20 PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI LINGKUNGAN

advertisement
GOOD CORPORATE GOVERNANCE DI LINGKUNGAN PT.
TAMAN WISATA CANDI BOROBUDUR, PRAMBANAN &
RATU BOKO (Persero)
Pt.taman wisata candi Borobudur,Prambanan & Ratu Boko
VISI DAN MISI PERUSAHAAN
VISI PERUSAHAAN :
“MENJADIKAN TAMAN WISATA CANDI BOROBUDUR, PRAMBANAN & RATU
BOKO SEBAGAI WORLD CLASS CULTURE & TOURISM DESTINATION”
MISI PERUSAHAAN :
“MEMBERIKAN PELAYANAN YANG MEMUASKAN MELAMPAUI HARAPAN
WISATAWAN”
1
LANDASAN HUKUM

Pasal 1 & Pasal 5 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN

Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas Jo. Pasal 11 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2003 tentang
BUMN

Peraturan Menteri Negara BUMN, Nomor : PER-01/MBU/2011, tanggal 1
Agustus 2011 tentang Penerapan tata kelola Perusahaan yang baik (GCG)
pada BUMN

Peraturan Menteri Negara BUMN, Nomor : PER-09/MBU/2012, tanggal 6
Juli 2012 tentang Perubahan Permen BUMN Nomor : PER-01/MBU/2011

Akta Pendirian Perusahaan dengan perubahannya yang sah
2
PENGERTIAN DAN PRINSIP GOOD
CORPORATE GOVERNANCE (GCG)
 GCG merupakan proses dan struktur yang digunakan oleh organ
Perusahaan untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan
akuntabilitas Perusahaan guna mewujudkan nilai Pemegang Saham
dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan
Pemangku Kepentingan (stakeholders)
 Prinsip dalam GCG :
a) Transparansi
b) Kemandirian
c) Akuntabilitas
d) Kewajaran (Fairness)
e) Tanggung Jawab (Responsibility)
3
TUJUAN PENERAPAN GCG PADA
PERUSAHAAN
 Memaksimalkan nilai Perusahaan dengan cara meningkatkan prinsip
Keterbukaan, Akuntabilitas, Dapat dipercaya, Bertanggung Jawab dan
Adil yang bersifat Proporsional, serta Perusahaan dapat memiliki daya
saing yang kuat baik secara Nasional maupun Internasional
 Mendorong pengelolaan Perusahaan secara profesional, transparan dan
efisiensi serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian
organ Perusahaan
 Mendorong agar organ Perusahaan dalam membuat keputusan dan
menjalankan tindakan dilandasi oleh Nilai moral yang tinggi dan
kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku serta
kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial Perusahaan (Corporate
Social Responsibility) yang dilakukan terhadap stakeholders maupun
terhadap kelestarian lingkungan sekitar Perusahaan
4
TUJUAN PENERAPAN GCG PADA
PERUSAHAAN
 Meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam Perekonomian Nasional
 Meningkatkan iklim Investasi Nasional
5
PENERAPAN GCG DI PERUSAHAAN
A. Aspek Komitmen Perusahaan
Komitmen Perusahaan dalam penerapan GCG dituangkan dalam
penyusunan dan diterbitkannya Peraturan Perusahaan mengenai :

Pedoman GCG Perusahaan

Pernyataan Perusahaan

Kode Etik Perusahaan (Code of Conduct)

Pelayanan terhadap Stakeholders

Peraturan Gratifikasi

Peraturan Whistle Blower
6
PENERAPAN GCG DI PERUSAHAAN

Memperhatikan kepentingan para Stakeholders

Upaya menerapkan ketentuan GCG antara lain aplikasi yang
dicantumkan pada Laporan Tahunan

Menerapkan prinsip-prinsip GCG pada setiap kebijakan
Perusahaan

Mengembangkan ketentuan mengenai Keselamatan dan
Kesehatan Kerja di lingkungan Perusahaan
7
PENERAPAN GCG DI PERUSAHAAN
B. Aspek Organ Perusahaan
Implementasi GCG pada Organ Perusahaan tercermin pada :

Hak dan perlindungan terhadap Pemegang Saham

Kewajaran proses di RUPS

Wewenang RUPS yang jelas dan terarah

Hak dan Kewajiban organ pelaksana Operasional Perusahaan,
seperti Dewan Komisaris dan Dewan Direksi

Kewenangan Direksi untuk mengangkat Liaison Person untuk
tugas tertentu, yaitu Jabatan Sekretaris Perusahaan
8
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
1. Surat Keputusan Direksi dan Dewan Komisaris Nomor :
SK.29/DIREKSI/2012; Nomor : SK.01/DEKOM/2012, tanggal 27 Desember
2012 tentang Penetapan Pedoman GCG di Lingkungan PT. TWC BP & RB
2. Surat Keputusan Direksi Nomor : SK.28/DIREKSI/2012, tanggal 27
Desember 2012 tentang Penetapan dan Penunjukan Direktur sebagai
Penanggung Jawab dalam penerapan dan pemantauan GCG di
Lingkungan PT. TWC BP & RB
3. Surat Keputusan Direksi dan Dewan Komisaris Nomor : SK.
31/DIREKSI/2012; Nomor : SK.02/DEKOM/2012, tanggal 27 Desember
2012 tentang Kode Etik Perusahaan
4. Surat Keputusan Direksi Nomor : SK. 33/DIREKSI/2012, tanggal 27
Desember 2012 tentang Pedoman Standard Operating Procedure (SOP)
Kode Etik PT. TWC BP & RB
9
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
5.
Surat Keputusan Direksi Nomor : SK. 35/DIREKSI/2012, tanggal 27
Desember 2012 tentang Penetapan Kebijakan Direksi yang
berhubungan dengan Stakeholders di Lingkungan PT. TWC BP & RB
6. Surat Keputusan Direksi dan Dewan Komisaris Nomor : SK.
36/DIREKSI/2012; Nomor : SK. 04/DEKOM/2012, tanggal 27 Desember
2012 tentang Penetapan kebijakan pelayanan keluhan Stakeholders di
Lingkungan PT. TWC BP & RB
7.
Surat Keputusan Direksi dan Dewan Komisaris Nomor : SK.
32/DIREKSI/2012; Nomor : SK. 03/DEKOM/2012, tanggal 27 Desember
2012 tentang Penetapan kebijakan Whistle Blowing di Lingkungan PT.
TWC BP & RB
8. Surat Keputusan Direksi Nomor : SK. 30/DIREKSI/2012, tanggal 27
Desember 2012 tentang Penetapan Pedoman Penanganan Gratifikasi
di Lingkungan PT. TWC BP & RB
10
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
9. Rapat Direksi
11
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
1. Surat Keputusan Direksi Nomor : SK.28/DIREKSI/2012, tanggal 27
Desember 2012 tentang Penetapan dan Penunjukan Direktur sebagai
Penanggung Jawab dalam penerapan dan pemantauan GCG di
Lingkungan PT. TWC BP & RB
 Menunjuk Direktur Administrasi & Keuangan sebagai Penanggung
Jawab dan Pemantauan GCG di Perusahaan
 Memiliki tanggung jawab :

Melakukan penyusunan rencana kerja dalam rangka
pemenuhan GCG

Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan GCG

Melakukan laporan berkala pelaksanaan GCG kepada Direktur
Utama
12
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
2. Surat Keputusan Direksi dan Dewan Komisaris Nomor : SK.
31/DIREKSI/2012; Nomor : SK.02/DEKOM/2012, tanggal 27 Desember
2012 tentang Kode Etik Perusahaan
 Pengertian Kode Etik adalah tatanan norma-norma yang bersumber
dari nilai etika dan menjadi pedoman bersikap dan berperilaku
dalam kehidupan
 Ruang lingkup :

Kode Etik Insan Perusahaan terhadap diri sendiri

Kode Etik Insan Perusahaan sesuai tuntutan organisasi

Kode Etik Insan Perusahaan dalam berinteraksi dengan sesama
Insan Perusahaan

Kode Etik Insan Perusahaan dalam berinteraksi dengan Pihak
lain diluar Perusahaan
13
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
 Ruang lingkup :

Materi Khusus yang memuat pencegahan terhadap tindakan
yang mengarah kepada Korupsi, Kolusi dan Nepotisme serta
Gratifikasi

Sanksi dan Kontrol Sosial diperuntukkan untuk meningkatkan
kualitas pelaksanaan Kode Etik di setiap Insan Perusahaan
14
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
3. Surat Keputusan Direksi Nomor : SK. 35/DIREKSI/2012, tanggal 27
Desember 2012 tentang Penetapan Kebijakan Direksi yang
berhubungan dengan Stakeholders di Lingkungan PT. TWC BP & RB
 Penetapan kebijakan Direksi yang berhubungan dengan
Stakeholders dalam kaitannya dengan aktivitas kerja Insan
Perusahaan dan bersifat dinamis dan dapat dikembangkan sesuai
dengan kebutuhan Perusahaan
 Manajemen melakukan pengelolaan kebijakan dan dilakukan
monitoring serta pengawasan oleh SPI kemudian hasil dari
pengawasan akan menjadi dasar perbaikan pengembangan
kebijakan di Lingkungan Perusahaan
 Maksud dan tujuan pedoman ini dalam rangka tercapainya
kepastian, kelancaran dan kemudahan dalam berinteraksi antara
Insan Perusahaan dan Stakeholders terkait
15
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
 Ruang lingkup Pedoman ini meliputi :
a) Kebijakan yang mendorong partisipasi Stakeholders Perusahaan
b) Kebijakan yang harus disosialisasikan dan dikomunikasikan
kepada Stakeholders Perusahaan
c)
Kebijakan yang harus melibatkan Insan Perusahaan
d) Kebijakan untuk mengukur tingkat kepuasan Insan Perusahaan
terhadap Peraturan yang akan dan telah disosialisasikan
e) Pemantauan pelaksanaan kebijakan dan sanksi atas
pelanggaran kebijakan
16
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
4. Surat Keputusan Direksi dan Dewan Komisaris Nomor : SK.
36/DIREKSI/2012; Nomor : SK. 04/DEKOM/2012, tanggal 27 Desember
2012 tentang Penetapan kebijakan pelayanan keluhan Stakeholders di
Lingkungan PT. TWC BP & RB
 Keluhan Stakeholders adalah Respon terhadap pelayanan yang
diterima oleh pemangku kepentingan selama melakukan wisata
dan/atau kegiatan lain yang terkait di kawasan Candi Borobudur,
Prambanan & Ratu Boko dan/atau unit usaha lain yang dikelola
Perusahaan
 Prinsip dan tujuan pelaksanaan adalah keterbukaan informasi dalam
rangka pelaksanaan asas transparansi terkait dengan pelayanan
terhadap keluhan Stakeholders
17
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
 Pejabat penyelenggara kebijakan, antara lain :
a) Dekom dan Direksi merupakan pemegang komitmen
pelaksanaan kebijakan, melakukan pengawasan terhadap
pelaksanaan serta menindaklanjuti keluhan stakeholders
b) Sekretaris Perusahaan sebagai Liaison Person menerima
laporan keluhan dan menyampaikan laporan kepada Direksi
c)
Pjs Customer Care / jabatan yang ditunjuk sebagai
administrator memiliki peran untuk optimalisasi sarana
prasarana
d) Administrator menerima keluhan dari Kepala Unit
(Penyampaian on spot) maupun dari Kasubdiv IT (Penyampaian
based on web)
e) Kasubdiv IT / jabatan lain yang ditunjuk untuk pengelolaan
Penyampaikan based on web
18
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
f)
Kepala Unit menerima laporan keluhan Stakeholders melalui
struktur unit dibawahnya untuk disampaikan kepada Pjs.
Customer Care untuk dapat disampaikan kepada Sekretaris
Perusahaan
g) Kasi Operasional / jabatan lain melakukan pengelolaan
terhadap laporan keluhan Stakeholders serta optimalisasi
sarana prasarana
 Bentuk penyampaian meliputi :
a) Pelayanan on spot, yaitu penyampaian keluhan Stakeholders
yang dilakukan oleh pemangku kepentingan secara langsung
melalui sarana prasarana yang disediakan
b) Pelayanan based on web, yaitu penyampaian keluhan
Stakeholders yang dilakukan melalui sarana prasarana online
19
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
c)
Pelayanan melalui surat atau telepon, yaitu penyampaian
keluhan Stakeholders dengan menggunakan fasilitas surat atau
line telepon Perusahaan
 Tindak lanjut Administrator
 Tindak Lanjut Direksi
 Pelayanan keluhan bagi Unit yang memenuhi ISO dilakukan dengan
menyesuaikan ketentuan yang berlaku pada ISO
20
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
5. Surat Keputusan Direksi dan Dewan Komisaris Nomor : SK.
32/DIREKSI/2012; Nomor : SK. 03/DEKOM/2012, tanggal 27 Desember
2012 tentang Penetapan kebijakan Whistle Blowing di Lingkungan PT.
TWC BP & RB
 Whistle Blowing System adalah sistem pelaporan pelanggaran yang
memungkinkan setiap orang untuk melaporkan adanya dugaan
kecurangan dan/atau pelanggaran hukum dan etika serta
Misconduct lainnya, yang dilakukan oleh karuawan dan/atau pejabat
dan/atau pihak lain dalam Perusahaan
 Bentuk pengaduan, antara lain sebagai berikut :
a) Pengaduan secara personal, yaitu pengaduan yang dilakukan
oleh WB secara langsung (face to face), termasuk di dalamnya
menggunakan surat-menyurat yang sah
21
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
b) Pengaduan based on web, yaitu pengaduan yang dilakukan
oleh WB dengan menggunakan fasilitas online dan/atau
menggunakan media internet melalui situs Perusahaan
 Sekretaris Perusahaan menjadi Administrator pengaduan secara
personal
 Kasubdiv IT menjadi Administrator pengaduan based on web
 Tim Verifikator dan penelaah adalah anggota Dewan Komisaris yang
ditunjuk oleh Komisaris Utama
 Kriteria pengaduan antara lain :
a) Pengaduan terkait dengan penyalahgunaan kewenangan pada
kegiatan Perusahaan
b) Tidak sesuai dengan Job Description
22
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
c) Intervensi berlebihan dari pemegang kewenangan kepada
sebagian dan/atau seluruh produk Perusahaan dalam kaitannya
hubungan dengan Pihak lain sehingga dapat menyimpang dari
Perundangan yang berlaku
d) Indikasi pelanggaran, seperti indikasi penipuan, pemalsuan,
KKN dan pidana
e) Tidak sesuai dengan Job Description
 Tindak Lanjut Pengaduan :
a) Pemberlakuan Kebijakan baru, dilaksanakan melalui
rekomendasi tim penelaah disampaikan ke Direksi
b) Hubungan dengan tindak pidana, dilaksanakan melalui
rekomendasi tim penelaah dan disampaikan Direksi dan harus
dapat menindaklanjuti rekomendasi tersebut
23
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
 Pengawasan dilakukan oleh tim pengawas yang terdiri dari Dewan
Komisaris yang ditunjuk dan Satuan Pengawas Intern (SPI)
Perusahaan
 Pembiayaan WBS dianggarkan pada Anggaran Perusahaan
termasuk honorarium tim WBS
24
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
6. Surat Keputusan Direksi Nomor : SK. 30/DIREKSI/2012, tanggal 27
Desember 2012 tentang Penetapan Pedoman Penanganan Gratifikasi
di Lingkungan PT. TWC BP & RB
 Pengertian Gratifikasi adalah Kegiatan pemberian dan/atau
penerimaan hadiah/cinderamata dan hiburan, baik yang diterima di
dalam negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana
elektronik, dilakukan oleh pegawai Perusahaan dalam kaitannya
dengan wewenang/jabatan dan dapat menimbulkan benturan
kepentingan, independensi maupun profesionalisme pegawai
 Batasan pemberian hadiah/cinderamata adalah sebatas bahwa
pemberian tersebut dimaksudkan untuk membina hubungan baik
dengan batas-batas kewajaran dan tidak untuk tujuan suap
 Mekanisme pelaporan melalui atasan langsung dan/atau
mekanisme WBS
25
PERATURAN TERKAIT DENGAN GCG DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Mohon dapat mengisi Quisioner
GCG PT. Taman Wisata Candi
Borobudur, Prambanan & Ratu Boko
TERIMA KASIH
26
Download