Program Studi Geografi - program studi pendidikan geografi

advertisement
STKIP
Geografi Bencana
Mata kuliah
Kode mata kuliah
SKS
Dosen
Program studi
Prasyarat
Semester
: Geografi Bencana Alam
: MKB 527
:2
: Susmala Dewi, S.Pd
: Pendidikan Geografi
:
:V
Deskripsi Mata Kuliah :
Secara geologis maupun geomorfologis. Indonesia merupakan tempat yang sangat snsitif
terjadi bencana alam. Bencana alam pada dasarnya merupakan konsekwensi logis dari
kombinasi aktifitas alami dan aktifitas manusia. Longsor, banjir, gempa bumi, tsunami,
letusan gunung api, merupakan contoh bencana alam yang setiap saat akan mengancam
wilayah indonesia. Belum lagi diperparah dengan bencana sosial, seperti kebodohan,
kesalahan manajemen struktur sosial, kekeliruan manajemen sumberdaya alam, yang pada
akhirnya akan bermuara pada penderitaan masyarakat. Implikasi dari posisi geologis dan
geomorfologis di atas, kejadian bencana alam di negara kita harusnya sudah familiar dengan
masyarakat. Mata kuliah geografi bencana merupakan salah satu usaha untuk memahami
permasalahan di atas. Melalui mata kuliiah ini akan dikaji penyebab terjadinya bencana, jenis
bencana, antisipasi yang perlu dilakukan, pemetaan wilayah rawan bencana serta upaya
rehabilitasi daerah bencana. Setelah mengikuti perkuliahan ini para mahasiswa diharapkan
memiliki pengetahuan komprehensif dan sikap positif terhdap kebencanaan, baik sebelum,
ketika terjadi maupun pasca bencana.
Pengalaman Belajar:
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini dilakukan
beberapa metode pembelajaran, yaitu:
a.
b.
c.
d.
e.
Diskusi
Ceramah dan tanya jawab
Latihan terstruktur
Pengumpulan data lapangan/praktikum
Penyajian laporan di kelas
Tujuan mata kulaiah:
Mata kuliah ini bertujuan membekali mahasiswa pengetahuan secara konprehensif tentang
jenis-jenis bencana, latar belakang/penyebab terjadinya bencana, potensi bencana, pemetaan
wilayah resiko bencana, antisipasi bencana, dan rehabilitasi wilayah yang terkena bencana.
Akhir perkuliahan, para mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan konfrehensif dan sikap
positif terhadap fenomena kebencanaan. Sebagai calon guru geografi, diharapkan lebih jauh
para mahasiswa dapat melakukan sosialisasi mitigasi kebencanaan, baik dilingkungan
pendidikan persekolahan maupun pendidikan luar sekolah. Hal ini dimaksudkan agar ketika
terjadi bencana, tidak hanya menimbilkan bencana.
STKIP
Evaluasi hasil belajar:
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam :
a.
b.
c.
d.
e.
Kehadiran
Partisipasi di dalam kelas
Tugas dan presentasi
UTS
UAS
Uraian pokok bahasan setiap perkuliahan:
1. Membhas silabus perkuliahan dan mengakomodasi berbagai masukan dari mahasiswa
untuk memberi kemungkinan revisi terhadap pokok bahasan yang telah disusun dosen
pengampu. Pada pertemuan ini dikemukakan pula tujuan perkuliahan, ruang lingkup,
prosedur perkuliahan, penjelasan tentang tugas yang harus dilakukan mahasiswa, ujian
yang harus diikuti termasuk kegiatan praktikum yang harus dilakukan di akhir perkuliahan
ini.
2. Kondisi geologis dan geomorfologis wilayah indonesia dalam kaitannya dengan resiko
kebencanaan. Pada pertemuan ini, selain uraian materi, dosen melengkapi dengan peta
yang elevan, yaitu peta geologis (terutama zone pertemuan dan pergerakan lempeng
tektonok yang melanda wilayah indonesia)
3. Pengertian dan ruang lingkup dari kebencanaan, bahaya, resiko, kerentanan, potensi
kebencanaan serta mitigasi bencana.
4. Kontribusi pertumbuhan dan perilaku penduduk terhadap kebencanaan
5. Gempa bumi, meliputi faktor penyebab, pemetaan potensi gempa bumi di dunia,
karakteristik dan upaya mitigasi.
6. Letusan gunung api, meliputi faktor penyebab, sebaran potensi letusan gunung berapi di
indonesia serta upaya mitigasi.
7. Tanah lonsor, meliputi faktor penyebab, sebaran potensi potensi dan upaya mitigasi.
8. UTS
9. Bencana sosial, meliputi faktor penyebab, jenis/tipe dan upaya mitigasi yang diperlukan
guna mengantisipasi dan mitigasi.
10.
Pendugaan tingkat kerawanan bencana di suatu wilayah
11.
Kebijakan pemerintah terkait dengan penanggulangan dan antisipasi bencana
12.
Lembaga penanggulangan bencana di indonesia; lembaga pemerintah yang meliputi
tugas, wewenang dan koordinasi.
13.
Seminar/diskusi kelas, meliputi laporan hasil praktikum mata kuliah, terutama
pemetaan dan perhitungan resiko bencana di suatu wilayah/daerah.
14.
UAS
Referensi:
Coburn and Spence (1994), Disaster Mitigation, United Kingdom : Cambridge
Arschitectural.
Agung Mulyo (2004), Pengantar Ilmu Kebumian, Bandung : Pustaka Setia
L Don and Leet (1964), Gempa Bumi ; Penyelidikan Ilmiah dan Sederhana, Yogyakarta
:Kreasi
STKIP
Telaah Kurikulum Geografi
Mata kuliah
Kode mata kuliah
SKS
Dosen
Program studi
Prasyarat
Semester
: Telaah kurikulum geografi
: MPB 5004
:3
: M Taufan Amri, Spd
: Pendidikan Geografi
:
:V
Deskripsi Mata Kuliah:
Telaah kurikulum Geografi membahas konsep dasar kurikulum, tujuan-tujuan pendidikan,
pengembangan dan perkembangan kurikulum, menelaah kurikulum mata pelajaran Geografi
dan pengembangan materi Geografi.
Pengalaman Belajar:
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini dilakukan
beberapa metode pembelajaran, yaitu:
a. Diskusi
b. Ceramah dan tanya jawab
c. Latihan terstruktur
Tujuan mata kulaiah:
Mahasiswa mampu Menganalisis konsep dasar kurikulum, tujuan-tujuan pendidikan,
pengembangan dan perkembangan kurikulum, menelaah kurikulum mata pelajaran Geografi
dan pengembangan materi Geografi.
Uraian pokok bahasan setiap perkuliahan:
1. Menguraikan silabus perkuliahan, menjelaskan tujuan perkuliahan, ruang lingkup,
prosedur perkuliahan, penjelasan tentang tugas yang harus dilakukan mahasiswa, ujian
yang harus diikuti termasuk cara penilaian serta kegiatan praktikum yang harus dilakukan
di akhir perkuliahan ini.
2. Menjelaskan Pengertian kurikulum, Fungsi kurikulum, Komponen kurikulum, dan
Organisasi kurikulum
3. Menganalisis tujuan pendidikan nasional, Mendeskripsikan tujuan institusional,
Mendeskripsikan tujuan kurikuler, Mendeskripsikan tujuan intruksional.
4. Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, Menjelaskan perkembangan
kurikulum di Indonesia, Mengidentifikasi kurikulum-kurikulum yang pernah berlaku di
Indonesia.
5. Memahami latar belakang munculnya standar isi, Menjelaskan kerangka dasar dan struktur
kurikulum, Memahami pembagian beban belajar untuk masing-masing mapel pada satuan
pendidikan, Memahami pembuatan kalender akademik.
6. Memahami latar belakang kurikulum IPS (Geografi) SMP, Menjelaskan tujuan dari
kurikulum, Memahami standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada pada
kurikulum, Menjelaskan arah pengembangan kurikulum IPS (Geografi).
7. Memahami latar belakang kurikulum IPS Geografi SMA, Menjelaskan tujuan dari
kurikulum IPS Geografi SMA, Memahami standar kompetensi dan kompetensi dasar yang
ada pada kurikulum, Menjelaskan arah pengembangan kurikulum IPS Geografi SMA.
STKIP
8. Menjelaskan kekurangan dan kelebihan berbagai buku pelajaran terkait dengan SK dan
KD, Menilai buku ajar terhadap kelayakan materi terkait dengan SK dan KD.
9. Memahami cara menganalisis sebuah materi pelajaran, Menjelaskan pengembangan
silabus, Menjelaskan pengembangan RPP.
10.
Membuat RPP
Referensi :
Raka jhoni. 1980. Pengembangan Kurikulum. Jakarta. P3G
Zaenal A. 1980. Pengembangan Kurikulum IPS. Jakarta. P3G
Kurikulum 1984, 1994, 2004, dan 2006. Depdiknas.
STKIP
Geografi Politik
Mata kuliah
Kode mata kuliah
SKS
Dosen
Program studi
Prasyarat
Semester
: Geografi politik
: MKB 526
:2
: M Hadi Zuhri, M.Pd
: Pendidikan Geografi
:
:V
Deskripsi Mata Kuliah:
Mata kuliah ini membahas aspek politik dan ketatanegaraan di dunia, baik di negara maju
maupun di negara sedang berkembang dikaitkan dengan kondisi geografis; mengkaji
konsekuensi politik dari letak dan kondisi geografis bangsa Indonesia; serta membahas
kerjasama regional dalam perspektif politik.
Pengalaman Belajar :
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini dilakukan
beberapa metode pembelajaran, yaitu:
a. Diskusi
b. Ceramah dan tanya jawab
c. Laporan dan presentasi di kelas
Tujuan mata kulaiah :
Mahasiswa mampu memahami konsep dasar geografi politik, makna ruang dalam dinamika
politik dan militer. Memahami keterkaitan ruang dengan kekuatan fisik dan manusia. Aspek
keruangan, aspek politik, aspek hubungan regional, dan internasional.
Uraian pokok bahasan setiap perkuliahan :
Mendefinisikan Geografi Politik dan ruang lingkupnya, mengkaji aktivitas politik
manusia,menjelakan konsep ruang dalam geografi politik, menjelaskan pengaruh nilai letak
bagi suatu negara (letak dalam makna accesibility, letak strategis, perubahan nilai letak).
Referensi :
Dietz, Ton. 1998. Kontur Geografi Lingkungan Politik: Pengakuan Hak Atas Sumberdaya
Alam.
Referensi Pelajar, Insist dan Remdec. Yogyakarta
Painter, Joe. 1995. Politics, Geography & “Political Geography”. A Critical Perspective.
Arnold.
London. New York. Sydney.
Pearey, E.G., et al. 1957. World Political Geography. Thomas Y. Crowell Company. New
York.
Weigert, H.W., et al. 1957. Principles of Political Geography. Appleton-Century-Craff Inc.
STKIP
Strategi Belajar Mengajar Geografi (SBM)
Mata kuliah
Kode mata kuliah
SKS
Dosen
Program studi
Prasyarat
Semester
: Strategi belajar mengajar geografi
: MPB 3001
:4
: Lia Afni Listiandari, S.Pd
: Pendidikan Geografi
:
:
Deskripsi Mata Kuliah:
Strategi Belajar Mengajar merupakan salah satu matakuliah dalam rumpun Proses Belajar
Mengajar (PBM) yang bertujuan membekali mahasiswa geografi kemampuan dalam
mengetahui dan memahami berbagai strategi belajar mengajar serta memiliki berbagai
ketrampilan yang diperlukan oleh guru geografi di lapangan. Proses belajar mengajar tidak
hanya dilakukan kegiatan tatap muka di dalam kelas melainkan juga di luar kelas dengan cara
mengobservasi dan menganalisis berbagai strategi pembelajaran di sekolah menengah dan
mengumpulkan keterangan dari berbagai sumber yang relevan.
Tujuan mata kulaiah:
Mahasiswa mampu mengkaji materi dan konsep dasar strategi belajar mengajar terutama
yang berkaitan dengan teori belajar, jenis-jenis strategi pembelajaran, model pembelajaran,
dan inovasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Dasar yang
ditekankan pada kesesuaian dan keperluan saat ini, serta diharapkan dapat memenuhi
tantangan dan keadaan yang dinamis di masa mendatang
Pengalaman Belajar:
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini dilakukan
beberapa metode pembelajaran, yaitu:
1. Pembelajaran dilaksanakan dengan 18 kali pertemuan/tatap muka
2. Dosen menjadi fasilitator perkuliahan dengan memberikan tugas, ujian dan penilaian
3. Mahasiswa membuat kelompok untuk mempresentasikan makalah dengan materi
yang sudah disiapkan oleh dosen
4. Mahasiswa melakukan kajian terhadap materi dan membuat makalah secara
berkelompok untuk dipresentasikan dan di diskusikan bersama.
5. Makalah yang dipresentasikan sebagai nilai tugas mahasiswa.
6. Pada pertengahan semester dilakukan Ujian Tengah Semester/UTS (jadwal tentatif)
7. Pada akhir semester dilakukan Ujian Akhir Semester/UAS
Referensi :
Arends, R. 1997. Classroom Instructional Management. New York: The Mc Graw-Hill
Company
Bruce, Joyce and Marsha, Weil. 1996. Models of Teaching. Fifth edition. Massachusetts:
Allyn and Bacon
Eggen, P.D & Kauchack, D.P. 1993. Learning and Teaching. Massachusetts: Allyn and
Bacon
STKIP
Erosi dan Konservasi Tanah(EKT)
Mata kuliah
Kode mata kuliah
SKS
Dosen
Program studi
Prasyarat
Semester
: Erosi dan konservasi tanah
: MKB 528
:3
: Hairuddin, M.Si
: Pendidikan Geografi
:
:V
Deskripsi Mata Kuliah :
Mata kuliah erosi dan konservasi tanah membahas pengertian erosi dan konservasi tanah.
Klasifikasi erosi (intensitas, proses, dan tingkat bahaya erosi) dan laju erosi diperbolehkan.
Faktor-faktor penyebab erosi. Prediksi erosi (USLE) dan berbagai metode survei erosi. Erosi
dan pengangkutan sedimen. Prioritas konservasi tanah, strategi konservasi tanah. Konservasi
tanah, cara mekanik, vegetatif, dan cara kimia.
Tujuan Mata Kuliah :
Mahasiswa mampu menganalisis proses terjadinya erosi dan besarnya erosi tanah dan
konservasi tanah serta mampu mengimplementasikan teori, konsep dan praktek dalam
mengetahui penyebaran erosi dan konservasi tanah. Mampu memahami faktor-faktor yang
mempengaruhi erosi tanah, mampu menjelaskan erosivitas hujan, erodibilitas tanah, kemiringan
lereng, panjang lereng dan penutup tanah.
Pengalaman Belajar :
Selama megikuti perkuliahan ini mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan:
a. ceramah, tanya jawab, dan diskusi di kelas
b. penyajian laporan di kelas
c. pengumpulan data lapangan
d. tugas
Evaluasi Hasil Belajar :
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam:
a. kehadiran di kelas
b. partisipasi kegiatan kelas
c. pembuatan laporan dan penyajian di kelas
d. laporan literatur
e. UTS dan UAS
Uraian pokok bahasan setiap perkuliahan:
Mata kuliah erosi dan konservasi tanah menguraikan tentang: 1) Pengertian erosi tanah, 2)
Proses terjadinya erosi tanah, 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi erosi tanah, 4) Bentukbentuk erosi tanah, 5) Dampak negatif erosi tanah, 6) Cara menghitung besarnya erosi tanah,
7) Langkah-langkah yang diperlukan dalam menghitung besarnya erosi tanah antara lain
berupa diagram alir, 8) Pengertian konservasi tanah, 9) Konservasi tanah secara vegetatif,
10) Konservasi tanah secara mekanik, 11) Konservasi tanah secara kimia.
STKIP
Referensi :
Sumber : Arsyad,S., (1989). Konservasi Tanah dan Air. Bogor ipbPres.
Bennet, Hammonel Hugh, (1995), Elment of Soil Conservasion. New York, Mc, Graw Hill
Book Company, Inc.
Bernama kusumah, R., (1978), Erosi Penyebab dan Pengendalianya. Bandung fakultas
pertanian UNPAD.
Ditjen Tanaman Pangan, (1982), Pedoman Konservasi Tanah dan Air, Jakarta.
Direktorat Jendral Pengairan, (1977), Tingkat erosi Beberapa wilayah Sungai di Indonesia.
Hudson Norman, (1995), Soil Conservasion, BT Batsford Limited. London.
iversitiPres.
STKIP
Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
Mata kuliah
Kode mata kuliah
SKS
Dosen
Program studi
Prasyarat
Semester
: Kuliah kerja lapangan
: MKB 741
:2
: Tim
: Pendidikan Geografi
:
: VII
Deskripsi Mata Kuliah :
Kuliah Kerja Lapangan adalah mata kuliah wajib yang harus dilaksanakan mahasiswa Program Studi
Pendidikan Geografi STKIP Hamzanwadi Selong sebagai upaya peningkatan dan pengasahan
kemampuan berkarya sekaligus aplikasi praktis dari teori-teori yang didapatkan pada acara
perkuliahan regular. Karena bagaimanapun juga sebuah teori, akan menjadi lebih riel dan
mendatangkan manfaat serta lebih mendalam apabila dibarengi dengan sebuah nilai-nilai praktis. Baik
itu bagi mahasiswa pribadi maupun bagi masyarakat hingga bagi perkembangan bidang ilmu terkait di
masa depan.
Tujuan Mata Kuliah :
Mahasiswa mampu mengenali, memahami, dan menjelaskan berbagai karakteristik fisik dan
sosial dipermukaan bumi sebagai fenomena keruangan serta menyajikannya dalam bentuk
peta. Membekali mahasiswa baik sebagai calon guru geografi maupun profesi lainnya agar
memiliki ketrampilan dan kemampuan analisis dalam memanfaatkan lingkungan sebagai
sumber belajar.
Pengalaman Belajar :
Pelaksanaan KKL terdiri dari empat tahapan yang harus ditempuh. Empat tahapan KKL
tahap persiapan, pelaksanaan lapangan, pelaporan, dan presentasi laporan.
Referensi :
Aca Sugandhi. 1999. Tata Ruang Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta.
Douglass, Mike. 1998. A Regional Network Strategy for Reciprocal Rural-urban Linkages.
An Agenda for Policy Research with Reference to Indonesia. Third World Planning Review.
No 20 (1) pp: 31-33.
Van Raay, HGT; A.J. Dolman and CM. Kazi (Editors). 1989. Tanzania Planners Handbook:
A Guide for Regional and Rural Development Planning. The Hague: ISS Advisory Services
STKIP
Seminar Geografi
Mata kuliah
Kode mata kuliah
SKS
Dosen
Program studi
Prasyarat
Semester
: Seminar Geografi
: MKB 739
:2
:
: Pendidikan Geografi
:
: VII
Deskripsi Mata Kuliah :
Mata kuliah ini merupakan penajaman (lanjutan) dari metode penelitian geografi dengan
lebih mengarahkan mahasiswa pada minat terhadap tema-tema penelitian yang ingin
dilakukan. Kuliah berisi tentang metode penelitian, perencanaan dan prinsip prinsip
penelitian pendidikan geografi, metode pengumpulan data, indikator dan variabel penelitian,
serta teknik analisis. Bagian selanjutnya adalah tugas kajian literatur bagi mahasiswa sesuai
dengan judul penelitian dan dibarengi dengan proses pendampingan dan pembimbingan
intensif. Pada bagian akhir mahasiswa wajib mempresentasikan hasil rancangan proposal
penelitian, yang sebelumnya akan diberikan materi tentang teknik presentasi perencanaan.
Tujuan Mata Kuliah :
Tujuan akhir mata kuliah seminar adalah menghantarkan mahasiswa siap melakukan
penelitian dan penyusunan skripsi.
Referensi :
STKIP
Geografi Regional Dunia (GRD)
Identitas Mata Kuliah:
Mata kuliah
Kode mata kuliah
SKS
Dosen
Program studi
Prasyarat
Semester
: Geografi Regional Dunia
: MKB 529
: 2sks
: Rohliyana Astuti, S.Pd
: Pendidikan Geografi
:
:V
Deskripsi Mata Kuliah :
Mempelajari interaksi, interelasi, dan interdependensi serta pergeseran kerjasama antar
wilayah di permukaan bumi. Mengetahui konsep-konsep dasar geografi regional, faktorfaktor yang mendukung terjadinya interaksiantar region. Mengetahui konsep-konsep benua,
dan hubungan morfologi masing-masing keanekaragaman region dengan aktivitas.
Tujuan Mata Kuliah :
Mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa mampu menganalisis Konsep Region dan Faktorfator yang Mendukung Terjadinya Interaksi, Interelasi, dan Interdepensi Antar Region.
Evaluasi Perkuliahan :
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam:
a. kehadiran di kelas
b. partisipasi kegiatan kelas
c. pembuatan laporan dan penyajian di kelas
d. laporan literatur
e. UTS dan UAS
Referensi :
1. Anonim. (1987). Atlas Geografi Indonesia dan Dunia. Jakarta: Oxford University Press,
Pustaka Ilmu.
2. Anonim, (200). Edisi Khusus Afrika. Jakarta: Jurnal. National Geograpfic Indonesia.
Gramedia
3. Banowati, Eva. (2003). Keadaan Geografis Negara Tetangga I.Jakarta: Direktorat Pend.
Lanjutan Pertama. Dirjen Pendasmen Depdiknas.
4. Budiyanto. (2003). Keadaan Geografis Negara Tetangga II. Jakarta: Direktorat pend.
Pend. Lanjutan Pertama. Dirjen Pendasmen Depdiknas.
5. Bates, Marston. (1985). Amerika Utara. Jakarta: Pustaka Time Life. Tiara Pustaka.
6.____________ (1985). Amerika Selatan. Jakarta: Pustaka Time Life. Tiara Pustaka.
7. ____________ (1985). Afrika. Jakarta: Pustaka Time Life. Tiara Pustaka.
8. Depdikbud. (1992). Ensiklopedi Indonesia Seri Asia. Jakarta: Ikhtiar baru Van Hoeve.
9. ____________ (1992). Ensiklopedi Indonesia Seri Amerika. Jakarta: Ikhtiar Baru Van
Hoeve.
10. ____________ (1992). Ensiklopedi Indonesia Seri Afrika. Jakarta: Ikhtiar Baru Van
Hoeve.
STKIP
Sistem Informasi Geografi(SIG)
Identitas mata kuliah
Mata Kuliah
: Sistem Informasi Geografis
Kode
: MKB 525
Jumlah sks
: 2 SKS
Semester
:5
Kelompok mata kuliah : MKB Program studi
Jurusan
: Pendidikan Geografi
Status mata kuliah
: Mata kuliah lanjut
Prasyarat
: Lulus Mata Kuliah Kartografi,Pengideraan Jauh
Dosen
: Bq. Ahda Razula Apriyeni, S.Pd
Tujuan
Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan konsep-konsep
SIG serta memiliki keterampilan dalam implementasi dan aplikasi-aplikasinya, sehingga
mahasiswa dapat menggunakan dan menganalisis data dalam sebuah bentuk (model)
representasi miniatur permukaan bumi untuk dimanipulasi, dimodelkan, atau dianalisis, baik
secara tekstual, spasial, maupun kombinasinya hingga sesuai kebutuhannya.
Deskripsi isi
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah lanjut bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi
S1 yang mengkaji tentang perkembangan, komponen, unsur-unsur esensial, struktur data,
penginderaan jauh dan SIG, pembuatan peta digital (teori dan praktek), pemasukan data non
grafis/atribut, pengolahan database (teori dan praktek) dan beberapa aplikasi SIG dalam
kajian geografi. Matakuliah SIG terdiri atas teori dan praktikum. Metode yang digunakan
adalah ceramah, tanya jawab, penugasan, dan praktikum. Tugas terdiri atas penelusuran
literatur dan penyusunan makalah. Praktikum SIG terdiri atas pengolahan database.
Pendekatan Pembelajaran
Perkuliahan ini menggunakan pendekatan ekspositori, inkuiri, dan praktek.
a. Metode : ceramah, tanya jawab, diskusi, dan praktek.
b. Tugas : laporan literatur & makalah, dan praktikum.
c. Media : LCD, OHP, komputer, sofware SIG.
Evaluasi
Untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa digunakan evaluasi sebagai berikut:
a. Partisipasi di kelas dan laboratorium
b. Tugas
c. UTS dan UAS
Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan
Pertemuan 1 : Membahas silabus perkuliahan dan tata tertib perkuliahan.
Pada pertemuan ini dibahas pula tujuan, ruang lingkup, prosedur perkuliahan, penjelasan
tentang tugas, ujian yang harus diikuti, jenis soal dan sumber-sumber.
STKIP
Pertemuan 2 : Geografi dan Sistem Informasi
a. Definisi
b. Latar Belakang berkembangnya SIG
c. Perkembangan SIG
d. Keunggulan SIG dibanding sistem perpetaan konvensional
e. Beberapa contoh pemanfaatan SIG
Pertemuan 3 : Komponen SIG
a. Komponen dalam SIG
1. Komponen masukan data
2. Komponen pengelolaan data
3. Komponen manipulasi dan analisis data
4. Komponen luaran data
b. Fungsi masing-masing komponen dalam SIG
Pertemuan 4 : Unsur-Unsur Esensial SIG
a. Data dalam SIG
1. Pengertian data dasar
2. Fungsi data dasar
3. Bentuk data dasar
4. Struktur data dasar
b. Sumber dan Jenis Data
1. Sumber Data dalam SIG
2. Keunggulan dan Kelemahan Sumber Data dalam SIG
3. Data Spasial dan Non Spasial
4. Keterpaduan Data dalam SIG
Pertemuan 5 : Model data spasial dalam SIG
1. Model data raster
2. Model data vektor
3. Perbandingan model data raster dan vektor
Pertemuan 6 : Penginderaan Jauh dan SIG (Pertemuan 6)
1. Manfaat Penginderaan Jauh dalam SIG
2. Keunggulan penginderaan jauh sebagai salah satu sumber data dalam SIG
3. Langkah-langkah pengambilan data penginderaan jauh
Pertemuan 7 : Tahapan kerja dalam SIG
1. Tahap persiapan
2. Tahap pembuatan peta digital
3. Tahap analisis dan pengolahan lebih lanjut
Pertemuan 8-10: Praktikum Pembuatan Peta Digital (demonstrasi)
a. Persiapan
b. Registrasi peta/citra
d. Digitasi peta
e. Editing peta
f. Pembuatan grid dan koordinat
g. Layout peta
h. Pencetakan
Pertemuan 11 : Ujian Tengah Semester
Pertemuan 12 : Praktikum Entry Data Atribut (demonstrasi)
a. Jenis data
b. Cara pemasukan data
c. Pengolahan dan penayangan data
Pertemuan 13-14 : Analisis data dalam SIG
STKIP
a. Analisis overlay
b. Analisis Buffering
c. Analisis jaringan/networking
b. Analisis tiga dimensi
Pertemuan 15 : Beberapa Aplikasi SIG dalam Kajian Geografi
a. SIG untuk penentuan arahan pemanfaatan lahan
b. SIG untuk penentuan pusat pertumbuhan wilayah
c. SIG untuk evaluasi kemampuan lahan
d. SIG untuk evaluasi kesesuaian lahan
Pertemuan 16 : Ujian Akhir Semester
Referensi
Burrough.1986. Principles of Geographical Information System for Land Resources
Assessment. New York: Oxford University Press.
Demers,Michael N.1997.Fundamental of Geographic Information System. University of New
Mexico,John Wiley and Sons,Inc.
Dulbahri.1995. Sistem Informasi Geografis. Yogyakarta: Diktat Mata Kuliah SIG UGM
Environmental System Research Institut (ESRI), 1995. Understanding GIS, The Arc Info
Method. USA
ESRI.1995. Understanding GIS,the Arc/Info Method. USA: California
Laurini, Robert and Derek Thompson, 1992. Fundamentals of Spatial Information Systems.
STKIP
Statistik Geografi
Identitas mata kuliah:
Mata Kuliah
: Statistik Geografi
Kode
: MKB 311
Jumlah sks
: 2 SKS
Semester
:3
Kelompok mata kuliah : MKB Program Studi
Jurusan/Program
: Pendidikan Geografi/S1
Status mata kuliah
: Mata kuliah lanjut
Prasyarat
: Matematika Dasar
Dosen
: Yuni Handayani, S.Pd
Tujuan:
Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan memahami prinsip-prinsip, konsepkonsep, dan metode-metode statistika dalam geografi sehingga memiliki keterampilan dalam
melakukan pengumpulan, pengolahan dan analisis data hasil penelitian.
Deskripsi:
Mata kuliah statistika merupakan matakuliah lanjut bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan
Geografi S1 yang memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam pengumpulan,
pengolahan dan analisis data hasil penelitian. Mata kuliah ini membahas tentang pengertian
dan konsep statistika, teknik pengambilan sampel, penyajian dan deskripsi data hasil
penelitian, pengujian hipotesis, dan pengujian validitas instrumen penelitian.
Pendekatan pembelajaran
Perkuliahan ini menggunakan pendekatan ekspositori, inkuiri, dan praktikum.
a. Metode : ceramah, tanya jawab, diskusi, pemecahan masalah, praktikum.
b. Tugas : laporan buku, pengolahan dan analisis data, laporan praktikum.
c. Media : LCD, OHP.
Evaluasi :
Untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa digunakan evaluasi sebagai berikut:
a. kehadiran
b. Partisipasi di kelas
c. Praktikum di Laboratorium
d. Tugas
e. UTS dan UAS
Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan:
Pertemuan 1 : Membahas silabus perkuliahan dan tata tertib perkuliahan: pada pertemuan ini
dibahas pula tujuan, ruang lingkup, prosedur perkuliahan, penjelasan tentang tugas, ujian
yang harus diikuti, jenis soal dan sumber-sumber.
Pertemuan 2 - 3 : Pengertian dan Konsep Statistika:
a. Pengertian dan Konsep Statistik
b. Fungsi statistika dalam penelitian geografi
c. Macam-macam statistik dan pedoman umum memilih statistik
a. Pengertian populasi, variabel dan sampel
b. Jenis populasi, variabel dan sampel
c. Teknik pengambilan sampel
d. Normalitas Data
STKIP
Pertemuan 4-5 : Deskripsi Penyebaran Data Hasil Penelitian:
a. Berbagai macam data penelitian
b. Latar belakang pentingnya deskripsi penyebaran data hasil penelitian
c. Metode deskripsi penyebaran data hasil penelitian
d. Pengukuran tendensi sentral
Pertemuan 6 : Pengukuran Disversi:
a. Latar belakang pentingnya pengukuran disversi
b. Tabel komputasi variansi
c. Perhitungan mean deviasi dan variansi
Pertemuan 7 : Peluang dan Kejadian:
a. Latar belakang dan pengertian peluang dan kejadian
b. Kaidah-kaidah probability
c. Formulasi kaidah perkalian
Pertemuan 8 : UTS
Pertemuan 9-11 : Konsep Dasar Pengujian Hipotesis, pengujian hipotesis deskriptif &
komparatif
a. Bentuk rumusan hipotesis
b. Taraf kesalahan dalam pengujian hipotesis
c. Dua kesalahan dalam pengujian hipotesis
a. Statistik Parametris
b. Statistik Non Parametris
a. Komparatif dua sampel
b. Komparatif k sampel
Pertemuan 12-14 : Pengujian hipotesis asosiatif:
a. Statistik parametris
• Korelasi Product Moment
• Korelasi Ganda
• Korelasi Parsial
b. Statistik non-parametris
• Koefisiensi Kontingensi
• Koefisien Spearman Rank
• Koefisien Kendal Tau
Pertemuan 15-16 : Analisis Regresi:
a. Regresi linear sederhana
b. Regresi Ganda
Pengujian validitas & reliabilitas instrument penelitian:
a. Pengujian validitas instrument
b. Pengujian reliabilitas instrumen
Pertemuan 17 : Ujian Akhir Semester
Referensi:
Daniel, Wayne W, (1991). Biostatistis: A Foundation for Analysis in The Health Sciences.
John Wiley and Sons
Dayan, Anto. (1973). Pengantar Metode Statistik Deskriptif. Jakarta: LP3ES
Rafi’i, Suryatna. (1982). Metode Statistik Analisis. Bandung: Bina Cipta
Sugiyono, (2005). Statistika untuk Penelitian. Bandung: ALFABETA
Wibisono, Yusuf, (2005). Metode Statistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
STKIP
Geografi Desa Kota
Identitas Mata Kuliah:
Mata Kuliah
: Geografi Desa Kota
Kode Mata Kuliah
: Geo 514
SKS
:2
Dosen
: Bambang Eko Saputro, M.Pd
Jurusan/Jenjang
: Pendidikan Geografi/S1
Prasyarat
: Telah lulus mata kuliah: Pengantar Geografi, Geografi Ekonomi,
Pengantar Geografi Regional, Geografi Penduduk, dan Metoda
Analisa
Geografi.
Deskripsi Mata Kuliah:
Mata kuliah ini membahas tentang ciri-ciri desa dan kota, klasifikasi, masalah yang dihadapi,
perencanaan, dan pembangunannya. Melalui mata kuliah ini diharapkan dapat
mengembangkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang teori, masalah dan
perencanaan, kemampuan menganalisis dan menerapkan teori-teori perkotaan/perdesaan bagi
sarjana geografi sangat diperlukan, agar mahasiswa dapat eksis terhadap perkembangan ilmu
dan aplikable dalam memecahkan masalah-masalah perkotaan/ perdesaan yang selama ini
sedang berkembang.
Pengalaman Belajar:
Selama proses perkuliahan, mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan:
a. Ceramah, tanya jawab, dan diskusi kelas
b. Penyajian makalah di kelas
Evaluasi Hasil Belajar:
Keberhasilan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan ini ditentukan oleh kompetensinya
dalam:
a. Kehadiran
b. Partisipasi kegiatan kelas
c. Laporan literatur
d. Pembuatan dan penyajian makalah
e. Analisis perkembangan desa
f. UTS dan UAS
Uraian Pokok Bahasan Setiap Pertemuan:
I.
Membahas Silabus Perkuliahan.
II.
Pengertian, ruang lingkup, dan pendekatan geografi perdesaan.
III. Klasifikasi perdesaan
IV. Tugas: Evolusi dan pola permukiman di perdesaan
V. Masalah perdesaan
VI. Pembangunan perdesaan
VII. Perencanaan perdesaan
VIII. Ujian Tengah Semester
IX. Pengertian, ruang lingkup, dan pendekatan geografi perkotaan
X. Perkembangan dan klasifikasi perkotaan
XI. Ekologi sosial kota
XII. Masalah perkotaan
XIII. Interaksi desa-kota
STKIP
XIV. Perencanaan perkotaan
XV. Ujian Akhir Semester
Daftar Literatur:
Austin, Honey & Eagle, 1987. Human Geography. Boulevard: West Publishing Company.
Bintarto, 1980. Geografi Perkotaan. Yogyakarta: UpSpring.
_______, 1980. Interaksi Desa Kota. Yogyakarta: UpSpring.
_______, 1977. Geografi Desa. Yogyakarta: UpSpring.
Carter, Harold. 1995. The Study of Urban Geography. London: Arnold.
Gerald, Suttles, 1974. The Social Order of Slum. London.
Johnson, 1972. Urban Geography. New York: Pargomon.
Mubyarto, 1983. Pembangunan Perdesaan. Jakarta: LP3ES.
STKIP
Oseanografi
Mata Kuliah
Kode Mata Kuliah
SKS
Dosen
Jurusan
Prasyarat
Waktu Perkuliahan
: Oseanografi
: MKB 350
: 2 ( dua )
: Agus Muliadi Putra, S.Kel, M.Si
: Pendidikan Geografi
: Geologi, Hidrologi, Meteorologi dan Klimatologi.
: 2 x 50 menit (14 pertemuan)
Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah Oseanografi membicarakan tentang laut dengan berbagai aspeknya. Termasuk
aspek-aspeknya adalah hypothesis terjadinya laut/lautan, topografi dan sedimentasi dasar
laut, kondisi air laut dengan berbagai fenomena yang ada, biologi serta pengaruh laut
terhadap iklim dan kehidupan manusia. Oseanografi diberikan pada jurusan pendidikan
Geografi untuk membantu menjelaskan berbagai fenomena, gejala hidrosfera terutama
fenomena, gejala yang ada dan terjadi pada laut yang merupakan objek materi dalam studi
geogfari.
Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa bertambah pengetahuan dan
wawasannya tentang laut dengan berbagai aspeknya sebagai bagian dari objek studi geografi
sebagai bekal mereka sebagai calon guru geografi di sekolah.
Pengalaman Belajar
Selama mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan :
a. Tatap muka ( ceramah, tanya jawab, diskusi )
b. Mencari dan mengumpulkan data lapangan
c. Membuat makalah dan menyajikannya untuk didiskusikan.
Evaluasi Hasil Belajar
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam :
a. Kehadiran di kelas
b. Partisipasi dan keaktifan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran
c. Pembuatan dan penyajian makalah
d. UTS dan UAS
Uraian Pokok Bahasan Setiap Pertemuan
I. Pengantar Perkuliahan membahas tentang ; Silabus perkuliahan, aturan dalam perkuliahan,
tujuan, tugas-tugas yang harus dikerjakan, sumber/literatur yang digunakan.
II. Pengertian tentang oseanografi, ruang lingkup, persebaran laut/lautan di muka bumi,
penjelajahan dan penelitian kelautan di Dunia dan di Indonesia.
III. Hipotesis pembentukan laut/samudera dan perubahan areal laut.
IV. Pembagian laut berdasarkan luas dan letaknya serta berdasarkan zonifikasinya
V. Morfologi, topografi serta sedimentasi dasar laut serta distribusinya.
VI. Air laut (salinitas air laut, temperatur, kepadatan, warna air laut)
VII. Ujian Tengah Semester ( UTS )
VIII-IX. Gerakan air laut (Gelombang,Arus laut,Pasang naik – pasang surut air laut) dan
dampaknya bagi iklim dan kehidupan manusia.
X. Biologi laut ( laut sebagai ruang kehidupan, biologi/organisma laut)
XI. Ekosistem terumbu karang dan manfaatnya bagi kehidupan manusia.
STKIP
XII-XIII. Perairan laut Indonesia (batas dan luas laut, sumber daya laut/potensi)
XIV. Perairan laut Indonesia (laut–laut Indonesia sebagai sumber daya, pesisir dan
pemanfaatannya (hutan pantai, perikanan tambak, pertanian pasang surut, penggaraman dsb.)
XIV. Ujian Akhir Semester ( UAS ).
Daftar literatur :
Anugrah Nontji. 1987. Laut Nusantara. Jakarta : Penerbit Jambatan
Nybakkern,James, W,. 1988. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologi. (Alih bahasa oleh H.
Muhammad Eidam). Jakarta : Penerbit PT Gramedia.
Sahala Hutabarat dan Stewart M. Evens. 1985. Pengantar Oseanografi . Jakarta : Penerbit
STKIP
Astronomi
Mata Kuliah
Kode Mata Kuliah
SKS
Dosen
Jurusan
Prasyarat
Waktu Perkuliahan
: Astronomi
: MKB 104
: 3 (Tga)
: Susmala Dewi, S.Pd
: Pendidikan Geografi
:: 3 x 50 menit (17 pertemuan)
Deskripsi Mata Kuliah:
Mata kuliah Kosmografi merupakan mata kuliah pendukung dalam studi geografi. Terdapat
beberapa objek materi geografi yang perlu penjelasan dari kosmografi, seperti keadaan iklim,
perubahan iklim baik yang terjadi di belahan bumi utara maupun di belahan bumi selatan,
terjadinya angin muson di Indonesia, pembagian waktu, pembelokan arah angin, pasang naikpasang surut air laut. Materi/pokok bahasan yang diberikan dalam kosmografi antara lain :
Universe (jagat raya), galaksi, bintang, tata surya, gerakan bumi, bulan dan gerhana,
penanggalan, serta lukisan bola langit serta pengaruhnya terhadapa kehidupan manusia.
Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan dan
wawasan tentang jagat raya beserta isinya sebagai bekal mereka sebagai calon guru geografi
di sekolah. Dan yang tidak kalah pentingnya mahasiswa menyadari akan kebesaran Allah
sehingga diharapkan dapat meningkatkan keimanannya.
Pengalaman Belajar :
Selama mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan :
a. Tatap muka (ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan)
b. Praktikum di lab. IPBA dan latihan menggambar lukisan bola langit
Evaluasi Hasil Belajar:
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam :
a. Kehadiran di kelas
b. Pertisipasi kegiatan di kelas
c. Pembuatan Makalah/laporan kunjungan ke lapangan.
d. UTS dan UAS
Uraian Pokok Bahasan Setiap Pertemuan:
I. Pengantar Perkuliahan membahas tentang: Silabus perkuliahan, aturan perkuliahan, tujuan,
tugas-tugas yang harus dikerjakan, sumber/literatur yang digunakan.
II-III. Batasan Kosmografi, ruang lingkup bahasan , universe beserta isinya ( luasnya jagat
raya, galaksi Bima Sakti, bintang )
IV-VI. Tata Surya : teori terjadinya Tata Surya, Anggota Tata Surya, Matahari
VII-VIII. Tata Surya (lanjutan) ; Planet (peredaran planet, aspek dan phase planet)
IX. Planet Bumi : Gerakan Bumi ( Rotasi , Revolusi, dan Presesi serta akibatnya)
X. Planet Bumi (lanjutan )
XI. Bulan dan proses terjadinya gerhana (Gerhana bulan dan gerhana matahari)
VIII. Ujian Tengah Semester ( UTS )
IX. Tarikh (Penanggalan) : Tarikh syamsiah dan tarikh komariah.
STKIP
X. Bola langit dan Sikap bola langit (sikap bola langit tegak, miring dan sejajar)
XII. ujian tengah Semester
XII-XIII.Tata Koordinat Horizon dan latihan membuat lukisannya
XIV-XVIII. Tata Koordinat Ekuator dan latihan membuat lukisannya
XVIII-XIX. Menentukan posisi/letak tempat di permukaan bumi dengan menggunakan rumus
tinggi kulminasi atas ( Tka).
XX-XXI. Tata Koordinat Ekliptika dan latihan membuat lukisannya.
XXII. Diskusi dan resume materi perkuliahan /laporan praktikum
XXIII. Ujian Akhir Semester ( UAS )
Daftar Literatur:
Aristi, dkk. 1995. Perjalanan Mengenal Astronomi. Bandung : UPT Observatorium Boscha
ITB.
Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta
Effendi, A.W. 1994. Mengenal Alam Raya . Bandung : Penerbit Pustaka
Jay M. Pasachoff. Astronomy from the Earth to the Universe. p 11 -18.
Moh. Ma mur Tanudidjaja. 1995. Bumi dan Antariksa. Jakarta : Dep. Pendidikan dan
Kebudayaan.
Robert R. Baker. Interoduction to Astronomy. p. 1 – 10.
Sumber dan Dokumen : Jurnal & Internet
STKIP
Hidrologi
Identitas mata kuliah
Mata Kuliah
: Hidrologi
Kode
: MKB 303
Jumlah sks
: 2 sks
Semester
:3
Kelompok mata kuliah : MKB Program Studi
Jurusan/Program
: Pendidikan Geografi/S1
Status mata kuliah
: Mata kuliah dasar
Prasyarat
: Pengantar Geografi, Geologi, dan Metklim.
Dosen
: Armin Subhani, M.Pd
Tujuan
Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan prinsip dan
teori hidrologi, satuan hidrologi, serta mampu mendeskripsi komponen-komponen siklus
hidrologi. Lebih lanjut mahasiswa diharapkan memahami dan trampil dalam mengukur
parameter hidrologi (hidrometri); menganalisis persebaran dan ketersediaan air, baik air
permukaan maupun airtanah; serta mampu menganalisis dan menginventarisasi pemanfaatan,
daya rusak, pengendalian dan konservasi sumber daya air.
Deskripsi
Matakuliah ini merupakan hidrologi pengantar yang membahas segala aspek yang berkenaan
dengan persebaran, perputaran dan proses air (hidrologi) serta manfaat dan bahaya air bagi
manusia. Ruang lingkupnya akan dibahas tentang pengertian dan ilmu yang terkait dengan
hidrologi; genesa dan persebaran air; proses dan komponen siklus hidrologi; identifikasi dan
deskripsi satuan analisis untuk kajian hidrologi; pengukuran komponen/parameter hidrologi
(hidrometri), analisis hujan, evapotranspirasi, limpasan hujan; potensi ketersediaan air, baik
air permukaan maupun airtanah; identifikasi dan inventarisasi manfaat dan bahaya air; serta
upaya pengendalian dan konservasi sumber daya air. Selain itu, pada mata kuliah ini juga
mengkaji isu-isu aktual berkenaan dengan air dan pengelolaan air. Pelaksanaan kuliah
menggunakan pendekatan ekspositori dalam bentuk ceramah dan tanya jawab yang
dilengkapi penggunaan LCD dan OHP, dan inkuiri yaitu penyelesaian tugas penyusunan dan
penyajian makalah, reviu buku dan jurnal, diskusi dan pemecahan masalah. Di akhir
perkuliahan juga akan dilaksanakan praktek lapangan agar mahasiswa memiliki keterampilan
dalam menganalisa masalah-masalah hidrologi di lapangan.
Tahap penguasaan mahasiswa selain evaluasi melalui UTS dan UAS juga evaluasi terhadap
tugas, penyajian, diskusi, dan laporan praktikum lapangan. Buku sumber utama: D. Sprong,
(1979), Lakes in The Humid Tropical Areas of The World; Todd, (1983), Introduction to
Hydrology; Robert J. Kodoatie & Roestam Sjarief, (2005), Pengelolaan Sumber Daya Air
Terpadu.
Pendekatan pembelajaran
Perkuliahan ini menggunakan pendekatan ekspositori, inkuiri, dan praktek lapangan
a. Metode : ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pemecahan masalah
b. Tugas : laporan buku & makalah, penyajian dan diskusi, dan laporan praktikum lapangan
c. Media : LCD, OHP.
STKIP
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam:
a. kehadiran
b. partisipasi kegiatan kelas
c. partisipasi dalam praktek lapangan
d. Laporan buku dan makalah
e. Laporan praktikum lapangan
f. UTS dan UAS
Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan
Pertemuan 1 : Pengantar
Membahas silabus perkuliahan termasuk mengemukakan tentang tujuan, ruang lingkup,
prosedur perkuliahan, dan peranan dan fungsi matakuliah hidrologi pada program
studi/jurusan Pendidikan Geografi di STKIP HAMZANWADI Selong. Sebagai materi awal,
pada pertemuan I dibahas mengenai pengertian hidrologi, dan ilmu yang terkait, Pertemuan 2
: Siklus hidrologi dan Unit Hidrologi (DAS)
Pada pertemuan ini dibahas proporsi dan sebaran air di bumi, proses perputaran air (siklus
hidrologi), dan konsep DAS sebagai unit/satuan hidrologi yang mencakup identifikasi dan
deliniasi batas DAS, dan identifikasi karakteristik DAS untuk kajian hidrologi
Pertemuan 3 : Presipitasi dan pengukurannya
Diarahkan kepada pemahaman tentang proses hujan, stasiun dan pengukuran hujan, analisis
karakteristik hujan, dan rata-rata hujan wilayah. Pertemuan 4 : Evapotranspirasi dan
Perhitungannya Materi kuliah akan diarahkan kepada pemahaman tentang proses dan
parameter evapotranspirasi, perhitungan evapotranspirasi potensial (Penman, dll.) dan aktual.
Pertemuan
5
-6
:
Limpasan
Hujan,
Perhitungan
dan
Pengukurannya
Materi kuliah akan diarahkan kepada pemahaman tentang air limpasan (run-off), perhitungan
keterbalan dan debit limpasan hujan (runoff) dengan metoda F.J MOCK (Ketersediaan Air);
teknik pengukuran debit sungai, dan pembuatan hidrograf aliran sungai.
Pertemuan 7 : Inflitrasi, Perhitungan dan Pengukurannya Dibahas mengenai konsep inflitrasi,
perkolasi, dan permeabilitas. Secara teknik dibahas pula mengenai perhitungan/pengukuran
laju infiltrasi dan kapasitas infiltrasi dengan menggunakan debit minimum. Pertemuan 8 :
Ujian Tengah Semester Pertemuan 9-10 : Banjir Dibahas mengenai pengertian dan penyebab
banjir, analisis/prediski hujan rencana, dan perhitungan/prediksi debit banjir (rencana)
menurut metoda rasional dan/atau metoda lainnya. Pertemuan 11 : Danau, waduk, dan rawa.
Dibahas tentang karakter, sifat air, sumber air, dan potensi pengisian air danau, waduk dan
rawa, serta potensinya bagi kehidupan. Pertemuan 12 : Air tanah (introduction) Dibahas
tentang konsep airtanah, jenis akifer, aliran airtanah, jaring aliran airtanah, isopiezometrik,
penentuan arah aliran airtanah, perhitungan debit airtanah, analisis potensi airtanah, dan
mekanisme pumping test. Pertemuan 13 : Kualitas air permukaan dan air tanah. Dibahas
tentang parameter dan baku mutu kualitas air, golongan air, klasifikasi sumber air,
pemanfaatn air dan konservasi sumbar daya air. Pertemuan 15 : Praktek Lapangan Pertemuan
16 : Ujian Akhir Semester
STKIP
Referensi
Black, Peter E., (1991), Watershed Hydrology, Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey.
Faust, Samual D., Osman M. Aly, (1981), Chemstry of Natural Waters, Ann Arbor Science,
Michigan.
Soewarno, (1991), Pengukuran dan Pengolahan Data Aliran Sungai (Hdrometri), Nova,
Bandung
Freeze R. Allan, John A. Cherry (1979), Groundwater, Englewood Cliffs, New Jersey.
Linsley Ray K., Joseph B. Franzini, (1985), Teknik Sumber Daya Air, Eralanga, Jakarta.
Sastrodarsono Suyono dan Kensaku Takeda, (1999), Hidrologi untuk Pengairan.
Sprong, D., (1979), Lakes in The Humid Tropical Areas of The World, Arrevem of the
literature.
STKIP
Geomorfologi Dasar
Identitas mata kuliah
Mata kuliah
: Geomorfologi Dasar
Kode
: MKB 102
Jumlah sks
: 2 sks
Semester
:1
Jurusan/Program
: Pendidikan Geografi/S1
Status mata kuliah
: Mata kuliah dasar
Dosen
: Atif Ilhami, S.Pd
Tujuan
Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang
berbagai bentukan di permukaan bumi yang meliputi proses, asal bentukan lahan, evaluasi,
dan hubungan spasial dalam suatu wilayah, sehingga memiliki perencanaan yang tepat dalam
penggunaan lahan untuk kehidupan manusia maupun dalam rangka rehabilitasi dan
konservasi lahan yang sekarang ini telah menjadi permasalahan di Indonesia.
Deskripsi isi
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah lanjut di Jurusan Pendidikan Geografi, S1, yang
mengkaji tentang bentukan-bentukan di permukaan bumi, proses-proses yang menyertainya,
evaluasi dan bentukan lahan, dan hubungan keruangan dari bentuk lahan dalam suatu
wilayah, dengan pokok-pokok bahasan yaitu : Pengertian Dasar Geomorfologi serta
hubungannya dengan ilmu lain.. Satuan Geomorfologi Daerah Aliran Sungai. Definisi sungai
dan pembagian DAS serta ciri-cirinya, berbagai bentukan dan proses yang terdapat pada
DAS. Pemanfaatan DAS bagi kehidupan manusia.. Satuan Geomorfologi Daerah Pantai.
Jenis pantai dan karakteristiknya, macam-macam bentukan dan proses yang terjadi di daerah
pantai, perubahan dan perkembangan pantai. Pemanfaatan Daerah Pantai Bagi Kehidupan
Manusia. Praktek Laboratorium membuat model-model bentukan geomorfologi : struktur
bumi, patahan, lipatan, lempengan, gunung, kubah, system DAS. Satuan Geomorfologi
Daerah Karst. UTS (Ujian Tengah Semester). Satuan Geomorfologi struktural. Tenaga dan
proses pembentukan macam lipatan dan kubah, bentukan-bentukan yang khas dan
pemanfaatan daerah lipatan dan kubah. Satuan Geomorfologi Daerah Patahan. Macammacam patahan, berbagai bentukan di daerah patahan dan manfaat daerah patahan bagi
manusia. Geomorfologi satuan denudasional dan masswasting. Satuan Geomorfologi Daerah
Beriklim Arid. Ciri-ciri daerah beriklim kering, berbagai bentukan dan proses di daerah iklim
kering, berbagai masalah dan pemanfaatan daerah beriklim kering dan upaya mengatasinya.
Analisis Peta Topografi dan Foto Udara. Praktikum analisis peta topografi dan foto udara,
serta pengenalannya bagi satuan geomorfologi DAS, lipatan dan kubah, patahan, daerah
karst, pantai, satuan geomorfologi vulkanik.
Pendekatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran mata kuliah ini menggunakan pendekatan Ekspositori dan Inkuiri.
a. Metode : ceramah, tanya jawab, diskusi kelas, praktikum lapangan.
b. Tugas : penyajian laporan di kelas dan diskusi, pengumpulan data lapangan.
c. Media : OHP, Slide Projector, LCD/Power poin.
STKIP
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam:
a. kehadiran
b. partisipasi kegiatan kelas
c. pembuatan laporan lapangan dan penyajian di kelas
d. laporan literatur
e. UTS dan UAS
Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan
Pertemuan 1 :
Membahas Silabus, pengertian, kedudukan, ruang lingkup, dan konsep dasar geomorfologi.
Pertemuan 2 :
Satuan Geomorfologi Daerah Aliran Sungai: definisi sungai, pembagian DAS serta ciricirinya, berbagai bentukan dan proses yang terdapat pada DAS.
Pertemuan 3 :
Pemanfaatan DAS bagi kehidupan manusia: tindakan dalam mengelola DAS, berbagai upaya
menanggulangi bencana alam pada DAS, pemanfaatan DAS untuk menjaga kelestarian
lingkungan.
Pertemuan 4 :
Satuan Geomorfologi Daerah Pantai: Jenis dan karakteristik pantai, macam-macam bentukan
dan proses yang terjadi, perubahan dan perkembangan pantai.
Pertemuan 5 : Pemanfaatan Daerah Pantai Bagi Kehidupan Manusia: bentuk-bentuk
pemanfaatan, berbagai masalah yang timbul dalam pemanfaatan, dan upaya mengatasi di
daerah pantai.
Pertemuan 6 :
Membuat model-model bentukan geomorfologi: struktur bumi, patahan, lipatan, lempengan,
gunung, kubah, sistem DAS.
Pertemuan 7 : Satuan Geomorfologi Daerah Karst
pengertian dasar dan syarat pembentukan, bentukan-bentukan dan proses-proses yang khas,
siklus morfologi, pemanfaatan, berbagai masalah yang timbul dalam pemanfaatan dan upaya
mengatasinya.
Pertemuan 8 : Ujian Tengah Semester
Pertemuan 9 : Satuan Geomorfologi Daerah Lipatan dan Kubah
tenaga dan proses pembentukan, bentukan-bentukan yang khas dan pemanfaatan daerah
lipatan dan kubah.
Pertemuan 10 : Satuan Geomorfologi Daerah Patahan:
macam-macam patahan, berbagai bentukan di daerah patahan, dan manfaat daerah patahan
bagi manusia.
Pertemuan 11 : Satuan Geomorfologi denudasional dan masswasting
karakter dan bentukan lahan, proses masswasting, bentukan hasil denudasional dan
masswasting serta manfaatnya bagi kehidupan
Pertemuan 12 : Satuan Geomorfologi Daerah Beriklim Arid
ciri-ciri daerah beriklim kering, berbagai bentukan dan proses di daerah iklim kering,
berbagai masalah dan pemanfaatan daerah beriklim kering dan upaya mengatasinya.
Pertemuan 13 : Praktikum Lapangan intrepetasi Peta Topografi dan Foto Udara.
Pertemuan 14 : Karakteristik peta topografi dan foto udara
pengenalannya bagi satuan geomorfologi DAS, lipatan dan kubah, patahan, daerah karst,
pantai, dan daerah vulkanik.
STKIP
Pertemuan 15 : Geomorfologi satuan Vulkanik: konsep dan karakteristik daerah vulkanik.
Pertemuan 16 : Ujian akhir semester
Referensi
Desaunetes, J.R. Catalogue of Landform For Indonesia, hal: 9-17.
Otto S.R.Ongkoso. (1982). The Nature Of Coatline Chages In Indonesia. The Indonesian
Journal of Geography, Faculty of gajah Mada University. Page 18-27.
Sudarja Adiwikarta, (1983). Dasar – dasar Geomorfologi. Jurusan Pendidikan Geografi
FPIPS IKIP Bandung : 1 –12.
Stahler, Alan and Arthur. (1979). Element of Physical Geography. Chechester Brisbane
Toront. John Wiley and Sons. Hal 347, 373.
Sutanto. (1979). Pengetahuan dasar Interpretasi Citra. Fakultas Geografi UGM.
Syarifudin Sarief, E. Konservasi Tanah dan Air. Bandung, Pustaka Buana. Hal 1-85.
Tornbury. (1954). Principles of Geomorfology. Bloomington Indiana: Jhon Wiley. Hal 99175.
Tjia, H.D. (1987). Geomorphology. Kuala Lumpur : Universitas kebangsaan Malaysia. Hal
172-186.
Verstappen, H.(1983). Applied Geomorfology. Esliver: Amsterdam, Oxpord New York. Hal
1-12.
STKIP
Geografi Regional Indonesia (GRI)
Identitas mata kuliah:
Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Kelompok mata kuliah
Jurusan/Program
Status mata kuliah
Prasyarat
Dosen
: Geografi Regional Indonesia
: MKB 313
: 2 sks
:3
: MKB Program Studi
: Pendidikan Geografi/S1
: Mata kuliah lanjut
: Telah lulus mata kuliah Pengantar Geografi,Geologi dan
Geomorfologi Dasar
: Susmala Dewi, S.Pd
Tujuan:
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menerapkan keadaan
geografi fisik dan manusia kepulauan Indonesia dan hubungan unsure-unsur fisikal,
sosiokutural, secara internal regional, serta antara fenomena geografi kepulauan Indonesia
dengan beberapa fenomena global internasional, sehingga mahasiswa mampu meningkatkan
wawasannya secara professional, edukatif dan ilmiah.
Deskripsi Isi:
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah lanjut bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi
S1 yang membahas tentang fenomena geografi Indonesia dan hubungannya dengan kegiatan
penduduk yang didekati secara keruangan dan kelingkungan yang meliputi letak keadaan
geologi, geomorfologi, iklim, tanah, perairan, laut, hidrologi, flara dan fauna, ekosistem
pantai, ekosistem daratan rendah dan pegunungan, sumberdaya alam, penduduk dan
aktivitasnya meliputi pertanian, perikanan, kehutanan, perindustrian, transportasi,
perdagangan, konservasi dan hubungannya dengan kegiatan pembangunan local, regional dan
nasional.
Pendekatan Pembelajaran:
Perkuliahan ini menggunakan pendekatan ekspositori, inkuiri, dan praktek lapangan
a. Metode : ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pemecahan masalah
b. Tugas : laporan buku & makalah, penyajian dan diskusi, dan laporan praktikum lapangan
c. Media : LCD, OHP.
Evaluasi :
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam beberapa aspek, yaitu :
a. Kehadiran di kelas
b. Partisipasi dalam kegiatan kelas
c. Pembuatan dan penyajian makalah
d. Laporan literature
e. UTS dan UAS
Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan:
Pertemuan 1 : Membahas silabus perkuliahan
mengakomodasikan berbagai masukan dari mahasiswa untuk memberi kemungkinan revisi
terhadap kelompok bahasan yang dianggap tidak penting dan memasukan pokok bahasan
yang dianggap penting. Dikemukakan pula tujuan, ruang lingkup, prosedur perkuliahan,
STKIP
penjelasan tugas dan tujuan, serta sumber literature yang harus dimiliki.
Pertemuan 2 : Letak topografi dan geologi Indonesia
a. Letak astronomi
b. Letak geografi
c. Letak social-budaya
d. Hubungan letak nusantara dengan unsure geografi regional Indonesia
Pertemuan 3-4 : Keadaan topografi dan geologi Indonesia
a. Keadaan topografi
b. Keadaan geologi: system pegunungan, tektonik lempeng dan pusat gempa.
c. Keadaan topografi dan geologi Indonesia denga kegiatan penduduknya
Pertemuan 5-6 : Iklim di Indonesia:
a. Faktor-faktor pembentuk iklim di Indonesia: perairan laut, topografi, letak astronomi dan
letak georagfi.
b. Keadaan iklim di Indonesia: tropis-musim, sebaran curah hujan, jenis iklim dan
sebarannya.
c. Iklim dan unsur-unsur geografi dan hubungannya dengan kegiatan penduduk: iklim dan
flora-fauna, hubungan iklim dengan pertanian, perumahan, peternakan dan kehutanan.
Pertemuan 7 : Flora dan fauna Indonesia :
a. Factor-faktor yang mempengaruhi daerah sebara flora dan fauna Indonesia
b. Pembagian daerah flora dan fauna di Indonesia
c. Hubungan flora dan fauna dengan kegiatan penduduk
Pertemuan 8 - 9 : Perairan laut Indonesia :
a. Pembagian Laut Nusantara: dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul, Laut Australia-Asia, Laut
Trasgresi dan Ingresi, zone litoral, neritik, batial, abysal dan Hadal.
b. Keadaan air laut Indonesia: arus laut dan gelombang, pasang surut air laut, salintas,
kedalaman, kehidupan biologi laut.
c. Hubungan laut dengan unsure georgafi lainnya dan dengan kehidupan penduduk :
pertanian akuatik dan penggaraman, perikinan, pelayaran iklim dan hujan.
Keadaan Hidrologi Kepulauan Indonesia:
a. Sungai-sungai di Indonesia: persebaran, jenis dan macam, fungsi dan permasalahan sungai
b. Danau-danau di Indonesia; persebaran dan dan asal terjadinya, fungsi, dan
permasalahannya.
c. Air tanah, Rawa dan masalahnya
d. Keadaan hidrologi dan hubungan dengan unsur geografi fisik serta kaitannya dengan
kegiantan penduduk
Pertemuan 10 : UTS (Ujian Tengah Semester)
Pertemuan 11 : Penduduk Indonesia:
a. Pesebaran dan kepadatan penduduk Indonesia
b. Keanekaragaman etnis dan budaya bangsa Indonesia
c. Masalah penduduk dan cara penaggulangannya: persebaran yang tidak merata, urbanisasi,
kesenjangan social, kemiskinan dan pengangguran, kesehatan dan pendidikan.
Pertemuan 12 : Mata pencaharian penduduk Indonesia:
a. Pertanian: jenis pertanian, hubungannya dengan keadaan geografi, masalah-masalah
pertanian.
b. Perikanan: jenis perikanan, hubungan jenis perikanak dengan keadaan geografi, masalah
perikanan di Indonesia
c. Kehutanan dan pertambangan: jenis hutan dan pertambangan di Indonesia dan masalahmasalanya
d. Perindustrian, transportasi, perdagangan, pariwisata dan industri jasa: dampak positif dan
negative, hubungan dengan sumberdaya alam dan insani, prospek masa dengan.
STKIP
Pertemuan 13 : Sumatera :
a. Keadaan geografi fisik: geografi, geomorfologi, tanah dan pemanfaatan,
b. iklim, laut, hidrologi dan flora fauna.
c. Ekosistem alami: pantai, sungai, rawa, danau, dataran rendah dan pegunungan
d. Penduduk dan sumberdaya alam: persebaran penduduk, pemanfaatan sumenrdaya alam,
gangguan terhadap sumberdaya alam dan upaya penaggulangannya.
Pertemuan 14 : Jawa
Pertemuan 15 : Kalimantan,Bali dan Nusa Tenggara
Pertemuan 16: Sulawesi,Maluku dan Papua
Pertemuan 17: Ujian akhir semester
Referensi:
Abdurrachih, Iih, (1986), Geografi Latar Belakang Pemikiran dan Metode; Bandung Jurusan
Pend, Geografi IKIP Bandung.
Anthony, J Whitten, dkk. (1987), Ekologi Sulawesi. Yogyakarta: UGM-Press.
Anugrah Nontji, (1987), Laut Nusantara. Jakarta: Jembatan.
Bachrum Sanusi, (1984), Mengenal Hasi Tambang Indonesia. Jakarta: Bina Aksara.
Bemmenlen, Van R.W., (1968), Geology of Indonesia, jilid IA,Yogyakarta: Cepat
Kathy Mac Kinnom, dkk, (1996), The Ecology of Kalimatan. Singapore: Perplus Editions
Pandoyo, S. Toto, (1985), Wawasan Nusantara dan Implementasinya dalam UUD 1945 serta
Pembanguna Nasional, Bima Aksara.
Rachmat Bratmidjaja, dkk. (1990), Ensikolpedi Indonesia seri geografi. Jakarta: Ichtiar Baru
van Hoere dan PT. Intermasa.
Sandy, I. Made, (1985), Republik Indonesia Geopgrafi Regional, Jakarta: Geografi FMIPAUI.
STKIP
Evaluasi Hasil Belajar Geografi
Identitas mata kuliah:
Mata Kuliah
: Evaluasi Hasil Belajar Geografi
Kode
: MPB 502
Jumlah sks
: 4 SKS
Semester
:5
Kelompok mata kuliah : MPB
Jurusan/Program
: Pendidikan Geografi/S1
Status mata kuliah
: Mata kuliah lanjut
Prasyarat : Telah lulus mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Geografi & SBM
Dosen : M. Hadi Zuhri, M.Pd & Bambang Eko Saputro, M.Pd
Tujuan
Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan prinsipprinsip, konsep-konsep, dan teori-teori evaluasi pembelajaran sehingga memiliki wawasan
pengetahuan dan keahlian dalam membuat instrumen pengukuran, melaksanakan
pengukuran, menganalisis data hasil pengukuran baik dengan prosedur kuantitatif maupun
kualitatif serta mengambil keputusan pembelajaran yang efektif, sebagai bekal calon guru dan
tenaga kependidikan yang profesional.
Deskripsi Isi
Mata kuliah Evaluasi Hasil Belajar Geografi merupakan mata kuliah lanjut bagi mahasiswa
Jurusan Pendidikan Geografi S1 yang mengkaji tentang prinsip-prinsip pengukuran dan
penilaian, pelaksanaan pengukuran, serta pengambilan keputusan berkaitan dengan
pembelajaran Geografi. Kompetensi yang diharapkan adalah membentuk penguasaan dalam
membuat instrumen pengukuran, melaksanakan pengukuran, menganalisis data hasil
pengukuran baik dengan prosedur kuantitatif maupun kualitatif serta mengambil keputusan
pembelajaran yang efektif. Materi perkuliahan meliputi pengertian, jenis dan fungsi evaluasi,
penilaian bentuk tes dan non tes, penyusunan instrumen penilaian, validitas dan reliabilitas
instrumen, cara pengolahan hasil pengkururan, serta cara menentukan hasil belajar untuk
pengambilan keputusan dalam pembelajaran Geografi.
Pendekatan Pembelajaran
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini dilakukan
beberapa metode pembelajaran, yaitu:
a. Diskusi
b. Ceramah dan tanya jawab
c. Latihan terstruktur
d. Pengumpulan data lapangan
e. Pembuatan laporan
f. Penyajian laporan di kelas
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam:
a. kehadiran pada perkuliahan : 10%
b. partisipasi kegiatan di kelas : 10%
STKIP
c. laporan dan penyajian : 20%
d. UTS : 25%
e. UAS : 35%
Rincian materi perkuliahan tiap perkuliahan
Pertemuan 1 : Membahas silabus perkuliahan
tujuannya adalah untuk mengakomodasi berbagai masukan dari mahasiswa untuk memberi
kemungkinan revisi terhadap pokok bahasan. Pada pertemuan kali ini dikemukakan pula
tujuan, ruang lingkup, prosedur perkuliahan, penjelasan tentang tugas yang harus dilakukan
mahasiswa, ujian yang harus diikuti termasuk jenis soal dan cara penyelesaian, serta sumbersumber yang mendukung perkuliahan ini.
Pertemuan 2 : Hakikat evaluasi pembelajaran Geografi, meliputi:
(a) Kedudukan dan peran evaluasi dalam pembelajaran Geografi, (b) Perbedaan penilaian
dan pengukuran, (c) aspek-aspek yang dinilai dalam pembelajaran, serta (d) Jenis dan fungsi
evaluasi.
Pertemuan 3 : Alat Evaluasi, meliputi:
(1) rasional penggunaan alat dalam evaluasi, (2) macam-macam alat evaluasi/penilaian, serta
(3) fungsi dan kebergunaan masing-masing jenis alat evaluasi.
Pertemuan 4 : Pengembangan alat penilaian tes tertulis bentuk objektif yang meliputi: (1)
bentuk-bentuk soal, (2) keunggulan dan kelemahan masing-masing bentuk tes, serta (3)
kaidah-kaidah penulisan butir soal tes objektif.
Pertemuan 5 : Lanjutan pengembangan alat penilaian tes tertulis bentuk objektif yang
meliputi: (1) indikator soal yang baik, (2) penyusunan alat penilaian bentuk tes pilihan ganda.
Pertemuan 6 : Telaah alat penilaian
meliputi kajian terhadap soal yang sudah disusun dengan mengambil beberapa contoh soal
yang disusun para guru untuk dikritisi keunggulan dan kelemahan yang ada berdasarkan
indikator-indikator soal yang baik.
Pertemuan 7 : Ujian Tengah Semester
Pertemuan 8 : Pengembangan alat penilaian tes perbuatan (praktik) pembelajaran Geografi,
meliputi: (1) bentuk-bentuk penilaian untuk berbagai praktik seperti pemetaan, praktik
lapangan, dan partisipasi di kelas, (2) jenis alat penilaian praktik, (3) cara penyusunan alat
praktik, serta (4) validitas dan reliabilitas alat praktik.
Pertemuan 9 : Pengembangan alat penilaian tes bentuk essay, meliputi:
(1) keunggulan dan kelemahan penilaian essay, (2) cara mengantisipasi kelemahan penilaian
bentuk essay, serta (3) cara penyusunan tes bentuk essay.
Pertemuan 10 : Pengembangan penilaian non tes, meliputi:
(1) wawancara, (2) observasi, (3) sikap dan minat, serta (4) penilaian portofolio.
Pertemuan 11 : Validitas dan reliabilitas alat, meliputi:
(1) pentingnya validitas dan reliabilitas alat evaluasi, (2) jenis validitas dan reliabilitas, (3)
cara-cara perhitungan validitas dan reliabilitas alat evaluasi.
Pertemuan 12 : Sistem penilaian, meliputi:
(1) Penilaian Acuan Normatif (PAN) dan Patokan (PAP), (2) fungsi PAN dan PAP, serta (3)
Penggunaan PAN dan PAP.
Pertemuan 13 : Penentuan nilai akhir dan pelaporan hasil belajar, meliputi:
(1) fungsi nilai akhir, (2) faktor-faktor yang menentukan nilai akhir, (3) perhitungan nilai
akhir, serta (4) cara penyusunan pelaporan hasil belajar. Pertemuan 14 : Praktik validitas dan
reliabilitas alat penilaian dengan menggunakan program komputer Excel, SPSS, dan Iteman.
Pertemuan 15 : Lanjutan praktik valliditas dan reliabilitas alat penilaian dengan
menggunakan program Excel,SPSS, dan Iteman. Pertemuan 16 : Ujian Akhir Semester
STKIP
Referensi
1) Awan Mutakin dkk. (1988). Penilaian Dalam Pendidikan, Bandung: IKIP Bandung.
2) Gable K, Robert. (1966). Instrument Development in Affective Domain, Boston: KluwerNijhoff
Pub.
3) Gronlund, Norman E. (1970). Measurement and Evaluation in Teaching, N.Y.: MacMillan
Pub.
Co.
4) Popham, James. (1981). Modern Educational Measurement. London: Prentice-Hall Inc.
5) Subino. (1987). Konstruksi dan Analisis Tes: Suatu Pengantar Kepada Teori Tes dan
Pengukuran,
Jakarta
Depdikbud.
6) Suharsimi. (1987). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Yogyakarta: Bumi Aksara.
Sumber dan Dokumen : Jurnal & Internet
STKIP
Evaluasi Sumberdaya Air (ESDA)
Identitas mata kuliah
Mata Kuliah
: Evaluasi Sumberdaya Air
Kode
: MKB 738
Jumlah sks
: 3 SKS
Semester
:7
Kelompok mata kuliah : MKB
Jurusan/Program
: Pendidikan Geografi/S1
Status mata kuliah
: Mata kuliah lanjut
Prasyarat
: Telah lulus mata kuliah Hidrologi Dasar, Met-Klim, Oseanografi
Dosen
: Baiq Liana Widiyanti, M.Si
Tujuan
Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan prinsipprinsip, konsep-konsep, dan teori-teori evaluasi pembelajaran sehingga memiliki wawasan
pengetahuan dan keahlian dalam membuat instrumen pengukuran, melaksanakan
pengukuran, menganalisis data hasil pengukuran baik dengan prosedur kuantitatif maupun
kualitatif serta mengambil keputusan pembelajaran yang efektif, sebagai bekal calon guru dan
tenaga kependidikan yang profesional.
Deskripsi Isi
Dalam kuliah ini, ada beberapa mata kuliah sebagai persyaratan agar dapat mengambil
kuliah ini, yaitu: Hidrologi Dasar (MKB 103, Meteorologi Klimatologi (MKB 203) dan
Oceanografi (MKB 402). Tujuan akhir yang hendak dicapai adalah penyelesaian materi:
siklus hidrologi lengkap dengan komponen penyusunnya dlam distribusi vertical, Konsep
DAS dengan batasnya secara fisiografi maupun hidrologis, identifikasi, pengukuran dan
perhitungan ketersediaan air (secara meteorologist, air permukaan, air bawah permukaan dan
air tanah), identifikasi dan perhitungan kebutuhan air (domestic, industry, agrikultur),
penentuan kualitas air termasuk masalah pencemaran air, analisis water balance dan
pemetaan hasil analisis untuk evaluasi sumberdaya air wilayah yang dikaitkan dengan
fenomena banjir dan kekeringan (perubahan iklim).
Pendekatan Pembelajaran
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini dilakukan
beberapa metode pembelajaran, yaitu:
a. Diskusi
b. Ceramah dan tanya jawab
c. Latihan terstruktur
d. Pengumpulan data lapangan
e. Pembuatan laporan
f. Penyajian laporan di kelas
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam:
a. kehadiran pada perkuliahan : 10%
b. partisipasi kegiatan di kelas : 10%
STKIP
c. laporan dan penyajian : 25%
d. UTS : 25%
e. UAS : 30%
Rincian materi perkuliahan tiap perkuliahan
pertemuan 1 : Silabus dan kontrak kuliah
Pertemuan 2 : siklus hidrologi
Pertemuan 3 : definisi dan konsep DAS
Pertemuan 4-9 : ketersediaan air wilayah
Pertemuan 10 : UTS
Peretemuan 11-12 : Kebutuhan Air Wilayah
Pertemuan 13-14 : penentuan Kualitas Air
Pertemuan 15 : Analisis water balance
Pertemuan 16-18 ; Evaluasi Sumberdaya Air
Referensi
1) Black, Peter E., (1991), Watershed Hydrology, Prentice Hall, Englewood Cliffs, New
Jersey.
2) Faust, Samual D., Osman M. Aly, (1981), Chemstry of Natural Waters, Ann Arbor
Science, Michigan.
3) Soewarno, (1991), Pengukuran dan Pengolahan Data Aliran Sungai (Hdrometri), Nova,
Bandung
4) Freeze R. Allan, John A. Cherry (1979), Groundwater, Englewood Cliffs, New Jersey.
5) Linsley Ray K., Joseph B. Franzini, (1985), Teknik Sumber Daya Air, Eralanga, Jakarta.
6) Sastrodarsono Suyono dan Kensaku Takeda, (1999), Hidrologi untuk Pengairan.
7) Sprong, D., (1979), Lakes in The Humid Tropical Areas of The World, Arrevem of the
literature.
8) Todd, (1983), Introduction to Hydrology. Mc Graw Hill. USA.
9) Kodoatie, R.J. dan Roestam Sjarief. (2005). Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu.
Yogyakarta: Andi.
10) Asdak Chay (1995). Hidrologi dan Pengeloaan daerah Aliran Sungai. Yogyakarta:
Gadjah Mada Press.
11) Hermawan Yandi, Hidrologi untuk Insinyur, hal. 1-6.
12) Hohnholz J. H., Applied Geography and Development, p. 8-23.
13) Doorenbos J., A.H Kassam, (1979), Yield Respons to Water, FAO, Rome.
14) Ersin Seyhan,1964, Fundamental Hydrology. Jhon Wiley & Sons, Toronto. Canada
15) Makrup, L., 2001. Dasar-dasar Analisis Aliran di Sungai dan Muara. UII Press,
Yogyakarta.
STKIP
Geografi Regional Dunia (GRD)
Identitas mata kuliah
Mata Kuliah
: Geografi Regional Dunia
Kode
: MKB 313
Jumlah sks
: 2 sks
Semester
:3
Kelompok mata kuliah : MKB Program Studi
Jurusan/Program
: Pendidikan Geografi/S1
Status mata kuliah
: Mata kuliah lanjut
Prasyarat
: Telah lulus mata kuliah Pengantar Geografi,Geologi dan
Geomorfologi Dasar
Dosen
: Rohiyana Astuti, S.Pd
Tujuan
Mempelajari interaksi, interelasi, dan interdependensi serta pergeseran kerjasama antar
wilayah di Permukaan bumi. Mengetahui konsep-konsep dasar geografi regional, faktorfaktor yang mendukung terjadinya interaksiantar region. Mengetahui konsep-konsep benua,
dan hubungan morfologi masing-masing keanekaragaman region dengan aktivitas.Setelah
mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menerapkan keadaan geografi fisik
dan manusia di seluruh wilayah dunia dan hubungan unsure-unsur fisikal, sosiokutural,
secara internal regional, serta fenomena global internasional, sehingga mahasiswa mampu
meningkatkan wawasannya secara professional, edukatif dan ilmiah.
Deskripsi Isi
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah lanjut bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi
S1 yang membahas tentang fenomena geografi dunia dan hubungannya dengan kegiatan
penduduk yang didekati secara keruangan dan kelingkungan yang meliputi letak keadaan
geologi, geomorfologi, iklim, tanah, perairan, laut, hidrologi, flora dan fauna, serta jenis-jenis
ekosistem yang ada di wilayah dunia per region ditinjau dari pembagian secara astronomis
dan lintangnya. Mempelajari interaksi, interelasi, dan interdependensi serta pergeseran
kerjasama antar wilayah di Petmukaan bumi. Mengetahui konsep-konsep dasar geografi
regional, faktor-faktor yang mendukung terjadinya interaksiantar region. Mengetahui
konsep-konsep benua, dan hubungan morfologi masing-masing keanekaragaman region
dengan aktivitas.
Pendekatan Pembelajaran
Perkuliahan ini menggunakan pendekatan ekspositori, inkuiri, dan praktek lapangan
a. Metode : ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pemecahan masalah
b. Tugas : laporan buku & makalah, penyajian dan diskusi, dan laporan praktikum lapangan
c. Media : LCD, OHP.
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam beberapa aspek, yaitu :
a. Kehadiran di kelas
b. Partisipasi dalam kegiatan kelas
c. Pembuatan dan penyajian makalah
STKIP
d. Laporan literature
e. UTS dan UAS
Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan
Pertemuan 1 : silabus dan kontrak kuliah
Pertemuan 2-3 : Konsep dan Pendekatan region, Regional Muka Bumi, Kategori dan
JenjangHirarkhinya
Pertemuan 4-5 : Interelasi dan Interdependensi Antar Region/Wilayah
Pertemuan 6 : Pergeseran Pola Kerjasama Antar Region/Wilayah
Pertemuan 7 : karakteristik region-region yang ada di Dunia
Pertemuan 8-9 : Asia, Australia & New Zealand
Pertemuan 10 : UTS
Pertemuan 11-12 : Eropa
Pertemuan 13-14 : Amerika
Pertemuan 15-16 : Afrika
Pertemuan 17 : UAS
Referensi
1. Anonim. (1987). Atlas Geografi Indonesia dan Dunia. Jakarta: Oxford University Press,
Pustaka Ilmu.
2. Anonim, (200). Edisi Khusus Afrika. Jakarta: Jurnal. National Geograpfic Indonesia.
Gramedia
3. Banowati, Eva. (2003). Keadaan Geografis Negara Tetangga I.Jakarta: Direktorat Pend.
Lanjutan Pertama. Dirjen Pendasmen Depdiknas.
4. Budiyanto. (2003). Keadaan Geografis Negara Tetangga II. Jakarta: Direktorat pend.
Pend. Lanjutan Pertama. Dirjen Pendasmen Depdiknas.
5. Bates, Marston. (1985). Amerika Utara. Jakarta: Pustaka Time Life. Tiara Pustaka.
6. ____________ (1985). Amerika Selatan. Jakarta: Pustaka Time Life. Tiara Pustaka.
7. ____________ (1985). Afrika. Jakarta: Pustaka Time Life. Tiara Pustaka.
8. Depdikbud. (1992). Ensiklopedi Indonesia Seri Asia. Jakarta: Ikhtiar baru Van Hoeve.
9. ____________ (1992). Ensiklopedi Indonesia Seri Amerika. Jakarta: Ikhtiar Baru Van
Hoeve.
10. ____________ (1992). Ensiklopedi Indonesia Seri Afrika. Jakarta: Ikhtiar Baru Van
Hoeve.
11. ____________ (1992). Ensiklopedi Indonesia Seri Eropa. Jakarta: Ikhtiar Baru Van
Hoeve.
12. ____________ (1992). Ensiklopedi Indonesia Seri Australia Oceania. Jakarta: Ikhtiar
Baru Van Hoeve.
13. Djamari, Dkk. (1996). Geografi Regional Dunia, Modul 1-3. Jakarta: UT Karunika.
14. Djamari, Dkk. (1996). Geografi Regional Dunia, Modul 4-6. Jakarta: UT Karunika.
15. Gunardo. (2003). Benua Asia dan Negara-negara di Kawasannya. Jakarta: Direktorat
Pend. Lanjutan Pertama. Dirjen Pendasmen Depdiknas.
16. ____________ (2003. Benua Amerika dan Negara-negara di Kawasannya. Jakarta:
Direktorat Pend. Lanjutan Pertama. Dirjen Pendasmen Depdiknas.
17. ____________ (2003. Benua Afrika dan Negara-negara di Kawasannya. Jakarta:
Direktorat Pend. Lanjutan Pertama. Dirjen Pendasmen Depdiknas.
18. ____________ (2003. Benua Eropa dan Negara-negara di Kawasannya. Jakarta:
Direktorat Pend. Lanjutan Pertama. Dirjen Pendasmen Depdiknas.
STKIP
Pendidikan Agama Islam
Identitas Mata kuliah
Nama Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah
Prasyarat
Dosen
: Pendidikan Agama Islam
: MPK 102
: 2 sks
:I
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
:
: Zaki Ismail, M.SI
Tujuan
Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mahasiswa akan: (1) memiliki sikap yang
baik dan benar dalam menjalankan aturan-aturan agama, (2) memiliki wawasan sesuai dengan pokok
bahasan dalam silabus ini.
Deskripsi
Mata kuliah ini mengkaji pengertian agama, ilmu ketuhanan, aqidah, rukun islam, rukun iman, ihsan,
risalah, hadist, nikah, manusia beserta hukum-hukum syariat agama. Pemahaman atas beberapa hal
tersebut diharapkan sebagai bekal mahasiswa dalam menjalankan agama dengan baik dan benar
sebagaimana dikembangkan pada bagian “pokok bahasan” silabus ini.
Pendekatan Pembelajaran
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini dilakukan
beberapa metode pembelajaran, yaitu diskusi, ceramah dan tanya jawab, latihan terstruktur
pengumpulan
data
lapangan,
pembuatan
laporan
dan penyajian laporan di kelas.
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam hal sebagai berikut:
a. kehadiran pada perkuliahan 10%
b. partisipasi kegiatan di kelas10%
c. laporan 20%
d. UTS 25%
e. UAS 35%
Rincian Materi Perkuliahan Setiap Pertemuan
1
Agama :
a. Arti agama
b. Pengertian agama
c. Hakikat agama bagi manusia
2
Aqidah :
a. Allah itu Wujud
b. Allah Maha Esa
STKIP
3
c. Allah Maha Sempurna
Ilmu Ke-Tuhanan :
a. Ilmu Tauhid
b. Ilmu Kalam
c. Ilmu Ushuluddin
4
Manusia :
5
a. Asal-usul manusia
b. Manusia makhluk berakal
Al-Qur’an :
6
a. Pengertian Al-Qur’an
b. Fungsi dan peranan Al-Qur’an
c. Komitmen seorang muslim terhadap Al-Qur’an
Arkanul Iman :
7
a. Iman kepada Allah
b. Iman kepada Malaikat
c. Iman kepada Kitab Suci
d. Iman kepada Rasul & Nabi
e. Iman kepada Hari Akhir
f. Iman kepada Qodho & Qodhar
Arkanul Islam :
8
a. Syahadat
b. Sholat
c. Zakat
d. Puasa
e. Haji
Ihhsan :
9
a. Pengertian Ihhsan
b. Masalah Ihhsan
c. Akhlakul Karimah
Hukum Islam/Syari’at :
1
0
1
11
2
1
3
a. Sunnatullah
b. Fiqih
c. Ushul Fiqih
Nikah :
a. Pengertian Nikah
b. Syarat Nikah
c. Rukun Nikah
Risalah :
a. Pengertian Risalah
b. Rasul dan Nabi
c. Auliya’ dan Ulama
Hadits (Sunnah) :
a. Pengertian Hadits
b. Fungsi Hadits terhadap Al-Qur’an
c. Kewajiban umat Islam terhadap Hadits
STKIP
1
4
Kesimpulan Perkuliahan Pendidikan Agama Islam
Refrensi
Departemen Agama Republik Indonesia, “Al-Qur’an dan Terjemahannya”, Jakarta, 1984.
Prof. DR. H. Harun Nasution, ”Islam (Ditinjau dari berbagai aspek)”, UI Press, Jakarta, 1988.
Prof. DR. H. Harun Nasution, ”Akal dan Wahyu dalam Islam”, UI Press, Jakarta, 1988.
Prof. DR. H. Harun Nasution, ”Filsafat Agama”, Bulan Bintang, Jakarta, 1973.
Al-Ghazali, ”Aqidah Muslim”, Pedoman Ilmu Jaya, Jakarta, 1986.
Al-Ghazali, ”Al-Asma’ Al-Husna (Rahasia Nama-nama Indah Allah)”, Mizan, Bandung 1994.
DR. Dahler Franz, ”Masalah Agama”, Kanisius, Yogyakarta, 1992.
Drs. Asror Mustaghfir, “123 Hadits Pembina Iman dan Akhlak”, Wicaksana, Semarang, 1981.
H. S.A. Alhamdani, “Risalah Nikah (Hukum Perkawinan Islam)”, Pustaka Amani, Jakarta, 1989.
Sabiq Sayyid, “Fiqih Sunnah”, Al-Ma’arif, Bandung, 1996.
H. Sulaiman Rasyid, “Fiqh Islam”.
Drs. H. A. Djazuli, “Ilmu Fiqh (Sebuah Pengantar)”, IAIN Sunan Gunung Djati, Bandung 1991.
Prof. DR. Hj. Zakiah Darajat, “Akhlak”.
STKIP
Bahasa Isgris
Identitas Mata kuliah
Nama Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Jurusan/Program
Prasyarat
Dosen
: Bahasa Inggris
: MPK 103
: 2 sks
:I
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:: H. M. Husain, S.Pd
Tujuan
Mahasiswa mampu menulis, membaca dan berbicara dalam bahasa Inggris tingkat dasar.
Deskripsi
Mata kuliah ini membicarakan berbagai jenis kata dalam Bahasa Inggris dan Penyusunan menjadi
kalimat. Pembuatan paragraph, dan Tulisan yang lebih Luas juga dipelajari sebagai basis untuk
mengembangkan academic writing skill. Disamping itu kemampuan membaca dan berbicara dalam
bahasa inggris juga dibahas dengan cukup konprehensif.
Pendekatan Pembelajaran
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini dilakukan
beberapa metode pembelajaran, yaitu diskusi, ceramah dan tanya jawab, latihan terstruktur.
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam hal sebagai berikut:
f. kehadiran pada perkuliahan 10%
g. partisipasi kegiatan di kelas10%
h. laporan 20%
i. UTS 25%
j. UAS 35%
Rincian Materi Perkuliahan Setiap Pertemuan
1
2-3
Silabus
Mengidentifikasi nouns and pronouns, verbs, adjective, and adverbs, prepositions,
conjuctions, and interjections.
4
Menyusun kalimat dalam berbagai bentuk waktu.
5
Menulis paragraphs dan membuat tulisan yang lebih luas
6
Membaca dengan pemahaman yang baik
7
Membaca dengan cepat dan akurat
STKIP
8
Mengucapkan selamat
9
Melakukan perkenalan
10
Mendeskripsikan berbagai hal secara lisan
Refrensi
Forlini, G. 1987. Grammar and Composition. Englewood clIFfs: Prentice Hall
Lindell, A. and Hagiwara, MP. 1990. Intensive English for Communication. Jakarta : Bina Aksara
Murphy, R. 1997. Essential Grammar in Use. Jakarta: Penerbit Erlangga
STKIP
Pengantar Filasafat Geografi
Identitas Mata kuliah
Nama Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Prasyarat
Dosen
: Pengantar Filsafat Geografi
: MKB 101
: 2 sks
:I
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
: Erly Zohrian P, S. Pd
Tujuan
Selesai mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan mitologi yunani terkait
fenomena geografi, pendapat Thales tentang bumi, herodetus sebagai bapak geografi, istilah geografi
dan orang yang pertama kali menggunakannya, pengukuran keliling bumi berdasrkan sudut dating
sinar matahari, ketertarikan orang arab islam pada astronomi, perkembangan geografi dan tokohnya.
Deskripsi
Mata kuliah Pengantar Geografi ini merupakan mata kuliah keahlian yang mesti diikuti oleh
mahasiswa Pendidikan Geografi S1. Mata kuliah ini membekali mahasiswa, sebagai calon
Geograf mengetahui sejarah dan perkembangan ilmu geografi sebagaimana dirinci pada
bagian “pokok bahasan” silabus ini.
Pendekatan Pembelajaran
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini dilakukan
beberapa metode pembelajaran, yaitu diskusi, ceramahdan tanya jawab, latihan terstruktur
dan penyajian laporan di kelas.
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam hal sebagai berikut:
a.
kehadiran pada perkuliahan 10%
b.
partisipasi kegiatan di kelas10%
c.
laporan 20%
d.
UTS 25%
e.
UAS 35%
STKIP
Rincian Materi Perkuliahan Setiap Pertemuan
1
Penyampaian silabus dan brainstroming
2-3
Perkembangan Geografi
4-6
a. Penjelajahan mencari daerah baru
b. Landasan Geografi Modern
Perkembangan Geografi
7-8
a. Geografi modern dalam perkembangan
b. Perkembangan lembaga geografi di Indonesia
Pandangan Manusia dengan Lingkungan Alam
910
a. Fisis determinis
b. posibilis
Pandangan Manusia dengan Lingkungan Alam
11
a. ketergantungan dan hubungan dengan lingkungan
b. lingkungan sebagai ruang dan pemanfaatanya
Ruang Lingkup Geografi
12
a. definisi dan obyek geografi
Ruang Lingkup Geografi
13
a. konsep geografi
Geografi dalam Ilmu Pengetahuan
12
a. kedudukan ilmu geografi
Ruang Lingkup Geografi
a. cabang-cabang geografi
Refrensi
Broek, Jan OM, 1969. Gography : scope and spirit.
Pasya, Gurniawan Kamil. 2002. Geografi : Pemahaman Konsep dan Metodologi.
STKIP
Geografi Pariwisata
Identitas Mata kuliah
Nama Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah
Prasyarat
Dosen
: Geografi Pariwisata
: MKB 314
: 2 sks
: III
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
:
: Erly Zohriah P, S.Pd
Tujuan
Mata kuliah ini bertujuan untuk mengembangkan daya nalar dan kreativitas mahasiswa dalam
menganalisis dan mengaplikasikan pendekatan, teori dan konsep geografi dalam kepariwisataan
termasuk didalamnya mahasiswa mampu mendeskripsikan dan menganalisis fenomena dan
persebaran sumberdaya alam ataupun buatan yang memiliki karakteristik pariwisata serta
mengapresiasi potensi sumberdaya tersebut untuk kepentingan kepariwisataan.
Deskripsi
Mata kuliah ini mengkaji dan menganalisis: konsep pariwisata dan geografi pariwisata dan perananya,
ruang lingkup, bentuk, tujuan, faktor geogarfis pendukung pariwisata, sebagaimana dikembangkan
pada bagian “pokok bahasan” silabus ini.
Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran mata kuliah geografi pariwisata dilakukan dengan sistem
perkuliahan di kelas dan studi lapangan.
Evaluasi
Penilaian keberhasilan mata kuliah ini dilakukan melalui penugasan, studi lapangan, ujian tengah
semester dan ujian akhir semester.
Rincian Materi Perkuliahan Setiap Pertemuan
Pertemuan 1
Konsep, Fungsi dan Peranan Geografi Pariwisata
1) Konsep geografi pariwisata
2) Peranan dan fungsi ilmu geografi dalam kajian kepariwisataan
Pertemuan 2
Konsep, sejarah pariwisata, pariwisata sebagai ilmu dan tujuan berwisata
1) Konsep pariwisata
2) Sejarah pariwisata
3) Pariwisata sebagai ilmu
4) Tujuan berwisata
Pertemuan 3
Unsur-unsur pariwisata
Pertemuan 4
Objek wisata, kawasan wisata dan wisatawan
1) Konsep objek wisata, kawasan wisata
2) Konsep wisatawan
3) Jenis-jenis wisatawan
STKIP
Pertemuan 5
Ruang wisata lokal, nasional, internasional serta daya tariknya
1) Ruang sebagai objek geografi dan sumberdaya wisata
2) Kawasan wisata dan objek wisata lokal, nasional dan internasional
3) Kawasan wisata Indonesia sebagai miniatur kawasan wisata dunia
Pertemuan 6
Sapta pesona pariwisata
Pertemuan 7
Bentuk-bentuk dan jenis-jenis pariwisata
Pertemuan 8
Permintaan wisata
1) Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan wisata
2) Motif-motif memilih daerah wisata
Pertemuan 9
Mid Semester
Pengembangan pariwisata 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16
1) Kebijakan pengembangan wisata
2) Unsur-unsur pokok pengembangan pariwisata
3) Faktor-faktor geografis yang mendukung pengembangan kawasan wisata
4) Studi lapangan untuk mengidentifikasi kawasan wisata, objek wisata dan pengembangan
kawasan wisata
Pertemuan 17
Dampak pariwisata
Refrensi
Karyono, A Hari. 1997. Kepariwisataan. Jakarta : Gramedia Widyasarana
Nursid Sumaatmadja. 1981. Studi Geografi ; Suatu Pendekatan dan Analisa Keruangan.
Bandung : ITB
Pendit, Nyoman S. 1987. Ilmu Pariwisata sebuah Pengantar Perdana. Jakarta : Pradnya
Paramitha
Soekardijo R.G. 1997. Anatomi Pariwisata (Memahami Pariwisata sebagai Systemic
Lingkage). Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Wahab S. 1992. Manajemen Kepariwisataan. Jakarta : Pradnya paramitha
STKIP
Ilmui Ukur Tanah
Identitas Mata kuliah
Nama Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah
Prasyarat
Dosen
: Ilmu Ukur Tanah
: MKB 312
: 2 sks
: III
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
: Lulus Kartografi Dasar (MKB 207)
: Armin Subhani,M.Pd
Tujuan
Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu memahami, mengetahui dan
menguasai konsep ilmu ukur tanah, perhitungan dan penyajiannya dalam bentuk peta serta aplikasinya
dalam geografi
Deskripsi
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang mesti diikuti oleh mahasiswa. Mata kuliah ini
membekali mahasiswa, untuk lebih memahami konsep pemetaan, tehnik pengukuran, serta
aplikasi dalam ilmu geografi. Slanjutnya sebagai bekal dalam memberi pengajaran tentang
pemetaan sebagaimana dikembangkan pada bagian “pokok bahasan” silabus ini.
Pendekatan Pembelajaran
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini dilakukan
beberapa metode pembelajaran, yaitu diskusi, ceramah dan tanya jawab, latihan terstruktur
pengumpulan
data
lapangan,
pembuatan
laporan
dan penyajian laporan di kelas.
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam hal sebagai berikut:
a. kehadiran pada perkuliahan 10%
b. partisipasi kegiatan di kelas10%
c. laporan 20%
d. UTS 25%
e. UAS 35%
STKIP
Rincian Materi Perkuliahan Setiap Pertemuan
1 Teori Dasar pengukuran
1. Penentuan Ukuran dan skala
2. Penentuan tempat titik-titik
3. Penentuan suatu jurusan antara dua titik
Peta
2
Membuat garis lurus dan Mengukur jarak dilapangan
3
1. Menyatakan titik di lapangan
2. Membuat garis lurus di lapangan
3. Alat pengukur jarak
4. Pengukuran jarak
Membuat garis lurus dan Mengukur jarak dilapangan
4
1. Alat pengukur sudut
2. Ketelitian pengukuran jarak
Pengukuran untuk pembuatan peta
5
1. Cara pengukuran dengan koordinat tegak lurus
Bagian penting alat ukur tanah
6
1. lensa
2. teropong
3. sumbu-sumbu
4. Nivo
Pengukuran Tinggi dengan Menyipat datar
7
1. Syarat-syarat alat ukur yang harus dipenuhi
2. pengaturan alat ukur
3. Penentuan beda tinggi antara dua titik
Pengukuran Tinggi dengan Menyipat datar
8
4. Menyipat datar memanjang
5. pengukuran tinggi dengan garis bidik
6. profil memanjang dan profil melintang
Pengukuran Mendatar
9
1. Syarat-syarat alat yang harus dipenuhi
2. Pengukuran sudut mendatar
3. Dasar-dasar menghitung koordinat titik-titik
Pengukuran Mendatar
10
4. Cara menentukan titik-titik
5. Poligon
Pengukuran untuk pembuatan peta
11
1. pengukuran poligon dengan theodolit
Pengukuran Mendatar
12
1. Pembuatan peta
Pengukuran Mendatar
STKIP
pengukuran-pengukuran khusus
13
Penentuan luas
14
1. Penentuan luas dengan angka yang menyatakan jarak
2. Penentuan luas dengan cara grafis
Penentuan luas
3. Pengukuran luas dengan cara mekanis-grafis
ketelitian pengukuran luas
Refrensi
Suyono Sosrodarsono, 1983. Pengukuran Topografi dan Teknik Pemetaan, PT. Pradnya
Paramita, Jakarta,.
Soetomo Wongsocitro, 1983. Ilmu Ukur Tanah, PT. Pradnya Paramita, Jakarta,
STKIP
Ilmu Sosial Budaya Dasar
Identitas Mata kuliah
Nama Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah
Prasyarat
Dosen
: Ilmu Sosial Budaya Dasar
: MPK 105
: 3 sks
:I
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
:
: Drs. Suroso, M.Si
Tujuan
Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dasar
ilmu sosial/budaya dasar, memahami hal-hal yang menyangkut lingkungan sosial dan lingkungan
budaya. Serta menemukan solusi terhadap masalah-masalah sosial/budaya.
Deskripsi
Mata kuliah ini memberikan pemahaman tentang perlunya pembentukan dan pengembangan
kepribadian serta perluasan wawasan, me-ngenai berbagai gejala yang ada dalam masyarakat dan
berbagai gejala yang berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan.
Pendekatan Pembelajaran
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini dilakukan
beberapa metode pembelajaran, yaitu diskusi, ceramah dan tanya jawab, latihan terstruktur
pengumpulan
data
lapangan,
pembuatan
laporan
dan penyajian laporan di kelas.
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam hal sebagai berikut:
a. kehadiran pada perkuliahan 10%
b. partisipasi kegiatan di kelas10%
c. laporan 20%
d. UTS 25%
e. UAS 35%
Rincian Materi Perkuliahan Setiap Pertemuan
1
ISBD sebagai MBB
Hakikat dan Ruang Lingkup ISBD
ISBD sebagai MBB
ISBD sebagai solusi problem sosial dan budaya
2-4
Manusia sebagai makhluk berbudaya, berestetika serta beretika
STKIP
Hakikat manusia sebagai makhluk budaya.
Apresiasi kemanusian dan kebudayaan.
Etika dan estetika budaya
Konsep-konsep dasar manusia
Problem kebudayaan
5-6
Manusia sebagai individu dan makhluk sosial
Hakikat manusia sebagai individu dan makhluk sosial
Fungsi manusia sebagai individu dan makhluk sosial
Dinamika interaksi sosial
Delima kepentingan individu dan masyarakat
7-8
Hakikat manusia dan peradaban
Hakikat peradaban
Makhluk beradab dan masyarakat beradab
Evolusi budaya dan wujud peradaban
Dinamika dan Peradaban global
910
Hakikat manusia, keragaman dan kesetaraan
Hakikat keragaman dan kesetaraan
Keragaman dan kesetaraan sebagai kekayaan
Problematika keragaman dan kesetaraan.
1112
Hakikat, Fungsi, nilai, moral dan hukum dalam menadapat keadilan.
Hakikat, fungsi, nilai, moral dan hukum.
Keadilan,ketertiban, dan kesejahteraan
Perwujudan masyarakat bermoral dan taat hukum.
Problematika nilai moral dan hokum.
1314
Sain, teknologi, seni dan dampak hidup
Hakikat sain, teknologi, seni bagi manusia
Dampak penyalahgunaan iptek dalam kehidupan sosbud
Problematika pemanfaatan ipteks seluruh Indonesia
15
Hakikat dan makna lingkungan bagi kesejahteraan
STKIP
Hakikat dan makna lingkungan bagi manusia
Kualitas penduduk dan lingkungan terhadap kesejahteraan
Problema lingkungan sosial budaya
Isu-isu penting lintas budaya dan bangsa
Refrensi
Setiadi, Elly. Dkk. 2006. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Kencana Jakarta
Suleman, Munandar. 1995. Ilmu Budaya Dasar. Eresco Bandung
STKIP
Perkembangan Peserta Didik
1.
Identitas Mata kuliah
Nama
Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
: 2 sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah :
Prasyarat
Dosen
: Perkembangan Peserta Didik
: MKK 303
: III
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:: Lukmanul Hakim, S. Pd
2.
Tujuan
Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mahasiswa akan: (1) memiliki wawasan
dan pemahaman peserta didik dari usia dini, usia sekolah sampai dengan usia remaja.
3.
Deskripsi
Mata kuliah ini mengkaji perkembangan peserta didik dari usia dini sampai dengan usia remaja.
Menganalisis permasalahan dalam setiap level perkembangan sebagaimana dijabarkan dalam
“pokok bahasan” silabus ini.
4.
Pendekatan Pembelajaran
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini
dilakukan beberapa metode pembelajaran, yaitu diskusi, ceramah dan tanya jawab,
latihan
terstruktur
pengumpulan
data
lapangan,
pembuatan
laporan
dan penyajian laporan di kelas.
5.
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang
bersangkutan dalam hal sebagai berikut:
a. kehadiran pada perkuliahan 10%
b. partisipasi kegiatan di kelas10%
c. laporan 20%
d. UTS 25%
e. UAS 35%
f.
Rincian Materi Perkuliahan Setiap Pertemuan
1
Penyampaian Silabus
2
Pertumbuhan, perkembangan, kematangan dan belajar
3
Hukum dan prinsip-prinsip perkembangan serta implikasinya
4
Genetika dan interaksi herditas dengan lingkungan
5
Pengaruh faktor lingkungan dan kematangan terhadap individu
6
Sumber tugas dan fase perkembangan
STKIP
g.
7
Karakteristik perkembangan anak usia dini
8
Karakteristik perkembangan anak usia dini
9
Karakteristik anak usia sekolah
10
Karakteristik anak usia sekolah
11
Karakteristik usia remaja
12
Karakteristik usia remaja
13
Masalah perkembangan anak usia dini
14
Masalah perkembangan anak usia dini
15
Masalah perkembangan anak usia sekolah
16
Masalah perkembangan anak usia sekolah
17
Masalah perkembangan remaja
18
Masalah perkembangan remaja
Refrensi
1. Hurlock, E.B. 1990. Psikologi Perkembangan. (Alih Bahasa oleo Istiwiyati dan Sujarwo)
2. Gunarsa DS dan Ny. Gunarsa, Ds. 1986. Psikologi Remaja. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
3. Hurlock, EB. 1988. Perkembangan Anak (Alih Bahasa Istiwiyati dan Sujarwo)
STKIP
Pengantar Ilmu Sosial
1.
Identitas Mata kuliah
Nama
Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
: 2 sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah :
Prasyarat
Dosen
: Pengantar Ilmu Sosial
: MKB 315
: III
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
: Drs. Suroso, M.Si
2.
Tujuan
Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mahasiswa akan: (1) memiliki
wawasan, ruang lingkup IPS. (2) struktur dan peranan ilmu (3) dan mengerti ilmu sosial sperti
sosiologi, antropologi, sejarah, geografi dan ekonomi serta psikologi.
3.
Deskripsi
Mata kuliah ini mengkaji ruang lingkup IPS, struktur dan peranan ilmu dan mengerti ilmu sosial
sperti sosiologi, antropologi, sejarah, geografi dan ekonomi, sebagaimana dikembangkan pada
bagian “pokok bahasan” silabus ini.
4.
Pendekatan Pembelajaran
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini
dilakukan beberapa metode pembelajaran, yaitu diskusi, ceramah dan tanya jawab,
latihan
terstruktur
pengumpulan
data
lapangan,
pembuatan
laporan
dan penyajian laporan di kelas.
5.
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang
bersangkutan dalam hal sebagai berikut:
f. kehadiran pada perkuliahan 10%
g. partisipasi kegiatan di kelas10%
h. laporan 20%
i. UTS 25%
j. UAS 35%
6.
Rincian Materi Perkuliahan Setiap Pertemuan
1
Silabus
2
Pengertian dan Ruang Lingkup IPS
3
Struktur dan Peranan Ilmu
4
Ilmu sosiologi
5
Ilmu antropologi
6
Ujian tengah semester
7
Ilmu Geografi
STKIP
7.
8
Ilmu sejarah
9
Ilmu ekonomi
10
Ilmu psikologi
11
Ujian Akhir semester
Refrensi
Abdullah,Tdan A.Surjomihardjo.1985. Ilmu Sejarah dan Historiografi: Arah dan perspektif.
Jakarta: Gramedia.
Abdullah, Taufik 2006.Ilmu Sosial dan Tantangan Zaman. Jakarta: Raja GrafindiPersada.
Atkinson, Rita L.1996. Pengantar Psikologi. Jilid I dan 2.terjemahan oleh Nurjannah Taufiq dan
Agus Dharma. Jakarta: Erlangga.
Bintarto R dan Surastopo Hadi Sumarno.1979.Metode Analisa Geografi. Jakarta: Lembaga
Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial.
Campbell, Tom.1994. Tujuh Teori Sosial: Sketsa, Penilaian, Perbandingan. Terjemahan olehF
Budihardiman . Yogyakarta:Kanisius.
Dadang Supardan,2000. Pengantar Ilmu Sosial.Jakarta: Bumu Aksara.
Koentjoroningrat,1981.Pengantar Antropologi.Jakarta: Reneka Cipta.
Metcalfe,J.S.2000.
Imu
Ekonomi
Evolusioner
dalam
Adam
Kupper
dan
JessicaKupper.terjemahan Harris Munandar dkk. Jakarta: Raja Graffindo Persada. Tim
Penyusun syllabus. Sylabus Program Studi Pendidikan Geografi.
STKIP
Pengantar Pendidikan
1.
Identitas Mata kuliah
Nama
Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
: 2 sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah :
Prasyarat
Dosen
: Pengantar Pendidikan
: MKK 101
:I
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
: Nurliana Sopiawati, S.Pd
2.
Tujuan
Selesai mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pengertian
pendidikan, pengertian Ilmu Pendidikan, Komponen-komponen, tujuan , faktor-faktor serta
hubungan timbal balik yang terjadi dalam lingkungan pendidikan.
3.
Deskripsi
Mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan (PIP) ini merupakan mata kuliah keahlian yang
mesti diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Geografi S1. Mata kuliah ini membekali
mahasiswa, sebagai calon pemikir dan pengelola pendidikan, dengan pengetahuan
tentang pengantar ilmu-ilmu pendidikan yang akan dipelajari pada semester di atasnya
yang meliputi berbagai komponen pendidikan dan aspek-aspeknya sebagaimana
dikembangkan pada bagian “pokok bahasan” silabus ini.
4.
Pendekatan Pembelajaran
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini
dilakukan beberapa metode pembelajaran, yaitu diskusi, ceramahdan tanya jawab, latihan
terstruktur
pengumpulan
data
lapangan,
pembuatan
laporan
dan penyajian laporan di kelas.
5. Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam hal sebagai berikut:
1. kehadiran pada perkuliahan 10%
2. partisipasi kegiatan di kelas10%
3. laporan 20%
4. UTS 25%
5. UAS 35%
6.
Rincian Materi Perkuliahan Setiap Pertemuan
1
Pengertian Pendidikan dan Ilmu Pendidikan
Pengertian Pendidikan secara Sempit.
Pengertian pendidikan secara Luas.
2
Pengertian Pendidikan secara Alternatif.
STKIP
Pengertian Ilmu Pendidikan.
3
Pendidikan sebagai Ilmu Pengetahuan
Syarat-syarat berdirinya Ilmu Pengetahuan.
Ilmu Pendidikan sebagai Ilmu Normatif, teoritis dan Praktis.
Cabang-cabang dan Ilmu Bantu pendidikan.
4
Pendidikan Sebagai Sebuah Sistem
Pengertian Sistem.
Teori Sistem (Karakteristik dan Model).
5
Analisis Pendidikan Sebagai Sistem
6
Teori-teori Pendidikan Pendidikan Klasik
Pendidikan dalam Perspektif Empiris.
Pendidikan dalam Perspektif Nativisme.
Pendidikan dalam Perspektif Konvergensi
7
Faktor-faktor Pendidikan
Pengertian Faktor Pendidikan.
Macam-macam Faktor Pendidikan.
1. Pendidik
2. Peserta Didik
3. Tujuan
4. Materi
5. Alat
Hubungan Timbal Balik antar faktor Pendidikan.
8
Peserta Didik sebagai Faktor Pendidikan
Pengertian Peserta Didik.
Karakter Manusia sebagai Peserta Didik.
Batas Awal dan Akhir Pendidikan.
9
Tujuan sebagai Faktor Pendidikan
Pengertian Tujuan.
Fungsi Tujuan.
Sumber dan Dasar Perumusan Tujuan pendidikan.
Jenis dan Hirarki Tujuan Pendidikan.
10
Materi sebagai Faktor Pendidikan
Pengertian Materi Pendidikan.
STKIP
Cakupan Materi Pendidikan.
Pembidangan Pendidikan berdasarkan Materi Pendidikan.
11
Alat-alat Pendidikan
Pengertian Alat Pendidikan.
Macam-macam Alat Pendidikan.
Kriteria Pemilihan Alat Pendidikan.
12
Komponen Pendidikan
Pengertian Komponen Pendidikan.
Macam-macam Komponen Pendidikan.
1. Raw Input
2. Instrumental Input
3. Environmental Input
Hubungan Timbal Balik antar Komponen Pendidikan.
13
Lingkungan dan Lembaga Pendidikan
14
a. Pengertian Lingkungan dan Lembaga Pendidikan
b. Bentuk-bentuk Lingkungan Pendidikan
c. Bentuk-bentuk Lembaga Pendidikan
Peranan Keluarga, Pemerintah dan Masyarakat dalam Pendidikan
15
a. Tanggung Jawab Pendidikan oleh Orang Tua
b. Tanggung Jawab Pendidikan oleh Pemeruntah
c. Tanggung Jawab Pendidikan oleh Masyarakat
Hubungan Timbal Balik antara Lingkungan Pendidikan
a. Pengaruh Keluarga terhadap Sekolah dan Masyarakat
b. Pengaruh Sekolah terhadap Keluarga dan Masyarakat
c. Pengaruh Masyarakat terhadap Keluarga dan Sekolah
7.
Refrensi
Barnadib, Sutari Imam, Pengantar Ilmu Pendidikan, Yogyakarta: Yayasan Penerbit FIP-IKIP
Yogyakarta, 1978
Buchori, Mochtar, Spektrum Problematika Pendidikan di Indonesia, Yogyakarta: PT. Tiara
Wacana, 1994.
Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2001
Indrakusuma, Amir Dalen, Pengantar Ilmu Pendidikan: Sebuah Tinjauan Teoritis Filosofis,
Surabaya: Usaha Nasional, 1973.
Kartono, Kartini, Pengantar Ilmu Pendidikan Teoritis, Bandung: CV. Mandar Maju, 1992.
-------, Tinjauan Holistik Mengenai Tujuan Pendidikan Nasional, Jakarta: PT. Pradnya Paramita,
1997.
Mudyahardjo, Redja, Pengantar Pendidikan; Sebuah Studi Awal Tentang Dasar-dasar
Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan Indonesia, Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada, 2002.
-------, Filsafat Ilmu Pendidikan; Suatu pengantar, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001
Purwanto, M. Ngalim, Ilmu Pendidikan; Teoritis dan Praktis, Bandung: CV. Rosda Karya, 1985.
Suwarno, Pengantar Umum Pendidikan, Jakarta: Pt. Aksara baru, 1982
STKIP
Tim Dosen FIP-IKIP Malang, Pengantar Dasar-dasar Kependidikan, Surabaya: PT. Usaha
Nasional, 1981.
Wens Tanlian, Dasar-dasar lmu Pendidikan, Jakarta: PT. Gramedia, 1989.
Yusuf, A. Muri, Pengantar Ilmu Pendidikan, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1982.
STKIP
Profesi Kependidikan Geografi
1.
Identitas Mata kuliah
Nama
Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
: 2 sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah :
Prasyarat
Dosen
: Profesi Kependidikan Geografi
: MKK 304
: III
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
: Mutia, S.Pd
2.
Tujuan
Mahasiswa dapat menguasai dan mampu mengimplementasikan tugas guru secara profesional,
memahami kode etik keguruan, memiliki kemampuan untuk mengatasi permasalahan yang
dihadapi oleh guru baik secara umum/ khusus, dan dapat mengembangkan karirnya sebagai guru
dengan sebaik-baiknya.
3.
Deskripsi
Profesi keguruan mempunyai dimensi yang sangat luas mulai dari pemahaman secara mendalam
tentang wawasan yang mendasari pergaulan pendidikan antara guru-siswa, penguasaan materi
ajar sampai kepada pemahaman tentang latar keadaan (setting). Profesi keguruan mensyaratkan
pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana belajar dan pembelajaran itu harus disesuaikan
dengan perkembangan peserta didik sehingga pendidikan dapat dilaksanakan secara optimal.
Guru yang profesional senantiasa menjunjng tinggi kode etik keguruan dan harus.peka terhadap
perubahan-perubahan, pembaharuan serta IPTEK yang terus berkembang sejalan dengan tuntutan
kebutuhan masyarakat dan perkembangan jaman. Di sinilah tugas guru untuk senantiasa
meningkatkan wawasan keilmuannya sehingga apa yang disampaikan kepada siswanya sesuai
dengan kebutuhan stake holder dan up to date. Dalam mata kuliah ini akan dibahas tentang
konsep profesi keguruan, sikap profesional keguruan, permasalahan yang dihadapi oleh guru,
prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran, cara –cara memotivasi siswa dalam
belajar, fungsi dan tanggung jawab kepala sekolah, dan supervisi pendidikan.
4.
Pendekatan Pembelajaran
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, maka selama perkuliahan ini
dilakukan beberapa metode pembelajaran, yaitu diskusi, ceramah dan tanya jawab,
latihan
terstruktur
pengumpulan
data
lapangan,
pembuatan
laporan
dan penyajian laporan di kelas.
5.
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang
bersangkutan dalam hal sebagai berikut:
k. kehadiran pada perkuliahan 10%
l. partisipasi kegiatan di kelas10%
m. laporan 20%
n. UTS 25%
o. UAS 35%
STKIP
6.
Rincian Materi Perkuliahan Setiap Pertemuan
1
2-3
4-6
7-8
Silabus
1. Pengertian dan syarat profesi
2. Kode etik profesi keguruan
3. Organisasi profesi keguruan
1. Pengertian profesi keguruan
2. Sasaran sikap professional
3. Pengembangan sikap professional
4. Syarat-syarat menjadi guru professional
5. Guru professional sebagai komunikator dan fasilitator
1. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran
2. Cara memotivasi siswa dalam belajar, antara lain: belajar melalui
model, belajar kebermaknaan, melakukan interaksi, penyajian yang
menarik, temu tokoh, mengulangi kesimpulan materi, dan wisata alam
7.
9-10
1.
2.
3.
4.
11-12
1.
2.
3.
4.
Pengertian supervisi.
Fungsi dan tujuan supervisi.
Prinsip supervisi
Teknik dan Metode Supervisi
Pengertian Kepala, Pemimpin dan Kepemimpinan.
Teori Kepemimpinan Kepala Sekolah
Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah
manajemen penanganan konflik
Refrensi
Moh. Uzer Usman.1996, Menjadi Guru Profesional,
Soetjipto dan R. 1994. Kosasi, Profesi Keguruan,
Daryanto, Administrasi Pendidikan, 2006
Muhroji dkk, Manajemen Pend., 2002
Martinis Yamin, 2007 Profesionalisme Guru dan Imple-mentasi KTSP
Piet Sahertian, Supervisi Pend. 2000
Samana, Profesionalisme Keguruan, 1994
UU No. 14/ 2005
PP No. 19/ 2005.
STKIP
Strategi Belajar Mengajar Geografi
1.
Identitas Mata kuliah
Nama
Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
: 4 sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah :
Prasyarat
Dosen
: Strategi Belajar Mengajar
: MPB 301
: III
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
: Lia Afni, S.Pd
2.
Tujuan
Mahasiswa dapat menguasai dan mampu mengimplementasikan strategi belajar mengajar sesuai
dengan kurikulum pendidikan.
3.
Deskripsi
Strategi Belajar Mengajar Geografi merupakan salah satu matakuliah dalam rumpun Proses
Belajar Mengajar (PBM) yang bertujuan membekali mahasiswa geografi kemampuan dalam
mengetahui dan memahami berbagai strategi belajar mengajar geografi serta memiliki berbagai
ketrampilan yang diperlukan oleh guru geografi di lapangan. Proses belajar mengajar tidak hanya
dilakukan kegiatan tatap muka di dalam kelas melainkan juga di luar kelas dengan cara
mengobservasi dan menganalisis berbagai strategi pembelajaran di sekolah menengah dan
mengumpulkan keterangan dari berbagai sumber yang relevan.
4.
Pendekatan Pembelajaran
Selama mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan berikut:
a. ceramah, tanya jawab dan diskusi kelas.
b. Pengumpulan data lapangan melalui observasi, wawancara dan lain-lain mengenai
berbagai strategi pembelajaran geografi
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang
bersangkutan dalam hal sebagai berikut:
p. kehadiran pada perkuliahan 10%
q. partisipasi kegiatan di kelas10%
r. laporan 20%
s. UTS 25%
t. UAS 35%
5.
6.
7.
Rincian Materi Perkuliahan Setiap Pertemuan
1
2-3
Silabus
Pengertian strategi-pembelajaran
Pengertian strategi belajar mengajar
Strategi, metode dan pendekatan
4-5
Pengertian dan prinsip belajar
STKIP
Minat dan motivasi belajar
Ragam kegiatan belajar
6-7
Pengertian dan prinsip mengajar
Kemampuan belajar siswa
Ragam kondisi siswa dalam KBM
8-9
Pengertian kompetensi
Profesi guru
Professional dan profesionalisme guru
1011
Kompetensi profesi
Kompetensi pribadi
Kompetensi sosial
1213
Peran guru sebagai demonstrator
Peran guru sebagai pengelola kelas
Peran guru sebagai fasilitator
1415
Peran guru sebagai motivator
Peran guru sebagai evaluator
1617
Peng. Keterampilan mengajar
Keterampilan dasar yang harus dikuasai
1819
Keterampilan mengajukan pertanyaan
Strategi bertanya efektif
2021
Metode pembelajaran
Pengertian dan penentuan metode pembelajaran
2223
Pengertian metode karya wisata
Metode karyawisata dan implementasinya
2425
Macam-macam media pembelajaran
Keterampilan menggunakan media pembelajaran
2627
Sumber belajar
Ragam cara pemanfaatan sumber belajar
2829
Observasi lapangan
Pengolahan hasil observasi
STKIP
3031
Diskusi kelompok
Pameran kelas
8.
Refrensi
 Brooks and Brooks, (1999) In Search of Understanding , The Case for Construktivist
Classrooms, ASCD, Alexandria, USA.
 Said Hamid Hasan (1996) Pendidikan Ilmu Sosial,, Departemen Pendidikan Nasional,
Dirjen Dikti. Jakarta.
 Killen, Roy,1996, Efective Teaching Strategies, Lesson from Research and Practice,
Social Sciences Press, Australia.
 Marsh, Colin C (1994) "Inquiry Approaches and Student Projects", in Marsh,
 Colin C (1994) Teaching Studies of Society and Environment, Prentice Hall, Sydney.
 Moh. Uzer Usman.1996, Menjadi Guru Profesional,
STKIP
Kartografi
1.
Identitas Mata kuliah
Nama
Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah :
Prasyarat
Dosen
: Kartografi
: MKB 207
: 3 sks
: II
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
: 1. Armin Subhani, M.Pd
2.
Tujuan
Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan memiliki wawasan dan keterampilan
tentang peta, meliputi cara membaca peta – membuat peta –interpretasi peta sebagai alat untuk
analisis fenomena/gejala geosfer, sehingga sangat penting peran dan fungsinya untuk mempelajari
permukaan bumi..
3.
Deskripsi
Mata kuliah Kartografi merupakan mata kuliah dasar yang diberikan pada mahasiswa Jurusan
Pendidikan Geografi S1 dalam memahami fungsi dan peran dari peta sebagai sumber informasi
permukaan bumi yang menjadi kajian utama geografi. Selain itu, mahasiswa dibekali
pengetahuan dan keterampilan dalam membaca peta, membuat peta, dan analisisnya tentang
berbagai fenomena geografi yang terdapat dalam peta. Adapun untuk mencapai kompetensi
tersebut, maka pada mata kuliah ini membahas tentang hakekat dan pengertian dari kartografi,
proyeksi peta, berbagai komponen peta, menentukan koordinat, penempatan dan penggunaan
simbol peta, serta pembuatan peta.
4.
Pendekatan Pembelajaran
Selama mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan berikut:
a. ceramah, tanya jawab dan diskusi kelas.
b. Pengumpulan data lapangan melalui observasi, wawancara dan lain-lain mengenai
berbagai strategi pembelajaran geografi
c. tugas
d. evaluasi
5.
Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang
bersangkutan dalam hal sebagai berikut:
a. Partisipasi kegiatan di kelas dan labolatorium
b. Kehadiran di kelas
c. UTS dan UAS
6.
Referensi
Birch TN, (1964), Map Topographical and Statistical, Oxford at the Claredon Press,
Folkstones.
Dede Sugandi, (1991), Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara, Jurusan Pendidikan
Geografi FPIPS IKIP Bandung.
E. Suwarli, (1987), Telaah Peta, Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung.
STKIP
Lukman T dan Ridawan, (1977), Peta Tematik, Dept. Geodesi Fak. Teknik dan Perencanaan
ITB, Bandung.
Targumil, (1983), Ilmu Medan, Inti Ilmu Medan, Jawatan Topografi TNI-AD, Jakarta.
Toha Rusmana, (1982), Kartografi, Geografi FKIS IKIP Bandung.
7. Sumber dan Dokumen
Jurnal
Internet
STKIP
Metklim
1. Identitas Mata kuliah
Nama
Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah :
Prasyarat
Dosen
: Met. Klim
: MKB 208
: 3 sks
: II
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
: 1. Drs,Sukirno,S.Pd
2. Tujuan
Setelah selesai mengikuti mata kuliah, mahasiswa diharapkan mampu menguasai ruang
lingkup meteorologi dan klimatologi, mengembangkan ilmu meteorologi dan klimatologi,
mempunyai keterampilan analisis dan pemetaan iklim, kemampuan mengolah dan
menganalisis data cuaca, dan mempunyai kompetensi profesional pendidikan untuk guru
sekolah lanjutan.
3. Deskripsi isi
Mata Kuliah ini merupakan mata kuliah dasar untuk mahasiswa Jurusan Pendidikan
Geografi S1. Materi perkuliahan menyangkut pengetahuan dalam mengkaji fenomena
cuaca sebagai bagian dari kajian geografi, khususnya berkaitan dengan atmosfer, seperti
pengertian, konsep, teori, dan alat yang berhubungan dengan pengukuran unsur-unsur
cuaca dan iklim.
4. Pendekatan pembelajaran
Selama megikuti perkuliahan ini mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan:
a. ceramah, tanya jawab, dan diskusi di kelas
b. pengumpulan data lapangan
c. tugas
5. Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan
dalam:
a. kehadiran di kelas
b. partisipasi kegiatan kelas
c. pembuatan laporan
d. laporan literatur
e. UTS dan UAS
6. Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan
Pertemuan 1
Membahas silabus perkuliahan; mengakomodasi berbagai masukan dari mahasiswa untuk
member kemungkinan revisi terhadap pokok bahasan yang dianggap kurang penting dan
memasukan pokok bahasan yang dianggap sangat penting; Tujuan, ruang lingkup,
prosedur perkuliahan; Penjelasan tugas dan ujian; Sumber pembelajaran.
Pertemuan 2-3 : Konsep dasar atmosfer dan dinamikanya:
a. Pengertian Meteorologi dan Klimatologi
b. Unsur dan Kontrol iklim/cuaca
STKIP
c. Susunan atmosfer secara vertikal dan komposisinya
d. Tekanan udara
e. Hubungan bumi dengan matahari serta konsekuensi perubahan musim di permukaan
bumi.
Pertemuan 4-5 : Penyinaran dan Penyebaran Suhu:
a. Spektrum gelombang cahaya/sinar
b. Penyebaran suhu secara vertikal dan horizontal di permukaan bumi
c. Proses adiabatik
d. Jenis jenis himpunan massa udara
Pertemuan 6,7,8 : Angin:
a. Pengertian dan konsep dasar terjadinya angin
b. Sirkulasi udara secara global
c. Angin-angin lokal: angin lembah, angin gunung, angin darat, angin laut, angin naik
pegunungan
d. Angin Muson
e. Angin Pasat
f. Angin Siklon dan antisiklon
Pertemuan 9-10 : Evaporasi, Transpirasi, Dan Evapotranspirasi:
a. Evaporasi dan Transpirasi (Konsep dasar, deskripsi dan perhitungan)
b. Evapotranspirasi (Konsep dasar, deskripsi dan perhitungan)
Pertemuan 11-12 : Kelembapan udara dan awan:
a. Pengertian
b. Ukuran kelembapan udara
c. Proses pembentukan awan
d. Klasifikasi dan jenis awan
Pertemuan 13-15 : Hujan dan Penyebarannya:
a. Proses dan prasyarat terjadinya hujan
b. Jenis hujan dan proses terjadinya: Hujan zenithal,
Hujan orografis, dan Hujan frontal
c. Penyebaran hujan menurut waktu (fluktuasi, intensitas, durasi, dan jumlah hujan)
d. La Nina dan El Nino
Pertemuan 16 : Ujian Tengah Semester
Pertemuan 17 : Penggunaan Pesawat Meteorologi:
a. Thermometer Minima dan Maksima
b. Thermograf
c. Barometer dan Barograf
d. Higrograf
e. Psychrometer Assman
f. Pluviograf
g. Anemometer/graf
STKIP
Pertemuan 18 Pengolahan data curah hujan
a. Jumlah dan rata-rata curah hujan harian
b. Jumlah dan rata-rata curah hujan bulanan
c. Jumlah dan rata-rata curah hujan tahunan
Pertemuan 19-20 : Perata-rataan curah hujan dari suatu kawasan
a. Metode aritmatika
b. Metode Thyessen
c. Metode Isohyet
d. Metode Garis Antara
Pertemuan 21-22 : Mempraktekkan cara pengolahan data temperatur dan kelembapan:
a. Perata-rataan temperatur
b. Pembuatan isoterm
c. Adiabatik basah dan adiabatik kering
d. Perata-rataan kelembapan
e. Kelembapan relatif, absolut dan spesifik
Pertemuan 23-24 : Melakukan analisis hubungan antar bebeberapa variabel cuaca dan
iklim:
a. Gradient thermometrik
b. Korelasi regresi suhu dengan kelembapan
c. Korelasi regresi antara kelembapan dengan tekanan
d. Korelasi regresi antara waktu dengan suhu
Pertemuan 25 : Praktikum lapangan
Pertemuan 26-28 : Melakukan penghitungan evaporasi dan evapotranspirasi dengan
menggunakan metode:
1. Blaney-cridle
2. Thornthwaite
3. Radiasi
4. Pan Evapometer
5. Penman
Pertemuan 29-30 : Iklim dan Klasifikasinya:
a. Klasifikasi Iklim Matahari
b. Klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson
c. Klasifikasi Iklim Thornwaite
d. Klasifikasi iklim Oldeman
e. Klasifikasi iklim Mohr
f. Klasifikasi iklim Koppen
Pertemuan 31 : Iklim dan kehidupan makhluk hidup
a. Iklim dan kehidupan tumbuhan
b. Iklim dan kehidupan binatang
c. Iklim dan kehidupan manusia
Pertemuan 32 : Ujian akhir semester
STKIP
7. Referensi
Critchfield, Howard J., (1979). General Climatology. Prentice Hall India.
Dengel, G.O.F., (1956). Dasar-Dasar Ilmu Cuaca, J.B. Wolters Jakarta, 1956
Doorenbos, J., and W.O. Pruitt, 1977. Guidelines for Predicting Crop
Water Requirements. Food and Agriculture Organization of United
Nations, Rome Fontanel dan Chantefort, 1978. Bioclimat du Monde
Indonesian (Bioclimate of Indonesian Archipelago). Ha161-78
Rafi'i, Suryatna , 1995. Meteorologi dan Klimatologi. Angkasa - Bandung
Schmidt dan Ferguson, 1951. Rainfall Types Based ratios for Indonesia with
Western New Guinea, verhandeling, no 42 Kementrian Perhubungan
RI. Hal 7 - 10 Strahler, Arthur N., 1979. Element of Physical
Geography, John Wiley, New York. Hal. 146-148
Sumarto, CD, 1986. Hidrologi Teknik. Usaha Nasional - Surabaya Indonesia
Suyono Sosrodarsono dan Kensaku Takeda, 1983. Hidrologi untuk Pengairan.
P.T. Pradnya Paramita, Jakarta. Hal. 57 - 70
Trewartha, T.Glenn,1954. An Introduction to Climate, McGraw-Hill Book
Company, New York, hal 5 - 11
Trewartha, Glenn T. and Lyle H. Horn, 1995. Pengantar Iklim. Gadjah Mada
University Press
8. Sumber dan Dokumen:
· Jurnal
· Internet
STKIP
Geografi Tanah
1. Identitas Mata kuliah
Nama
Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah :
Prasyarat
Dosen
: Geo. Tanah
: MKB 208
: 3 sks
: II
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
: Armin Subhani,M.Pd
2. Tujuan
Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan konsep dan teori
Geografi Tanah sehingga mampu mengidentifikasi karakteristik atau sifat-sifat dan persebaran
tanah di permukaan bumi untuk keperluan analisis dan implementasinya bagi menunjang
kehidupan manusia, khususnya dalam bidang agraris atau pertanian yang merupakan mata
pencaharian pokok bangsa Indonesia.
3. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah lanjut, pada Jurusan Pendidikan Geografi S1. Materi
perkuliahan membahas tentang konsep dasar ilmu tanah (Soil Science) sebagai bagian dari studi
geografi terpadu (unified geography) yang meliputi hakekat dan konsep tanah, sifat fisik-kimiabiologi tanah, genesa tanah, klasifikasi dan taksonomi tanah, serta persebaran tanah dalam suatu
ruang. Di akhir perkuliahan mahasiswa diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membaca
dan membuat peta tanah yang didasarkan pada hasil survey melalui praktikum lapangan.
4. Pendekatan Pembelajaran
Perkuliahan ini menggunakan pendekatan ekspositori, inkuiri, dan praktek lapangan
a. Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, pemecahan masalah, praktikum.
b. Tugas : Laporan buku & makalah, penyajian dan diskusi, dan laporan praktikum lapangan
c. Media : LCD, Peta Tanah, Laboratorium.
5. Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan ini ditentukan oleh kompetensinya dalam:
a. Kehadiran
b. Partisipasi kegiatan kelas dan praktikum
c. Laporan praktikum dan Tugas
d. UTS dan UAS
6. Rincian materi Perkuliahan Tiap Pertemuan
Pertemuan 1
Membahas silabus perkuliahan, pengertian, ruang lingkup, kedudukan geografi tanah dalam ilmu
geografi, dan aplikasi geografi tanah untuk kehidupan.
Pertemuan 2
Konsep pengetahuan tanah: hakekat tanah, tanah sebagai sistem yang dinamis, konsep pedon dan
polipedon, horizon tanah, dan profil tanah
STKIP
Pertemuan 3 dan Pertemuan 4 :
Sifat fisika tanah: fase-fase tanah, gravimetri tanah (berat jenis, berat volume, porositas,
kelembaban tanah), tata air dan udara dalam tanah, koloid dan mineral tanah, tekstur tanah,
struktur dan konsistensi tanah, warna tanah, dan permeabilitas tanah
Pertemuan 5
Sifat kimia tanah: keasaman (pH) tanah, hara tanah, kejenuhan basa (KB), kapasitas tukar kation
(KTK).
Pertemuan 6
Sifat biologi tanah: makro dan mikro organisme tanah, kandungan bahan organik (karbon) tanah,
peran bahan organik, dan C/N ratio.
Pertemuan 7
Genesa tanah: faktor pembentuk tanah: iklim, bahan induk, topografi, organisme, dan sequensi
perkembangan tanah menurut faktor pembentuknya.
Pertemuan 8 : Ujian Tengah Semester
Pertemuan 9 : Macam dan perkembangan klasifikasi tanah: Tujuan dan macam klasifikasi tanah,
perkembangan klasifikasi, horizon diagnostik.
Pertemuan 10 sampai dengan Pertemuan 12 :
Sistem Penamaan tanah menurut USDA, order-order tanah dan kunci penentuan order tanah.
Selanjutnya dibahas penamaan, pemanfaatan dan penyebaran setiap order tanah (12 order tanah),
yaitu Entisol , Inceptisol, Ultisol, Oxisol, Vertisol, Spodosol, Mollisol, Aridisol, Alfisol, Histosol,
Andisol, dan Gelisol.
Pertemuan 13
Klasifikasi tanah FAO dan Kalsifikasi Tanah Indonesia: Macam dan perkembangan, sistem
klasifikasi (Penamaan, pemanfaatan dan penyebaran), kesetaraan penamaan tanah
menurut 3 sistem klasifikasi tanah.
Pertemuan 14
Metode survai dan pemetaan tanah: Metoda survey tanah, metoda pengamatan dan identifikasi
tanah di lapangan, metoda pembuatan peta tanah, dan pemanfaatan peta tanah.
Pertemuan 15
Praktek lapangan: Praktek identifikasi sifat-sifat tanah, praktek metoda survai tanah, praktek
metoda pembutan peta tanah.
Pertemuan 16 : Ujian akhir semester
7. Referensi
Baver LD, Gardner WH, & Gardner WR, (1972), Soil Physics Fourth ed. John
Willey and Sons Inc. New York.
Brady Nyle C., (1990), The Nature and Properties of Soils, Tenth Edition,
Macmillan Publishing Company, New York.
Hardjowigeno Sarwono, (2003), Klasiifikasi Tanah dan Pedogenesis, Akademika
Preesindo, Jakarta
Hillel Daniel, (1996), Introduction to Soil Physics, Depart. Of Soil Sciences,
Univ. Of Massachusetts, Massachusetts
Isa Darmawidjaya, (1990), Klasifikasi Tanah, Gadjah Mada University
Press,Yogyakarta.
Sarief Saifudin, (1980), Fisika Tanah Dasar, UNPAD, Bandung.
Soepardi Goeswono, (1983). Sifat dan Ciri Tanah, Bhatara Aksara, Jakarta.
STKIP
Sumber dan Dokumen lain:
· Jurnal
· Internet
STKIP
Geologi
1. Identitas Mata kuliah
Nama
Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah :
Prasyarat
Dosen
: Geologi
: MKB 208
: 3 sks
: II
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
: Lukmanul Hakim,S.Pd
2. Tujuan
Selesai mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan ilmu kebumian
melalui teori, konsep, dan identifikasi terhadap gejala-gejala geologi.
3. Deskripsi isi
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar yang diberikan kepada mahasiswa Jurusan
Pendidikan Geografi S1. Garis besar pembahasan mata kuliah ini adalah pengetahuan dasar
tentang ilmu kebumian, yaitu mengenai materi yang membentuk lapisan terluar kulit bumi
(litosfer), memahami asal mula kejadian dan sebab akibat yang dapat berpengaruh terhadap
kehidupan. Hasil yang diharapkan mahasiswa mampu mengkaji, menganalisis gejalagejala geologi
dan menjelaskannya kepada peserta didik, sehingga akan mendorong lebih mendekatkan kepada
A1 Khaliq yang menciptakan alam semesta dan segala isinya.
5. Pendekatan pembelajaran
Selama megikuti perkuliahan ini mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan:
a. ceramah, tanya jawab, dan diskusi di kelas
b. kunjungan ke museum geologi
c. penyajian makalah di kelas
d. pengumpulan data lapangan
e. tugas
6. Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan dalam:
a. kehadiran di kelas
b. partisipasi kegiatan kelas
c. laporan literatur
d. laporan praktikum lapangan
e. pembuatan dan penyajian makalah
f. UTS dan UAS
7. Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan
Pertemuan 1
Membahas silabus perkuliahan; mengakomodasi berbagai masukan dari mahasiswa untuk member
kemungkinan revisi terhadap pokok bahasan yang dianggap kurang penting dan memasukan pokok
bahasan yang dianggap sangat penting; Tujuan, ruang lingkup, prosedur perkuliahan; Penjelasan
tugas dan ujian; Sumber pembelajaran.
Pertemuan 2 : Tektonik lempeng
a. Materi & Energi
b. Struktur bumi
STKIP
c. Daur geologi
Pertemuan 3 : Mineral dan Batuan
a. Proses terbentuknya
b. Jenis dan penyebaran
c. Kegunaan
Pertemuan 4 : Pelapukan Batuan
a. Jenis
b. Proses
c. Produk dan kegunaan
Pertemuan 5 : Umur Geologi (Geologic Dating)
Pertemuan 6-7 : Vulkanisme
a. Tipe-tipe gunungapi
b. Penyebaran
c. dampak
Pertemuan 8 : Ujian Tengah Semester
Pertemuan 9 : Kunjungan ke Museum Geologi
Pertemuan 10-11 : Gempa Bumi
a. Deformasi batuanlStruktur geologi
b. Jenis gempa bumi
c. Penyebaran gempa bumi
d. Dampak gempa bumi
Pertemuan 12 : Potensi Sumberdaya Geologi
a. Bahan galian geologi
b. Geohidrologi
Pertemuan 13-14 : Kajian Peta Geologi
a. Analisa potensi sumberdaya geologi
b. Analisa potensi bencana
Pertemuan 15 : Praktek lapangan
Pertemuan 16 : Ujian akhir semester
8. Referensi
Siever, Raymond, (1986), Global Plate Tectonics The Unifying Model.
Setiagraha, Doddy, (1987), Mineral dan Batuan.
Alzwar, Muziel, (1988), Ilmu Gunungapi.
Foster, Robert, J., (1988), Geological Maps.
9. Sumber dan Dokumen:
· Jurnal
· Internet
STKIP
Geografi Lingkungan
1. Identitas Mata kuliah
Nama
Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah :
Prasyarat
Dosen
: Geo. Lingkungan
: MKB 208
: 3 sks
: IV
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
: Lia Afni Listiandari,S.Pd
2. Tujuan
Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan dalam
menjelaskan konsep, teori, dan metode ekologi dan lingkungan. Sehingga dengan
penguasaan kognitifnya, mahasiswa dapat memiliki keterampilan dalam menganalisis
masalah-masalah lingkungan yang banyak terjadi di Indonesia.
3. Deskripsi isi
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan
Geografi S1, untuk memberikan pemahaman yang mendasar tentang konsep ekologi dan
lingkungan. Analisis terhadap tindakan, pengelolaan, kebijakan, dan pelaksanaan
pembangunan juga diberikan, agar mahasiswa memiliki cara berfikir kritis terhadap
kondisi lingkungan yang sedang berlangsung.
4. Pendekatan pembelajaran
Selama mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan berupa:
a. ceramah, tanya jawab dan diskusi
b. penyajian makalah dengan topik yang telah ditentukan
c. pengumpulan data lapangan
5. Evaluasi
Keberhasilan mahasiswa dalam menenmpuh mata kuliah ini berdasarkan:
a. kehadiran
b. partisipasi kegiatan di kelas
c. kuis
d. pembuatan laporan dan penyajian makalah
e. laporan literature (annotated bibliography)
f. UTS dan UAS
5. Rincian materi perkuliahan tiap perkuliahan
Pertemuan 1
Membahas silabus perkuliahan dan mengakomodasi berbagai masukan dai mahasiswa
untuk member kemungkinan revisi terhadap pokok bahasan. Pada pertemuan kali ini
dikemukakan pula tujuan, ruang lingkup, prosedur perkuliahan, penjelasan tentang tugas
yang harus dilakukan mahasiswa, ujian yang harus diikuti termasuk jenis soal dan cara
penyelesaian, serta berbagai aktifitas yang mendukung perkuliahan ini.
Pertemuan 2 : Konsep dasar ekologi dan lingkungan
Pertemuan 3 : Ekosistem
STKIP
Pertemuan 4 : Energi dan kehidupan
Pertemuan 5 : Daur biogeokimia
Pertemuan 6 : Faktor pembatas dalam ekosistem
Pertemuan 7 : Populasi dan komunitas
Pertemuan 8 : Adaptasi dan Evolusi
Pertemuan 9 : Ujian Tengah Semester
Pertemuan 10 : Falsapah hubungan manusia dengan alam
Pertemuan 11 : Tindakan untuk menghadapi krisis
Pertemuan 12 : Konsep dasar & pengelolaan lingkungan hidup
Pertemuan 13 : lingkungan hidup alam, binaan & sosial
Pertemuan 14 : Kebijakan pengelolaan lingkungan hidup
Pertemuan 15 : Lingkungan, dan pembangunan
Pertemuan 16 : Ujian akhir semester
6. Referensi:
Odum, Eugene P. (1971), Fundamentals of Ecology. Thrid Edition. Philadelphia:
W.B. Saunders Company.
Meadow, Dennis L. et.al. (1972). The Limits to Growth. N.Y.: The American
Library.
Soerjani, Mohamad. (1997). Pembangunan dan Lingkungan: Meniti Gagasan dan
Pelaksanaan Sustainable Development. Jakarta: IPPL.
________. (1992). Ekologi Sebagai Dasar Pemahaman Tentang Lingkungan
Hidup. Serasi: Warta Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 24. p. 19.
________. (2000) Kepedulian Masa Depan, alih bahasa. Jakarta IPPL.
7. Sumber dan Dokumen:
· Jurnal
· Internet
STKIP
Geo. Hewan dan Tumbuhan
1. Identitas Mata kuliah
Nama
Mata Kuliah
Kode
Jumlah sks
Semester
Kelompok Mata Kuliah
Jurusan/Program
Status Mata Kuliah :
Prasyarat
Dosen
: GHT
: MKB 421
: 3 sks
: IV
:
: IPS / Pendidikan Geografi S1
:
: Bq. Nurjihatun Apriana,S.Pd
2. Tujuan Umum
Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan prinsip-prinsip,
konsep-konsep, dan teori-teori dalam Geografi Hewan dan Tumbuhan, karakterisitik dan
persebaran flora dan fauna di dunia dan di Indonesia, faktor-faktor yang mempengaruhi
persebarannya dalam ruang, upaya-upaya pelestarian, dan kegunaannya bagi manusia dan
lingkungan.
3. Pokok Bahasan
Pertemuan 1
Pertemuan 2
Pertemuan 3
Pertemuan 4
: Membahas silabus perkuliahan
: Hakekat dan ruang lingkup Geografi Hewan dan Tumbuhan
: Rantai makanan dan siklus biogeokimia
: Taksonomi tumbuhan dan faktor-faktor yang mempengaruhi sebaran
tumbuhan yang ada di permukaan bumi
Pertemuan 5-6
: Tipe-tipe bioma di muka bumi
Pertemuan 7
: Pemencaran tumbuhan
Pertemuan 8
: Migrasi dan Penyebaran Flora
Pertemuan 9
: Nilai ekonomis, ekologis dan sosial bagi manusia
Pertemuan 10
: Ujian Tengah Semester (UTS)
Pertemuan 11
: Taksonomi hewan
Pertemuan 12
: Kaitan paleogeografi dengan sebaran hewan serta evolusinya
Pertemuan 13
: Migrasi hewan dan penghalang (barrier)
Pertemuan 14-15 : Pewilayahan hewan di muka bumi, fauna kepulauan Indonesia, suaka
margasatwa, cagar alam
Pertemuan 16
: Program pelestarian dan perlindungan hewan, serta nilai ekonomis, ekologis
dan sosial hewan bagi manusia
Pertemuan 17
: Ujian Akhir Semester (UAS)
4. Referensi
1. Burton, M (1981). The International Book of The Forest. London: Mitchel Beazly Publishers.
2. Furley, P.A, Newey, W.W. (1983). Geography of The Biosphere. London: Butter Worth and
Co, Ltd.
3. Kendeigh, S.C. (1980). Ecology with Special Reference to Animals and Man. New Delhi:
Prentice-Hall of India.
4. Odum, E.P. (1975). Ecology: The Link Between The Social Sciences. New York: Oxford and
IBH Publishing Co.
5. Otto Soemarwoto. (2001). Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta:
Djambatan.
6. Robinson, H. (1982). Biogeography. London: McDonald and Evans.
Download