Document

advertisement
MARAAHIL AT-TAFAA'UL BISY'SYAHAADATAIN
(Tahap'tahap Interaksi dengan Dua Kalimat Syahadat)
Sinopsis
Dua kalimat syahaadah adalah suatu kesaksian bahwa tiada yang wajib diabdi dengan penuh
cinta kecuali hanya kepada Allah SWT saja. Kemudian kesaksian bahwa Muhammad itu
merupakan Rasul Allah SWT. Syahaadatain ini merupakan ruh yang melandasi keyakinan,
pemikiran dan perbuatan orang-orang mukmin. Untuk merealisasikannya mukmin mesti
berinteraksi dengan kandungan makna syahaadatain yang didasari cinta dan ridha sehingga
menjadi sifegha/i kepada hati, akal dan jasad.
1. Asy-Syahaadatain (Dua Kalimat Syahadat)
Syahaadatain perlu dipelajari dan diketahui karena dua kalimat ini sebagai dasar bagi
keseluruhan hidup manusia dan seluruh ajaran Islam.Ungkapan Allah SWT bahwa syahadat
adalah dasar seluruh ajaran Islam. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan terhadap kalimat
syahadatain ini.
Dalil
Q. 47:19. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq)
melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang' orang
mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan
tempat tinggalmu.
● •
Q. 37:35. Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: MLaa
itaaha iUa Allaah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah), mereka
menyombongkan diri. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang
menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berumu (juga menyatakan
yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.
● •
Hadits. Ungkapan Rasulullah mengenai bangunan Islam yang terdiri dari lima,
menyaksikan bahwa Tiada Ilah selain Allah SWT dan bahwa Muhammad Rasulullah,
mendirikan shalat, menunaikan zakat, shaum di bulan ramadhan dan menunaikan haji
bagi yang mampu.
● •
2. Al-Mahabbah (Cinta)
Mukmin mencintai dua kalimat syahaadah sehingga nilai yang menjadi kandungannya tidak
diterima sebagai beban.
Cinta ini tumbuh dari kecintaan kita kepada Allah SWT dan Rasul
yang teramat sangat serta baraa* terhadap sembahan selain Allah SWT. Cinta ini dilengkapi
dengan cinta kepada Rasul yang menjadi pembimbing utama menuju kecintaan Allah SWT dan
cinta kepada Islam sebagai syarat untuk mendapatkan kecintaan Allah SWT
Sikap
kecintaan mukmin yang teramat sangat kepada Allah SWT adalah ciri dari kecintaannya kepada
rasul dan Islam. Hati mukmin bergetar ketika asma Allah SWT disebutkan ini disebabkan karena
cintanya kepada Allah SWT.
Dalil
Q. 2:165. Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingantandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.
● •
1
Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika
seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa
(pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah
amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).
● •
Hadits. Sikap kecintaan mukmin terhadap Rasul, lebih dari mencintai ibu bapak
maupun anaknya.
● •
Q. 8:2. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada
kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan
kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
3. Ar-Ridhaa (Rela)
Ridha yaitu kerelaan diri untuk menerima program Allah SWT sepenuhnya. Ridha hanya dapat
lahir dari cinta yang sebenarnya. Ridha hanya dapat lahir dari cinta yang sebenarnya.
Fenomena ridha adalah kelezatan iman dalam dada. Ridha terwujud dalam tiga bentuk yaitu
ridha kepada Allah SWT sebagai Rabb, ridha kepada Islam sebagai aturan hidup dan ridha
kepada Rasul sebagai pemimpin dan teladan kehidupan,
A. Ridha kepada Allah SWT sebagai Tuhan (Rabb).
Ridha kepada Allah SWT adalah menjadikan kehendak dan kemauan pribadi. Rela Allah SWT
sebagai pengatur, pembimbing dan pendidik yang senantiasa mencintai, melindungi dan
menyayangi dirinya. Karena itu seluruh aktifitas hidupnya ditujukan untuk mencari keridhaan
Allah SWT.
Arti ridha terhadap Allah SWT adalah menjadikan kemauan Allah SWT sebagai kemauan kita
sendiri atau tidak menghendaki apapun selain yang dikehendaki Allah SWT terhadap kita. Orang
mukmin senantiasa mencari ridha Allah SWT dalam berjihad, meskipun mesti mengorbankan
seluruh dirinya. Mereka yang beribadah dengan ikhlas akan mendapat ridha Allah SWT, lihat
pula Q. 9:100. Allah pun akan ikhlas dan ridha kepada hambaNya yang beribadah ikhlas
kepadaNya.
Dalil
Q. 76:30. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki
Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
● •
Q 2:207. Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena
mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba- Nya.
● •
Q. 60:1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku
dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka
(berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka
telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan
(mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar
keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan- Ku (janganlah kamu
berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad)
kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu
sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang
melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
● •
Q. 98:8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di
● •
2
bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha
terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan)
bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
● •
Hadits. Ibnu Mardawih meriwayatkan dari Usman An-Nahdi dari Shuhaib, dia
berkata, ketika aku hendak berhijrah dari Mekah untuk mengikuti Nabi SAW, maka kaum
Quraisy berkata kepadaku, Hai Shuhaib, dahulu kamu datang kepada kami tanpa harta,
sekarang kamu hendak pergi sambil membawa harta? Demi Allah, hal ini tidak boleh
terjadi. Maka saya berkata kepada mereka, Apakah kalian akan membebaskan aku jika
aku memberikan hartaku kepada kalian? Mereka mengiyakannya. Kemudian kuserahkan
hartaku kepada mereka dan mereka pun membiarkan aku pergi hingga tiba di Madinah.
Kasus itu lalu sampai kepada Nabi maka beliau bersabda,"Shuhaib beruntung ....Shuhaib
beruntung....."
● •
Q. 9:100 Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di
antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka
dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah
menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya;
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar
B.
Ridha kepada Islam sebagai Aturan Hidup (Dien)
•
Islam diyakini sebagai satu-satunya aturan hidup bagi dirinya. Tidak ada aturan lain.
Karena Islam adalah ad'diin yang lengkap dan sempurna, menyelesaikan semua masalah,
merupakan jalan lurus dan membawa pemeluknya kepada kebahagiaan dan keselamatan hidup.
Islam adalah ad-din yang lengkap dan sempurna, merupakan nikmat Allah SWT yang mengatur
seluruh hidup manusia. Allah SWT ridha dengan Islam sebagai ad'diin bagi kita maka kitapun
harus ridha dengan dinul Islam, maka seluruh tuntutan Islam mesti dipenuhi dengan penuh
kesadaran dan kerelaan, lihat Q. 3:19.
Dalil
Hadits. Abdur Razak meriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW Bahwa
beliau bersabda, "Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya, tiada seorang yang
mendengar tentang aku dari umat ini: orang Yahudi atau Nasrani, lalu dia meninggal
dalam keadaan tidak beriman kepada (risalah) yang aku diutus untuknya melainkan dia
termasuk penghuni neraka (HR Abdur Razak).
● •
Q. 5:3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging
hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh,
yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu
menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan
(diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak
panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk
(mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah
kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamu nimat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.
Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
● •
Q. 3:19 Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada
berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan
● •
3
kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang
kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
C. Ridha kepada Rasul sebagai Teladan (Uswah)
Dalam melaksanakan Islam maka Muhammad SAW dijadikan sebagai contoh dan ikutan. Semua
langkah dan tindakan dilaksanakan sesuai dengan bimbingan Rasulullah ini. Karena Muhammad
SAW adalah manusia pilihan yang diutus Allah SWT, insan kamil, pendidik utama yang selalu
menyayangi umatnya. Ciri sikap seorang mukmin adalah selalu mencari ridha kepada Allah SWT
dan RasulNya.
Rasulullah sangat sesuai untuk diridhai karena teramat sayang kepada umatnya, hal ini dapat
kita lihat dalam sirah Nabi SAW tentang bagaimana Nabi SAW beraksi dengan para sahabatnya.
Keimanan seseorang ditentukan oleh kerelaannya bertahkim kepada keputusan Rasulullah
tanpa keberatan dalam menerima keputusan tersebut. Rasulullah adalah teladan dalam setiap
aspek kehidupan manusia. Barangsiapa yang mencontohkannya maka mereka akan
mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah SWT.
Dalil
Q. 9:59. Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan
Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan
memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya,
sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah", (tentulah yang
demikian itu lebih baik bagi mereka).
•
Q. 9:128-129. Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari
kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan
dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang- orang
mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah
bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah
Tuhan yang memiliki "Arsy yang agung".
•
Q. 4:65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga
mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian
mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu
berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
•
Hadits. Tidak beriman salah seseorang di antaramu sehingga hawa nafsunya
mengikuti apa yang aku (Muhammad) datangkan.
•
Q. 33:21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang
baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari
kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
● •
●
●
●
●
4. Shibghah (Celupan)
Cinta dan keridhaan kepada Allah SWT, Rasul dan Islam mewarnai seluruh aspek kehidupan
mukmin, menjadi sibghah dalam dirinya. Sibghah adalah iman yang merasuk sampai ke tulang
yang tidak dapat lepas, bersifat suci, murni dan tidak bercampur dengan syirik walaupun setitik.
Seorang yang hidupnya dalam sibghah Allah SWT seluruh hidupnya merupakan ibadah atau
pengabdian kepada Allah SWT. Untuk mengaplikasikannya sibghah diperlukan: Pengenalan
4
yang sebenarnya terhadap Allah SWT dan interaksi denganNya dalam bentuk penghambaan.
Pengenalan kepada Islam serta siap menghayati dan mengamalkannya baik dalam diri,
keluarga, maupun masyarakat. Islam harus diperjuangkan sehingga tegak di bumi Allah SWT.
Pengenalan kepada Rasul SAW serta sedia mengikuti bentuk hidup beliau sesuai dengan
kemampuan.
Iman sejati adalah sibghah Allah SWT yang meliputi dirinya. Sibghah Allah SWT
ini menjadikan setiap perbuatannya beribadah kepada Allah SWT. Iman yang sejati tidak
bercampur dengan kemusyrikan meskipun sedikit. Orang yang memilikinya akan memperoleh
rasa aman. Pengenalan terhadap laa daaha ilia Allaah merupakan suatu kewajiban setiap
muslim dan akan mewarnai kehidupannya dengan naungan Islam. Pengenalan terhadap Rasul
akan membawa kita mudah mengetahui bagaimana cara untuk mengamalkan Islam.
Pengenalan terhadap Islam mempermudahkan kita mewarnai kehidupan ini
dengan nilai-nilai Islam.
Dalil
Q. 2:138. Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada
Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.
•
Q. 6:82. Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka
dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan
mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
•
Q. 47:19. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq)
melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang- orang
mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan
tempat tinggalmu.
•
Q. 20:14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain
~ Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
•
Q. 9:128. Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu
sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan
keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang
mukmin.
•
Q. 18:110. Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti
kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah
Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka
hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan
seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
•
Q. 3:19,85. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.
Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.
Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat
hisab-Nya. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali- kali tidaklah
akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang
rugi.
● •
●
●
●
●
●
●
A. Shibghah Qalb (Hati yang Tercelup)
Hati (qalb) yang tersibghah adalah hati yang suci, bersih dan senantiasa berhubungan dengan
5
Allah SWT, siap menerima pimpinan dan bimbinganNya. Dalam hati ini terpancarlah akidah
(itikad) yang sehat dalam keyakinan dan keimanannya. Akidah yang benar dan sehat tersebut
menjadikan muslim selalu berniat ikhlas dalam setiap langkah tindakannya. Niat adalah dasar
ibadah, apakah diterima atau ditolak ibadah seseorang ditentukan oleh niatnya. Ciri orang
beriman adalah hatinya yang suci bersih dan siap menerima keyakinan * Islam. Mereka
memiliki suatu keyakinan terhadap kebenaran Islam. Allah berfirman bahwa hati mukmin akan
gemetar apabila disebut asma Allah SWT Juga disebutkan ciri terwarnainya seseorang mukmin
dengan nilai Islam adalah hatinya senantiasa bertaubat dan kembali kepada Allah SWT.
Keyakinan yang terdapat dalam dada setiap muslim merupakan iman yang mantap.
Dalil
Q. 26:89. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, •
Q. 23:35. Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian, bahwa bila kamu telah
mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan
dikeluarkan (dari kuburmu) ?
•
Q. 50:33. (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang
Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat.
•
Hadits. Keterangan Rasulullah yang menyatakan takwa ada di dalam dada (hati)
seseorang.
•
Q. 3:84. Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang
diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, IsmaMl, Ishaq, YaNqub,
dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa," Isa dan para nabi dari Tuhan
mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya
kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri."
•
Q. 2:136. Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah
dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim,
Ismail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa
serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak
membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh
kepada-Nya".
•
Q. 4:136. Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang
Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikatmalaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya
orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.
•
Hadits, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya sahnya suatu amal ditentukan oleh
niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan memperoleh sesuai yang ia niatkan .
● •
●
●
●
●
●
●
B. Shibghah 'Aql (Akal yang Tercelup)
Akal (aqal) tersibghah senantiasa ber-tafaqquh fiddiin. Aktif memikirkan kejadian langit, bumi
dan segala isinya, mempelajari semua fenomena alam sebagai tanda- tanda kebesaran Allah
SWT dibimbing oleh wahyu-Nya. Dari akal yang selalu menyingkap rahasia fenomena alam ini
lahirlah pemikiran Islam (Fikrah Islam), yaitu pemikiran atau idea yang merupakan aplikasi
ajaran Islam yang bersumberkan kepada Kitabullah dan bimbingan Rasul. Fikrah yang Islami
menjadikan muslim memiliki suatu program (minhaj) yang benar dalam menghadapi kehidupan.
Program kehidupannya mampu menegakkan ajaran Allah SWT (Al Islam). Firman Allah SWT
yang mengi-syaratkan bahwa pentingnya berfikir tentang tanda-tanda kekuatan Allah SWT di
6
alam semesta. Pada kejadian alam semesta banyak terdapat peringatan bagi mereka yang mau
menggunakan akalnya. Orang kafir menyesal di neraka karena tidak menggunakan akalnya
dengan maksimal. Muslim hertafaqquh fiddiin sesuai bidang yang diminatinya dalam rangka
menegakkan dinullah.
Dalil
Q. 3:190, 191 Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih
bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): uYa Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia- sia. Maha Suci
Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
● •
Q. 30:20-24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikit Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan
warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari
sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya,
Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan
Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah
matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi
kaum yang mempergunakan akalnya.
● •
Q. 50:37. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan
pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.
● •
Q. 67:10. Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan
(peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang
menyala-nyala".
● •
Q. 9:120. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab
Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi
berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai din mereka daripada
mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan,
kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat
yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu
bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlahbagi mereka dengan yang demikian itu
suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia- nyiakan pahala orang-orang yang
berbuat baik,
● •
Hadits, sabda Rasul: "Barangsiapa yang Allah SWT kehendaki menjadi baik,
maka difahamkan Nya dalam Dien".
C, Shibghah Jasad (Fisik yang Tercelup)
● •
7
Fisik (jasad) yang tersibghah senantiasa dipelihara kesehatan dan kekuatannya. Jasad ini
dibangun dengan berbagai cara agar mampu mengikuti jejak hidup Rasulullah SAW. Dapat
melakukan aktifitas (amal) atau bekerja sesuai bimbingan Allah SWT dalam kitabullah. Menjadi
wujud yang nyata dari Akidah dan fikrah- Nya. Dapat melaksanakan bimbingan dan pimpinan
Allah SWT baik untuk individu maupun masyarakat sesuai dengan kemam-puannya.
Pelaksanaan (tanfiidzan) ini berdasarkan niat yang ikhlas dan program yang digariskan. Syarat
seorang pemimpin dalam Al-Quran adalah orang yang memiliki ilmu yang luas dan tubuh yang
kuat. Pilihan untuk mencari pemimpin yang mampu untuk menerima amanah akan jatuh
kepada orang yang bertubuh kuat dan terpercaya.
Dalil
Q. 2:247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah
mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut
memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan
daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang banyak?" (Nabi mereka)
berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya
ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa
yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
● •
Q. 28:26. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia
sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik
yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".
● •
Hadits. Rasulullah SAW memerintahkan "Ajarkanlah anak-anakmu berenang dan
memanah".
● •
Hadits. Rasulullah menyatakan: "Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah SWT dari
mukmin yang lemah".
Skema
● •
8
9
Ringkasan Dalil
●
•
Cinta (Q. 2:165,8:2,9:24)
●
•
Ridha (Q. 2:207)
●
•
Kepada Allah SWT (Q. 2:207,92:20-21,94:8)
●
•
Kepada Islam (Q. 3:19,85)
●
•
Kepada Muhammad (Q. 33:21)
●
●
●
●
Membentuk Shibghah (Q. 2:138,4:125).
•
Dalam hati (Q. 26:89)
•
Dalam akal (Q. 67:10)
•
Dalam jasad (Q. 2:251)
10
Download