ABSTRAK Resistensi terhadap obat anti tuberkulosis (OAT

advertisement
ABSTRAK
Resistensi terhadap obat anti tuberkulosis (OAT) terutama terjadi karena
mutasi pada gen Mycobacterium tuberculosis. Mutasi dapat diinduksi oleh
inadekuatnya kadar terapeutik obat, terutama akibat ketidakpatuhan selama
mengkonsumsi obat. Karenanya, penggunaan OAT yang tidak tepat dan teratur
dapat menimbulkan mutasi pada gen yang mengkode target OAT. Inadekuatnya
kadar terapeutik obat akibat ketidakpatuhan pasien tuberkulosis (TB) paru
mengkonsumsi isoniazid (INH) paling sering menyebabkan mutasi pada gen KatG
Ser315Thr (G944C).
Telah dilakukan penelitian kohort terhadap 100 pasien TB paru BTA
positif yang akan mulai mengkonsumsi INH di Rumah Sakit Umum dr. Pirngadi
Medan. Seluruh sampel belum dengan mutasi gen KatG Ser315Thr (G944C)
Mycobacterium tuberculosis yang dipastikan dengan pemeriksaan PCR-RFLP.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pasien TB
paru mengkonsumsi INH selama pengobatan OAT dengan terjadinya mutasi gen
KatG Ser315Thr (G944C). Kepatuhan dinilai dengan pemeriksaan metabolit INH
urin metode Arkansas menggunakan Taxo urine test strip, sedangkan mutasi
gen dinilai dengan metode PCR-RFLP. Turut dinilai karakteristik demografi
penderita TB paru pada penelitian ini serta hubungannya dengan kepatuhan dalam
mengkonsumsi INH selama pengobatan OAT.
Hasil yang ditemukan adalah tidak dijumpai adanya mutasi gen KatG
Ser315Thr (G944C) M. tuberculosis baik pada kelompok penderita TB paru yang
patuh (84%) maupun tidak patuh (16%) mengkonsumsi INH (100% wild type).
Hal ini menunjukkan bahwa INH masih sangat sensitif untuk digunakan sebagai
obat lini pertama bagi penderita TB paru yang akan mulai mendapat pengobatan
OAT sampai pada bulan pertama penggunaan INH.
Berdasarkan jenis kelamin, didapatkan jumlah penderita TB paru laki –
laki lebih besar daripada perempuan yaitu 54% dan 46%. Berdasarkan umur
penderita TB paru didapatkan jumlah kelompok umur 41 – 60 tahun paling
banyak yaitu 34%, lebih besar 1% dari kelompok umur 21 – 40 tahun yaitu 33%,
diikuti oleh kelompok umur
≤ 20 tahun
sebanyak 17% dan kelompok umur
terkecil adalah yang > 60 tahun sebanyak 16%. Karakteristik penderita TB paru
berdasarkan suku dijumpai sangat bervariasi hampir pada semua jenis suku yang
ada di kota Medan, yaitu Batak Toba (32%), Jawa (28%), Mandailing (12%),
Karo (6%), Minang (11%), Melayu (7%), Aceh (2%) dan Tionghoa (2%).
Berdasarkan tingkat pendidikan penderita, didapatkan yang tidak bersekolah 2%,
SD 10%, SMP 16%, SMA 57% dan sarjana 15%.
Tidak terdapat hubungan antara karakteristik umur, jenis kelamin, suku
dan pendidikan penderita TB paru dengan tingkat kepatuhan mengkonsumsi INH
selama pengobatan OAT.
Kata kunci: Mycobacterium tuberculosis, mutasi gen KatG Ser315Thr, PCRRFLP, Taxo urine test strip metode Arkansas, kepatuhan
ABSTRACT
Resistance to anti-tuberculosis drugs mainly occurs due to a mutation in
the genes of Mycobacterium tuberculosis. Mutations can be induced by
inadequate therapeutic levels of drug, mainly due to non-compliance for taking
the drug. Therefore, the use of anti-tuberculosis drugs inappropriately and
irregularly can lead to mutation in the gene encoding the target of antituberculosis drugs. Inadequate therapeutic levels of drug due to non-compliance
of patients taking isoniazid was the most frequent causing mutations in KatG
(Ser315Thr) gene.
We conducted a cohort study of 100 pulmonary-tuberculosis patients with
smear-positive that will begin taking INH at dr. Pirngadi General Hospital Medan.
The entire sample were not mutated of katG (Ser315Thr) gene of Mycobacterium
tuberculosis, confirmed by PCR-RFLP. This study aims to determine the
relationship between pulmonary-tuberculosis patient compliance of taking INH
during anti-tuberculosis treatment with KatG (Ser315Thr) gene mutation.
Compliance was assessed by examination of urine metabolites of INH with
Arkansas methode using Taxo urine test strip, while the gene mutation assessed
by PCR-RFLP. Also assessed the demographic characteristics of pulmonarytuberculosis patients in this study and its relationship to compliance in taking INH
during the treatment of anti-tuberculosis drugs.
No M. tuberculosis KatG gene mutation were found among the
compliance (84%) and non compliance (16%) INH taking patients. This result
means that at the first month of INH consuming, all patients still sensitive to INH.
Male patients were 54% and women were 46%. Most of the patients (34%) were
in the 41-60 years old group, while the 21-40 years group was only 33%, and the
≤ 20 years group is 17% and the smallest group is the ˃ 60 years, 16%.
Based on the ethnicity of pulmonary tuberculosis patients, found a very
varied almost on all the ethnic in Medan city, Batak Toba (32%), Java (28%),
Mandailing (12%), Karo (6%), Minang (11%), Melayu (7%), Aceh (2%) and
Chinese (2%). Based on the level of education of patients, did not attend school
2%, primary school 10%, junior high school 16%, high school 57% and
undergraduate 15%.
There was no relationship between the characteristics of age, gender,
ethnicity and education of pulmonary-tuberculosis patients with compliance
taking INH during the anti-tuberculosis drugs therapy.
Keywords: Mycobacterium tuberculosis, KatG (Ser315Thr) gene mutation, PCRRFLP, Taxo urine test strip, compliance
Download