4
Pengendalian Diri 5
Pengendalian Diri 6
Pengendalian Diri 7
Pengendalian Diri 8
Pengendalian Diri 9
Pengendalian Diri 10
Motivasi Diri 1
Motivasi Diri 2
Motivasi Diri 3
Motivasi Diri 4
Motivasi Diri 5
Motivasi Diri 6
Motivasi Diri 7
Motivasi Diri 8
Motivasi Diri 9
Motivasi Diri 10
Empati 1
Empati 2
Empati 3
Empati 4
Empati 5
Empati 6
Empati 7
Empati 8
Empati 9
Empati 10
Kemampuan Sosial 1
Kemampuan Sosial 2
Kemampuan Sosial 3
Kemampuan Sosial 4
Kemampuan Sosial 5
Kemampuan Sosial 6
Kemampuan Sosial 7
Kemampuan Sosial 8
Kemampuan Sosial 9
Kemampuan Sosial 10
K. Mgikti. Pelajaran 1
K. Mgikti. Pelajaran 2
K. Mgikti. Pelajaran 3
K. Mgikti. Pelajaran 4
K. Mgikti. Pelajaran 5
K. Mmbc. Buku 1
K. Mmbc. Buku 2
K. Mmbc. Buku 3
K. Mmbc. Buku 4
K. Mmbc. Buku 5
0,398
0,332
0,658
0,482
0,236
0,348
0,359
0,420
0,463
0,466
0,552
0,623
0,470
0,402
0,481
0,436
0,611
0,789
0,725
0,620
0,341
0,558
0,618
0,458
0,625
0,526
0,223
0,488
0,635
0,366
0,616
0,534
0,323
0,547
0,327
0,470
0,642
0,562
0,698
0,246
0,518
0,650
0,616
0,645
0,651
0,844
0,592
0,740
0,707
0,611
0,000
0,000
0,000
0,000
0,004
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,006
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,003
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
28
Kunjgn ke Perpus 1
Kunjgn ke Perpus 2
Kunjgn ke Perpus 3
Kunjgn ke Perpus 4
Kunjgn ke Perpus 5
K. Mghdpi Ujian 1
K. Mghdpi Ujian 2
K. Mghdpi Ujian 3
K. Mghdpi Ujian 4
K. Mghdpi Ujian 5
Stress Kuliah 1
Stress
Stress Kuliah 2
Kuliah
Stress Kuliah 3
Stress Kuliah 4
Stress Kuliah 5
Sumber: Data Primer yang diolah, 2007
0,797
0,777
0,759
0,814
0,572
0,653
0,303
0,404
0,384
0,395
0,674
0,746
0,696
0,733
0,666
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Tabel 4.3
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel
Koefisien α
0,9379
Kecerdasan Emosional (X1)
0,9167
Perilaku Belajar (X2)
0,7376
Stress Kuliah (Y)
Sumber: Data Primer yang diolah (2007)
Status
Reliabel
Reliabel
Reliabel
Tabel 4.4
Karakteristik Responden
Karakteristik Responden
Umur
Jenis Kelamin
Tahun Masuk
Kuliah
SKS yang sudah ditempuh
Kategori
20 tahun
21tahun
22 tahun
23 tahun
Total
Laki-laki
Perempuan
Total
2001
2002
Total
110 – 120 SKS
>120 – 130 SKS
>130 – 140 SKS
>140 SKS
Total
Jumlah Persentase (%)
17
11,5%
54
36,5%
61
41,2%
16
10,8%
148
100%
65
43,9%
83
56,1%
148
100%
71
48%
77
52%
148
100%
8
5,4%
56
37,8%
66
44,6%
18
12,2%
148
100%
29
2,50 – 3,00
>3,00 – 3,50
>3,50
Total
Karakteristik Responden
Kategori
Pernah Cuti Kuliah
Ya
Tidak
Total
Pernah Kuliah
Ya
Lain sebelumnya
Tidak
Total
Kuliah Double
Ya
Tidak
Total
Tahun Lulus SMU
1998
1999
2000
2001
2002
Total
Asal SMU
Kota
Sub Urban
Total
Pernah Berorganisasi
Ya
Tidak
Total
Aktivitas mengisi waktu
Membaca
luang
Nonton TV/ Dengar
musik
Jalan-jalan/ Belanja
Main Game
Olah raga
Diskusi/
Berorganisasi
Tidur
Bekerja/ Kursus
Total
Yang dirasakan selama
Senang
kuliah
Stres
Biasa Saja
Total
Sumber: Data Primer yang diolah, 2007
Indeks Prestasi Kumulatif
53
35,8%
83
56,1%
12
8,1%
148
100%
Jumlah Persentase (%)
1
0,7%
147
99,3%
148
100%
11
7,4%
137
92,6%
148
100%
3
2,0%
145
98,0%
148
100%
2
1,4%
1
0,7%
8
5,4%
71
48,0%
66
44,6%
148
100%
99
66,9%
49
33,1%
148
100%
61
41,2%
87
58,8%
148
100%
27
18,2%
19
12,8%
22
14,9%
8
5,4%
25
16,6%
6
4,1%
28
18,9%
13
8,8%
148
35
10
103
148
100%
23,6%
6,8%
69,6%
100%
30
Gambar 4.1
Interval Kelas Indeks Variabel
Kecerdasan Emosional, Perilaku Belajar dan Stres Kuliah
Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Tinggi Sangat Tinggi
I----------------I---------------I---------------I---------------I---------------I
1,00
1,79
2,59
3,39
4,19
5,00
Tabel 4.5
Rata rata variabel Kecerdasan Emosional
No
Item Indikator Pernyataan
1 Pengenalan Diri
2 Pengendalian Diri
3 Motivasi Diri
4 Empati
5 Kemampuan Sosial
Rata-rata Kecerdasan Emosional
Sumber: Data Primer Yang Diolah, 2007
Mean Rating
3,57
3,53
3,81
3,61
3,69
3,64
Kategori
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tabel 4.6
Rata rata variabel Perilaku Belajar
No
Item Indikator Pernyataan
1 Kebiasaan Mengikuti Pelajaran
2 Kebiasan Membaca Buku
3 Kunjungan ke Perpustakaan
4 Kebiasaan Menghadapi Ujian
Rata-rata Perilaku Belajar
Sumber: Data Primer Yang Diolah, 2007
Mean Rating
3,64
3,63
3,38
3,63
3,57
Kategori
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tabel 4.7
Rata rata variabel Stres Kuliah
No
Item Pernyataan
Mean Rating
1 Merasa bosan dengan mata kuliah yang tidak
3,5
dimengerti
2 Orang tua memaksa untuk kuliah di jurusan
2,86
yang mereka inginkan
4,16
3 Hubungan baik antara dosen dengan Mahasiswa
4,06
4 Masalah pribadi mengganggu kuliah
5 Kerapian kamar berpengaruh terhadap semangat
3,87
belajar
3,65
Rata-rata Kecerdasan Emosional
Sumber: Data Primer Yang Diolah, 2007
Kategori
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
31
Tabel 4.8
Analisis Multikolinieritas
Variabel
Collinearity Statistic
Tolerance
VIF
Kecerdasan Emosional
93.5%
1.070
Perilaku Belajar
93.5%
1.070
Sumber: Data Primer yang diolah, 2007
Kesimpulan
Tidak ada Multikolinieritas
Tidak ada Multikolinieritas
Tabel 4.9
Pengukuran Autokorelasi
Dw
Kesimpulan
Kurang dari 1,693
Ada autokorelasi
1,693 sampai dengan 1,774
Tanpa kesimpulan
1,774 sampai dengan 2,226
Tidak ada autokorelasi
2,226 sampai dengan 2,307
Tanpa kesimpulan
Lebih dari 2,307
Ada autokorelasi
Tabel 4.10
Hasil Analisis Pengaruh Kecerdsan Emosional dan Perilaku Belajar Terhadap
Stres Kuliah
Variabel
Kecerdasan Emosional
-0.663
-0.410
-5.573
0.000
= 0,6412
= 0,256
= 0,266
= 0,516
= 26.297
= 0,000
Konstanta
7.020
Koefisien Regresi
Beta
thitung
Sig.
Std. Error of the Estimate
Adjusted R Square
R Square
R
Fhitung
Sig. F
Perilaku Belajar
-0.267
-0.225
-3.061
0.000
Sumber: Data Primer yang diolah, 2007
Tabel 4.11
Hasil uji T-test
Stres
Kuliah
Status
N
Mean
Perguruan
Tinggi
Negeri
59
3.4712
Swasta
89
3.7753
Sumber: Data Primer yang diolah, 2007
Std.
Deviasi
t
df
0.8989
0.5945
-2.479
-2.288
146
91.451
Sig.
(2tailed)
0.014
0.024
32
Download