6. Khourey:corporate social responsibility (CSR)

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Bisnis dan
Masyarakat
Evolusi CSR
Fakultas
Program Studi
Program
Pascasarjana
Magister
Akuntansi
Tatap Muka
Kode MK
Disusun Oleh
01
A11531EL
Dr. Hermiyetti
Abstrak
Istilah CSR dikenal pada tahun
1980-an. Namun semakin populer
digunakan sejak tahun 1990-an.
Sama seperti sejarah munculnya
CSR didunia dimana istilah CSR
muncul ketika kegiatan CSR
sebenarnya telah terjadi
(T-201)
Kompetensi
Memahami sejarah lahirnya CSR di
Indonesia dan Dunia
Sejarah CSR
Sejarah Corporate Social Responsibility (CSR)
Landasan Pemikiran CSR Pengertian CSR sudah banyak didefenisikan oleh kelompok
tertentu dan para ahli. Namun, tidak satupun dari mereka yang dapat diterima secara
universal. Karena, karena pada dasarnya setiap orang bisa saja mendefiniskan CSR menurut
pandangannya. Meskipun sebenarnya setiap definisi yang beragam itu memiliki ciri-ciri yang
sama terhadap inti dari CSR itu sendiri. Dengan kata lain, Kendati jenis kata yang digunakan
berbeda namun tujuan dan maksud dari kata-kata itu sama. Berikut definisi CSR menurut
beberapa ahli dibidangnya:
1. World Business Council for sustainable development:komitmen berkesinambungan dari
kalangan bisnis untuk berperilaku etis dan memberi kontribusi bagi pembangunan
ekonomi, seraya meningkatkan kualitas kehidupan karyawan dan keluarganya, serta
komunitas lokal dan masyarakat luas pada umumnya.
2. Commision of the European Communities:
Tanggung jawab sosial perusahaan pada dasarnya adalah sebuah konsep dimana
perusahaan memutuskan secara suka rela untuk memberikan kontribusi demi
mewujudkan masyarakat yang lebih baik dan lingkungan yang lebih bersih.
3. CSR Asia:Komitmen perusahaan untuk beroperasi secara berkelanjutan berdasarkan
prinsip ekonomi, sosial dan lingkungan, seraya menyeimbangkan beragam kepentingan
para pihak yang berkepentingan.
4. Business for Social Responsibility:corporate social responsibility (CSR) adalah pencapaian
kesuksesan komersil dalam artian penghargaan terhadap nilai kesusilaan dan
penghormatan terhadap manusia, masyarakat dan lingkungan
5. Ethics in Action Awards:corporate social responsibility (CSR) adalah istilah yang
menjelaskan tentang kewajiban perusahaan yang harus dipertanggungjawabkan kepada
para pihak yang berkepentingan disetiap operasi dan aktivitasnya.
6. Khourey:corporate social responsibility (CSR) adalah keseluruhan hubungan antara
perusahaan dengan pihak yang berkepentingan(Stakeholders).
7. Indian NGO.com:corporate social responsibility (CSR) adalah sebuah proses bisnis dimana
institusi dan individual sangat sensitif dan berhati-hati terhadap akibat langsung maupun
tidak langsung dari aktivitas internal dan eksternal masyarakat, alam dan dunia luar
2016
2
Bisnis dan masyarakat
Dr. Hermiyetti
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
8. Kicullen dan Kooistra:corporate social responsibility (CSR) adalah tingkatan
pertanggungjawaban moral yang dianggap berasal dari perusahaan diluar kepatuhan
terhadap hukum negara.
9. Fraderick et al:corporate social responsibility (CSR) dapat diartikan sebagai prinsip yang
menerangkan bahwa perusahaan harus dapat bertanggungjawab terhadap efek yang
berasal dari setiap tindakan didalam masyarakat maupun lingkungannya.
Dari beberapa penjelasan para ahli di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa CSR itu
merupakan sebuah tindakan atau konsep sosial yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk
membantu kehidupan termasuk didalamnya lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan
masyarakat. Dengan adanya CSR perusahaan akan lebih mengedepankan sustainability dari
pada profitability perusahaan. Dimana melalui tindakannya itu akan membawa perbaikan
pada apa yang dia bantu dan kelak juga akan membawa dampak fositif pada perusahaan
berupa image perusahaan yang semakin baik di mata masyarakat.Secara garis besar
CSR lebih banyak memiliki dampak fositif dari pada dampak negatif. Karena bagaimanapun
juga sesuatu hal yang akan membawa perbaikan dalam hidup (lingkungan, sosial, ekonomi)
adalah sebuah tindakan mulia. Meskipun sebenarnya menolong kehidupan bangsa sendiri
sudah merupakan tanggung jawab semua masyarakat Indonesia. Seperti yang tercakup dalam
UUD 1945 yang menjadi landasan utama berdirinya CSR, yaitu:• Melindungi segenap warga
negara Indonesia• Mewujudkan kesejahteraan umum• Mencerdaskan kehidupan bangsa• Dan
ikut melaksanakan ketertiban duniaMeskipun keempat hal di atas juga disadari oleh sebuah
perusahaan. Namun, tetap saja perusahaan merasa perlu untuk melakukan kegiatan CSR
karena
CSR juga menjadi sebuah alat ampuh perusahaan untuk membangun image yang fositif
dalam masyarakat. Karena bagaimanapun juga CSR ini juga timbul karena rasa takut
perusahaan akan pemberian citra negatif dari masyarakat karena perusahaan telah
mengabaikan mereka dan lingkungannya karena perusahaan lebih mementingkan hasil
produksinya.Berikut adalah alasan perusahaan menerapkan CSR yaitu:•
1. Golongan pertama, sekedar basa-basi dan keterpaksaan, artinya CSR dipraktekkan
lebih karena faktor eksternal (external driven), faktor sosial (social driven), faktor
lingkungan (environmental driven) dan faktor reputasi (reputation driven).•
2. Golongan kedua, dilakukan agar sesuai dengan peraturan (compliance). Artinya CSR
ini diterapkan karena ada regulasi, undang-undang dan peraturan yang mengaturnya.•
2016
3
Bisnis dan masyarakat
Dr. Hermiyetti
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3. Golongan yang ketiga adalah golongan dimana CSR sudah dianggap sebagai budaya
kerja perusahaan. Artinya pada golongan ini, perusahaan sudah mempunyai mindset
bahwa sejalan dengan maksimalisasi profit, kesejahteraan sosial dan lingkungan harus
tetap dikembangkan seiring sejalan.
Dalam fase ini CSR sudah tidak lagi dianggap sebagai keterpaksaan akan tetapi
merupakan kebutuhan dengan dasar pemikiran bahwa menggantungkan perusahaan pada
kesehatan finansial saja tidak akan berlangsung lama jika tidak diimbangi dengan
pengembangan sosial dan lingkungan.Dari ketiga dasar perusahaan melakukan CSR
diatas golongan yang paling baik adalah golongan ketiga. Namun, masih sangat
disayangkan karena pada kenyataannya masih banyak perusahaan yang bertindak pada
golongan pertama dan kedua. Banyak dari perusahaan yang melakukan CSR hanya untuk
mendapatkan reputasi dan terikat dengan peraturan pemerintah yang memberi kewajiban
kepada Perseroan Terbatas untuk membantu kehidupan masyarakat sekitarnya.
Kewajiban itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 pasal 27 ayat (1)
dimana Undang-Undang ini menegaskan bahwa “Perseroan yang menjalankan kegiatan
usahanya dibidang dan atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan
tanggung jawab sosial dan lingkungan.Undang-Undang nomor 40 di atas tidak bermaksud
memaksa perusahaan untuk membagikan keuntungannya. Dimana pemerintah hanya
mengajak perusahaan untuk memperhatikan dunia sekitarnya. Seperti juga yang terlangsir
dalam Pasal 74 UUPT, CSR memliki defenisi yaitu sebagai komitmen perseroan untuk
berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas
kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, karena hal itu juga akan berdampak baik
bagi perseroan sendiri.Pasal-pasal lain yang menjadi landasaran CSR adalah Pasal 74 ayat
(1). UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Pasal 15 (b) menyatakan bahwa
”Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.”
Undang-Undang No19 Tahun 2003 tentang BUMN. UU ini kemudiaan dijabarkan lebih
jauh oleh Peraturan Menteri Negara BUMN No 4 Tahun 2007. Semua Undang-Undang
itu meminta tanggung jawab perusahaan.B. Sejarah CSR CSR untuk pertama kali lahir di
Amerika. Seiring berjalannya waktu CSRpun merambah hingga ke Indonesia.
Dibawah ini akan dijelaskan alur munculnya atau jalan cerita lahirnya CSR di dunia dan
Indonesia.
1. Sejarah CSR dunia Sejarah CSR dunia terbagi atas beberapa fase.
2016
4
Bisnis dan masyarakat
Dr. Hermiyetti
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. Untuk fase pertama pertanggungjawaban sosial perusahaan kepada masyarakat
bermula di Amerika Serikat sekitar tahun 1900 atau lebih dikenal sebagai permulaan
abad ke-19. Pada waktu itu Amerika sedang dalam pertumbuhan yang begitu pesat,
ditandai dengan banyaknya perusahaan-perusahaan raksasa yang muncul dan hidup
berdampingan dengan masyarakat. Pada saat itu, banyak perusahaan besar
menyalahgunakan kuasa mereka dalam hal diskriminasi harga, menahan buruh dan
prilaku lainya yang menyalahi moral kemanusiaan. Dengan katalain, banyak
perusahaan yang berbuat semena-mena terhadap masyarakat. Hal itu jelas membuat
emosi masyarakat.Emosi yang meluap membuat masyarakat melakukan aksi protes.
Menanggapi hal itu, pemerintah Amerika Serikatpun melakukan perubahan peraturan
perusahaan untuk mengatasi masalah tersebut. Dimana perusahaan harus bertindak
adil dan menghargai masyarakat. Gaji buruh harus dikeluarkan dan tidak ada
diskriminasi harga kepada masyarakat Amerika.
3. Fase kedua evolusi munculnya CSR tercetus pada tahun 1930-an. Dimana pada waktu
ini banyak protes yang muncul dari masyarakat akibat ulah perusahaan yang tidak
mempedulikan masyarakat sekitarnya. Segala sesuatu hanya diketahui oleh
perusahaan. Ditambah kenyataan bahwa pada saat itu telah terjadi resesi dunia secara
besar-besaran yang mengakibatkan pengangguran dan banyak perusahaan yang
bangkrut. Pada masa ini dunia berhadapan dengan kekurangan modal untuk input
produksinya. Buruh terpaksa berhenti bekerja, pengangguran sangat meluas dan
merugikan pekerjannya. Saat itu timbul ketidakpuasan terhadap sikap perusahaan
yang tidak bertanggung jawab terhadap pekerjanya karena perusahaan hanya diam
dan tidak bisa berbuat apa-apa. Menurut masyarakat pada masa ini perusahaan sama
sekali tidak memiliki tanggung jawab moral. Menyadari kemarahan masyarakat
muncul beberapa perusahaan yang meminta maaf kepada masyarakat dan memberi
beberapa jaminan kepada para karyawannya yang dipecat.Sesuatu yang menarik dari
kedua fase ini adalah belum dikenalnya istilah CSR. Meskipun upaya perusahaan
untuk memperhatikan masyarakat sekitarnya sudah jelas terlihat. Namun usaha itu
lebih dikenal sebatas tanggung jawab moral. Sedangkan untuk sejarah awal
penggunaan istilah CSR itu dimulai pada tahun 1970an. Pada saat ini banyak
perusahaan yang memberikan bantuan kepada masyarakat baik berupa bantuan
bencana alam, tunjangan dll. Ketenaran istilah CSR semakin menjadi ketika buku
Cannibals With Forks: The Triple Bottom Line in 21st Century Business (1998) terbit
dipasaran. Buku ini adalah karangan John Elkington. Didalam buku ini ia
2016
5
Bisnis dan masyarakat
Dr. Hermiyetti
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
mengembangkan tiga komponen penting sustainable development, yakni economic
growth, environmental protection, dan social equity, yang digagas
the World Commission on Environment and Development (WCED). dalam
Brundtland Report (1987), Elkington mengemas CSR ke dalam tiga fokus yang
sengaja ia singkat menjadi 3P yaitu singkatan dari profit, planet dan people.Di dalam
bukunya itu ia menjelaskan bahwa Perusahaan yang baik tidak hanya memburu
keuntungan ekonomi belaka (profit). Melainkan pula memiliki kepedulian terhadap
kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people). Menurut
Elkington, sebuah perusahaan tidak akan pernah menjadi besar jika lingkungan dan
masyarakat tidak mendukung. Bisa dibayangkan jika lingkungannya rusak, maka
tidak akan terjadi arus komunikasi dan transportasi yang bagus untuk kelancaran
usaha perusahaan.
2. Sejarah CSR IndonesiaDi Indonesia,
Istilah CSR dikenal pada tahun 1980-an. Namun semakin populer digunakan sejak tahun
1990-an. Sama seperti sejarah munculnya CSR didunia dimana istilah CSR muncul ketika
kegiatan CSR sebenarnya telah terjadi. Di Indonesia, kegiatan CSR ini sebenarnya sudah
dilakukan perusahaan bertahun-tahun lamanya. Namun pada saat itu kegiatan CSR Indonesia
dikenal dengan nama CSA (Corporate Social Activity) atau “aktivitas sosial perusahaan”.
Kegiatan CSA ini dapat dikatakan sama dengan CSR karena konsep dan pola pikir yang
digunakan hampir sama.Layaknya CSR, CSA ini juga berusaha merepresentasikan bentuk
“peran serta” dan “kepedulian” perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan.misalnya,
bantuan bencana alam, pembagian Tunjangan Hari Raya (THR), beasiswa dll. Melalui
konsep investasi sosial perusahaan “seat belt”, yang dibangun pada tahun 2000-an. sejak
tahun 2003 Departemen Sosial tercatat sebagai lembaga pemerintah yang selalu aktif dalam
mengembangkan konsep CSR dan melakukan advokasi kepada berbagai perusahaan nasional.
Dalam hal ini departemen sosial merupakan pelaku awal kegiatan CSR di Indonesia.Selang
beberapa waktu setelah itu, pemerintah mengimbau kepada pemilik perusahaan untuk
memperhatikan lingkungan sekitarnya.
Namun, ini hanya sebatas imbauan karena belum ada peraturan yang mengikat. Sejatinya
pemerintah menegaskan bahwa yang perlu diperhatikan perusahaan bukan hanya sebatas
stakeholders atau para pemegang saham. Melainkan stakeholders, yakni pihak-pihak yang
berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan. Stakeholders dapat mencakup karyawan dan
keluarganya, pelanggan, pemasok, masyarakat sekitar perusahaan, lembaga-lembaga swadaya
2016
6
Bisnis dan masyarakat
Dr. Hermiyetti
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
masyarakat, lingkungan, media massa dan pemerintah.Setelah tahun 2007 tepatnya UndangUndang Nomor 40 tahun 2007 tentang kewajiban Perseroan Terbatas keluar, hampir semua
perusahaan Indonesia telah melakukan program CSR, meski lagi-lagi kegiatan itu masih
berlangsung pada tahap cari popularitas dan keterikatan peraturan pemerintah. Misalnya,
masih banyak perusahaan yang jika memberikan bantuan maka sang penerima bantuan harus
menempel poster perusahaan ditempatnya sebagai tanda bahwa ia telah menerima bantuan
dari perusahaan tersebut. Jika sebuah perusahaan membantu masyarat secara ikhlas maka
penempelan poster-poster itu terasa berlebihan..
Contoh Implementasi CSR di IndonesiaKetika Gempa di Sumatera Barat terjadi beberapa
tahun lalu. Banyak perusahaan baik dari dalam dan luar negeri datang dan memberikan
bantuan. Bantuan yang mereka berikan berbagai macam bentuknya, ada yang memerikan
bantuan berupa minuman, pakaian, dan makanan ringan. Mereka yang memberi tidak
terhitung jumlahnya. Namun, dari semua pemberi bantuan itu, ada sebuah perusahaan yang
mencolok. Perusahaan itu adalah TV ONE. Dikatakan mencolok karena proses pemberian
bantuan TV ONE ini diluput media secara besar-besaran. Ditempat terjadinya pemberian
bantuan itu diadakan pesta besar-besaran dan menjadi pusat perhatian.Bantuan TV ONE
diberikan pada beberapa SD disekitaran pantai Pariaman. Bantuan yang diberikan itu berupa
uang untuk renovasi ruang kelas beasiswa kepada siswa yang tidak mampu dan pembangunan
sekolah yang runtuh. Meski jumlah biaya yang dikeluarkan tidak jelas namun dari jenis
bantuannya yang kasat mata dapat diperkiraan jumlah bantuannya sampai Miliaran rupiah.
Bantuan TV ONE untuk rakyat Sumatera Barat itu hingga saat ini masih dapat kita saksikan,
berupa SD-SD dengan cat dinding warna merah menyala. Hal itu jelas berbeda dengan SD
lain yang biasanya berdinding warna putih merah. Bantuan ini merupakan salah satu contoh
penerapan CSR di Indonesia.
2016
7
Bisnis dan masyarakat
Dr. Hermiyetti
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download