Bab 7 FORMULASI STRATEGI DAN KEBIJAKAN

advertisement
Bab 7
FORMULASI STRATEGI DAN KEBIJAKAN UNTUK
MENGEFEKTIFKAN PENGELOLAAN
PERIKANAN BERKELANJUTAN
Strategi dan kebijakan merupakan hal yang memiliki peran penting dalam suatu
permasalahan yang terjadi serta mempertahankan kondisi yang baik agar tetap
berlangsung. Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan
pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu
tertentu. Sedangkan kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi
pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan
cara bertindak. Sehingga kebijakan adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk
mewujudkan strategi yang telah direncanakan.
7.1
Pengelolaan Perikanan Tangkap Berkelanjutan
7.1.1 Analisis Kesenjangan Pengelolaan Perikanan Tangkap Berkelanjutan
Pada
prinsipnya,
analisis
kesenjangan
(gap
analysis)
digunakan
untuk
membandingkan antara kinerja saat ini dengan kinerja ideal atau yang diharapkan.
Analisis ini sangat berguna membantu organisasi dan para pengambil keputusan untuk
menentukan strategi atau kebijakan yang tepat atau sesuai dengan fakta. Analisis pada
kajian ini difokuskan pada tingkatan strategis organisasi, yakni pada perumusan
kebijakan yang tepat bagi pembangunan untuk pengelolaan perikanan tangkap
berkelanjutan, guna menghilangkan atau meminimalkan kesenjangan yang menjadi
penghambat pembangunan tersebut.
Secara ringkas hasil analisis kesenjangan
pengelolaan perikanan tangkap berkelanjutan, dapat dilihat pada Tabel 7.1.
Bab 7 Formulasi Strategi dan Kebijakan yang
Perlu untuk Mengefektifkan Pembangunan Sektor Perikanan
Page 7-1
Tabel 7.1
No
Analisis Kesenjangan untuk Pengelolaan Perikanan Tangkap
Berkelanjutan
Kondisi Saat Ini
Kondisi yang diharapkan
Kesenjangan
ASPEK EKONOMI
1.
Daya saing produk
perikanan tangkap yang
masih rendah
Daya saing produk perikanan
tangkap tinggi
- Usaha perikanan tangkap
tidak terkonsentrasi
- jaminan keamanan dan mutu
produk perikanan tangkap
masih belum baik
- Kontinuitas produksi tidak
stabil
- Tingkat losses masih relatif
tinggi
2.
Kurang berkembangnya
pasar domestik untuk
produk perikanan tangkap
dan pengamanan kualitas
ikan
Pasar domestik dipenuhi oleh
produk-produk perikanan
tangkap nasional dengan
kualitas yang terjaga baik
- Sistem logistik ikan belum
tertata dengan baik dan
efisien
- Tingkat pemahaman untuk
pengamanan kualitas ikan
pada nelayan masih kurang
- Tampilan produk perikanan
tangkap kurang menarik
3.
Akses untuk permodalan
bagi pengembangan usaha
perikanan tangkap terbatas
Dukungan penuh dari lembaga
keuangan dan perbankan bagi
pengembangan usaha
perikanan tangkap
- Prosedur perbankan yang
sulit dipenuhi bagi nelayan
skala kecil dan tingkat suku
bunga kredit yang masih
relatif tinggi
- Manajemen usaha perikanan
tangkap skala kecil yang
masih bersifat tradisional
atau turun temurun
ASPEK SOSIAL
4.
Kualitas nelayan sebagian
besar masih relatif rendah
Nelayan yang profesional,
bertanggungjawab, dan
sejahtera
- Profesi nelayan masih
termasuk pekerjaan informal
dan tanpa persyaratan
- Sistem upah untuk nelayan
buruh masih bersifat harian
dengan cara bagi hasil
- Sebagian besar nelayan skala
kecil berusaha secara sendirisendiri (individual).
ASPEK LINGKUNGAN/EKOLOGI
5.
Kegiatan Illegal,
Unregulated and
Tidak ada kegiatan IUU Fishing
di perairan Laut Indonesia
Bab 7 Formulasi Strategi dan Kebijakan yang
Perlu untuk Mengefektifkan Pembangunan Sektor Perikanan
- Kurangnya sarana dan SDM
penegak hukum di laut
Page 7-2
No
Kondisi Saat Ini
Kondisi yang diharapkan
Unreported (IUU) Fishing
Kesenjangan
- Belum diberdayakannya
petugas Pengawas
Sumberdaya Ikan dan
Pengawas Kapal lkan secara
optimal
- Manipulasi ukuran GT kapal
6.
Padat tangkap
(Overfishing) di perairan
pantai
Pemanfaatan sumber daya ikan
yang berimbang dan
berkelanjutan di semua wilayah
perairan laut Indonesia
- Kemampuan sebagian besar
armada perikanan tangkap di
Indonesia hanya dapat
beroperasi di perairan pantai,
karena skalanya yang relatif
kecil.
- Kebijakan ”limited access”
belum diterapkan secara
menyeluruh.
ASPEK KELEMBAGAAN
7.
Lemahnya kapasitas
kelembagaan pengawas
dan penegakan hukum
Kapasitas kelembagaan
pengawas dan penegakan
hukum yang kuat dan efektif
- Kemampuan kapasitas
kelembagaan pengawas
perikanan masih terbatas
- Belum optimalnya koordinasi
antar instansi terkait dalam
pengendalian pemanfaatan
sumberdaya perikanan
- Kapasitas kelembagaan
penegakan hukum belum
kuat, tegas, dan independent
8.
Sistem pendataan
perikanan tangkap yang
belum andal dan masih
parsial
Sistem pendataan dan informasi
perikanan tangkap yang andal
dan terintegrasi
- Mekanisme pengumpulan
data perikanan tangkap masif
bersifat pasif.
- Belum adanya sistem
pengelolaan data perikanan
tangkap yang terintegrasi
- Terbatasnya SDM pengelola
data perikanan tangkap
- Terbatasnya sarana dan
prasarana untuk pengelolaan
data perikanan tangkap
Bab 7 Formulasi Strategi dan Kebijakan yang
Perlu untuk Mengefektifkan Pembangunan Sektor Perikanan
Page 7-3
7.1.2
Rumusan Strategi dan Kebijakan Pengelolaan Perikanan Tangkap
Berkelanjutan
Berdasarkan dari hasil analisis kesenjangan seperti yang telah dijelaskan pada
bab sebelumnya dan juga masukan dari hasil desk study, focus group discussion
(FGD), dan indept interview dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders),
dapat dirumuskan strategi dan kebijakan yang perlu diimplementasikan untuk lebih
mengefektifkan terwujudnya pengelolaan perikanan tangkap yang berkelanjutan,
seperti dapat dilihat pada Tabel 7.2 berikut ini.
Tabel 7.2 Strategi dan Kebijakan yang Diperlukan untuk Mewujudkan Perikanan
Tangkap Nasional yang Berkelanjutan
Aspek
EKONOMI
Strategi
Meningkatkan daya saing produk
industri hasil perikanan tangkap
Kebijakan
• Pengembangan kawasan industri perikanan
tangkap terpadu di sentra-sentra perikanan
tangkap melalui klusterisasi usaha perikanan
tangkap
• Peningkatan efektifitas sistem jaminan
keamanan dan mutu produk perikanan tangkap
melalui penyempurnaan sistem ketelusuran
(traceability system) dan sertifikasi produk
bertaraf internasional (seperti: setifikat
MSC/Marine Stewardship Council)
• Optimalisasi produksi perikanan tangkap
nasional melalui rasionalisasi armada perikanan
tangkap
• Penurunan tingkat losses penanganan ikan
diatas kapal melalui penerapan good handling
practices
Menciptakan sistem pemasaran dan
• Percepatan Implementasi Sistem Logistik Ikan
distribusi produk perikanan tangkap di
Nasional (SLIN) melalui optimalisasi sistem
dalam negeri yang efisien, aman, dan
klustering dan konektivitas pelabuhan
berkualitas.
perikanan
• Peningkatan cara berproduksi perikanan
tangkap yang baik dan benar melalui
peningkatan pengetahuan dan pemahaman
nelayan tentang kode etik perikanan yang
bertanggungjawab (CCRF) dan good handling
practices
• Peningkatan branding produk perikanan
tangkap nasional melalui promosi dan
pengemasan produk yang sehat dan menarik.
Bab 7 Formulasi Strategi dan Kebijakan yang
Perlu untuk Mengefektifkan Pembangunan Sektor Perikanan
Page 7-4
Aspek
Strategi
Meningkatkan efisiensi usaha
perikanan tangkap skala kecil dan
memenuhi skala ekonomi (economy
of scale)
Kebijakan
• Pemberian akses ke lembaga keuangan dan
perbankan bagi nelayan skala kecil melalui
pengembangan skema pinjaman kredit yang
sesuai untuk nelayan skala kecil
• Pengembangan usaha penangkapan ikan
dengan sistem armada atau group melalui
regulasi yang tegas dan jelas terkait dengan
transhipment hasil tangkapannya
• Peningkatan kemampuan manajemen usaha
nelayan skala kecil melalui:
- program pendampingan dan pembinaan
manajemen usaha
- Peningkatan kapasitas kelembagaan
nelayan skala kecil
• Pengembangan usaha penangkapan ikan skala
kecil melalui program science and tecno-park
(STP) guna meningkatkan akses teknologi dan
informasi
• Peningkatan kemitraan usaha perikanan
tangkap melalui program inkubator bisnis dan
pola kerjasama yang saling menguntungkan
keduabelah pihak.
SOSIAL
Meningkatkan kualitas dan
kesejahteraan nelayan dan tenaga
kerja perikanan tangkap
• Menyempurnakan sistem ketenagakerjaan
dalam usaha perikanan tangkap melalui
- Standardisasi kompetensi nelayan
- Penyusunan sistem pengupahan yang
layak bagi nelayan dan tenaga kerja
perikanan tangkap
- Harmonisasi peraturan ketenagakerjaan
dalam industri perikanan tangkap
• Peningkatan partisipasi masyarakat nelayan
dalam pengelolaan sumber daya dan
konservasi ikan
• Meningkatkan sistem penjaminan sosial untuk
nelayan melalui pengembangan sistem index
based insurance untuk nelayan.
EKOLOGI
Pemberantasan kegiatan IUU fishing
• Peningkatan efektifitas pengawasan melalui
pelaksanaan sistem MCS (monitoring,
controlling & survelience) terpadu dan
kerjasama regional dan internasional
• Membangun sistem pengelolaan pemanfaatan
sumber daya ikan yang efektif, efisien, dan
transparan melalui:
- Penyusunan sistem akses yang terkendali
bagi perizinan kapal ikan
- Penyelenggaraan sistem perijinan berbasis
ketaatan hukum
Bab 7 Formulasi Strategi dan Kebijakan yang
Perlu untuk Mengefektifkan Pembangunan Sektor Perikanan
Page 7-5
Aspek
Strategi
Kebijakan
• Penguatan peran pelabuhan perikanan
nasional melalui implementasi port state
measures (PSM).
• Meningkatkan efektifitas
pelaksanaan pengelolaan perikanan
tangkap berbasis daya dukung
ekosistem perairan
• Penentuan alokasi jumlah kapal ikan yang
optimal di setiap wilayah perairan laut
Indonesia melalui penetapan dan implementasi
Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP) di stiap
Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).
• Menjaga dan memulihkan kelimpahan
ketersediaan sumber daya ikan (SDI) melalui:
- Implementasi Pengelolaan perikanan
tangkap berbasis ekosistem (EAFM)
- Penguatan dan implementasi kearifan
lokal (local wisdom), seperti awig-awig,
sasi, panglima laot, dll.
- Penyelenggaraan sistem logbook yang
efektif dan efisien untuk pengelolaan
sumber daya ikan yang berkelanjutan
- Moratorium bagi WPP atau daerah
penangkapan ikan yang menunjukkan
gejala overfishing
- Menentukan ukuran minimum komoditi
perikanan utama yang layak tangkap
- Pengaturan kuota produksi bagi komoditas
ikan yang terancam kelestariannya
- Pengaturan penggunaan jumlah rumpon
dan jumlah iluminasi cahaya untuk
memikat ikan
• Pencegahan manipulasi surat ukur kapal ikan
melalui penguatan dan penyempurnaan sistem
perijinan kapal ikan.
KELEMBAGAAN Meningkatkan kapasitas kelembagaan • Peningkatan kapasitas kelembagaan pengawas
pengawas sumber daya ikan dan
perikanan melalui:
efektifitas penegakan hukumnya
- Kerjasama dan koordinasi yang lebih padu
antar kementerian/lembaga pemerintah
- Penguatan kapasitas pemerintah daerah
dalam mendukung pengelolaan dan
pengawasan perikanan perikanan pantai
• Peningkatan efektivitas penegakan hukum
melalui penindakan dan pemberian sanksi yang
tegas dan efektif terhadap pelanggar regulasi
perikanan tangkap.
Sistem pendataan dan informasi
perikanan tangkap yang andal dan
terintegrasi
• Peningkatan kualitas dan kuantitas data dan
informasi perikanan tangkap melalui:
- Perancangan sistem basis data dan
informasi perikanan tangkap yang
komprehensif, efektif, dan efisien
- Penyusunan mekanisme pengumpulan data perikanan tangkap yg bersifat pro-aktif
Bab 7 Formulasi Strategi dan Kebijakan yang
Perlu untuk Mengefektifkan Pembangunan Sektor Perikanan
Page 7-6
Aspek
Strategi
Kebijakan
• Peningkatan kualitas SDM pengelola data
perikanan tangkap melalui program pelatihan
dan upgrading SDM pengelola data dan
informasi
• Peningkatan sarana dan prasarana untuk
pengelolaan data dan informasi perikanan
tangkap
7.2
Rumusan Strategi dan Kebijakan Perikanan Budidaya Berkelanjutan
7.2.1 Analisis Kesenjangan Pengelolaan Perikanan Budidaya Berkelanjutan
Pada prinsipnya, analisis kesenjangan yang digunakan pada perikanan budidaya
berkelanjutan sama seperti yang digunakan pada perikanan tangkap berkelanjutan,
yakni dengan membandingkan antara kinerja saat ini dengan kinerja ideal atau yang
diharapkan dan difokuskan pada tingkatan strategis organisasi, yakni pada perumusan
kebijakan yang tepat bagi pembangunan untuk pengelolaan perikanan budidaya
berkelanjutan, guna menghilangkan atau meminimalkan kesenjangan yang menjadi
penghambat pembangunannya. Secara ringkas hasil analisis kesenjangan pengelolaan
perikanan budidaya berkelanjutan, dapat dilihat pada Tabel 7.3.
Tabel 7.3
No
Analisis
Kesenjangan
Berkelanjutan
Kondisi Saat Ini
untuk
Pengelolaan
Kondisi yang diharapkan
Perikanan
Budidaya
Kesenjangan
ASPEK EKONOMI
1.
Besarnya porsi biaya
dan tingginya harga
pakan
Biaya pakan dan produksi yang
efisien
Bab 7 Formulasi Strategi dan Kebijakan yang
Perlu untuk Mengefektifkan Pembangunan Sektor Perikanan
-
Sebagian besar bahan baku
pakan masih harus
didatangkan dari negara lain
(import)
-
Pabrik pakan skala rumah
tangga belum berkembang
dengan baik.
-
Kenaikan harga ikan tidak
seimbang dengan kenaikan
harga pakan
-
Industri penyediaan bahan
baku pakan lokal masih
sangat terbatas
Page 7-7
No
2.
3.
4.
Kondisi Saat Ini
Skala Usaha
Pembudidaya Ikan
belum skala ekonomi
(economy of scale)
Kondisi yang diharapkan
Skala Usaha Pembudidaya Ikan
memenuhi skala ekonomi
(economy of scale)
Kesenjangan
-
Pembudidaya ikan di
Indonesia didominasi oleh
pembudidaya skala kecil
sehingga porsi biaya tetap
yang dikeluarkan menjadi
besar.
-
Sebagian besar kualitas SDM
pembudidaya ikan masih
terbatas.
-
Sistem upah untuk sebagian
usaha budidaya skala kecil
masih bersifat harianl.
Akses untuk
permodalan bagi
pengembangan usaha
perikanan budidaya
terbatas
Akses yang mudah untuk
permodalan bagi
pengembangan usaha
perikanan budidaya
-
Prosedur perbankan yang
sulit dipenuhi bagi
pembudidaya skala kecil.
-
Tingkat suku bunga kredit
yang masih relatif tinggi
Sistem logistik belum
lancar dan efisien
Sistem logistik yang lancar dan
efisien
-
Sistem logistik kegiatan
budidaya ikan belum tertata
dengan baik dan efisien
-
Infrastruktur pendukung
masih terbatas (jalan, listrik,
bbm, dll.)
-
Kualitas produk dan harga
jual tidak menentu
-
Ketersediaan benih bermutu
tinggi masih terbatas
-
Akses terhadap teknologi
terbatas
-
Umumnya masih
menerapkan sistem
tradisional dan atau sistem
semi-intensive
-
Tingkat pemahaman untuk
pengamanan kualitas ikan
pada pembudidaya ikan
masih kurang
ASPEK SOSIAL
5.
6.
Teknologi dan sistem
produksi yang belum
maju
Pengamanan kualitas
ikan yang belum
terjamin
Teknologi dan sistem produksi
yang efektif dan efisien
Pengamanan kualitas ikan dapat
terjamin
Bab 7 Formulasi Strategi dan Kebijakan yang
Perlu untuk Mengefektifkan Pembangunan Sektor Perikanan
Page 7-8
No
Kondisi Saat Ini
Kondisi yang diharapkan
Kesenjangan
ASPEK LINGKUNGAN
7.
Penurunan kualitas
perairan
Kualitas perairan yang
memenuhi standar baku mutu
-
Masa pemeliharaan ikan
semakin lama
-
Ikan lebih mudah terkena
penyakit
-
Konversi pakan makin tinggi
(boros pakan)
ASPEK KELEMBAGAAN
8.
9
7.2.2
Kepastian tata ruang
usaha budidaya
perikanan belum kuat
Adanya jaminan kepastian tata
ruang untuk usaha budidaya
perikanan
-
Terjadi konflik kepentingan
dengan pengguna lain
-
Tidak ada kepastian hukum
dalam arti fisik dan
fungsional bagi para investor
perikanan budidaya
Sistem pendataan
perikanan budidaya
belum andal dan
efisien
Sistem pendataan perikanan
budidaya yang andal dan
terintegrasi
-
Mekanisme sistem
pencatatan data perikanan
budidaya belum tepat,
cepat, dan efisien.
-
Terbatasnya SDM pengelola
data perikanan budidaya
-
Terbatasnya sarana dan
prasarana untuk
pengelolaan data perikanan
budidaya
Rumusan Strategi dan Kebijakan Pengelolaan Perikanan Budidaya
Berkelanjutan
Berdasarkan dari hasil analisis kesenjangan seperti yang telah dijelaskan pada
bab sebelumnya dan juga masukan dari hasil desk study, focus group discussion
(FGD), dan indept interview dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders),
dapat dirumuskan strategi dan kebijakan yang perlu diimplementasikan untuk lebih
mengefektifkan terwujudnya pengelolaan perikanan budidaya yang berkelanjutan,
seperti dapat dilihat pada Tabel 7.4 berikut ini.
Bab 7 Formulasi Strategi dan Kebijakan yang
Perlu untuk Mengefektifkan Pembangunan Sektor Perikanan
Page 7-9
Tabel 7.4 Strategi dan Kebijakan yang Diperlukan untuk Mewujudkan Perikanan
Budidaya Nasional yang Berkelanjutan
Aspek
Strategi
EKONOMI
Menyediakan benih dan pakan
dengan jumlah yang cukup dan
harga yang pantas.
Komponen yang paling penting
adalah pakan ikan (40-80%) dan
benih (5-20%) sehingga kebijakan
untuk mengatasi permasalahan
pakan ikan dan benih sangat
diperlukan.
Kebijakan
- Mendorong berkembangnya industri pakan
ikan skala rumah tangga (pakan mandiri)
melalui berbagai insentif seperti akses
permodalan, pendampingan teknologi
produksi, pendampingan manajemen, dll.
- Mendorong berkembangnya industri pabrik
bahan baku lokal untuk pakan ikan
- Perusahaan pakan skala kecil juga perlu diberi
akses untuk memperoleh insentif
pengurangan bea masuk bahan baku pakan
impor
- Menyediakan calon induk bermutu untuk UPR
- Menambah dan mengembangkan hatchery di
Indonesia Timur dan Tengah karena
sebagian besar hatchery ada di Indonesia
Barat
- Perbaikan mekanisme subsidi benih
Meningkatkan sistem penjaminan
mutu dan keamanan pangan pada
produk perikanan budidaya
- Peningkatan cara berproduksi perikanan
budidaya yang baik, sesuai dengan
persyaratan GAP/BAP
Menciptakan sistem pemasaran dan
distribusi produk perikanan yang
efisien.
- Peningkatan efisiensi sistem pemasaran hasil
produksi perikanan budidaya
Meningkatkan efisiensi usaha
perikanan budidaya dan memenuhi
skala ekonomi
- Peningkatan produksi dan produktivitas
pembudidaya ikan skala kecil
Meningkatnya daya saing produk
industri hasil perikanan budidaya
- Pengembangan kawasan industri perikanan
budidaya terpadu
- Percepatan Implementasi Sistem Logistik Ikan
Nasional (SLIN)
- Penyediaan akses sarana dan prasarana
perikanan budidaya yang memadai
- Peningkatan efektifitas system jaminan
keamanan dan mutu produk perikanan
budidaya
EKOLOGI
Mengurangi resiko kerusakan
lingkungan dengan menerapkan
sistem budidaya sesuai dengan daya
dukung perairan yang ada
- Jumlah biomassa ikan yang dibudidayakan
tidak boleh melebihi daya dukung perairan
yang ada
- Pembudidaya harus menerapkan Good
Aquaculture Practices/Best Aquaculture
Practices
Bab 7 Formulasi Strategi dan Kebijakan yang
Perlu untuk Mengefektifkan Pembangunan Sektor Perikanan
Page 7-10
Aspek
Strategi
Kebijakan
- Budidaya ikan di perairan umum (laut, danau,
sungai, dan sejenisnya) harus memakai pakan
ikan ramah lingkungan yaitu pakan ikan yang
konversi pakan rendah (efisien) dan tidak
mengandung zat/bahan yang berpotensi
merusak limgkungan
Membangun sistem pengelolaan
pemanfaatan sumber daya ikan yang
efektif, efisien, dan transparan
- Membuat peraturan Tata Ruang untuk
Perikanan Budidaya
- Penyusunan alokasi jumlah usaha budidaya
ikan yang optimal di setiap area budidaya
ikan sesuai dengan daya dukung lingkungan
yang ada
- Penyelenggaraan sistem perijinan berbasis
ketaatan hukum
- Pengelolaan perikanan budidaya berbasis
ekosistem (EAFM)
Mengurangi resiko masuknya
Invasive Alien Species (IAS)
- Membuat regulasi mengenai pengendalian
Invasive Alien Species (IAS) atau Jenis Asing
Invasif untuk melestarikan lingkungan hidup
- Memusnahkan Invasive Alien Species (IAS)
yang sudah terlanjur masuk ke perairan
umum
Meningkatkan efektifitas pelaksanaan
prinsip-prinsip pengelolaan budidaya
perikanan skala kecil berbasis daya
dukung ekosistem
- Penguatan sistem informasi pengelolaan
budidaya perikanan
- Pengendalian pemanfaatan sumber daya ikan
berbasis daya dukung ekosistem
- Penguatan kapasitas pemerintah daerah
dalam mendukung pengelolaan perikanan
budidaya skala kecil berbasis daya dukung
ekosistem
- Peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga
kerja perikanan budidaya
- Harmonisasi peraturan ketenagakerjaan
dalam industri perikanan budidaya
Meningkatkan sistem penjaminan
sosial untuk pembudidaya
- Pengembangan sistem index based insurance
untuk pembudidaya
- Pengembangan skema penjaminan sosial
untuk pembudidaya skala kecil
Meningkatkan pemberdayaan
masyarakat pembudidaya
- Peningkatan kemitraan usaha perikanan
budidaya
- Peningkatan partisipasi masyarakat
pembudidaya dalam pengelolaan sumber
daya dan konservasi ikan
Bab 7 Formulasi Strategi dan Kebijakan yang
Perlu untuk Mengefektifkan Pembangunan Sektor Perikanan
Page 7-11
Aspek
KELEMBAGAAN
Strategi
Meningkatkan kapasitas kelembagaan
produsen untuk meningkatkan posisi
tawar (bargaining power) pelaku
usaha perikanan budidaya skala kecil
Kebijakan
- Peningkatan kapasitas kelembagaan
pembudidaya skala kecil
- Peningkatan akses teknologi dan informasi
untuk pengembangan usaha untuk
pembudidaya skala kecil
- Peningkatan efektifitas pembinaan/
pendampingan Manajemen Usaha
pembudidaya skala kecil
Penjaminan tata ruang untuk usaha
budidaya perikanan
- Penyempurnaan Regulasi yang terkait dengan
tata ruang melalui pencantuman kawasan
budidaya perikanan dalam regulasi yang
terkait dengan tata ruang.
Sistem pendataan dan informasi
perikanan tangkap yang andal dan
terintegrasi
- Peningkatan kualitas dan kuantitas data dan
informasi perikanan budidaya melalui:
• Perancangan sistem basis data dan
informasi perikanan budidaya yang
komprehensif, efektif, dan efisien
• Penyusunan mekanisme pengumpulan
data perikanan budidaya yang bersifat
pro-aktif
- Peningkatan kualitas SDM pengelola data
perikanan budidaya melalui program pelatihan
dan upgrading SDM pengelola data dan
informasi
- Peningkatan sarana dan prasarana untuk
pengelolaan data dan informasi perikanan
budidaya
Bab 7 Formulasi Strategi dan Kebijakan yang
Perlu untuk Mengefektifkan Pembangunan Sektor Perikanan
Page 7-12
Download