Psikologi Anak Khusus 2.

advertisement
CEREBRAL PALSY
Pengertian
Cerebral Palsy (kelumpuhan otak besar) adalah suatu keadaan yang ditandai
dengan buruknya pengendalian otot, kekakuan, kelumpuhan dan gangguan
fungsi saraf lainnya.
Penyebab
1. Infeksi virus atau bakteri tertentu
2. Kelahiran prematur
3. Kurangnya aliran darah ke otak ketika dilahirkan
4. Kurang oksigen ketika dilahirkan
5. Terkena radiasi
6. Cedera kepala
7. Penyakit tertentu, misal meningitis, tumor otak
Jenis Cerebral Palsy
1. Tipe Spastik (otot-otot menjadi kaku dan lemah)
 Kuadriplegia (kedua lengan dan kedua tungkai)
 Diplegia (kedua tungkai)
 Hemiplegia (lengan dan tungkai pada satu sisi tubuh)
2. Tipe Diskinetik (otot lengan, tungkai dan badan secara spontan bergerak
perlahan, menggeliat dan tak terkendali, tetapi bisa juga timbul gerakan
yang kasar)
3. Tipe Ataksik (terdiri dari tremor, langkah yang goyah dengan kedua
tungkai terpisah jauh, gangguan koordinasi dan gerakan abnormal)
4. Tipe Campuran
Ditemukan juga
1. Kecerdasan di bawah normal
2. Kejang/epilepsi (terutama pada tipe spastik)
3. Gangguan menghisap atau makan
4. Pernafasan yang tidak teratur
5. Gangguan perkembangan kemampuan motorik (misalnya menggapai
sesuatu, duduk, berguling, merangkak, berjalan)
6. Gangguan berbicara
7. Gangguan penglihatan
8. Gangguan pendengaran
9. Kontraktur persendian
10.Gerakan menjadi terbatas
Karakteristik Anak dengan Cerebral Palsy
1. Motorik, mengalami gangguan dalam gerak, berpindah tempat, dan
berjalan
2. Sensoris, mengalami gangguan penyerta seperti penglihatan,
pendengaran, kemampuan kesan gerak dan raba (taktil-kinestetik)
3. Persepsi, mengalami gangguan dalam persepsi
4. Kognisi, yaitu interaksi dinamis individu dengan lingkungan seperti
memperoleh, menyimpan, menganalisis, dan mengaplikasikan informasi
yang telah diperoleh mengalami gangguan
5. Berbicara, mengalami gangguan dalam berbicara
6. Emosi dan penyesuaian sosial, dimana respon dan sikap
masyarakat/lingkungan sekitar mempengaruhi pembentukan pribadi
anak
Pemeriksaan
1. MRI kepala menunjukkan adanya kelainan
2. CT Scan kepala menunjukkan adanya kelainan
3. Pemeriksaan pendengaran (untuk menentukan status fungsi
pendengaran)
4. Pemeriksaan penglihatan (untuk menentukan status fungsi penglihatan)
5. EEG
6. Biopsi otot
Penanganan
 Braces (penyangga)
 Kaca mata
 Alat bantu dengar
 Obat anti kejang




Obat pengendur otot (untuk mengurangi tremor dan kekakuan)
Terapi okupasional
Terapi fisik
Terapi wicara bisa memperjelas pembicaraan anak, bisa dengan alat
bantu berupa papan atau komputer atau menggunakan bahasa isyarat
 Perawatan (untuk kasus yang berat)
 Pendidikan dan sekolah khusus
INTELECTUAL DISABILITY (RETARDASI MENTAL)
Pengertian
Fungsi intelektual keseluruhan yang secara bermakna di bawah rata-rata yang
menyebabkan gangguan pada perilaku adaptif
Kriteria Diagnostik DSM IV
A. Fungsi intelektual di bawah rata-rata
IQ kira-kira 70 atau kurang
B. Adanya gangguan yang menyertai dalam fungsi adaptif (tidak sesuai usia)
sekurang-kurangnya pada 2 keterampilan berikut : komunikasi, merawat
diri, keterampilan sosial, menggunakan sarana masyarakat, mengarahkan
diri, keterampilan akademik, pekerjaan, kesehatan, keamanan
Kategori
¤ Retardasi mental ringan : IQ 50 - 70
¤ Retardasi mental sedang : IQ 35 – 50
¤ Retardasi mental berat : IQ 20 – 35
¤ Retardasi mental sangat berat : IQ dibawah 20
Gambaran Klinis
1. Retardasi mental ringan
Diketahui ketika masuk usia sekolah, pendidikan setara SD, mempelajari
keterampilan tertentu, defisit komunikasi, harga diri buruk,
ketergantungan.
2. Retardasi mental sedang
Diketahui pada usia lebih muda, keterampilan komunikasi berkembang
lambat, sering merasa diasingkan dan frustrasi, perlu pengawasan.
3. Retardasi mental berat
Diketahui sebelum sekolah, komunikasi terbatas, perkembangan motorik
buruk, memerlukan pengawasan lebih
4. Retardasi mental sangat berat
Memerlukan pengawasan terus-menerus,
keterampilan komunikasi dan motoriknya
sangat
terbatas
dalam
Etiologi / Penyebab
1. Kehamilan remaja
2. Nutrisi, kesehatan fisik dan psikologis selama ibu mengandung (rubella,
sifilis, toxolasmosis, herpes)
3. Kelainan kromosom
4. Berat badan lahir rendah
Download