Manifesto Tolak REDD Padi! Tolak WTO! Tolak REDD! Tolak Padi dalam Pasar Karbon! 6 Desember 2013 ● Bali, Indonesia Kami yang bertanda tangan di bawah ini para masyarakat adat, petani, nelayan, imigran, perempuan, pemuda, koki dan masyarakat sipil dari seluruh dunia, berkumpul di Bali memprotes WTO terkait bahan pangan padi yang merupakan tanaman pokok dan sakral yang dimakan oleh miliaran orang di seluruh dunia. Kami yang juga dengan berani melawan upaya pemaksaan penggunaan produk rekayasa genetika "Golden Rice" dari Monsanto, dan sekarang ini kami bersatu untuk memperjuangkan bahan pangan padi yang dijadikan bagian dari produk kapitalisme sumber daya alam dan pasar karbon atau - "REDD Padi". Sejak 2007, PBB, Bank Dunia dan berbagai pihak penghasil polusi dari bahan bakar fosil seperti perusahaan Shell, Chevron dan perusahaan pertambangan seperti Rio Tinto, telah mendorong adanya rezim perdagangan karbon yang disebut REDD1 (Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan). Lahan yang digunakan untuk REDD adalah lahan pertanian, tanah, sawah, hutan dan berbagai macam perkebunan sebagai spons emisi gas rumah kaca. Sekarang ini para penghasil polutan iklim tersebut ingin menggunakan bahan pangan padi sebagai offset polusi yang dihasilkan, bukannya melakukan pengurangan emisi pada sumber asalnya. Solusi berbasis pasar dalam mengatasi krisis iklim tersebut adalah solusi yang palsu. Kami tidak ingin sawah atau lahan padi kami akan dijadikan dalih untuk mengasilkan polusi yang lebih banyak lagi sebagai penyebab pemanasan global dan berbagai bencana angin topan. Bagi petani, REDD+ merupakan wadah pembenaran adanya reformasi agraria di seluruh dunia dan penyimpangan pengembangan bahan pangan dengan dijadikan sebagai "karbon pertanian". PBB dan negara-negara industri di Utara telah memperkenalkan solusi perubahan iklim palsu lainnya seperti " Climate -Smart Agriculture”. Di Afrika, di mana proyek-proyek kredit karbon pintar-iklim sedang dipromosikan, para petani mulai menolak penggunaan lahan dan tanah mereka sebagai lahan penyerapan karbon, yang merupakan bagian skema kapitalisme pasar karbon. Pasar karbon pada jenis lahan baru ini membuka pintu gerbang untuk tanaman transgenik (GMO) yang lebih besar dan perampasan terhadap lahan. Benih "tahan iklim " dan berbagai bentuk produk GMO yang diupayakan memperbaiki iklim yang lain seperti halnya "REDD Padi" adalah hanya merupakan sebuah upaya pihak industri bioteknologi dan agribisnis untuk merusak, mempatenkan dan mengontrol benih dan perampasan lahan, memprivatisasi lahan yang kami miliki sehingga kami tidak lagi memiliki lahan, serta mewajibkan kami untuk menghamba kepada kapitalisme. 1 REDD adalah sebuah inisiatif global untuk menciptakan nilai uang terhadap karbon yang tersimpan di hutan untuk mengkompensasi pemerintah dan perusahaan atau pemilik hutan di negara berkembang untuk tidak menebang hutan mereka yang kaya akan karbon atau untuk mengurangi tingkat deforestasi dan degradasi hutan sebagai mekanisme pasar untuk menghindari emisi gas rumah kaca. REDD+ (plus) merupakan perluasan skema REDD untuk mengembangkan metode penyerapan karbon melalui hutan, lahan basah, sistem pertanian, tanah, cadangan karbon, "pengelolaan hutan lestari" (logging) dan "peningkatan stok karbon hutan" di negara-negara berkembang. Diagendakan pada musim semi berikutnya di tahun 2014, California kemungkinan akan terlibat dalam budidaya padi sebagai offset karbon melalui hukum perubahan iklim yang dimilikinya yang dikenal dengan California’s Global Warming Solutions Act (AB32). Protokol offset budidaya padi yang diusulkan tersebut seolah-olah sebagai upaya pengurangan emisi melalui protokol lahan pertanian dengan menggunakan model BIO-GEO-KIMIA untuk pertama kalinya yang dianggap dapat "meniru" prosesproses yang terjadi di dalam tanah. Salah satu metode yang akan digunakan dalam pengurangan emisi adalah dengan mengganti bibit basah dengan bibit kering. Ini akan menyebabkan terjadinya penanaman padi GMO dan penggunaan "nutrisi tanah" hasil rekayasa genetika. China dan California akan bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi yang akan memprivatisasi, mempatenkan dan menjual gen yang dianggap dapat mengurangi penggunaan pupuk pada tanaman padi. Sebagai bagian dari globalisasi ekonomi, gen-pengetahuan dan offset padi tersebut akan dijual kepada penawar yang paling tinggi untuk memenuhi target pengurangan emisi mereka di pasar kredit karbon global yang sedang bermunculan. Jika diterapkan dalam skala yang besar, rekayasa genetika dari REDD Padi dapat menciptakan polusi pada lahan sawah petani dan benih padi dengan dampak buruk yang sangat besar terhadap lingkungan, sosial dan budaya. Tolak Privatisasi dan Komodifikasi Padi! Tolak WTO terhadap Padi kami! Tolak WTO untuk Sumber Daya Alam, Pangan dan Kehidupan! Tolak REDD Padi! Menghormati para pejuang kami yang telah tiada dalam upaya mempertahankan tanah dan wilayah kami, kami berkomitmen untuk mempertahankan padi sebagai hidup kami dan bagian dari gerakan kami untuk kedaulatan pangan. Kami menentang menjadikan padi sebagai bagian dari pasar karbon. Kami menentang manipulasi genetik padi oleh pihak perusahaan. Kami menentang Ekonomi Hijau yang "Rakus", yang merupakan sistem ekonomi didorong oleh WTO yang melakukan privatisasi terhadap sumber daya alam sebagai "produk dan jasa dari lingkungan". Mari berjuang membela ibu pertiwi kita dan mengatakan “Tolak!”. Menolak untuk memperdagangkan kehidupan, udara yang kita hirup, dan makanan yang kita makan.