program underwear rulesuntuk mencegah kekerasan

advertisement
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI
DOI: https://doi.org/10.21009/JPUD.092
DOI: https://doi.org/10.21009/JPUD.092.02
PROGRAM UNDERWEAR RULESUNTUK MENCEGAH
KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK USIA DINI
RISTY JUSTICIA
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setia Budhi, Bandung. E-mail: [email protected]
Abstract: This article discusses the conceptual studies relating to the prevention of sexual abuse in
early childhood through underwear program rules. Program rules underwear is a place for
parents and teachers to teach how to provide sex education for early childhood as an effort to
prevent the occurrence of sexual abuse in children. The good efforts to prevent sexual violence by
people who are closest to the child, parents and teachers. Early childhood is an individual who
has the true curiosity one of which is sexual knowledge. As for the topics that are presented in this
article include several things, among others, the concept of early childhood sex education, sexual
abuse in early childhood, early childhood sex education.. The authors in this article so that a
parent can anticipate sexual abuse in early childhood, which may be giving out advice and efforts
so that the child can keep his body of people who intend to poor children. In addition, the child
can know the boundaries of others as well as touch guard against malicious behavior of the
people around the child.
Keywords: sex education, child abuse, early childhood
Abstrak : Artikel ini membahas mengenai kajian konseptual terkait dengan pencegahan kekerasan
seksual pada anak usia dini melalui program underwear rules. Program underwear rules ini
merupakan wadah untuk para orangtua dan guru untuk mengajarkan cara memberikan pendidikan
seksual bagi anak usia dini sebagai upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada anak.
Upaya pencegahan kekerasan seksual baiknya diberikan oleh orang yang terdekat bagi anak yaitu,
orangtua dan guru. Adapun pokok bahasan yang disajikan dalam artikel ini meliputi beberapa hal,
antara lain konsep pendidikan seks anak usia dini, kekerasan seksual pada anak usia dini,
pendidikan seks anak usia dini Kesimpulan penulis dalam artikel ini agar orangtua dapat
mengantisipasi kekerasan seksual pada anak usia dini, yaitu dapat memeberikan nasihat dan upaya
agar anak dapat menjaga tubuhnya dari orang yang berniat buruk pada anak. Selain itu, anak dapat
mengetahui batasan-batasan sentuhan dari orang lain serta waspada terhadap perilaku jahat dari
orang disekitar anak.
Kata kunci: pendidikan seks, kekerasan anak, anak usia dini
Masa
usia
dini
sering
dimana anak memiliki kemampuan
dikatakan sebagai masa keemasan
penyerapan informasi yang sangat
atau The Golden Age Moment. Usia 0
pesat. Kepesatan kemampuan otak
sampai dengan 8 tahun adalah masa
anak
dalam
menyerap
berbagai
217
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI
Volume 9 Edisi 2, November 2016
informasi di sekitarnya juga diiringi
tahun. Rasa ingin tahu anak ini
dengan rasa ingin tahu yang sangat
seharusnya mendapatkan penjelasan
tinggi (Hurlock: 2006). Rasa ingin
yang benar mengenai pengetahuan
tahu yang sangat tinggi ditunjukkan
seksual.
anak dengan aktif bertanya tentang
keliru yang diperoleh anak, akan
berbagai hal yang mereka temui,
menimbulkan persepsi yang keliru
serta mencari tahu berbagai jawaban
tentang
yang
reproduksi, dan seksualitas. Hal ini
mereka
inginkan
dengan
bereksplorasi.
alat
dapat
Salah satu rasa ingin tahu
yang sangat tinggi pada anak usia
sendiri
menurut
Santrock
seks
kelamin,
yang
proses
berdampak
penyimpangan
pada
perlakuan
seksual
(Sciaraffa&Randolph : 2001,1).
dini adalah berkaitan dengan seks.
Seks
Pengetahuan
Penyimpangan
perilaku
seksual yang terjadi disalah satu
(2005) bahwa seks berhubungan
sekolah
bergensi
di
dengan jenis kelamin laki-laki dan
belakangan ini merupakan bukti dari
perempuan,
jenis
kelamin
yang
minimnya pengetahuan seks pada
ditentukan
secara
biologis
yang
anak. Komisi Perlindungan Anak
melekat pada jenis kelamin tertentu
Indonesia
yang tidak dapat diubah karena
bahwa tahun 2011 ada 2509 laporan
perbendaan
kekerasan, di mana 59%-nya adalah
tersebut
berlaku
sepanjang zaman.
kekerasan
Pada usia 4-6 tahun dimana
kemampuan
(KPAI)
Jakarta
anak
menyerap
seksualyang
2012
terdapat
laporan,
2637
diantaranya
ingin tahu anak yang sangat tinggi
seksual.
Namun
tersebut
Merdeka
Sirait,
perkembangan
peran
dengan
seks
kemudian
meningkattahun
informasi yang luar biasa dan rasa
seiring
menyatakan
adalah
dimana
62%-
kekerasan
menurut
Ketua
Arist
Komnas
yang
Perlindungan Anak meyakini angka
berkembang pesat (Pitkoff: 2008).
tersebut jauh melebihi kenyataannya
Menurut Freud (dalam Arif: 2006)
karena
perkembangan
korban yang enggan melaporkan
seksual
dimasa
kanak-kanak, terjadi pada usia 0-5
218
masih
banyak
(Choirudin: 2014).
keluarga
Pogram Underwear Rules…
Risty Justicia
Permasalahan utama keluarga
pengetahuan
seksual
menunjukan
korban enggan melaporkan kepada
persentasi yang cukup tinggi untuk
pihak yang berwajib, bahwasanya
perilaku seksual. Oleh karena itu,
pelaku
anak harus mengetahui
kekerasan
seksual
batasan-
merupakan keluarga dekat korban
batasan orang lain yang memegang
(paman, pekerja, sepupu) (Maslihah :
tubuhnya, untuk bisa melakukan
Para
2006).
pelaku
kekerasan
seksual 68 persen dilakukan oleh
perlawanan atau melaporkan kepada
pihak yang dapat dipercaya.
orang yang dikenal anak, termasuk
Mengingat betapa pentingnya
34 persen dilakukan oleh orangtua
masalah mengenai pengetahuan seks
kandung
(Nainggolan :
maka kesadaran akan pendidikan
2008). Sementara itu usia korban
seks perlu ditumbuhkan pada masa
rata-rata berkisar antara 2–15 tahun
anak usia dini. Hal ini sependapat
bahkan
sendiri
diantaranya
dilaporkan
masih berusia 1 tahun 3 bulan. Hal
ini didukung oleh Aris Sirait (dalam
Wardah : 2014) menegaskan "bahwa
tempat
kejadian
setelah
sekolah
adalah
rumah”,
maka
pelaku
kekerasan seksual kebanyakan orang
yang dikenal dekat dengan korban.
Oleh
seharusnya
karena
itu,
mengetahui
anak
batasan
tubuh yang boleh dan yang tidak
boleh disentuh oleh orang lain
(Brown : 2009). Menurut penelitian
yang dilakukan oleh Rahmawati
(2102) dari 20 responden anak
sekolah dasar negeri 16 Banda
Aceh,anak yang tidak menerima
dengan penelitian Ambarwati (2013)
bahwa terdapat hubungan positif
yang signifikan antara pengetahuan
ibu
tentang
dengan
pendidikan
penerapan
seksualitas
pada
seksual
pendidikan
anak
usia
pra
sekolah. Senada dengan pendapat
Sarlito
(dalam
bahwa
pendidikan
seks
yang
orangtua
tidak
hanya
diberikan
Maslihah:
2006)
penerangan tentang seks semata,
akan tetapi juga harus mengandung
penjagaan dirinya dari orang yang
berniat buruk pada anak (Brown :
2009).
Dengan
pendidikan
secara
seks
demikian,
tidak
“telanjang”
atau
diberikan
vulgar
219
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI
Volume 9 Edisi 2, November 2016
melainkan secara “kontekstual”.
yang diberikan terlalu dini akan
Lanjut dari penelitian, Ana &
Maria
beberapa
orang
tua
semakin membuat anak penasaran
dalam seks dan akan melakukan
berpendapat bahwa penting berbicara
penyimpangan-penyimpangan
mengenai seksual pada anak dengan
seksual (Coleman & Charles : 2009).
percakapan terbuka, walaupun orang
Namun hal ini tidak dibenarkan
tua
dalam
dalam peneltian manapun. Malahan
penelitian
sebaliknya, pendidikan seks yang
Ching (2005) menunjukan bahwa
diberikan pada anak usia dini akan
orang tua di negara Amerika dan
membuat anak mengetahui batasan
Hongkong memiliki kesulitan yang
mereka sebagai seseorang laki-laki
sama
dan seseorang perempuan.
mengalami
berkomunikasi.
di
kesulitan
Dari
Indonesia
dalam
memberikan pendidikan seksual pada
anak.
Penelitian-penelitian
menunjukan
bahwa
diatas
orangtua
di
Pendidikan
seks
bisa
ditanamkan sejak dini saat anak
mulai
mengajukan
pertanyaan
Amerika, Hongkong dan Indonesia
mengenai hal-hal yang berkaitan
memiliki permasalahan yang sama
dengan seksualitas. Misalnya saat
dalam memberikan pendidikan seks
anak bertanya mengapa organ tubuh
pada anak usia dini, padahal masa
laki-laki berbeda dengan perempuan
anak usia dini adalah masa yang
atau mengapa anak laki-laki harus
sudah cukup untuk anak memiliki
berdiri ketika buang air kecil berbeda
pendidikan seks.
dengan anak perempuan yang harus
Kenyataan
Indonesia,
jongkok (Sugiasih : 2010). Dari
orangtua masih menganggap taboo
pertanyaan sederhana itu, orang tua
membicarakan pendidikan seks pada
bisa
anak
Randolph,
pendidikan seks mulai dari tingkat
2011;Pitkoff:2008; Counterman &
paling dasar mengenai organ tubuh
Kirkwood: 2013). Orang tua yang
dan fungsinya.
(Sciaraffa
meragukan
dalam
di
&
memberikan
pendidikan seks pada anak karena
menurut orangtua pendidikan seks
220
memulai
menanamkan
Pogram Underwear Rules…
Risty Justicia
Kekerasan Seksual pada Anak
anak dapat berupa : a) perlakuan
Usia Dini
yang tidak senonoh dari orang lain,
Kekerasan
adalah
b) kegiatan yang menjurus pada
keterlibatan anak dalam kegiatan
pornografi, c) perkataan-perkataan
seksual yang dilakukan oleh anak
porno dan tindakan pelecehan organ
yang belum mencapai batasan umur
seksual anak, d) perbuatan cabul dan
tertentu yang ditetapkan oleh hukum
persetubuhan pada anak-anak yang
negara dengan orang dewasa atau
dilakukan oleh orang lain dengan
anak lain yang usianya lebih tua
tanpa tanggung jawab, e) tindakan
(UNICEF
seksual
Undang-Undang
tt).
mendorong
atau
memaksa
anak
Perlindungan Anak memberi batasan
terlibat dalam kegiatan seksual yang
bahwa
melanggar
yang
dimaksud
dengan
hukum
seperti
anakadalah seseorang yang belum
dilibatkannya anak pada kegiatan
berusia 18 (delapan belas tahun),
prostitusi. (UNICEF tt.)
termasuk anak yang masih dalam
Frekuensi
dan
durasi
kandungan (UU Perlindungan Anak
terjadinya pelecehan seksual dan
no 23 tahun 2002).
tindak kekerasan juga berpengaruh
(World
terhadap dampak yang ditimbulkan
kekerasan
seiring pertumbuhan anak. Semakin
seksual adalah keterlibatan anak
sering frekuensinya atau semakin
dalam aktivitas seksualdengan orang
lama durasinya maka trauma yang
dewasa atau dengan anak kecil
ditimbulkan pada anak juga semakin
lainnya (anak kecil yang memiliki
besar (Crisalli : 2010; Widya : 2015).
kekuasaan
dibanding
Semakin
yanganak
tidak
Menurut
Health
WHO
Organization)
sepenuhnya,
memberikan
korban)
memahami
tidak
mampu
persetujuan
untuk
besar
trauma
yang
ditimbulkan maka semakin panjang
waktu pemulihan yang di butuhkan.
Rafanello
(2010)
juga
ini
menambahkan bahwa “side effect”
melanggar hukum atau tabu sosial
anak akan mengalami gangguan
masyarakat. Kekerasan seksual pada
paranoid, trauma berkepanjangan,
melakukan
dan
kegiatan
221
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI
Volume 9 Edisi 2, November 2016
ketika ia dewasa akan mengalami
2014; Pitkoff : 2015). Pada anak usia
masalah berkaitan dengan lawan
dini, pendidikan seks dapat diberikan
jenis.Lebih ironisnya dampak lain
untuk
dari kekerasan fisik dan pelecehan
menjelaskan
seksual yang diterima anak adalah
kelamin laki-laki dan perempuan
mereka kelak bisa tumbuh menjadi
serta menjaga diri sendiri dari orang-
pribadi yang apatis. Selain itu,
orang yang berniat buruk melakukan
dampak
kekerasan seksual.
korban kekerasan seksual
menjelaskan
yang menimpa ketika masa usia dini
memiliki
dampak
yang
hal-hal
tentang
yang
fungsi
alat
Salah satu tujuan pentingnya
lebih
pendidikan seks pada anak usia dini
kompleks seperti kelainan seksual,
adalah menjaga kesehatan tubuhnya
depresi tinggi, percobaan bunuh diri
dari orang-orang yang berniat buruk
yang
pada
berulang-ulang
mungkin
kelak
dan
sangat
dirinya
akan
anak.
Susanto
Wakil
ketua
menegaskan
tentang
KPAI
dengan
melakukan tindakan yang dialaminya
pengetahuan
pada masa kecilnya alias menjadi
mampu
pelaku kekerasan dan pelecehan itu
mengadu kepada orang terdekat jika
sendiri (Corona, Jannini dan Maggi :
ada
2014; Rothman EF, Edwards EM,
tindakan
Heeren T, Hingson RW :2008)
(Rezkisari :2015). Selain mencegah
menolak,
seseorang
kejahatan
Pendidikan Seks Anak Usia Dini
Pendidikan seks adalah upaya
pengajaran,
anak
menghindar,
yang
melakukan
kejahatan
seksual
seksual,
pendidikan
seksual juga menghindari tindakan
yang seharusnya belum boleh anak
dan
lakukan karena ketidaktahuannya.
penerangan tentang masalah-masala
Diharapkan, tenaga pendidik dan
seksual yang diberikan pada anak,
kependidikan
dalam usaha menjaga anak terbebas
sudah seyogiyanya memahami dan
dari kebiasaan yang tidak Islami
memiliki
serta menutup segala kemungkinan
pembelajaran yang tepat tentang
ke
pendidikan seksual kepada anak,
arah
penyadaran,
seks,
penyimpangan-
penyimpangan seksual (Choirudin :
222
agar
dapat
sejak
keahlian
jenjang
TK
komunikasi
mengurangi
kasus
Pogram Underwear Rules…
Risty Justicia
kejahatan seksual yang kini semakin
terhindar dari penyimpangan seksual
merajalela (Crisally:2010).
(Counterman & Kirkwood: 2013).
Setidaknya
alasan
dan
ada
tujuan
beberapa
Oleh
karena
mengapa
pendidikan seks ini akan mengurangi
pendidikan seks penting diberikan
laju
kepada
kelamin
anak
(Choirudin:
sejak
2008),
usia
yaitu;
dini
1)
angka
itu
penderita
dan
terjadinya
pemberian
bisa
prilaku
penyakit
mencegah
penyimpangan
memberikan pelajaran tentang peran
seks. Materi seks tidak perlu ditutup-
jenis kelaminterutama tentang topik
tutupi, karena akan menjadikan siswa
biologis seperti kehamilan, haid,
bertambah
pubertas,
Memberikan
mencobanya. Namun, perlu juga
pemahaman tentang bagaimana sikap
disertai dengan penjelasan akibat
dan cara bergaul dengan lawan jenis,
seks itu sendiri dari orang dewasa
3)
(Bright Future : 2015)
dll,
2)
Mencegah
terjadinya
penyimpangan seksual, 4) Mampu
penasaran
dan
ingin
Cohen (2009) memberikan
membedakan mana bentuk pelecehan
empat
atau kekerasan seksual dan mana
menjawab pertanyaan anak tentang
yang bukan, 5) Mencegah agar anak
seksualitas.
tidak menjadi korban atau–bahkan
akan
pelaku–pelecehan
memberikan anak informasi yang
atau
kekerasan
langkah
dasar
untuk
Langkah-langkah
membantu
tepat
berani untuk melapor apabila terjadi
berkomunikasi efektif, diantaranya :
atau
1. Tanyakan pada anak mengapa
korban
kekerasan
seksual
orangtua
untuk
seksual, 6) Menumbuhkan sikap
menjadi
sehingga
orangtua
ini
dapat
anak bertanya pertanyaan ini.
Pendidikan seks bukan hanya
mengajarkan
seputar
Hal ini untuk melihat sejauh mana
mencegah
pengetahuan anak tentang seksual
kekerasan seksual yang dilakukan
dan dari mana anak mengetahui
orang asing, pendidikan seks juga
hal ini. Apakah anak terlibat
mengajarkan
dalam
anak
menjaga
kesehatan alat kelaminnya sehingga
seksual?
Atau
hanya
melihat? Atau hanya mendengar?
223
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI
Volume 9 Edisi 2, November 2016
2. Tanyakan pada anak kemungkinan
Program Underwear Rules
jawaban dari pertanyaanya.
Program
underwear
rules
Hal ini untuk melihat sejauh mana
adalah panduan sederhana untuk
pikirananak “kira-kiraapa
yang
membantu orang tua menjelaskan
kamu
ini?”.
pendidikan seks kepada anak di
Orangtua dapat memperkirakan
mana orang lain tidak bisa mencoba
pengetahuan
untuk menyentuh mereka, bagaimana
pikirkan
tentang
anak
tentang
pertanyaanya dan bagaimana anak
bereaksidan
mengekspresikan jawaba tersebut.
mencari
3. Jawablah
pertanyaan
bagaimana
bantuan.
untuk
Program
anak
underwear rules ini memiliki aturan
sejujurnya sesuai dengan respon
sederhana dimana anak tidak boleh
anak
disentuh oleh orang lain pada bagian
Jawablah
pertanyaan
anak
tubuhnya
yang
ditutupi
pakaian
sejujurnya dan seperlunya, jangan
dalam (underwear) anak dan anak
terlalu
informasi
tidak boleh menyentuh bagian tubuh
yang terlalu jauh. Jawaban yang
orang lain yang ditutupi oleh pakaian
terlalu kompleks akan membuat
dalam. Hal ini juga membantu
anak semakin penasaran tentang
menjelaskan
seksual.
bahwa tubuh mereka adalah milik
memberikan
4. Tanyakan
mereka
pada
anak
mengerti
kepada
anak-anak
apakah
mereka,bahwa ada rahasia yang baik
dengan
dan buruk dan sentuhan yang baik
jawabannya.
dan buruk.
Tahap ini melihat apakah anak
mengerti tentang jawaban yang
Cara
sudah diberikan. Jika anak belum
Underwear Rulespada Anak
mengerti
tentangjawabanya,
Mengajarkan
Program
Program
underwear
untuk
rules
orangtua dapat memiliki kata-kata
berkembang
membantu
yang sesuai agar anakmengerti
orangtua dan guru memulai diskusi
pendidikan seks dengan anak. Hal ini
merupakan cara yang efektif untuk
mencegah kekerasan seksual pada
224
Pogram Underwear Rules…
Risty Justicia
anak. Dalam program underwear
tubuh pribadi mereka atau seseorang
rules terdapat lima aspek penting
meminta anak untuk memperlihatkan
yang diajarkan pada anak, yaitu:
dan memegang tubuh pribadi orang
a) Tubuhkuhanya milikku
lain. Program underwear rules ini
Anak
seharusnya
mengetahui
membantu anak mengetahui dengan
tubuhnya
merupakan
jelas batasan yaitu : pakaian dalam
miliknya dan tidak ada seseorang
(underwear). Hal ini juga membantu
pun dapat menyentuhnya tanpa
orang dewasa untuk memulai diskusi
ijin dari dirinya sendiri. Mulainya
dengan anak-anak. Jika anak-anak
membuka pembicaraan sejak dini
tidak
tentang seksualitas dan “bagian
seseorang dapat diterima, pastikan
tubuh
mereka tahu untuk meminta bantuan
bahwa
yang privasi”,
dengan
yakin
apakah
perilaku
menggunakan nama yang sesuai
pada orang dewasa yang terpercaya.
dengan bagian tubuh genital dan
Buku cerita “Kiko
bagian
akan
merupakan salah satu media program
membantu anak untuk mengerti.
underwear rules untuk mengajarkan
Anak seharusnya dapat menolak
pendidikan seks pada anak
dan berkata “TIDAK” dengan
c) Rahasia yang baik dan rahasia
tubuh
lainnya
berani dan lantang pada kontak
fisik
yang
tidak
and The Hand”
yang buruk
sesuai,
Rahasia
adalah
taktik
pelaku
seksual.
Itulah
menghindar dari situasi yang
utama
tidak aman dan dapat mengadu
mengapa penting untuk mengajarkan
pada orang dewasa
perbedaan antara rahasia baik dan
b) Sentuhan yang baik dan sentuhan
yang buruk
Anak
buruk
untuk
menciptakan
iklim
kepercayaan. Setiap rahasia yang
tidak
selalu
membuat
mereka
cemas,
tidak
mengetahui sentuhan yang pantas
nyaman, takut, sedih, tidak baik dan
dan sentuhan yang tidak pantas. Beri
tidak harus disimpan, hal tersebut
tahu anak bahwa tidak baik bila
seharusnya diberitahu pada orang
seseorang melihat atau memegang
225
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI
Volume 9 Edisi 2, November 2016
dewasa yang dapat dipercaya (orang
dewasa yang mereka bisa percaya
tua, guru, polisi, dokter).
dan siap untuk mendengarkan dan
d) Pencegahan
dan
Perlindungan
membantu ketika ada hal buruk
merupakan Tanggungjawab Orang
terjadi. Intinya, anak-anak harus tahu
Dewasa.
anak-anak
bagaimana untuk mencari bantuan
dilecehkan mereka merasa malu,
kepada orang dewasa yang bisa
bersalah dan takut. Orang dewasa
dipercaya.
Ketika
harus menghindari menciptakan tabu
2) Pelaku yang dikenal
seputar seksualitas, dan pastikan
Dalam kebanyakan kasus pelaku
anak tahu kepadasiapa harus beralih
adalah seseorang yang dikenal anak.
jika mereka khawatir,cemas atau
Hal ini terutama sulit bagi anak-anak
sedih. Anak-anak mungkin merasa
untuk memahami bahwa seseorang
bahwa ada sesuatu yang salah. Orang
yang kenal mereka bisa menyiksa
dewasa harus menjadi perhatian dan
mereka. Perlu diketahui proses yang
menerima perasaan dan perilaku
digunakan
mereka. Mungkin ada banyak alasan
mendapatkan
mengapa seorang anak menolak
anak-anak. Menginformasikan orang
kontak dengan orang dewasa lain
tua secara teratur tentang seseorang
atau dengan anak lain. Ini harus
yang memberikan hadiah, meminta
dihormati. anak-anak harus selalu
untuk menjaga rahasia atau mencoba
merasa
dapat
untuk menghabiskan waktu sendirian
berbicara dengan orang tua mereka
dengan anak harus menjadi set aturan
tentang masalah ini
di rumah
bahwa
mereka
e) Petunjuk bermanfaat lainnya untuk
pelaku
untuk
kepercayaan
dari
3) Pelaku yang tidak dikenal
membantup rogram underwear rules,
Dalam
diantaranya :
merupakan orang yang tidak dikenal.
1) Pelaporan dan pengungkapan.
beberapa
kasus,
pelaku
Ajarilah anak peraturan sederhana
Anak-anak perlu diberikan instruksi
tentang berhubungan dengan orang
tentang orang dewasa yang bisa
asing: jangan mau masuk kedalam
dipercaya untuk keamanan anak.
mobil dengan orang asing, jangan
Anak harus dapat memilih orang
226
Pogram Underwear Rules…
Risty Justicia
pernah
menerima
hadiah
atau
memiliki hak untuk mengatakan
undangan dari orang asing.
tidak dan bahwa anak harus selalu
4)
memberitahu orang dewasa jika anak
Pertolongan
Anak
seharusnya
mengetahui
marah atau khawatir. Program ini
beberapa ahli yang dapat membantu
adalah
(guru,
psikiater,
orangtua agar mereka tidak ragu
psikiater sekolah, polisi) dan anak
dalam memberikan pendidikan seks
dapat
pada anak usia dini.
pekerja
sosial,
menghubungi
orang
yang
salah
memiliki kepentingan tersebut.
satu
media
untuk
Orang tua dan pendidik
Program Underwear Rules sebagai
memiliki
Upaya
menjaga anak-anak dari pelecehan
Pencegahan
Kekerasan
padaAnak
peran
penting
dalam
seksual dengan memulai berbicara
Program underwear rules
kepada anak. Orangtua tidak perlu
ini merupakan program di pelopori
merasa
organisasi
memberikan pendidikan seks pada
di
Inggris
mengkhususkan
yang
diri
dalam
anak,
kebingungan
hanya
dengan
dalam
mengikuti
perlindungan anak dan pencegahan
langkah-langkah
kekerasan pada anak. The National
orangtua dapat memberikan diskusi
Society for the Prevention of Cruelty
pendidikan seks pada anak dengan
to
cara mudah.
Children
(NSPCC)
bertujuan
untuk mengakhiri kekerasan terhadap
anak-anak
dengan
mempengaruhi
kebijakan,
berusaha
undang-undang,
praktisi,
sikap
dan
program
ini,
Diskusi program underwear
rules
ini
menggunakan
sebuah
panduan yang mudah diingat oleh
orangtua yaitu, “PANTS” (celana
perilaku untuk kepentingan anak-
dalam), yang diantaranya :
anak dan anak muda.
1. Private are private (pribadi adalah
Seperti yang sudah dijelaskan
diatas,
program
pribadi)
underwear
Setiap apapun yang ditutupi oleh
rulesmengajarkan anak-anak bahwa
pakaian dalam tidak bolehada
tubuh anak adalah milik anak, anak
yang melihat ataupun menyetuh
227
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI
Volume 9 Edisi 2, November 2016
bagian
tubuh
anak
mereka.
yang mereka cintai . Hal ini
Jikaada yang mencoba, anak harus
menunjukkan
mengatakan
Dalam
dapatmengendalikan tubuh anak
orang-orang
dan orangtua harus menghormati
beberapa
“TIDAK”.
situasi,
anak
dekats eperti anggota keluarga
pilihan
inti, dokter, atau perawat mungkin
tertentu orangtua dapat menolak
bisa menyentuh bagian tubuh
anak misalnya ketika menyebrang
pribadi
itu
jalan dan ketika sakit. Hal ini
memberikan
dapat dijelaskan oleh orangtua,
penjelasan pada anak orang-orang
mereka dapat mengambil sikap
tertentu dapat menyentuh bagian
dalam keadaan tertentu.
ini.
orangtua
tubuh
Oleh
dapat
tersebut
karena
namun
anak.
Ada
sudah
saat-saat
harus
4. Talk about secret that upset you
memiliki alasan yang cukup kuat
(Tanyakan rahasia yang membuat
(sakit).
anak gelisah)
2. Always remember your body
Membantu anak merasa percaya
belongs to you (Selalu ingat
diri
tubuhmu hanya milikmu)
rahasia
Anak harus mengetahui tubuh
khawatir mendapatkan masalah.
mereka adalah milik mereka dan
Jelaskan kepada anak perbedaan
tidak orang lain yang memiliki
rahasia yang baik dan rahasia
hak
melakukan
yang buruk. Beberapa rahasia
sesuatu dengan tubuh mereka
seperti pesta kejutan merupakan
yang membuat mereka merasa
rahasia yang baik. Seharusnya
tidak nyaman.
orangtua tidak pernah membuat
untuk
mencoba,
anak
anak
Jika ada yang
Anda
harus
anak
ketika
yang
memiliki
memberitahu orang dewasa yang
membuat
terpercaya.
ketakutan.
3. No Means No(tidakberartitidak)
berbicara
anak
tentang
membuat
anak
rahasia
yang
khawatir
dan
Rahasia
seringkali
menjadi senjata yang ampuh bagi
untuk
para pelaku pelecehan seksual
mengatakan 'tidak', bahkan untuk
agar perbuatanya tidak diketahui
anggota keluarga atauseseorang
oleh banyak orang. Oleh karena
Anak
228
memiliki
hak
Pogram Underwear Rules…
Risty Justicia
itu, orangtua dapat memberikan
panduan ini, program underwear
suatu janji kecil “ini rahasia kecil
rules juga memiliki media lain yang
kami” agar anak dapat memberi
sesuai dengan perkembangan anak,
tahu rahasia yang membuat anak
yaitu buku cerita yang berjudul
khawatir.Bantulah
“Kiko and The Hand”.
anak
agar
merasa tenang dan percaya diri
“Kiko and The Hand”, program
ketika ingin berbagi rahasia.
5. Speak Up, Someone Can Help
(Bicaralah,
seseorang
Selain buku cerita berjudul
akan
underwearrules
juga
memberikan
contoh sebuah mini drama yang
membantu)
dilakukan oleh anak SD. Dalam film
Jika anak Anda merasa sedih
berdurasi minim ini, menceritakan
cemas atau takut, anak dapat
“Kiko and the Hand” versi nyata,
berbicara dengan orang dewasa
anak-anak dapat mengerti secara
yang mereka percaya. Orang ini
jelas setelah menonton film ini
akan mendengarkan
dan dapat
ataupun setelah storytelling cerita
membantu menghentikan apa pun
“Kiko and the Hand”.Mini drama ini
yang membuat mereka marah.
bisa dilihat di youtube.com.
Ingatkan
anak
bahwa
punmasalahnya,hal
itu
apa
Setelah
orangtua
paham
bukan
dengan program underwear rules ini,
kesalahan mereka dan mereka
diharapkan dapat menjadi pedoman
tidak akan mendapatkan kesulitan.
dalam memberikan pendidikan seks
Seorang dewasa dipercaya tidak
bagian
harus menjadi anggota keluarga.
berkurangnya
Hal ini dapat guru, kakak atau
seksual pada anak usia dini.
anaknya
dan
korban
semakin
kekerasan
adik atau orangtua teman.
Kelima
panduan
ini
SIMPULAN
diharapkan dapat menjadi media
Berdasarkan
yang
orangtua
pembahasan yang telah diuraikan di
dalam mengajarkan pendidikan seks
atas, maka dapat disimpulkan bahwa
pada anak usia dini. Bukan hanya
program
bermanfaat
bagi
kajian
underweaar
isi
dan
rules
229
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI
Volume 9 Edisi 2, November 2016
merupakan panduan orangtua dan
dirinya dari pelaku-pelaku kejahatan
pendidik
mengajarkan
seksual. Program underwear rules
pendidikan seks pada anak. Program
mengharapkan anak dapat menjaga
yang diberikan underwear rules ini
dirinya dari orang-orang yang berniat
memudahkan
buruk
dalam
orangtua
untuk
membuka pembicaraan seks dengan
anak agar anak dapat
pada
anak
serta
dapat
melindungi dirinya.
menjaga
menjaga kesehatan seksual agar anak
tidak
melakukan
penyimpangan
seksual.
DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati, Retno. Peran Ibu Dalam
Penerapan
pendidikan
Seksual Pada Anak Usia
Pra Sekolah. Wonosobo :
Prosiding
Konferensi
Nasional PPNI Jawa Tengah,
2013.
Arif, Iman Setiadi. (2005). Dinamika
Kepribadian Gangguan dan
Terapinya. Jakarta: Reflika
Adinata, 2010.
Brown, Jon. The NSPCC Underwear
Rule
Campaign
(Encouraging and enabling
parents to talk with children
to help keep them safe).
United Kingdom : NSPCC,
2013.
Ching, Lai. (2009). An Exploratory
Study
Of
Parents’
Perceptions Of Teaching Sex
Education In Hong Kong
Preschools. Hongkong : di
unduh pada 12 November
2015
di
http://publications.aare.edu.a
u
Choirudin,
Muhamad.
(2014).
Urgensi Pendidikan Seks
230
Sejak Dini Dalam Belenggu
Kekerasan Seksual Terhadap
Anak(Sebuah
upaya
preventifdan
protektif).
Kediri : tidak diterbitkan
Cohen, Sherrill. Hey, Do I Say? (A
Parent To Parent Guide On
HowTo Talk To Children
About Sexuality). New York :
Planned Parenthood, 2009.
Coleman & Grant, Heather &
Charles.
(2009).
Sexual
Development and Behavior in
Children (Information for
Parents and Caregivers). Di
unduh pada 11 November
2015 di www.NCTSN.org
Corona, Jannini & Maggi, Giovanni,
Emmanuele & Mario. (2014).
PhysicalAnd Sexual Abuse
(Impact
in
Childrenand
Social
Minorities).
Switzerland
:
Springer
International Publishing
Crisalli, Linda. (2010). The Early
Educator’s Role In The
Prevention Of Child Sexual
Abuse And Exploitation.
Child
beginning
workshopChild Sexual Abuse
Pogram Underwear Rules…
Risty Justicia
: di unduh pada 10 November
2015
di
www.ChildCareExchange.co
m
Development and Your Child’s
Sexuality. Newton Public
School diunduh pada 10
November
2015
di
www.familiesaretalking.org
Hurlock,
Eizabeth.
(2006).
Perkembangan Anak, Jilid II.
Alih Bahasa Media Meitasari
Tjandrasa. Jakarta: Erlangga
International
Resque
Commite.
(2012). Caring For Child
Survivors Of Sexual Abuse
(Guidelines For Health And
Psychosocial
ServiceProviders
In
Humanitarian Settings). New
York : UNICEF
Maslihah, Sri. “Kekerasan Terhadap
Anak: Model Transisional
dan
Dampak
Jangka
Panjang. Edukid : Jurnal
Pendidikan Anak Usia Dini,
2006.
Nainggolan, Lukman Hakim. (2008).
Bentuk-Bentuk
Kekerasan
Seksual Terhadap Anak Di
Bawah
Umur.
Jurnal
Equality,Vol. 13 No. 1
Februari, 2008
Pittkof, Evan . Protecting your Child
By
Talking
About
Growth,2008.
Rafanello, Donna. (2010). Child
Sexual Abuse Prevention And
Reporting: It’s Everyone’s
Responsibility.
Child
beginning
workshopChild
Sexual Abuse : di unduh pada
10 November 2015 di
www.ChildCareExchange.co
m
Rahmawati,
Nanda.
Gambaran
Perilaku Seksual Pada Anak
Usia Sekolah Kelas 6 Di
Tinjau Dari Media Cetak
Dan Media Elektronik. Banda
Aceh : Jurnal Keperwatan
Masyarakat, 2012.
Rezkisari, Indira. (2015). KPAI:
Pentingnya
Pendidikan
Seksual Bagi Anak Sejak
Usia Dini. Jakarta : diunduh
pada 12 November 2015 di
www.republika.co.id
Rothman EF, Edwards EM, Heeren
T,
Hingson
RW.
(2008).Adverse
Childhood
Experiencespredict Earlier
Age Of Drinking Onset:
Results
From
A
Representative US Sample Of
Current Or Former Drinkers.
Pediatrics 122:e298–e304
Santrock, John W. Life-Span
Development, Perkembangan
Hidup Jilid 1. Alih Bahasa
Juda
Damanik.
Jakarta:
Erlangga, 2006.
Sciaraffa &Randholph, Mary &
Theresha. ( 2011). “You Want
Me to Talk to Children About
What? Responding to the
Subject
of
Sexuality
Development
in
Young
Children.” Young Children.
Diunduh pada 12 November
2015 di www.naeyc.com
Sugiasih, Inhastuti. (2010). Need
Assessment
Mengenai
Pemberian
Pendidikan
Seksual Yang Dilakukan Ibu
Untuk Anak Usia 3 – 5
Tahun.Fakultas
Psikologi
Universitas Islam Sultan
Agung : Jurnal Proyeksi, Vol.
6 (1), 71-81
231
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI
Volume 9 Edisi 2, November 2016
Undang-Undang Nomor 23 Tahun
2002 tentang Perlindungan
Anak
UNICEF. (tt). Kekerasan Pada Anak.
Gorontalo : Tidak diterbitkan
Wardah, Fathiyah. (2014). Komnas
Anak: Kekerasan Seksual
terhadap
Anak
Sudah
Darurat. Jakarta: diunduh
pada 10 November 2015 di
www.voaindonesia.com
Widya, Al. (2015). Inilah yang Akan
Terjadi
ketika
Anak
232
Mengalami
Pelecehan
Seksual
dan
Tindak
Kekerasan. Di unduh pada 10
November
2015
pada
www.kompasiana.com
World Health Organization. (1999).
Social Change and Mental
Health, Violence and Injury
Prevention, Report of the
Consultation on Child Abuse
Prevention, pp. 13-17 Geneva
Download