Keperawatan Sistem Muskuloskleletal Pertemuan 5

advertisement
ASKEP PADA PASIEN
DENGAN ARTRITIS
RHEUMATOID
Th. Ratna Indraswati,Skp,MKep
INFEKSI
• ARTRITIS RHEUMATOID
• GOUT
• OSTEOMELITIS
NEOPLASMA
• OSTEOSARKOMA
• OSTEOMALASIA
TRAUMA
• FRAKTUR
• DISLOKASI
DEGENERATIF
• OSTEOPOROSIS
• OSTEOARTRITIS
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN
DENGAN ARTRITIS REUMATOID
• Penyakit reumatik adalah penyakit inflamasi
non- bakterial yang bersifat sistemik, progesif,
cenderung kronik dan mengenai sendi serta
jaringan ikat sendi secara simetris.
PENYEBAB
• Belum diketahui secara pasti. 
1. Infeksi Streptokkus hemolitikus dan Streptococcus non-hemolitikus.
2. Endokrin
3. Autoimmun
4. Metabolik
5. Faktor genetik serta pemicu lingkungan
• Pada saat ini Artritis rheumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan
infeksi. Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe II; faktor infeksi
mungkin disebabkan oleh karena virus dan organisme mikroplasma atau grup
difterioid yang menghasilkan antigen tipe II kolagen dari tulang rawan sendi
penderita.
EPIDEMIOLOGI
• Penyakit Artritis Rematoid merupakan suatu penyakit
yang telah lama dikenal dan tersebar diseluruh dunia
serta melibatkan semua ras dan kelompok etnik. Artritis
rheumatoid sering dijumpai pada wanita, dengan
perbandingan wanita denga pria sebesar 3: 1.
kecenderungan wanita untuk menderita Artritis
rheumatoid dan sering dijumpai remisi pada wanita
yang sedang hamil, hal ini menimbulkan dugaan
terdapatnya faktor keseimbangan hormonal sebagai
salah satu faktor yang berpengaruh pada penyakit ini.
MANIFESTASI KLINIK
•
Gejala-gejala konstitusional, misalnya lelah, kurang nafsu makan, berat badan menurun
dan demam. Terkadang kelelahan dapat demikian hebatnya.
•
Poliartritis simetris (peradangan sendi pada sisi kiri dan kanan) terutama pada sendi
perifer, termasuk sendi-sendi di tangan, namun biasanya tidak melibatkan sendi-sendi
antara jari-jari tangan dan kaki. Hampir semua sendi diartrodial (sendi yang dapat
digerakan dengan bebas) dapat terserang.
•
Kekakuan di pagi hari selama lebih dari 1 jam, dapat bersifat umum tetapi terutama
menyerang sendi-sendi. Kekakuan ini berbeda dengan kekakuan sendi pada
osteoartritis (peradangan tulang dan sendi), yang biasanya hanya berlangsung selama
beberapa menit dan selama kurang dari 1 jam.
•
Artritis erosif merupakan merupakan ciri khas penyakit ini pada gambaran radiologik.
Peradangan sendi yang kronik mengakibatkan pengikisan ditepi tulang .
•
Deformitas : kerusakan dari struktur penunjang sendi dengan perjalanan penyakit.
Pergeseran ulnar atau deviasi jari, pergeseran sendi pada tulang telapak tangan dan jari,
deformitas boutonniere dan leher angsa adalah beberapa deformitas tangan yang sering
dijumpai pada penderita. . Pada kaki terdapat tonjolan kaput metatarsal yang timbul
sekunder dari subluksasi metatarsal. Sendi-sendi yang besar juga dapat terserang dan
mengalami pengurangan kemampuan bergerak terutama dalam melakukan gerakan
ekstensi.
•
Nodula-nodula reumatoid adalah massa subkutan yang ditemukan pada sekitar
sepertiga orang dewasa penderita rematik. Lokasi yang paling sering dari deformitas ini
adalah bursa olekranon (sendi siku) atau di sepanjang permukaan ekstensor dari
lengan, walaupun demikian tonjolan) ini dapat juga timbul pada tempat-tempat lainnya.
Adanya nodula-nodula ini biasanya merupakan petunjuk suatu penyakit yang aktif dan
lebih berat.
•
Manifestasi ekstra-artikular (diluar sendi): reumatik juga dapat menyerang organ-organ
lain diluar sendi. Seperti mata: Kerato konjungtivitis siccs yang merupakan sindrom
SjÖgren, sistem cardiovaskuler dapat menyerupai perikarditis konstriktif yang berat,
lesi inflamatif yang menyerupai nodul rheumatoid dapat dijumpai pada myocardium
dan katup jantung, lesi ini dapat menyebabkan disfungsi katup, fenomena embolissasi,
gangguan konduksi dan kardiomiopati.
DIAGNOSTIK
• Kriteria diagnostik Artritis Reumatoid adalah terdapat poli- arthritis yang
simetris yang mengenai sendi-sendi proksimal jari tangan dan kaki serta
menetap sekurang-kurangnya 6 minggu atau lebih bila ditemukan nodul
subkutan atau gambaran erosi peri-artikuler pada foto rontgen.
Kriteria Artritis rematoid menurut American reumatism Association ( ARA )
adalah:
1. Kekakuan sendi jari-jari tangan pada pagi hari ( Morning Stiffness ).
2. Nyeri pada pergerakan sendi atau nyeri tekan sekurang-kurangnya pada satu
sendi.
3. Pembengkakan ( oleh penebalan jaringan lunak atau oleh efusi cairan ) pada
salah satu sendi secara terus-menerus sekurang-kurangnya selama 6 minggu.
4. Pembengkakan pada sekurang-kurangnya salah satu sendi lain.
5. Pembengkakan sendi yanmg bersifat simetris.
6. Nodul subcutan pada daerah tonjolan tulang didaerah ekstensor.
7. Gambaran foto rontgen yang khas pada arthritis rheumatoid
8. Uji aglutinnasi faktor rheumatoid
9. Pengendapan cairan musin yang jelek
10. Perubahan karakteristik histologik lapisan sinovia
11. gambaran histologik yang khas pada nodul.
• Berdasarkan kriteria ini maka disebut :
Klasik : bila terdapat 7 kriteria dan berlangsung
sekurang-kurangnya selama 6 minggu
Definitif : bila terdapat 5 kriteria dan berlangsung
sekurang-kurangnya selama 6 minggu.
Kemungkinan rheumatoid : bila terdapat 3 kriteria dan
berlangsung sekurang-kurangnya selama 4 minggu.
PENATALAKSANAAN / PERAWATAN
• Pendidikan
• Istirahat
• Latihan Fisik dan Termoterapi
• Diet/ Gizi
• Obat-obatan
KONSEP KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Aktivitas/ istirahat
Kardiovaskuler
Integritas ego
Makanan/ cairan
Hygiene
.Neurosensori
Nyeri/ kenyamanan
Keamanan
Interaksi sosial
Penyuluhan/ pembelajaran
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
•
Faktor Reumatoid : positif pada 80-95% kasus.
Fiksasi lateks: Positif pada 75 % dari kasus-kasus khas.
Reaksi-reaksi aglutinasi : Positif pada lebih dari 50% kasus-kasus khas.
LED : Umumnya meningkat pesat ( 80-100 mm/h) mungkin kembali normal sewaktu
gejala-gejala meningkat
Protein C-reaktif: positif selama masa eksaserbasi.
SDP: Meningkat pada waktu timbul prosaes inflamasi.
JDL : umumnya menunjukkan anemia sedang.
Ig ( Ig M dan Ig G); peningkatan besar menunjukkan proses autoimun sebagai
penyebab AR.
Sinar x dari sendi yang sakit : menunjukkan pembengkakan pada jaringan lunak, erosi
sendi, dan osteoporosis dari tulang yang berdekatan ( perubahan awal ) berkembang
menjadi formasi kista tulang, memperkecil jarak sendi dan subluksasio. Perubahan
osteoartristik yang terjadi secara bersamaan.
Scan radionuklida : identifikasi peradangan sinovium
Artroskopi Langsung : Visualisasi dari area yang menunjukkan irregularitas/ degenerasi
tulang pada sendi
Aspirasi cairan sinovial : mungkin menunjukkan volume yang lebih besar dari normal:
buram, berkabut, munculnya warna kuning ( respon inflamasi, produk-produk
pembuangan degeneratif ); elevasi SDP dan lekosit, penurunan viskositas dan
komplemen ( C3 dan C4 ).
Biopsi membran sinovial : menunjukkan perubahan inflamasi dan perkembangan
panas.
• PRIORITAS KEPERAWATAN
1. Menghilangkan nyeri
2. Meningkatkan mobilitas.
3. Meningkatkan monsep diri yang positif
4. mendukung kemandirian
5. Memberikan informasi mengenai proses penyakit/ prognosis
dan keperluan
pengobatan.
• TUJUAN PEMULANGAN
1. Nyeri hilang/ terkontrol
2. Pasien menghadapi saat ini dengan realistis
3. Pasien dapat menangani AKS sendiri/ dengan bantuan sesuai
kebutuhan.
4. Proses/ prognosis penyakit dan aturan terapeutik dipahami.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
•
NYERI AKUT/ KRONIS
•
MOBILITAS FISIK, KERUSAKAN
•
GANGGUAN CITRA TUBUH/ PERUBAHAN PENAMPILAN PERAN
•
KURANG PERAWATAN DIRI
•
PENATALAKSANAAN PEMELIHARAAN RUMAH, KERUASAKAN, RESIKO
TINGGI TERHADAP
•
KURANG PENGETAHUAN ( KEBUTUHAN BELAJAR ), MENGENAI
PENYAKIT, PROGNOSIS, DAN KEBUTUHAN PENGOBATAN.
Download