KALENDER TANAM (KATAM) DAN PENGOLAHAN LAHAN

advertisement
PELATIHAN TEKNIS BUDIDAYA PADI
BAGI PENYULUH PERTANIAN DAN BABINSA
KALENDER TANAM (KATAM)
DAN
PENGOLAHAN LAHAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
PUSAT PELATIHAN PERTANIAN
2015
Sesi : Kalender Tanam dan Pengolahan lahan
Tujuan Berlatih:
Setelah berlatih Peserta dapat:
1. Mengetahui prakiraan awal musim hujan dengan SMS KATAM
2. Melakukan pengolahan lahan
Waktu : 4 jam pelajaran @ 45 menit ( teori 1 JP, Praktek 3 JP)
Air adalah faktor yang lebih penting dalam produksi tanaman pangan
dibandingakan dengan faktor lingkungan lainnya. Tanaman pangan memperoleh
persediaan air dari akar, itu sebabnya pemeliharaan kelembaban tanah merupakan
faktor yang penting dalam pertanian. Jumlah air yang berlebih dalam tanah akan
mengubah berbagai proses kimia dan biologis yang membatasi jumlah oksigen dan
meningkatkan pembentukan senyawa yang berbahaya bagi akar tanaman. Curah
hujan yang lebat dapat menggangu pembungaan dan penyerbukan.
Curah hujan memegang peranan pertumbuhan dan produksi tanaman
pangan. Hal ini disebabkan air sebagai pengangkut unsur hara dari tanah ke akar
dan dilanjutkan ke bagian-bagian lainnya. Fotosintesis akan menurun jika 30%
kandungan air dalam daun hilang, kemudian proses fotosintesis akan berhenti jika
kehilangan air mencapai 60% (Griffiths, 1976)
Prediksi permulaan musim hujan akan menjadi penting untuk diketahui petani
Kegiatan 1 (Mengetahui Perkiraan Awal musim)
Sasaran kegiatan ini adalah membantu peserta melakukan perkiraan awal musim hujan
dan musim kemarau untk penentan waktu pengolahan lahan yang tepat. Saat ini dengan
melakukan SMS kita dapat mendapatkan info seperti dibawah ini.
MH2014/2015: Prakiraan Katam Kec. LAWANG /Kab. Malang
Prediksi sifat hujan : NORMAL
Tanam Padi I : OKT I-II 678 Ha
Tanam Padi II : FEB II-III 340 Ha
Tanam Palawija I : Bera jagung/ kedelai
Tanam Palawija II : FEB II-III Jagung /Kedelai
Langkah
Kegiatan
Langkah 1
Uraian
Siapkan HP yang bisa
digunakan untuk
melakukan SMS
(Handphone yang
digunakan tidak harus HP
Android)
Langkah 2
SMS ke nomor 082
123456 500 atau 08 123
565 1111 dengan isi
pesan INFO spasi KATAM
spasi NAMA
KECAMATAN
Langkah 3
Baca hasil balasan dan
gunakan data tersebut
untuk menentukan waktu
pengolahan lahan
Alat Bantu
Langkah 4
Berikanlah komentar dan
diskusikan tentang
informasi yang diberikan
oleh layanan SMS
tersebut
Kegiatan 2 (Pengolahan Lahan)
Sasaran kegiatan ini adalah membantu peserta mengolah tanah dengan tujuan mengubah
keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah (struktur
tanah dan tekstur tanah) yang dihendaki oleh tanaman.
Langkah
Uraian kegiatan
Kegiatan
Mengaplikasikan 1. Ukur tingkat kemasaman
pengapuran
tanah menggunakan
PUTS/PUTR/PUTK
2. Tentukan dosis kapur yang
diperlukan untuk menaikan
pH agar menjadi mendekati
netral sampai netral
3. Aplikasikan pengapuran
sesuai rekomendasi alat
Alat bantu
PUTR
PUTK
PUTS
Mengaplikasikan 1. Ukur tingkat kebutuhan
pupuk organik
bahan organik tanah
menggunakan PUTR/PUTK
2. Aplikasikan pupuk organik
Pengenalan
Alsintan (Hand
traktor dan
traktor roda 4)
Sebelum mesin dihidupkan :
- Cek bahan bakar dan air
radiator
- pasang roda traktor sesuai
dengan kedalaman lahan
A. Traktor roda 2
Langkah-langkah
menghidupkan traktor :
1. Tuas kopling pada posisi of
2. Tarik tuas gas sedikit
melewati OF
3. Hidupkan mesin dengan
Engkol
B. Traktor roda 4
Langkah-langkah
menghidupkan traktor:
1. Posisi gas digeser sedikit
lebih besar dari posisi idle.
2. Tuas rem parkir dilepas
3. Pedal kopling diinjak penuh
4. Tuas persneleng cepat
lambat dibindah ke posisi
“cepat” atau “lambat”
5. Tuas persneleng utama
dipindah ke posisi jalan
(1,2,3 atau R).
6. Pedal kopling utama
dilepas pelan-pelan agar
traktor tidak meloncat pada
- PUTR/PUTK
- Pupuk Organik
saat mulai jalan.
C. Pasang implemen
pengolahan sesuai
kebutuhan
Melakukan
pengolahan
lahan
Lahan Sawah Irigasi :
1. Airi lahan sawah yang akan
diolah selama 1 minggu agar
menjadi lunak
2. Bersihkan pematang
lanjutkan dengan pemopokan
pematang
3. Melakukan pembajakan
dengan kedalaman 20-30 cm
panen secara hati hati
4. Biarkan tanah selama 1
minggu agar tanah
mengalami inkubasi
5. Malakukan penggaruan
6. Melakukan perataan
Diskusi
Langkah 1 Gambarlah alat pengolahan lahan yang pernah anda ketahui
Langkah 2 Diskusikan kelebihan dan kekurangan dari alat yang telah anda gambar
tadi dalam hal SDA/SDB, SDM dan ekonomi
Langkah 3 Tuliskan beberapa alternative cara pengolahan tanah yang anda
ketahui
Langkah 4 Diskusikan dengan kelompok kelebihan dan kelemahan cara
pengolahan tanah yang telah anda sebutkan
Langkah 5 Diskusikan kesimpulan alat dan cara tanam yang paling sesuai dengan
kondisi lahan anda
Gambarlah alat pengolahan
lahan dan atau
modifikasinya
Alat 1
Kelebihan
(SDA/SDB, SDM,
Ekonomi)
- SDA : Kerbau
mudah didapat,
topografi berbukit
cara seperti ini
mendukung
- SDM : sudah
terbiasa membajak
dengan kerbau
Kelemahan
(SDA, SDM, Ekonomi)
- SDA : - SDM : - Ekonomi :
memperlambat masa
tanam karena
dibutuhkan waktu
yang lebih lama
sehingga berdampak
- Ekonomi : Murah
pada biaya sewa
Alat 2
Alat 3
Alat 4
Dst…..
Sistem Pengolahan Tanah
Lahan Irigasi
Cara 1
Bajak 1 kali digaru 1 kali,
dibiarkan 2 minggu dan
dibajak 1 kali lagi dan garu
1 kali lagi
……………………………..
Cara 2
………………………………
Kelebihan
(SDA, SDM, Ekonomi)
Kelemahan
(SDA, SDM, Ekonomi)
- SDA : Tanah
tergolong keras dan
gulma banyak
sehingga cara spt ini
sangat cocok
- SDM : kebanyakan
petani adalah petani
penyewa sehingga
cara ini banyak
membuang waktu
- Ekonomi : dana
yang dibutuhkan
lebih banyak
Sistem Pengolahan Lahan
Lahan Tadah Hujan
Cara 1
Kelebihan
(SDA, SDM, Ekonomi)
Kelemahan
(SDA, SDM, Ekonomi)
……………………………..
Cara 2
………………………………
Cara 3
……………………………..
Kesimpulan dan Pengambilan Keputusan
Kegiatan3. Rencana Aksi
Sasaran kegiatan ini adalah setiap individu menyusun rencana aksi perbaikan dengan adanya
info KATAM dan teknik pengolahan lahan di wilayah masing-masing
Langkah kegiatan
Langkah
kegiatan
Langkah ke 1
Langkah ke 2
Uraian
Alat bantu
Seluruh peserta mendengarkan penjelasan
tambahan dari fasilitator tentang KATAM dan
pengolahan lahan
Setiap peserta menyusun rencana aksi perbaikan
panen dan pasca panen di wilayah masingmasing)
Tabel 2
Tabel 2
Rencana aksi perbaikan sesuai Informasi KATAM dan teknik pengolahan lahan di wilayah
masing-masing
No
Kegiatan yang akan diperbaiki
I Waktu pelaksanaan pengolahan
lahan serentak
II 1. Pengapuran
2. Aplikasi pupuk Organik
3. Alat pengolahan lahan dan
modifikasinya
4. System pengolahan tanah
Waktu
Tempat
Pelaksana
Keterangan
...................., .................................. 2015
Penyusun
...........................................................................
LEMBAR INFORMASI
1. Penyiapan Lahan
Penyiapan lahan merupakan tempat yang baik untuk tanaman sehingga pengolahan
tanah sangat menentukan keberlanjutan pertumbuhan tanaman padi. Kegiatan dalam
penyiapan lahan ini pada dasarnya meliputi 2 kegiatan yaitu : mengolah tanah dan
menyediakan tempat tanam bibit (pencaplakan).
A. Pengolahan Lahan
Kegiatan pengolahan tanah yang baik untuk tanaman padi adalah pengolahan secara
sempurna dimulai dari pembajakan I dan II, dilanjutkan dengan penggaruan dan
diakhiri dengan perataan tanah. Namun hal tersebut tergantung pada kondisi tanah
sawah yang ada. Di beberapa lokasi yang kondisi struktur tanahnya ringan,
pengolahan tanah secara sempurna jarang dilakukan dan pada umumnya cukup
dibajak satu kali langsung di ratakan.
Untuk kondisi lahan yang demikian, pengolahan tanah secara sempurna dianjurkan
untuk dilakukan setelah 4 musim tanam. Hal tersebut berguna menghindari terjadinya
pemadatan lapisan tanah dan memberikan perbaikan sirkulasi udara.
Langkah dalam mengolah tanah adalah sebagai berikut.
2. Jenis-Jenis Traktor, Pengoperasian Dan Perawatannya
Traktor adalah kendaraan yang didesain spesifik untuk keperluan fraksi tinggi pada
kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau instrumen yang digunakan dalam
pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis
kendaraan untuk pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakan dengan menggunakan
kendaraan ini, ditarik atau pun didorong dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian.
Istilah umum lainya, “unit traktor”, yang mendefinisikan kendaraan truk semi trailer. Kata
traktor diambil dari bahasa latin, trahere yang berarti “menarik”.
Traktor dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk menunjang operasi pertanian yang
efektif, baik tenaga, waktu maupun biaya, sehingga dapat menigkatkan kapasitas kerja,
mengurangi biaya produksi, meningkatkan hasil pertanian serta mengurangi kelelahan dan
kebosanan dalam bekerja.
Awalnya dipakai untuk mempersingkat penjelasan “suatu mesin atau kendaraan yang
menarik gerbang atau bajak, untuk menggantikan istilah “mesin penarik” (trakction engine).
Di inggris, irlandia, Australia, india, spanyol, argentina, dan jerman, kata “traktor” umumnya
berarti “traktor pertanian”, dan penggunaan kata traktor yang merujuk pada jenis kendaraan
lain sangat jarang. Intrumen pertanian bermesin pertama adalah mesin uap portabel di tahun
1800an, yaitu mesin uap yang bisa digunakan untuk mengendalikan instrument mekanis
pertanian. Sekitar tahun 1850, mesin penarik dikembangkan dari mesin tersebut, dan
digunakan secara luas dipertanian. Traktor pertama adalah mesin bajak bermesin
uap.Traktor bisa diklasifikan sebagai two wheel drive, atau track tractor. Traktor, kecuali trak
tracktor umumnya memiliki 4 roda dengan dua roda yang lebih besar dibelakang atau
keempat roda sama besar.
Track traktor memiliki penggerak seperti tank yang membuatnya mampu bergerak diberbagai
medan. Karena traksinya yang sangat hebat, tracktor menjadi popular di California pada
tahun 1930-an. Traktor pada awalnya menggunakan mesin uap. Pada awal abad utama
sumber tenaga traktor. Antara tahun 1900 hingga 1960, bensin menjadi bahan bakar utama,
dan minyak tanah dan etanol sebagai alternatif bahan bakar. Kebanyakan traktor tua
memakai transmisi manual. Traktor jenis ini memiliki beberapa rasio kecepatan tinggi
umumnya 3 hingga 6. Kecepatan rendah umumnya dipakai di lahan pertanian sedangkan
kecepatan tinggi dipakai dijalan.
Tenaga
yang
diproduksi
oleh
mesin
harus
ditransmisikan
keperalatan
yang
diimplementasikan ke traktor untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan (menanam,
memanen, membajak, dan sebagainya). Hal ini bisa dicapai dengan drawbar atau system
sambungan.
A. Pembagian Jenis Traktor
1. Traktor dua roda
Traktor dua roda sering disebut juga sebagai traktor tangan atau hand traktor yang mana
traktor tangan ini menggunakan motor satu silinder dengan daya 5-15 hp, bahan bakar
yang digunakan umumnya solar. Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan 4
buah baut pengencang. Motor dapat digeser kearah depan dan belakang untu
memperoleh keseimbangan traktor. Untuk menghidupkan traktor ini digunakan engkol.
Kerangka pada traktor tanagan berperan sebagai tempat kedudukan motor penggerak ,
unit transmisi dan bagian traktor lainnya .ddaya pada motor penggerak disalurkan melalui
putaran poros engkol kekopling utama melalui sabuk V. kopling utama meneruskan daya
tersebut kesusunan roda gigi transmisi untuk menggerakkan poros roda dan poros rotary.
Disamping untuk menyalurkan daya, unit transmisi juga berfungsi untuk mengatur
keceptan traktor.
1.1. Ukuran Traktor Dua Roda Menurut Kapasitas
Berdasarkan kapasitasnya traktor roda dua dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
-
Traktor tangan berukuran kecil, tenaga penggeraknya kurang dari 5 hp
-
Traktor tangan berukuran sedang, tenaga penggeraknya antara 5 - 7 hp
-
Traktor tangan berukuran besar, tenaga penggeraknya antara 7–12 hp
1.2. Jenis Pekerjaan Yang Dapat Dilakukan Traktor Dua Roda
Umumnya digunakan pada lahan yang sempit dan banyak digunakan petani di
Indonesia, karena dapat berputar dengan tajam atau lintasan berputar yang sempit
jika dibandingkan dengan mini traktor Traktor tangan dengan daya yang kecil dapat
digunakan pada kebun yang kecil (Garden Traktor), sperti untuk kebun sayuran
orgnik dengan dengan system kelambu.
Traktor roda dua atau traktor tangan juga dapat mengolah tanah yang gembur dan
dengan kelembaban tertentu, dan disesuaikan dengan kekuatan traktor tersebut.
Oleh karena itu traktor roda dua ini dapat dioperasikan pada lahan yang lembab
atau basah dan tidak terlalau kering.
1.3. Komponen utaman Traktor Dua Roda
Langkah pertama yang harus dipelajari untuk dapat mengoperasikan traktor dua
roda ini adalah mengenal traktor dua roda itu sendiri .Bagian-bagian utama traktor
tangan dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:
a.
Tenaga penggerak motor.
b.
Kerangka dan transmisi (penerus tenaga).
c.
Tuas kendali
a.
Tenaga penggerak motor.
Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, tetapi ada
juga yang menggunakan motor bensin atau minyak tanah (kerosin). Daya
yang dihasilkan kurang dari 12 Hp, dengan menggunakan satu silinder.
Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan empat buah baut
pengencang. Lubang baut pada kerangka dibuat memanjang agar posisi
motor dapat digerakkan maju mundur. Tujuannya untuk memperoleh
keseimbangan traktor dan untuk menyesuaikan ukuran v-belt yang
digunakan. Traktor akan lebih berat ke depan apabila posisi motor digeser
maju, begitu juga sebaliknya. Untuk menghidupkan motor diesel digunakan
engkol, sedangkan untuk motor bensin dan minyak tanah menggunakan tali
starter. Sebagian besar traktor menggunakan motor diesel. Penggunaan
motordiesel umumnya lebih murah baik pada saat pengoperasiannya
maupun perawatannya. Motor diesel lebih awet dibanding motor jenis lain,
asal perawatannya dilakukan dengan baik dan benar sejak awal.
b.
Kerangka dan transmisi (penerus tenaga)
Kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak, transmisi
dan bagian traktor lainnya. Bagian traktor dikaitkan dengan kerangka dengan
menggunakan beberapa buah baut pengencang.
Transmisi berfungsi
memindahkan tenaga/putaran dari motor penggerak ke alat lain yang
bergerak. Jenis transmisi yang digunakan ada beberapa macam, seperti :
pully, belt, kopling, gigi persneleng, rantai dan sebagainya. Tenaga dari
motor berupa putaran poros disalurkan melalui pully dan vbelt ke kopling
utama. Kopling utama meneruskan tenaga tersebut ke gigi persneleng untuk
menggerakkan poros roda dan poros PTO. Selain untuk menyalurkan
tenaga, gigi persneleng juga berfungsi sebagai pengatur kecepatan putaran
poros roda dan poros PTO. Dari PTO tenaga dasalurkan lewat gigi dan
rantai ke mesin rotary.
Sebuah traktor tangan dapat bergerak maju-mundur dengan kecepatan
tertentu karena putaran poros motor penggerak disalurkan sampai ke roda.
Ada tiga jenis roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu; roda ban,
roda besi, roda apung (roda sangkar/cage wheell). Roda ban berfungsi untuk
transportasi.dan mengolah tanah kering. Bentuk permukaan roda ban
beralur agak dalam untuk mencegah slip. Roda ban dapat meredam getaran,
sehingga tidak merusak jalan. Roda besi digunakan untuk pembajakan di
lahan kering. Sirip pada roda besi akan menancap ke tanah, sehingga akan
mengurangi terjadinya slip pada saat menarik beban berat. Roda apung
digunakan pada saat pengolahan tanah basah. Roda apung ini ada yang
lebar, ada juga yang diameternya besar, sehingga dapat menahan beban
traktor agar tidak tenggelam dalam lumpur. Ukuran roda disesuaikan dengan
spesifikasi traktor. Besar kecilnya roda akan berpengaruh terhadap lajunya
traktor.
Setiap traktor tangan biasanya dilengkapi dengan standar depan dan
standar samping. Standar samping khusus digunakan untuk pemasangan
roda. Pemasangan roda dilakukan satu persatu. Pelepasan roda dari poros
dilakukan dengan cara melepas mur-baut dan atau pena penyambung.
Setelah roda dilepas, baru dipasang roda pengganti yang sesuai.
Pemasangan roda ini tidak boleh terbalik. Untuk roda ban, pada sisi atas
ban, arah panah harus ke depan. Untuk roda besi, sisi roda bawah harus
menancap ke tanah. Untuk roda apung, sisi roda bawah tidak boleh
menancap ke tanah. Sehingga pemasangan roda tidak boleh terbalik antara
roda kiri dan kanan.
Poros roda traktor biasanya cukup panjang dan dilengkapi dengan beberapa
lubang. Poros yang panjang ini dimaksudkan untuk menyesuaikan lebar olah
implemen. Pemasangan roda yang cukup lebar juga akan menjaga
keseimbangan traktor, terutama apabila digunakan pada lahan yang miring.
Sedang lubang yang ada di poros digunakan untuk tempat pena, sehingga
menjamin roda tidak akan slip atau lepas pada saat pengoperasian.
c.
Tuas kendali/kontrol
Tuas kendali adalah tuas-tuas yang digunakan untuk mengendalikan
jalannya traktor. Untuk mempermudah jalannya operasional, traktor tangan
ada banyak tuas kendali. Namun begitu banyaknya tuas kendali ini akan
mengakibatkan traktor menjadi lebih berat, dan harganya lebih mahal. Untuk
itu sekarang banyak diproduksi traktor yang hanya dilengkapi dengan
beberap tuas kendali. Tujuannya agar traktor menjadi ringan, dan harganya
menjadi lebih murah. Meskipun kemampuan traktor menjadi terbatas.
Tuas kendali yang sering ada pada traktor tangan adalah sebagai berikut:
1. Tuas persneleng utama
Tuas persneleng utama berfungsi untuk memindah susunan gigi pada
persneleng, sehingga perbandingan kecepatan putar poros motor
penggerak dan poros roda dapat diatur.Traktor tangan yang lengkap
biasanya mempunyai 6 kecepatan maju dan 2 kecepatan mundur.
Kecepatan ini dapat dipilih sesuai dengan jenis pekerjaan yang sedang
dilaksanakan. Sebagai patokan awal dapat digunakan sebagai berikut:
-
Kecepatan satu untuk membajak tanah dengan mesin rotary
-
Kecepatan
dua
untuk
membajak
tanah
dengan
bajak
singkal/piringan
-
Kecepatan tiga untuk membajak tanah sawah yang tergenang
-
Kecepatan empat untuk berjalan di jalan biasa
-
Kecepatan lima dan enam untuk menarik trailer/gerobak
-
Mundur satu digunakan pada saat operator berjalan
-
Mundur dua digunakan pada saat operator naik di trailer/gerobak
2. Tuas persneleng cepat lambat
Tuas ini tidak selalu ada. Apabila tuas persneleng utama hanya terdiri
dari 3 kecepatan maju dan 1 kecepatan mundur, biasanya traktor tangan
dilengkapi dengan tuas persneleng cepat lambat. Fungsi perneleng ini
untuk memisahkan antara pekerjaan mengolah tanah dengan pekerjaan
transportasi (berjalan dan menarik trailer/gerobak).
3. Tuas kopling utama
Tuas kopling utama berfungsi untuk mengoperasikan kopling utama. Bila
tuas dilepas pada posisi pasang/ON, maka tenaga motor akan
tersambung ke gigi persneleng. Sebaliknya apabila ditarik ke posisi
netral/bebas/OFF,
maka
tenaga
motor
tidak
disalurkan
ke
gigi
persneleng. Apabila ditarik lagi maka tuas kopling utama akan
tersambung dengan rem yang berada pada rumah kopling utama.
4. Tuas persneleng mesin rotary
Tuas persneleng mesin rotary berfungsi sebagai pengatur kecepatan
putar poros PTO. Biasanya ada dua macam kecepatan dan satu netral.
Apabila hasil pengolahan yang diharapkan halus dan gembur, maka
tempatkan posisi tuas persneleng mesin rotary pada posisi cepat. Begitu
juga sebaliknya. (Kecepatan putar pisau rotary dapat juga diatur dari
posisi pemasangan rantai penghubung).
5. Tuas persneleng kemudi
Ada dua buah tuas kopling kemudi pada setiap traktor tangan, masingmasing ada di sebelah kanan dan kiri. Tuas ini digunakan untuk
mengoperasikan kopling kemudi (kanan dan kiri). Apabila tuas kopling
kemudi kanan ditekan, maka putaran gigi persneleng tidak tersambung
dengan poros roda kanan. Sehingga roda kanan akan berhenti, dan
traktor akan berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri
ditekan.
6. Stang kemudi dan kemudi pembantu
Stang kemudi merupakan bagian traktor yang digunakan untuk
berpegangnya operator. Stang kemudi digunakan untuk membantu
membelokan raktor. Meskipun sudah ada tuas kopling kemudi, namun
agar berbeloknya traktor dapat lebih tajam, perlu dibantu dengan stang
kemudi. Stang kemudi juga digunakan untuk mengangkat implemen pada
saat
pengoperasian.
Kemudi
pembantu
digunakan
untuk
tempat
bertumpu bahu operator. Maksudnya agar menambah beban bagian
belakang traktor, sehingga hasil pengolahan tanah bias lebih dalam.
7. Tuas gas
Tuas gas traktor dihubungkan dengan tuas gas pada motor penggerak.
Tuas ini digunakan untuk mengubah kecepatan putaran poros motor
penggerak yang sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan. Tuas ini juga
berfungsi untuk mematikan motor traktor, apabila posisinya ditempatkan
pada posisi “STOP”
8.
Tombol lampu dan bel
Kadang traktor digunakan pada waktu malam hari, sehingga diperlukan
penerangan. Tombol bel diperlukan apabila traktor dijalankan di jalan
raya. Dengan adanya tombol lampu dan bel ini, motor traktor harus
dilengkapi dengan kumparan sebagai sumber arus listrik.
9.
Tuas penyangga depan
Tuas ini dihubungkan dengan penyangga depan. Tuas ini akan
menggerakkan
penyangga
depan.
Apabila
tuas
didorong
akan
mendorong penyangga depan turun untuk menyangga traktor. Traktor
tangan hanya mempunyai dua roda. Apabila traktor dalam keadaan
berhenti (ditinggal operator), maka untuk menegakkan traktor diperlukan
penyangga.
1.4.
Jenis Alat Bantu Traktor Dua Roda
Adapun alat-alat bantu pada traktor dua roda adalah sebagai berikut :
a. Unit roda.
-
Roda ban
-
Roda pengatur kedalaman bajakan
-
Roda besi
-
Roda apung
b. Unit equipment atau peralatan lainnya
-
Bajak singkal
-
Bajak rotary
-
Gelebeg
-
Ridger
-
Trailer
-
Transplanter
-
Seed drill
-
Pontoon atau pelampung.
2. Traktor Empat Roda
Traktor ini merupakan traktor empat roda dengan daya berrkisar 12-15Hp dimana dalam
mengoperasikannya atau mengendarai sama dengan mengendarai mobil yang dilengkapi
dengan stir kemudi sebagai pengendali arah dengan operator duduk , berbeda dengan
traktor tangan operator ikut berjalan dengan memegang handel stang. Komponen atau
unit yang digunakan hampir sama dengan raktor tangan . pada traktor empat roda
dilengkapi dengan poros PTO (Power Take Of) sehingga untuk kepentingan tertentu
seperti tenaga untuk memutar bajak rotary dapat diambilkan langsung dari putaran poros
mesin (PTO)
2.1. Ukuran Traktor Empat Roda Menurut Kapasitas
Berdasarkan kapasitasnya traktor roda 4 dibedakan menjadi :
1. Traktor mini ( < 25 pk)
2. Traktor sedang (25 pk – 50 pk)
3. Traktor besar ( > 50 pk)
2.2. Jenis Pekerjaan Yang Dilakukan Traktor Empat Roda
Traktor mini mempunyai tenaga yang cukup besa sehingga traktor ini cocok
digunakan pada daerah atau areal pertanian yang luas, seperti misalnya pada areal
persawahan traktor ini sangat cocok. Jika areal persawahanya dlam maka traktor ini
bisa memakai roda apung, yang mana roda ini dapat mempermudah pekerjaan
karena kemungkinan roda untuk slip sangat sedikit.
2.3. Komponen Utama Traktor Empat Roda
-
Pedal rem
-
Tumpuan kaki
-
Pedal pengunci differensial
-
Panel instrument
-
Radiator
-
Motor penggerak
-
Saringan udara
-
tangki bahan bakar
-
tuas pengatur gas
-
stir kemudi
-
Tuas perseneling utama
-
Tuas perseneling PTO
-
Tuas pengatur hidrolik
-
Tempat duduk operator
-
Poros PTO
-
Roda belakang dan depan
-
Batang rem
-
Tuas perseneling
-
Pedal kopling
-
Bak gigi kemudi
-
Motor starter
-
Aki
2.4. Jenis Alat Bantu Traktor Empat Roda
Sama hal nya dengan traktor dua roda, traktor mini memiliki alat bantu sebagai
berikut :
a. Unit roda.
- Roda ban
- Roda pengatur kedalaman bajakan
- Roda besi
- Roda apung
b.
Unit equipment atau peralatan lainnya
-
Bajak singkal
-
Bajak rotary
-
Gelebeg
-
Ridger
-
Trailer
-
Transplanter
-
Seed drill
-
Pontoon atau pelampung.
B. Cara Pengoperasian Traktor
a. Cara Mengoperasikan Traktor Roda 2
1. Memulai menjalankan traktor tangan
a. Posisi gas digeser sedikit lebih besar dari posisi idle.
b. Gigi persneleng dipindah ke posisi jalan (1,2,3 atau R). Untuk menarik implemen,
jangan menggunakan gigi tinggi, agar operator tidak perlu lari
c. Untuk menarik trailer, posisi stang kemudi diturunkan, agar tidak terjadi hentakan
ke bawah pada saat traktor mulai jalan.
d. Tuas kopling utama dilepas dengan tangan kiri pelan-pelan agar traktor tidak
meloncat pada saat mulai jalan.
e. Khusus untuk traktor yang menarik trailer, setelah traktor mulai jalan, stang kemudi
bisa diangkat lagi
2. Menjalankan lurus ke depan
a. Lakukan langkah “mulai menjalankan traktor tangan”
b. Pada saat traktor berjalan, kedua tangan berada padastang kemudi.
c. Mata memandang ke depan.
d. Gas diperbesar dengan ibu jari kanan sesuai keinginan.
e. Jangan membelokkan stang kemudi
f.
Jangan memindah posisi gigi persneleng
3. Menghentikan traktor/parker
a. Gas dikecilkan pada posisi idle.
b. Tuas kopling utama ditarik pada posisi “OFF”. Lalu ditarik kembali pada posisi
rem.
c.
Persneleng dinetralkan.
d. Gas dikecilkan
4. Mengganti gigi persneleng
a. Lakukan langkah menghentikan traktor
b. Posisi kopling utama “OFF”.
c.
Pindahkan posisi gigi persneleng.
d. Mulai menjalankan traktor lagi.
5. Membelokkan traktor pada jalan datar
a. Gas dikecilkan sebelum traktor dibelokkan.
b. Tekan kopling kemudi kiri kalau mau belok ke kiri. Tekan kopling kemudi kanan
kalau mau belok ke kanan.
c.
Kalau perlu tangan membantu menggeser stang kemudi.
d. Pada saat mulai membelok jangan terlalu ke tepi, karena untuk haluan trailer.
b. Cara Menngoprasikan Traktor 4 Roda
1. Memulai menjalankan traktor roda empat
a. Lakukan langkah menghidupkan traktor
b. Posisi gas digeser sedikit lebih besar dari posisi idle.
c.
Tuas rem parkir dilepas
d. Pedal kopling diinjak penuh
e.
Tuas persneleng cepat lambat dibindah ke posisi “cepat” atau “lambat”
f.
Tuas persneleng utama dipindah ke posisi jalan (1,2,3 atau R).
g.
Pedal kopling utama dilepas pelan-pelan agar traktor tidak meloncat pada saat
mulai jalan.
2. Menjalankan lurus ke depan
a. Lakukan langkah “mulai menjalankan traktor roda empat”
b. Pada saat traktor berjalan, kedua tangan berada pada kemudi. Posisi ibu jari
keluar.
c. Mata memandang ke depan.
d. Gas diperbesar untuk mempercepat jalannya traktor sesuai keinginan.
e. Kedua kaki dipindah ke landasan, jangan di pedal gas, kopling atau rem.
f.
Jangan membelokkan stang kemudi
g. Jangan memindah posisi gigi persneleng
3. Menghentikan traktor
a. Gas dikecilkan pada posisi idle untuk mengurangi kecepatan
b. Injak pedal kopling sehingga posisi transmisi terlepas
c.
Injak pedal rem, traktror akan berhenti.
d. Persneleng utama dan persneleng cepat lambat dinetralkan.
4. Menjalankan lurus ke belakang.
a. Lakukan langkah “mulai menjalankan traktor roda empat”
b. Badan diputar ke kiri atau ke kanan sedikit untuk melihat ke belakang.
c. Pada saat traktor berjalan, kedua tangan berada pada kemudi.
d. Mata memandang ke belakang.
e. Gas diperbesar untuk mempercepat jalannya traktor sesuai keinginan.
f.
Jangan membelokkan stang kemudi
g. Jangan memindah posisi gigi persneleng
5. Mengganti gigi persneleng
a. Lakukan langkah menghentikan traktor
b. Pindahkan posisi gigi persneleng sesuai kecepatan yang diinginkan.
c. Mulai menjalankan traktor lagi.
6. Membelokkan traktor di jalan
a. Gas dikecilkan sebelum traktor dibelokkan.
b. Biarkan setengah badan traktor melewati belokan
c.
Putar stir kemudi ke kanan atau ke kiri
d. Pada saat mulai membelok jangan terlalu ke tepi, karena untuk haluan.
7. Melewati tanjakkan
a. Gigi persneleng dipindah ke posisi rendah sebelum melewati tanjakkan.
b. Jalankan traktor, lalu gas diperbesar secara pelan-pelan, untuk mencegah roda
depan terangkat
c. Tidak boleh memindah gigi persneleng pada saat menanjak.
C. Maintanance / Perawatan Traktor Roda 2 dan Traktor Roda 4
a). Memeriksa mur-baut (25 jam kerja)
Semua mur-baut dan pengikat yang lain harus diperiksa. Jika dibiarkan kendur akan
mengakibatkan kerusakan yang lebih berat. Bagian-bagian traktor akan bisa lepas atau
patah.
b). Memeriksa V-belt (25 jam kerja)
Ketegangan V-belt harus tepat. Belt yang dipakai cukup lama akan mengembang
sehingga belt akan kendur. Belt yang kendur akan menimbulkan slip, sedang yang
terlalu kencang akan mudah rusak dan menghambat putaran mesin.
c). Memeriksa bahan bakar
Tangki harus terisi cukup bahan bakar. Tangki yang kosong akan mengakibatkan udara
masuk ke saluran bahan bakar, sehingga traktor susah dihidupkan. Tangki yang
dibiarkan kosong pada saat traktor disimpan akan mengakibatkan terjadinya
pengembunan. Lama kelamaan air hasil pengembunan akan semakin banyak
tertampung di dalam tangki. Apabila air ini masuk ke dalam ruang pembakaran akan
dapat merusak motor. Pemeriksaan bahan bakar dapat dilihat dari selang penduga yang
berada di samping tangki bahan bakar.
d). Memeriksa saringan bahan bakar (25 jam kerja)
Jenis traktor yang biasa digunakan adalah motor diesel. Bahan-bakar yang masuk ke
dalam ruang pembakaran harus betul-betul bersih. Bahan bakar yang kotor akan
menyumbat lubang nozel. Kotoran yang mengendap biasanya diperiksa pada mangkuk
gelas. Untuk memeriksa elemen saringan, kran bahan bakar harus ditutup terlebih
dahulu, sebelum membuka mangkuk gelas.
e). Memeriksa saringan udara
Traktor biasa bekerja di lahan yang penuh debu, sehingga udara yang dihisap motor
relatif kotor. Saringan udara harus dalam kondisi baik, agar dapat menyaring udara
dengan sempurna. Saringan udara traktor tangan banyak yang menggunakan tipe
basah. Saringan dibuka dan diperiksa kebersihan saringan kawat serta ketinggian
permukaan dan kebersihan oli.
f). Memeriksa sistem pendingin
Biasanya motor traktor menggunakan sistem pendingin air sebagai pendingin, baik tipe
radiator maupun kondesor. Periksa keberadaan air dan kebersihan ram radiator.
g). Memeriksa tuas kendali/kontrol
Seluruh tuas kendali/kontrol harus beroperasi dengan baik. Dengan beroperasinya tuas
kontrol dengan baik, operator dapat mengoperasikan dengan baik pula. Ada beberapa
tuas kontrol yang bisa diatur gerak bebasnya, seperti: Kopling utama, rem, kopling
kemudi, dan gas.
h). Memeriksa tekanan ban
Tekanan ban harus standart (16,5 psi). Tidak boleh terlalu keras atau kempes. Tekanan
kedua ban juga harus sama.
i) Memeriksa sistem pelumasan
Bagian-bagian yang bergesekan, perlu diberi pelumas, agar tidak timbul gesekan dan
panas. Ada beberapa bagian dari traktor tangan yang perlu dilumasi, yaitu : Bagian
dalam motor. Oli motor ditampung dalam karter, dan dapat diperiksa dengan tongkat
penduga. Cukup tidaknya dan kotor tidaknya oli perlu diperiksa. Gigi transmisi. Sama
dengan oli motor, oli gigi transmisi juga perlu diperiksa. Kabel kopling kemudi. Periksa
kondisi kawat yang ada pada kabel kopling, jangan sampai kering atau bahkan berkarat.
Agar tidak berkarat dan lengket perlu dilumasi dengan oli SAE 30/40 Bagian lain dari
traktor yang bergesekan, seperti jari kopling dan cam/pengait kopling utama. Untuk
mencegah keausan, perlu dilumasi dengan oli SAE 30/40
j). Memeriksa implemen
Implemen yang akan dioperasikan harus betul-betul siap. Kelengkapan implemen perlu
diperiksa. Implemen yang bergerak, perlu diberi pelumas.
k). Persiapan peralatan tangan
Peralatan tangan yang sering dipakai, terutama yang digunakan untuk mengoperasikan
implemen, harus dibawa. Beberapa jenis traktor tangan dilengkapi dengan bagasi
tempat peralatan tangan tersebut. Tempat peralatan biasanya dibagian atas traktor.
3. Ameliorasi Dan Pemberian Pupuk Organik
Pengertian Ameliorasi
Ameliorasi adalah cara berusaha untuk memperoleh kenaikan produksi serta menurunkan
biaya pokok melalui perbaikan tanah.
Tanah sulfat masam di Indonesia cukup luas sekitar 6,7 juta ha yang meliputi tanah sulfat
masam bergambut, agak salin dan salin.
Produktivitas tanah sulfat masam umumnya rendah. Hal ini disebabkan oleh tingginya
kemasaman serta kelarutan Fe, Al dan Mn dan rendahnya ketersediaan unsur hara terutama
P dan K dan kejenuhan basa sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman. Tanah itu
memerlukan bahan amelioran untuk menaikkan produktifitasnya.
Amelioran adalah bahan yang dapat meningkatkan kesuburan melalui perbaikan kondisi fisik
dan kimia tanah.
Bahan-bahan Amelioran tersebut antara lain :
1. Kapur
2. Pupuk kandang
3. Kompos
4. Tanah Mineral
5. Lumpur
6. Abu Pembakaran
7. Abu Vulkanik
A. Kriteria Bahan Ameliorasi
Untuk melakukan kegiatan ameliorasi perlu pemahaman tentang kriteria bahan amelioran.
Bahan amelioran yang baik bagi lahan rawa yakni :
1) Memiliki Kejenuhan Basa (KB) tinggi;
2) Mampu meningkatkan derajat pH secara nyata;
3) Mampu memperbaiki struktur tanah;
4) Memiliki kandungan unsur hara yang banyak atau lengkap sehingga juga berfungsi
sebagai pupuk;
5) Mampu mengusir senyawa beracun, terutama asam-asam organik.
Beberapa bahan amelioran :
1) Kapur
Kapur yang diberikan ke dalam tanah gambut akan memperbaiki kondisi tanah gambut
dengan cara: (1) menaikkan pH tanah; (2) mengusir senyawa- senyawa organik beracun;
(3) meningkatkan KB; (4) menambah unsur Ca dan Mg; (5) menambah ketersedian hara;
(6) memperbaiki kehidupan mikrooraginisme tanah termasuk yang berada dalam bintilbintil akar (Hardjowigeno, 1996).
Kelemahan kapur sebagai bahan amelioran ialah karena kandungan unsur haranya tidak
lengkap, sehingga pemberian kapur juga harus diikuti dengan pemupukan unsur lainnya
seperti N, P, K dan terutama unsur-unsur mikro seperti Cu dan Zn. Kelemahan lainnya,
kapur tidak memiliki atau sedikit mengandung koloid sehingga cenderung tidak
membentuk kompleks jerapan, mudah tererosi, dan kurang memperbiki tekstur tanah
gambut secara langsung. Kapur cenderung menggumpal jika diberikan ke tanah gambut.
Selain itu, kapur tidak dapat berfungsi baik pada tanah gambut yang kelembabannya
kurang dan dalam beberapa kasus dapat mempercepat proses kondisi kering tak balik.
Dengan kelemahan tersebut, penggunaan kapur perlu diimbangi dengan pemakaian
amelioran lainnya terutama yang banyak mengandung koloid seperti pupuk kandang,
lumpur, dan tanah liat [catatan : pemberian kapur di lahan gambut dengan saluran irigasi
terkendali, memiliki residu lebih lama sehingga kebutuhan kapur lebih sedikit
2) Pupuk Kandang
Pupuk kandang adalah kotoran hewan ternak dalam bentuk cair atau padat.. kotoran ini
dapat bercampur dengan sisa-sisa makanan dan jerami alas kandang. Proses
pematangan pupuk kandang akan menghasilkan panas dan senyawa beracun yang
kurang baik bagi pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu, pupuk kandang yang digunakan
harus yang sudah betul-betul jadi atau matang karena pupuk yang masih panas atau
mentah akan mematikan tanaman dan juga mengandung bibit penyakit. Tanda pupuk
kandang yang sudah matang adalah: berwarna kehitaman, remah, tidak lembek, dan
tidak
hangat.
Kompos dan Bokasi
Kompos atau bokasi merupakan hasil peruraian bahan organik yang disengaja dalam
waktu yang singkat. Kompos dan bokasi diproses dengan cara yang sama.
Perbedaannya hanya terletak pada tipe sumber bahan organik yang akan diproses.
Kompos diproses dari bahan organik yang masih segar seperti dedaunan, serasah sisa
hasil tanaman (seperti jerami), dan pangkasan gulma. Sedangkan bokasi menggunakan
dedaunan kering, serasah kering, sekam, dan pangkasan gulma yang sudah dikeringkan.
Kompos dan bokasi yang digunakan sebaiknya yang sudah betul-betul matang/jadi
dengan tanda-tanda sebagai berikut:
1) Tidak panas dan tidak berbau;
2) Gembur dan berwarna coklat kehitaman;
3) Volume menyusut menjadi sepertiga bagian dari volume awal.
3) Lumpur
Lumpur merupakan material yang diendapkan oleh air (sungai dan laut) berupa campuran
tanah aluvial dan bahan organik. Lumpur laut biasanya banyak mengandung kation-kation
basa terutama Na sehingga cukup baik untuk meningkatkan pH tanah gambut.
Namun yang perlu diperhatikan dalam menggunakan lumpur laut adalah jangan
menggunakan lumpur yang sudah tercemar oleh logam-logam berat seperti timbal (Pb),
merkuri (Hg) dan logam-logam berat lainnya. Logam- logam secara langsung memang
tidak membahayakan tanaman, tetapi hasil produksi tanaman bila dikonsumsi
dikhawatirkan akan berperngaruh terhadap kesehatan manusia.
4) Tanah mineral
Tanah mineral dapat digunakan sebagai bahan amelioran karena mengandung unsur
perekat (liat) dan memiliki unsur-unsur hara yang lebih lengkap diantaranya Al, Fe dan
Silikat (SiO2 ). Penambahan bahan mineral ke dalam tanah gambut akan memperbaiki
sifat kimia dan fisik tanah gambut, terutama tekstur tanahnya. Gambut yang biasanya
terlalu remah akan meningkat daya kohesinya, menurun daya ikatnya terhadap air, dan
meningkat daya dukungnya.
Kondisi/persyaratan tanah mineral yang baik sebagai amelioran di lahan gambut, menurut
beberapa hasil penelitian adalah sebagai berikut :
a. Mempunyai pH yang tinggi. Semakin tinggi pH-nya hasilnya semakin baik;
b. Mengandung banyak kation basa seperti Ca, Mg, Na, dan K sehingga mampu
meningkatkan KB dan melepas senyawa-senyawa organik. Contoh tanah mineral
yang banyak mengadung kation basa adalah lumpur laut/payau, lumpur sungai, dan
tanah berkapur;
c. Bertekstur liat (bukan pasir) sehingga bisa sekaligus memperbaiki sifat fisik tanah.
5) Abu Pembakaran
Abu merupakan sisa hasil pembakaran bahan organik seperti kayu, sampah, gulma, dan
sisa hasil pertanian seperti sekam dan serasah. Dalam hal ini, abu dapur juga dapat
dimanfaatkan. Kelebihan abu antara lain mengandung semua unsur hara secara lengkap
baik mikro maupun makro (kecuali N, pembakaran abu yang sempurna menghilangkan
unsur N), memiliki pH tinggi (8,5 - 10), tidak mudah tercuci, dan mengandung kation basa
seperti K, Ca, Mg, dan Na relatif tinggi. Namun demikian, dibandingkan dengan kapur
kemampuannya menaikkan pH relatif rendah. Abu banyak mengandung silikat dalam
bentuk tersedia sehingga berpengaruh positip terhadap produktivitas tanaman di lahan
gambut
(Buckman
dan
Brady
dalam
terjemahan
Soegiman,
1982).
Secara tradisional, abu bersama-sama dengan bahan amelioran lain seperti pupuk
kandang, sudah lama digunakan oleh petani di lahan gambut Kalimantan Barat,
Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah terutama untuk sayur-sayuran. Dosis
campuran abu dan pupuk kandang yang sering digunakan pada tahap pertama berkisar
antara 20 - 25 karung/ha. Setiap kali tanam, petani hanya menambahkan sedikit
campuran ke dalam lahan. Petani di Kalampangan, Kalimantan Tengah untuk keperluan
penanaman seluas 2500 m2 menggunakan abu bakar sekitar 20 kg dan pupuk kandang
sekitar 5 kg atau 100 kg campuran keduanya untuk lahan seluas 1 ha (Dohong, 2003).
Dosis tersebut sangat rendah dibandingkan dosis kompos yang umum diberikan pada
luasan yang sama karena pemberian abu bakar tersebut hanya disebar pada larikan
tanaman di atas permukaan tanah.
6) Abu Vulkan
Abu vulkan atau abu gunung berapi merupakan partikel-partikel halus yang terhembus
pada waktu letusan gunung berapi. Ditinjau dari deposit (cadangan) dan kandungan hara
yang dikandungnya (Fe, Al, Ca, Mg, Mn, S, P, K, Na, Cu, Zn, Ti dan Si), penggunanan
abu vulkan sebagai bahan amelorian pada lahan gambut cukup menjanjikan (Setiadi,
1999). Dosis abu vulkan sebagai amelioran di lahan gambut sekitar 7 - 10 ton/ha. Dosis
tersebut lebih rendah dibandingkan tanah mineral (sekitar 12 - 20 ton/ha).
Masalah Lahan Sulfat Masam :
-
Tanah sangat masam karena oksidasi pirit. Kemasaman tanah tinggi akan memicu
terjadinya proses lain yang merugikan.
-
Kelarutan Al, Fe dan Mn tinggi bisa meracuni tanaman dan meningkatkan fiksasi
hara P. Keracunan Al muncul bila tanah kering, sebaliknya bila tergenang keracunan
Fe menjadi ancaman serius.
-
Ketersediaan hara rendah
-
Pencucian hara tinggi karena daya sangga dan kemasaman yang tinggi.
-
Aktivitas mikroba terhambat shg proses mineralisasi bahan organik terhambat,
akibatnya N tersedia rendahMengurangi tingkat kemasaman tanah
- Mengurangi kelarutan Al, Fe dan Mn.
- Mengurangi fiksasi P
- Meningkatkan efisiensi pemupukan.
Bahan yang digunakan:
-
Kapur (kaptan, dolomit)
-
Bahan organik (pukan, kompos, gambut dll).
Fosfat Alam
Penetapan Kebutuhan Kapur:
-
Metode inkubasi: over estimate karena terjadi akumulasi garam selama proses
inkubasi.
-
Metode Titrasi (kemasaman total aktual): Lower estimate, karena proses reaksi
lambat shg sebagian potensi kemasaman aktual tidak dinetralisir.
-
Metode Titrasi (kemasaman total potensial): Over estimate krn semua potensi
kemasaman dinetralisir
-
Penetapan Al-dd/ Kej. Al: korelasinya kurang baik.
-
PUTR
Tabel 1 : Takaran Amelioran dan Pupuk pada lahan Sulfat Masam
Takaran amelioran dan pupuk (kg/ha)
Tanaman
Padi
Tipologi lahan
Kapur/abu gergajian
N
P2O5
K2O
0
45-90
22,5-45
50
Sulfat masam
1000-3000
67,5-135
45-70
50-75
Gambut **)
1000-2000
45
60
50
1000-2000
22,5
45
50
Potensial
Gambut
*)
Ditambah 5 kg/ha CuSO4 dan ZnSO4.
Sumber : Alihamsyah (2003).
Ameliorasi Pada Lahan Gambut
Masalah:
-
Tanah sangat masam karena asam-asam organik sangat tinggi.
-
Konsentrasi asam-asam fenolat beracun sangat tinggi, menghambat perkembangan
akar tanaman.
-
Kejenuhan basa sangat rendah krn pencucian. Tapak jerapan pada gugus karboksil dan
fenol menunjukkan jerapan preferensial thd ion H.
-
Miskin tapak jerapan positif, shg hara fosfat dan sulfat sangat mudah tercuci.
-
Secara umum miskin hara
-
Stabilitas gambut rendah, mudah terdekomposisi menghasilkan emisi karbon yang
tinggi.
Tujuan Ameliorasi Pada Lahan Gambut :
-
Mengurangi tingkat kemasaman tanah. Kisaran pH 4,5 – 5,0 sudah cukup optimum
untuk pertumbuhan tanaman yang baik.
-
Mengurangi kelarutan asam-asam fenolat yang beracun.
-
Meningkatkan kejenuhan basa
-
Pembentukan tapak jerapan positif untuk mengurangi pencucian hara dan meningkatkan
efisiensi pemupukan.
-
Stabilisasi gambut untuk mengurangi emisi GRK
Bahan Amelioran Lahan Gambut:
-
Kapur (kaptan/dolomit): bermanfaat mengurangi kemasaman dan keracunan akibat
asam fenolat, meningkatkan kej.basa. Efek residu singkat, emisi karbon meningkat.
-
Pupuk
kandang:
mengurangi
keracunan
akibat
asam
fenolat,
meningkatkan
ketersediaan hara makro dan mikro, mengurangi emisi karbon dan stabilisasi gambut.
-
Abu bakar: mengurangi kemasaman, meningkatkan kej. Basa.
-
Tanah mineral laterit/lumpur sungai: mengurangi keracunan akibat asam fenolat,
mengurangi emisi karbon, meningkatkan efisiensi pemupukan, stabilisasi gambut.
-
Pugam: Mengurangi keracunan akibat asam fenolat, menyediakan hara P, Mg, Si, dan
unsur mikro, meningkatkan efisiensi pemupukan, mengurangi emisi karbon, stabilisasi
gambut.
Bahan :
-
Kapur (kaptan/dolomit): bermanfaat mengurangi kemasaman dan keracunan akibat
asam fenolat, meningkatkan kej.basa. Efek residu singkat, emisi karbon meningkat.
-
Pupuk
kandang:
mengurangi
keracunan
akibat
asam
fenolat,
meningkatkan
ketersediaan hara makro dan mikro, mengurangi emisi karbon dan stabilisasi gambut.
-
Abu bakar: mengurangi kemasaman, meningkatkan kej. Basa.
-
Tanah mineral laterit/lumpur sungai: mengurangi keracunan akibat asam fenolat,
mengurangi emisi karbon, meningkatkan efisiensi pemupukan, stabilisasi gambut.
-
Pugam: Mengurangi keracunan akibat asam fenolat, menyediakan hara P, Mg, Si, dan
unsur mikro, meningkatkan efisiensi pemupukan, mengurangi emisi karbon, stabilisasi
gambut.
Tabel 2 : Rekomendasi Amelioran Pada Lahan Gambut
Download