PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU

advertisement
PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU
Nomor : 087/ SS-PKWT/ VI/ 11
Pada hari Senin tanggal : _____/____________/______, telah dilakukan kesepakatan untuk
melakukan Perjanjian Kerja Waktu tertentu antara :
Nama
: Yovanka Rismaya
Jabatan
: HR & GA PT. Maju Sejahtera
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT Maju Sejahtera yang berkedudukan hukum di Jalan
Sukabumi No.2 Kel. Karang Pawitan Kec. Karawang Barat Kab. Karawang, yang selanjutnya dalam
perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.
Nama
:
Tempat/Tgl Lahir
:
Status
:
Jenis Kelamin
:
Pendidikan & Jurusan :
Alamat
:
No. Telp. / Hp.
:
Dalam hal ini bertindak
PIHAK KEDUA.
Suparno
Purwodadi, 24 Mei 1964
Menikah
Laki-laki
SMA
Komplek Inkopad blok P3 No 19, Tajur Halang Bogor
0251-8552095/ 081398990605
untuk dan atas nama pribadi, yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut
Dengan ini menyatakan bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah sepakat dan setuju untuk
mengikatkan diri dalam suatu perjanjian kerjasama dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat
sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini :
Pasal 1
Penempatan Dan Lokasi Kerja
Pihak Pertama bersedia dan setuju untuk menerima Pihak Kedua sebagai karyawan dengan status
karyawan kontrak untuk waktu tertentu pada Pihak Pertama dan ditempatkan sebagai : Driver,
dengan lokasi kerja di PT. CHARM INDONESIA, Pihak kedua menyatakan bersedia untuk ditempatkan
pada Perusahaan-Perusahaan yang bekerjasama dengan PT. MAJU SEJAHTERA dan dipindahkan atau
dimutasikan pada bagian lain, bilamana terdapat kebutuhan untuk itu, yang disesuaikan dengan
kebutuhan Perusahaan dimana Pihak Kedua ditempatkan.
Pasal 2
Pihak Kedua mempunyai tugas dan kewajiban melaksanakan pekerjaan pada bagian yang telah
ditetapkan dengan mengikuti prosedur kerja yang ditetapkan dan berlaku dimana Pihak Kedua
ditempatkan.
Pasal 3
Jangka Waktu Perjanjian
Perjanjian kerja untuk waktu tertentu ini berlaku sejak tanggal : 15 November 2011, dan akan
berakhir dengan sendirinya pada tanggal : 14 November 2012.
Bilamana perjanjian waktu tertentu ini telah berakhir sesuai dengan jangka waktu yang telah
ditetapkan, maka hubungan hukum akan putus dengan sendirinya dan Pihak Pertama tidak dibebani
kewajiban untuk memberikan kompensasi atau kebijaksanaan dalam bentuk apapun kepada Pihak
Kedua. Perpanjangan maupun pembaharuan perjanjian kerja waktu tertentu ini sewaktu-waktu dapat
dilakukan, sesuai dengan kesepakatan dan persetujuan Pihak Pertama dan Pihak Kedua, Pihak Kedua
diwajibkan untuk melapor diri kepada Pihak Pertama, bilamana jangka waktu perjanjian kerja waktu
tertentu ini akan berakhir yaitu minimal 3 (tiga) hari sebelumnya.
Rev 2: 160411
1 of 4
Pasal 4
Perpanjangan Kontrak
Apabila setelah perpanjangan kontrak kerja, baik sehari, seminggu, atau sebulan masa kerja dst,
sebelum kontrak kerja berakhir pihak kedua tidak melakukan pekerjaan dengan baik, tidak disiplin
atau tidak mematuhi peraturan perusahaan maka pihak pertama akan mengadakan pemutusan
hubungan kerja dengan pihak kedua. Dan pihak pertama terbebas dari segala macam tuntutan oleh
pihak kedua.
Pasal 5
Upah Dan Tunjangan Atau Fasilitas
Pihak Kedua akan menerima upah perbulan dan beberapa tunjangan atau fasilitas, sebagai berikut :
o
Gaji Pokok
: Rp. 1.290.000
o
Transport & Uang Makan
: Rp 21.500/ hari
o
Perhitungan upah lembur
: Normatif
o
THR
: Normatif
o
Jamsostek
: Paket A & B
Pembayaran upah akan diberikan pada setiap akhir bulan (setelah dipotong iuran Jamsostek 2%).
Pasal 6
Jam Kerja
Pihak Kedua bersedia bekerja selama 8 (delapan) jam sehari untuk 5 (lima) hari kerja dalam
seminggu dan 7 (tujuh) jam sehari untuk 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dengan 40 (empat
puluh) jam seminggu, dengan pengaturan hari dan jam kerja disesuaikan dengan situasi dan
kebutuhan Perusahaan. Kelebihan jam kerja sebagaimana disebut diatas, akan diperhitungkan
sebagai jam kerja lembur dan Pihak Kedua berhak mendapatkan upah lembur dengan berdasarkan
pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 102/MEN/VI/2004. Pihak Kedua menyatakan bersedia
untuk kerja lembur dan kerja Shift bilamana situasi dan kebutuhan dimana Pihak Kedua ditempatkan
membutuhkan untuk itu.
Pasal 7
Tata Tertib Dan Disiplin Kerja
Pihak Kedua wajib untuk mematuhi keseluruhan peraturan dan tata tertib serta disiplin kerja yang
berlaku dimana Pihak Kedua ditempatkan, dan juga peraturan dan tata tertib serta disiplin kerja PT.
Maju Sejahtera. Pelanggaran terhadap tata tertib dan disiplin kerja akan mendapatkan sanksi
sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Perusahaan dimana Pihak Kedua ditempatkan dan
PT. Maju Sejahtera serta peraturan ketenagakerjaan yang berlaku dan apabila pihak kedua tidak
masuk kerja dengan atau tanpa alasan yang jelas maka pihak pertama akan melakukan pemotongan
gaji kepada pihak kedua dengan perhitungan secara proposional.
Pasal 8
Pengakhiran Hubungan Kerja
Sewaktu-waktu tanpa harus menunggu berakhirnya masa kontrak kerja, Pihak Kedua dapat dikenakan
sanksi Pemutusan Hubungan Kerja bilamana :
a. Melakukan pencurian, penggelapan atau segala perbuatan yang melanggar hukum
b. Melakukan penganiayaan terhadap pimpinan dan atau keluarganya serta sesama pekerja.
c. Berkelahi dengan sesama pekerja, melakukan pemukulan terlebih dahulu terhadap yang lainnya.
d. Merusak dengan sengaja atau dengan kecerobohannya, barang dan atau benda lainnya yang
mengakibatkan kerugian materi dan non materi bagi Perusahaan atau pihak lain.
e. Memberikan keterangan palsu, menghasut sesama pekerja atau pihak lainnya untuk
merencanakan dan atau melaksanakan perbuatan-perbuatan yang dapat menggangu
ketentraman, keamanan dan kelangsungan proses produksi.
Rev 2: 160411
2 of 4
f.
Menghina, mecemarkan nama baik atau kewibawaan pimpinan maupun keluarganya serta
sesaman pekerja dan Perusahaan.
g. Menolak atau dengan sengaja melalaikan tugas atau perintah yang diberikan oleh Perusahaan
dimana Pihak Kedua ditempatkan.
h. Berulangkali terlambat masuk kerja atau pulang sebelum waktunya meskipun sudah diberikan
surat peringatan.
i. Tidak masuk kerja selama 3 (tiga) hari berturut-turut tanpa keterangan tertulis atau alasan yang
dapat dipertanggungjawabkan.
j. Menyalahgunakan jabatan atau fasilitas yang tersedia dimana Pihak Kedua ditempatkan untuk
kepentingan Pribadi.
k. Pelanggaran-pelanggaran berat lainnya yang diatur dalam peraturan Perusahaan dimana Pihak
Kedua ditempatkan.
l. Bila mana pihak ke dua menurut penilaian perusahaan kurang atau tidak memenuhi kualifikasi
yang telah di tetapkan, maka pihak ke dua di akhiri hubungan kerjanya dengan pihak pertama
Pasal 9
Ketentuan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)
Dalam hal ini Pihak Kedua melakukan pelanggaran sebagaimana disebut dalam pasal 8 perjanjian ini,
Pihak Pertama akan melakukan tindakan Pemutusan Hubungan Kerja atas diri Pihak Kedua dengan
berpedoman pada ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku. Pihak Pertama
dibebaskan untuk memberikan- kompensasi atau kebijaksanaan dalam bentuk apapun sebagai akibat
Pemutusan Hubungan Kerja dengan alasan-alasan sebagaimana tersebut dalam pasal 8 perjanjian ini.
Pasal 10
Sisa Kontrak
Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan/ Penurunan Produksi/ Pengurangan Karyawan/ Bangkrut
pada Pihak Pertama maka Pihak Pertama tidak dibebankan untuk membayar gaji dari sisa kontrak
yang ada.
Pasal 11
Bilamana terdapat kekeliruan didalam ketentuan-ketentuan perjanjian kerja ini, akan dilakukan
perubahan dan perbaikan seperlunya.
Pasal 12
Bilamana dikemudian hari timbul perselisihan sebagai akibat dari perjanjian ini, maka Pihak Pertama
dan Pihak Kedua sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah kekeluargaan, tanpa
mengesampingkan kemungkinan penyelesaian melalui prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.
Demikian perjanjian kerja waktu tertentu ini dibuat oleh kedua belah pihak dalam keadaan sehat
jasmani dan rohani, tanpa tekanan atau paksaan dari pihak manapun dan akan dilaksanakan dengan
penuh tanggung jawab.
Karawang, 14 November 2011
Pihak Pertama,
Yovanka Rismaya
HR & GA
Rev 2: 160411
Pihak Kedua,
Suparno
Karyawan
3 of 4
Download