PERANAN AGROFORESTRY UNTUK KONSERVASI

advertisement
“PERANAN AGROFORESTRY UNTUK KONSERVASI TANAH DAN AIR”
Oleh
Firmansyah, S.Hut, M.Si
Penyuluh Kehutanan Ahli
Pusat Penyuluhan Kehutanan BP2SDM
anah dan air merupakan komponen yang sangat vital dalam menopang
kehidupan manusia dan memegang peranan yang sangat penting dalam
T
pembangunan pertanian dan kehutanan. Allah SWT menciptakan bumi beserta
isinya termasuk di dalamnya tanah dan air adalah untuk dimanfaatkan sebesarbesarnya oleh manusia tanpa mengesampingkan segala aspek-aspek
kelestariannya. Oleh karena itu, dalam melaksanakan pembangunan yang
“berwawasan
lingkungan”,
adalah
mutlak
diperlukan
keseimbangan,
keserasian dan keselarasan dari berbagai lintas sektor, seperti sektor pertanian,
kehutanan, perikanan dan lain-lain demi optimalnya peningkatan produksi
disertai mutu lingkungan hidup yang tetap terjaga.
Kearifan manusia dalam mengelola sumberdaya alam tersebut termasuk di
dalamnya sumberdaya tanah dan air akan berpengaruh langsung maupun tidak langsung
terhadap keselamatan hidup manusia itu sendiri. Beberapa kejadian ataupun bencana alam
yang sebagian besar karena kesalahan manusia dalam mengelola sumberdaya (tanah dan
air) dintaranya adalah terjadinya banjir, tanah longsor, erosi permukaan, kekeringan dan
penurunan produktivitas serta kesuburan tanah sehingga menyebabkan terjadinya degradasi
lahan. Terkait hal tersebut, usaha konservasi tanah dan air menjadi sebuah “kewajiban”
bagi manusia, sehingga hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak baik itu pemerintah,
masyarakat, dunia pendidikan dunia usaha dan lain-lain.
Berkenaan dengan hal tersebut, diperlukan terobosan baru yaitu sebuah teknologi
aplikatif tepat guna dan sistem pengelolaan yang mampu memberikan keuntungan secara
ekonomi dan ramah terhadap lingkungan. Sistem pengelolaan lahan dengan menggunakan
teknik agroforestry merupakan salah satu solusi untuk memberikan keuntungan baik secara
ekonomi (jangka pendek dan panjang) serta memberikan keuntungan bagi lingkungan.
KONSERVASI TANAH DAN AIR
Konservasi tanah dalam arti yang luas adalah penempatan setiap bidang tanah pada
cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya
sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Dalam arti
yang sempit konservasi tanah dapat diartikan sebagai upaya mencegah kerusakan tanah
oleh erosi dan memperbaiki tanah yang rusak oleh erosi.
Sedangkan konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air hujan yang jatuh
ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin, dan mengatur waktu aliran agar tidak terjadi
banjir yang merusak dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau.
Konservasi tanah mempunyai hubungan yang sangat erat dengan konservasi air.
Setiap perlakuan yang diberikan pada sebidang tanah akan mempengaruhi tata air pada
tempat itu dan tempat-tempat di hilirnya. Oleh karena itu konservasi tanah dan konservasi
air merupakan dua hal yang berhubungan erat sekali; berbagai tindakan konservasi tanah
adalah juga tindakan konservasi air.
PENGERTIAN AGROFORESTRY
Agroforestry secara harfiah berasal dari dua kata yaitu agros (bahasa Yunani yang
berarti pertanian) dan forestry (bahasa Inggris yang berarti hutan). Oleh karena itu,
agroforestry berarti sebuah bentuk kombinasi antara kegiatan budidaya pertanian dengan
kegiatan kehutanan yang memanfaatkan sebidang lahan, termasuk di dalamnya ilmu,
manajemen, seni dan rangkaian aktivitas dalam usaha pengelolaan hutan dan penggunaan
sumber daya alam untuk kepentingan manusia tanpa mengabaikan aspek-aspek kelestarian.
Sejalan dengan berkembangnya ilmu tentang agroforestry ini, maka beberapa
definisi yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya :
 Agroforestry dapat diartikan sebagai suatu bentuk usaha tani dalam rangka
pengelolaan hutan serba guna yang menyerasikan antara produksi dan kepentingan
pelestarian, berupa pengusahaan secara bersama atau berurutan jenis-jenis tanaman
pertanian atau bentuk lapangan pengembalaan dengan jenis-jenis tanaman
kehutanan pada suatu lahan hutan. Komoditi yang dihasilkan dari sistem
agroforestry tidak semata-mata komoditi kehutanan, tetapi juga komoditi lainnya
seperti tanaman pangan, hijauan makanan ternak, kayu bakar dll (Achi.ll dalam
Lahjie, 2001).
 Agroforestry adalah nama bagi sistem dan teknologi penggunaan lahan yang
mengusahakan pepohonan berumur panjang (termasuk semak, palem, bambu, kayu,
dll) dan tanaman pangan atau pakan ternak berumur pendek pada petak lahan yang
sama dalam suatu pengaturan ruang atau waktu. Dalam sistem-sistem agroforestry
terjadi interaksi ekologi dan ekonomi antar unsur-unsurnya. (Forestra dalam
Anonymous, 2000).
RUANG LINGKUP AGROFORESTRY
Ada beberapa cara klasifikasi agroforestry diantaranya : berdasarkan kombinasi
komponen pohon, tanaman, padang rumput/makanan ternak dan komponen lain yang
ditemukan dalam agroforestry (King, 1978; Koppelman dkk., 1996 ) :
A.
Agrosilvikulture : Campuran tanaman dan pohon, dimana penggunaan lahan secara
sadar untuk memproduksi hasil-hasil pertanian dan kehutanan.
B.
Silvopastoral : Padang rumput/makanan ternak dan pohon, pengelolaan lahan hutan
untuk memproduksi hasil kayu dan sekaligus memelihara ternak.
C.
Agrosilvopastoral : tanaman, padang rumput/makanan ternak dan pohon,
pengelolaan lahan hutan untuk memproduksi hasil pertanian dan kehutanan secara
bersamaan dan sekaligus memelihara hewan ternak.
D.
Sistem lain , meliputi :

Silvofishery : pohon dan ikan

Apikulture : pohon dan lebah

Serikulture : pohon dan ulat sutera
AGROFORESTRY DAN KONSERVASI TANAH DAN AIR
Setiap bentuk dari agroforestry seperti agrosilvikultur (pengusahaan tanaman
pertanian dengan kehutanan), silvofishery (pengusahaan tanaman kehutanan dengan
perikanan),
silvopastural
agrosilvopastural
(pengusahaan
(pengusahaan
tanaman
tanaman
kehutanan
kehutanan
dengan
dengan
peternakan),
pertanian
dan
peternakan/pakan ternak), form forestry (kebun hutan) dan lain-lain, selalu melibatkan
tanaman pohon sebagai komponen penyusunnya. Diharapkan dengan keterlibatan pohon
tersebut akan mampu membantu konservasi tanah dan air. Terdapat beberapa hal dalam
agroforestry yang memiliki potensi untuk mempertahankan tingkat kesuburan tanah
(Chundaawat dan Gautam, 1993 dalam Lahjie, 2002) diantaranya yaitu :
 Penanaman jalur
 Kebun pohon multi jenis
 Kebun rumah
 Kombinasi tanaman perkebunan
 Pohon-pohon konservasi dan reklamasi lahan
 Sabuk pelindung dan penahan angin
 Pohon-pohon multi guna pada lahan pertanian
 Penanaman pohon dan pagar hidup berkayu pada perbatasan ladang
 Tegakan untuk pupuk hijau, pemulsaan dan pakan ternak
Penanaman tanaman tahunan pada lahan pertanian dengan menggunakan sistem
agroforestry akan memiliki banyak keuntungan bagi petani. Beberapa keuntungan yang
diperoleh dari penerapan sistem agroforestry untuk konservasi tanah dan air adalah :
a. Meningkatkan kandungan bahan organik tanah melalui pembusukan bagian-bagian
tanaman, bukan hanya pada lapisan tanah atas saja tetapi juga pada lapisan tanah dalam
(pembusukan akar)
b. Menambah mikroorganisme tanah yang menguntungkan di daerah perakaran oleh
karena adanya penambahan bahan organik tanah secara perlahan-lahan.
c. Memperbaiki sifat fisik tanah seperti permeabilitas tanah, daya pegang tanah, stabilitas
agregat tanah, suhu tanah dan kelembaban tanah.
d. Mampu mengurangi laju aliran permukaan (run off) dan erosi tanah khususnya pada
lahan agroforestry serta mengendalikan sedimentasi secara langsung terhadap daerahdaerah yang ada di bawahnya sehingga kehilangan unsur hara oleh adanya erosi dapat
dikurangi.
e. Penggunaan tanaman leguminosa pada lahan agroforestry mampu memperbaiki tanah
dengan adanya penambahan jumlah nitrogen.
f. Memelihara tingkat stabilitas lingkungan (tanah, air, udara, dll) seperti proses pelepasan
oksigen dan penyerapan karbondioksida untuk kepentingan makhluk hidup terutama
manusia.
g. Mempertahankan dan memperbaiki sumber air tanah baik dari jumlah/kuantitas
maupun kualitasnya. Di dalam sebuah penelitian , diketahui bahwa penambahan
penutupan vegetasi sebesar 10% akan menghasilkan peningkatan 14 mm air pada aliran
sungai (Rakhmanov, 1970).
KESIMPULAN
Agroforestry sebagai suatu teknologi pengolahan lahan yang mengkombinasikan
antara tanaman kehutanan dengan tanaman semusim dan atau hewan mampu memberikan
keuntungan secara ekonomis dan membantu kegiatan konservasi tanah dan air.
Agroforestry berperan penting dalam konservasi tanah dan air seperti mengurangi
laju erosi, aliran permukaan dan sedimentasi pada tanah yang berada di bawahnya,
menjaga kesuburan tanah , memperbaiki sifat fisik tanah, kimia maupun biologi tanah
sehingga dengan adanya perbaikan sifat-sifat tersebut dapat menunjang pengusahaan
tanaman di atasnya untuk kesejahteraan hidup umat manusia.
Download