SISTEM INFORMASI KOMPUTER

advertisement
MAKALAH
SISTEM INFORMASI KOMPUTER
OTOMATISASI PERKANTORAN
DAN SISTEM PAKAR
NAMA KELOMPOK
1.
2.
3.
4.
Luciana Hendrika Loekito
Gianita Intan Septiadin
Nurul Qoiriyah Ana Komaidah
Ayu Winda Septiani
(14101057)
(14101227)
(14101316)
(14101297)
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA &
KOMPUTER
STIKOM INDONESIA ( STIKI )
2015 – 2016
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 3
BAB II
PEMBAHASAN ................................................................................................................. 6
2.1 Pengertian Sistem Informasi Berbasis Computer (CBIS) ............................................. 6
2.2 Pengertian Otomatisasi Komputer ................................................................................ 7
2.3 Tujuan Otomatisasi Komputer ...................................................................................... 8
2.4 Manfaat Otomatisasi Komputer .................................................................................... 8
2.5 Fasilitas dalam Otomatisasi Komputer ......................................................................... 9
2.6 Peranan otomatisasi perkantoran dalam pemecahan suatu masalah ........................... 10
2.9 Model Otomatisasi Perkantoran .................................................................................. 13
2.10 Penggunaan Peralatan dalam Otomatisasi Kantor .................................................... 14
2.12 Sistem Pakar.............................................................................................................. 17
2.13 Kelebihan Sistem Pakar ............................................................................................ 17
2.14 Kelemahan Sistem Pakar .......................................................................................... 18
2.15 Tahapan-tahapan pengembangan sistem pakar ......................................................... 18
2.16 Bentuk Sistem Pakar ................................................................................................. 19
2.17 Struktur Sistem Pakar ............................................................................................... 20
2.18 Model konseptual sistem pakar ................................................................................. 25
BAB III
KESIMPULAN ................................................................................................................. 27
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Dengan adanya kemajuan teknologi yang berkembang begitu pesat
kebutuhan manusia akan teknologi terutama system informasi pun semakin
meningkat. Melalui computer segala sesuatu menjadi lebih mudah dan
praktis. Sehingga manusia akan lebih mengandalkan computer sebagai alat
untuk membantu pekerjaan mereka.
Terlebih lagi perusahaan sudah semakin berkembang maka dari itu
setia perusahaan sangat memerlukan system informasi yang dapat
mempermudah mereka dalam membuat sebuah laporan juga catatan yang
akan mereka pakai sebagai suatu data dalam perusahaan. Maka dari itu kita
akan membahas tentang system informasi computer dimana system ini dapat
membantu dan digunakan untuk mempermudah setiap pekerjaan yang dapat
dilakukan di dalam sebuah perusahaan.
1.2 Rumusan Masalah

Apakah pengertian Sistem informasi komputer?

Apakah pengertian dari Otomatisasi Perkantoran?

Bagaimana tujuan dari Otomatisasi perkantoran tersebut ?

Bagaimana manfaat yang didapat dari Otomatisasi Perkantoran teraebut?

Apa saja fasilitas dalam Otomatisasi perkantoran?

Bagaimana peranan otomatisasi perkantoran dalam pemecahan suatu
masalah?

Siapa saja pengguna Otomatisasi Perkantoran?

Bagaimana tahap penerapan Otomatisasi Perkantoran?

Bagaimana model Otomatisasi Perkantoran?

Apa saja peralatan yang digunakan dalam Otomatisasi Perkantoran?

Apa saja jenis – jenis Otomatisasi Perkantoran?

Bagaimana dampak dari Otomatisasi perkantoran tersebut?

Apakah pengertian dari Sistem pakar?

Apa saja kelebihan dari Sistem Pakar?

Apa saja kekurangan dari Sistem Pakar?

Bagaimana tahap pengembangan Sistem Pakar?

Bagaimana bentuk dari Sistem Pakar?

Bagaimana struktur dari Sistem Pakar?

Bagaimana model dari Sistem Pakar?

Bagaimana system pakar dapat menunjang sebuah keputusan?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini antara lain:

Dapat memberikan informasi tentang pengertian system informasi kompuer

Dapat memberikan penjelasan mengenai pengertian otomatisasi computer

Dapat memberikan penjelasan mengenai tujuan dari otomatisasi computer

Dapat memberikan informasi dari manfaat dari otomatisasi computer

Dapat memberikan informasi mengenai fasilitas dalam otomatisasi
komputer

Dapat memberikan penjelasan mengenai dampak dari otomatisasi computer

Dapat memberikan penjelasan mengenai peranan otomatisasi computer
dalam pemecahan masalah

Dapat mengetahui siapa saja pengguna dari otomatisasi computer

Dapat memberikan penjelasan mengenai tahap penerapan otomatisasi
perkantoran

Dapat memberikan penjelasan mengenai model otomatisasi perkantoran

Dapat memberikan penjelasan mengenai peralatan yang digunakan dalam
otomatisasi komputer

Dapat memberikan penjelasan mengenai jenis – jenis otomatisasi
perkantoran

Dapat memberikan penjelasan mengenai dampak dari otomatisasi computer

Dapat memberikan pengertian mengenai system pakar

Dapat memberikan pengertian mengenai kelebihan system pakar

Dapat memberikan pengertian mengenai kekurangan system pakar

Dapat memberikan pengertian mengenai tahap pengembangan system pakar

Dapat memberikan pengertian mengenai bentuk dari system pakar

Dapat memberikan pengertian mengenai struktur dari system pakar

Dapat memberikan pengertian mengenai model dari system pakar

Dapat memberikan penjelasan bagaimana dampak system pakar dalam
penunjang keputusan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Informasi Berbasis Computer (CBIS)
CBIS atau Computer Base Information System mengandung arti bahwa
komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi, meskipun
secara teoritis, penerapan sebuah sistem informasi memang tidak harus
menggunakan komputer dalam kegiatannya, namun pada prakteknya dengan data
dan kebutuhan informasi yang begitu kompleks maka peran teknologi komputer
begitu dibutuhkan, peran komputer inilah yang dikenal dengan istilah “computer
based” karena digunakan untuk mengolah informasi dalam sebuah sistem maka
disebut “Computer Base Information System” atau sistem informasi berbasis
komputer.
Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis
Komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang
berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu Sistem Informasi “berbasis
komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam
sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar
subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang
berkualitas,
tepat,
cepat
dan
akurat
sesuai
dengan
manajemen
yang
membutuhkannya.
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information
System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi
yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung
pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa system informasi berbasis
computer adalah system pengolah suatu data yang berkualitas dan di pergunakan
untuk membantu mengambil sebuah keputusan dan untuk menentukan peranan
teknologi dalam kehidupan ini.
2.2 Pengertian Otomatisasi Komputer
Otomatisasi kantor merupakan penggunaan alat elektronik yang digunakan
untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama yang berkaitan
dengan komunikasi informasi dengan orang-orang didalam dan diluar
perusahaan. O’Brien ( 1996 ) mendefinisikan otomatisasi kantor sebagai sistem
informasi berbasis telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan
dan mendistribusikan pesan-pesan, dokumen-dokumen dan komunikasi elektronik
lainnya diantara individual, grup-grup kerja dan organisasi
Otomatisasi perkantoran berawal dari tahun 1960, ketika IBM
menciptakan istilah word-processing untuk menjelaskan kegiatan devisi mesin
TIK listriknya. Pada tahun 1964, ketika IBM memasarkan mesin yang disebut
Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST) yaitu mesin ketik yang dapat
mengetik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik secara otomatis. Kata
"Otomatisasi" memiliki pengertian penggunaan mesin untuk menjalankan tugas
fisik yang biasa dilakukan oleh manusia. Otomatisasi kantor biasanya dikenal
dengan istilah Office Automation atau OA.
Otomatisasi perkantoran berarti pengalihan fungsi manual peralatan kantor
yang banyak menggunakan tenaga manusia kepada fungsi-fungsi otomatis dengan
menggunakan peralatan mekanis khususnya komputer. Waluyo (2000)
menegaskan bahwa era otomatisasi perkantoran dimulai secara bersamaan dengan
berkembangnya teknologi informasi, dimana digunakannya perangkat komputer
untuk keperluan perkantoran.
Otomatisasi penting dilakukan dalam upaya meraih efektivitas dan
efisiensi kegiatan perkantoran. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi
yang menuntut untuk menyelesaikan proses pengolahan informasi secara cepat
dan fleksibel, maka kebutuahan dari metode manual ke otomatis sudah menjadi
keharusan untuk dipenuhi. Namun, bukan berarti meninggalkan seluruh proses
manual dan memangkas tenaga kerja, sebab banyak aspek-aspek lain yang harus
menjadi pertimbangan dalam melakukan otomatisasi dikantor.
2.3 Tujuan Otomatisasi Komputer
Otomatisasi Perkantoran, OA atau Office Automation bertujuan untuk
meningkatkan produktivitas kerja melalui :
Meminimalkan pengeluaran pada biaya, munculnya komputer dapat
menghemat biaya dimana komputer dapat menggantikan dan meringankan
tugas pekerja dari berat menjadi ringan.
Pemecahan masalah kelompok, otomatisasi kantor dapat memberikan
kemampuan antara manajer untuk saling melakukan komunikasi dengan
lebih baik dalam memecahkan masalah.
Pelengkap bukan pengganti, dalam hal ini tidak akan menggantikan semua
komunikasi interpersonal tradisional, seperti percakapan tatap muka,
percakapan telepon, pesan tertulis pada memo, dan sejenisnya. Pelengkap
informasi ini digunakan agar dapat lebih baik dalam berkomunikasi.
Penggabungan dan penerapan teknologi, misalnya antara telepon,
komputer, jaringan internet, serta satelit. Dimana semua digabung untuk
memperlancar informasi dari luar perusahaan maupun didalam
perusahaan, selain itu untuk mengetahui canggihnya tekhnologi di era
globalisasi .
Memperbarui proses pelaksanaan pekerjaan di kantor, produk office
automation memungkinkan para pekerja kantor memproses lebih banyak
dokumen secara lebih cepat, lebih baik, dan lebih efisien
Meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerjaan.
Peningkatan komunikasi dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik
dan lebih cepat
2.4 Manfaat Otomatisasi Komputer
Manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dalam pemanfaatan sistem otomatisasi
perkantoran, diantaranya :
Otomatisasi perkantoran membuat informasi menjadi lebih murah dan
mudah digunakan, dipindahkan, dan dirawat.
Dapat meletakkan landasan yang kuat untuk integrasi informasi sehinggga
perusahaan mampu berkompetisi lebih baik.
Komputer tidak menggantikan pekerja saat ini, komputer mampu menunda
penambahan pegawai yang diperlukan untuk menangani beban kerja yang
bertambah.
Pemecahan masalah kelompok/tim.
Cara OA berkontribusi pada komunikasi ke dan dari manajer membuatnya
sangat cocok diterapkan untuk memecahkan masalah kelompok.
Sebagai pelengkap bukan pengganti.
Sebagai suatu cara komunikasi bisnis. OA tidak akan menggantikan semua
komunikasi interpersonal tradisional seperti percakapan tatap muka,
percakapan telepon, pesan tertulis pada memo, dan sejenisnya. OA hanya
melengkapi komunikasi tradisional.
Meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerjaan.
Peningkatan komunikasi dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik
dan lebih cepat
2.5 Fasilitas dalam Otomatisasi Komputer

Dilihat dari tenaga penggeraknya
Mesin manual ialah mesin-mesin yang digerakkan oleh tenanga manusia
Mesin listrik (elektrik) ialah mesin-mesin yang digerakkan dengan tenanga
listrik atau baterai

Dilihat dari car kerja dan komponen mesinnya
Mesin mekanik yaitu mesin-mesin yang rangkaian komponennya tampak
bergerak dalam operasinya. Mesin elektronik yaitu mesin-mesin dengan
rangkaian komponen elektronik,berupa kabel-kabel

Dilihat dari fungsinya dalam berbagai pekerjaan kantor
Mesin-mesin untuk mencatat bahan keterangan, diantaranya adalah mesin
tulis, mesin dikte,mesin penomor, dan asalah pensil.
Mesin-mesin untuk menghimpun bahan keterangan diantaranya adalah
pembuka surat mesin penjilid, hectmachine, pemotong kertas, dan pencatat
uang kas
Mesin-mesin untuk mengolah bahan keterangan diantaranya adalah mesin
jumlah, mesin hitung, dan komputer
Mesin-mesin untuk memperbanyak bahan keterangan diantaranya adalah
mesin stensil,mesin stensil spiritus, mesin fotocopy, mesin perekam sheet,
mesin offset, dan berbagai mesin cetak
Mesin-mesin untuk mengirimkan bahan keterangan diantaranya adalah
telepon, dan interphone, teleprinter, dan facsimile
Mesin-mesin untuk menyimpan bahan keteragan diantaranya adalah
mikrofilm, penghancur kertas, dan pelubang kertas/kartu (perforator)
2.6 Peranan otomatisasi perkantoran dalam pemecahan suatu masalah
Banyak aplikasi dalam otomatisasi kantor, membuat seorang manajer harus
melakukan suatu pemilihan dalam membuat suatu sytem yang baik, yang kiranya
dapat memberikan kepuasaan baik dari pelanggan maupun dalam perusahaan itu
sendiri. Adapun yang mempengaruhi peranan otomatisasi perkantoran dalam
pemecahan suatu masalah adalah berikut:



Jenis Organisasi, yaitu seorang manajer diperusahaan dengan satu lokasi tidak
akan mempertimbangkan konferensi audio dan video.
Pilihan pribadi, manajer yang memilih komunikasi tatap muka tertarik pada
konferensi video dan memanfaatkan kalender elektronik.
Sumber daya OA yang tersedia paduan manajer dibatasi oleh sumber oleh
sumber daya OA yang tersedia dalam perusahaan.
2.7 Pengguna Otomatisasi Komputer
Otomatisasi Kantor digunakan oleh semua orang yang bekerja di dalam kantor.
Pada dasarnya terdapat 4 kategori pengguna Otomatisasi Kantor, yaitu :
1) Manajer : orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan,
terutama SDM.
2) Profesional : profesional tidak mengelola orang, tetapi menyumbangkan
keahlian khususnya. Misalnya : pembeli, wiraniaga, dan asistenstaff khusus
Manajer dan professional secara bersama dikenal sebagai pekerja terdidik.
3) Sekretaris : biasanya ditugaskan pada pekerja terdidik tertentu untuk
melaksanakan berbagai tugas seperti menangani korespondensi, menjawab
telepon, dan mengatur jadwal pertemuan.
4) Pegawai administratif : melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti
mengoperasikan mesin fotocopy, menyusun dokumen, menyimpan dokumen.
2.8 Tahap Penerapan Otomatisasi Perkantoran
 Tahap-tahap Penerapan Otomatisasi Kantor
Dalam penerapan otomatisasi kantor, ada beberapa tahap yang penting untuk
diperhatikan sebagai berikut:
1. Tradisional : penggunaan teknologi utamanya ditujukan untuk
mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas. Terfokus pada penggunaan
word processing, fax, telepon dan lain-lain.
2. Transisional ; ditandai dengan mulai digunakannya proses data secara
elektronik serta dibangunnya aplikasi untuk keperluan pengarsipan,
penyimpanan, dan komunikasi yang berbasis komputer. Contoh : pembuatan
database (oracle), general ledger (informasi keuangan), EAS (sistem approval
elektronik) dan lain-lain.
3. Transformasional ; merupakan konvergensi telekomunikasi dan informasi
(ICT). Contoh : teleconference, videoconference dan lain-lain.
 Cara Menerapkan (Virtual Office)
a. Menyediakan sumber daya komputer
b. Menyediakan sarana akses ke sumber daya informasi
c. Menyediakan perlengkapan non komputer
d. Menyiapkan sarana telepon yang dapat dialihkan
e. Menyediakan kelengkapan untuk panggilan konferensi
f. Membuat jadwal pertemuan reguler
g. Melaksanakan urutan-urutan pekerjaan secara teratu
 Manfaat Menerapkan Kantor Virtual dalam Bisnis
Penerapan kantor virtual dalam dunia bisnis memiliki beberapa manfaat yaitu
sebagai berikut :
a. Lebih fleksibel
b. Hemat biaya
c. Banyak pilihan pekerjaan
d. Penghasilan tak terbatas
e. Banyak mempunyai waktu luang dengan keluarga
 Keuntungan dan Kerugian Kantor Virtual
Keuntungan dari kantor virtual :
a. Pengurangan biaya fasilitas
b. Pengurangan biaya peralatan
c. Jaringan komunikasi formal
d. Pengurangan penghentian kerja
e. Kontribusi sosial
Kerugian dari kantor virtual :
a. Rasa tidak memiliki
b. Takut kehilangan pekerjaan
c. Semangat kerja yang rendah
d. Ketegangan keluarga
2.9 Model Otomatisasi Perkantoran
Keterangan :
Karena OA tidak memiliki mengelola data, penggunaan database dibatasi
pada isi informasi. Informasi dikumpulkan dari sistem fisik perusahaan. Informasi
juga disediakan oleh lingkungan.
Informasi berfungsi sebagai input bagi aplikasi OA berbasis computer
seperti pengolah kata, e-mail, dann konferensi komputer
Pemecah masalah lain berada ditengah-tengah garis yang memisahkan
perusahaan dengan lingkungan. Ini berarti bahwa orang-orang itu mungkin berada
di kedua area tersebut.
Model tersebut juga mencerminkan penggunaan aplikasi OA berbasis nonkomputer seperti konferensi video dan audio.
2.10 Penggunaan Peralatan dalam Otomatisasi Kantor
1. Dilihat dari tenagan penggeraknya :
a. Mesin manual ialah mesin-mesin yang digerakkan oleh tenanga manusia
b. Mesin listrik (elektrik) ialah mesin-mesin yang digerakkan dengan tenaga
listrik atau baterai
2. Dilihat dari cara kerja dan komponen mesinnya
a. Mesin mekanik yaitu mesin-mesin yang rangkaian komponennya tampak
bergerak dalam operasinya
b. Mesin elektronik yaitu mesin-mesin dengan rangkaian komponen elektronik,
berupa kabel-kabel
3. Dilihat dari fungsinya dalam berbagai pekerjaan kantor
a. Mesin-mesin untuk mencatat bahan keterangan, diantaranya adalah mesin tulis,
mesin dikte, mesin penomor, dan asalah pensil
b. Mesin-mesin untuk menghimpun bahan keterangan diantaranya adalah
pembuka surat mesin penjilid, hectmachine, pemotong kertas, dan pencatat uang
kas
c. Mesin-mesian untuk mengolah bahan keterangan diantaranya adalah mesin
jumlah, mesin hitung, dan komputer
d. Mesin-mesin untuk memperbanyak bahan keterangan diantaranya adalah mesin
stensil,mesin stensil spiritus, mesin fotocopy, mesin perekam sheet, mesin offset,
dan berbagai mesin cetak
e. Mesin-mesin untuk mengirimkan bahan keterangan diantaranya adalah telepon,
dan interphone, teleprinter, dan facsimile
f. Mesin-mesin untuk menyimpan bahan keteragan diantaranya adalah mikrofilm,
penghancur kertas, dan pelubang kertas/kartu (perforator)
2.11 Jenis-jenis Aplikasi Otomatisasi Kantor
Perkantoran merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan dalam
perolehan,pencatatan, penyimpanan, penganalisaan, dan pengkomunikasian
informasi.
Berikut ini adalah jenis-jenis aplikasi otomatisasi perkantoran yang dapat
digunakan :
1. Pengolahan Kata (Word Processing)
Word processing adalah penggunakan suatu aperalatan elektronik yang
secara otomatis melakukan beberapa tugas yang diperlukan untukmembuat
dokumen ketik atau cetak.
Contoh dari word processing adalah Ms. Word dari Microsoft Office
2. Surat Elektronik (Electronic Mail/E-mail)
Surat elektronik yang dikenal sebagai e-mail adalah penggunaan jaringan
komputer yang memungkinkan para pemakai mengirim, menyimpan dan
menerima pesan-pesan dengan menggunakan terminal komputer dan alat
penyimpanan.
3. Voice Mail
Voice mail memerlukan komputer dengan kemampuan menyimpan pesan
audio dalam bentuk digital dan kemudian mengubahnya kembali menjadi
audio saat dipanggil. Tiap pemakai mempunyai voice mailbox dalam
penyimpanan sekunder, dan peralatan khusus mengubah pesan audio ke dan
dari bentuk digital.
4. Kalender Elektronik (Electronic Calendaring)
Adalah penggunaan jaringan komputer untuk menyimpan dan memanggil
acara yang telah ditetapkan oleh manajer. Kalender elektronik bersifat khusu
diantara aplikasi otomatisasi kantor, karena ia hannya menyusun terjadinya
komunikasi bukan mengkomunikasikan informasi. Cara kerjanya mirip
dengan organizer.
5. Konferensi Audio (Audio Conferencing)
Adalah penggunaan peralatan komunikasi suara untuk membuat suatu
hubungan audio diantara orang-orang yang tersebar secara geografis dengan
tujuan melaksanakan konferensi.
Konferensi audio tidak memerlukan komputer, hanya melibatkan fasilitas
komunikasi audio dua arah.
6. Konferensi Video
Adalah penggunaan peralatan televisi untuk menghubungkan para peserta
konferensi yang tersebar secara geografis. Peralatan tersebut menyediakan
hubungan audio dan video serta tidak memerlukan komputer. 3 konfigurasi
dasar konferensi video berdasarakan sinyalnya adalah :
- Video satu arah dan audio satu arah
- Video satu arah dan audio dua arah
- Video dan audio dua arah
7. Konferensi Komputer (Computer Conferencing)
Adalah penggunaan jaringan komputer, sehingga memberi kemampuan
seseorang untuk melakukan pertukaran informasi selama proses terjadinya
konferensi. Aplikasi ini hamper sama dengan electronic mail, karena kedua
aplikasi ini menggunakan hardware dan software yang sama.
8. Transmisi Faxsimili (Facsimile Transmission)
FAX adalah penggunaan peralatan khusus yang dapat membaca citra
dokumen pada satu ujung saluran komunikasi dan membuat salinannya di
ujung yang lain. Fax sangat mudah diimplementasikan dan dioperasikan.
Jalur telepon suara dapat berfungsi sebagai channel-nya dan pengoperasian
peralatannya tidak lebih sulit daripada mengoperasikan mesin fotocopy.
9. Pencitraan (Imaging)
Untuk menyimpan dokumen yang berukuran/bervolume besar diperlukan
penyimpanan khusus sehingga mudah untuk memanggil dan mendapatkan
kembali informasi yang diperlukan dalam dokumen tersebut. Penggunaan
microfrom yang berupa microfilm dan microfiche dapat mengurangi
kebutuhan ruang penyimpanan sebesar 97% sehingga efektif digunakan
untuk dokumen besar.
10. VideoText
Adalah penggunaan komputer untuk tujuan memberikan tampilan materi
tekstual pada layar CRT. Penggunaan komputer untuk menampilkan pada
layar CRT materi narasi dan grafik yang tersimpan. Untuk menyediakan
informasi dalam bentuk videotext, terdapat 3 sumber utama bahannya, yaitu:
- menciptakan file videotext pada komputernya sendiri
- berlangganan jasa videotext
- memperoleh akses ke file videotext dari perusahaan lain
11. Desktop Publishing (DTP)
Adalah penggunaan komputer untuk menyiapkan output tercetak yang
kualitasnya sangat mirip dengan yang dihasilkan oleh typesetter. Sistem
DTP berbentuk suatu konfigurasi komputer mikro yang mencakup layar
CRT resolusi tinggi dan printer laser, dan dikendalikan oleh perangkat lunak
DTP.
2.12 Sistem Pakar
Konsep sistem pakar adalah menirukan metodologi dan kinerja seorang
manusia yang ahli dalam bidang atau domain tertentu yang spesifik.(Setiawan,
1993). Sistem pakar adalah program pemberian nasehat (advice giving) atau
program konsultasi yang mengandung pengetahuan dan pengalaman yang
dimasuki oleh satu atau banyak pakar kedalam satu domain pengetahuan tertentu.
Agar setiap orang biasa memanfaatkannya untuk memecahkan suatu masalah.
(Suparman,1991).
Sistem pakar sangat inovatif dalam menghimpun dan mengemas pengetahuan,
keunggulan yang utam terletak pada kemampuan dan penggunaan praktisnya bila
disuatu tempat tidak ada seorang pakar dalam suatu bidang ilmu.(Andi, 2003).
2.13 Kelebihan Sistem Pakar
Kelebihan yang diperoleh dari sistem pakar yaitu:

Memungkinkan orang awam bisa melakukan pekerjaan seorang pakar.

Meningkatkan produktivitas kerja dengan jalan meningkatkan efisiensi
pekerjaan.

Menghemat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan atau masalah yang
kompleks.

Menyederhanakan beberapa operasi.

Pengolahan berulang-ulang secara otomatis.

Tersedianya pengetahuan pakar bagi masyarakat luas
2.14 Kelemahan Sistem Pakar
Sedangkan kelemahan sistem pakar yaitu:

Pengembangan sistem pakar sangat sulit, seorang pakar yang baik sulit
diperoleh. Memedatkan pengeahuan seorang pakar dan mengalihkannya
menjadi sebuah program merupakan pekerjaan yang melelahkan dan
memerlukan biaya yang besar.

Sistem pakar sangat mahal untuk mengembangkan, mencoba dan
mengirimkannya ke pemakai terakhir memerlukan biaya tinggi.

Hampir semua sistem pakar (expert system) masih harus
dapatdimplementasikan dalam komputer besar, sistem pakar yang
dijalankan pada komputer pribadi tergolong sistem apkar kecil dan kurang
canggih.

Sistem pakar tidak 100 % menguntungkan karena produk seseorang tidak
ada yang sempurna dan tidak selalu benar, oleh karena itu perlu dikaji
ulang secara teliti sebelum digunakan.
2.15 Tahapan-tahapan pengembangan sistem pakar
Tahapan-tahapan pengembangan sistem pakar antara lain:
Tahap-Tahap Pengembangan Sistem Pakar

Identifikasi, Merupakan tahap penentuan hal-hal yang penting sebagai
dasar dari permasalahan yang akan dianalisis.

Konseptualitas, Hasil identifikasi masalah, dikonseptualisasikan dalam
bentuk relasi antar data, hubungan antar pengetahuan dan konsep-konsep
penting dan ideal yang akan diterapkan.

Formalisasi, Konsep-konsep dari konseptualisasi diimplementasikan
secara formal dalam tahap formalisasi.

Implementasi, Apabila pengetahuan sudah diformalisasikan secara
lengkap maka tahap implementasi dapat dimulai dengan membuat garis
besar masalah kemudian memecahkan masalah kedalam modul-modul.

Evaluasi, Tahap ini merupakan tahap pengujian terhadap sistem pakar
yang telah dibangun dan untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang
masih ada.

Pengembangan sistem, Fungsi dari pengembangan sistem adalah agar
sistem yang dibangun tidak menjadi usang dan investasi tidak sia-sia. Hal
pengembangan sistem yang paling berguna adalah proses dokumentasi
sistem dimana didalamnya tersimpan semua hal penting yang menjadi
tolak ukur pengembangan sistem di masa mendatang.
2.16 Bentuk Sistem Pakar
Ada 4 bentuk sistem pakar, yaitu :

Berdiri sendiri. Sistem pakar jenis ini merupakan software yang berdirisendiri tidak tergantung dengan software yang lainnya.

Sistem pakar jenis ini merupakan bagian program yang terkandung
didalam suatu algoritma (konvensional), atau merupakanprogram dimana
didalamnya memanggil algoritma subrutin lain(konvensional).

Menghubungkan ke software lain . Bentuk ini biasanya merupakan
systempakar yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu,
misalnya

Sistem Mengabdi. Sistem pakar merupakan bagian dari komputer
khususyang dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu. Misalnya sistem
pakar yang digunakan untuk membantu menganalisis data radar.
2.17 Struktur Sistem Pakar
Sistem pakar teridiri-dari 2 bagian pokok, yaitu : lingkungan pengembangan
(development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation
environment). Lingkungan pengembangan digunakan sebagai pembangunan
sistem pakar baik dari segi pembangunan komponen maupun basis pengetahuan.
Lingkungan konsultasi digunakan oleh seorang yang bukan ahli untuk
berkonsultasi.
Struktur Sistem Pakar
Basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan dalam penyelesaian masalah,
tentu saja di dalam domain tertentu. Ada 2 bentuk pendekatan basis pengetahuan
yang sangat umum digunakan, yaitu :
Cara representasi sistem pakar
Ada tiga teknik cara representasi dalam sistem pakar, yaitu:
Production rule, Adalah model ide dasar dari sistem yang mempresentasikan
pengetahuan dengan bentuk pasangan kondisi-aksi (jika-maka).
Semantic network,
Merupakan gambaran grafis dari pengetahuan yang terdiri
node atau simbol dan hubungan atau link yang memperhatikan hubungan hirarkis
antar objek.
Contoh Semantik Network
Frame, Adalah struktur data yang berisi semua pengetahuan tentang objek
tertentu.
Contoh Frame
Kategori umum dari sistem pakar
Berdasarkan penggunaannya sistem pakar diklasifikasikan menjadi dua bagian,
seperti pada tabel dibawah ini:
Kategori
Masalah yang diselesaikan
Menduga kegagalan sistem dari observasi,
Diagnosa
contoh mendiagnosa kerusakan mesin mobil.
Interpretasi
Menduga gambaran situasi dari observasi
Menduga akibat yang terjadi situasi tertentu.
Contoh prediksi cuaca besok berdasarkan data-
Prediksi
data sebelumnya.
Mengembangkan rencana-rencana untuk
Perencanaan
mencapai tujuan tertentu.
Membandingkan observasi terhadap rencana
Monitoring
hasil.
Debugging
Memberikan obat bagi kegagalan fungsi.
Mengeksekusi rencana dengan obat
Reference
penyembuhan.
Instruksi
Mendiagnosa, menunjukkan unjuk kerja.
Mengimplementasikan, memprediksi,
mengontrol kegiatan yang membutuhkan posisi
Kontrol
yang tinggi.
Contoh beberapa sistem pakar
XSEL
Sistem pakar ini dapat bertindak sebagai asisten penjual yang membantu penjual
komputer DEC memilihkan pesanan pelanggan sesuai dengan kebutuhan.
MYCIN
Sistem ini dikembangkan di Universitas Stanford pada pertengah-an 1970-an
dengan tujuan untuk membantu jurumedis dalam mendiagnosa penyakit yang
disebabkan oleh bakteri
PROSPECTOR
Sistem ini diciptakan oleh Richard Duda, Peter Hard, dan Rene Reboh pada tahun
1978 yang menyediakan kemampuan seperti seorang pakar di bidang geologi.
Sebuah sistem pakar mempunyai kemampuan berdialog dengan pemakai dan
kemudian memberikan suatu saran, pandangan, atau kesim-pulan. Contoh berikut
menunjukkan kemampuan tersebut.
Sistem pakar
: Apakah buah berbentuk bulat?
Pemakai
: Ya.
Sistem pakar
: Apakah buah berwarna hijau ketika muda dan kuning
ketika sudah tua?
Pemakai
: Tidak.
Sistem pakar
: Apakah buah berwarna hijau ketika muda dan merah
ketika sudah tua?
Pemakai
: Ya.
Sistem pakar
: Apakah berbatang?
Pemakai
: Ya
Sistem pakar
: Menurut pengetahuan yang saya miliki, apel memenuhi
kriteria yang Anda sebutkan.
2.18 Model konseptual sistem pakar
Model konseptual sistem pakar yang paling umum diperlihatkan pada Gambar
5.21. Tampak bahwa terdapat 4 buah komponen penting, yakni basis
pengetahuan (knowledge base), mesin inferensi (inference engine), fasilitas
penjelasan, dan antarmuka pemakai.
Model konseptual sistem pakar

Basis pengetahuan merupakan komponen yang berisi pengetahuanpengetahuan yang berasal dari pakar. Berisi sekumpulan fakta (fact) dan
aturan (rule). Fakta berupa situasi masalah dan teori tentang area masalah.
Aturan adalah suatu arahan yang menggunakan pengetahuan untuk
memecahkan masalah pada bidang tertentu.

Mesin inferensi adalah komponen yang menjadi otak sistem pakar.
Bagian inilah yang berfungsi melakukan penalaran dan pengambilan
kesimpulan.

Fasilitas penjelas merupakan komponen yang berfungsi untuk memberikan penjelasan kepada pemakai yang memintanya. Jenis pertanyaan
;ang dapat ditangani biasanya berupa “Mengapa” dan “Bagaimana”. Tidak
semua sistem pakar menyediakan bagian ini. Contoh berikut mem-berikan
gambaran tentang penjelasan oleh sistem pakar.

Antarmuka pemakai merupakai bagian yang menjembatani antara sistem
dan pemakai. Melalui bagian inilah pemakai berkomunikasi dengan
sistem.
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang
mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai
SIM (Sistem Informasi Manajemen) dipromosikan oleh pembuat komputer untuk
mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM (Sistem Informasi Manajemen)
menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama
menghasilkan informasi manajemen.
Otomatisasi kantor (office automation/OA) memudahkan komunikasi dan
meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui
penggunaan alat elektronik. OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi
seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, elektronik calendaring, facsimile
transmission. Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran
logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan
(artificial intelligence).
Daftar Pustaka
http://fairuzelsaid.com/konsep-sistem-pakar/
https://blogaanwati.wordpress.com/2013/01/11/otomatisasi-kantor/.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_otomatisasi_kantor.
http://nove82.blogspot.co.id/2014/10/otomatisasi-perkantoran-a.html
Download