PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN

advertisement
Laporan Keuangan Konsolidasi
Dengan Laporan Auditor Independen
Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2003 dan 2002
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2003 DAN 2002
Daftar Isi
Halaman
Laporan Auditor Independen
Neraca Konsolidasi ………………………………………………………………………………………..
1-3
Laporan Laba Rugi Konsolidasi…………………………………………………………………………..
4-5
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi…………………………………………………………………
6
Laporan Arus Kas Konsolidasi ……………………………………………………………………………
7-8
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi …………………………………………………………..
9-57
**************************
Laporan Auditor Independen
Laporan No. RPC-1881
Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi
PT Central Proteinaprima Tbk.
Kami telah mengaudit neraca konsolidasi PT Central Proteinaprima Tbk. dan Anak perusahaan tanggal
31 Desember 2003 dan 2002, serta laporan laba rugi konsolidasi, laporan perubahan ekuitas konsolidasi
dan laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan
keuangan adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada
pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh
keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi
pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan
dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan
estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan
secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan
pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar,
dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Central Proteinaprima Tbk. dan Anak perusahaan
tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, serta hasil usaha dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 13 dan 14 atas laporan keuangan konsolidasi, Perusahaan dan
anak perusahaan tertentu telah melakukan pengeluaran barang modal melebihi jumlah maksimum yang
ditetapkan dalam perjanjian restrukturisasi pinjaman. Selain hal tersebut, pada tanggal 31 Desember
2003, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPI) dan PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF), Anak
perusahaan yang signifikan, tidak dapat memenuhi rasio Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and
Amortization (EBITDA) terhadap pembayaran bunga seperti yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman
dan hutang obligasi. Pada tanggal 23 Maret 2004, manajemen Perusahaan, CPI, CPJF dan anak
perusahaan tertentu telah menyampaikan penjelasan tertulis sekaligus meminta surat pembebasan
sehubungan dengan pelanggaran tersebut di atas dari para kreditur. Sampai dengan tanggal 29 Maret
2004, Perusahaan, CPI, CPJF dan anak perusahaan tertentu belum memperoleh jawaban tertulis dari
para kreditur. Namun demikian, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu, manajemen
Perusahaan, CPI, CPJF dan anak perusahaan tertentu mengharapkan para kreditur akan menerbitkan
surat pembebasan atas pelanggaran tersebut dan tidak akan meminta pelunasan segera atas seluruh
saldo pinjaman dan hutang obligasi.
Catatan 24 atas laporan keuangan konsolidasi mengungkapkan dampak kondisi ekonomi di Indonesia
terhadap Perusahaan dan Anak perusahaan, serta tindakan yang ditempuh oleh manajemen Perusahaan
dan Anak perusahaan untuk menghadapi kondisi ekonomi tersebut. Laporan keuangan konsolidasi
terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut, sepanjang hal itu dapat ditentukan dan
diperkirakan.
Prasetio, Sarwoko & Sandjaja
Drs. Bangkit Kuncoro
NIAP 98.1.0067
29 Maret 2004
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Nilai Nominal Per Saham)
2003
2002
(Disajikan kembali,
Catatan 2e dan 3)
283.065
399.664
1.066.359
34.617
721.028
72.588
51.010
70.525
904.346
184.031
792.608
194.756
49.614
50.195
2.573.042
2.301.364
2e,6c
2p,12
2b
9.067
117.996
46.047
5.356
194.631
46.072
2i,9,10,13,14
2j
12
1.527.691
72.775
132.462
1.181.451
80.670
70.226
2i
2h,2i,22
21.338
12.799
32.293
11.609
1.940.175
1.622.308
4.513.217
3.923.672
Catatan
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan setara kas
2c,4,22
Piutang
2d,22
Usaha
5,13,14
Pihak ketiga - setelah dikurangi
penyisihan piutang ragu-ragu
sebesar Rp89.509 pada
tahun 2003 dan Rp42.152
pada tahun 2002
Pihak hubungan istimewa
2e,6a
Lain-lain - pihak ketiga - setelah dikurangi
penyisihan piutang ragu-ragu
sebesar Rp9.879 pada tahun 2003
dan Rp4.965 pada tahun 2002
23b
Persediaan - setelah dikurangi penyisihan
penurunan nilai persediaan sebesar
Rp4.942 pada tahun 2002
2f,7,8,10,13,14
Ayam pembibit turunan - bersih
2g,7,8,10,13,14
Uang muka, pajak dan biaya
dibayar di muka
2h
JUMLAH AKTIVA LANCAR
AKTIVA TIDAK LANCAR
Piutang pihak hubungan istimewa
Aktiva pajak tangguhan - bersih
Penyertaan saham
Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp993.359 pada
tahun 2003 dan Rp769.336
pada tahun 2002
Goodwill - bersih
Tagihan pajak
Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam
usaha
Lain-lain - bersih
JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR
JUMLAH AKTIVA
2o,16
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara
keseluruhan.
1
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI (lanjutan)
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Nilai Nominal Per Saham)
Catatan
2003
2002
(Disajikan kembali,
Catatan 2e dan 3)
7,8,9,10,22
193.975
247.510
301.267
25.813
64.542
66.628
81.956
274.560
23.995
60.497
98.370
81.432
326.764
5.410
12.753
752.875
5.501
9.034
1.079.108
1.553.774
205.598
22.020
144.445
37.431
878.953
1.895
47.455
509.424
7.577
59.109
2k,2s,5,7,8,9,
13,14,22,26
985.389
563.317
2t,21,26
83.525
41.004
2.224.835
1.362.307
456.488
406.188
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang bank jangka pendek
Hutang
Usaha
Pihak ketiga
Pihak hubungan istimewa
Lain-lain - pihak ketiga
Hutang pajak
Beban masih harus dibayar
Bagian pinjaman jangka panjang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
11,22
2e,6b
5,23c
12
22
2k,5,7,8,9,
13,14,22,23e,26
Pinjaman bank
Hutang sewa guna usaha
Hutang lain-lain
2i
JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang pihak hubungan istimewa
Kewajiban pajak tangguhan - bersih
Pinjaman jangka panjang - setelah
dikurangi bagian jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Pinjaman bank
Hutang sewa guna usaha
Hutang lain-lain
Hutang obligasi
Kewajiban diestimasi atas
manfaat karyawan
2e,6c,22,23a
2p,12
2k,5,7,8,9,
13,14,22,23e,26
2i
JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
BAGIAN MINORITAS ATAS AKTIVA
BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG
DIKONSOLIDASI
2b,2e,3
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara
keseluruhan.
2
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI (lanjutan)
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Nilai Nominal Per Saham)
Catatan
2003
2002
(Disajikan kembali,
Catatan 2e dan 3)
1b,15
2r
2i,9g
451.584
16.580
14.227
451.584
16.580
14.227
2b,9g
247.804
149.234
2e,3
22.591
(19.084)
(11.138)
752.786
601.403
4.513.217
3.923.672
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal seri A Rp500
per saham dan seri B Rp375 per saham
Modal dasar - 700.000.000 saham seri A
dan 800.000.000 saham seri B
Modal ditempatkan dan disetor penuh 516.096.000 saham seri A dan
516.096.000 saham seri B
Tambahan modal disetor - bersih
Selisih penilaian kembali aktiva tetap
Selisih transaksi perubahan ekuitas anak
perusahaan
Pro forma modal yang timbul dari transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali
Saldo laba (defisit)
JUMLAH EKUITAS
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara
keseluruhan.
3
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Laba (Rugi) Per Saham Dasar)
PENJUALAN BERSIH
Catatan
2003
2002
(Disajikan kembali,
Catatan 2e dan 3)
2e,2l,2o,6a,16
6.697.967
6.118.013
2e,2l,6b,17
5.903.594
5.074.690
794.373
1.043.323
151.271
617.440
131.722
480.502
768.711
612.224
25.662
431.099
84.741
14.180
(169.737)
(7.895)
4.924
222.924
23.805
(145.395)
(6.711)
(3.393)
(73.787)
91.230
BEBAN POKOK PENJUALAN
LABA KOTOR
BEBAN USAHA
Penjualan
Umum dan administrasi
2i,2l,18
12,21,23a,23c,23d
Jumlah Beban Usaha
LABA USAHA
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Laba selisih kurs - bersih
Penghasilan bunga
Beban keuangan
Amortisasi goodwill
Lain-lain - bersih
2o,16
2m,2n,19
2e,6c,20
2j
2i,2l,9b,12
Jumlah Penghasilan (Beban) Lain-Lain - Bersih
BAGIAN ATAS RUGI
BERSIH PERUSAHAAN ASOSIASI
2b,16
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN DAN POS LUAR BIASA
PAJAK PENGHASILAN
Tahun berjalan
Tangguhan
-
(6.878)
(48.125)
515.451
(46.373)
61.044
(103.531)
(17.835)
14.671
(121.366)
(33.454)
394.085
2p,12
Pajak Penghasilan - Bersih
LABA (RUGI) SEBELUM POS LUAR BIASA DAN
BAGIAN MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH
ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI
Pos luar biasa atas keuntungan restrukturisasi
hutang Obligasi konversi setelah dikurangi
pajak penghasilan
2k,14
LABA SEBELUM BAGIAN MINORITAS
ATAS RUGI (LABA) BERSIH ANAK
PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI
47.633
-
14.179
394.085
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara
keseluruhan.
4
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI (lanjutan)
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Laba (Rugi) Per Saham Dasar)
2002
(Disajikan kembali,
Catatan 2e dan 3)
Catatan
2003
2b,2e,3
19.550
(68.905)
33.729
325.180
-
7.456
33.729
332.636
Setelah Efek Penyesuaian Pro Forma
33
416
Sebelum Efek Penyesuaian Pro Forma
33
425
Setelah Efek Penyesuaian Pro Forma
(13)
416
Sebelum Efek Penyesuaian Pro Forma
(13)
425
BAGIAN MINORITAS ATAS RUGI (LABA)
BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG
DIKONSOLIDASI
LABA BERSIH SETELAH EFEK
PENYESUAIAN PRO FORMA
EFEK PENYESUAIAN PRO FORMA
2e,3
LABA BERSIH SEBELUM EFEK
PENYESUAIAN PRO FORMA
LABA PER SAHAM DASAR SETELAH
POS LUAR BIASA:
2q
LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR SEBELUM
POS LUAR BIASA:
2q
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara
keseluruhan.
5
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)
Catatan
Saldo, 1 Januari 2002
Pro forma modal yang timbul dari transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali
2e,3
Saldo, 1 Januari 2002 - setelah penyajian
pro forma modal yang timbul dari transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali
Penawaran Umum Terbatas IV dengan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
2r,15
Laba bersih tahun berjalan setelah efek
penyesuaian pro forma
Modal Saham Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Tambahan
Modal Disetor Bersih
Selisih
Penilaian Kembali
Aktiva Tetap
Selisih
Transaksi
Perubahan
Ekuitas
Anak Perusahaan
Pro Forma Modal
yang Timbul dari
Restrukturisasi
Entitas
Sepengendali
258.048
19.080
14.227
149.234
-
-
-
-
-
(21.234)
258.048
19.080
14.227
149.234
(21.234)
193.536
(2.500 )
-
-
-
-
191.036
Saldo Laba
(Defisit)
(343.774 )
-
(343.774 )
Jumlah Ekuitas
96.815
(21.234)
75.581
-
-
-
-
-
325.180
325.180
-
-
-
-
2.150
7.456
9.606
451.584
16.580
14.227
149.234
(19.084)
(11.138 )
2e,3
-
-
-
-
19.084
-
19.084
2b,9g
-
-
-
98.570
-
-
98.570
Laba bersih tahun berjalan
-
-
-
-
-
33.729
33.729
Saldo, 31 Desember 2003
451.584
16.580
14.227
247.804
-
22.591
752.786
Efek penyesuaian pro forma
2e,3
Saldo, 31 Desember 2002
Pencatatan kembali pro forma modal yang
timbul dari transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
Selisih transaksi perubahan ekuitas
Anak perusahaan
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
6
601.403
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)
Catatan
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan
Pembayaran kepada pemasok dan karyawan
2003
6.335.423
(6.330.779)
Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi
4.644
2002
5.925.563
(5.383.483)
542.080
Penerimaan dari (pembayaran untuk):
Tagihan pajak penghasilan
Penghasilan bunga
Beban keuangan
Pajak penghasilan
Penghasilan (Beban) operasional lainnya
16.124
14.389
(167.562)
(128.930)
16.149
32.688
24.630
(106.008)
(104.138)
(115.325)
Kas Bersih yang Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi
(245.186)
273.927
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan:
Aktiva tetap
Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam
usaha
Investasi jangka pendek
Perolehan aktiva tetap
9b
15.831
9c
10.017
(299.976)
80
1.297
(205.030)
(274.128)
(199.240)
490.184
332.498
307.258
(396.500)
244.916
345.000
151.036
-
(321.625)
(5.575)
(4.563)
(9.429)
(922.420)
(7.843)
(8.934)
(6.287)
392.248
(204.532)
Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari:
Penerbitan obligasi
Hutang bank jangka pendek
Pinjaman jangka panjang
Penerbitan saham - bersih
Pembayaran untuk pinjaman jangka pendek
Pembayaran untuk pinjaman jangka panjang:
Pinjaman bank
Hutang sewa guna usaha
Hutang lain-lain
Pembayaran untuk dividen kas anak perusahaan
10
13
15
10
13
Kas Bersih yang Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan
4.413
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara
keseluruhan.
7
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI (lanjutan)
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)
Catatan
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS
2003
2002
(127.066)
(129.845)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
397.070
526.915
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
270.004
397.070
Kas dan setara kas pada akhir tahun terdiri dari:
Kas dan bank
Deposito
81.940
201.125
57.893
341.771
283.065
(13.061)
399.664
(2.594)
270.004
397.070
9g
308.073
-
15
-
40.000
-
18.924
-
4.925
4
10
Cerukan
Jumlah
AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI
ARUS KAS
Revaluasi aktiva tetap
Konversi hutang pihak hubungan istimewa
menjadi modal saham
Penambahan aktiva tetap melalui hutang
sewa guna usaha
Reklasifikasi dari akun aktiva tetap ke akun
aktiva tetap yang tidak digunakan
dalam usaha
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara
keseluruhan.
8
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum
PT Central Proteinaprima Tbk. (Perusahaan) didirikan pada tanggal 30 April 1980 berdasarkan
Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 yang telah diubah dengan
Undang-undang No. 12 tahun 1970 dan dicatatkan melalui akta Notaris Drs. Gde Ngurah
Rai, S.H., No. 59. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. JA-5/281/9 tanggal 21 Mei 1981 dan diumumkan dalam
Lembaran Berita Negara No. 12, Tambahan No. 494 tanggal 9 Februari 1990. Anggaran dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Fathiah
Helmi, S.H., No. 54 tanggal 17 April 2002, mengenai peningkatan modal dasar dan adanya
perbedaan seri saham (Catatan 15). Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan
Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. C-07004 HT.01.04.TH.2002 tanggal 24 April
2002.
Kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang produksi dan perdagangan pakan ternak, pakan
udang dan pakan ikan serta penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain. Perusahaan
berkantor pusat di Jalan Ancol Barat Blok A5E No. 10, Jakarta, dengan lokasi pabrik
di Semarang, Surabaya dan Sidoarjo.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 18 Agustus 1980.
Perusahaan dan Anak perusahaan termasuk dalam kelompok perusahaan Charoen Pokphand.
Pada tahun 2002, Perusahaan meningkatkan kapasitas produksi pabrik pakan ikan di Sidoarjo
yang mulai beroperasi secara komersial sejak bulan Oktober 2002.
b. Transaksi Permodalan Perusahaan
Pada tahun 1990, Perusahaan melakukan penawaran umum perdana atas 1 juta sahamnya
dengan nilai nominal Rp1.000 (Rupiah penuh) per saham kepada masyarakat melalui Bursa Efek
Jakarta dengan harga penawaran sebesar Rp4.000 (Rupiah penuh) per saham. Berikut transaksi
permodalan Perusahaan sejak penawaran umum perdana hingga saat ini:
Tahun
1991
1993
1994
1995
1996
1997
2002
Keterangan
Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu
Penawaran Umum Terbatas II dengan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu
Penerbitan saham bonus, setiap pemegang 1 saham
lama berhak untuk memperoleh 3 saham baru
Perubahan nilai nominal saham dari Rp1.000
(Rupiah penuh) menjadi Rp500 (Rupiah penuh)
Penawaran Umum Terbatas III dengan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu
Penerbitan saham bonus, setiap pemegang 5 saham
lama berhak untuk memperoleh 3 saham baru
Penawaran Umum Terbatas IV dengan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu (Catatan 15)
9
Jumlah Saham
yang Beredar
Setelah Transaksi
9.600.000
38.400.000
153.600.000
307.200.000
322.560.000
516.096.000
1.032.192.000
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Transaksi Permodalan Perusahaan (lanjutan)
Efektif tanggal 30 Juni 1999, Perusahaan membatalkan pencatatan sahamnya di Bursa Efek
Surabaya. Pada tanggal 31 Desember 2003, jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor
penuh yang dicatatkan di Bursa Efek Jakarta berjumlah 1.032.192.000 saham yang terdiri dari
516.096.000 saham seri A dengan nilai nominal Rp500 (Rupiah penuh) per saham dan
516.096.000 saham seri B dengan nilai nominal Rp375 (Rupiah penuh) per saham.
c. Karyawan, Komisaris dan Direksi
Pada tanggal 31 Desember 2003, susunan komisaris dan direksi Perusahaan berdasarkan
hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam akta No. 41 tanggal
31 Juli 2003 dari Notaris Fathiah Helmi, S.H. adalah sebagai berikut:
Komisaris
Eddy Susanto Zaoputra
Benjamin Jiaravanon
Hery Tjusanto
T. Thomas Effendy
Agustinus Soputan
Ping Perdana Kusuma
Direksi
-
Komisaris Utama
Wakil Komisaris Utama
Wakil Komisaris Utama
Wakil Komisaris Utama
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Jialipto Jiaravanon
Chingchai Lohawatanakul
Franciscus Affandy
Chiu Tsau Chi
Hadi Gunawan
Peraphon Prayooravong
Djoko Muhammad Basoeki
Soetresno Sentosa
Johannes Hadi Krisnadharma
Harjono Djanoko
-
Direktur Utama
Wakil Direktur Utama
Wakil Direktur Utama
Wakil Direktur Utama
Wakil Direktur Utama
Wakil Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Pada tanggal 31 Desember 2002, susunan komisaris dan direksi Perusahaan berdasarkan hasil
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diaktakan dalam akta No. 150 tanggal 29 Juni
2001 dari Notaris Sutjipto, S.H. adalah sebagai berikut:
Komisaris
Sumet Jiaravanon
Eddy Susanto Zaoputra
Agustinus Soputan
Direksi
- Komisaris Utama
- Wakil Komisaris Utama
- Komisaris Independen
Franciscus Affandy
Chingchai Lohawatanakul
Thong Chotirat
Djoko Muhammad Basoeki
Johannes Hadi Krisnadharma
Soetresno Sentosa
Hadi Gunawan
-
Direktur Utama
Wakil Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Gaji dan kompensasi lainnya yang diberikan kepada komisaris dan direksi Perusahaan dan Anak
perusahaan berjumlah sekitar Rp55,8 miliar pada tahun 2003 dan Rp57,4 miliar pada tahun 2002.
Perusahaan dan Anak perusahaan memiliki karyawan tetap sebanyak 10.350 orang pada
tahun 2003 dan 9.859 orang pada tahun 2002.
10
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan
Laporan keuangan konsolidasi meliputi akun-akun Perusahaan dan Anak perusahaan dimana
Perusahaan memiliki persentase pemilikan saham di atas 50%, baik secara langsung maupun
tidak langsung sebagai berikut:
Persentase
Jumlah Aktiva
Pemilikan
(dalam miliar Rupiah)
Tempat
Anak Perusahaan
Pemilikan langsung
PT Central Agromina (CAM)
Kegiatan Pokok
Kedudukan
Mulai
Kantor
Beroperasi
Pusat
Komersial
2003
2002
2003
2002
Peternakan ayam pembibit
Jakarta
1990
99,99
99,99
196,6
215,2
PT Charoen Pokphand
Indonesia Tbk. (CPI)
Memproduksi dan menjual pakan
ternak, pakan udang dan pakan
lainnya,
karung
plastik,
peternakan
ayam
komersial,
pengolahan daging ayam dan
alat-alat peternakan
Jakarta
1972
55,34
55,34
2.225,1
1.739,7
PT Centralpertiwi Bahari
(CPB)
Industri
terpadu
Lampung
1995
50,10
50,10
1.325,0
1.182,1
PT Charoen Pokphand Jaya
1)
Farm (CPJF)
Peternakan ayam pembibit
Jakarta
1972
-
20,00
-
523,8
PT Sumber Energindo
1)
Mandiri (SEM)
Tidak beroperasi
Medan
1987
-
20,00
-
5,5
PT Udangmas Intipertiwi
1)
(UMIP)
Tidak beroperasi
Medan
1988
-
20,00
-
11,0
Peternakan ayam pembibit
Palembang
1986
99,99
99,99
53,8
33,7
Peternakan ayam pembibit
Surabaya
1987
99,99
99,99
92,3
90,0
pertambakan
udang
Pemilikan tidak langsung
Melalui CAM
PT Vista Agung Kencana
PT Satwa Utama Raya
(SUR)
PT Sumber Marindo Wirasta
Tidak beroperasi
Palembang
1988
99,99
99,99
4,8
5,1
PT Istana Satwa Borneo
Peternakan ayam pembibit
Balikpapan
1989
99,99
99,99
37,1
41,0
PT Sumber Bahariprima
Tidak beroperasi
Sidoarjo
1989
99,99
99,99
0,8
0,8
PT Central Panganpertiwi
Memproduksi dan menjual pakan
ikan
Jakarta
1991
99,99
99,99
75,2
81,8
PT Cipta Khatulistiwa
Mandiri
Peternakan ayam pembibit
Pontianak
1989
50,00
50,00
18,9
12,3
Peternakan ayam pembibit
Jakarta
1972
99,99
80,00
585,9
523,8
Distributor produk CPI dan
peternakan ayam komersial
Jakarta
1980
99,99
100
176,6
167,7
PT Udangmas Intipertiwi
Tidak beroperasi
Medan
1988
99,99
80,00
10,1
11,0
Melalui CPJF
PT Sumber Energindo
Mandiri
Tidak beroperasi
Medan
1987
99,99
80,00
5,5
5,5
Melalui CPI
PT Charoen Pokphand Jaya
Farm (CPJF)
PT Mega Kahyangan
1)
2)
2)
Pada tanggal 9 Mei 2003, Perusahaan menjual masing-masing 20% kepemilikan langsung atas penyertaan sahamnya di
CPJF dan UMIP kepada CPI, dan menjual 20% kepemilikan langsung atas penyertaan sahamnya di SEM kepada CPJF
(Catatan 3).
Pada tahun 2002, jumlah penyertaan saham Perusahaan di MK terdiri dari penyertaan saham secara tidak langsung melalui
CPI sebesar 80% dan kepemilikan tidak langsung melalui SUR sebesar 20%. Pada tanggal 9 Mei 2003, SUR menjual 20%
penyertaan sahamnya di MK kepada CPI (Catatan 3).
11
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia yaitu Standar Akuntansi Keuangan dan peraturan Badan Pengawas Pasar
Modal (Bapepam).
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan
(historical cost), kecuali persediaan yang dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya
perolehan dan nilai realisasi bersih dan aktiva tetap tertentu yang telah dinilai kembali.
Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan dasar akrual, kecuali laporan arus
kas konsolidasi.
Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan menggunakan metode langsung (direct method)
dengan mengelompokkan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas ke dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan. Dalam laporan arus kas konsolidasi, kas dan setara kas
termasuk juga saldo cerukan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah.
b. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi meliputi akun-akun Perusahaan dan Anak perusahaan.
Seluruh saldo akun dan transaksi yang material, termasuk keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi.
Bagian pemegang saham minoritas atas ekuitas Anak perusahaan disajikan dalam “Bagian
Minoritas atas Aktiva Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi” dalam neraca konsolidasi.
Kecuali disebutkan lain dalam perjanjian, apabila bagian minoritas atas kumulatif rugi bersih anak
perusahaan telah melebihi jumlah penyertaannya maka selisih tersebut akan menjadi bagian
Perusahaan.
Transaksi perubahan ekuitas Anak perusahaan yang mempengaruhi bagian atas aktiva bersih
Anak perusahaan disajikan sebagai “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan”
dalam kelompok Ekuitas.
Penyertaan saham dimana Perusahaan atau Anak perusahaan mempunyai persentase pemilikan
saham 20% sampai dengan 50% dicatat berdasarkan metode ekuitas, dimana biaya perolehan
penyertaan saham tersebut akan ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi bersih
perusahaan asosiasi sesuai dengan persentase pemilikan saham Perusahaan sejak tanggal
perolehan. Perusahaan menghentikan penggunaan metode ekuitas pada saat terdapatnya fakta
bahwa Perusahaan tidak lagi memiliki pengaruh signifikan terhadap perusahaan asosiasi. Pada
saat penghentian penggunaan metode ekuitas, jumlah investasi yang terbawa pada tanggal
tersebut diperlakukan sebagai biaya.
Penyertaan saham lainnya dicatat sebesar biaya perolehan (metode biaya perolehan).
c. Setara Kas
Deposito on call dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak
tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan pinjaman diklasifikasikan sebagai
“Setara Kas”.
12
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d. Penyisihan Piutang Ragu-ragu
Perusahaan dan Anak perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan hasil
penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun.
e. Transaksi dengan Pihak-pihak Hubungan Istimewa
Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang
mempunyai hubungan istimewa seperti yang dijelaskan dalam Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) No. 7 tentang “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan
Istimewa”.
Seluruh transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa dilakukan dengan harga dan
persyaratan yang wajar sesuai dengan pihak ketiga dan diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasi.
Sesuai dengan PSAK No. 38 tentang “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”, transaksi
restrukturisasi antara entitas sepengendali yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitasentitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan merupakan perubahan
pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak dapat menimbulkan
laba atau rugi bagi seluruh kelompok perusahaan ataupun bagi entitas individual dalam kelompok
perusahaan tersebut dan harus dicatat sesuai dengan nilai buku seperti penggabungan usaha
berdasarkan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest). Dalam menerapkan metode
penyatuan kepemilikan, unsur-unsur laporan keuangan dari perusahaan yang direstrukturisasi
untuk periode terjadinya restrukturisasi tersebut dan untuk periode perbandingan yang disajikan,
harus disajikan sedemikian rupa seolah-olah perusahaan tersebut telah bergabung sejak
permulaan periode yang disajikan.
f.
Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.
Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang, kecuali biaya perolehan tambak
udang yang ditentukan berdasarkan metode identifikasi khusus. Biaya perolehan tambak udang
terdiri dari biaya hak pengelolaan tanah dan biaya-biaya lainnya sehubungan dengan
pembangunan tambak udang.
Penyisihan persediaan usang, apabila ada, ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap
keadaan persediaan pada akhir tahun.
g. Ayam Pembibit Turunan
Ayam pembibit turunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi deplesi. Biayabiaya yang terjadi selama masa pertumbuhan diakumulasikan dan dideplesi sejak dimulainya
masa produksi. Deplesi dihitung dengan menggunakan metode saldo menurun berdasarkan
taksiran umur produktif ayam telah menghasilkan yaitu 33 minggu dan 41 minggu sejak awal
masa produksi dengan memperhitungkan nilai sisa.
h. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka dibebankan pada usaha sesuai dengan masa manfaatnya. Bagian jangka
panjang dari biaya dibayar di muka disajikan dalam bagian “Aktiva Tidak Lancar”.
13
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
i.
Aktiva Tetap
Pemilikan Langsung
Aktiva tetap dicatat sebesar biaya perolehan, kecuali untuk aktiva tetap tertentu yang telah dinilai
kembali sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku, dikurangi akumulasi penyusutan.
Biaya perolehan mencakup pengeluaran untuk perbaikan, penggantian, pemugaran dan
peningkatan daya guna aktiva tetap yang jumlahnya signifikan serta selisih kurs tertentu atas
kewajiban yang timbul untuk perolehan aktiva tetap.
Penyusutan (kecuali untuk tanah yang tidak disusutkan) dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus dengan memperhitungkan taksiran nilai sisa sebesar persentase tertentu dari nilai
tercatat (kecuali untuk prasarana tanah yang tidak diperhitungkan nilai sisanya) berdasarkan
taksiran masa manfaat ekonomis aktiva yang bersangkutan sebagai berikut:
Tahun
Prasarana tanah dan bangunan
Bangunan
Mesin dan peralatan
Peralatan transportasi
Peralatan dan perabot kantor, instalasi listrik dan air,
peralatan peternakan dan peralatan laboratorium
3 dan 5
20
5,12 dan 15
5 dan 20
5
Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari
aktiva tetap. Biaya bunga, rugi selisih kurs dan biaya-biaya lainnya yang terjadi atas pinjaman
yang digunakan untuk membiayai pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi ke dalam akun aktiva
dalam penyelesaian yang bersangkutan. Kapitalisasi ini berakhir dan akan dipindahkan ke
masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat aktiva tersebut selesai dikerjakan dan
siap digunakan.
Beban perbaikan dan pemeliharaan yang tidak signifikan dibebankan pada laporan laba rugi
konsolidasi pada saat terjadinya. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual,
nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang
bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun
yang bersangkutan.
Biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak atas tanah
ditangguhkan dan disajikan sebagai bagian dari akun “Aktiva Tidak Lancar - Lain-lain” dan
diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih
pendek.
Penurunan Nilai Aktiva
Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan adanya indikasi
terjadinya penurunan nilai aktiva termasuk aktiva yang tidak digunakan dalam usaha pada akhir
tahun. Bila terdapat indikasi penurunan nilai aktiva, Perusahaan dan Anak perusahaan
menentukan nilai yang terpulihkan (recoverable value) dari aktiva yang bersangkutan dan
mencatat penurunan nilai aktiva sebagai kerugian pada laporan laba rugi tahun berjalan.
14
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
i.
Aktiva Tetap (lanjutan)
Sewa Guna Usaha
Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha dengan hak opsi (capital
lease) apabila memenuhi seluruh kriteria kapitalisasi menurut PSAK No. 30 tentang “Akuntansi
Sewa Guna Usaha”. Jika salah satu kriteria tidak terpenuhi, maka transaksi sewa guna usaha
dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease). Aktiva sewa guna
usaha dengan hak opsi disajikan dalam neraca sebagai bagian dari aktiva tetap sebesar nilai
tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa guna usaha ditambah nilai
sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. Penyusutan aktiva sewa
guna usaha dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat aktiva tetap sewa guna usaha yang sama dengan aktiva yang diperoleh melalui
pemilikan langsung.
Hutang sewa guna usaha dicatat berdasarkan nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna
usaha.
Aktiva Tetap yang Tidak digunakan dalam usaha
Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan usaha dinyatakan sebesar biaya perolehan dan
tidak disusutkan.
j.
Goodwill
Selisih lebih yang tidak teridentifikasi antara biaya perolehan dengan nilai wajar aktiva bersih
anak perusahaan yang diakuisisi dibukukan sebagai “goodwill”. Amortisasi dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus dengan jangka waktu 20 tahun. Taksiran masa manfaat
goodwill ditetapkan selama 20 tahun dengan pertimbangan sifat investasi jangka panjang yang
melekat pada usaha produksi pakan.
k. Restrukturisasi Hutang Bermasalah
Anak perusahaan tertentu menerapkan PSAK No. 54 tentang “Akuntansi Restrukturisasi HutangPiutang Bermasalah” sehubungan dengan restrukturisasi hutangnya melalui modifikasi
persyaratan tanpa adanya pengalihan aktiva atau kepemilikan saham, dimana anak perusahaan
tertentu harus mencatat dampak atas restrukturisasi tersebut secara prospektif sejak saat
restrukturisasi dilaksanakan dan tidak mengubah nilai tercatat hutang pada saat restrukturisasi
karena nilai tercatat tidak melebihi jumlah pembayaran kas masa depan sebagaimana ditetapkan
dalam persyaratan yang baru. Jumlah pembayaran kas masa depan mencakup jumlah pokok
hutang dan beban bunga periode masa depan, tanpa memperhitungkan nilai tunainya.
Beban bunga dihitung dengan menggunakan tingkat bunga efektif konstan dikalikan dengan nilai
tercatat hutang pada awal setiap periode antara saat restrukturisasi sampai dengan saat jatuh
tempo. Tingkat bunga efektif adalah tingkat diskonto yang dapat menyamakan nilai tunai jumlah
pembayaran kas masa depan sebagaimana ditetapkan dalam persyaratan baru dengan nilai
tercatat.
Jika jumlah pembayaran kas masa depan lebih rendah dari nilai tercatat, maka nilai tercatat
hutang harus disesuaikan ke jumlah yang sama dengan jumlah pembayaran kas masa depan dan
mengakui keuntungan atas restrukturisasi hutang setelah memperhitungkan pajak penghasilan
terkait. Keuntungan tersebut diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya restrukturisasi
dan diklasifikasikan sebagai pos luar biasa. Setelah itu, seluruh pembayaran bunga dianggap
sebagai pengurang nilai tercatat hutang dan tidak ada beban bunga yang diakui sejak saat
restrukturisasi hingga jatuh tempo.
15
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
l.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari penjualan luar negeri (ekspor) diakui pada saat pengapalan barang kepada
pelanggan (f.o.b. shipping point), sedangkan pendapatan dari penjualan dalam negeri (domestik)
diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan ayam afkir,
karung bekas, bahan baku dan kotoran ayam dicatat sebesar hasil penjualan bersih dikurangi
dengan biaya-biaya yang dikeluarkan, dan disajikan sebagai Penghasilan Lain-lain. Beban diakui
pada saat terjadinya.
m. Instrumen Derivatif
Anak perusahaan tertentu menerapkan PSAK No. 55 tentang “Akuntansi Instrumen Derivatif dan
Aktivitas Lindung Nilai”. PSAK No. 55 menetapkan standar akuntansi dan pelaporan dimana
setiap instrumen derivatif (termasuk derivatif melekat) dicatat sebagai aktiva atau kewajiban
dalam neraca dan diakui sebesar nilai wajar masing-masing kontrak. PSAK No. 55 juga
menetapkan perubahan nilai wajar instrumen derivatif harus dibukukan pada usaha tahun berjalan
kecuali untuk lindung nilai tertentu yang memungkinkan laba atau rugi instrumen derivatif saling
hapus dengan aktiva atau kewajiban yang dilindungi dalam usaha tahun berjalan serta
mengharuskan setiap entitas untuk melakukan dokumentasi, merancang dan menilai efektivitas
atas transaksi yang diperlakukan sebagai akuntansi lindung nilai. Semua instrumen derivatif Anak
perusahaan tertentu tidak dirancang sebagai aktivitas lindung nilai untuk tujuan akuntansi.
n. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada
saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang
asing disesuaikan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang
berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang timbul dari transaksi dan penjabaran
aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing, dikredit atau dibebankan pada usaha
tahun berjalan.
Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, kurs yang digunakan dihitung berdasarkan kurs
tengah jual beli uang kertas asing dan/atau kurs transaksi yang dipublikasikan Bank Indonesia
pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, dengan rincian sebagai berikut:
EUR 1
$AS1
$Sin1
MYR1
JPY1
2003
(Rupiah penuh)
2002
(Rupiah penuh)
10.643
8.465
4.977
2.228
79
9.370
8.940
5.154
2.353
75
o. Informasi Segmen
Perusahaan dan Anak perusahaan mengklasifikasikan pelaporan segmen berdasarkan:
(i)
(ii)
Segmen usaha (primer) yang terdiri dari pakan, anak ayam usia sehari, pertambakan udang
terpadu dan usaha lainnya;
Segmen geografis (sekunder) berdasarkan lokasi pelanggan terdiri dari dalam negeri dan luar
negeri.
16
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
p. Pajak Penghasilan
Perusahaan dan Anak perusahaan menerapkan metode pajak tangguhan (deferred tax) dalam
menghitung pajak penghasilan yang mencerminkan pengaruh pajak atas beda temporer antara
pelaporan komersial dan fiskal serta akumulasi rugi fiskal yang menimbulkan suatu jumlah kena
pajak atau jumlah yang dapat dikurangkan dalam perhitungan laba fiskal tahun mendatang pada
saat nilai tercatat aktiva tersebut dipulihkan atau nilai tercatat kewajiban tersebut dilunasi. Untuk
setiap anak perusahaan yang dikonsolidasi, pengaruh pajak atas perbedaan temporer dan
akumulasi rugi fiskal, yang masing-masing dapat berupa aktiva atau kewajiban, disajikan dalam
jumlah bersih.
q. Laba (Rugi) per Saham
Laba (rugi) bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah
rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama periode yang
bersangkutan. Pada tahun 2002, laba (rugi) bersih per saham dasar dihitung setelah
memperhitungkan pengaruh Penawaran Umum Terbatas IV dengan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu. Jumlah rata-rata tertimbang saham yang telah disesuaikan adalah sebanyak
1.032.192.000 saham dan 782.468.129 saham masing-masing untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2003 dan 2002.
r.
Tambahan Modal Disetor
Tambahan modal disetor - bersih terdiri dari agio saham dikurangi dengan biaya emisi efek
ekuitas.
s. Biaya Emisi Obligasi
Biaya emisi yang terjadi sehubungan dengan penerbitan obligasi disajikan sebagai pengurang dari
hasil penerimaan emisi obligasi. Biaya emisi obligasi diamortisasi dengan menggunakan metode
garis lurus selama jangka waktu obligasi yaitu selama 5 (lima) tahun.
t.
Kewajiban Diestimasi atas Manfaat Karyawan
Pada tanggal 31 Desember 2002, Perusahaan dan Anak perusahaan mengakui kewajiban
diestimasi atas pembayaran pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian karyawan
sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja (MTK) No. Kep-150/Men/2000 tentang
“Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Penghargaan Masa
Kerja dan Ganti Kerugian”. Pada tanggal 31 Desember 2003, Perusahaan dan Anak perusahaan
mengakui kewajiban diestimasi atas pembayaran pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti
kerugian karyawan sesuai dengan Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003
tentang “Ketenagakerjaan” (UU No. 13/2003). Berdasarkan Keputusan MTK dan UU No. 13/2003
tersebut, Perusahaan dan Anak perusahaan diharuskan membayar uang pesangon, penghargaan
masa kerja dan ganti kerugian karyawan jika kondisi tertentu dalam Keputusan MTK dan
UU No. 13/2003 tersebut terpenuhi. Beban jasa masa lalu diamortisasi berdasarkan rata-rata sisa
masa kerja karyawan yaitu berkisar antara 15,57 - 17,56 tahun.
u. Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia, mengharuskan manajemen untuk menetapkan estimasi dan asumsiasumsi yang berpengaruh pada jumlah yang dilaporkan di dalamnya. Karena adanya
ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil aktual yang dilaporkan pada periode
yang akan datang mungkin berbeda dengan jumlah estimasi.
17
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
3. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI
Pada tanggal 1 April 2003, Perusahaan menandatangani beberapa Perjanjian Jual Beli Saham
sebagai berikut:
•
•
•
Dengan CPI untuk menjual 20.199.999 saham atau 19,99% penyertaan saham pada PT Charoen
Pokphand Jaya Farm (CPJF) dengan harga jual sebesar Rp45,450 miliar.
Dengan CPI untuk menjual 819.047 saham atau 19,99% penyertaan saham pada PT Udangmas
Intipertiwi (UMIP) dengan harga jual sebesar Rp1,286 miliar.
Dengan CPJF untuk menjual 466.666 saham atau 19,99% penyertaan saham pada PT Sumber
Energindo Mandiri (SEM) dengan harga jual sebesar Rp707 juta.
Pada tanggal yang sama, PT Satwa Utama Raya (SUR), anak perusahaan, menandatangi Perjanjian
Jual Beli Saham dengan CPI untuk menjual 403.669 saham atau 19,99% penyertaan saham SUR
pada PT Mega Kahyangan dengan harga jual sebesar Rp13,119 miliar.
Transaksi-transaksi tersebut di atas merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No. IX.E.1. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep32/PM/2000 tanggal 22 Agustus 2000 tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. Perusahaan
dan CPI telah memenuhi ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan dalam peraturan tersebut di atas.
Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal
9 Mei 2003 yang telah diaktakan dalam akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 32 pada tanggal yang
sama, para pemegang saham Perusahaan termasuk pemegang saham minoritas telah menyetujui
rencana Perusahaan dan SUR untuk melaksanakan transaksi-transaksi tersebut di atas.
Rincian selisih harga jual saham dengan nilai tercatat penyertaan saham pada anak perusahaan yang
dijual adalah sebagai berikut:
Harga Jual
Nilai Buku Bersih
Penyertaan Saham
Kepemilikan Langsung
PT Charoen Pokphand Jaya Farm
PT Udangmas Intipertiwi
PT Sumber Energindo Mandiri
45.450
1.286
707
25.905
1.900
1.043
Jumlah
47.443
28.848
Kepemilikan Tidak Langsung (melalui SUR)
PT Mega Kahyangan
13.119
8.123
Jumlah
60.562
36.971
Berdasarkan PSAK No. 38 tentang “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”, transaksitransaksi tersebut di atas dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan (pooling of
interest) dan disajikan seolah-olah transaksi-transaksi tersebut di atas telah terjadi sejak awal periode
penyajian laporan keuangan konsolidasi. Untuk tujuan perbandingan, laporan keuangan konsolidasi
tahun 2002 telah disajikan kembali untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha sebagai
akibat dari transaksi-transaksi tersebut di atas. Akun-akun yang telah disajikan kembali pada tanggal
31 Desember 2002 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut adalah sebagai berikut:
18
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
3. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI (lanjutan)
Bagian minoritas atas aktiva bersih anak
perusahaan yang dikonsolidasi
Pro forma modal yang timbul dari transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali
Bagian minoritas atas laba bersih anak
perusahaan yang dikonsolidasi
Efek penyesuaian pro forma
Dilaporkan
Sebelumnya
Disajikan
Kembali
387.104
406.188
-
(19.084)
61.449
-
68.905
7.456
2003
2002
1.474
2.114
21.900
16.540
6.120
3.667
3.370
1.933
26.302
9.036
2.654
2.211
1.212
2.847
18.438
3.860
1.764
1.261
630
983
957
6.056
918
792
2.137
657
54.625
1.775
170
37.390
650
-
377
-
9.108
101.469
105.995
70
20
-
106.520
1.055
20
5.605
3.100
2.500
4. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas
Bank - pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk.
PT Bank Lippo Tbk.
Citibank N.A.
PT Bank Niaga Tbk.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Lain-lain
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Niaga Tbk.
Citibank N.A.
Development Bank of Singapore, Singapura
Standard Chartered Bank
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Lain-lain
Setara Kas - pihak ketiga
Deposito on call
Rupiah
Citibank N.A.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Lain-lain
Dolar Amerika Serikat
Development Bank of Singapore, Singapura
Citibank N.A.
Deposito berjangka
Rupiah
PT Bank NISP Tbk.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank Central Asia Tbk.
PT Bank Niaga Tbk.
PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk.
Citibank N.A.
19
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
Dolar Amerika Serikat
PT Bank NISP Tbk.
PT Bank Ekonomi Raharja
PT Bank Niaga Tbk.
Citibank N.A.
Jumlah
2003
2002
33.014
5.079
-
34.866
5.364
32.694
1.430
283.065
399.664
2003
2002
Suku bunga tahunan setara kas adalah sebagai berikut:
%
%
Deposito on call
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
4,00 - 14,00
0,60 - 1,00
4,00 - 13,38
0,62 - 1,50
Deposito berjangka
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
6,55 - 15,59
0,60 - 3,61
7,00 - 17,88
0,75 - 4,25
2003
2002
539.018
406.452
130.614
47.789
32.745
28.453
26.400
23.523
17.299
14.760
12.712
12.305
11.084
10.453
248.713
112.343
4.907
10.643
3.965
6.541
5.032
19.127
194.170
Jumlah
Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
1.155.868
89.509
763.180
42.152
Pihak ketiga - bersih
1.066.359
721.028
14.430
11.990
26.918
8.047
5. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
Pihak ketiga:
Piutang plasma
Piutang non-plasma
PT Prospek Karyatama
PT Primafood Internasional
PT Centralavian Pertiwi
PT Surya Gemilang Pratama
PT Satwa Miramaraya
PT Aneka Satwa Perkasa
PT Sinar Putra Bhakti
PT Balikpapan Sejahtera Mandiri
Mazzeta Company, Amerika Serikat
PT Inter Agro Prospek
PT Proskar Pertiwi
PT Fajar Makmur Utama
PT Gema Usaha Ternak
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp10 miliar)
Pihak hubungan istimewa (Catatan 6a):
PT Vista Grain
PT Citrawindu Pertala
20
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
PT Suryawindu Pertiwi
PT Nusantara Unggasjaya
PT Windusejati Pertiwi
Lain-lain
Pihak hubungan istimewa
Jumlah piutang usaha - bersih
2003
2002
3.616
2.548
1.658
375
2.695
32.768
1.851
309
34.617
72.588
1.100.976
793.616
Piutang plasma timbul dari penjualan tambak udang, pakan udang, benur, obat-obatan dan bahan
kimia, listrik dan air serta perlengkapan tambak lainnya kepada plasma dan akan dilunasi melalui
hasil penjualan udang. Satu periode masa budidaya udang memerlukan waktu sekitar 6 bulan, oleh
karenanya piutang plasma dianggap belum jatuh tempo jika belum berumur 6 bulan.
Piutang usaha di atas termasuk piutang usaha dalam mata uang asing dengan nilai setara dalam
Rupiah masing-masing sebesar Rp84,3 miliar pada tanggal 31 Desember 2003 dan Rp55,1 miliar
pada tanggal 31 Desember 2002, dengan rincian sebagai berikut:
2003
Dolar Amerika Serikat
Ringgit Malaysia
Dolar Singapura
$AS
MYR
$Sin
9.902.712
205.159
-
2002
$AS
MYR
$Sin
6.015.189
423.116
70.995
Penjualan bersih yang jumlahnya melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasi merupakan
penjualan kepada PT Nusantara Unggasjaya sebesar Rp175.248 dan Rp656.408 masing-masing
untuk tahun 2003 dan 2002.
Analisa umur piutang usaha berdasarkan faktur penjualan adalah sebagai berikut:
2003
2002
388.092
225.688
50.249
148.478
343.361
247.217
165.385
9.481
105.098
235.999
Jumlah
Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
1.155.868
89.509
763.180
42.152
Pihak ketiga - bersih
1.066.359
721.028
Pihak hubungan istimewa (Catatan 6a):
Kurang dari 31 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
91 - 180 hari
Lebih dari 180 hari
15.603
5.571
2.935
2.868
7.640
32.895
18.385
11.026
3.086
7.196
Pihak hubungan istimewa
34.617
72.588
Pihak ketiga:
Kurang dari 31 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
91 - 180 hari
Lebih dari 180 hari
21
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut:
2003
2002
Saldo pada awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
Penghapusan/penerimaan kembali
42.152
52.038
(4.681)
17.184
25.878
(910)
Saldo pada akhir tahun
89.509
42.152
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir
tahun, manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan berkeyakinan bahwa penyisihan piutang raguragu adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Seluruh piutang usaha milik Perusahaan dan Anak perusahaan, kecuali piutang milik CPI yang
dijaminkan sebesar Rp256 miliar dari jumlah piutang usaha sebesar Rp531 miliar, digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman bank yang diperoleh Perusahaan dan Anak perusahaan dan hutang obligasi
(Catatan 13 dan 14).
Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, jumlah uang muka dari pelanggan yang telah diterima
oleh Perusahaan dan Anak perusahaan masing-masing berjumlah Rp10,3 miliar dan Rp7,7 miliar
disajikan dalam akun “Hutang Lain-lain - pihak ketiga”.
6. SIFAT, SALDO DAN TRANSAKSI-TRANSAKSI DENGAN PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA
Sifat Hubungan Istimewa
Sifat hubungan Perusahaan dan Anak perusahaan dengan pihak-pihak hubungan istimewa adalah
sebagai berikut:
a. PT Surya Hidup Satwa Tbk. (SHS) merupakan pemegang saham (pengendali) Perusahaan.
b. PT Centralwindu Sejati, PT Indovetraco Makmur Abadi, PT Tanindo Subur Prima dan
PT Benihinti Suburintani berada di bawah pengendalian SHS.
c. PT Citrawindu Pertala, PT Suryawindu Pertiwi, PT Windusejati Pertiwi dan PT Andalas
Windumurni di bawah pengendalian PT Centralwindu Sejati.
d. PT Vista Grain merupakan anak perusahaan PT Central Pertiwi (CP) pemegang saham mayoritas
SHS.
e. PT Nusantara Unggasjaya (NUJ), pemegang saham SHS, dikelola oleh manajemen yang sama
dengan Perusahaan dan Anak perusahaan.
f. CPF Europe S.A., Belgia, Charoen Pokphand Group Co. Ltd., Thailand (CPG), Charoen
Pokphand International Group of Companies Ltd., British Virgin Islands (CPIGCL), CP Seafood
Export Company, British Virgin Islands (CPSEC) dan Infotech Vision Co. Ltd., Thailand (IFT)
dikelola oleh pihak terafiliasi dari manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan.
Transaksi Hubungan Istimewa
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihakpihak hubungan istimewa, terutama terdiri dari penjualan barang jadi berupa pakan, anak ayam usia
sehari komersial, peralatan peternakan, ayam komersial, benur dan ayam olahan dan pembelian
bahan baku, obat-obatan dan ayam komersial yang dilakukan dengan harga normal sebagaimana
dilakukan dengan pihak ketiga (arm's length basis) dan transaksi keuangan. Rincian transaksi tersebut
adalah sebagai berikut:
22
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
6. SIFAT, SALDO DAN TRANSAKSI-TRANSAKSI DENGAN PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA
(lanjutan)
Transaksi Hubungan Istimewa (lanjutan)
(a) Penjualan barang jadi kepada pihak-pihak hubungan istimewa sekitar 4,88% dan 12,91% masingmasing dari jumlah penjualan bersih konsolidasi untuk tahun 2003 dan 2002. Saldo piutang usaha
dari transaksi tersebut disajikan dalam akun “Piutang Usaha - Pihak Hubungan Istimewa”
(Catatan 5). Penjualan bersih tersebut adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap Jumlah
Penjualan Bersih Konsolidasi
Jumlah
2003
2002
2003
2002
PT Nusantara Unggasjaya
PT Vista Grain
PT Citrawindu Pertala
PT Suryawindu Pertiwi
PT Windusejati Pertiwi
PT Andalas Windumurni
Lain-lain
175.248
124.524
10.898
7.108
5.010
3.458
429
656.408
117.303
7.874
4.142
2.503
1.300
435
2,62
1,86
0,16
0,11
0,07
0,05
0,01
10,73
1,91
0,13
0,07
0,04
0,02
0,01
Jumlah
326.675
789.965
4,88
12,91
(b) Pembelian dari pihak-pihak hubungan istimewa sekitar 1,82% dan 2,18% masing-masing dari
jumlah penjualan bersih konsolidasi untuk tahun 2003 dan 2002. Saldo hutang usaha dari
transaksi tersebut disajikan dalam akun “Hutang Usaha - Pihak Hubungan Istimewa” (Catatan 11).
Pembelian tersebut adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap Jumlah
Penjualan Bersih Konsolidasi
Jumlah
PT Surya Hidup Satwa Tbk.
PT Indovetraco Makmur Abadi
CPF Europe S.A., Belgia
PT Tanindo Subur Prima
PT Nusantara Unggasjaya
Jumlah
2003
2002
2003
2002
59.135
52.634
6.414
3.953
-
69.785
58.583
2.280
2.003
713
0,88
0,79
0,09
0,06
-
1,14
0,96
0,04
0,03
0,01
122.136
133.364
1,82
2,18
(c) Transaksi di luar usaha pokok Perusahaan dan Anak perusahaan dengan pihak-pihak hubungan
istimewa dengan jumlah di atas Rp1 miliar adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap Jumlah
Penjualan Bersih Konsolidasi
Jumlah
Penjualan bahan baku
PT Vista Grain
Pembebanan royalti (Catatan 23a)
Charoen Pokphand Group Co. Ltd.,
Thailand
Charoen Pokphand
International Group of
Companies Ltd., British
Virgin Islands
CP Seafood Export Company,
British Virgin Islands
2003
2002
2003
2002
69.581
57.511
1,04
0,94
66.571
63.589
0,99
1,04
16.806
12.824
0,25
0,21
1.659
1.540
0,02
0,03
23
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
6. SIFAT, SALDO DAN TRANSAKSI-TRANSAKSI DENGAN PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA
(lanjutan)
Transaksi Hubungan Istimewa (lanjutan)
Persentase Terhadap Jumlah
Penjualan Bersih Konsolidasi
Jumlah
2003
2002
2003
2002
Pembelian peralatan peternakan
PT Surya Hidup Satwa Tbk.
19.366
16.758
0,29
0,27
Pembebanan Perangkat Lunak
Infotech Vision Co. Ltd. Thailand
(Catatan 23d)
4.884
760
0,07
0,01
-
3.820
-
0,06
Pembebanan bunga
PT Surya Hidup Satwa Tbk.
(Catatan 20)
Rincian saldo dengan pihak-pihak hubungan istimewa yang timbul dari transaksi di luar usaha
pokok Perusahaan dan Anak perusahaan adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap Jumlah
Aktiva Konsolidasi
Jumlah
2003
2002
2003
2002
Piutang pihak hubungan istimewa:
PT Vista Grain
PT Nusantara Unggasjaya
PT Suryawindu Pertiwi
Lain-lain
9.014
30
23
4.803
186
137
230
0,20
0,00
0,00
0,12
0,01
0,00
0,01
Jumlah
9.067
5.356
0,20
0,14
Persentase Terhadap Jumlah
Kewajiban Konsolidasi
Jumlah
Hutang pihak hubungan istimewa:
Charoen Pokphand
International Group of
of Companies Ltd.,
British Virgin Islands
(Catatan 13 dan 23a)
PT Surya Hidup Satwa Tbk.
CP Seafood Export Company,
British Virgin Islands
(Catatan 23a)
Charoen Pokphand Group
Co. Ltd., Thailand
(Catatan 23a)
Jumlah
2003
2002
2003
2002
195.395
7.644
8.233
1.664
5,89
0,23
0,28
0,06
2.559
1.259
0,08
0,04
-
133.289
-
4,57
205.598
144.445
6,20
4,95
Pada tanggal 29 Desember 2003, CPG dan CPIGCL menandatangani perjanjian pengalihan hak
tagih CPG dari Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu kepada CPIGCL (Catatan 23a).
24
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
7. PERSEDIAAN
Rincian persediaan berdasarkan segmen usaha Perusahaan dan Anak perusahaan adalah sebagai
berikut (Catatan 16):
2003
2002
Pakan
Pertambakan udang terpadu
Anak ayam usia sehari komersial
Lain-lain
636.166
164.421
70.737
33.022
528.448
183.089
64.992
21.021
Dikurangi penyisihan penurunan nilai persediaan
904.346
-
797.550
4.942
Jumlah - bersih
904.346
792.608
Pada tahun 2003, persediaan di atas (kecuali yang masih dalam perjalanan sejumlah Rp233,5 miliar)
dan ayam pembibit turunan (Catatan 8), telah diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat
kerusakan, bencana alam, kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu
dengan nilai pertanggungan sejumlah Rp1.069 miliar pada sindikasi beberapa perusahaan asuransi
yang diketuai oleh PT Tugu Pratama Indonesia. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko-risiko tersebut.
Seluruh persediaan dan ayam pembibit turunan, kecuali persediaan dan ayam pembibit turunan milik
CPI dan CPJF yang dijaminkan sebesar Rp455 miliar dari jumlah persediaan dan ayam pembibit
turunan sebesar Rp703,6 miliar, digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman bank yang diperoleh
Perusahaan dan Anak perusahaan dan hutang obligasi (Catatan 8, 10, 13, dan 14).
8. AYAM PEMBIBIT TURUNAN
Ayam pembibit turunan terdiri dari (Catatan 7, 10, 13, dan 14):
2003
2002
75.270
304.076
71.955
323.791
379.346
395.746
(195.315)
(200.990)
184.031
194.756
Ayam belum menghasilkan
Ayam telah menghasilkan
Dikurangi akumulasi deplesi ayam telah
menghasilkan
Jumlah - bersih
9. AKTIVA TETAP
Rincian aktiva tetap adalah sebagai berikut:
2003
Nilai Tercatat
Tanah
Prasarana tanah dan bangunan
Bangunan
Mesin dan peralatan
Peralatan transportasi
Saldo Awal
Penambahan/
Reklasifikasi
Pengurangan/
Reklasifikasi
Saldo Akhir
230.570
133.656
486.587
663.826
95.092
31.408
67.703
97.826
165.961
39.718
825
501
2.625
14.150
11.029
261.153
200.858
581.788
815.637
123.781
25
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
9. AKTIVA TETAP (lanjutan)
2003
Saldo Awal
Penambahan/
Reklasifikasi
Pengurangan/
Reklasifikasi
Saldo Akhir
60.338
67.708
105.887
2.637
20.844
25.965
16.032
1.268
3.299
749
-
77.883
93.673
121.170
3.905
1.846.301
466.725
33.178
2.279.848
Aktiva dalam penyelesaian
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Lain-lain
49.053
33.665
159
161.670
32.519
4.956
33.981
27.818
462
176.742
38.366
4.653
Jumlah
82.877
199.145
62.261
219.761
Aktiva sewa guna usaha
21.609
-
168
21.441
Peralatan dan perabot kantor
Instalasi listrik dan air
Peralatan peternakan
Peralatan laboratorium
Jumlah
1.950.787
665.870
95.607
2.521.050
Akumulasi Penyusutan
Prasarana tanah dan bangunan
Bangunan
Mesin dan peralatan
Peralatan transportasi
Peralatan dan perabot kantor
Instalasi listrik dan air
Peralatan peternakan
Peralatan laboratorium
Jumlah Nilai Tercatat
114.551
153.882
294.059
53.594
31.224
56.202
62.505
1.276
68.936
32.289
75.101
22.431
7.378
23.236
9.702
432
494
951
9.601
6.864
555
425
-
182.993
185.220
359.559
69.161
38.047
79.438
71.782
1.708
Jumlah
767.293
239.505
18.890
987.908
2.043
3.449
41
5.451
769.336
242.954
18.931
993.359
Aktiva sewa guna usaha
Jumlah Akumulasi Penyusutan
Bersih
1.181.451
1.527.691
2002
Saldo Awal
Penambahan/
Reklasifikasi
Pengurangan/
Reklasifikasi
Saldo Akhir
228.618
132.155
450.860
588.468
87.195
44.014
66.128
92.336
1.798
2.044
1.501
36.386
78.671
10.684
16.636
1.696
14.627
839
92
659
3.313
2.787
312
116
1.076
-
230.570
133.656
486.587
663.826
95.092
60.338
67.708
105.887
2.637
1.691.572
163.084
8.355
1.846.301
Aktiva dalam penyelesaian
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Lain-lain
26.949
21.335
367
45.791
61.048
400
23.687
48.718
608
49.053
33.665
159
Jumlah
48.651
107.239
73.013
82.877
1.163
20.446
-
21.609
1.741.386
290.769
81.368
1.950.787
95.778
131.587
246.620
46.036
26.436
18.773
22.446
49.790
9.126
4.895
151
2.351
1.568
107
114.551
153.882
294.059
53.594
31.224
Nilai Tercatat
Tanah
Prasarana tanah dan bangunan
Bangunan
Mesin dan peralatan
Peralatan transportasi
Peralatan dan perabot kantor
Instalasi listrik dan air
Peralatan peternakan
Peralatan laboratorium
Jumlah
Aktiva sewa guna usaha
Jumlah Nilai Tercatat
Akumulasi Penyusutan
Prasarana tanah dan bangunan
Bangunan
Mesin dan peralatan
Peralatan transportasi
Peralatan dan perabot kantor
26
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
9. AKTIVA TETAP (lanjutan)
2002
Instalasi listrik dan air
Peralatan peternakan
Peralatan laboratorium
Jumlah
Saldo Awal
Penambahan/
Reklasifikasi
Pengurangan/
Reklasifikasi
Saldo Akhir
47.183
55.280
1.076
9.063
7.601
200
44
376
-
56.202
62.505
1.276
649.996
121.894
4.597
767.293
Aktiva sewa guna usaha
Jumlah Akumulasi Penyusutan
Bersih
-
2.043
-
2.043
649.996
123.937
4.597
769.336
1.091.390
1.181.451
(a) Pembebanan penyusutan adalah sebagai berikut:
2003
2002
Beban pokok penjualan dan ayam belum
menghasilkan
Beban umum dan administrasi (Catatan 18)
Beban penjualan (Catatan 18)
192.736
32.108
18.110
105.083
12.053
6.801
Jumlah
242.954
123.937
2003
2002
15.831
14.288
4.413
3.758
1.543
655
(b) Laba dari aktiva tetap yang dijual adalah sebagai berikut:
Hasil penjualan bersih
Nilai buku
Laba penjualan aktiva tetap
(c) Penambahan aktiva tetap pada tahun 2003 terutama merupakan penambahan aktiva tetap
sehubungan dengan penilaian kembali aktiva tetap Anak perusahaan tertentu (Catatan 9g),
perbaikan dan penggantian yang signifikan, perluasan pabrik dalam rangka menambah kapasitas
produksi pakan ternak milik Anak perusahaan tertentu dan penambahan fasilitas peternakan dan
penetasan telur milik Anak perusahaan tertentu.
(d) Pada tahun 2003 aktiva dalam penyelesaian merupakan biaya perolehan sehubungan dengan
perluasan usaha Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu serta perbaikan dan penggantian
aktiva tetap Perusahaan dan Anak perusahaan. Dilihat dari sudut pandang keuangan, persentase
penyelesaian rata-rata aktiva dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2003 adalah
berkisar antara 66,57% sampai dengan 99,00%.
(e) Aktiva tetap berupa tanah terdiri dari tanah yang terletak di beberapa kota di Indonesia dengan
2
2
jumlah luas keseluruhan sekitar 19.858.297 m . Tanah seluas 78.960 m merupakan tanah
dengan status Hak Milik atas nama direksi anak perusahaan tertentu dan pihak ketiga yang belum
dibalik namakan atas nama Perusahaan dan Anak Perusahaan, sedangkan sisanya merupakan
Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama Perusahaan dan Anak perusahaan. HGB atas tanah
tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal antara tahun 2003 sampai dengan tahun 2031.
HGB yang berakhir pada tahun 2003 sedang dalam proses perpanjangan hak. Manajemen
Perusahaan dan Anak perusahaan berkeyakinan bahwa HGB tersebut dapat diperpanjang pada
saat berakhirnya hak tersebut.
27
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
9. AKTIVA TETAP (lanjutan)
(f) Berdasarkan penelaahan manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan terhadap kondisi aktiva
tetap pada akhir tahun, Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi adanya
penurunan nilai aktiva tetap. Oleh karenanya, manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan
tidak melakukan pencadangan penurunan nilai aktiva tetap pada tanggal 31 Desember 2003.
(g) Sampai dengan tanggal 31 Desember 2002, Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu telah
menilai kembali aktiva tetapnya (Catatan 2i) yang telah disetujui oleh Direktorat Jenderal Pajak
dengan nilai wajar masing-masing sejumlah Rp20,3 miliar dan Rp289,2 miliar. Selisih yang timbul
dari penilaian kembali aktiva tetap Perusahaan adalah sebesar Rp14,2 miliar dan bagian
Perusahaan atas selisih penilaian kembali aktiva tetap Anak perusahaan adalah sebesar Rp112,8
miliar, masing-masing setelah dikurangi dengan pajak penghasilan terkait.
Pada tanggal 10 Juni 2003, Direktorat Jenderal Pajak menyetujui penilaian kembali aktiva tetap
CPB dengan nilai wajar sebesar Rp559,2 miliar. Penilaian aktiva tetap tersebut dilakukan oleh
PT Actual Kencana Appraisal, perusahaan penilai independen, dengan menggunakan metode
Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach). Selisih penilaian kembali aktiva tetap tersebut
adalah sebesar Rp308,1 milyar. Bagian Perusahaan atas selisih penilaian kembali aktiva tetap
CPB adalah sebesar Rp98,6 miliar setelah dikurangi dengan pajak penghasilan terkait. Bagian
perusahaan atas selisih penilaian kembali aktiva tetap Anak perusahaan disajikan sebagai bagian
dari akun “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan“.
(h) Aktiva tetap tidak termasuk tanah diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kerusakan,
bencana alam, kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai
pertanggungan sebesar $AS301 juta (setara dengan Rp2.547 miliar) pada sindikasi beberapa
perusahaan asuransi yang diketuai oleh PT Tugu Pratama Indonesia. Manajemen berkeyakinan
bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aktiva
tetap yang dipertanggungkan.
(i) Seluruh aktiva tetap, kecuali aktiva tetap milik CPI dan CPJF yang dijaminkan dengan nilai buku
sebesar Rp399,5 miliar dari jumlah aktiva tetap sebesar Rp820,8 miliar, digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman bank yang diperoleh Perusahaan dan Anak perusahaan dan hutang
obligasi (Catatan 10, 13 dan 14).
10. HUTANG BANK JANGKA PENDEK
Akun ini merupakan saldo atas pinjaman berjangka (revolving loan) dan fasilitas cerukan yang
diperoleh Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu dari:
2003
2002
PT Bank Central Asia Tbk.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
Citibank N.A. ($AS12.098.565 pada tahun 2003
dan $AS549.863 pada tahun 2002)
Cerukan - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
58.500
20.000
160.000
80.000
102.414
13.061
4.916
2.594
Jumlah
193.975
247.510
Pada tanggal 9 September 2002, CPI dan CPJF menandatangani perjanjian pinjaman berjangka
(revolving loan) dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BCA). Fasilitas pinjaman ini memiliki pagu kredit
maksimum sebesar Rp260 miliar (terdiri dari pagu maksimum CPI sebesar Rp200 miliar dan CPJF
Rp60 miliar). Berdasarkan addendum atas perjanjian pinjaman dengan BCA tanggal 14 April 2003,
fasilitas pinjaman berjangka CPI sebesar Rp20 miliar telah dialihkan menjadi fasilitas cerukan.
28
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
10. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2003, CPI tidak mempergunakan fasilitas cerukan ini. Berdasarkan surat
dari BCA tanggal 2 Desember 2003, sebagian dari sisa pagu kredit maksimum CPI, yakni sebesar
$AS13.500.000 (atau setara Rp121,5 miliar) dialihkan menjadi fasilitas Installment Loan (Catatan 13).
Sedangkan, berdasarkan surat dari BCA tanggal 18 November 2003, fasilitas pinjaman berjangka
CPJF seluruhnya telah dialihkan menjadi fasilitas pinjaman Installment Loan dengan pagu kredit
sebesar $AS6.500.000 (atau setara Rp58,5 miliar) (Catatan 13).
Pada tanggal 6 September 2002, CPI dan CPJF menandatangani perjanjian pinjaman berjangka
dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Pinjaman ini memiliki pagu kredit maksimum sebesar
Rp130 miliar (terdiri dari pagu maksimum CPI sebesar Rp100 miliar dan CPJF Rp30 miliar). Fasilitas
pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 6 September 2004.
Pada tanggal 8 April 2003, CPI dan CPJF juga menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman revolving
loan dengan PT Bank Ekonomi Raharja. Pinjaman ini memiliki pagu kredit maksimum sebesar Rp25
miliar (terdiri dari pagu kredit maksimum CPI sebesar Rp18,75 miliar dan pagu kredit CPJF sebesar
Rp6,25 miliar). Pada tanggal 31 Desember 2003, CPI dan CPJF tidak mempergunakan fasilitas
tersebut.
Pembatasan dan jaminan atas pinjaman-pinjaman tersebut di atas sama dengan pembatasan dan
jaminan atas pinjaman jangka panjang dari bank yang sama (Catatan 13).
CPI memperoleh fasilitas pinjaman revolving loan dari Citibank N.A. dengan fasilitas maksimum
sejumlah $AS20.000.000 dan $AS10.000.000 masing-masing pada tahun 2003 dan 2002. Fasilitas
pinjaman ini berupa pinjaman impor (import loan) dan trust receipt dan akan jatuh tempo pada tanggal
20 September 2004.
Fasilitas cerukan yang diperoleh Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu dari PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) mempunyai maksimum kredit sebesar Rp19 miliar dan dibebankan
suku bunga berkisar antara 15,75% sampai 19% per tahun untuk tahun 2003 dan sebesar 19% per
tahun untuk tahun 2002. Fasilitas cerukan ini telah diperpanjang sampai dengan bulan September
2004 dan dijamin dengan:
•
•
tanah, bangunan dan prasarana milik Perusahaan dan anak perusahaan tertentu dengan jumlah
jaminan senilai Rp16 miliar; dan
pemindahan secara fidusia atas persediaan, ayam pembibit turunan serta mesin dan peralatan
yang dimiliki Perusahaan dan anak perusahaan tertentu dengan jumlah jaminan senilai
Rp15,8 miliar.
BRI mensyaratkan Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu untuk memperoleh izin tertulis sebelum
melakukan beberapa transaksi penting seperti tercantum dalam perjanjian-perjanjian pinjaman.
11. HUTANG USAHA
Rincian hutang usaha adalah sebagai berikut:
Pihak ketiga:
Degussa A.G., Jerman
PT Centralavian Pertiwi
Toepfer International - Asia Pte. Ltd., Singapura
Thaina Trading Co. Ltd., Singapura
Agrotech Corporation Ltd., Mauritius
29
2003
2002
35.545
33.319
27.900
24.518
20.219
42.058
1.332
-
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
11. HUTANG USAHA (lanjutan)
2003
2002
19.157
140.609
101.849
129.321
301.267
274.560
Pihak hubungan istimewa (Catatan 6b):
PT Surya Hidup Satwa Tbk.
PT Indovetraco Makmur Abadi
CPF Europe S.A., Belgia
PT Tanindo Subur Prima
PT Centralwindu Sejati
13.643
10.295
1.376
494
5
15.821
5.880
2.265
29
-
Jumlah pihak hubungan istimewa
25.813
23.995
327.080
298.555
Karonga Pte. Ltd., Singapura
Mariscal Pte. Ltd., Singapura
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp10 miliar)
Jumlah pihak ketiga
Jumlah hutang usaha
Hutang usaha di atas termasuk hutang usaha dalam mata uang asing dengan nilai setara dalam
Rupiah sebesar Rp200,8 miliar pada tahun 2003 dan sebesar Rp218,4 miliar pada tahun 2002 dengan
rincian sebagai berikut:
2003
Dolar Amerika Serikat
Euro Eropa
$AS
EUR
23.674.285
40.273
2002
$AS
EUR
24.277.585
140.725
Atas hutang usaha di atas, Perusahaan dan Anak perusahaan tidak memberikan jaminan ke pemasok
tertentu baik jaminan dalam bentuk aktiva Perusahaan dan Anak perusahaan maupun dalam bentuk
lainnya.
Pembelian kepada pemasok yang jumlahnya melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasi
adalah pembelian dari Thaina Trading Pte. Ltd., Singapura dengan jumlah pembelian sebesar
Rp683.545 dan Rp570.902 masing-masing untuk tahun 2003 dan 2002.
12. HUTANG PAJAK
Hutang pajak terdiri dari:
Pajak penghasilan
Pasal 4
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 26
Pasal 29
Pajak pertambahan nilai
Tambahan pajak atas:
Pajak penghasilan
Pajak pertambahan nilai
Jumlah
30
2003
2002
160
10.092
6.187
1.763
19.675
18.826
9.925
47
12.131
9.892
456
26.296
28.436
8.236
-
3.943
8.933
66.628
98.370
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
12. HUTANG PAJAK (lanjutan)
Pada tahun 2002, saldo tambahan pajak atas pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai
sejumlah Rp12,9 miliar merupakan saldo hutang pajak CPB sehubungan dengan Surat Ketetapan
Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dari Direktorat Jenderal Pajak. Pada tanggal 12 Juni 2002, CPB
menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) untuk tahun 2000 sebesar
Rp15 miliar dan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) tahun 2000 sebesar Rp1 miliar. Pada
tanggal 15 Juli 2002, CPB mengkompensasi lebih bayar tersebut sebagai pembayaran sebagian
hutang kurang bayar. CPB telah membebankan jumlah dari SKPKB tersebut pada tahun 2002 pada
akun “Penghasilan (Beban) Lain-lain - bersih“. CPB telah mengajukan keberatan atas sisa kurang
bayar sebesar Rp14 miliar kepada Direktorat Jenderal Pajak dan telah ditolak oleh Direktorat Jenderal
Pajak melalui surat keputusannya pada tanggal 12 November 2002. Atas penolakan keberatan ini,
CPB mengajukan banding kepada Kantor Peradilan Pajak. Pada tanggal 3 Oktober 2003, Pengadilan
Pajak mengabulkan permohonan banding sehingga CPB berhak untuk menerima kembali kelebihan
pembayaran pajak sejumlah Rp16 miliar (termasuk imbalan bunga sebesar Rp2 miliar) yang dicatat
sebagai bagian dari pendapatan lain-lain. Pada tanggal 5 November 2003, CPB menggunakan
penerimaan kelebihan pembayaran pajak tersebut sebesar Rp10,5 miliar sebagai kompensasi atas
SKPKB yang diterima di tahun 2003 dan menerima uang pengembalian pembayaran sejumlah Rp5,5
miliar.
Pada tanggal 12 Juni 2003, CPB menerima beberapa SKPKB untuk tahun pajak 2001 sebesar
Rp14 miliar dan SKPLB untuk tahun pajak 2001 sebesar Rp1 miliar. Pada tanggal 2 September 2003,
CPB mengajukan surat keberatan atas SKPKB sejumlah Rp14 miliar tersebut. Pada tanggal
5 November 2003, CPB melakukan pelunasan sisa kurang bayar sebesar Rp13 miliar melalui
kompensasi pembayaran kembali dari SKPKB tahun 2000 sebesar Rp10,5 miliar dan pembayaran
tunai sebesar Rp2,5 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2003, pembayaran SKPKB tahun 2001
sebesar Rp14 miliar tersebut disajikan sebagai bagian dari akun “Tagihan Pajak” pada bagian aktiva
tidak lancar. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Kantor Pajak akan mengabulkan
keberatan ini karena dasar pengenaan SKPKB tahun 2001 adalah sama dengan dasar pengenaan
SKPKB tahun 2000 yang telah naik banding dan dikabulkan oleh Pengadilan Pajak.
Pajak penghasilan terdiri dari:
Tahun berjalan
Perusahaan
Anak perusahaan
Tangguhan
Perusahaan
Anak perusahaan
Jumlah
2003
2002
30.012
16.361
17.443
86.088
46.373
103.531
254
(61.298)
12.933
4.902
(61.044)
17.835
(14.671)
121.366
Pajak penghasilan - tahun berjalan
Rekonsiliasi antara laba (Rugi) sebelum pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba
rugi konsolidasi dan laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2003
dan 2002 adalah sebagai berikut:
31
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
12. HUTANG PAJAK (lanjutan)
Pajak penghasilan - tahun berjalan (lanjutan)
2003
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi konsolidasi
Ditambah (dikurangi):
Rugi (laba) anak perusahaan sebelum
pajak penghasilan
Amortisasi goodwill
Pendapatan dividen
Bagian atas rugi bersih perusahaan asosiasi
Laba sebelum pajak penghasilan Perusahaan
Beda temporer:
Penyisihan manfaat karyawan
Penyisihan Piutang ragu-ragu
Amortisasi:
Beban bank dibayar di muka
Asuransi dibayar di muka
Sewa dibayar di muka
Laba penjualan aktiva tetap - bersih
Penyusutan
Penerimaan kembali piutang ragu-ragu
Sewa guna usaha
Beda permanen:
Laba atas transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
Beban bunga yang tidak dapat dikurangkan
Sumbangan dan jamuan
Denda pajak
Perbaikan dan pemeliharaan
Beban kendaraan dan perumahan
yang digunakan oleh karyawan
Pendapatan bunga yang pajaknya bersifat final
2002
(48.125)
515.451
109.005
7.895
-
(438.209)
6.711
9.908
6.878
68.775
100.739
2.335
900
2.296
-
453
239
(112)
367
(4.886)
(75)
(64)
(420)
(188)
107
56
(2.257)
(68)
(29)
31.608
395
311
211
14
4
(376)
374
363
81
4
3
(576)
Penghasilan kena pajak tahun berjalan
Rugi fiskal awal tahun
Koreksi atas rugi fiskal awal tahun sesuai
dengan Surat Ketetapan Pajak
100.099
-
100.485
(42.606)
-
325
Laba fiskal akhir tahun
100.099
58.204
Laba fiskal Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2002 telah sesuai
dengan Surat Pemberitahuan Tahunan yang disampaikan ke Kantor Pajak.
Perhitungan hutang pajak penghasilan dan tagihan pajak adalah sebagai berikut:
2003
2002
Pajak penghasilan - tahun berjalan
Perusahaan
Anak perusahaan
30.012
16.361
17.443
86.088
Jumlah
46.373
103.531
32
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
12. HUTANG PAJAK (lanjutan)
Pajak penghasilan - tahun berjalan (lanjutan)
Pembayaran di muka pajak penghasilan
Perusahaan
Anak perusahaan
16.930
91.840
13.795
86.490
108.770
100.285
Hutang pajak penghasilan
Perusahaan
Anak perusahaan
13.082
5.744
3.648
24.788
Jumlah
18.826
28.436
1.281
-
-
5.207
24.442
19.084
81.223
25.516
-
25.190
20.745
132.462
70.226
Jumlah
Tagihan pajak
Perusahaan
Pajak pertambahan nilai
Kelebihan pembayaran pajak
penghasilan untuk tahun 2001
Anak perusahaan
Pajak pertambahan nilai
Kelebihan pembayaran pajak
penghasilan untuk tahun
2003
2002
2001
Jumlah
Pada tahun 2003, tagihan (i) pajak penghasilan Perusahaan sebesar Rp5,21 miliar telah disetujui
seluruhnya oleh Direktorat Jenderal Pajak dan telah diterima sebesar Rp5,00 miliar setelah
diperhitungkan dengan hutang pajak sebesar Rp211 juta; (ii) pajak pertambahan nilai Anak
perusahaan tertentu sejumlah Rp19,04 miliar telah disetujui dan diterima sebesar Rp18,96 miliar.
Selisih antara tagihan pajak dengan jumlah yang diterima sebesar Rp79 juta dibebankan pada usaha
tahun berjalan. Atas Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar ini, Anak perusahaan juga menerima
pendapatan bunga sejumlah Rp3,79 miliar yang dicatat sebagai penghasilan lain-lain pada tahun
berjalan; (iii) pajak penghasilan Anak perusahaan tertentu sebesar Rp20,75 miliar telah disetujui
sebesar Rp13,15 miliar dan diterima sebesar Rp11,12 miliar setelah diperhitungkan dengan beberapa
SKPKB yang diterbitkan pada tahun 2003. Selisih antara tagihan pajak dengan jumlah yang telah
diterima kembali sebesar Rp9,63 miliar telah dibebankan ke usaha tahun berjalan.
Pajak penghasilan - tangguhan
Pajak penghasilan - tangguhan
Perusahaan
Penyusutan
Penerimaan kembali piutang ragu-ragu
Sewa guna usaha
33
2003
2002
1.466
23
19
677
21
9
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
12. HUTANG PAJAK (lanjutan)
Pajak penghasilan - tangguhan (lanjutan)
Amortisasi
Sewa dibayar di muka
Beban bank dibayar di muka
Asuransi dibayar di muka
Penyisihan manfaat karyawan
Penyisihan piutang ragu-ragu
Laba penjualan dan penghapusan aktiva
tetap - bersih
Rugi fiskal
Jumlah
Anak perusahaan
Jumlah
2003
2002
34
(136)
(72)
(700)
(270)
(32)
126
56
(689)
-
(110)
-
(17)
12.782
254
(61.298)
12.933
4.902
(61.044)
17.835
Rekonsiliasi antara pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak progresif
(dengan tarif maksimum sebesar 30%) yang berlaku dari laba sebelum pajak penghasilan dan pajak
penghasilan yang disajikan dalam laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2003 dan 2002 adalah sebagai berikut:
2003
2002
Laba sebelum pajak penghasilan Perusahaan
68.775
100.739
Pajak penghasilan (tarif progresif yang berlaku)
20.615
30.204
9.483
119
94
63
4
112
109
24
1
Pengaruh pajak penghasilan pada beda permanen:
Laba atas transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
Beban bunga yang tidak dapat dikurangkan
Sumbangan dan jamuan
Denda pajak
Perbaikan dan pemeliharaan
Beban kendaraan dan perumahan yang
digunakan oleh karyawan
Pendapatan bunga yang pajaknya bersifat final
Koreksi atas rugi fiskal awal tahun sesuai
dengan Surat Ketetapan Pajak
1
(113)
-
1
(172)
97
Pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi konsolidasi
Perusahaan
Anak perusahaan
30.266
(44.937)
30.376
90.990
Jumlah
(14.671)
121.366
34
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
12. HUTANG PAJAK (lanjutan)
Pajak penghasilan - tangguhan (lanjutan)
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 adalah sebagai
berikut:
2003
2002
Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan - bersih
Perusahaan - bersih
Kewajiban diestimasi atas manfaat karyawan
Piutang
Aktiva tetap
Biaya dibayar di muka
Sewa guna usaha
2.247
475
(7.122)
(305)
(28)
1.547
228
(5.766)
(479)
(9)
(4.733)
(4.479)
117.996
(17.287)
194.631
(32.952)
Aktiva Pajak Tangguhan - bersih
117.996
194.631
Kewajiban Pajak Tangguhan - bersih
(22.020)
(37.431)
Anak perusahaan - bersih
Aktiva pajak tangguhan
Kewajiban pajak tangguhan
13. PINJAMAN JANGKA PANJANG
Akun ini terdiri dari:
Pinjaman sindikasi yang diageni oleh:
Banque Paribas, Singapura
($AS40.009.200 dan JPY2.396.130.000
pada tahun 2003 dan $AS44.550.000
dan JPY2.915.000.000 pada tahun 2002)
PT Bank Niaga Tbk. ($AS29.065.898 pada tahun
2003 dan $AS33.472.471 pada tahun 2002)
PT Bank Central Asia Tbk. ($AS20.000.000 dan
Rp98.000 pada tahun 2003)
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
PT Bank Ekonomi Raharja
PT ING Indonesia Bank
Hutang sewa guna usaha ($AS415.254 dan
Rp3.790 pada tahun 2003 dan $AS703.313
dan Rp6.790 pada tahun 2002)
Hutang lain-lain
Thaina Trading Pte. Ltd., Singapura
($AS7.098.500 pada tahun 2003 dan
$AS7.598.500 pada tahun 2002)
PT Reksaarta Pertiwi
Jumlah pinjaman jangka panjang
35
2003
2002
528.374
618.055
246.043
299.244
267.300
90.000
49.000
25.000
-
140.000
70.000
135.000
7.305
13.078
60.089
119
67.931
212
1.273.230
1.343.520
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
2003
2002
Dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Pinjaman bank
Hutang sewa guna usaha
Hutang lain-lain
326.764
5.410
12.753
752.875
5.501
9.034
Jumlah bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
344.927
767.410
Bagian jangka panjang
Pinjaman bank
Hutang sewa guna usaha
Hutang lain-lain
878.953
1.895
47.455
509.424
7.577
59.109
Jumlah bagian jangka panjang
928.303
576.110
Banque Paribas, Singapura (Banque Paribas)
Pada tanggal 28 September 1999, Perusahaan serta CAM dan Anak perusahaan telah
menandatangani perjanjian restrukturisasi dengan seluruh pemberi pinjaman untuk hutang jangka
panjang sejumlah $AS81 juta dan JPY5,3 miliar dengan menunjuk Banque Paribas sebagai agen.
Berdasarkan jadual dalam perjanjian restrukturisasi, Perusahaan serta CAM dan Anak perusahaan
tidak dapat membayar cicilan pokok pinjaman sindikasinya yang jatuh tempo pada bulan September
dan Desember 2002 dengan jumlah pinjaman sebesar $AS8.100.000 dan JPY530.000.000. Pada
tanggal 10 Desember 2002, manajemen Perusahaan serta CAM dan Anak perusahaan telah secara
formal menyampaikan usulan restrukturisasi ulang atas saldo pokok pinjaman sindikasinya sebesar
$AS44.550.000 dan JPY2.915.000.000 kepada para pemberi pinjaman (Bank) dengan persyaratan
dan kondisi yang baru. Selama proses negosiasi dengan Bank, Bank menyetujui memberikan
perpanjangan secara bulanan atas cicilan pokok pinjamannya yang telah jatuh tempo pada bulan
September dan Desember 2002.
Pada tanggal 25 Juli 2003, Perusahaan serta CAM dan Anak perusahaan menandatangani perjanjian
restrukturisasi tambahan (supplemental agreement) dengan seluruh pemberi pinjaman untuk
pinjaman jangka panjang sejumlah $AS44.550.000 (yang terdiri dari Tranche A sebesar $AS132.000
dan Tranche B sebesar $AS44.418.000) dan JPY2.915.000.000 (yang terdiri dari Tranche A sebesar
JPY349.800.000 dan Tranche B sebesar JPY2.565.200.000). Pinjaman tranche A merupakan
pinjaman tanpa bunga (no interest bearing). Berdasarkan perjanjian restrukturisasi tambahan tersebut,
jadual penyelesaian pinjaman adalah sebagai berikut:
Tranche A
31 Juli 2003
30 Juni 2009
Tranche B
31 Juli 2003
31 Desember 2003
2004*
2005*
2006*
2007*
2008*
30 Juni 2009
*
$AS85.800 dan JPY227.370.000
$AS46.200 dan JPY122.430.000
$AS2.227.500 dan JPY145.750.000
$AS2.227.500 dan JPY145.750.000
$AS4.455.000 dan JPY291.500.000
$AS4.455.000 dan JPY291.500.000
$AS4.455.000 dan JPY291.500.000
$AS4.455.000 dan JPY291.500.000
$AS6.682.500 dan JPY437.250.000
$AS15.460.500 dan JPY670.450.000
dibayar setiap tanggal 30 Juni dan 31 Desember masing-masing sebesar $AS2.227.500
JPY145.750.000 untuk tahun 2004 sampai dengan tahun 2007 dan sebesar $AS3.341.250
JPY218.625.000 untuk tahun 2008.
36
dan
dan
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
Banque Paribas, Singapura (Banque Paribas) (lanjutan)
Pinjaman tersebut dijamin dengan piutang, persediaan, ayam pembibit turunan, aktiva tetap dan
aktiva berwujud lainnya yang dapat dipindahkan milik Perusahaan serta CAM dan Anak perusahaan.
Pinjaman ini juga dijamin dengan jaminan perusahaan dari Charoen Pokphand Holding Co. Ltd.,
Cayman Islands (CPHL), pihak hubungan istimewa. Disamping itu, Perusahaan dan Anak perusahaan
tertentu diharuskan untuk mengasuransikan aktiva yang dijaminkan dan menempatkan saham anak
perusahaan yang dimilikinya pada kustodian.
Perjanjian restrukturisasi ini memuat beberapa pembatasan bagi Perusahaan serta CAM dan Anak
perusahaan untuk tidak melakukan beberapa hal tanpa persetujuan tertulis dari bank mayoritas,
diantaranya:
• mengeluarkan biaya modal (capital expenditure) selain biaya modal tahunan dengan jumlah
keseluruhan masing-masing tidak melebihi $AS1 juta;
• menjual, menyewakan atau mengalihkan penghasilan dan aktiva Perusahaan serta CAM dan
Anak perusahaan dengan jumlah keseluruhan masing-masing melebihi $AS1 juta atau Rp10
miliar;
• memberikan uang muka, pinjaman atau jaminan pada pihak manapun, termasuk tetapi tidak
terbatas pada pihak hubungan istimewa, kecuali untuk pinjaman tertentu;
• mengumumkan atau membagikan dividen kecuali untuk kondisi tertentu;
• menjaminkan aktiva milik Perusahaan serta CAM dan Anak perusahaan;
• mengubah atau melakukan transaksi yang signifikan di luar kegiatan usaha utama;
• mendirikan anak perusahaan baru atau perusahaan asosiasi, mengubah struktur kepemilikan
saham melalui merger atau konsolidasi; dan
• melakukan pinjaman baru selain dari fasilitas pinjaman yang telah ada kecuali untuk tujuan
pendanaan kembali.
Perusahaan serta CAM dan Anak perusahaan juga menyetujui untuk membatasi pembayaran royalti
secara tunai kepada CPIGCL (Catatan 23a).
Sehubungan dengan pembatasan pengeluaran biaya modal (capital expenditure) tersebut di atas,
pada tahun 2003, Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu telah melakukan pengeluaran biaya
modal melebihi jumlah maksimum yang telah ditetapkan. Pada tanggal 23 Maret 2004, manajemen
Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu telah menyampaikan penjelasan tertulis kepada Bank
melalui Banque Paribas, Singapura untuk meminta surat pembebasan sehubungan dengan
pelanggaran tersebut. Namun demikian, sampai dengan tanggal 29 Maret 2004, Perusahaan dan
Anak perusahaan tertentu belum memperoleh jawaban tertulis dari pihak Bank. Manajemen
Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu mengharapkan Bank akan bersedia menerbitkan surat
pembebasan dan tidak meminta pelunasan segera atas seluruh saldo pinjaman dengan
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
1. Pengeluaran biaya modal tersebut merupakan langkah strategis yang perlu dilakukan Perusahaan
dan Anak perusahaan tertentu untuk meningkatkan daya saing di dalam industri sejenis, seperti
dijelaskan di dalam surat manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu kepada Bank
melalui Banque Paribas, Singapura.
2. Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu telah membayar angsuran pinjaman sesuai dengan
jadual pembayaran yang ditentukan dalam Perjanjian Restrukturisasi Tambahan.
Oleh karenanya saldo pinjaman bank disajikan sesuai dengan jadual pembayaran sebagaimana
dinyatakan di dalam Perjanjian Restrukturisasi Tambahan.
37
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Bank Niaga Tbk.
Pinjaman sindikasi yang diageni oleh PT Bank Niaga Tbk. terdiri dari pinjaman untuk pembangunan
tambak udang serta fasilitasnya sebesar $AS64 juta dan modal kerja sebesar $AS16 juta, yang
diperoleh CPB pada tahun 1995 dan 1997. Atas pinjaman ini Perusahaan dan CPI memberikan
jaminan perusahaan (Catatan 23e).
Pada tahun 2000, CPB telah menandatangani Nota Kesepakatan (Memorandum of Understanding)
dengan para pemberi pinjaman termasuk dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Berdasarkan kesepakatan tersebut, jumlah hutang CPB pada tanggal 31 Maret 2000, sebesar
$AS95,5 juta (terdiri dari pokok pinjaman sebesar $AS80 juta serta bunga dan denda yang belum
dibayar sebesar $AS15,5 juta) direstrukturisasi menjadi $AS82,5 juta. CPB membukukan transaksi
restrukturisasi hutang tersebut berdasarkan PSAK No. 54, “Akuntansi Restrukturisasi Hutang-Piutang
Bermasalah”, dimana CPB tidak mengubah nilai tercatat hutang sebesar $AS95,5 juta karena jumlah
pembayaran kas di masa yang akan datang melebihi jumlah nilai tercatat hutang. Selisih antara nilai
tercatat hutang bunga dan denda pada saat restrukturisasi sebesar $AS95,5 juta dengan hutang
bunga dan denda yang telah dihitung kembali sebesar $AS82,5 juta adalah sebesar $AS13 juta.
Jumlah tersebut akan diamortisasi dengan selisih antara beban bunga berdasarkan tingkat bunga
yang berlaku dengan beban bunga berdasarkan tingkat bunga efektif pada setiap periode.
Rincian pinjaman sindikasi yang telah direstrukturisasi tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pinjaman sebesar $AS38,5 juta yang terdiri dari Tranche A sebesar $AS2,5 juta yang akan
dibayar dalam enam cicilan tengah tahunan yang berbeda jumlahnya sejak bulan Juni 2000 dan
Tranche B sebesar $AS36 juta yang akan dibayar dalam enam belas cicilan tengah tahunan yang
berbeda jumlahnya sejak bulan Juni 2001. Pada tanggal 31 Desember 2002, CPB telah melunasi
seluruh pinjaman tranche A.
b. Pinjaman sebesar $AS44 juta yang akan dikonversi menjadi Obligasi Konversi (Catatan 14).
Sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepakatan tersebut, pada bulan Februari 2001, CPB dan pemberi
pinjaman menandatangani Perjanjian Restrukturisasi Hutang yang diageni oleh PT Bank Niaga Tbk.
CPB diwajibkan untuk memenuhi beberapa persyaratan dan pembatasan serta harus meminta
persetujuan tertulis dari PT Bank Niaga Tbk untuk melaksanakan transaksi-transaksi sebagaimana
dinyatakan dalam perjanjian tersebut.
Pinjaman sindikasi ini dijamin dengan:
• piutang usaha, persediaan dan aktiva tetap (selain mesin dan peralatan yang dibeli dari Thaina
Trading Pte. Ltd., Singapura);
• penerimaan klaim dari seluruh asuransi;
• 8.680.000 saham CPB milik Splendid Eagle Corporation, British Virgin Islands;
• “Letter of Undertaking” dari CPB, Perusahaan, Charoen Pokphand Foods Public Company Ltd.,
Thailand dan Splendid Eagle Corporation, British Virgin Islands; dan
• jaminan perusahaan dari PT Central Pertiwi, CPI dan Perusahaan (Catatan 23e).
Pada bulan Februari 2001, CPB telah menerbitkan Obligasi Konversi kepada BPPN dengan jumlah
sebesar $AS44 juta. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pengalihan tanggal 29 November 2001,
BPPN telah mengalihkan hak-hak atas Obligasi Konversi kepada Lehman Brothers Opportunity Ltd.,
Mauritius (Catatan 14).
Saldo pinjaman sindikasi dari PT Bank Niaga Tbk. terdiri dari pokok pinjaman sebesar $AS27 juta
dan hutang bunga sebesar AS$2,1 juta pada tanggal 31 Desember 2003 dan pokok pinjaman
sebesar AS$30 juta dan hutang bunga sebesar AS$3,5 juta pada tanggal 31 Desember 2002.
38
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Bank Central Asia Tbk. (BCA)
Fasilitas Installment Loan - Rupiah
Pada tanggal 9 September 2002, CPI dan CPJF memperoleh pinjaman dari BCA dalam bentuk
fasilitas Installment loan dengan batas kredit maksimum sebesar Rp140 miliar (terdiri dari CPI Rp100
miliar dan CPJF Rp40 miliar). Jangka waktu pinjaman 3 tahun dengan masa tenggang (grace period)
selama 6 bulan sejak perjanjian kredit ditandatangani. Pinjaman ini terhutang dalam 10 kali angsuran
triwulanan dengan jumlah masing-masing angsuran sebesar Rp14 miliar (terdiri atas angsuran CPI
sebesar Rp10 miliar dan CPJF Rp4 miliar).
Fasilitas Installment Loan - Dolar Amerika Serikat
Berdasarkan surat dari BCA tanggal 2 Desember 2003, sebagian dari sisa pagu kredit maksimum
pinjaman berjangka (revolving loan) CPI, yakni sebesar $AS13.500.000 (atau setara Rp121,5 miliar)
dialihkan menjadi fasilitas Installment Loan. Sedangkan berdasarkan surat dari BCA tanggal
18 November 2003, fasilitas pinjaman berjangka CPJF seluruhnya telah dialihkan menjadi fasilitas
pinjaman Installment Loan dengan pagu kredit sebesar $AS6.500.000 (atau setara Rp58,5 miliar)
(Catatan 10). Fasilitas ini berjangka waktu 2 tahun dan diangsur tiap 6 bulan.
Fasilitas pinjaman dari BCA, termasuk pinjaman dalam bentuk fasilitas cerukan dan pinjaman
berjangka (revolving loan) (Catatan 10) dijamin dengan piutang, persediaan, ayam pembibit turunan
dan aktiva tetap tertentu milik CPI dan CPJF secara cross collateral (Catatan 5, 7, 8 dan 9). Jaminan
di atas juga digunakan untuk menjamin pinjaman yang diperoleh dari PT Bank Danamon
Indonesia Tbk dan PT Bank Ekonomi Raharja berdasarkan Security Sharing Agreement No. 45
tanggal 14 April 2003 dari notaris Fulgensius Jimmy Hardjo Lukito Tjhe, S.H. CPI memberikan
jaminan perusahaan untuk seluruh fasilitas pinjaman yang diperoleh CPJF dari BCA, PT Bank
Danamon Tbk. dan PT Bank Ekonomi Raharja (Catatan 23e).
CPI dan CPJF diwajibkan untuk memenuhi beberapa persyaratan dan mematuhi beberapa
pembatasan serta harus meminta persetujuan tertulis dari BCA untuk melaksanakan transaksitransaksi sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian pinjaman tersebut.
PT Bank DBS Indonesia (DBS Bank)
Pada tanggal 26 Juni 2003, CPI dan CPJF menandatangani perjanjian pinjaman dengan DBS Bank
sebesar Rp112,5 miliar yang seluruhnya dipergunakan untuk membayar pinjaman yang diperoleh dari
PT ING Indonesia Bank. Pinjaman ini terhutang dalam 10 kali angsuran triwulanan dengan jumlah
masing-masing angsuran sebesar Rp11,25 miliar sejak tanggal penandatanganan perjanjian.
Pinjaman ini dijamin dengan Irrevocable Standby Letter of Credit (SBLC) yang diterbitkan oleh ING
Bank N.V., Singapura dengan nilai 100% dari jumlah pinjaman yang diberikan (Catatan 23f).
CPI dan CPJF diwajibkan untuk meminta persetujuan tertulis dari DBS bank untuk melaksanakan
transaksi-transaksi sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian pinjaman tersebut.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon)
Pada tanggal 6 September 2002, CPI dan CPJF memperoleh pinjaman dari Danamon dalam bentuk
fasilitas kredit angsuran berjangka dengan batas kredit maksimum sebesar Rp70 miliar (terdiri dari
pagu kredit CPI sebesar Rp50 miliar dan CPJF sebesar Rp20 miliar). Jangka waktu pinjaman 3 tahun
dengan masa tenggang (grace period) selama 6 bulan sejak perjanjian kredit ditandatangani.
Pinjaman ini terhutang dalam 10 kali angsuran triwulanan dengan jumlah masing-masing angsuran
sebesar Rp7 miliar (terdiri dari angsuran CPI sebesar Rp5 miliar dan CPJF Rp2 miliar).
39
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon) (lanjutan)
Fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Danamon, termasuk pinjaman dalam bentuk fasilitas pinjaman
berjangka (revolving loan) (Catatan 10) dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas yang
diperoleh dari BCA dan PT Bank Ekonomi Raharja.
CPI dan CPJF diwajibkan untuk memenuhi beberapa persyaratan dan mematuhi beberapa
pembatasan serta harus meminta persetujuan tertulis dari Danamon untuk melaksanakan transaksitransaksi sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian pinjaman tersebut.
PT Bank Ekonomi Raharja (Bank Ekonomi)
Pada tanggal 8 April 2003, CPI dan CPJF menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman berjangka
waktu 3 tahun dengan Bank Ekonomi dengan pagu kredit maksimum sebesar Rp25 miliar (terdiri dari
pagu kredit CPI sebesar Rp18,75 miliar dan CPJF sebesar Rp6,25 miliar). Pinjaman ini memiliki
masa tenggang (grace period) selama 6 bulan sejak perjanjian pinjaman ditandatangani dan terhutang
dalam 10 kali angsuran triwulanan dengan jumlah masing-masing angsuran sebesar Rp2,5 miliar
(terdiri dari angsuran CPI sebesar Rp1,875 miliar dan CPJF sebesar Rp625 juta).
Fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Bank Ekonomi, termasuk pinjaman dalam bentuk fasilitas
pinjaman berjangka (revolving loan) (Catatan 10) dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas
yang diperoleh dari BCA dan Danamon.
CPI dan CPJF diwajibkan untuk memenuhi beberapa persyaratan dan mematuhi beberapa
pembatasan serta harus meminta persetujuan tertulis dari Bank Ekonomi untuk melaksanakan
transaksi-transaksi sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian pinjaman ini.
PT ING Indonesia Bank (ING Bank)
Pada tanggal 9 Oktober 2002, CPI dan CPJF memperoleh pinjaman dalam bentuk fasilitas pinjaman
berjangka dari ING Bank dengan batas maksimum kredit sebesar Rp135 miliar (terdiri atas CPI
sebesar Rp101,25 miliar dan CPJF sebesar Rp33,75 miliar).
Pada tanggal 26 Juni 2003, CPI dan CPJF memperoleh fasilitas pinjaman baru dari DBS Bank dimana
seluruh dana yang diterima telah dipergunakan untuk membayar pinjaman yang diperoleh dari ING
Bank.
Sehubungan dengan persyaratan dari kreditur untuk memenuhi rasio keuangan, pada tanggal
31 Desember 2003, CPI dan CPJF tidak dapat memenuhi rasio Earnings Before Interest, Tax,
Depreciation and Amortization (EBITDA) terhadap pembayaran bunga. Pada tanggal 23 Maret 2004,
manajemen CPI dan CPJF telah mengirimkan surat penjelasan tertulis dan meminta surat
pembebasan dari para kreditur (termasuk pada ING Bank N.V., Singapura - Catatan 23f) mengenai
pelanggaran rasio tersebut. Sampai dengan tanggal 29 Maret 2004, CPI dan CPJF belum
memperoleh jawaban tertulis dari para kreditur. Manajemen CPI dan CPJF mengharapkan para
kreditur akan menerbitkan surat pembebasan dan tidak meminta pelunasan segera atas seluruh saldo
pinjaman. Pada tahun 2003, kegiatan usaha CPI dan CPJF terpengaruh oleh berlebihnya pasokan
Day Old Chicks (DOC) di pasaran dan adanya wabah penyakit unggas. Namun demikian, sejak bulan
Desember 2003, CPJF telah mampu menanggulangi kematian ayamnya akibat wabah penyakit
unggas tersebut. Pada saat ini, harga jual DOC, ayam komersial dan pakan ternak serta tingkat
konsumsi produk peternakan secara bertahap telah mengalami perbaikan (Catatan 24). Oleh
karenanya, saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2003 disajikan sesuai dengan jadual
pembayaran yang tertera di dalam perjanjian pinjaman.
40
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
Pinjaman jangka panjang yang diageni oleh Banque Paribas, serta pinjaman ke BCA, DBS Bank,
Danamon, Bank Ekonomi dan ING Bank dibebani bunga tahunan sebagai berikut:
Dolar Amerika Serikat
Dalam negeri
Luar negeri
Yen Jepang
Rupiah
2003
2002
%
%
4,2 - 5,0
3,7 - 4,0
2,6
9,2 - 17,5
2,4 - 5,5
3,9 - 4,4
2,6 - 3,0
16,2 - 20,6
Thaina Trading Pte. Ltd., Singapura
Hutang kepada Thaina Trading Pte. Ltd., Singapura (TTPL) pada awalnya merupakan hutang
pembelian generator untuk pusat tenaga listrik milik CPB. Pada tanggal 23 April 2001, CPB dan TTPL
menandatangani Perjanjian Restrukturisasi. Sebagai salah satu syarat dan kondisi dari Perjanjian
Restrukturisasi Hutang dengan para pemberi pinjaman, CPB akan membayar sisa kewajiban kepada
TTPL sebesar $AS9,6 juta selama periode 30 Juni 2001 sampai dengan 30 Juni 2009 sejumlah
$AS500.000 setiap tengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 30 Juni dan 30 Desember, dan
pembayaran terakhir sejumlah $AS1,1 juta pada tanggal 30 Desember 2009. Jika CPB cidera janji
dalam memenuhi jadual pembayarannya, CPB harus mengembalikan peralatan tersebut. CPB tidak
boleh menjaminkan atau mentransfer kepemilikannya atas peralatan tersebut kepada pihak lain, jika
tidak, hutang tersebut akan menjadi jatuh tempo dan dapat diminta sewaktu-waktu. Sesuai dengan
Perjanjian Restrukturisasi, pada tanggal 30 Juni 2003, CPB melakukan pembayaran cicilan pinjaman
sejumlah $AS0,5 juta. Untuk pembayaran cicilan yang telah jatuh tempo pada tanggal 30 Desember
2003 sebesar AS$0,5 juta, telah dilunasi oleh CPB pada tanggal 30 Januari 2004.
14. HUTANG OBLIGASI
Akun ini merupakan:
2003
2002
Obligasi Konversi ($AS58.384.355 pada tahun 2003
dan $AS63.010.808 pada tahun 2002)
Obligasi CPI - setelah dikurangi biaya emisi
obligasi sebesar Rp8.835
494.224
563.317
491.165
-
Jumlah
985.389
563.317
Sesuai dengan persyaratan dan kondisi yang tercantum dalam Perjanjian Restrukturisasi Hutang
dengan para pemberi pinjaman, pada tahun 2001, CPB melakukan konversi pinjaman menjadi
Obligasi Konversi untuk pokok pinjaman sebesar $AS44 juta (Catatan 13) dan Obligasi Wajib
Konversi untuk pinjaman dari Perusahaan sebesar $AS39,3 juta. Adapun persyaratan dan kondisi
penting yang tercantum dalam perjanjian Obligasi Konversi dan perjanjian Obligasi Wajib Konversi
adalah sebagai berikut:
41
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
14. HUTANG OBLIGASI (lanjutan)
Obligasi Konversi
Pada tanggal 19 Februari 2001, CPB dan BPPN menandatangani Perjanjian Obligasi Konversi,
dimana CPB akan menerbitkan Obligasi Konversi (“Obligasi”) kepada BPPN dengan nilai keseluruhan
sebesar $AS44 juta, yang akan jatuh tempo pada tanggal 30 Desember 2005. Obligasi ini dapat
dilunasi oleh CPB sebesar harga penebusan (redemption price) jika pinjaman sindikasi yang diageni
oleh PT Bank Niaga Tbk. (Tranche A dan Tranche B) telah dilunasi secara penuh (Catatan 13). Jika
pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 30 Desember 2005, CPB tidak dapat menawarkan
sahamnya kepada masyarakat dengan alasan apapun dan CPB tidak dapat melunasi Obligasi
tersebut, maka CPB dapat menjadualkan kembali penawaran sahamnya kepada masyarakat secara
tahunan dan pemegang Obligasi mempunyai opsi untuk mengkonversi Obligasi yang dimilikinya
dengan saham milik CPB atau memperpanjang masa konversi Obligasi sampai dengan tanggal
30 Desember 2009. Jika Obligasi tersebut tidak dilunasi sampai dengan tanggal 30 Desember 2009,
maka pemegang Obligasi mempunyai opsi untuk mengambil alih seluruh aktiva yang dijaminkan atau
mengkonversi Obligasi menjadi saham milik CPB secara proporsional atau mengkonversi Obligasi
tersebut menjadi hutang jangka panjang tergantung hasil negosiasi yang akan dilakukan. Opsi milik
pemegang Obligasi hanya dapat dilaksanakan jika disetujui oleh mayoritas pemegang Obligasi.
Obligasi akan dikonversi ke saham CPB dengan nilai nominal saham sebesar Rp350 (Rupiah penuh)
per saham. Obligasi ini dikenakan bunga sebesar 0,5% per tahun yang dihitung dari pokok pinjaman
dikali dengan nilai penebusan (redemption value) pada setiap tanggal pembayaran bunga sebelumnya
dan akan dibayarkan secara tengah tahunan setiap tanggal 30 Juni dan 30 Desember. Penebusan
dapat dilakukan pada setiap tanggal pembayaran bunga atau dengan pemberitahuan tertulis yang
akan berlaku efektif tidak kurang dari 30 hari dan tidak lebih dari 90 hari sebelum tanggal penebusan,
dengan harga penebusan pada tanggal tersebut. Harga penebusan adalah pokok hutang dikalikan
dengan nilai penebusan (redemption value) pada tanggal tersebut, dimana nilainya akan terus
meningkat sampai tanggal jatuh tempo obligasi.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pengalihan tanggal 29 November 2001, BPPN telah mengalihkan
hak-hak atas tagihan dalam Akta Perjanjian Obligasi Konversi No. 32, yang dibuat di hadapan Saut
Hendrik Budi, S.H., pengganti Sugito Tedjamulja, S.H., kepada Lehman Brothers Opportunity Ltd.,
Mauritius (LBO).
Seperti yang dinyatakan dalam Perjanjian Obligasi Konversi, jaminan atas Obligasi adalah sama
dengan jaminan dalam Perjanjian Restrukturisasi Hutang yang diageni oleh PT Bank Niaga Tbk.
(Catatan 13).
CPB diwajibkan untuk memenuhi beberapa persyaratan dan mematuhi beberapa pembatasan serta
harus meminta persetujuan tertulis dari mayoritas pemegang Obligasi untuk melaksanakan transaksitransaksi sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian pinjaman tersebut.
Pada tanggal 15 Juli 2003, CPB dan LBO sepakat untuk mengubah Perjanjian Obligasi Konversi yang
berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2003, dengan pokok-pokok perubahan diantaranya:
•
•
Perubahan nilai penebusan obligasi konversi sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2009
menjadi sebesar 128,35%;
Nilai penebusan sebesar 128,35% tersebut merupakan dasar pengenaan bunga sebesar 0,5%
sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2009.
Restrukturisasi hutang obligasi konversi tersebut telah mengakibatkan jumlah pembayaran kas masa
depan lebih rendah dari nilai tercatat hutang. Oleh karenanya, CPB menyesuaikan nilai tercatat
hutangnya ke jumlah yang sama dengan jumlah pembayaran kas masa depan dan mengakui
keuntungan atas restrukturisasi sebesar Rp47,6 miliar, setelah dikurangi dengan pajak penghasilan
terkait sebesar Rp11,1 miliar, yang dicatat dalam akun “Pos Luar Biasa atas Keuntungan
Restrukturisasi Hutang Obligasi Konversi“ pada laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan.
42
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
14. HUTANG OBLIGASI (lanjutan)
Obligasi Konversi (lanjutan)
Saldo hutang obligasi konversi terdiri dari nilai penebusan obligasi konversi sebesar $AS56,5 juta dan
hutang bunga sebesar AS$1,9 juta pada tanggal 31 Desember 2003 dan nilai penebusan obligasi
konversi sebesar AS$56,5 juta dan hutang bunga sebesar AS$6,5 juta pada tanggal 31 Desember
2002.
Sehubungan dengan pembatasan melakukan investasi melebihi $AS0,5 juta yang dipersyaratkan
dalam perjanjian tersebut, pada tahun 2003, CPB telah melakukan investasi dalam bentuk
pengeluaran barang modal melebihi jumlah maksimum yang telah ditetapkan. Pada tanggal
29 Maret 2004, LBO telah memberikan pembebasan atas pelanggaran tersebut. Oleh karena itu, pada
tanggal 31 Desember 2003, Obligasi diklasifikasikan sesuai dengan jadual dalam perjanjian obligasi
konversi.
Obligasi Wajib Konversi
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dengan akta Notaris
Sutjipto, S.H., No. 14 tanggal 5 Oktober 2000, para pemegang saham Perusahaan telah menyetujui
untuk mengkonversi hutang CPB kepada Perusahaan sebesar $AS39,3 juta menjadi Obligasi Wajib
Konversi.
Pada tanggal 24 April 2001, Perusahaan dan CPB menandatangani perjanjian Obligasi Wajib
Konversi tersebut, dimana hutang CPB kepada Perusahaan akan dikonversi menjadi Obligasi Wajib
Konversi (OWK) dalam pecahan $AS1 juta, kecuali satu OWK dengan pecahan sebesar $AS266.527,
sehingga seluruhnya menjadi $AS39,3 juta. Saldo hutang dan beban bunga yang timbul sehubungan
dengan OWK telah dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasi Perusahaan.
OWK tersebut diterbitkan pada tanggal perjanjian dan dapat dilunasi oleh CPB pada harga penebusan
setelah seluruh kewajiban CPB dalam Perjanjian Restrukturisasi Hutang (Catatan 13) dan Perjanjian
Obligasi Konversi telah dilunasi. Seluruh OWK akan dikonversi menjadi saham CPB pada tanggal
atau sebelum tanggal 30 Desember 2005 atau dapat diperpanjang secara tahunan sampai dengan
tanggal 30 Desember 2009 jika CPB tidak dapat melaksanakan penawaran umum saham kepada
masyarakat dengan alasan apapun atau CPB dalam keadaan cidera janji, kecuali CPB telah
melakukan pembayaran untuk melunasi OWK tersebut. Pada tanggal jatuh tempo, saldo sisa pokok
dari OWK harus dikonversi menjadi saham CPB seperti yang telah ditentukan dalam perjanjian atau
dapat direstrukturisasi sesuai dengan persyaratan dan kondisi yang disepakati oleh semua pihak
termasuk pemberi pinjaman dan pemegang obligasi konversi. OWK akan dikonversi menjadi saham
berdasarkan nilai penebusan dikali dengan kurs tengah nilai tukar Rupiah dua hari sebelum tanggal
konversi, yang kemudian dibagi dengan nilai nominal saham sebesar Rp350 (Rupiah penuh)
per lembar. Bila tidak ada penambahan modal dari investor baru dan tidak ada Obligasi dan OWK
yang ditebus, dimana konversi dilakukan karena kondisi cidera janji atau tidak dapat melaksanakan
penawaran umum saham kepada masyarakat sampai dengan tanggal 30 Desember 2009, maka
konversi Obligasi dan OWK ke saham akan merubah struktur kepemilikan CPB menjadi: pemegang
Obligasi Konversi sebesar 65%, pemegang OWK sebesar 30% dan pemegang saham lama
sebesar 5%. Bila terdapat Obligasi Konversi dan OWK yang telah ditebus dan atau ada investor atau
pemegang saham lama melakukan penyetoran modal, maka struktur kepemilikan CPB akan
disesuaikan secara proposional. OWK dikenakan bunga tetap sebesar 0,5% per tahun dari harga
penebusan pada tanggal pembayaran bunga sebelumnya dan akan dibayarkan secara tengah
tahunan setiap tanggal 30 Juni dan 30 Desember. Pembayaran bunga tersebut baru dapat dilakukan
setelah hutang Tranche A dilunasi. Sedangkan pembayaran hutang bunga selama periode Tranche A
(2000 - 2002) baru dapat dilakukan setelah hutang Tranche B dilunasi.
Denda bunga sebesar 2% per tahun akan dikenakan jika CPB tidak membayar hutang bunga pada
saat jatuh tempo.
43
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
14. HUTANG OBLIGASI (lanjutan)
Obligasi CPI
Pada bulan Juli 2003, CPI menerbitkan obligasi dengan nilai nominal sebesar Rp500 miliar yang
terdiri dari pecahan Rp50 juta dan akan jatuh tempo seluruhnya pada bulan Juli 2008. CPI dapat
membeli kembali obligasi tersebut setelah satu tahun dari tanggal penerbitan. Obligasi tersebut
dikenakan tingkat bunga tetap sebesar 14% per tahun yang akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan.
Obligasi ini telah didaftarkan di Bursa Efek Surabaya efektif pada tanggal 7 Juli 2003.
Obligasi ini memperoleh peringkat idA- (Single A minus; Stable Outlook) berdasarkan peringkat dari
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dalam laporannya No. 279/PEF-Dir/V/2003 tanggal 21 Mei
2003.
Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, obligasi ini dijamin dengan hak tanggungan atas beberapa
bidang tanah dan bangunan serta benda-benda yang ada diatasnya yang dianggap sebagai benda
tetap dan fidusia atas piutang usaha, persediaan, dan ayam pembibit turunan dengan nilai
penjaminan seluruhnya sebesar 75% dari nilai pokok obligasi yang terhutang.
CPI diwajibkan untuk memenuhi beberapa persyaratan dan mematuhi beberapa pembatasan serta
harus meminta persetujuan tertulis dari wali amanat untuk melaksanakan transaksi-transaksi
sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian perwaliamanatan tersebut.
Sehubungan dengan persyaratan dari pemegang obligasi untuk memenuhi rasio keuangan, CPI tidak
dapat memenuhi rasio Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA)
terhadap beban bunga yang disesuaikan. Pada tanggal 23 Maret 2004, manajemen CPI telah
mengirimkan surat penjelasan tertulis dan meminta surat pembebasan dari para pemegang obligasi
melalui wali amanat sehubungan dengan pelanggaran rasio tersebut. Sampai dengan tanggal
29 Maret 2004, CPI belum memperoleh jawaban tertulis dari para pemegang obligasi melalui wali
amanat. Manajemen CPI mengharapkan para pemegang obligasi melalui wali amanat setuju untuk
menerbitkan surat pembebasan dan tidak meminta pelunasan segera atas seluruh saldo hutang
obligasi. Catatan 13 menjelaskan pertimbangan-pertimbangan dari pengaruh berlebihnya pasokan
DOC, wabah penyakit unggas, penanggulangan yang dilakukan oleh CPJF dan peningkatan secara
bertahap dalam tingkat konsumsi. Oleh karenanya, saldo hutang obligasi pada tanggal 31 Desember
2003 disajikan sebagai kewajiban jangka panjang.
15. MODAL SAHAM
Rincian pemegang saham Perusahaan dan persentase pemilikannya pada tanggal 31 Desember 2003
dan 2002 adalah sebagai berikut:
2003
Pemegang Saham
Jumlah Saham
Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Persentase
Pemilikan
Jumlah
270.567.824
70.519.808
59.256.832
41.757.556
26,21
6,83
5,74
4,05
135.284
35.260
29.628
20.879
73.993.980
7,17
36.997
516.096.000
50,00
258.048
Saham Seri A nilai nominal Rp500
(Rupiah penuh) per saham
PT Surya Hidup Satwa Tbk.
PT Persada Saribahari
Causeway Development Ltd., Hong Kong
Royal Bank of Canada (Asia) Ltd., Singapura
Lain-lain (pemilikan masing-masing
di bawah 5%)
44
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
15. MODAL SAHAM (lanjutan)
2003
Pemegang Saham
Jumlah Saham
Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Persentase
Pemilikan
Jumlah
293.159.569
106.666.667
92.385.364
28,40
10,33
8,95
109.935
40.000
34.644
23.884.400
2,32
8.957
516.096.000
50,00
193.536
1.032.192.000
100,00
451.584
Saham Seri B nilai nominal Rp375
(Rupiah penuh) per saham
Regent Central International Ltd., British
Virgin Islands
PT Surya Hidup Satwa Tbk.
Royal Bank of Canada (Asia) Ltd., Singapura
Lain-lain (pemilikan masing-masing
di bawah 5%)
Jumlah
2002
Pemegang Saham
Jumlah Saham
Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Persentase
Pemilikan
Jumlah
270.567.824
70.519.808
59.256.832
26,21
6,83
5,74
135.284
35.260
29.628
115.751.536
11,22
57.876
516.096.000
50,00
258.048
293.159.569
28,40
109.935
106.666.667
10,33
40.000
116.269.764
11,27
43.601
516.096.000
50,00
193.536
1.032.192.000
100,00
451.584
Saham Seri A nilai nominal Rp500
(Rupiah penuh) per saham
PT Surya Hidup Satwa Tbk.
PT Persada Saribahari
Causeway Development Ltd., Hong Kong
Lain-lain (pemilikan masing-masing
di bawah 5%)
Saham Seri B nilai nominal Rp375
(Rupiah penuh) per saham
Regent Central International Ltd, British
Virgin Islands
PT Surya Hidup Satwa Tbk.
Lain-lain (pemilikan masing-masing
di bawah 5%)
Jumlah
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 17 April 2002,
yang telah diaktakan dengan akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 54 pada tanggal yang sama, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk meningkatkan modal dasar Perusahaan
menjadi sebesar Rp650 miliar yang terbagi atas 1,5 miliar saham, yang terdiri dari: (i) 700 juta saham
Seri A dengan nilai nominal Rp500 (Rupiah penuh) per saham atau dengan jumlah seluruhnya
sebesar Rp350 miliar dan (ii) 800 juta saham Seri B dengan nilai nominal Rp375 (Rupiah penuh) per
saham atau dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp300 miliar. Saham seri B memberikan hak yang
sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham seri A, termasuk tetapi tidak terbatas pada hak
suara, hak dalam pembagian dividen dan hak dalam likuidasi. Akta notaris ini telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. C-07004 HT.01.04.TH.2002
tanggal 24 April 2002.
45
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
15. MODAL SAHAM (lanjutan)
Pada tanggal 8 Mei 2002, Perusahaan menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Badan
Pengawas Pasar Modal (Bapepam) sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas IV dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue). Pada tanggal 4 Juni 2002, Perusahaan telah
memperoleh surat pemberitahuan efektifnya pernyataan pendaftaran tersebut dalam surat Ketua
Bapepam No. S-1153/PM/2002.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan yang diadakan pada tanggal 6 Juni
2002 yang diaktakan dengan akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 6 pada tanggal yang sama, para
pemegang saham Perusahaan menyetujui Rights Issue atas sejumlah 516.096.000 saham
Perusahaan seri B dengan nilai nominal Rp375 (Rupiah penuh) per saham dimana setiap pemilik
1 (satu) saham seri A mempunyai hak untuk membeli 1 (satu) saham seri B dengan harga Rp375
(Rupiah penuh) per saham.
Sehubungan dengan Rights Issue tersebut, SHS hanya mengambil sebagian haknya dengan
mengkapitalisasi piutang dari Perusahaan sejumlah Rp40 miliar atau sejumlah 106.666.667 saham.
Regent Central International Limited, British Virgin Islands, yang bertindak sebagai pembeli siaga
telah mengambil seluruh sisa saham yang tidak diambil bagian oleh para pemegang saham
Perusahaan dalam Rights Issue, yaitu sejumlah 293.159.569 saham atau senilai Rp109,9 miliar.
16. INFORMASI SEGMEN
Perusahaan dan Anak perusahaan mengelompokkan pelaporan segmen berdasarkan segmen usaha
sebagai segmen primer dan segmen geografis berdasarkan lokasi pemasaran sebagai segmen
sekunder. Segmen usaha dibagi menurut jenis produk yaitu pakan, anak ayam usia sehari komersial
(day-old chicks - DOC), pertambakan udang terpadu dan segmen usaha lainnya. Segmen geografis
terdiri dari dalam negeri dan luar negeri. Informasi yang menyangkut segmen usaha dan segmen
geografis Perusahaan dan Anak perusahaan adalah sebagai berikut:
2003
Pakan 1)
DOC
Pertambakan
Udang
Terpadu2)
Informasi Segmen Usaha
(Primer)
Penjualan segmen
Penjualan eksternal
Penjualan antar segmen
4.514.171
149.405
812.220
1.085
1.160.138
534
211.438
8.983
(160.007)
6.697.967
-
Jumlah penjualan segmen
4.663.576
813.305
1.160.672
220.421
(160.007)
6.697.967
Hasil segmen
156.772
(3.488)
(92.120)
Usaha
Lainnya3)
15.329
Eliminasi
-
Konsolidasi
76.493
Beban yang tidak dapat
dialokasi
50.831
Laba usaha
25.662
Aktiva segmen
Aktiva yang tidak dialokasikan
1.992.046
845.690
1.191.428
185.575
(99.741 )
Jumlah aktiva konsolidasi
Kewajiban segmen
Kewajiban yang tidak dialokasikan
4.114.998
398.219
4.513.217
421.264
197.423
125.687
Jumlah kewajiban konsolidasi
16.476
(82.804 )
678.046
2.625.897
3.303.943
46
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
16. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
2003
Pakan 1)
DOC
Pertambakan
Udang
Terpadu2)
151.992
47.398
115.807
234.777
24.746
158.229
7.431
9.159
-
299.976
449.563
1.099
147
60.350
71
-
61.667
Informasi Segmen Geografis
(Sekunder)
Penjualan dalam negeri
Penjualan luar negeri
4.657.654
5.922
813.305
-
496.974
663.698
203.073
17.348
(160.007)
-
6.010.999
686.968
Jumlah penjualan segmen
4.663.576
813.305
1.160.672
220.421
(160.007)
6.697.967
Pengeluaran barang modal
Penyusutan dan amortisasi
Beban non kas selain penyusutan
dan amortisasi
Usaha
Lainnya3)
Eliminasi
Konsolidasi
2002
Pakan 1)
DOC
Pertambakan
Udang
Terpadu2)
Informasi Segmen Usaha
(Primer)
Penjualan segmen
Penjualan eksternal
Penjualan antar segmen
3.928.202
367.834
871.364
7.572
1.038.992
5.090
279.455
1.711
(382.207)
6.118.013
-
Jumlah penjualan segmen
4.296.036
878.936
1.044.082
281.166
(382.207)
6.118.013
260.877
110.053
57.171
25.371
Hasil segmen
Usaha
Lainnya3)
Eliminasi
8.864
Beban yang tidak dapat
dialokasi
Aktiva segmen
Investasi dalam perusahaan
asosiasi dengan metode
ekuitas
Aktiva yang tidak dialokasikan
431.099
-
-
(6.878)
-
-
1.692.503
758.383
982.710
153.621
(93.319)
-
-
45.796
-
-
3.493.898
3.923.672
432.612
175.174
80.455
17.320
(118.829)
Jumlah kewajiban konsolidasi
Pengeluaran barang modal
Penyusutan dan amortisasi
Beban non kas selain penyusutan
dan amortisasi
(6.878 )
45.796
383.978
Jumlah aktiva konsolidasi
Kewajiban segmen
Kewajiban yang tidak dialokasikan
462.336
31.237
Laba usaha
Bagian atas rugi bersih
perusahaan asosiasi
Konsolidasi
586.732
2.329.349
2.916.081
113.397
34.918
66.442
235.612
12.743
50.053
32.894
16.143
78
5.407
35.379
-
47
(742)
-
225.476
335.984
40.864
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
16. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
2002
Pakan 1)
DOC
Pertambakan
Udang
Terpadu2)
Informasi Segmen Geografis
(Sekunder)
Penjualan dalam negeri
Penjualan luar negeri
4.287.613
8.423
878.936
-
422.246
621.836
265.077
16.089
(382.207)
-
5.471.665
646.348
Jumlah penjualan segmen
4.296.036
878.936
1.044.082
281.166
(382.207)
6.118.013
1)
2)
3)
Usaha
Lainnya3)
Eliminasi
Konsolidasi
Pakan terdiri dari pakan ternak, pakan ikan, pakan udang dan pakan lainnya.
Pertambakan udang terpadu terdiri dari udang beku, benur, obat-obatan, bahan-bahan kimia dan tambak.
Segmen usaha lainnya terdiri dari ayam komersial, ayam olahan dan peralatan peternakan.
Sehubungan dengan PSAK (revisi) No. 5 tentang “Pelaporan Segmen“ dan peraturan Bapepam
mengenai Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan, Perusahaan dan Anak
perusahaan tidak dapat menyajikan informasi segmen aktiva dan pengeluaran barang modal menurut
segmen geografis karena belum tersedianya informasi tersebut secara lengkap.
17. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
2003
2002
Pemakaian bahan baku
Upah buruh langsung
Beban pabrikasi dan deplesi
4.877.460
54.917
942.491
4.392.707
39.227
721.586
Jumlah biaya produksi
Persediaan barang dalam proses
Awal tahun
Akhir tahun
5.874.868
5.153.520
Beban pokok produksi
Persediaan barang jadi
Awal tahun
Pembelian
Akhir tahun
5.885.530
Beban Pokok Penjualan
5.903.594
5.074.690
2003
2002
44.242
42.737
27.265
44.486
89.653
(78.991)
171.315
(153.251)
60.323
(89.653)
5.124.190
121.102
713
(171.315)
18. BEBAN USAHA
Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
Beban Penjualan
Pengangkutan
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan
48
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
18. BEBAN USAHA (lanjutan)
2003
2002
18.110
9.401
8.785
27.996
6.801
10.099
16.931
26.140
Jumlah
151.271
131.722
Beban Umum dan Administrasi
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan (Catatan 21)
Royalti (Catatan 6c dan 23a)
Penyisihan piutang ragu-ragu
Transportasi dan perjalanan dinas
Bonus, honorarium dan gratifikasi
Penyusutan (Catatan 9a)
Honorarium tenaga ahli (Catatan 23d)
Perbaikan dan pemeliharaan
Pajak, denda dan perizinan
Asuransi
Perlengkapan kantor, alat tulis dan fotokopi
Sumbangan, hadiah dan retribusi
Lain-lain
228.354
85.036
57.604
41.878
36.834
32.108
23.869
13.978
12.984
11.937
11.160
10.465
51.233
152.292
77.953
34.682
31.325
61.532
12.053
20.025
10.088
14.491
12.324
8.700
8.100
36.937
Jumlah
617.440
480.502
Jumlah Beban Usaha
768.711
612.224
2003
2002
Beban Penjualan (lanjutan)
Penyusutan (Catatan 9a)
Transportasi dan perjalanan dinas
Insentif penjualan, promosi dan iklan
Lain-lain
19. LABA SELISIH KURS - BERSIH
Akun ini merupakan laba (rugi) selisih kurs yang timbul dari:
Pinjaman jangka panjang
Instrumen derivatif - bersih
Kas dan setara kas
Lain-lain - bersih
61.163
1.048
(4.112)
26.642
329.791
(75.331)
(55.773)
24.237
Jumlah
84.741
222.924
Rugi selisih kurs instrumen derivatif berasal dari beberapa kontrak valuta asing berjangka Anak
perusahaan tertentu dengan Citibank N.A. yang seluruhnya telah jatuh tempo pada tanggal laporan
keuangan konsolidasi.
Laba selisih kurs lain-lain terutama timbul dari selisih kurs - bersih atas piutang usaha dan hutang
usaha dalam mata uang asing milik Perusahaan dan Anak perusahaan.
49
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
20. BEBAN KEUANGAN
Akun ini terdiri dari:
2003
2002
Beban bunga pinjaman dan hutang obligasi
Beban provisi dan administrasi bank
Sewa guna usaha
Hutang pihak hubungan istimewa (Catatan 6c)
162.110
6.342
1.285
-
125.292
14.718
1.565
3.820
Jumlah
169.737
145.395
21. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS MANFAAT KARYAWAN
Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, Perusahaan dan Anak perusahaan mencatat kewajiban
diestimasi atas manfaat karyawan berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh PT Watson Wyatt
Purbajaga, aktuaris independen, masing-masing berdasarkan laporannya tanggal 23 Maret 2004 dan
27 Februari 2003 dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit“. Berikut adalah asumsiasumsi penting yang digunakan dalam laporan-laporan aktuaris independen tersebut :
Tingkat bunga diskonto
Tingkat kenaikan gaji (upah)
Usia pensiun
Tingkat kematian
:
:
:
:
11% per tahun
10% per tahun
55 tahun
tabel CSO-1980 yang dimodifikasi
Berikut adalah mutasi kewajiban diestimasi atas manfaat karyawan tersebut:
2003
2002
Saldo awal
Penyisihan tahun berjalan
41.004
50.602
23.211
21.592
Jumlah
Dikurangi pembayaran tahun berjalan
91.606
8.081
44.803
3.799
Saldo akhir
83.525
41.004
22. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Desember 2003, Perusahaan dan Anak perusahaan memiliki aktiva dan kewajiban
moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:
Setara dengan
Jutaan Rupiah
Aktiva
Kas dan setara kas ($AS7.726.594)
Piutang usaha ($AS9.902.712 dan MYR205.159)
Lain-lain ($AS67.301 dan $Sin960)
Jumlah
65.406
84.283
575
150.264
50
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
22. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING (lanjutan)
Setara dengan
Jutaan Rupiah
Kewajiban
Hutang Bank Jangka Pendek ($AS12.098.565)
Hutang usaha ($AS23.674.285 dan EUR40.273)
Pinjaman jangka panjang ($AS96.588.852 dan JPY2.396.130.000)
Hutang obligasi ($AS58.384.355)
Lain-lain ($AS412.928 dan EUR4.010)
102.414
200.831
1.007.321
494.224
3.538
Jumlah
1.808.328
Kewajiban bersih
1.658.064
Perbandingan kurs mata uang asing terhadap Rupiah pada tanggal 31 Desember 2003 dan 29 Maret
2004 adalah sebagai berikut:
29 Maret 2004
31 Desember 2003
EUR 1
$AS1
$Sin1
MYR1
JPY1
10.403
8.607
5.094
2.265
82
10.643
8.465
4.977
2.228
79
Jika kewajiban moneter bersih dalam mata uang asing Perusahaan dan Anak perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2003 dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tengah pada
tanggal 29 Maret 2004, maka kewajiban bersih akan meningkat sekitar Rp30,2 miliar.
23. PERJANJIAN-PERJANJIAN SIGNIFIKAN DAN KEWAJIBAN KONTINJENSI
a. Perjanjian-perjanjian Lisensi
1. Pada tanggal 1 Januari 1990 dan 1991, Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu (para
pihak) mengadakan perjanjian-perjanjian lisensi dengan CPG. Berdasarkan perjanjian ini,
para pihak diberi hak untuk memproduksi dan menjual produk yang dihasilkan dengan
menggunakan merek dagang tertentu serta mendapat informasi mengenai pemasaran, riset
dan pengembangan untuk produk yang bersangkutan. Perjanjian ini berlaku untuk jangka
waktu lima tahun dan dapat diperpanjang untuk lima tahun berikutnya atas persetujuan kedua
belah pihak. Sebagai imbalannya, para pihak setuju untuk membayar royalti kepada CPG
sebesar persentase tertentu dari penjualan bersih, yang besarnya dapat ditinjau kembali dari
waktu ke waktu, yaitu masing-masing sebesar 3% untuk pakan udang, 2% untuk anak ayam
usia sehari komersial dan anak ayam pembibit turunan, serta 1% untuk produk lainnya.
Pada tanggal 29 Desember 2003, CPG menandatangani perjanjian Intellectual Proprietary
Rights Assignment Agreement dengan CPIGCL dimana berdasarkan perjanjian ini, CPG
mengalihkan semua hak lisensi yang dimilikinya kepada CPIGCL. Sebagai pemegang hak
lisensi yang baru, pada tanggal yang sama, CPIGCL juga menandatangani perjanjian
Novation Agreement dan Agreement on the Assignment of Receivable untuk mengambil alih
semua hak dan kewajiban CPG berdasarkan perjanjian-perjanjian lisensi dengan Perusahaan
dan Anak perusahaan tertentu. Oleh karena itu, pada tanggal 31 Desember 2003, hutang
Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu kepada CPG sebesar Rp173,7 miliar dialihkan
kepada CPIGCL. Hutang ini disajikan dalam akun “Hutang Pihak Hubungan Istimewa”.
51
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
23. PERJANJIAN-PERJANJIAN SIGNIFIKAN DAN KEWAJIBAN KONTINJENSI (lanjutan)
a. Perjanjian-perjanjian Lisensi (lanjutan)
Seperti diungkapkan pada Catatan 13, para pihak setuju dengan pihak kreditur untuk
membatasi pembayaran royalti secara tunai hanya sebesar 0,1% dari penjualan bersih
sampai dengan tanggal 31 Desember 2001 dan sebesar 0,5% dari penjualan bersih sejak
tanggal 1 Januari 2002 dan selanjutnya dapat dibayarkan secara penuh untuk tahun berjalan
jika pembayaran hutang telah mencapai 50% dari saldo pinjaman berdasarkan perjanjian
restrukturisasi tambahan tanggal 25 Juli 2003. Pembayaran royalti yang tertunda baru dapat
dibayar setelah saldo pinjaman dilunasi. Pada tahun 2003 dan 2002, Perusahaan dan Anak
perusahaan tertentu melakukan pembayaran royalti kepada CPG masing-masing sebesar
Rp12,7 miliar dan Rp40,6 miliar. Royalti yang dibebankan pada usaha berjumlah Rp66,57
miliar dan Rp63,6 miliar pada tahun 2003 dan 2002 disajikan dalam akun “Beban Umum dan
Administrasi”.
2. Pada tanggal 18 April 1995, CPB mengadakan perjanjian lisensi dengan CPIGCL.
Berdasarkan perjanjian ini, CPB diberi hak untuk memproduksi dan menjual produk dengan
menggunakan informasi dan teknologi yang diperoleh dari CPIGCL. Perjanjian ini berlaku
untuk jangka waktu lima tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu lima tahun
berikutnya, kecuali terdapat pembatalan dari salah satu pihak. Sejak tahun 1998, perjanjian
ini telah diubah secara tahunan, dimana CPIGCL setuju untuk tidak membebankan royalti
kepada CPB, kecuali beban upfront sebesar $AS5 juta yang akan terhutang jika CPB
mencapai jumlah laba tertentu sebelum dikurangi dengan beban upfront, beban bunga dan
beban pajak. Berdasarkan Perubahan Perjanjian Lisensi terakhir, CPIGCL membebankan
royalti yang terhutang setiap triwulan masing-masing sebesar 3% dari penjualan bersih pakan
udang, $AS35 per ton untuk setiap proses udang beku, 3% dari penjualan bersih tambak, Rp2
(Rupiah penuh) per benur dari penjualan bersih benur, listrik sebesar Rp5 (Rupiah penuh) per
KWH dari hasil produksi listrik, dan beban upfront sebesar $AS5 juta yang akan terhutang jika
CPB mencapai jumlah laba tertentu sebelum dikurangi dengan beban upfront, beban bunga
dan beban pajak penghasilan. Beban royalti pada tahun 2003 dan 2002 masing-masing
adalah sebesar Rp16,8 miliar dan Rp12,8 miliar. Pada tahun 2003 dan 2002, CPB tidak
mencatat beban upfront karena CPB tidak mencapai laba sebagaimana disyaratkan dalam
perjanjian ini. Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, beban royalti yang terhutang
sebesar Rp21,7 miliar dan Rp8,2 miliar disajikan dalam akun “Hutang Pihak Hubungan
Istimewa”. Pada tanggal 10 Desember 2003, CPIGCL menyetujui penangguhan pembayaran
royalti tahun 2003 dan 2002 sampai dengan tanggal 31 Desember 2004.
3. Pada tanggal 18 September 1996, CPB mengadakan perjanjian lisensi dengan CPSEC.
Berdasarkan perjanjian ini, CPB diberi hak untuk menggunakan informasi tertentu
sehubungan dengan pemasaran produk-produknya di luar negeri. Perjanjian ini berlaku untuk
jangka waktu lima tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu lima tahun berikutnya,
kecuali terdapat pembatalan dari salah satu pihak. Sejak tahun 1998, perjanjian ini telah
diubah secara tahunan dimana CPSEC setuju untuk tidak membebankan royalti kepada CPB
sampai dengan tahun 2001. Berdasarkan Perubahan Perjanjian Lisensi terakhir, CPSEC
membebankan royalti yang terhutang setiap triwulan sebesar 0,25% dari penjualan ekspor
bersih. Jumlah royalti yang dibebankan pada tahun 2003 dan 2002 masing-masing sebesar
Rp1,7 miliar dan Rp1,5 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, beban royalti yang
terhutang masing-masing sebesar Rp2,6 miliar dan Rp1,3 miliar disajikan dalam akun
“Hutang Pihak Hubungan Istimewa”. Pada tanggal 10 Desember 2003, CPSEC menyetujui
penangguhan pembayaran royalti tahun 2003 dan 2002 sampai dengan tanggal 31 Desember
2004.
52
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
23. PERJANJIAN-PERJANJIAN SIGNIFIKAN DAN KEWAJIBAN KONTINJENSI (lanjutan)
b. Perjanjian Kerjasama dengan Plasma
CPB mengadakan perjanjian kerjasama dengan para plasma yang membeli dan mengelola
tambak udang dalam kawasan proyek tambak udang terpadu yang dibangun oleh CPB.
Berdasarkan perjanjian ini, CPB akan membantu plasma dengan cara:
•
•
Melakukan koordinasi dengan pihak pemberi pinjaman (Catatan 23c) sehingga plasma dapat
memperoleh fasilitas kredit investasi dan modal kerja; dan
Membantu kebutuhan operasional plasma.
Sebaliknya, plasma mempunyai komitmen untuk menjual seluruh hasil panennya kepada CPB.
Piutang CPB dari plasma merupakan pembiayaan terlebih dahulu oleh CPB untuk biaya hidup,
tambahan biaya hidup dan pembayaran cicilan kredit pinjaman plasma kepada pemberi pinjaman
berjumlah Rp36,4 miliar dan Rp40,4 miliar masing-masing pada tanggal 31 Desember 2003 dan
2002 dan dibukukan dalam akun “Piutang Lain-lain - pihak ketiga”.
c. Perjanjian Kerjasama dengan Para Pemberi Pinjaman
Untuk membiayai kebutuhan kredit investasi dan modal kerja plasma, CPB mengadakan
perjanjian kerjasama dengan pemberi pinjaman yang akan memberikan pinjaman kepada plasma
dengan rincian sebagai berikut:
Kreditur
Jumlah Plasma
Jumlah Fasilitas
PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (BII)
PT Bank Niaga Tbk. (BN)
PT Bahana Arta Ventura (BAV)
BPPN (eks PT Bank Ficorinvest Tbk.)
2.200
840
400
200
319.000
121.800
58.000
29.000
Jumlah
3.640
527.800
Berdasarkan perjanjian kerjasama tersebut antara lain ditetapkan bahwa CPB wajib mengatur
penggunaan dana hasil penjualan udang oleh plasma (Catatan 23b) untuk menjamin
penyelesaian semua kewajiban plasma kepada pemberi pinjaman. CPB dan plasma diwajibkan
untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang tercantum dalam perjanjian tersebut. Seperti
dinyatakan dalam perjanjian, jika perjanjian kerjasama CPB dengan plasma dihentikan karena
alasan apapun atau plasma dalam keadaan “default”, CPB diwajibkan melaksanakan “jaminan
pembelian kembali” (buy back guarantee) kepada pemberi pinjaman berdasarkan formula tertentu
yang ditetapkan dalam perjanjian atau minimal sebesar saldo hutang plasma. CPB mencatat
beban jaminan pembelian kembali yang dibebankan pada usaha tahun berjalan dalam akun
“Beban Umum dan Administrasi”. sebesar Rp3,8 miliar dan Rp1,2 miliar masing-masing pada
tahun 2003 dan 2002. Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, jumlah hutang yang timbul
atas jaminan pembelian kembali sebesar Rp12,1 miliar dan Rp8,2 miliar disajikan sebagai bagian
dalam akun “Hutang Lain-lain - pihak Ketiga” pada neraca konsolidasi.
PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (BII)
Pada tanggal 30 September 2002, CPB telah memperoleh persetujuan dari BII atas restrukturisasi
ulang saldo pinjaman 1.851 plasma. Berdasarkan hasil restrukturisasi tersebut, jangka waktu
pinjaman sampai dengan tahun 2012, dan dapat diperpanjang lagi sesuai dengan hasil
peninjauan kondisi plasma pada saat itu. Perjanjian restrukturisasi ini juga antara lain memuat
rincian jangka waktu pinjaman, syarat-syarat pelunasan, serta prioritas penggunaan hasil panen
plasma.
53
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
23. PERJANJIAN-PERJANJIAN SIGNIFIKAN DAN KEWAJIBAN KONTINJENSI (lanjutan)
PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (BII) (lanjutan)
CPB juga diwajibkan untuk melakukan pembayaran terlebih dahulu atas kewajiban cicilan pokok
plasma yang telah jatuh tempo apabila hasil panen plasma tidak mencukupi dan melaksanakan
pembelian kembali (buy back) atas tambak-tambak yang ditinggalkan atau menggantikan dengan
plasma baru.
PT Bank Niaga Tbk. (BN)
Pada tanggal 21 September 2001, CPB telah memperoleh persetujuan dari BN atas
restrukturisasi hutang plasma sebesar Rp86,7 miliar. Pinjaman tersebut dapat dilunasi sejak
1 Februari 2001 sampai dengan tanggal 30 Desember 2014. Perjanjian restrukturisasi ini juga
antara lain memuat rincian jangka waktu pinjaman, syarat-syarat pelunasan, serta prioritas
penggunaan hasil panen plasma.
CPB diwajibkan untuk melakukan pembayaran terlebih dahulu atas kewajiban bunga plasma yang
telah jatuh tempo minimum 6% apabila hasil panen plasma tidak mencukupi dan CPB juga
diwajibkan melaksanakan pembelian kembali atas tambak yang ditinggalkan dengan harga
minimal sama dengan seluruh sisa kewajiban plasma kepada BN atau menggantikan dengan
plasma baru.
Sementara pinjaman dari BAV dan BPPN (eks PT Bank Ficorinvest Tbk.) sejumlah Rp37 miliar
pada tahun 2003 (tidak diaudit) masih dalam proses restrukturisasi.
d. Perjanjian Penggunaan Perangkat Lunak
Pada tanggal 2 September 2002, Perusahaan dan Anak perusahaan telah menandatangani
perjanjian bersyarat (conditional agreement) dengan Infotech Vision Co. Ltd., Thailand (IFT),
pihak hubungan istimewa, sehubungan dengan penggunaan “MySAP.com” dan “CP GroupPeopleSoft Human Resource Management System” (PeopleSoft). Perjanjian antara Perusahaan
dan Anak perusahaan dengan IFT berlaku efektif sejak tanggal 18 Oktober 2002. Pada tahun
2003 dan 2002, beban penggunaan perangkat lunak sehubungan dengan perjanjian ini masingmasing sebesar Rp4,88 miliar dan Rp760,41 juta disajikan sebagai bagian dari “Beban Umum
dan Administrasi” pada laporan laba rugi konsolidasi.
e. Jaminan Perusahaan
1. Perusahaan dan CPI memberikan jaminan perusahaan atas pinjaman sindikasi CPB yang
diageni oleh PT Bank Niaga Tbk. (Catatan 13) masing-masing sebesar $AS15,1 juta (sebesar
persentase kepemilikan saham Perusahaan pada CPB pada tanggal 14 Maret 1997 yakni
72% dari $AS21 juta) dan $AS18,3 juta (sebesar persentase kepemilikan saham CPI pada
CPB pada tanggal 8 Agustus 1995 yakni 31% dari $AS59 juta). Pada bulan Februari 2001,
pinjaman CPB telah direstrukturisasi dan berdasarkan Perjanjian Restrukturisasi Hutang
antara CPB dengan para pemberi pinjaman, jaminan perusahaan yang diberikan oleh
Perusahaan dan CPI tersebut masih berlaku.
2. CPI memberikan jaminan perusahaan untuk seluruh fasilitas pinjaman yang diperoleh CPJF
dari PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Danamon Tbk. dan PT Bank Ekonomi Raharja
(Catatan 10 dan 13) sebagaimana dinyatakan dalam akta Corporate Guarantee No. 46
tanggal 14 April 2003 yang dibuat dihadapan notaris Fulgensius Jimmy Hardjo Lukito
Tjhe, S.H.
54
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
23. PERJANJIAN-PERJANJIAN SIGNIFIKAN DAN KEWAJIBAN KONTINJENSI (lanjutan)
f.
Perjanjian Fasilitas Irrevocable Standby Letter of Credit
Pada tanggal 4 Juni 2003, CPI dan CPJF memperoleh fasilitas pinjaman dari ING Bank N.V.,
Singapura berupa penerbitan Irrevocable Standby Letter of Credit (SBLC) senilai Rp112,5 miliar.
SBLC ini digunakan sebagai jaminan atas hutang CPI dan CPJF kepada PT Bank DBS Indonesia.
SBLC ini dijamin dengan piutang, persediaan, ayam pembibit turunan dan aktiva tetap tertentu
milik CPI dan CPJF (Catatan 5, 7, 8 dan 9). Selain itu, CPI dan CPJF juga harus mematuhi
beberapa pembatasan sebagaimana dirinci dalam perjanjian SBLC tersebut.
g. Kontinjensi
Pada bulan Desember 2003, pihak kepolisian telah melakukan penyidikan kepada salah seorang
direktur CPI sehubungan dengan dugaan tindak pindana korupsi atas subsidisi pemerintah atas
pembelian impor bungkil kacang kedelai untuk pakan ternak yang dilakukan oleh CPI dari Badan
Urusan Logistik (BULOG) pada tahun 1998. Didasarkan pada pendapat konsultan hukum
independen yang dinyatakan dalam surat tertanggal 17 Maret 2004, manajemen CPI berpendapat
bahwa semua kontrak perdata atau perjanjian yang terkait dengan masalah impor bungkil kacang
kedelai oleh BULOG telah dipenuhi oleh CPI dan sampai dengan tanggal diterbitkannya surat
konsultan hukum independen tersebut, tidak ada tuntutan perdata terhadap CPI berkaitan dengan
transaksi tersebut.
24. KONDISI EKONOMI
Kondisi ekonomi Indonesia masih terus dipengaruhi oleh ketidakpastian keadaan sosial dan politik di
dalam negeri, walaupun secara makro telah terjadi perkembangan positif terhadap beberapa indikator
ekonomi utama, seperti peningkatan kegiatan ekonomi, perbaikan likuiditas, penurunan tingkat bunga
dan tingkat inflasi dan relatif stabilnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.
Sejak bulan Agustus 2003, industri peternakan unggas mengalami gangguan dengan mewabahnya
penyakit unggas berupa penyakit tetelo (Newcastle Disease/ND) yang kemudian diikuti dengan
penyakit flu burung (Avian Influenza/AI) pada beberapa daerah di Indonesia. Penyakit unggas ini telah
menyebabkan kematian unggas yang cukup signifikan, sehingga banyak peternak unggas yang
mengalami kerugian cukup besar dan menghentikan operasinya. Disamping itu, tingkat konsumsi
hasil peternakan unggas juga mengalami penurunan akibat adanya kekhawatiran konsumen atas
dampak buruk yang dapat ditimbulkan jika mengkonsumsi hasil peternakan unggas tersebut. Penyakit
ini juga telah mewabah pada beberapa negara Asia, diantaranya, Thailand, Cina, Vietnam, Kamboja,
Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Laos dan Taiwan.
Operasi Perusahaan dan Anak perusahaan terpengaruh akibat adanya penyakit unggas ini. Tingkat
produksi anak ayam usia sehari (day-old chicks - DOC) yang dihasilkan Anak perusahaan tertentu
tidak mengalami dampak yang cukup berarti akibat dari kondisi ini. Namun demikian, harga jual DOC
mangalami penurunan yang cukup signifikan hingga pada harga yang sangat rendah. Penurunan
harga jual DOC ini disebabkan jumlah produksi DOC melebihi jumlah yang dapat diserap oleh
peternak (pembeli). Kondisi ini menyebabkan operasi Anak perusahaan tertentu mengalami kerugian
yang cukup signifikan karena biaya produksi DOC telah melebihi harga jualnya. Kondisi ini dan
meningkatnya harga beli bahan baku juga berpengaruh pada operasi Perusahaan dan Anak
perusahaan tertentu, dimana pakan ternak hasil produksi Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu
tidak dapat dijual pada tingkat marjin yang normal.
55
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
24. KONDISI EKONOMI (lanjutan)
Untuk meredam semakin meluasnya wabah penyakit ini pada skala nasional dan membantu para
perternak unggas skala menengah dan kecil, pemerintah telah melakukan beberapa langkah,
diantaranya memusnahkan unggas secara selektif yaitu terbatas pada unggas yang terinfeksi virus
(stamping out), pemberian vaksin berikut peralatannya, bahan disinfektan untuk membersihkan
kandang serta pengamanan peternakan (biosecurity) melalui dilarangnya perpindahan unggas yang
berasal dari daerah yang telah terkena virus AI ke daerah lainnya yang belum terjangkit AI. Langkahlangkah penanggulangan di atas juga telah diterapkan oleh Anak perusahaan tertentu, sehingga sejak
akhir bulan Desember 2003, Anak perusahaan tertentu telah mampu menanggulangi kematian
ayamnya akibat penyakit unggas.
Pada saat ini, industri peternakan unggas dan tingkat konsumsi produk unggas belum pulih
sepenuhnya, namun telah menunjukkan perkembangan yang lebih baik, diantaranya telah
meningkatnya harga jual DOC, ayam komersial dan pakan ternak serta mulai memulihnya tingkat
konsumsi produk unggas.
Agar dapat memenuhi kewajiban pembayaran saldo pinjaman sindikasinya, Perusahaan, PT Central
Agromina (CAM) dan Anak perusahaan telah secara formal menyampaikan usulan restrukturisasi
ulang atas saldo pokok pinjaman sindikasinya sebesar $AS44.550.000 dan JPY2.915.000.000 kepada
para pemberi pinjaman dengan persyaratan dan kondisi yang baru. Pada tanggal 25 Juli 2003,
Perusahaan, CAM dan Anak perusahaan telah menandatangani perjanjian restrukturisasi tambahan
dengan para pemberi pinjaman untuk saldo pinjaman tersebut di atas.
Laporan keuangan konsolidasi terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi, sepanjang hal itu dapat
ditentukan dan diperkirakan. Pemulihan atas kondisi ekonomi tergantung pada kebijakan fiskal,
moneter dan kebijakan-kebijakan lainnya yang telah dan akan ditempuh oleh pemerintah Indonesia
untuk menyehatkan perekonomian, dimana tindakan-tindakan tersebut berada di luar kendali
Perusahaan dan Anak perusahaan. Oleh karena itu, tidaklah mungkin untuk menentukan dampak
masa depan kondisi ekonomi terhadap likuiditas dan penghasilan Perusahaan dan Anak perusahaan
termasuk dampak dari pelanggan, pemasok, kreditur dan pemegang saham.
25. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA
Pada tanggal 27 Februari 2004, CPI menandatangani kontrak swap dengan Citibank N.A. dimana CPI
akan menerima bunga sebesar 14% per tahun dari nominal Rp300 miliar dan membayar bunga
sebesar 6,95% per tahun dari nominal $AS35.608.309. Penerimaaan dan pembayaran bunga ini
dilakukan secara triwulanan sejak tanggal 2 April 2004 dan akan jatuh tempo pada tanggal 2 Juli
2008. Pada tanggal jatuh tempo, CPI akan menerima Rp300 miliar dan membayar $AS35.608.309.
CPI diwajibkan untuk menempatkan deposito sebagai jaminan di Citibank N.A., Singapura minimal
sebesar $AS1.716.000 dan dapat disesuaikan kemudian berdasarkan perhitungan yang ditetapkan
dalam kontrak tersebut.
26. REKLASIFIKASI AKUN
1. Akrual uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian kepada karyawan yang
dibukukan sebagai bagian dari akun “Beban Masih Harus Dibayar” sebesar Rp41 milyar dalam
laporan keuangan konsolidasi tahun 2002 telah direklasifikasi ke akun “Kewajiban diestimasi atas
Manfaat Karyawan” agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasi tahun 2003.
56
PT CENTRAL PROTEINAPRIMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 Desember 2003 dan 2002
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
26. REKLASIFIKASI AKUN (lanjutan)
2. Hutang bunga pinjaman jangka panjang yang diageni oleh PT Bank Niaga Tbk. yang tercatat
sebagai bagian dari saldo pinjaman sindikasi pada akun “Pinjaman Jangka Panjang” sebesar
Rp58,4 miliar dalam laporan keuangan konsolidasi tahun 2002 telah direklasifikasi ke akun
“Hutang Obligasi” sehubungan dengan restrukturisasi hutang obligasi tersebut.
27. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab dalam mempersiapkan laporan keuangan konsolidasi
yang telah diselesaikan pada tanggal 29 Maret 2004.
57
Download