Dalam jurnal internasional pertama, yakni

advertisement
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
1.1
State Of The Art
Penelitian sebelumnya yang peneliti jadikan sebagai perbandingan terdiri dari
tiga jurnal local dan dua jurnal internasional. Perbedaan penelitian peneliti dengan
jurnal pertama yakni Dina Febriyana dalam “Proses Produksi Program Talkshow
“Redaksi 8” Pada Televisi Lokal Tepian Tv Samarinda” meneliti program di televisi
lokal sedangkan peneliti meneliti televisi publik nasional yang lebih independen dari
segi konten acara. Kemudian persamaannya ialah peneliti sama – sama meneliti
proses produksi suatu program talkshow.
Sedangkan dalam jurnal kedua yakni “Perencanaan Dan Produksi Program
Televisi Pendidikan Di Televisi Edukasi” oleh Herry Kuswita perbedaannya ialah
teori produksi yang digunakan. Kesamaannya yaitu objek yang diteliti terkait dengan
program yang peneliti angkat yang berupa tayangan dari televisi bersifat edukatif.
Jurnal ketiga lokal yang peneliti pilih ialah “Strategi Penyajian Program Pendidikan
Di Televisi Edukasi”. Persamaannya kami meneliti dengan kualitatif mengenai
membuat program yang ada unsur edukasi di dalamnya. Perbedaannya adalah Herry
Kuswita selaku peneliti jurnal menggunakan teori strategi penyajian dalam artian
peneliti jurnal tersebut lebih meneliti ke arah strategi televisi tersebut.
Dalam jurnal internasional pertama, yakni “Television Talkshows and
Public Sphere” , peneliti melihat persamaannya ialah meneliti objek talkshow
televisi dengan metode kualitatif. Kemudian perbedaannya adalah penelitian tersebut
lebih memfokuskan pada bagaimana konsep talkshow itu sendiri, sedangkan peneliti
lebih cenderung ke arah pembuatan talkshow .
Di jurnal yang kedua yakni “Role of Talkshows Raising Political Awareness
among Youth” , perbedaannya ialah penelitian tersebut menggunakan kuisioner
sebagai teknik penelitiannya dan fokus pada analisis peran talkshow bagi pemuda
saja. Persamaannya dengan yang peneliti teliti ialah pada intinya kami menganalisis
talkshow yang mendidik dan informatif meskipun berbeda tema. “Role of Talkshows
Raising Political Awareness among Youth” ke arah politik, yang peneliti teliti
mengarah pada hukum dan korupsi.
1
Tabel 1.1
Judul
Masalah
Teori
Penelitian
Meto
Hasil
de
Penelitian
Dina
Proses
proses
Teori
Kualitat Proses
Febriyana/
Produksi
produksi
Produksi
if
eJournal
Program
program
Ciptono
Program
lmu
Talkshow
Talkshow
Setyobudi,
Talkshow
Komunikasi “Redaksi
“Redaksi
“Redaksi 8”
8” The
Pada pada
televisi Mathemati
memiliki
Televisi
lokal
(4): 340-352 /ejournal.ilkom.
Tepian cal Theory
tahap
, 2013, 1
8”
Produksi
TV Samarinda of
unmul.ac.id Lokal
Tepian Tv serta
Samarinda
yang
produksi
yang terbagi
faktor Communi
menjadi cation
or
menjadi
dalam
and
yaitu
tahap di luar
proses Weaver
Model
produksi
2
tahap,
pendukung dan Shannon
penghambat
pra
studio
dan
tahap
di
dalam studio
Herry
Perencana
Kuswita –
an
Fakultas
Produksi
Pendidikan
Ilmu
Program
dengan konsep pendidika
Komunikasi
Televisi
dan
Universitas
Pendidika
produksi yang Toshihiko
Dan Televisi
Esa Unggul n
(2014)
program
Di benar
Proses
kualitat
tahapan
produksi
if
proses
program
dengan
produksi
teknik
program
tahapan n
oleh wawan
mulai Kosaki(19
94)
pendidikan di
cara
Televisi
mendal
Edukasi,
am.
dilakukan
Televisi
dari
Edukasi
Perencanaan
sesuai dengan
sampai dengan
teori
yang
penayanganny
ada
mulai
a
dari saat pra
produksi
sampai pasca
produksi,
sehingga
program yang
ditayangkan
benar-benar
sudah
memenuhi
standar
program
televisi layak
tayang.
Herry
Strategi
tayangan
Strategi
Kualitat Televisi
Kuswita
Penyajian
program
Penyajian
if
Fakultas
Program
pendidikan
oleh
studi
berusaha
Ilmu
Pendidika
adalah
Effendy
kasus
mencoba
Komunikasi
n
Universitas
Televisi
Di bagaimana
menyajikan
(2004) dan
menyajikan
Deddy
informasi
Esa Unggul Edukasi
program yang Iskandar
Jakarta
menarik
bagi Muda
pemirsanya.
- Edukasi telah
(2005)
materi
pendidikan
kepada
pemirsa
dirumah dan
disekolah
dengan
menempatka
n di hari dan
jam
tayang
yang
disesuaikan
dengan
pembagian
waktu
ada
yang
di
Indonesia
sekaligus
memberikan
edukasi
kepada
seluruh
pemirsa yang
menjadi
sasarannya
diseluruh
Indonesia.
Juliana
Television
Konsep ranah Public
Abdul
Talkshows
publik
Wahab
- And
Kualitat Talkshows
dalam Sphere by if
The talkshows
Habermas
ranah publik
umumnya
Universiti
Public
(1962)
Sains
Sphere
Women
narasumber
Malaysia.20
Talkshows
pria
dalam
11 - Jurnal
bu Azwan
isu
yang
Komunikasi
and
berat
Malaysian
Juliana,
rumit,
(2005)
kemudian
Journal
of
,
mengundang
Communica
audiens
tion
jarang
27(2):
45
Jilid
29-
dan
digunakan
dalam
talkshows.
Peran
host
dalam
talkshow
macam
menjadi
penengah
dalam
ini
diskusi.
Nabila Naz Role
,Dr.
of Peran talkshow Teori
Yasir Talkshows
dalam
talkshow
Nawaz,
Raising
membangun
(Burch
Muhammad
Political
kesadaran
2011)
Ali
Awareness politik
,Academic
among
Journal
of Youth
Interdiscipli
(Study
nary Studies Conducted
MCSER
in District
Publishing,
Toba Tek
Rome-Italy
Singh)
Vol 3 No 1
March 2014
muda
anak (Qureshi,
2009)
Metode
Media
kuantita meningkatka
, tif-
n
atau
Kuision membangkitk
er
an kesadaran
tentang
politik
kalangan
pemuda.
di
1.2
Landasan Konseptual
1.2.1 Komunikasi
Menurut Dr. Everett Kleinjan dalam buku Cangara ‘Pengantar Ilmu
Komunikasi’ (2006), komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia seperti
halnya bernafas, sepanjang manusia ingin hidup maka ia perlu berkomunikasi.
Menurut Raymond S. Ross yang dikutip oleh Deddy Mulyana dalam buku Ilmu
Komunikasi Suatu Pengantar (2009), komunikasi adalah suatu proses menyortir,
memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu
pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan
yang dimaksudkan komunikator.
Deddy Mulyana dalam bukunya Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar tahun
2009 juga turut mengutip Laswell bahwa komunikasi pada dasarnya merupakan
suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada
siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To
whom? With what effect?).
Richard West dan Lynn Turner dalam buku “Introduction Communication
Theory Analysis and Application” tahun 2010 memberi pernyataan bahwa
komunikasi adalah proses sosial dimana individu – individu menggunakan simbol –
simbol untuk membentuk dan menafsirkan makna dalam lingkungan mereka. Ada 5
kata kunci yang mendefinisikan komunikasi menurut Richard west, yakni sosial,
proses, simbol, makna, dan lingkungan.
Pertama,komunikasi dipahami sebagai proses sosial. Sosial berarti mencakup
orang – orang dan interaksi baik face to face maupun online. Umumnya terdiri dari 2
orang, ada yang sebagai pengirim, ada juga yang sebagai penerima. Komunikasi
adalah sosial ketika didalamnya terdapat orang yang berinteraksi dengan bermacam
- macam motivasi, tujuan, dan kemampuan.Lalu komunikasi dipahami sebagai
proses yang berarti berkelanjutan dan tidak ada akhirnya. Komunikasi dilihat sebagai
suatu proses karena sifatnya yang dinamis, kompleks, dan mengalami perubahan
berkelanjutan.
Dari kata atau istilah kunci diatas peneliti menyimpulkan bahwa komunikasi
adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan dalam suatu lingkungan yang akan
dimaknai atau ditafsirkan oleh 2 orang atau lebih.
1.2.2 Komunikasi Massa
1.2.2.1 Definisi Komunikasi Massa
Komunikasi massa menurut Nurudin dalam bukunya ‘Pengantar
Komunikasi Massa’ tahun 2007 dipahami sebagai proses komunikasi yang
terjadi melalui media massa. Media massa tersebut bisa berupa cetak maupun
elektronik. Sedangkan menurut Mulyana dalam buku ‘Ilmu Komunikasi
Suatu Pengantar’ (2005) mengartikan komunikasi massa sebagai komunikasi
yang menggunakan media massa baik cetak (majalah, surat kabar) atau
elektronik (radio, televisi) yang dikelolaoleh suatu lembaga atau orang yang
dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang tersebar dibanyak
tempat, anonim, dan heterogen. Pesan yang disampaikan bersifat umum,
serentak, dan selintas khususnya pada media elektronik.
Menurut Joseph Devito dalam buku ‘Pengantar Komunikasi Massa’
Nurudin (2007), komunikasi massa dijabarkan dalam dua pengertian singkat.
Pengrtian pertama adalah komunikasi yang ditujukan pada massa atau
khalayak yang sangat banyak. Yang kedua memahami komunikasi sebagai
komunikasi yang disalurkan secara audio dan visual.
Dapat disimpulkan
bahwa
komunikasi
massa
adalah
proses
penyampaian pesan kepada massa atau kumpulan orang yang banyak dan luas
melalui media massa apapun.
1.2.2.2 Ciri Komunikasi Massa
1. Komunikator dalam komunikasi massa melembaga
Di dalam komunikasi massa, komunikator merupakan lembaga media massa
itu sendiri. Menurut Alexis S Tan yang dikutip Nurudin (2007), komunikator dalam
komunikasi massa adalah organisasi sosial yang mampu memproduksi pesan dan
mengirimkannya secara serempak ke sejumlah khalayak yang banyak dan terpisah.
Komunikator dalam komunikasi massa biasanya adalah media massa(surat kabar,
televisi, radio, majalah, atau penerbit buku). Media massa sebagai elemen utama
komunikasi massa hanya bisa muncul karena gabungan kerja sama dengan beberapa
orang. Intinya pada proses terjadinya komunikasi massa, komunikator harus berupa
kumpulan dari individu yang tergabung dalam satu organisasi atau lembaga dengan
tujuan yang sama.
2. Komunikan dalam Komunikasi massa bersifat heterogen
Komunikan dalam komunikasi massa sifatnya heterogen / beragam. Artinya
penonton televisi beragam pendidikan, umur, jenis kelamin, status sosial ekonomi,
memiliki jabatan yang beragam, agama yang tidak sama pula. Namun mereka adalah
komunikan televisi. Heterogenitas banyak macamnya meskipun tidak semua
heterogenitas itu harus melekat pada diri komunikan.
Dari pengertian diatas, peneliti memahami bahwa penerima pesan dari proses
komunikasi massa tidak terbatas pada satu karakter saja. Hal ini dikarenakan pesan
yang disampaikan media massa melalui komunikasi massa ditujukan untuk area
cakupan yang sangat luas. Oleh sebab itu, komunikan yang menerima pesan juga
sangat luas populasinya, sehingga semakin beragam cirinya dan karakternya.
3. Pesannya Bersifat Umum
Pesan pesan dalam komunikasi massa tidak ditujukan pada satu orang atau
satu kelompok masyarakat tertentu. Dengan kata lain, pesan pesannya ditujukan pada
khalayak plural. Meskipun di dalam televisi dikhususkan untuk kalangan tertentu,
televisi perlu menyediakan acara lain yang sifatnya lebih umum. Ini penting agar
televisi tidak kehilangan ciri khasnya sebagai saluran komunikasi massa.
Intinya pesan yang menjadi elemen inti dari komunikasi tidak disusun dalam kalimat
kalimat atau kata kata yang hanya dimengerti kelompok tertentu, namun diupayakan
untuk menyampaikan pesan yang dimengerti khalayak secara umum.
4. Komunikasinya Berlangsung Satu Arah
Komunikasi massa hanya berlangsung satu arah yakni dari media massa ke
Anda dan tidak sebaliknya. Kita tidak bisa langsung memberi respon kepada
komunikatornya (media massa yang bersangkutan). Kalaupun bisa, sifatnya tertunda
(delayed feedback). Ketika ada program yang memberikan kesempatan audiens
untuk telpon ke studio (interaktif) tidak bisa dikatakan sebagai alasan bahwa dalam
komunikasi massa juga bisa terjadi komunikasi dua arah. Komunikasi dua arah
tersebut hanya berlangsung anatar yang menelpon dengan stasiun televisi dan tidak
terjadi pada semua audiens yang heterogen dan banyak itu.
5. Komunikasi Massa Menimbulkan Keserempakan
Dalam komunikasi massa ada keserempakan dalam proses penyebaran pesan
pesannya. Serempak berarti khalayak bisa menikmati media massa tersebut hampir
bersamaan.
6. Komunikasi Massa Mengandalkan Peralatan Teknis
Media massa sebagai alat utama dalam menyampaikan pesan kepada
khalayaknya sangat membutuhkan bantuan peralatan teknis. Peralatan teknis yang
dimaksud adalah pemancar untuk media elektronik. Televisi juga tidak lepas dari
peran pemancar. Peran satelit akan memudahkan proses pemancaran pesan yang
dilakukan media elektronik seperti televisi.
7. Komunikasi Massa Dikontrol Oleh Gatekeeper
Gatekeeper atau yang sering disebut sebagai penapis informasi adalah orang
yang sangat berperan dalam penyebaran informasi melalui media massa. Gatekeeper
berfungsi sebagai orang yang ikut menambah atau mengurangi , menyederhanakan ,
mengemas agar semua informasi yang disebarkan lebih mudah dipahami. Gatekeeper
ini juga berfungsi untuk menginterpretasikan pesan, menganalisis, menambah data
dan mengurangi pesan pesannya. Gatekeeper sangat menentukan berkualitas
tidaknya informasi yang akan disebarkan. Baik buruknya dampak pesan yang
disebarkannya pun tergantung pada fungsi penapisan informasi atau penalangan
pintu ini. Keberadaan gatekeeper sama pentingnya dengan peralatan mekanis yang
harus dimiliki media dalam komunikasi massa.
1.2.2.3 Fungsi Komunikasi Massa
Fungsi komunikasi massa menurut Alexis S Tan dalam Nurudin (2007)
adalah
Tabel 1.2
No
Tujuan komunikator
Tujuan Komunikan
1
Memberi Informasi
Mempelajari ancaman dan peluang, memahami
lingkungan,
menguji
kenyataan,
meraih
keputusan.
2.
Mendidik
Memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang
berguna memfungsikan dirinya secara efektif
dalam masyarakatnya, mempelajari nilai, tingkah
laku
yang
cocok
agar
diterima
dalam
masyarakatnya
3.
Mempersuasi
Memberi keputusan, mengadopsi nilai, tingkah
laku, dan aturan yang cocok agar diterima dalam
masyarakatnya
4.
Menyenangkan,
Menggembirakan, mengendorkan urat saraf,
memuaskan kebutuhan menghibur, dan mengalihkan perhatian dari
komunikan
masalah yang dihadapi
Sementara itu, Effendy seperti yang dikutip Ardianto, Komala, dan Karlinah
(2007) mengemukakan fungsi komunikasi massa secara umum :
1. Fungsi informasi
Fungsi ini diartikan bahwa media massa adalah penyebar informasi bagi
pembaca, pendengarm atau pemirsa. Berbagai informasi dibutuhkan oleh
khalayak media massa yang bersangkutan sesuai dengan kepentingannya.
Khalayak sebagai makhluk sosial akan selalu merasa haus akan informasi
yang terjadi. Khalayak media massa berlangganan surat kabar, majalah,
mendengarkan radio siaran atau menonton televisi karena mereka ingin
mendapatkan informasi tentang peristiwa yang terjadi di muka bumi, gagasan
atau pikiran orang lain, apa yang dilakukan, diucapkan atau dilihat orang lain.
2. Fungsi pendidikan
Media massa merupakan sarana pendidikan bagi khalayaknya (mass
education) karena media massa banyak menyajikan hal hal yang sifatnya
mendidik. Salah satunya melalui pengajaran nilai, etika, serta aturan aturan
yang berlaku kepada pemirsa atau pembaca. Media massa melakukannya
melalui drama, cerita, diskusi, dan artikel.
3. Fungsi memengaruhi
Fungsi memengaruhi dari media massa secara implisit terdapat pada
tajuk/editorial,features,iklan, artikel, dan sebagainya.
1.2.3 Media Massa
1.2.3.1 Definisi Media massa
Dalam buku Pengantar Ilmu Broadcasting dan Cinematography yang
dikarang oleh Franciscus Theojunior Lamintang, S.I.Kom (2013), pengertian
media massa dikutip sebagai berbagai macam media atau wahana komunikasi
massa seperti pers (Secara sempitdiartikan sebagai surat kabar, sedangkan
secara luas sebagai media pemberitahuan), media-media cetak pada
umumnya (majalah dan jurnal), dan berbagai media elektronik seperti radio,
bioskop, dan televisi yang mampu menjangkau masyarakat luas.
Selain itu,
definisi lain yakni media massa menurut Nurudin (2007) adalah alat – alat
dalam komunikasi yang bisa menyebarkan pesan secara serempak dan cepat
kepada audiens yang luas dan heterogen. Sedangkan menurut West dan
Turner dalam bukunya yang berjudul Pengantar Teori Komunikasi (2009) ,
media massa adalah saluran – saluran atau cara pengiriman bagi pesan –
pesan massa. Media massa dapat berupa surat kabar, video, CD-ROM,
komputer, TV, radio, dan sebagainya.
Dari definisi – definisi di atas, peneliti menyimpulkan bahwa media
massa adalah macam – macam media yang mampu mengirimkan pesan atau
informasi secara meluas, merata, dan bersamaan.
Karakteristik Media massa menurut Cangara (2006) antara lain:
1. Bersifat melembaga, artinya pihak yang mengelola media terdiri dari
banyak orang, yakni mulai dari pengumpulan,pengelolaan sampai pada
penyajian informasi.
2. Bersifat satu arah, artinya komunikasi yang dilakukan kurang
memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dan penerima. Kalau pun
terjadi reaksi atau umpan balik, biasanya memerlukan waktu dan tertunda.
3. Meluas dan serempak, artinya dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak,
karena ia memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, dimana
informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang dalam waktu yang
sama.
4. Memakai peralatan teknis atau mekanis, seperti radio, televisi, surat kabar,
dan semacamnya.
5. Bersifat terbuka, artinya pesannya dapat diterima oleh siapa saja dan
dimana saja tanpa mengenal batas usia, jenis kelamin, dan suku bangsa
2.2.4 Televisi
Televisi seperti yang dinyatakan Darwanto (2007) adalah suatu bentuk
media massa yang dinilai paling efektif saat ini. Melalui sifat audio visualnya
yang tidak dimiliki media massa lain, perkembangan teknologinya yang begitu
cepat dan penayangannya yang mempunyai jangkauan yang relatif tidak
terbatas, televisi dapat menarik banyak simpatik dari kalangan masyarakat luas.
Sedangkan menurut Effendy yang dikutip Franciscus Theojunior Lamintang
(2013) , televisi adalah media massa yang menggunakan alat – alat elektronis
dengan memadukan radio (broadcast) dan film (moving picture).
Dalam buku yang ditulis Ardianto, Komala dan Karlinah (2007)
menyatakan bahwa kegiatan penyiaran melalui media televisi di Indonesia
dimuai pada tanggal 24 Agustus 1962,bertepatan dengan dilangsungkannya
pembukaan pesta Olahraga se-Asia IV atau Asean Games di Senayan. Sejak
itu pula Televisi Republik Indonesia yang disingkat TVRI dipergunakan
sebagai panggilan stasiun hingga sekarang (Effendy, 1993:54). Selama tahun
1962 – 1963 TVRI berada diudara rata – rata satu jam sehari dengan segala
kesederhanaannya.
2.2.4.1 Fungsi Televisi
Televisi mempunyai fungsi sebagai berikut sebagaimana yang
dinyatakan Effendy (2007) :
1.
Fungsi Penerangan (The Informational Function)
Ada dua faktor yang mampu menyiarkan informasi yang memusatkan.
Faktor yang pertama adalah faktor immediately (langsung dan dekat)
dan faktor yang kedua adalah realism (kenyataan).
2.
Fungsi Pendidikan (The Educational Function)
Televisi merupakan sarana yang ampuh untuk menyiarkan acara
pendidikan yang sifatnya menambah pengetahuan khalayak.
3.
Fungsi Hiburan (The Entertainment Function)
Televisi juga menyuguhkan acara yang bersifat hiburan kepada
masyarakat.Tayangan-tayangan
yang
bersifat hiburan
misalnya
sinetron, kuis, film, komedi dan lain sebagainya.
2.2.4.2 Karakteristik Televisi
Televisi dalam buku yang ditulis Ardianto, Komala, dan Karlinah
(2007) memiliki karakteristik yang berbeda dengan media lain jika ditinjau
dari stimulai alat indra. Berikut ini adalah beberapa karakteristik televisi
1.
Audiovisual
Televisi memiliki kelebihan tersendiri yakni dapat didengar sekaligus
dilihat. Jika pada media radio khalayak hanya dapat mendengar katakata, musik, dan suara, maka khalayak televisi melihat gambar yang
bergerak. Walaupun televisi menawarkan gambar-gambar bergerak
yang dapat dinikmati khalayak, bukan berarti gambar lebih penting dari
kata-kata.Gambar dan kata-kata harus berjalan secara sesuai dan
harmonis.
Sifatnya yang audio visual membuat acara siaran berita harus
dilengkapi gambar, baik gambar diam seperti foto, peta, atau film berita
yakni rekaman peristiwa yang menjadi topik berita. Jadi, penayangan
film berita dalam siaran berita, selain untuk memanfaatkan karakteristik
televisi, juga agar penonton memperoleh gambaran yang lengkap
tentang berita yang disiarkan serta mempunya keyakinan akan
kebenaran berita.
2.
Berpikir dalam Gambar
Sifat televisi yang audio visual membuat pihak pihak yang berpikir
dalam gambar. Contohnya seorang pembuat naskah acara, ia harus
berpikir dalam gambar. Ada dua tahap yang dilakukan dalam proses
berpikir dalam gambar :
1. Visualisasi,
yakni
menerjemahkan
kata-kata
yang
mengandung gagasan yang menjadi gambar secara individual.
Dalam proses visualisasi, objek-objek tertentu harus disajikan
sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu makna. Objek
tersebut bisa manusia, benda, kegiata, dan lain sebagainya.
2. Penggambaran (picturization) yakni kegiatan merangkai
gambar-gambar individual
sedemikian
rupa sehingga
kontinuitasnya mengandung makna tertentu.
3.
Pengoperasian Lebih Kompleks
Pengoperasian televisi siaran lebih kompleks dan lebih banyak
melibatkan orang. Peralatan yang digunakannya pun lebih banyak dan
untuk mengoperasikannya lebih rumit dan harus dilakukan oleh orang –
orang terampil dan terlatih. Dengan demikian media televisi lebih
mahal daripada surat kabar, majalah, dan radio siaran.
2.2.5 Program Televisi
Jenis program televisi sebagaimana yang tertulis dalam Morissan
(2008) terbagi menjadi dua , yaitu program informasi (berita), dan program
hiburan (entertainment). Program informasi dibagi lagi menjadi dua jenis,
yaitu berita keras (hard news) yang merupakan laporan berita terkini yang
harus segera disiarkan dan berita lunak (soft news) yang merupakan kombinasi
dari fakta, gosip, dan opini. Sementara program hiburan terbagi atas tiga
kelompok besar yaitu musik, drama permainan (game show), dan
pertunjukkan. Berikut ini penjelasan jenis program televisi secara lebih rinci:
1. Program informasi
Program informasi di televisi memberikan banyak informasi untuk
memenuhi rasa ingin tahu penonton terhadap sesuatu hal. Program informasi
adalah jenis siaran yang tujuannya untuk memberikan tambahan pengetahuan
(informasi) kepada khalayak. Program informasi tidak hanya program berita di
mana presenter atau penyiar membacakan berita, tetapi segala bentuk penyajian
informasi termasuk talkshow (perbincangan) dengan artis terkenal, orang
terkenal atau dengan siapa saja. Program informasi dapat dibagi menjadi dua
bagian besar, yaitu hard news dan soft news.
1.1
Berita Keras / Hard News
Hard news adalah segala informasi penting dan atau menarik yang
harus segera disiarkan oleh media penyiaran karena sifatnya yang
harus segera ditayangkan agar dapat diketahui khayalak secepatnya.
Berita keras dapat dibagi ke dalam tiga bentuk berita yaitu:
1.1.1
Straight News
Merupakan berita langsung (straight) yang singkat atau tidak
detail dengan hanya menyajikan informasi terpenting saja yang
mencakup prinsip 5W+1H. Berita jenis ini sangat terikat waktu
(deadline) karena informasinya sangat cepat basi jika terlambat
disampaikan kepada audience.
1.1.2 Feature
Merupakan berita ringan namun menarik, yang dalam artian
informasi yang disajikan lucu, unik, aneh, menimbulkan kekaguman,
dan sebagainya. Pada dasarnya berita ini dapat dikatakan sebagai soft
news karena tidak terlalu terikat dengan waktu penayangan, namun
karena durasinya singkat (kurang dari lima menit) dan ia menjadi
bagian program berita, maka feature masuk ke dalam kategori hard
news.
1.1.3 Infotainment
Infotainment berasal dari kata “information” yang berarti informasi
dan “entertainment” yang berarti hiburan. Infotainment adalah berita
yang menyajikan informasi mengenai kehidupan orang-orang yang
dikenal masyarakat (celebrity). Infotainment adalah salah satu bentuk
berita keras karena memuat informasi yang harus segera ditayangkan.
1.2
Berita Lunak / Soft News
Berita lunak atau soft news adalah segala informasi yang penting dan
menarik yang disampaikan secara mendalam (in-depth) namun tidak
bersifat harus segera ditayangkan. Program yang masuk ke dalam
kategori berita lunak ini adalah:
1.2.1 Current Affairs
Current affairs adalah program yang menyajikan informasi yang
terkait dengan suatu berita penting yang muncul sebelumnya namun
dibuat secara lengkap dan mendalam. Dengan demikian current affair,
cukup terikat dengan waktu dalam hal penayangannya namun tidak
seketat hard news, batasannya adalah bahwa selama isu yang dibahas
masih mendapat perhatian khalayak, maka current affair dapat sajikan.
Misalnya program yang menyajikan cerita mengenai kehidupan
masyarakat setelah ditimpa bencana alam dahsyat (gempa bumi atau
tsunami).
1.2.2 Magazine
Magazine merupakan program yang menampilkan informasi ringan
namun mendalam atau dengan kata lain magazine adalah feature
dengan durasi yang lebih panjang. Magazine ditayangkan pada
program tersendiri yang terpisah dari program berita. Magazine lebih
menekankan pada aspek menarik suatu informasi ketimbang aspek
pentingnya, dan biasanya berdurasi 30 menit atau satu jam dapat
terdiri atas hanya satu topik atau beberapa topik.
1.2.3 Dokumenter
Dokumenter merupakan program informasi yang bertujuan untuk
pembelajaran dan pendidikan namun disajikan dengan menarik.
Misalnya program dokumenter yang menceritakan mengenai suatu
tempat, kehidupan atau sejarah seorang tokoh, kehidupan atau sejarah
suatu masyarakat (misalnya suku terasing) atau kehidupan hewan di
padang rumput dan sebagainya.
1.2.4 Talkshow
Talkshow merupakan program yang menampilkan satu atau beberapa
orang untuk membahas suatu topik tertentu yang dipandu oleh seorang
pembawa acara (host). Mereka yang diundang adalah orang-orang
yang berpengalaman langsung dengan peristiwa atau topik yang
diperbincangkan atau mereka yang ahli dalam masalah yang tengah
dibahas.
2. Program Hiburan
Program hiburan adalah segala bentuk siaran yang bertujuan untuk
menghibur khalayak dalam bentuk musik, lagu, cerita, dan permainan.
Program yang termasuk dalam kategori hiburan adalah drama, permainan
(game), musik, dan pertunjukan
2.1
Drama
Merupakan pertunjukkan (show) yang menyajikan cerita mengenai
kehidupan atau karakter seseorang atau beberapa orang (tokoh) yang
diperankan oleh pemain (artis) yang melibatkan konflik dan emosi.
2.2
Permainan / Game Show
Merupakan suatu bentuk program yang melibatkan sejumlah orang
baik secara individu ataupun kelompok (tim) yang saling bersaing untuk
mendapatkan sesuatu. Permainan merupakan salah satu produksi acara
televisi yang paling mudah dibuat dengan biaya produksi yang relatif
rendah serta dapat menjadi acara televisi yang sangat digemari.
2.2.6 Talkshow
Program talkshow menjadi salah satu jenis program yang diandalkan
stasiun televisi. Karena sifatnya yang interaktif, membuat audiens tidak bosan
saat menonton. Tidak hanya topik yang menjadi daya tarik program ini,
namun kecerdasan moderator dalam membawa suasana tetap terjaga kondusif
juga menjadi penentu seberapa menarik program tersebut di mata masyarakat.
Fred Wibowo dalam bukunya Teknik Produksi Program Televisi (2009), juga
memberikan definisi bahwa program talkshow adalah program pembicaraan
tiga orang atau lebih mengenai suatu permasalahan. Dalam program ini
masing tokoh yang diundang dapat saling berbicara mengemukakan pendapat
dan presenter bertindak sebagai moderator yang kadang-kadang juga
melontarkan pendapat atau membagi pembicaraan.
Talk show menurut Salma Hanum (2005) adalah suatu sajian
perbincangan yang cukup menarik yang biasanya mengangkat isu-isu yang
lagi hangat dalam masyarakat. Tema yang diangkat juga bermacam-macam.
Mulai dari masalah sosial, budaya, politik, ekonomi, pendidikan, olahraga,
dan sebagainya
Program talkshow ini juga akan menarik apabila presenter yang
membawakan dan memoderatori program ini menarik. Mampu mengimbangi
pembicaraan para tokoh. Hal itu hanya terjadi jika presenter juga menguasai
bidangnya dan dapat mengajukan pertanyaan atau menyajikan permasalahan
secara menarik. Menurut Fred Wibowo (2009), presenter yang tidak
menguasai permasalahan dalam program acara semacam ini hanya akan
menurunkan suasana, membuat acara tidak hidup dan membosankan. Tentu
saja kemampuan sedemikian ini bukan hanya bakat, melainkan juga latihan,
eksperimen dan pengalaman sambil tak hentihenti terus belajar memperbaiki
kemampuan maupun kecerdasan.
Intinya peneliti menyimpulkan bahwa talkshow adalah program acara
bincang televisi yang melibatkan moderator sebagai host acara dan beberapa
narasumber yang terkait dengan tema acara.
Program uraian (the talk program), vox-pop, interview (wawancara),
dan program diskusi panel adalah jenis-jenis dari talkshow sendiri.
1. Program uraian pendek atau pernyataan (The Talk Program)
Program Uraian Pendek (The Talk Program) adalah program saat
penyaji program (MC, presenter, news anchor,dll) membahas suatu topik
atau tema seorang diri. Program uraian pendek biasa menjadi bagian dalam
suatu jenis program televisi lainnya seperti news feature atau pun acara
musik. Penyajiannya pun bisa bermacam-macam, dapat berbentuk
ceramah yang menyejukan hati ala AA Gym pada Kultum yang biasa kita
saksikan saat bulan Ramadhan, atau suatu narasi berima khas segment
akhir Mata Najwa. Intinya, apa pun cara penyampaiannya haruslah dapat
membuat penonton tertarik dan mengerti apa yang disampaikan oleh
penyaji program.Uraian yang disajikan oleh seorang presenter di dalam
acara televisi biasanya sangat pendek.
2. Program vox-pop suara masyarakat
Vox-pop kependekan dari vox populli dalam istilah Indonesia sebagai
“suara masyarakat” artinya suatu program yang mengetengahkan pendapat
umum suatu masalah. Vox-pop dipakai untuk menunjukan suatu masalah
adalah sebagai masalah yang penuh dengan kontradiksi, apabila vox-pop
tadi mengemukakan pandangan yang berlain-lainan sama sekali antar
orang yang satu dan yang lain. Dengan melakukan wawancara vox pop
kita dapat mendapat berbagai tanggapan atau reaksi baik yang mengetahui
maupun tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya.
3. Program Wawancara (Interview)
Program Wawancara (Interview) adalah program yang berisi interaksi
tanya jawab antara host dengan orang yang diwawancarai. Topik yang
diangkatpun bisa apa saja bahkan bisa berbeda di setiap pertanyaannya.
Berbeda dengan dua jenis talkshow sebelumnya yang harus mau hanya
menjadi bagian dalam program TV tertentu, interview dapat menjadi
program talkshow tersendiri tanpa “intervensi” jenis program TV lainnya.
Hal ini dikarenakan jenis interview melakukan interaksi komunikasi dua
arah secara terus menerus sehingga menimbulkan kedekatan seperti sedang
mengobrol bukan hanya antara komunikan dan komunikator melainkan
juga bagi siapa saja yang mendengar. Singkatnya, tidak membuat cepat
bosan. Banyak sekali program TV berbasis interview seperti Oprah
Winfrey Show, Mata Najwa, Empat Mata, Hitam Putih, Sarah Sechan, dan
masih banyak lagi. Hampir semua stasiun TV mempunyai acara talkshow
interview yang mereka unggulkan.
4. Program Panel Diskusi
Program panel diskusi adalah program pembicaraan tiga orang atau
lebih mendiskusikan suatu pokok permasalahan yang diangkat dengan
moderator atau presenter sebagai pemandu acara. Dalam program ini
masing – masing tokoh diundang dapat saling berbicara mengemukakan
pendapatnya dan presenter bertindak sebagai moderator yang terkadang
melontarkan pendapat atau membagi pembicaraan. Program Diskusi/Panel
adalah program talkshow yang menghadirkan berbagai opini dari berbagai
ahli baik yang pro maupun yang kontra yang membahas suatu topik di
mana opini-opini dari mereka didiskusikan sehingga pada akhir acara
menghasilkan suatu titik temu jalan keluar mengenai topik tersebut. Dalam
program ini suatu permasalahan dilihat dari bidang yang berbeda oleh
sejumlah ahli, narasumber, atau tokoh yang menguasai bidang sendiri –
sendiri. Pada Akhir program talkshow Diskusi panel, presenter
menyampaikan
pula
kesimpulan
dari
apa
yang
dibicarakan.
Karena sifatnya yang riskan, tidak banyak cntoh acara TV berbasis
diskusi, bila ada pun kemungkinan besar berasal dari stasiun TV berbasis
berita. Ciri khas dari talkshow ini adalah adanya moderator yang
mengawal jalannya acara dan juga dapat ikut memberikan opini yang
mewakili pandangan penonton dalam bahasan topik tersebut.
Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa
program ‘Berani Bersih’ yang peneliti teliti termasuk dalam diskusi panel.
Karena kehadiran narasumber lebih dari satu dan saling mengemukakan
pendapatnya masing – masing dipimpin seorang host yang mengawal
jalannya acara supaya tidak keluar dari topik pembahasan dan tidak ricuh.
2.2.7 Presenter / Host
Presenter menurut Rusman Latief (2015) adalah orang yang tampil di depan
kamera dan membacakan berita dari studio atau orang yang membawakan segala
jenis program televisi dari studio. Presenter dalam menyajikan berita dengan makna
serius, formal, dan pembawaan berwibawa.
Keberadaan host/ presenter sangat penting terutama dalam program yang
berformat dialog. Menurut Hendi Triono (2007), kemampuan seorang presenter
membawakan
acara,
berpengaruh
terhadap
kesuksesan
sebuah
acara.
Ketidakmampuan presenter dalam membawakan acara, berakibat fatal bagi diri
presenter dan program acara yang dibawakan.
2.2.8 Rating dan Share
Rating sebagaimana yang diungkapkan Morissan (2008) adalah suatu
perkiraan karena perhitungannya didasarkan pada jumlah pesawat televisi yang
digunakan oleh satu kelompok audien yang dijadikan sampel dan sampel tidak akan
pernah menghasilkan ukuran yang mutlak tetapi hanya perkiraan. Rating menjadi
indikator apakah program itu memiliki audien atau tidak. Rating menjadi perhatian
pula bagi pemasang iklan yang ingin mempromosikan produk atau jasanya. Dengan
demikian, laporan rating memiliki peran yang menentukan bagi stasiun penyiaran.
Share menurut Fachruddin dalam buku Dasar Dasar Produksi Televisi (2014) ialah
persentase yang menonton program tertentu dari penonton potensial pada periode
waktu tertentu.
2.2.9 Produksi Program Televisi
Sebuah tayangan yang muncul di layar televisi tidak terbentuk semudah
membalikkan telapak tangan. Tayangan berbagai jenis program tersebut bisa
disaksikan khalayak di rumah setelah melalui beberapa proses tahapan produksi yang
cukup rumit. Proses tersebut dilakukan dari persiapan hingga siap tayang di layar
kaca oleh orang – orang yang tidak sedikit dan tidak sembarang orang dapat
melakukannya.
Tahapan produksi program televisi menurut Zettl (2006) terdiri dari tiga
bagian yakni, perencanaan pra produksi, produksi dan paska produksi.
2.2.9.1 Perencanaan Praproduksi
1.
Perencanaan Praproduksi : Dari Ide Ke Skrip
Fokus perencanaan praproduksi tahap ini terbagi menjadi 5 bagian yaitu
ide – ide program, model – model program, proposal program, budget,
dan skrip.
1.1 Menghasilkan Ide – Ide Program
Anda bisa memberi terobosan dalam ide dengan melakukan
brainstroming. Brainstorming dilakukan dengan mengumpulkan semua
orang dengan meletakkan perekam kecil di tengah kumpulan orang
yang akan mengutarakan komen atau opininya mengenai suatu hal.
Setelah brainstorming selesai, putar kembali rekaman yang didapat,
pilih beberapa dari komentar – komentar tersebut yang berkaitan
dengan tugas Anda.
Selain itu, ada cara yang lebih terstruktur untuk memperoleh
ide. Cara tersebut ialah clustering. Clustering ialah bentuk tertulis dari
brainstorming. Dimulai dengan menulis ide utama atau single
keyword kemudian mengakar ke berbagai hal yang berkaitan yang
muncul dalam benak Anda.
1.2 Menggunakan Model Model Produksi
Production models menurut Zettl dalam Fachruddin (2014)
adalah suatu metode untuk melihat langsung keterkaitan antara ide
yang sudah ada dan apa yang diharapkan bisa terjadi pada audiensi
yang dituju. Seperti halnya dengan bentuk produksi yang lainnya,
production models tidak dilihat langsung berlanjut pada proses
produksi, tetapi langsung mengarah pada bentuk komunikasi yang
efektif kepada audiens yang dituju.
Model model produksi
mendeskripsikan alur aktivitas yang diperlukan untuk berpindah dari
ide ke pesan televisi. Model – model produksi tersebut membantu
Anda mengorganisir dan memfasilitasi upaya koordinasi Anda.
Sebagai contoh, effect to cause model, merampingkan proses
preproduksi dan membuat produksi lebih terarah dan efisien. Model
ini dimulai dengan ide dasar lalu langsung mengarah kepada efek
yang yang diinginkan (desired effect) dalam masyarakat. Setelah
semua itu, desired effect inilah yang akan mengarahkan proses
produksi. Ini berarti bahwa sebagai produser Anda harus tahu apa
yang Anda ingin capai – apa yang Anda ingin target audiens pelajari,
lakukan, dan rasakan – sebelum memutuskan kebutuhan medium
tertentu yang akan mengarahkan ke sebuah efek. Dengan terlebih
dahulu mendefinisikan efek yang diinginkan kepada penonton, Anda
bisa menentukan dengan mudah orang – orang spesifik yang Anda
butuhkan untuk melakukan pekerjaan (content expert, penulis,
director, dan kru) , serta dimana lokasi paling efektif melakukan
produksi (studio atau lapangan), dan peralatan yang dibutuhkan
(kamera, tipe mic, dan lainnya).
1.3
Menulis Proposal Program
Proposal program adalah dokumen tertulis yang menjelaskan
secara detail program acara yang diproduksi. Dalam proposal ,
setidaknya terdiri dari bagian seperti judul program, tujuan atau alasan
mengapa program acara Anda harus diproduksi, target audiens, show
format, show treatment, metode, budget tentatif.
1.4
Menyiapkan Budget
Dalam perencanaan pra produksi, diperlukan persiapan biaya
yang matang. Pembuatan program harus mempersiapkan biaya untuk
kru, pengisi acara, dan peralatan, konsumsi, sewa dan sebagainya.
1.5
Mempresentasikan proposal
Sekarang proposal Anda sudah siap untuk dipresentasikan.
Jika Anda bekerja di stasiun TV, maka proposal bisa langsung
diserahkan kepada eksekutif produser di stasiun televisi untuk
disetujui.
1.6
Menulis Skrip
Seorang penulis skrip harus mengerti terlebih dahulu tujuan
program yang akan dibuat. Dari tujuan program tersebut, penulis
mengembangkannya ke dalam skrip yang lebih baik.
2.
Perencanaan Praproduksi : Koordinasi
Setelah Anda membuat keputusan mengenai pendekatan produksi
yang tepat, lakukan koordinasi dengan elemen elemen produksi berikut :
1. People
Lakukan koordinasi dengan setiap tim yang terlibat. Pastikan ada
database informasi mengenai setiap anggota tim berupa nomor
telpon, alamat, posisi jabatan, alamat email dan lain sebagainya.
2. Facilities Request
Buat rincian fasilitas serta perlengkapan perlengkapan, properti,
kostum yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam produksi.
3. Schedules
Jadwal produksi harus memberitahu semua orang yang terlibat dalam
produksi siapa yang melakukan apa, kapan, dan dimana jalannya
produksi. Buat jadwal yang realistis dan taatilah waktu yang telah
dijadwalkan. Menentukan waktu yang terlalu singkat tidak membuat
hasil yang lebih baik, tapi justru
biasanya meningkatkan level
kecemasan dan frustasi. Hal ini membuatnya jadi tidak produktif.
4. Permits and Clearances
Saat produksi, terkadangn membutuhkan peralatan yang mungkin
tidak disediakan studio dan bahkan harus shooting di luar studio.
Peralatan yang tidak tersedia ini harus dipinjam pastinya dengan ijin.
Begitu pula ketika produksi dilakukan dalam properti pemerintah.
Dibutuhkan ijin sebelum produksi di tempat tersebut.
5. Publicity and Promotion
Sebuah acara membutuhkan promosi dan publisitas supaya dikenal
oleh masyarakat. pekerjaan dari orang yang bekerja di publisitas
adalah untuk mempersempit kesenjangan antara potensi dan audien
yang sesungguhnya.
2.2.9.2
Produksi
Setelah tahapan pra produksi selesai, pelaksanaan produksi segera
dimulai. Director melakukan berbagai hal penting dalam jalannya produksi.
Hal tersebut diantaranya:
1.
Mengarahkan multicam
Pengarahan penggunaan multicam biasa disebut control room directing
. Hal itu dikarenakan pengarahan multicam dilakukan melalui control
room. Selain itu ada juga yang disebut control room intercom system,
yakni sebuah sarana produksi personel teknis dan produksi. Sistem ini
juga yang memudahkan director memberikan cue kepada floor crew.
2.
Mengarahkan rehearsal
Rehearsal adalah semacam latihan sebelum shooting secara live.
Latihan ini dilakukan tidak hanya untuk memberikan pelatihan pada tim
namun juga untuk mengetahui hal – hal cacat lainnya yang mungkin
terjadi saat live nanti. Rehearsal terdiri dari pembacaan skrip, dry run
or blocking rehearsal (latihan para talent saat shooting nanti supaya
terlihat melakukan blocking yang alami dengan memberikan gambaran
letak letak kamera atau gambaran floor plan yang akan digunakan),
camera rehearsal and dress rehearsal, dan walk through-camera
rehearsal combination.
3.
Menjalankan timeline produksi
Timeline produksi berisi mengenai segala aktivitas yang akan
dijalankan di hari produksi tersebut.
4.
Merekam shooting yang berlangsung
Pada intinya ada beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam tahap
produksi , diantaranya adalah peralatan kamera, audio, komunikasi
dengan para personel serta perlengkapan audio yang dipakai talent
apakah suaranya bisa terdengar atau tidak, teknik pencahayaan
(lighting), rekaman video, properti, talent (artis), make up atau tata rias
untuk talent dan guests, kostum, persiapan dan pengarahan director.
2.2.9.3 Paska Produksi
Jika produksi Anda dilakukan dengan live atau live on tape, maka
pekerjaan Anda sudah hampir selesai. Anda hanya perlu menulis ucapan
terimakasih pada orang – orang yang telah berkontribusi untuk program
ini. Bagaimanapun, Anda sekarang harus mulai mengkoordinasikan
kegiatan paska produksi diantaranya : (Zettle, 2006)
1. Postproduction Editing
Anda harus melakukan cek bahwa orang serta fasilitas untuk off line
dan online editing tersedia dan proses berjalan sesuai jadwal. Jika
darurat, bersiaplah untuk menjadwal ulang. Beberapa produser merasa
bahwa mereka perlu mengawasi erat semua proses editing audio
video, sedangkan yang lain meninggalkan tanggung jawab tersebut
pada director. Namun demikian, anda harus selalu siap sedia jika
editor atau sutradara ingin saran Anda.
2. Evaluation and Feedback
Duduk dan lihat apakah program yang telah selesai diproduksi telah
sesuai dengan tujuan program yang diusung pada awal perencanaan.
Coba untuk mengumpulkan sebanyak mungkin tanggapan dari rekan
maupun pemirsa untuk menentukan seberapa besar kesuksesan
jalannya proses produksi tersebut.
3. Record Keeping
Seorang produser setiap kali selesai produksi harus mempunyai
kepustakaan di mana seluruh materi hasil master edit disimpan dengan
baik. Departemen berita menggunakan arsip tersebut sebagai sumber
daya yang mungkin bisa menjadi berita lagi. Seperti salinan rekaman
video yang akan melindungi Anda dari klaim tidak masuk akal oleh
klien yang marah.
2.2.10 Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sitematis
untuk merumuskan strategi perusahaan Analisis ini didasarkan pada logika
yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities),
namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Wekanesses) dan
ancaman (Threats) (Rangkuti, 2013).
Teori SWOT merupakan teori strategi yang biasa diterapkan oleh
setiap organisasi guna mencari startegi yang paling cocok dalam menghadapi
ancaman baik dari luar maupun dari dalam. Teori Analisis SWOT adalah untuk
memprediksi
atau
menghindarkan
terjadinya
suatu
‘ketidakpastian’
(uncretainly) pada organisasi bersangkutan, baik secara mikro maupun makro.
(Ruslan, Rosady, 2008)
Berikut ini merupakan penjelasan dari SWOT (David,Fred R., 2005) yaitu :
1. Kekuatan (Strenghts)
Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keungulankeungulan lain yang berhubungan dengan para pesaing perusahaan dan
kebutuhan pasar yang dapat dilayani oleh perusahaan yang diharapkan
dapat dilayani. Kekuatan adalah kompetisi khusus yang memberikan
keunggulan kompetitif bagi perusahaan di pasar
2. Kelemahan (Weakness)
Kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya,
keterampilan, dan kapabilitas yang secara efektif menghambat kinerja
perusahaan. Keterbatasan tersebut dapat berupa fasilitas, sumber daya
keuangan, kemampuan manajemen dan lain sebagainya
3. Peluang (Opportunities)
Peluang adalah situasi penting yang mengguntungkan dalam lingkungan
perusahaan. Kecendrungan – kecendrungan penting merupakan salah satu
sumber peluang, seperti perubahaan teknologi dan meningkatnya hubungan
antara perusahaan dengan pembeli atau pemasokk merupakan gambaran
peluang bagi perusahaan.
4. Ancaman (Threats)
Ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungkan dalam
lingkungan perusahaan. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi
posisi sekarang atau yang diinginkan perusahaan. Adanya peraturan-
peraturan pemerintah yang baru atau yang direvisi dapat merupakan
ancaman bagi kesuksesan perusahaan.
Peneliti menyimpulkan bahwa analisis SWOT adalah suatu strategi
pengevaluasian untuk mereview jalannya suatu hal dalam organisasi demi
menemukan solusi untuk mencapai pencapaian yang lebih baik.
2.3
Kerangka Pemikiran
Tabel 1.3
Download