BAB II URAIAN TEORITIS II.1 Komunikasi II. 1.1 Pengertian

advertisement
BAB II
URAIAN TEORITIS
II.1 Komunikasi
II. 1.1 Pengertian Komunikasi
Secara epistemologi istilah kata komunikasi atau dalam bahasa Inggris
communication berasal dari bahasa Latin yakni communicatio, dan bersumber dari kata
communis yang berarti “sama”. Sama dalam arti kata ini bisa diinterpretasikan dengan
pemaknaannya adalah sama makna mengenai suatu hal. Komunikasi berlangsung apabila
diantara orang-orang yang terlibat terdapat kesamaan terhadap suatu hal yang
dikomunikasikan. Jika seseorang mengerti mengenai akan suatu hal yang disampaikan oleh
orang lain kepadanya, maka komunikasi berlangsung. Dengan kata lain, hubungan diantara
mereka bersifat komunikatif (Effendi, 2004:30).
Komunikasi sendiri adalah sebuah kebutuhan naluriah yang ada pada semua
makhluk hidup. Tak hanya manusia, binatang juga melakukan proses komunikasi diantara
sesamanya dengan bahasanya sendiri. Oleh sebab itu, Dr. Everett Kleinjan dari East West
Center Hawaii menyatakan bahwa komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari
kehidupan manusia seperti halnya bernafas, jadi sepanjang manusia ingin hidup, maka ia
perlu berkomunikasi (Cangara, 2005: 1).
Sifat manusia untuk menyampaikan keinginan dan hasratnya kepada orang lain,
merupakan awal dari keterampilan manusia berkomunikasi secara otomatis berdasarkan
Universitas Sumatera Utara
lambang-lambang isyarat (non-verbal), kemudian disusun untuk memberi arti setiap
lambang- lambang itu dalam bentuk bahasa verbal.
Terdapat kesulitan dalam mendefinisikan atau menafsirkan komunikasi. Kesulitan
ini muncul karena konsep komunikasi muncul karena konsep komunikasi itu sendiri adalah
sesuatu yang abstrak dan mempunyai berbagai makna. Kesulitan lainnya karena makna
komunikasi yang digunakan sehari-hari berbeda dengan penggunaan komunikasi yang
dimaksud oleh para ahli komunikasi untuk kepentingan keilmuan.
Carl Hovland (dalam Purba dkk, 2006:29), seorang sarjana psikologi yang menaruh
perhatian pada perubahan sikap merumuskan komunikasi adalah proses dimana seseorang
(komunikator) menyampaikan perangsang-perangsang (biasanya lambang-lambang dalam
bentuk kata-kata) untuk merubah tingkah laku orang lain (komunikan).
Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui bahwa ilmu komunikasi mempelajari
dan meneliti perubahan sikap dan pendapat yang diakibatkan oleh informasi yang
disampaikan oleh seseorang kepada orang lain.
Harold D.Laswell mengatakan bahwa cara yang tepat untuk menerangkan
komunikasi adalah menjawab pertanyaan “Siapa yang menyampaikan, apa yang
disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa dan apa pengaruhnya” (Effendy, 2004:10)
paradigma Lasswell tersebut menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai
jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni:
− Komunikator
− Pesan (message)
− Media (channel)
Universitas Sumatera Utara
− Komunikan (communicat, communicate, receiver, recipient)
− Efek (effect, influence)
Sedangkan menurut Fisher (Arifin, 2003: 20), komunikasi menyentuh semua aspek
kehidupan masyarakat atau sebaliknya semua aspek kehidupan masyarakat menyentuh
komunikasi. Justru itu orang melukiskan komunikasi sebagai ubiquitos atau serba hadir,
artinya komunikasi berada dimana pun dan kapan pun juga.
II.1. 2 Proses Komunikasi
Proses komunikasi dapat diartikan sebagai “Transfer informasi” atau pesan-pesan
(messages) dari pengirim pesan sebagai komunikator dan kepada penerima pesan sebagai
komunikan (Ruslan, 2003 :73). Esensi dalam proses komunikasi adalah untuk memperoleh
kesamaan makna di antara orang yang terlibat dalam proses komunikasi antar manusia.
Proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran atau
perasaan oleh seseorang (komunikator)
kepada orang lain (komunikan).
Proses
komunikasi terbagi dua tahap, yakni secara primer dan secara sekunder (Effendy, 2000 :
11).
a. Proses Komunikasi secara Primer
Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau
perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambing (symbol) sebagai
media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa, kial,
isyarat,
warna,
gambar,
dan
lain
sebagainya
yang
secara
langsung
mampu
“menerjemahkan” pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.
Universitas Sumatera Utara
b. Proses Komunikasi secara Sekunder
Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh
seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua
setelah memakai lambang sebagai media perantara.
Seorang
komunikator
menggunakan
media
kedua
dalam
melancarkan
komunikasinya karena komunikan sebagai sasarannya berada di tempat yang relative jauh
atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film,
dan banyak lagi adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi.
Pada umumnya kalau kita berbicara di kalangan masyarakat, yang dinamakan
media komunikasi itu adalah media kedua sebagaimana diterangkan di atas. Jarang sekali
orang menganggap bahasa sebagai media komunikasi. Hal ini disebabkan oleh bahasa
sebagai lambang (symbol) beserta isi (content) – yakni pikiran atau perasaan – yang
dibawanya menjadi totalitas pesan (message), yang tak dapat dipisahkan. Tidak seperti
media dlam bentuk surat, telepon, radio da lain-lainnya yang jelaa tidak selalu
dipergunakan. Tampaknya seolah-olah orang tak mungkin berkomunikasi tanpa bahasa,
tetapi orang mungkin dapat berkomunikasi tanpa surat, atau telepon, atau televisi, dan
sebagainya.
II.1. 3 Elemen-elemen Komunikasi
Rasberry dan Lindsay (Pohan, 2005 : 55) merinci elemen-elemen komunikasi yang
biasanya terjadi dalam peristiwa proses komunikasi manusia dengan relative lebih lengkap,
antara lain:
Universitas Sumatera Utara
1) Sumber (source, encoder, communication, sender, initiator), adalah setiap orang
(kelompok, lembaga) yang mengambil inisiatif, memprakarsai penyampaian
pesan-pesan, ide-ide, buah pikiran, gagasan.
2) Penyandian (enconding), sintem saraf pusat dari komunikator atau inisiator
mengubah rangsangan pikiran dan ide-ide itu dari symbol, tanda, lambang, bunyi,
dan suara gerak tubuh guna membawa pesan secara sempurna.
3) Pesan-pesan (messages), adalah keseluruhan dari system symbol, kata-kata,
bunyi, ekspresi muka, ekspresi vokal, gerak tubuh, penampilan dan lain-lain yang
membawa makna tertentu bagi penerima (receiver) atau pendengarnya.
4) Pengiriman
atau
penyampaian
(transmission),
pesan-pesan
yang
sudah
diinformasikan dalam bentuk bahasa verbal dan nonverbal tersebut dikirim
kepada lingkungan, ini memungkinkan ketersediaan dan kemudahan bagi
penerima sehingga otak dan otot penerima menanggapinya dalam berbagai bentuk
reaksi seperti suara, gerakan tubuh dan sebagainya.
5) Saluran (channel, medium), adalah sarana terpilih seperti: surat, telepon, tatap
muka dan lain-lain untuk melalui mana pesan-pean dikirim kepada orang yang
dituju (individu, kelompok kecil, group, organisasi)
6) Penerima
(receiver),
adalah
penerima,pendengar,
mitra
bicara
dimana
tanggapannya tergantung pada sejauh mana ketepatan atau ketelitian dalam
mengutamakan pemilihan rasa, kebutuhan, lingkungan, dan pemahaman terhadap
pesan serta menaruh kepercayaan terhadap kejujuran komunikator.
Universitas Sumatera Utara
7) Pemaknaan sandi (decoding) atau menterjemahkan sandi, adalah proses mental
(psikologis) dimana penerima menterjemahkan (decoding) symbol bahasa verbal
dan nonverbal yang digunakan komunikator tersebut ke dalam pengertiannya.
8) Penafsiran pesan (interpreting), adalah proses menyeleksi secara mental dalam
diri penerima dalam menafsirkan pesan yang diterimanya menurut kompleks latar
belakang seperti: pengetahuan, sikap, pengalaman, tingkat pendidikan dan budaya
serta sistem sosial dimana penerima hidup dan dibesarkan.
9) Umpan balik (feedback), adalah tanggapan kembali penerima (receiver) terhadap
pesan yang dapat dipahami dan dirasakan kembali kepada komunikator.
Kemampuan ketepatan komunikator menangkap keseluruhan tanggapan penerima
(receiver) yang diungkapkan baik secara sadar maupun tidak sadar, dinyatakan
dalam kompleks tanggapan berupa ekspresi vokal, ekspresi muka, dan petunjuk
nonverbal lainnya, keseluruhan tanggapan kembali tersebut sangat penting bagi
pengukuran efektivitas sejauh mana tingkat keberhasilan komunikasi tercapai.
II.1. 4 Fungsi Komunikasi
Effendi (2000 : 27) menjelaskan, apabila komunikasi dipandang dari arti yang lebih
luas, tidak hanya diartikan sebagai pertukaran pesan dan berita, tetapi sebagai kegiatan
individu dan kelompok mengenai tukar-menukar data, fakta, dan ide, maka fungsinya
dalam setiap sistem sosial adalah sebagai berikut:
1) Informasi : Pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaran berita, data,
gambar, fakta dan pesan, opini dan komentar yang dibutuhkan agar orang dapat
Universitas Sumatera Utara
mengerti dan bereaksi secara jelas terhadap kondisi internasional, lingkungan, dan
orang lain, agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
2) Sosialisasi (pemasyarakatan) : Penyediaan sumber ilmu pengetahuan yang
memungkinkan orang bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat yang
efektif yang menyebabkan ia sadar akan fungsi sosialnya sehingga ia dapat aktif
di dalam masyarkat.
3) Motivasi : Menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendek maupun jangka
panjang, mendorong kegiatan individu dan kelompok berdasarkan tujuan bersama
yang akan dikejar.
4) Perdebatan dan diskusi : Menyediakan dan saling tukar fakta yang diperlukan
untuk memungkinkan persetujuan atau menyelesaikan perbedaan pendapat
mengenai masalah publik, menyediakan bukti-bukti yang relevan yang diperlukan
untuk kepentingan umum dan agar masyarakat lebih melibatkan diri dalam
masalah yang menyangkut kegitan bersama di tingkat internasional, nasional, dan
lokal.
5) Pendidikan : Pengalihan ilmu pengetahuan sehingga mendorong perkembangan
intelektual, pembentukan watak, dan pendidikan keterampilan serta kemahiran
yang diperlukan pada semua bidang kehidupan.
6) Memajukan kebudayaan : Penyebarluasan hasil kebudayaan dan seni dengan
maksud melestarikan warisan masa lalu, perkembangan kebudayaan dengan
memperluas horizon seseorang, membangunkan imajinasi dan mendorong
kreativitas serta kebutuhan estetikanya.
Universitas Sumatera Utara
7) Hiburan : Penyebarluasan sinyal, simbol, suara, dan citra (image) dari drama, tari,
kesenian, kesusasteraan, musik, komedi, olahraga, permainan, dan sebagainya
untuk rekreasi dan kesenangan kelompok dan individu.
8) Integrasi : Menyediakan bagi bangsa, kelompok, dan individu kesempatan
memperoleh berbagai pesan yang diperlukan mereka agar mereka dapat saling
kenal dan mengerti dan menghargai kondisi, pendangan, dan keinginan orang
lain.
Sedangkan menurut Harold D. Lasswell, proses komunikasi di masyarakat
menunjukkan tiga fungsi :
1) Pengamatan terhadap lingkungan (the surveillance of the environment),
penyingkapan ancaman dan kesempatan yang mempengaruhi nilai masyarakat
dan bagian-bagian unsur di dalamnya.
2) Korelasi unsur-unsur masyarakat ketika menanggapi lingkungan (correlation of
the components of society in making a response to the environment).
3) Penyebarluasan warisan sosial (transmission of the social inheritance). Disini
berperan sebagai pendidik, baik dalam kehidupan rumah tangganya maupun di
sekolah, yang meneruskan warisan sosial kepada keturunan berikutnya.
Aristoteles mengatakan suatu pesan akan terlaksana dengan baik hanya cukup
dengan tiga unsur saja yaitu, sumber, pesan dan penerima. Sedangkan Claude E. Shannon
dan Warren Weaver (1949) menyatakan bahwa proses komunikasi memerlukan unsur
pengirim, transmitter, signal, penerima dan tujuan (Cangara, 2003:22).
Universitas Sumatera Utara
II.2 Teknologi Komunikasi
Kecanggihan teknologi semakin berkembang sejalan dengan era yang semakin
maju dan penelitian-penelitian baru yang dilakukan manusia untuk mendapatkan
penemuan-penemuan baru termasuk bidang komunikasi.
Kata teknologi berasal dari asal kata Latin Texere yang berarti to weave (menenun)
atau to construct (membangun) (Rogers, 1986). Kata teknologi tidak hanya terbatas kepada
penggunaan mesin-mesin, meskipun dalam pengertian sempit sering digunakan keterkaitan
teknologi dan mesin dalam bahasa sehari-hari.
Menurut BNET Business Dictionary (2008), Teknologi Komunikasi adalah sistem
elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau kelompok orang.
Teknologi komunikasi memfasilitasi komunikasi antar individu atau kelompok orang yang
tidak bertemu secara fisik dilokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telepon,
telex, fax, radio, audio video’ electronic, data incharge dan e-mail. Teknologi komunikasi
adalah peralatan-peralatan perangkat keras, struktur organisasi, dan nilai sosial yang mana
individu mengumpulkan, memproses dan terjadi pertukaran informasi dengan individu
lain (Rogers, 1986).
Teknologi komunikasi dan informasi sebagai suatu produk dan proses telah
berkembang sedemikian rupa sehingga mempengaruhi segenap kehidupan manusia dalam
berbagai bentuk aplikasi. Tofler
yang dikutip oleh Yusuf Hadi Miarso (2007)
menggambarkan perkembangan itu sebagai revolusi yang berlangsung dalam tiga
gelombang, yaitu:
Universitas Sumatera Utara
•
Gelombang ke-1: timbul dalam bentuk teknologi pertanian yang telah
berlangsung ribuan tahun
•
Gelombang ke-2: teknologi industri yang berlangsung hanya dalam masa 300
tahun, dan
•
Gelombang ke-3: merupakan revolusi teknologi elektronik dan informatika, yang
berlangsung hanya dalam kurun waktu puluhan tahun saja.
Secara umum perkembangan dalam era informasi menunjukkan ciri-ciri sebagai
berikut:
a. Meningkatnya daya muat untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasikan
dan menyajikan informasi
b. Kecepatan penyajian informasi yang meningkat
c. Miniaturisasi perangkat keras yang disertai dengan ketersediaannya yang
melimpah
d. Keragaman pilihan informasi untuk melayani berbagai macam kebutuhan
e. Biaya perolehan informasi, terutama biaya untuk transmisi data yang cepat dalam
jarak jauh, yang secara relatif semakin turun
f. Kemudahan pengunaan produk teknologi komunikasi dan informasi, baik yang
berupa perangkat keras maupun perangkat lunaknya
g. Kemampuan distribusi informasi yang semakin cepat dan luas, dan karena itu
informasi lebih mudah diperoleh, denagn menembes batas-batas geografis, politis
maupun kedaulatan
Universitas Sumatera Utara
h. Meningkatnya kegunaan informasi dengan keanekaragaman pelayanan yang
dapat diberikan, hingga memungkinkan pemecahan masalah yang ada secara lebih
baik serta dibuatnya prediksi masa depan yang lebih tepat (Miarso, 2007: 487488).
Rujukan-rujukan penting yang terkandung dalam teknologi komunikasi seperti
yang dikemukakan oleh Miarso (2007: 491), sebagai berikut:
1. Proses harus rasional dan efisien
2. Harus mensistem karena segala sesuatu akan mempunyai dampak dan
dipengaruhi oleh hal-hal lain dalam lingkungannya.
3. Harus bersistem, yaitu mempertimbangkan segala varibel yang mungkin
berpengaruh dalam menentukan prosedur tindakan agar proses itu efektif,
4. Melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan,
5. Mengarah pada pemecahan masalah bersama,
6. Memadukan berbagai prinsip, konsep, dan gagasan,
7. Mempertimbangkan kondisi lingkungan (lokal, nasional, maupun internasional)
untuk mencapai tujuan.
Everett M. Rogers, 1986 dalam Bungin (2006: 111), mengatakan bahwa dalam
hubungan komunikasi di masyarakat, dikenal empat era komunikasi, yaitu era tulis, era
media cetak, era media telekomunikasi dan era media komunikasi interaktif. Dalam era
terakhir, yakni era media komunikasi interaktif yang dikenal media komputer, video text,
teleconferensing, TV kabel, dan sebagainya. Berdasarkan penjelasan Rogers itulah, maka
Universitas Sumatera Utara
masyarakat percaya bahwa perkembangan teknologi media berkembang dimulai dari era
media tulis dan cetak.
Teknologi komunikasi berubah dengan begitu cepat sehingga banyak orang
berbicara tentang “revolusi teknologi” atau “ledakan informasi”. Beberapa teknologi baru
yang sedang dalam proses pengembangan atau yang ada sekarang adalah videotape
recorder, video cassette, TV kabel, surat kabar online, akses pelayanan informasi
komputer dengan computer pribadi di rumah, internet dan world wide web, serta CDROM. Banyak teknologi ini mempunyai dampak yang dragmatis yaitu memberikan
pengguna control yang jauh lebih banyak pada proses telekomunikasi dan informasi yang
diterima (Severin dan Tankard, 2007: 305).
Dalam sejarah perkembangan pendidikan, teknologi komunikasi adalah bagian
daripada media yang digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak,
mulai dari teknologi percetakan beberapa abad yang lalu, seperti buku yang dicetak,
hingga media telekomunikasi seperti, suara yang direkam pada kaset, video, televisi dan
CD. Perkembangan teknologi komunikasi seperti Blackberry telah mengarahkan sejarah
teknologi pendidikan pada alur yang baru.
II.3 Blackberry
Blackberry adalah perangkat selular yang memiliki kemampuan layanan push email, telepon, sms, menjelajah internet dan berbagai kemampuan nirkabel lainnya.
Pennggunaan gadget canggih ini begitu fenomenal belakangan ini, sampai menjadi suatu
kebutuhan untuk fashion.
Universitas Sumatera Utara
Blackberry pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 oleh perusahaan Kanada,
Research in Motion (RIM). Kemampuannya menyampaikan informasi melalui jaringan
data nirkabel dari layanan perusahaan telepon genggam hingga mengejutkan dunia. Saat ini
siapa yang tidak kenal dengan smartphone Blackberry , fenomena gadget canggih ini yang
menjadi kebutuhan fashion saat ini.
Blackberry masuk dan diperkenalkan di Indonesia pada pertengahan Desember
2004 oleh perusahaan operator Indosat dan perusahaan Starhub. Perusahaan Starhub
merupakan pengejewantahan dari RIM yang merupakan rekan utama Blackberry. Pasar
Blackberry kemudian diramaikan oleh dua operator besar lainnya di tanah air
yakni Excelcom dan Telkomsel. Akibat tuntutan pemerintah Indonesia, Blackberry
akhirnya membuka kantor perwakilan di Indonesia pada November 2010.
Produk yang menjadi andalan Blackberry yaitu layanan push email-nya karena
semua email baru, daftar kontak dan informasi kalender ‘didorong’ secara otomatis masuk
kedalam Blackberry dan dengan push e-mail milik Blackberry pengiriman dan penerimaan
e-mail dengan Blackberry dapat dengan mudah dilakukan dan tentunya e-mail yang
dikirim dan diterima sudah mengalami proses kompresi dan scan di server Blackberry
sehingga aman dari virus. Blackberry juga dapat menampung puluhan bahkan ratusan email yang masuk tanpa khawatir smartphone Blackberry akan mengalami hang asalkan
memori yang kita cadangkan cukup besar untuk menampungnya.
Selain itu fitur lain yang dimiliki Blackberry yaitu terseduanya beberapa fasilitas
chatting Blackberry Messenger yaitu fasilitas chatting dengan memasukkan PIN
Blackberry untuk menambah teman dan bertukar informasi seperti Yahoo Messenger jika
Universitas Sumatera Utara
untuk menambah teman anda, maka Blackberry memiliki fitur PIN Blackberry sebagai
identitas.
II.4 Kebutuhan Informasi
Kebutuhan adalah salah satu aspek psikologis yang menggerakkan makhluk hidup
dalam
aktivitas-aktivitasnya
dan
menjadi
dasar
atau
alasan
berusaha
(http://id.wikipedia.org/kebutuhan)
Mc Quail berpendapat bahwa kebutuhan berasal dari “pengalaman sosial” dan
bahwa media massa sekalipun “kadang-kadang dapat membantu membangkitkan khalayak
ramai suatu kesadaran akan kebutuhan tertentu yuang berhubungan dengan situasi
sosialnya” (Lull, 1998:117)
Aktivitas atau kegiatan yang dilaksanakan manusia dalam kehidupannya sehari-hari
untuk mencapai sasaran tertentu biasanya akan memalui proses pemuasan akan kebutuhan.
Jika seseorang merasa kesepian dan ingin bersosialisasi, tetapi malu dan terhalang dalam
situasi sosial, dia dapat berpaling pada media untuk mendapatkan interaksi tidak langsung
dan kemudian kebutuhannya pun terpuaskan sesuai apa yang dinikmatinya di media yang
ia tunjuk.
Dengan adanya kebutuhan dari diri khalayak, membuat khalayak menjadi aktif
dalam menggunakan media. Khalayak menjadi produktif dalam mengkonsumsi media,
sehingga khalayak akan memilih media yang diinginkannya. Untuk memenuhi kebutuhankebutuhan manusia tersebut dalam rangka memuaskan kebutuhan dalam penggunaan
mereka terhadap media maka dikaitkanlah motif- motif tertentu dalam tindakan sosialnya.
Universitas Sumatera Utara
Barelson (1989) dalam (Rakhmat, 2004: 199) mengemukakan alasan khalayak
membaca surat, alasan tersebut ternyata terbagi kedalam lima kategori membaca untuk
memperoleh informasi, membaca untuk menadapat prrestise sosial, membaca untuk
melarikan diri dari ketegangan atau stress, membaca sebagai kebutuhan sehari-hari dan
membaca untuk mengetahui keadaan lingkungan sosial.
Jika dihubungkan dengan penggunaan media, motif seorang anggota khalayak
adalah untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan fungsi media itu sendiri . adapun
fungsi media yang sesuai dengan pendekatan uses and gratification adalah:
1. Informasi
− Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan
lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia
− Mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah praktis, pendapat, hal0hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan
− Memuaskan rasa ingin tahu
− Belajar. Pendidikan sendiri
2. Identitas diri
− Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi
− Menemukan model perilaku
− Mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai lain (dalam media)
− Meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri
3. Integrasi dan interaksi sosial
− Menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial
Universitas Sumatera Utara
− Memperoleh teman
− Memperoleh pengetahuan tentang orang lain, empati sosial
4. Hiburan
− Me;lepaskan diri atau terpisah dari permasalahan
− Bersantai
− Memperoleh kenikmatan jiwa (Mc Quail, 1996:72)
Kebutuhan pada dasarnya memiliki kaitan erat dengan faktor motivasi. Pemenuhan
kebutuhan informasi dilatarbelakangi oleh adanya motivasi tertentu yang ada dalam diri
individu. Motif merupakan suatu pengertian yang melingkupi semua penggerak, alasanalasan atau dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan manusia berbuat sesuatu.
Perbedaan motif ini juga berlaku dalam perilaku penggunaan media. Berbedanya motif
seseorang dalam menggunakan media menimbulkan perbedaan pula pada tingakat
kepuasan yang didapat individu dalam menggunakan media. Semakin sesuai pesan
komunikasi dengan motivasi semakin besar pula kemungkinan tersebut dapat diterima
dengan baik oleh komunikan (Ardianto dkk, 2004: 87).
Dalam Rakhmat (2005: 205), Elihu Katz, Jay G. Blumler, dan Michael Gurevitch,
uses and gratification meneliti asal mula kebutuhan secara psikologis dan sosial, yang
menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau sumber-sumber lain, yang membawa
pada pola terpaan media yang berlainan (atau keterlibatan pada kegiatan lain), dan
menimbulkan pemenuhan kebutuhan dan akibat-akibat lain, barangkali termasuk juga yang
tidak kita inginkan.
Universitas Sumatera Utara
Elihu Katz dalam (Nurudin, 2004: 184) mengidentifikasi lima kelompok yang
dibutuhkan dalam hal penggunaan media, yaitu:
6. Kebutuhan Kognitif (Cognitive Needs)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan informasi, pengetahuan dan
pemahaman mengenai lingkungan. Kebutuhan ini didasarkan pada hasrat untuk
memahami dan menguasai lingkungan, juga memuaskan rasa penasaran dan
dorongan untuk penyelidikan.
7. Kebutuhan Afektif (Affective Needs)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan pengalaman-pengalaman
yang
estetis, menyenangkan dan emosional.
8. Kebutuhan Pribadi secara Integratif (Personal Integrative Needs)
Kebutuhan individu yang terintegrasi melalui pengalaman dan sikap individu
tersebut dalam memahami setiap sikap, tindakan dan pengalaman tersebut.
9. Kebutuhan Sosial secara Integratif (Social Integrative Needs)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan kontak dengan keluarga, teman dan
dunia. Hal-hal tersebut didasarkan pada hasrat beafiliasi.
10. Kebutuhan Pelepasan (Escapist Needs)
Kebutuhan yang berkaitan dengan upaya menghindarkan tekanan, ketegangan dan
hasrat akan keanekaragaman. Dengan adanya Kebutuhan- Kebutuhan dari diri
khalayak, membuat khalayal menjadi aktif dalam menggunakan media. Khalayak
menjadi produktif dalam mengkonsumsi media, sehinngga khalayak akan
memilih media yang diinginkannya.
Universitas Sumatera Utara
Keinginan dan kebutuhan masing-masingindividu berbeda dari waktu ke waktu dan
dari tempat ke tempat, sehingga motif juga berbeda-beda. Motif seseorang bisa bersifat
tunggal, bisa juga bergabung. Melihat berbagai motif yang berbeda antara orang-perorang,
maka intensitas tanggapan seseorang terhadap pesan komunikasi pun akan berbeda sesuai
dengan jenis motifnya.
Dennis Mc Quial dkk dalam (Severin 2007:356), mereka menemukan 4 tipologi
motivasi khalayak yang terangkum dalam skema media – person interaction sebagai
berikut:
1. Pengalihan pelarian dari rutinitas dan masalah ; pelepasan emosi
2. Hubungan personal manfaat sosial informasi dalam percakapan; pengganti media
untuk kepentingan perkawanan
3. Identitas pribadi atau psikologi individu penguatan nilai atau penambah
keyakinan; pemahaman diri, eksplorasi realitas dan sebagainya
4. Pengawasan informasi mengenai hal-hal yang mungkin mempengaruhi seseorang
atau akan membantu sesorang melakukan atau menuntaskan sesuatu.
II.5 Teori Uses and Gratification
II. 5.1 Sejarah Teori Uses and Gratification
Salah satu teori dalam komunikasi massa yang popular dan sering digunakan
sebagai kerangka teori dalam mengkaji realitas komunikasi massa adalah Uses and
Gratification. Model Uses and Gratification untuk pertama kali dijelaskan oleh Elihu Katz
(1959) dalam suatu artikel sebagai reaksinya terhadap pernyataan Bernard Barelson (1959)
bahwa penelitian komunikasi tampaknya akan mati. Katz menegaskan bahwa bidang
Universitas Sumatera Utara
kajian yang sedang sekarat itu adalah studi komunikasi massa yang persuasi. Dia
menunjukkan bahwa kebanyakan penelitian komunikasi sampai waktu itu diarahkan
kepada penyelidikan efek kampanye persuasi pada khalayak. Katz mengatakan bahwa
penelitiannya diarahkan kepada jawaban terhadap pertanyaan, apa yang dilakukan media
untuk khalayak? (what do the media do to people?). Model Uses and Gratification
menunjukkan bahwa yang menjadi permasalahan utama bukanlah media memenuhi
kebutuhan pribadi dan sosial khalayak (Effendi, 2003: 289).
Model ini merupakan suatu loncatan dramatis dari model jarum hipodermik. Model
ini tidak tertarik pada apa yang dilakukan media terhadap khalayaknya tetapi lebih tertarik
pada apa yang dilakukan khalayak terhadap media. Anggota khalayak diangggap secara
aktif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya. Dari sini timbul istilah Uses
and Gratification,
penggunaan dan pemenuhan kebutuhan. Dalam asumsi ini tersirat
pengertian bahwa komunikasi massa
berguna (utility); bahwa komunikasi media
diarahkan oleh motif (intentionality); bahwa perilaku media mencerminkan kepentingan
dan preferensi (selectivity); dan bahwa khalayak sebenarnya kepala batu
(stubborn).
Karena penggunaan media hanyalah satu cara untuk memenuhi kebutuhan psikologis, efek
media dianggap sebagai situasi ketika kebutuhan itu terpenuhi.
Universitas Sumatera Utara
Model Uses and Gratification dapat dilukiskan seperti terlihat pada gambar
dibawah ini:
Gambar 2. Uses and Gratification
Antaseden
Motif
Penggunaan Media
Efek
Variabel Individual
Personal
Hubungan
Kepuasan
Variabel Lingkungan
Diversi
Macam isi
Pengetahuan
Personal Identity
Hubungan dengan isi
(Rakhmat: 2004: 66)
Antaseden meliputi variabel individual yang terdiri dari data demografis seperti
usia, jenis kelamin dan faktor-faktor psikologis komunikan, serta variabel lingkungan
seperti organisasi, sistem sosial dan struktur sosial. Motif dapat dioperasionalkan dengan
berbagai cara: unfungsioanal (hasrat melarikan diri, kontak sosial atau bermain),
bifungsional (informasi-edukasi, fantasist escapist, atau gratifikasi segera tertangguhkan),
empat fungsional (diversi, hubungan personal, identitas personal dan surveillance;
surveillance (bentuk-bentuk pencarian informasi), korelasi, hiburan, transmisi budaya) dan
multifungsional.
Penggunaan media terdiri dari jumlah waktu yang digunakan dalam berbagai jenis
isi media yang dikonsumsi dan berbagai hubungan antara individu konsuman media
dengan isi media yang dikonsumsi atau dengan media secara keseluruhan. Efek media
dapat dioperasionalkan sebagai evaluasi kemampuan media untuk memberikan kepuasan,
sebagai depedensi media, dan sebagai pengetahuan (Rakhmat, 2004:65).
Universitas Sumatera Utara
Banyak orang membaca karena merasa bahwa hal itu berterima secara sosial dan
sebagian orang merasa bahwa surat kabar merupakan hal yang tak tergantikan dalam
mencari informasi mengenai berbagai persoalan yang ada di dunia. Namun demikian,
banyak juga yang mencari pelarian, relaksasi hiburan, dan prestise sosial. Orang-orrang ini
mengerti bahwa kesadaran akan persoalan-persoalan umum sangat berharga dalam
percakapan. Sebagian yang lain mencari bantuan untuk kehidupan sehari-hari mereka
dengan membaca materi yang berkenaan denagn mode, resep makanan, ramalan cuaca
maupun informasi yang bermanfaat lainnya.
Apa yang mendorong kita untuk menggunakan media? Mengapa kita senang acara
X dan membenci acara Y? Bila anda kesepian, mengapa anda lebih memilih
mendengarkan music klasik dalam radio daripada membaca novel? Apakah media massa
berhasil memenuhi kebutuhan kita? Inilah diantara sekian banyak pertanyaan yang
berkenaan dengan Uses and Gratification. Teori ini tidak tertarik pada apa yang dilakukan
media pada diri seseorang tetapi ia tertarik pada apa yang dilakukan orang terhadap media.
Teori ini menekankan bahwa khalayak dianggap secara aktif menggunakan media untuk
memenuhi kebutuhannya. Studi dalam bidang ini memusatkan perhatian pada penggunaan
(uses) media untuk mendapatkan kepuasan (gratification) atau kebutuhan seseorang.
Penggunaan isi media untuk mendapatkan pemenuhan atas kebutuhan seseorang
atau Uses and Gratification salah satu teori dan pendekatan yang sering digunakan dalam
komunikasi. Teori dan pendekata ini tidak mencakup atau mewakili keseluruhan proses
komunikasi, karena sebagian besar perilaku audiens hanya dijelaskan melalui berbagai
kebutuhan dan kepentingan mereka sebagai suatu fenomena mengenai proses penerimaan
pesan media (Bungin, 2006:284).
Universitas Sumatera Utara
Efek merupakan perubahan perilaku manusia setelah diterpa pesan media massa.
Karena fokusnya pesan, maka efek haruslah berkaitan dengan pesan disampaikan media
massa. Kita cenderung melihat efek media massa baik yang berkaitan dengan pesan
maupun dengan media itu sendiri. Pendekatan kedua ialah melihat jenis perubahan yang
terjadi pada diri khalayak komunikasi massa, penerimaan informasi, perubahan perasaan
atau sikap, dan perubahan perilaku atau dengan istilah lain perubahan kognitif, afektif dan
behavioral. Pendekatan yang ketiga meninjau satuan observasi yang dikenai efek
komunikasi massa individu, kelompok atau bangsa (Rakhmat, 2005: 218).
Riset yang lebih mutakhir dilakukan oleh Dennis McQuail dan kawan-kawan dan
mereka menemukan empat tipologi motivasi khalayak yang terangkum dalam skema media
– person interaction sebagai berikut (Severin dan Tankard 2007:356):
1. Pengalihan pelarian dari rutinitas dan masalah ; pelepasan emosi
2. Hubungan personal manfaat sosial informasi dalam percakapan; pengganti media
untuk kepentingan perkawanan
3. Identitas pribadi atau psikologi individu penguatan nilai atau penambah
keyakinan; pemahaman diri, eksplorasi realitas dan sebagainya
4. Pengawasan informasi mengenai hal-hal yang mungkin mempengaruhi seseorang
atau akan membantu sesorang melakukan atau menuntaskan sesuatu.
Universitas Sumatera Utara
II. 5.2 Asumsi Dasar Teori Uses and Gratification
Katz, Blumler & Gurevitch menjelaskan mengenai asumsi dasar dari teori Uses and
Gratification yaitu:
1. Khalayak dianggap aktif, artinya khalayak sebagai bagian penting dari
penggunaan media diasumsikan mempunyai tujuan.
2. Dalam proses komunikasi massa, inisiatif untuk mengaitkan pemuasan kebutuhan
dengan pemilihan media terletak pada khalayak.
3. Media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lain untuk memuaskan
kebutuhannya. Kebutuhan yang dipenuhi lebih luas. Bagaiman kebutuhan ini
terpenuhi melalui konsumsi media amat bergantung kepada perilaku khalayak
yang bersangkutan.
4. Tujuan pemilih media massa disimpulkan dari data yang diberikan anggota
khalayak. Artinya, orang dianggap cukup mengerti untuk melaporkan kepentingan
dan motif pada situasi-situasi tertentu.
5. Penilaian tentang arti cultural dari media massa harus ditangguhkan sebelum
diteliti lebih dahulu orientasi khalayak.
Herbert Blumler dan Elihu Katz dalam Rakhmat (1993: 204) adalah orang pertama
yang mengenalkan teori ini. Teori ini mengatakan bahwa pengguna media memainkan
peran aktif dalam memilih dan menggunakan media tersebut. Dengan kata lain, pengguna
itu adalah pihak yang aktif dalam proses komunikasi. Pengguna media berusaha untuk
mencari sumber media yang paling baik didalam usaha memenuhi kebutuhannya.
Universitas Sumatera Utara
Menurut mereka, asumsi-asumsi dasar dari teori ini dianggap aktif, artinya
sebagian penting dari penggunaan media massa mempunyai tujuan. Dalam proses
komunikasi massa, banya inisiatif untuk mengaitkan pemuasan kebutuhan pemilihan
media terletak pada anggota khalayak. Media massa harus bersaing dengan sumber-sumber
lain untuk memuaskan kebutuhan yang dipenuhi media hanyalah bagian dari rentangan
kebutuhan manusia. Teori ini bertujuan untuk menjawab atau menjelaskan bagaimana
pertemuan antara kebutuhan seseorang dengan media atau lebih khusus informasi yang
terdap[at dalam media, terutama media massa.
Konsep dasar dari model uses and gratification oleh para pendirinya Elihu
Katz adalah sebagai berikut:
(1) Sumber sosial dan psikologis dari (2) kebutuhan yang melahirkannya (3)
harapan-harapan dari (4) media massa atau sumber-sumber yang menyebabkan (5)
perbedaan pada terpaan media massa (keterlibatan dalam kegiatan lain) dan menghasilkan
(6) pemenuhan kebutuhan dan (7) akibat-akibat lain seringkali akibat yang tidak
dikehendaki.
Oleh karena adanya kebutuhan manusia yanh berbeda maka khalayak cenderung
memilih media atau jenis media yang dirasakan dapat memenuhi kebutuhan dan member
kepuasan. Dengan perkataan lain, pendekatan uses and gratification menunjukka
bagaimana tingkah laku khalayak bukanlah permasalahan penting, tetapi yang lebih utama
adalah dapat memenuhi kebutuhan pribadi sosial khalayak. Jadi, penekanannya adalah
khalayak menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.
Universitas Sumatera Utara
Download