alquran sebagai sumber hukum pertama islam dan sejarah

advertisement
Al-Qur’an
Al hadist
Ijtihad
 Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam adalah firman
Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia
hingga akhir zaman (Saba' QS 34:28). Sebagai sumber
Ajaran Islam juga disebut sumber pertama.
 Al-Quran merupakan kitab suci terakhir yang turun
dari serangkaian kitab suci lainnya yang pernah
diturunkan ke dunia
1.hadits hasan : yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits.
 Sanadnya bersambung;
 Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak
baik, tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.
 Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak
ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yg mencacatkan hadits
2.hadits shaheh : bila hadits yg tersebut sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh
rawi yg adil namun tidak sempurna ingatannya, serta matannya tidak syadz
serta cacat.
3.hadits dhaif(lemah): hadits yang sanadnya tidak bersambung dan diriwayatkan
oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya, mengandung
kejanggalan atau cacat
 Ijtihad adalah sebuah usaha untuk menetapkan




hukum Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis.
Ijtihad dilakukan setelah Nabi Muhammad telah wafat
sehingga tidak bisa langsung menanyakan pada beliau
tentang suatu hukum namun hal-hal ibadah tidak
bisa diijtihadkan. Beberapa macam ijtihad antara lain
Ijma', kesepakatan para ulama
Qiyas, diumpamakan dengan suatu hal yang mirip dan
sudah jelas hukumnya
Maslahah Mursalah, untuk kemaslahatan umat
'Urf, kebiasaan
Dalam pengertian mengenai al-Qur’an dapat ditinjau dari dua aspek,
sebagai berikut:
 Aspek Etimologis
Makna kata Qur’an adalah sinonim dengan qira’ah dan keduanya berasal
dari kata qara’a. dari segi makna, lafal Qur’an bermakna bacaan.
Kajian yang dilakukan oleh Dr. Subhi Saleh menghasilkan suatu
kesimpulan bahwa al-Qur’an dilihat dari sisi bahasa berarti bacaan,
adalah merupakan suatu pendapat yang paling mendekati kebenaran.
Arti inilah disebut dalam firman Allah berikut ini:
Artinya: Sesungguhnya atas tanggungan kami lah mengumpulkan nya (alQur’an) di dadamu dan membuatmu pandai membaca. Maka bila kami
telah selesai membacakan nya
 Ditinjau dari aspek terminologi kata al-Qur’an
sesungguhnya telah banyak dikemukakan oleh para
‘Ulama. Diantaranya mereka ada yang memberikan
pengertian sama dengan al-kitab, karena selain nama alQur’an, wahyu tersebut dikenal dengan sebutan al-kitab.
Kaitannya dengan hal ini Al-Khudari memberikan definisi
bahwa al-kitab adalah al-Qur’an yaitu lafal bahasa Arab
yang diturunkan pada Muhammad untuk dipelajari dan
diingat, yang dinukil secara mutawatir, termaktub diantara
dua sisi awal dan akhir, diawali dengan surat al-Fatihah dan
diakhiri dengan surah an-Nas
 Allah menurunkan al-Qur’an kepada Rasulullah saw
untuk memberi petunjuk kepada manusia. Turunnya
al-Qur’an merupakan peristiwa besar. Turunnya alQur’an yang pertama kali pada malam lailatul qodar
merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi
yang terdiri dari malaikat-malaikat akan kemuliaan
umat Muhammad.
 Contoh Ayat-ayat yang menjelaskan hukum diantaranya:
 Uraian al-Qur’an tentang puasa ramadhan
 Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183).
 Ayat ini yang menjadi dasar hukum diwajibkannya berpuasa bagi orangorang yang beriman.
 Ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan persoalan shalat:
 Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al-kitab (Al
Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari
(perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat
Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang
lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Ankabut: 45).
 Al-qur’an adalah sumber hukum yang utama dalam Islam,
sebagaimana dalam firman Allah:

 Artinya: Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang
diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS.
al-Maidah: 44).
 Dalam ayat lain Allah berfirman:

 Artinya: Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak
(pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya
telah menetapkan suatu ketetapan, Akan ada bagi mereka pilihan (yang
lain) tentang urusan mereka. Dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan
Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (alAhjab: 36).
 Kedua ayat ini menegaskan kepada kita untuk
selalu berpegang teguh pada al-qur’an dan
hadis sebagai dasar dan sumber hukumhukum islam dan melarang kita untuk
menetapkan suatu perkara yang tidak sesuai
dengan al-qur’an dan hadis serta dilarang
untuk mendurhakai allah dan rasul-Nya.
 Sebagai sumber hukum yang utama, maka al-Qur’an memuat sisi-sisi
hukum yang mencakup berbagai bidang. Secara garis besar al-qur’an
memuat tiga sisi pokok hukum yaitu:
 Pertama, hukum-hukum I’tiqadiyah. Yakni hukum-hukum yang
berkaitan dengan kewajiban orang mukallaf, meliputi keimanan
kepada Allah, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Rasul-rasul, hari
Qiyamat dan ketetapan Allah (qadha dan qadar).
 Kedua, hukum-hukum Moral/ akhlaq. Yaitu hukum-hukum yang
berhubungan dengan prilaku orang mukallaf guna menghiasi dirinya
dengan sifat-sifat keutamaan/ fadail al a’mal dan menjauhkan diri dari
segala sifat tercela yang menyebabkan kehinaan.
 Ketiga, hukum-hukum Amaliyah, yakni segala aturan hukum yang
berkaitan dengan segala perbuatan, perjanjian dan muamalah sesama
manusia. Segi hukum inilah yang lazimnya disebut dengan fiqh alQur’an dan itulah yang dicapai dan dikembangkan oleh ilmu ushul alFiqh.
 1. Sejarah Pembukuan Mushaf AI Qur'an pada
Masa Rasulullah
 2. Pembukuan Al-Qur’an masa Khulafaur
Rasyidin
 Kita telah mengetahui Al-Qur'an itu diturunkan secara
berangsur-angsur. Rasulullah menerima A1-Qur'an
melalui malaikat Jibril kemudian beliau ,membacakan
serta. mendiktekannya kepada para sahabat yang
mendengarkannya
 Pada waktu Abu Bakar diangkat menjadi khalifah
beliau segera memerintahkan agar naskah yang
tersimpan di rumah Rasulullah disalin dan disusun
kembali
 Demikianlah khalifah Abu Bakar memerintahkan Zaid
bin Tsabit, penulis suhuf-suhuf di zaman Rasulullah
untuk mengumpulkan suhuf-suhuf Al-Qur'an baik
yang terdapat pada pelepah kurma, tulang hewan
maupun dari para penghafal Al-Qur'an yang masih
hidup.
Download