“bermain-mainlah dengan anakmu selama

advertisement
KELOMPOK I
ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN : ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI
DAN AKSIOLOGI
Islamisasi Ilmu Pengetahuan
Pada masa pembangunan kota Bagdad ini, ilmu yang dinamakan falsafat
atau filsafat belumlah muncul, akan tetapi ia muncul kemudian dalam masa
tenggang setengah abad sesudah itu. Menurut al-Kindi, seorang ahli filsafat Islam
yang pertama, mengatakan bahwa ilmu filsafat, telah berkembang semerbak
dalam dunia Islam semenjak abad ke 9 sampai abad ke 12.
Menurut Cicero, penulis Romawi (106-43 SM), orang yang pertama-tama
memakai kata-kata filsafat Pythagoras (497 SM), sebagai reaksi terhadap orangorang cendekiawan pada masanya yang menamakan dirinya "ahli pengetahuan".
Jadi, pengetahuan adalah perkara yang kita cari dan kita ambil sebagian darinya
tanpa mencakup keseluruhannya.
Islamisasi ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari pandangan dunia dan
system keyakinan, daripada mengislamkan disiplin yang telah berkembang dalam
sosial, etik dan kultural Barat, maka kaum cendekiawan muslim lebih baik
mengarahkan energi mereka untuk menciptakan paradigma-paradigma Islam,
karena dengan itulah tugas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan urgen
masyarakat muslim bisa dilaksanakan.
Nasir Mahmud dalam bukunya Epistomologi Studi Islam Kontemporer
mengemukakan beberapa proposisi tentang kemungkinan Islamisasi ilmu
pengetahuan dilakukan dengan tetap teguh di atas prinsip-prinsip ilmiah sebagai
berikut:
1.
Dalam pandangan Islam, alam semesta sebagai obyek ilmu pengetahuan
tidaklah netral, melainkan menyandang nilai (value) dan maksud yang luhur.
1
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
2.
Ilmu pengetahuan adalah produk akal pikiran manusia sebagai hasil
pemahaman atas fenomena di sekitarnya. Maka corak ilmu yang dihasilkan akan
bercorak system sesuai fenomena yang diteliti.
3.
Dalam pandangan Islam, proses pencarian ilmu tidak hanya berfikir di
sekitar rasio, dan empiris, tetapi juga melibatkan al-Qalb yakni intuisi batin yang
suci, rasio empiris mendeskripsikan fakta dan al-Qalb memaknai fakta sehingga
analisis dan konklusi sarat makna-makna atau nilai.
4.
Dalam pandangan Islam, realitas itu bukan realitas fisis akan tetapi juga
realitas non fisis atau metafisis.
Konsep Islamisasi ilmu pengetahuan digagaskan oleh sejumlah cendekiawan
muslim misalnya: Ismail al-Faruqi, Naquib Alatas dan sebagainya. Lahirnya
gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan ini didasarkan pada pandangan bahwa ilmu
pengetahuan produk modern ini tidak berhasil mengantar manusia pada cita ilmu
itu sendiri. Hal tersebut disebabkan karena ilmu dilepaskan dari akar "Illahy" dan
dikosongkan dari pertimbangan nilai.
Telaah Ontologis, Epistemologi, dan Aksiologi
Secara ontologis, Islamisasi ilmu pengetahuan memandang bahwa dalam
realitas alam semesta, realitas sosial dan historis ada hukum-hukum yang
mengatur dan hukum itu adalah ciptaan Tuhan. Pandangan akan adanya hukum
alam tersebut sama dengan kaum sekuler, tetapi dalam pandangan Islam hukum
tersebut adalah ciptaan Allah. Sebagai ciptaan Allah, maka realitas alam semesta
tidak netral tetapi mempunyai "maksud" dan tujuan". Maksud dan tujuan itu
sesuai dengan maksud alam semesta secara transendental berada dalam "idea"
Ilahy, secara immanen maksud itu juga diendapkan Tuhan di alam semesta.
Firman Allah QS. Al-Imran (3): 191
2
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Terjemahan:
"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi
(seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan siasia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka".
Ayat tersebut diatas menunjukkan bahwa di alam ini tidak ada sesuatu yang
diciptakan Allah dengan batil, melainkan mengandung yang al-Haq (kebenaran).
Dalam al-Haq itu mengandung hikmah-hikmah, yang bila diketahui (melalui
penyelidikan ilmiah) akan memberikan manfaat bagi kemajuan manusia.
Firman
Allah QS. Al-Anbiya (21): 16
Terjemahan:
"Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara
keduanya dengan main-main".
Dengan demikian, alam ini akan lebih nyata dirasakan manusia bila dikelola
manusia yang luhur. Karena itu, Allah pun menyatakan bahwa bumi ini hanya
diwariskan kepada hambanya yang shaleh.
Frman
Allah
QS.
A
l-Anbiya (21): 105:
3
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Terjemahan:
"Dan sungguh Telah kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh
Mahfuzh, bahwasanya bumi Ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh"
Bila orang anarki yang mengelola alam ini, maka akan menyelewengkan maksud
alam yang sesungguhnya, sehingga alam kembali merusak manusia. Keluruhan
"maksud" alam dimanifestasikan dalam tabiatnya yang selalu bertasbih kepada
Allah.
Dalam
epistemology
didalam
Islam
berjalan
dari
tingkat-tingkat:
(a)
perenungan (comtemplation) tentang sunatullah sebagaimana dianjurkan didalam
Al-Quranul Karim, (b) penginderaan (sensation), (c) pencerapan(perception), (d)
konsep (concept), (e) penyajian (representation), (f) timbangan (judgemen), dan
(g) penalaran(reasoning). Selanjutnya epistemology di dalam Islam tidak berpusat
kepada manusia (anthropocentric) yang menganggap manusia sendiri sebagai
makhluk mandiri (autonomours) dan menentukan segala-galanya, melainkan
berpusat kepada Allah (theocentric). Sehingga berhasil atau tidaknya tergantung
setiap usaha manusia, kepada iradat Allah. Epistemologi Islam mengambil titik
tolak Islam sebagai subyek untuk membicarakan filsafat pengetahuan, maka
disatu pihak berpusat pada Allah, dalam arti Allah sebagai sumber pengetahuan
dan sumber segala kebenaran. Dilain pihak, berpusat pula pada manusia dalam
arti manusia sebagai pelaku pencari pengetahuan (kebenaran). Disini manusia
berfungsi sebagai subyek yang mencari kebenaran.
Konsekuensi
dari epistemologi
diatas
maka aksiologi
Islamisasi
yaitu
mengandung nilai rohaniah atau moral yang bersumber dari agama (Islam)
sifatnya adalah absolut dan kebenarannya bersifat permanent karena bersumber
dari Dzat yang absolut (mutlak) pula yaitu Allah SWT.
Dengan demikian, terciptanya kemakmuran sebagai hasil penggalian dan
pengolahan sumber alam (natural resource), bukanlah merupakan tujuan utama
atau tujuan akhir kehidupan manusia. Karena yang menjadi tujuan utama adalah
mencapai ridha Allah SWT. Ridha Allah diturunkan kepada hamba-hamba-Nya
4
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
yang senantiasa bersyukur kepada-Nya. Bersyukur disini berarti memanfaatkan
ataumenggunakan segala rezki dan fasilitas yang diberikan-Nya pada fungsinya
serta sesuai dengan kehendak-Nya sebagai pemberi dan sumber rezki itu.
Jadi ilmu pengetahuan disini hanyalah berfungsi sebagai alat (instrument) untuk
mengolah dan memanfaatkan sumber-sumber yang ada dalam rangka mensyukuri
nikmat-nikmat Tuhan yang pada akhirnya adalah untuk mencapai ridha-Nya.
Dengan demikian, Islam tidak mengingkari adanya kebebasan manusia untuk
menggunkaan ilmunya, dengan syarat bahwa didalam penggunaan itu tidak ada
pelanggaran-pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan Tuhan yang dapat
mengakibatkan kemurkaan-Nya. Ilmu pengetahuan itu sendiri adalah bersifat
netral sehingga manusia sebagai pemilik ilmu perlu waspada kemana ilmunya
harus diarahkan.
KELOMPOK II
PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Arti pendidikan menurut para ahli
H. Horne : Pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian
yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan
mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam
sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.
John Deweymengemukakan bahwa pendidikan adalah suatu proses pembaharuan
makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau
pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja
dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini
melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan
kelompok dimana dia hidup.
Edgar Dalle bahwa Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh
keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran,
dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat
5
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mempermainkan peranan dalam
berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang.
Thompson mengungkapkan bahwa Pendidikan adalah pengaruh lingkungan
terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam
kebiasaan perilaku, pikiran dan sifatnya.
M.J. Longeveled bahwa Pendidikan merupakan usaha , pengaruh, perlindungan
dan bantuan yang diberikan kepada anak agar tertuju kepada kedewasaannya, atau
lebih tepatnya membantu anak agar cukup cakap melaksanakan
Tujuan Akhir Pendidikan
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan akhir
(ultimate goals, dapat juga disebut tujuan umum) pendidikan menurut pandangan
Islam ialah untuk membentuk manusia agar dapat berperan sebagai hamba dan
khalifah Allah. Manusia ideal dalam pandangan Islam adalah manusia yang dapat
menempatkan dirinya sebagai khalifah atau wakil Allah yang selalu mengabdikan
dirinya untuk kepentingan Tuhannya. Manusia seperti itulah yang perlu dibentuk
melalui pendidikan.
Pembentukan manusia sebagai hamba Allah meniscayakan terwujudnya
pribadi-pribadi yang senantiasa mematuhi semua aturan dan ketentuan Allah
sebagaimana telah ditetapkan di dalam ajaran agama yang diturunkan-Nya. Dari
sisi ini, pendidikan bertugas untuk mengajarkan berbagai ketentuan dan aturan
Allah yang berlaku bagi manusia kepada anak didik serta melatih dan membiasakannya untuk melaksanakan ketentuan dan aturan tersebut dalam kehidupan
sehari-hari. Lebih dari itu, pendidikan bertugas membentuk sikap mental yang
menyadarkan manusia akan kedudukannya sebagai ciptaan Allah yang mesti
mengikuti kemauan penciptanya.
Bidang ini merupakan tugas pendidikan dasar yang mutlak mesti diberikan
kepada setiap anak didik Muslim. Mengetahui dan melaksanakan semua tuntunan
ajaran agama adalah kewajiban individual (fardhu ‘ain). Tanggung jawab sebagai
6
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
hamba Allah dibebankan kepada manusia secara individual atau perorangan. Oleh
karena itu, pendidikan dalam bidang ini harus diberikan kepada setiap individu,
tanpa kecuali (apa pun profesi dan pekerjaan yang akan digelutinya dalam
masyarakat). Pembekalan pengetahuan agama dan pembentukan sikap keberagamaan harus dilakukan terhadap setiap individu manusia, bukan hanya untuk
orang-orang tertentu saja.
Sedangkan mendidik manusia sebagai khalifah Allah berarti
membentuk manusia agar dapat menjadi pemelihara, pengolah, dan pengelola
alam sesuai dengan tuntutan dan tuntunan Allah dalam rangka menciptakan
kemakmuran sebagai wujud rahmat Allah bagi semuanya. Tugas pendidikan bagi
manusia sebagai khalifah Allah ialah untuk mengajarkan, melatihkan, dan
mengembangkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang
diperlukan untuk menciptakan kemakmuran bagi alam semesta. Dalam
pelaksanaan tugas ini perlu diperhatikan kebutuhan sosial dan perbedaan
individual pada masing-masing anak didik. Kebutuhan sosial menghendaki
pengelolaan
berbagai
aspek
kehidupan
se-perti
pertanian,
pertukangan,
perekonomian, pengobatan, dan lain-lain. Sementara itu, perbedaan individual
menghendaki pembinaan spesialisasi dalam berbagai lapangan.
Tidak semua orang dituntut untuk menguasai semua bidang keahlian dan
keterampilan sebab tanggung jawab sebagai khalifah dipikul oleh manusia secara
universal, bukan perorangan. Masyarakat manusia tak ubahnya bagaikan sebuah
mobil yang memiliki bagian-bagian. Ada bagian yang berukuran besar dan ada
pula yang berukuran kecil. Namun, masing-masing memiliki fungsi yang sama
pentingnya. Fungsi baut yang kecil tidak kalah pentingnya dari ban yang besar.
Begitu pula manusia. Masing-masing orang dituntut untuk mengambil bagian
dalam sistem yang ada. Dalam konteks ini, Nabi menyatakan bahwa manusia
yang baik adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia lain.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa pendidikan yang
dituntut oleh ajaran Islam pada tahap awal ialah penyadaran setiap anak didik
akan kedudukannya sebagai hamba Allah, sekali gus, membimbing dan melatih
mereka untuk melaksanakan secara patuh dan taat segala aturan dan ketentuan
7
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Allah yang tertuang dalam al-Quran dan Sunnah Rasul-Nya. Di atas dasar inilah
(bukan di samping, apalagi di belakang), kemudian dikembangkan dan dibina
berbagai spesialisasi yang diperlukan bagi kehidupan manusia, baik secara
individual maupun sosial. Dengan demikian, tidak akan terjadi dikotomi atau pun
dualisme dalam pendidikan umat Islam, serta tidak akan muncul sains yang
sekuler atau pun agama yang tidak memperhatikan kehidupan dunia.
Di samping berbagai daya dan potensi yang ada pada dirinya, manusia juga
dibekali dengan:
1.
Alam semesta dengan segala isinya sebagai sumber kehidupan dan tempat
berkarya. Dalam surah al-Baqarah ayat 29, Allah berfirman:
Artinya: Dia (Allah)-lah yang menciptakan semua yang ada di bumi untuk
kamu manusia.
2.
Tugas manusia sebagai khalifah Allah di bumi adalah untuk mengolah dan
mengelola alam dengan memanfaatkan berbagai fasilitas (sumber daya
alam) yang telah disediakan Allah. Justru itu, penguasaan ayat-ayat
kauniyah (berba-gai jenis pengetahuan alam) merupakan sesuatu yang
mutlak diperlukan manusia Muslim sebagai khalifah Allah. Penguasaan
ilmu-ilmu pengetahuan alam bukanlah sesuatu yang dilarang atau tidak
sesuai dengan ajaran Islam, tetapi sesuatu yang diharuskan. Kemunduran
umat Islam di zaman pertengahan sampai ke zaman moderen ini tidak dapat
dilepaskan dari kesalah pahaman tentang hal.
3.
Ajaran agama sebagai petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam
menjalani kehidupannya. Sebagai pencipta, Allah mengetahui bahwa
manusia memiliki keterbatasan untuk menemukan jalan hidup yang benar.
Untuk itu, Ia mengirim Rasul-Nya guna menyampaikan dan menjelaskan
berbagai ketentuan dan petunjuk sebagai panduan bagi manusia dalam
menjalankan
tugas-tugas
kehidupannya.
Manusia
tidak
mungkin
membangun alam ini sesuai dengan kehendak Allah tanpa menghayati dan
mengamalkan ajaran agamanya.
8
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Sehubungan dengan itu, pemahan dan penguasaan ajaran agama termasuk
sesuatu yang mutlak diperlukan bagi setiap manusia yang telah ditetapkan sebagai
khalifah Allah.
Dengan begitu setiap individu Muslim harus memiliki:
1.
Fisik dan jiwa yang sehat, kuat, dan fungsional sehingga masing-masing
unsur dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Manusia tidak akan dapat
berkarya atau beramal saleh tanpa fisik dan jiwa yang sehat.
2.
Pengetahuan tentang ajaran agama, khususnya yang berkaitan dengan
kehidupannya sebagai hamba Allah, anggota masyarakat, serta profesi
yang ditekuninya. Pengajaran dan pendidikan agama harus diberikan
dengan cukup kepada setiap individu, bukan hanya kepada orang tertentu.
3.
Pengetahuan dan keterampilan profesional yang memungkinkannya
mengambil bagian dalam kehidupan sosial dalam masyarakatnya. Masingmasing individu dituntut agar memiliki profesi sendiri. Setiap individu
harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lingkungannya serta
alam sekitarnya.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa menurut ajaran Islam,
pendidikan harus diarahkan kepada pembentukan manusia yang dapat
melaksanakan fungsinya sebagai hamba dan khalifah Allah, yaitu manusia yang
sadar sepenuhnya akan kedudukannya sebagai makhluk yang mesti melaksanakan
tugas-tugas sebagaimana diinginkan dan diprogram oleh penciptanya. Untuk itu,
pendidikan bertugas memberikan pengetahuan dan pengahayatan yang memadai
serta berbagai keterampilan yang diperlukan untuk kemakmuran alam semesta.
Pencapaian tujuan seperti itu menghendaki pengkajian lebih lanjut
tentang tahap-tahap dan bidang-bidang garapan yang spesifik sehingga dengan
demikian diperlukan berbagai rumusan tujuan pendidikan yang lebih spesifik
sesuai dengan tahap dan bidang yang digarap. Ini merupakan tugas setiap pemikir
dan pengelola pendidikan umat Islam.
9
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Sumber Ilmu dalam Perspektif Islam
Memperhatikan kajian teoritis di atas, diskusi tentang sumber ilmu
pengetahuan tampaknya dipusatkan pada pertanyaan: Apa sebenarnya yang
memberi manusia pengetahuan? Rasiokah, empirikkah, atau fenomenologikah?
Berikut penulis akan menjelaskan kajian tentang sumber ilmu menurut Islam.
Namun, sebelum menjawab pertanyaan ini, terlebih dahulu akan dijelaskan
bagaimana pandangan Islam tentang fakultas manusia yang memberi manusia
ilmu pengetahuan.
1.
Fakultas/Alat Mendapatkan Ilmu
a.
Rasio
Dalam al-Qur`an dijumpai 49 kali kosa kata yang berakar kata a-q-l
dalam berbagai bentuk. Misalnya: Sebarannya sebagai berikut: kata (‘aqaluh)
dijumpai dalam 1 ayat, kata (ta’qilun) 24 ayat, (na’qil) 1 ayat, (ya’qiluha) 1 ayat,
dan (ya’qilun) 22 ayat. Makna kosa kata itu dalam arti paham dan mengerti.
Seperti dalam surah ( Al-Baqarah 2 : 75 ) dan surah (Al-Hajj/22: 46).
Maka apakah kamu (muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya
kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu
mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahuinya
Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal)
mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan
mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.Demikianlah
Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya agar kamu mengerti. (AlBaqarah/2: 242).
Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau
memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang
menyala-nyala. (Al-Mulk/67: 10).
10
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak
ada yang akan memahaminya kecuali mereka yang berilmu. (Al-Ankabut/29: 43).
Dalam Lisan al-‘Arab dijelaskan bahwa al-‘aql berarti al-hijr (menahan) dan
al-āqil adalah orang yang menahan diri (yahbis) dan mengekang hawa nafsu.
Selanjutnya dijelaskan pula bahwa al-‘aql mengandung arti kebijaksanaan (alnuhā), lawan dari lemah pikiran (al-humq). Al-‘aql juga mengandung arti al-qalb
(kalbu). Lebih lanjut disebutkan bahwa kata ‘aqala mengandung arti memahami.
Menurut Harun Nasution, kata ‘aqala kelihatannya bermakna mengikat dan
menahan. Orang yang āqil di zaman Jahiliyah, yang dikenal dengan hammiyah
atau darahnya panas, adalah orang yang dapat menahan amarahnya dan oleh
karenanya dapat mengambil sikap dan tindakan yang berisi kebijaksanaan dalam
mengatasi masalah yang dihadapinya.
Dari keseluruhan kosa kata yang berakar pada a-q-l dapat disimpulkan
bahwa al-‘aql adalah fakultas manusia yang berfungsi untuk mengerti atau
memahami sesuatu. Al-‘aql (rasio) dalam ayat-ayat di atas tidak dibicarakan
dalam konteks sumber ilmu tetapi dalam konteks alat yang darinya manusia
memperoleh ilmu. Baharuddin mengatakan bahwa dari keseluruhan ayat-ayat alQur`an yang memiliki akar kata a-q-l, tidak satu pun ayat yang menyebut akal
sebagai kata benda, semuanya dalam bentuk kata kerja (fi’il). Baharuddin
melanjutkan:
Hal ini menunjukkan bahwa ‘aql bukanlah suatu substansi (jauhar) yang
bereksistensi, melainkan aktivitas dari suatu substansi. Jika dipahami demikian,
akan mengandung suatu pertanyaan, yaitu substansi apakah yang berakal itu?
Pertanyaan itu dapat dikembalikan kepada Al-Qur`an. Dalam ayat lain dijelaskan
bahwa substansi yang mampu ber-‘aql itu adalah qalb. Firman Allah menjelaskan:
Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi? Mereka mempunyai kalbu yang
mereka ber-‘aql dengannya…
11
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
2.
Indera
Dalam Al-Qur`an alat-alat indera yang beraktifitas dan berfungsi bagi
manusia dalam memperoleh pengetahuan adalah al-sam’ dan al-absar. Kata alsam’ dan berbagai kata jadiannya disebut 185 kali, sedangkan kata al-sam’ sendiri
dijumpai 12 kali dalam Al-Qur`an. Kata al-absar dan berbagai kata jadiannya
disebut 148 kali. Sementara kata al-absar disebut 18 kali. Di antara ayat-ayat
yang m engandung kosa kata al-sam’ sebagai berikut:
Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari
langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan
penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan
mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala
urusan?” Maka mereka akan menjawab, “Allah.” Maka katakanlah, “Mengapa
kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” (Yunus/10: 131).
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak
mengetahui sesuatupun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati
nurani, agar kamu bersyukur. (An-Nahl/16: 78)
Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran, penglihatan, dan
hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur. (Al-Mu`minun/23: 78).
Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ruh (ciptaan)-Nya ke
dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati
bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur. (As-Sajdah/32: 9).
Di antara ayat yang mengandung kosa kata al-absar sebagai berikut:
Sesungguhnya, telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang
berhadap-hadapan. Satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain
(golongan) kafir yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan
muslim) dua kali lipat mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya bagi
12
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
siapa yang Dia kehendaki. Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran
bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan. (Ali Imran/3: 13).
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia melihat segala
penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus, Maha Teliti. (Al-An’am/6: 103).
Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal)
mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan
mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. (Al-Hajj/22:
46)
Berdasarkan penelusuran terhadap ayat-ayat Al-Qur`an yang memiliki
kosa kata al-sam’ dan al-absar dapat dijelaskan bahwa kemampuan mendengar
karena manusia diberikan alat berupa telinga (uzun) dan kemampuan melihat
karena manusia diberikan alat berupa mata (‘ain). Mata, yang memiliki
kemampuan melihat, bisa saja tidak memberi manusia pengetahuan, oleh karena
qalbu-nya tidak paham (buta). Sesuatu yang jelas terlihat bahwa bagi Al-Qur`an,
al-sam’ dan al-basr adalah aktifitas
c. Hati (Fuad)
Kata fu`ad dan yang seakar kata dengannya tersebar dalam 16 ayat.
Semuanya dalam bentuk kata benda, yakni al-fu`ad dan al-af`idah. Mahmud
Yunus mengartikannya sebagai hati atau akal. Kedua kata ini seakar dengan
fā`idah (jamak: fawā`id) artinya faedah atau guna. Makna yang dapat ditarik dari
penggunaan Al-Qur’an terhadap kata al-fu`ad dan al-af`idah adalah bahwa alfu`ad memiliki fungsi akal (memahami, mengerti), sama dengan al-qalb. Dalam
surat Yusuf/12: 120 disebutkan:
Dan semua kisah-kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad),
agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan
kepadamu (segala) kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman.
13
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Secara tekstual, Allah menceritakan, yang bermakna Nabi Saw
mendengarkan kisah-kisah Rasul terdahulu. Lalu dengan kisah-kisah itu menjadi
kuat fu`ad (hati) Nabi. Dengan al-fu’ad itu berarti Nabi mendapatkan makna atau
hikmah sejarah.
Dalam ayat lain disebutkan:
Dan hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh hampir saja dia menyatakan
(rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia
termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah).
Makna al-fuad dalam ayat terakhir juga sama dengan makna al-fuad pada
ayat sebelumnya. Makna yang sama juga dinyatakan oleh Allah ketika
menjelaskan bahwa hati Nabi Saw tidak mendustakan apa yang ia lihat oleh beliau
ketika Jibril mendekat kepadanya untuk menyampaikan wahyu.(An-Najm/53: 119). Berdasarkan ayat-ayat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa al-fu`ad
merupakan sentral dan pengendali bagi aktifitas al-‘aql dan al-qalb dalam
menetapkan pengetahuan yang benar, baik dan berguna bagi manusia.
Secara umum, bagi Al-Qur`an indera dalam dan luar manusia seperti al‘aql, al-qalb, al-fu’ad, al-sam’, al-absar adalah alat untuk memperoleh ilmu
pengetahuan. Dan obyek pengetahuan adalah ayat-ayat Allah baik yang
qauliyah/tanziliyah maupun yang kauniyah. Berbeda sekali dengan perspektif
Barat yang memandang bahwa akal dan indera sebagai fakultas yang memberi
manusia pengetahuan. Hemat penulis, Barat berpandangan demikian karena
hirarki pengetahuan mereka hanya berhenti pada tataran empirikal. Asumsiasumsi teologis-metafisik telah terputus dari epistemologi keilmuan Barat, sejalan
dengan pandangan humanis mereka yang sekular-ateistik
2. Pendapat para Ilmuan Muslim
Kajian sumber ilmu dalam Islam, tepatnya kajian tentang epistemologi
ilmu telah dilakukan sejak zaman klasik Islam. Kemudian, untuk masa yang lama
14
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
terhenti ― kajian berlanjut di Barat hingga kini ― baru memasuki abad modern
umat Islam kembali melakukan kajian.
Ilmuan klasik, Al-Kindi menyebutkan ilmu terbagi dua yaitu ‘ilm ilāhiy
(divine science) dan ‘ilm insāniy (human science). ‘Ilm Ilahiy adalah pengetahuan
langsung yang diperoleh dari Nabi dan Tuhan. Dasar pengetahuan seperti ini ialah
keyakinan. Sedangkan ‘ilm insaniy adalah pengetahuan yang diperoleh dari
manusia dan alam. Dasar pengetahuan yang disebut terakhir adalah pemikiran
(ratio-reason). Abu Hamid al-Gazali (w. 1111 M) membagi ilmu terkesan tidak
jelas. Dalam Mizan al-Amal, ia membagi ilmu kepada teoritis (nazariyyah) dan
praktis (‘amaliyah). Pada buku lainnya, ia membagi ilmu kepada fardu ‘ain dan
fardu kifayah. Di sisi lain, ia membagi ilmu kepada ilmu religius (syar’iyyah) dan
intelektual (‘aliyah). Al-Gazali juga membagi ilmu kepada hudluri (yang
dihadirkan) dan hushuli (yang dicapai). Dari pembagian ini, nampak dengan jelas
bahwa al-Gazali memandang bahwa sumber ilmu yang utama adalah wahyu ilahi
dan sumber kedua adalah pengalaman (empirik). Dalam mendapatkan ilmu,
manusia menurut al-Gazali menggunakan indera, akal dan qalb. Mahdi Ghulsyani
menyebutkan, secara hakiki Al-Qur`an lah sebagai sumber ilmu. Ia mengatakan:
Prinsip ilmu-ilmu ini, yang telah kami jelaskan dan yang belum kami
spesifikasikan, bukanlah di luar Al-Qur`an, karena seluruh ilmu ini di raih dari
salah satu lautan pengetahuan-Nya, yaitu lautan karya-Nya. Telah kami sebutkan
bahwa Al-Qur`an itu laksana lautan yang tak bertepi, dan bahwa sekiranua lautan
itu menjadi tinta (untuk menjelaskan) kata-kata Tuhanku, sungguh lautan itu akan
habis sebelum kata-kata Tuhan itu berakhir. Di antara perbuatan Allah yang
(karena keluasannya dapat disebut) lautan perbuatan-Nya, misalnya adalah
menyembuhkan dan menimbulkan penyakit, sebagaimana Allah menceritakan
ucapan Ibrahim yang mengatakan, “Ketika aku sakit Dia-lah yang menyembuhkan
aku… Perbuatan ini saja hanya dapat diketahui oleh orang yang mengetahui ilmu
obat-obatan dengan sempurna, karena ilmu ini tidak berarti apa-apa selain
pengetahuan tentang seluruh aspek penyakit sekaligus gejalanya, juga
pengetahuan penyembuhan dan cara-caranya. Di antara perbuatan Allah (juga)
15
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
adalah penentuan pengetahuan (manusia) tentang matahari, bulan, dan
pengetahuan tentang tingkatan-tingkatannya yang sesuai dengan waktu
peredarannya, sebagaimana Allah SWT berfirman,
“Matahari dan bulan itu berjalan sesuai dengan peredarannya yang pasti,
dan Dia atur perjalanan bulan itu sehingga kamu dapat belajar bagaimana cara
menghitung tahun dan menentukan waktu…
3. Sumber Ilmu dan Alat Mendapatkan Ilmu
Untuk mendapatkan analisis filosofis sumber ilmu perspektif Islam, maka
terlebih dahulu harus dibahas: Apa sebenarnya tujuan berilmu? Tujuan puncak
berilmu dalam Islam adalah untuk mengetahui Allah, yakni pengetahuan yang
haqq al-yaqin dan dekat kepada-Nya. Sedangkan tujuan praktis berilmu adalah
membantu manusia merealisasikan amanah sebagai khalifah Allah di bumi. Dalam
kaitan ini, Allah telah membantu manusia untuk mengenalinya dengan ayat
(petanda Allah). Ayat dimaksud terbagi dua, yaitu ayat tanziliyah (naqliyah) dan
ayat kauniyah (aqliyah). Ayat tanziliyah, adalah wahyu yang diturunkan melalui
malaikat Jibril, sedangkan ayat kauniyah adalah ciptaan (karya) Allah SWT.
Pada puncaknya, sebagaimana dialami oleh para ilmuan, aktifitas
keilmuan yang terus-menerus akan mengantarkan seorang ilmuan kepada
ketinggian moral atau akhlak, yakni suatu kondisi yang sangat sadar dan mengerti
posisinya dalam kesemestaan ini. Dalam kondisi seperti ini, ia benar-benar paham
dan mengerti kebesaran dan keagungan Sang Maha Pencipta ― Allah SWT.
Kondisi demikianlah yang dirasakan oleh Imam Syafii. Ia mengatakan:
Setiap kali Tuhan menambah ilmuku, semakin pahamlah aku akan kejahilanku
(kebodohanku)
Al-Gazali juga berpandangan bahwa seorang yang benar-benar ‘alim akan
menyampaikannya ke pencapaian ilmu ladunni. Ilmu ini menurutnya diperoleh
seorang ‘alim tanpa perantara, yang menghubungkan jiwa manusia dengan Sang
16
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Pencipta. Ia semata-mata seperti pancaran cahaya dari lampu kegaiban yang
diarahkan pada qalb (hati) yang jernih, kosong dan lembut. Disebutkan bahwa
Einstein, dalam suatu diskusi dengan Murphy, ia mengatakan:
Berbicara tentang spirit yang memberikan kabar investigasi saintifik
modern, saya berpendapat bahwa semua spekulasi prima yang ada dalam dunia
sains bersumber dari perasaan religius yang terdalam, dan tanpa perasaan
semacam itu semua investigasi saintifik tidak akan berubah. Saya juga yakin,
perasaan religius semacam ini, yang sangat terasa pada investigasi saintifik hari
ini, adalah satu-satunya aktivitas religius yang kreatif di abad kita ini.
Berangkat dari penjelasan di atas, maka Allah SWT yang ‘Alim, Basir, Sami’,
Khabir,
menjadi sumber dan tujuan berilmu. Pada awalnya manusia tidak
memiliki ilmu sedikitpun. Untuk mendapatkan ilmu Allah Yang Maha Luas itu,
maka manusia diberi pendengaran, penglihatan dan hati nurani. Hal ini
sebagaimana dinyatakan oleh Allah:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut
ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberimu
pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur. (An-Nahl/16:
78).
Di samping ketiga sarana itu menjadi alat untuk mendapatkan ilmu, namun
Allah mengingatkan agar senantiasa digunakan untuk mendapatkan ilmu yang
benar. Sebab as-sam’, al-absar, dan al-af’idah akan dimintai pertanggungjawaban
oleh Allah kelak. (Al-Isra`/17: 36).
Objek ilmu, sebagaimana disinggung di atas adalah pertama, wahyu, dan yang
kedua adalah ciptaan (manusia dan alam). Jalaluddin Rakhmat merincinya kepada
empat sumber, pertama, Al-Qur`an dan Sunnah, kedua, alam semesta, ketiga, diri
manusia, keempat, tarikh umat manusia.[60]
Dalam kaitan ini, apa fungsi ‘aql, qalbu atau fu’ad? Dalam beberapa ayat
al-Qur`an, al-‘aql, al-qalb, dan al-fu’ad berfungsi untuk memahami, mengerti dan
menyadari fungsi ilmu bagi diri manusia. Sebenarnya, secara operasional makna
17
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
ketiga kosa kata ini memiliki kesamaan. Namun, kata al-fu’ad sebagaimana
disebut pada al-Qasas/28: 10, an-Najm/53: 11, Hud/11: 120, al-Furqan/25: 32,
dan al-An’am/6: 113 kelihatannya menjadi sentral bagi indera dalam. Pekerjaan
yang dilakukan oleh akal setelah mendapat input dari alat indera manusia, maka
fu’ad menjadi penentu akhir bagi proses keilmuan ini. Namun di dalam itu semua,
fitrah manusia sebagai hanif menjadi bingkai penentu kecenderungan bagi
pilihan-pilihan yang dilakukan oleh fu’ad manusia. Al-fuad inilah yang akan
membimbing manusia untuk sampai kepada ma’rifatullah (dalam istilah AlGazali) atau religiosity versi Albert Einstein.
Pengetahuan Sebagai Materi Pendidikan
1. Pengertian Pengetahuan
Tampaknya, untuk mendefinisikan pengetahuan termasuk pekerjaan
rumit.Banyak rumusan telah dikemukakan oleh para pakar dan penulis sesuai
dengan kecenderungannya masing-masing. Bertolak dari kecenderungan para
ulama Muslim, Al-Syaibany mengemukakan bahwa pengetahuan manusia adalah
maklumat, fikiran-fikiran, pengertian-pengertian, tafsiran-tafsiran yang diyakini,
hukum-hukum, tanggapan-tanggapan, gambaran yang pasti yang kita capai
tentang sesuatu sebagai akibat kita menggunakan pancaindera, akal, atau keduaduanya sekaligus, atau sebagai akibat dari suatu yang kita peroleh melalui ilham,
atau perasaan, atau penglihatan dengan mata, atau melalui kasyaf, atau melalui
ajaran agama dan diturunkan melalui wahyu Ilahi. Pengetahuan dapat juga berarti
hubungan fikiran yang jelas yang terbentuk pada manusia di antara akalnya
dengan sesuatu di luar dirinya sebagai akibat interaksi sadar yang terjadi antara
dia dengan alam luar yang mengelilinginya, atau sebagai akibat berbagai proses
akal yang menyertai interaksi ini, atau sebagai akibat dari pengaruh intuisi dari
ilham atau diterimanya melalui ajaran agama dan wahyu. Al-Attas mendefinisikan
pengetahuan sebagai kedatangan (hushul) makna sesuatu atau suatu objek
pengetahuan di dalam jiwa, atau sampainya (wushul) jiwa pada makna sesuatu
objek pengetahuan. Dengan kata lain, pengetahuan adalah wujudnya gambaran
yang jelas tentang suatu objek yang terbentuk pada jiwa manusia, baik yang
18
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
diperoleh melalui pancaindera dan proses berfikir maupun diterima melalui
wahyu. Berpengetahuan berarti memiliki gambaran tentang suatu wujud
tertentu.Mencari pengetahuan berarti berusaha untuk mendapatkan gambaran
tentang suatu objek.
Gambaran itu boleh jadi sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya atau
mungkin juga tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Pengetahuan yang
benar, tentu saja, adalah eksistensi gambaran yang benar tentang sesuatu objek di
dalam diri manusia. Manusia mempunyai keterbatasan dalam menjangkau dan
mendapatkan gambaran tentang hakikat yang sesungguhnya dari semua realitas
yang ada. Melalui rahmat-Nya, Allah menolong manusia dengan mengutus para
Rasul untuk menjelaskan hal-hal yang sulit dijangkau oleh manusia melalui akal
fikirannya semata.
2.
Klasifikasi Pengetahuan
Pengetahuan manusia dapat dikelompokkan ke dalam berbagai golongan
sesuai
umum,
dengan aspek-aspek yang menjadi dasar pengelompokannya. Secara
pengetahuan
digolongkan
menjadi
pengetahuan
biasa
(ordinary
knowledge) dan pengetahuan ilmiah (scientific knowledge).Pengetahuan biasa
adalah sejumlah pengertian, fikiran, dan gambaran tentang alam luar yang
diperoleh manusia dalam hidupnya sehari-hari, yang mencakup wujud-wujud,
gerakan-gerakan, dan gejala yang bermacam-macam.Sedangkan, yang dimaksud
pengetahuan ilmiah ialah sejumlah pengertian, prinsip-prinsip, dan teori-teori
yang diperoleh para ahli dengan metodologi ilmiah untuk menafsirkan dan
menjelaskan berbagai peristiwa di alam.Pengertian ilmiah bersifat empirik karena
yang menjadi objeknya adalah segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh
pancaindera manusia.
Berdasarkan penelitian terhadap ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits, para ulama
merumuskan macam-macam pengetahuan yang mungkin dan perlu dimiliki oleh
manusia. Klasifikasi pengetahuan yang dirumuskan para pemikir Muslim ternyata
berbeda-beda. Perbedaan itu timbul karena perbedaan sudut pandang dan latar
belakang tinjauan masing-masing. Tentu saja, sebagai hasil ijtihad, rumusan yang
mereka hasilkan tidak selamanya sama.
19
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Dilihat dari sumber perolehannya, pengetahuan dapat diklasifikasi ke
dalam dua golongan, yaitu pengetahuan naqliyah dan pengetahuan ‘aqliyah. Yang
pertama adalah pengetahuan yang berasal dari dzat ghaib (Allah) melalui
mekanisme yang disebut wahyu. Yang kedua adalah pengetahuan yang diperoleh
melalui usaha dan fungsionalisasi pancaindera dan daya akal manusia. Di sini,
pengalaman dan imaginasi manusia menjadi sumber pengetahuan.
Dilihat dari urgensinya bagi manusia, pengetahuan dapat dkelompokkan
menjadi ilmu fardhu ‘ain dan ilmu fardhu kifayah. Kelompok pertama adalah
pengetahuan yang mesti dimiliki oleh setiap individu. Manusia tidak mungkin
melaksanakan tugas hidupnya sebagai manusia tanpa memiliki pengetahuan yang
masuk kategori ini. Kelompok kedua adalah kelompok pengetahuan yang tidak
mesti dimiliki oleh setiap orang. Pengetahuan ini hanya perlu dimiliki oleh
sebagian manusia. Tanpa pengetahuan kelompok ini, manusia tidak mungkin
menjalani kehidupannya dengan baik sebagai makhluk sosial.
Selanjutnya, dilihat dari sisi objek yang menjadi sasaran kajiannya,
Abdullah mengelompokkan pengetahuan menjadi pengetahuan esensial Islam (al‘ulum al-syari’iyyat), pengetahuan kemanusiaan (al-’ulum al-insaniyyat), dan
pengetahuan kealaman (al-’ulum al-kawniyyat). Pengetahuan esensial Islam
adalah pengetahuan yang timbul dan berkaitan dengan al-Quran dan al-Sunnah.
Fokus utama dalam kelompok ini adalah segala aturan dan rambu-rambu
kehidupan yang diberikan oleh Allah swt. sebagai pedoman bagi manusia dalam
menjalani aktivitas kehidupannya. Kelompok ini sering disebut dengan
pengetahuan
agama,
yang
secara
keliru,
biasa
diidentikkan
dengan
fikih. Pengetahuan kelompok kedua (al-’ulum al-insaniyyat) adalah pengetahuan
tentang manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Yang masuk ke dalam kelompok ini, di antaranya, ialah psikologi, sosiologi,
sejarah, dll. Di sini, perlu ditegaskan bahwa pengetahuan kelompok ini juga
bersumber dari al-Quran dan al-Sunnah, di samping dari pengalaman dan
imaginasi. Fokus utama pembahasan pengetahuan ini adalah pemahaman ayatayat dan Sunnatullah yang berlaku pada diri manusia, baik secara individual
maupun sosial. Meskipun al-Quran dan al-Sunnah bukan buku psikologi,
20
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
sosiologi, sejarah, dan lain-lain, namun, di dalam keduanya banyak terdapat
isyarat
dan
petunjuk
untuk
memahami
dan mengembangkan
berbagai
pengetahuan tersebut.
Pengetahuan kelompok ketiga yang perlu dijadikan objek kajian dalam
pendidikan Islam ialah ayat kawniyyat, pengetahuan tentang alam semesta. Fakus
kajian ini adalah pembahasan tentang sunnatullah, ketentuan Allah yang berlaku
pada bermacam-macam benda alam yang berada di sekitar manusia. Pembahasan
objek ini melahirkan berbagai cabang pengetahuan kealaman seperti biologi,
fisika, kimia, astronomi, dll. Pengetahuan inilah yang memungkinkan manusia
sebagai khalifah Allah menguasai alam sebagaimana dimaksud ayat: Pengetahuan
ini merupakan syarat utama bagi manusia untuk mengelola dan memakmurkan
alam seperti yang dituntut al-Quran.
3.
Urgensi Pengetahuan Bagi Manusia
Pengetahuan merupakan suatu hal yang diperlukan oleh manusia dalam
menjalani hidupnya. Tanpa pengetahuan, manusia tidak akan dapat berbuat apaapa. Kemajuan dan kemunduran suatu masyarakat sangat bergantung pada
kemampuan mereka untuk menguasai berbagai cabang pengetahuan.Sejarah telah
membuktikan bahwa masyarakat yang berperadaban maju adalah mereka yang
memiliki dan menguasai pengetahuan yang tinggi.Justru itu, ajaran Islam sangat
besar perhatiannya terhadap pengetahuan.Ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits, di
samping berisi beragam pengetahuan, juga memerintahkan umatnya, baik secara
langsung maupun tidak, untuk mencari dan memiliki berbagai pengetahuan yang
diperlukan manusia dalam menciptakan hidup yang sejahtera dan bahagia di dunia
ini.
Dalam ajaran Islam, ditegaskan bahwa orang yang berpengetahuan tidak
sama dengan orang-orang yang tidak berpengetahuan. Tidak boleh seseorang
menentukan sikap sebelum ia mengetahui segala sesuatu tentang persoalan yang
dihadapinya. Hanya orang yang berpengetahuan yang akan takut kepada Allah
swt. karena ia menyadari kedudukannya sebagai makhluk yang harus mengabdi
kepada khaliknya. Karena itu, seseorang yang menghadapi suatu persoalan
21
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
diharuskan untuk bertanya kepada orang-orang yang berpengetahuan agar ia tidak
salah dalam bersikap dan bertindak.
a.
Pengetahuan yang Menjadi Materi Pendidikan dalam Perspektif
Islam
Selanjutnya, untuk mengetahui berbagai cabang pengetahuan yang dituntut
oleh ajaran Islam agar menjadi materi pendidikan, perlu diingat bahwa tugas
hidup manusia adalah mengabdi sebagai khalifah Allah swt.di bumi. Untuk dapat
melaksanakan tugas seperti itu, manusia dibekali dengan tiga hal sbb.:
1)
Daya-daya psikis dan fisik yang ada pada dirinya masing-masing sehingga
ia dapat melakukan berbagai perbuatan dan menghasilkan beragam karya.
2)
Alam semesta dengan segala isinya yang perlu dan harus dimanfaatkan
untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup bersama.
3)
Ajaran agama sebagai pedoman untuk bertindak agar tidak menyimpang
dari kehendak dan ketentuan-Nya.
Ketiga bekal ini harus difungsikan oleh manusia dalam menjalani
kehidupannya secara benar dan optimal. Pemanfaatan ketiganya merupakan
bagian dari wujud syukur kepada Allah yang telah memberikannya.
Untuk dapat memanfaatkan ketiga pemberian Allah ini, manusia perlu
memiliki berbagai macam pengetahuan. Secara garis besar, pegetahuan yang perlu
dimiliki manusia mencakup pengetahuan-pengetahuan sosial, alam, dan agama.
Dengan pengetahuan sosial, manusia dapat mengembangkan dan membina hidup
bermasyarakat secara baik, aman, dan tenteram. Selanjutnya, dengan pengetahuan
alam, manusia dapat memanfaatkan alam dengan segala sumber daya yang ada di
dalamnya. Tanpa pengetahuan sosial dan alam (ayat-ayat kauniah), manusia tidak
mungkin akan mampu mengolah, memelihara, dan memanfaatkan alam untuk
mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Berbagai kebutuhan hidup
tidak akan terpenuhi dengan baik sebagaimana mestinya. Manusia akan saling
memangsa dan hidup dalam keadaan miskin dan menderita. Kebudayaannya tidak
akan berkembang. Kemajuan dunia Islam di Masa Klasik serta dunia Barat di
Masa Moderen didukung oleh penguasaan pengetahuan kelompok ini.
22
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Pada sisi lain, tanpa pengetahuan agama (ayat-ayat Quraniah), manusia
tidak akan berhasil menjalani hidupnya sesuai dengan kehendak dan tuntunan
Allah yang menciptakannya. Tanpa agama, manusia mungkin dapat hidup dengan
baik sesuai dengan selera dan kehendaknya, yang sering tidak sejalan dengan
kehendak Allah yang menciptakannya. Akan tetapi, kehidupan demikian akan
berjalan di luar jalur yang telah ditetapkan Penciptanya. Justru itu, kesejahteraan
dan kebahagiaan tanpa agama yang dirasakan manusia bersifat semu, tidak hakiki.
Oleh karena itu, setiap orang harus memiliki pengetahuan agama yang cukup dan
fungsional.
Masing-masing dari ketiga kelompok pengetahuan ini, ada yang wajib
dimiliki oleh setiap individu (kewajiban yang bersifat fardhu ‘ain) dan ada pula
yang hanya perlu dimiliki oleh sebagian orang dalam kelompok masyarakat yang
bersangkutan (kewajiban yang bersifat fardhu kifayah). Misalnya, pengetahuan
tentang shalat, puasa, akhlak yang baik, makanan yang bergizi, sumber-sumber
penyakit yang dapat mengancam manusia, merupakan sebagian pengetahuan yang
harus dipunyai oleh setiap individu, apa pun jabatan dan profesinya. Sebaliknya,
pengetahuan tentang pertanian, kedokteran, dan lain-lain cukup dimiliki oleh
beberapa orang anggota masyarakat.
Keterampilan Sebagai Materi Pendidikan
Pendidikan, di samping berfungsi untuk membekali anak didik dengan
pengetahuan, juga berfungsi untuk membina berbagai keterampilan pada anak
didik. Untuk itu, beriktu ini, akan dikemukakan pengertian dan macam-macam
keterampilan serta keterampilan yang perlu dijadikan materi pendidikan menurut
ajaran Islam.
1.
Pengertian Keterampilan
Kata keterampilan berasal dari kata terampil yang berarti cakap dalam
menyelesaikan tugas; mampu dan cekatan.Keterampilan berarti kecakapan untuk
menyelesaikan tugas.Keterampilan adalah kemampuan teknis untuk melakukan
suatu perbuatan.Ia merupakan aplikasi atau penerapan dari pengetahuan teoritis
yang dimilik seseorang, seperti keterampilan bercocok tanam bagi petani,
23
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
mengajar bagi guru, membuat kursi bagi tukang kayu, memotong dan menjahit
baju bagi penjahit, dan lain-lain. Dengan keterampilan, seseorang dapat
melakukan suatu pekerjaan secara efektif dan efisien.
Keterampilan ada yang bersifat fisik seperti membuat sepatu, memasak
makanan tertentu, mengetik surat, membangun rumah, dan lain-lain. Selain itu,
ada pula keterampilan yang bersifat non fisik seperti mengajar, memimpin rapat,
menyusun karya ilmiah, dan lain-lain. Keterampilan untuk mengerjakan suatu
pekerjaan, di samping dipengaruhi oleh bakat juga ditentukan oleh latihan dan
pembiasaan. Seseorang akan terampil mengerjakan sesuatu, apakah yang bersifat
fisik atau psikis, jika ia terlatih dan terbiasa dalam melakukan pekerjaan itu.
Seorang yang terlatih memetik gitar akan terampil dalam bermain gitar atau
seorang yang terlatih dan biasa mengendari mobil akan menjadi sopir yang
terampil. Demikian pula untuk berbagai macam pekerjaan lain yang dapat
dikerjakan oleh manusia.
2.
Urgensi Keterampilan
Efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan sangat ditentukan oleh tingkat
keterampilan yang dimiliki oleh pelakunya.Semakin tinggi tingkat keterampilan,
semakin efektif dan efisien pekerjaan tersebut.Bobot dan kualitas hasil suatu
pekerjaan banyak bergantung pada kemampuan teknis atau kemahiran pelakunya
dalam mengerjakan pekerjaan itu. Begitu pula, penggunaan dana, waktu, dan
tenaga untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan juga banyak ditentukan oleh tingkat
keterampilan orang yang melakukannya.
Dalam sebuah hadis dikemukakan bahwa Nabi pernah menyatakan bahwa
bila suatu pekerjaan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, yaitu orang
yang tidak terampil dalam bidang pekerjaan itu, niscaya kehancuran akan datang,
pekerjaan yang dimaksud tidak akan terlaksana sebagaimana diharapkan. Hadis
ini secara tegas menuntut agar setiap pekerjaan atau profesi harus dikerjakan oleh
orang-orang yang terampil dalam bidang pekerjaan tersebut. Dengan demikian,
Islam sangat menekankan pentingnya penguasaan teknologi dalam berbagai aspek
dan bidang kehidupan, yang memungkinkan setiap pekerjaan dilakukan dengan
tingkat keterampilan yang tinggi.
24
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Semakin maju peradaban manusia semakin tinggi pula tingkat kemahiran
atau keterampilan yang dibutuhkan. Dulu, keterampilan membuat pedati
dipandang sudah maju dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Akan tetapi, saat ini, kendaraan tersebut sudah menjadi masa lalu yang sudah
ketinggalan.
3.
Keterampilan Yang Menjadi Materi Pendidikan dalam Islam
Di atas, telah dijelaskan bahwa tugas yang dibebankan kepada manusia
ialah menciptakan kehidupan yang sejahtera sebagai wujud pengabdian kepada
Allah swt.Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk membina kehidupan
bersama.Begitu pula, manusia dituntut untuk mengolah dan memanfaatkan
alam.Dengan begitu, banyak pekerjaan yang dapat dan perlu dilakukan
manusia.Masing-masing
bidang
tugas
ini
menuntut
pembinaan
dan
pengembangan keterampilan, baik keterampilan fisik maupun yang non fisik.
Manusia sebagai makhluk sosial dituntut agar mempunyai keahlian yang dapat
dimanfaatkan untuk kepentingan orang lain. Manusia hidup bukan hanya untuk
dirinya sendiri, tetapi untuk menjadi bagian yang berarti dalam sebuah sistem
sosial yang terdiri atas banyak orang.Masing-masing orang sebagai warga
masyarakat dituntut agar mengambil bagian atau pean sendiri untuk kepentingan
bersama. Dalam hal ini, menarik untuk mengamati pernyataan Nabi sebagaimana
diungkapkan hadis yang berbunyi:
Artinya: Manusia terbaik adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia
lainnya.
Agar dapat bermanfaat bagi manusia lain dalam kehidupan bermasyarakat,
seseorang perlu memiliki keterampilan tertentu, baik keterampilan fisik maupun
non fisik. Seseorang perlu memiliki keterampilan profesional seperti petani,
dokter, guru, ahli bangunan, dan lain-lain karena semua ini sangat dibutuhkan
oleh suatu masyarakat. Makna kehidupan seseorang ditentukan oleh seberapa
besar partisipasinya dalam membina kehidupan masyarakat tempat ia hidup.
Seiring dengan itu, di dalam al-Quran dinyatakan:
25
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Artinya: Sesungguhnya, Kami telah menempatkan kalian di bumi, dan telah
menentukan berbagai sumber kehidupan untuk kalian di sana. Hanya sedikit di
antara kalian yang bersyukur.
Ayat ini menegaskan bahwa banyak sumber kehidupan yang dapat dimanfaatkan
oleh manusia dalam melaksanakan tugasnya di bumi. Itu berarti bahwa banyak
pula keterampilan yang dibutuhkan untuk mengaktualisasikannya. Manusia perlu
menggali dan mengembangkannya secara profesional.
Dengan demikian, tuntutan agama Islam agar penganutnya selalu
berusaha untuk beramal saleh dalam rangka mewujudkan kemakmuran di bumi
berarti tuntutan untuk membina dan mengembangkan berbagai keterampilan yang
memungkinkan terciptanya kehidupan masyarakat yang makmur dan sejahtera. Di
antara keterampilan yang diungkap al-Quran, dapat dikemukakan seperti bertani,
berdagang, beternak, teknik, pengobatan, administrasi, berdakwah, dan lain-lain.
Bentuk keterampilan yang dibutuhkan dalam suatu masyarakat tentu saja selalu
akan berkembang sesuai dengan tingkat kemajuan peradaban masyarakat yang
bersangkutan.
Bertolak dari pemikiran ini, umat Islam seharusnya menjadi pelopor
bagi pengembangan berbagai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan hidup
moderen yang semakin maju. Konsep amal saleh menuntut umat Islam untuk
menjadi produsen bukan hanya konsumen. Tidaklah tepat bila umat Islam hanya
memiliki perhatian pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang
terkait dengan ilmu-ilmu keagamaan saja, seperti yang terjadi pada Masa
Pertengahan. Kelalaian umat Islam dalam mengembangkan teknologi militer,
pertanian, perhubungan, dan lain-lain pada masa ini adalah sebab utama bagi
kemunduran umat Islam.Untuk mewujudkan masyarakat utama yang memiliki
keunggulan dalam berbagai bidang kehidupan, lembaga-lembaga pendidikan
Islam perlu memberikan perhatian yang cukup untuk pembinaan dan
pengembangan berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan moderen
ini.
26
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Nilai Sebagai Materi Pendidikan
Manusia yang ideal adalah pribadi yang setia dan menjunjung tinggi nilainilai yang berlaku. Sebaliknya, manusia yang tidak baik yaitu mereka yang
mengingkari nilai-nilai, atau sedikitnya kurang loyal dan kurang aktif dalam
melaksanakan yang dikehendaki nilai-nilai. Manusia yang baik tidak akan raguragu untuk mengorbankan waktu, dana, tenaga, bahkan nyawa sekali pun dalam
rangka memperjuangkan dan mempertahankan nilai-nilai yang diyakininya.
Manusia demikian tidak akan ada dengan sendirinya, tetapi melalui proses yang
disebut pendidikan.
Tugas utama pendidikan adalah membentuk pribadi yang bermoral, yang
memiliki kemampuan untuk mengelola hidupnya sesuai dengan nilai-nilai luhur
kemanusiaan. Kemampuan seperti ini ada pada hati nurani. Dengan demikian,
pendidikan bertujuan untuk membina hati nurani peserta didik agar mempunyai
kepekaan dan penghayatan nilai-nilai yang luhur. Pembinaan hati nurani seperti
inilah yang disebut pendidikan nilai atau pendidikan budi pekerti. Al-Attas
menegaskan bahwa ungkapan bahasa Arab yang paling tepat untuk merumuskan
arti kata pendidikan adalah ta`dib karena yang menjadi pusat masalah pendidikan
adalah adab.[ Untuk membentuk pribadi yang bermoral atau yang beradab, anak
didik harus dibantu untuk menghayati dan mengalami nilai-nilai luhur yang
diidealkan. Justru itu, nilai menjadi materi pendidikan yang sangat penting.
1.
Pengertian Nilai
Nilai adalah kualitas atau mutu dari sesuatu.Masing-masing benda atau
peristiwa di jagat raya ini mempunyai kualitas tertentu.Segala sesuatu yang ada
mengandung nilai-nilai tertentu.Nilai masing-masing benda atau peristiwa itu
berbeda-beda antara satu dengan lainnya sehingga setiap sesuatu menempati
tingkatan nilai tertentu. Menurut Max Scheler, nilai-nilai yang ada tidaklah sama
luhur dan tingginya. Nilai-nilai itu secara senyatanya, ada yang lebih tinggi dan
ada yang lebih rendah dibanding nilai lainnya.Hirarki nilai ini bukan diciptakan
oleh dan tidak bergantung pada kemauan manusia.Baik atau tidaknya manusia
ditentukan oleh kebenaran prilakunya sesuai dengan hirarki nilai itu sendiri.
27
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Seseorang memilih suatu benda atau melakukan suatu tindakan karena
benda dan tindakan itu diyakininya punya nilai. Oleh karena itu, ia akan merasa
puas dan senang bila memperoleh benda atau dapat melakukan sesuatu yang
dianggapnya bernilai. Ada orang yang merasa puas bila memperoleh kedudukan
dan peran politik tertentu. Ada pula yang akan senang jika mendapat keuntungan
ekonomis tertentu. Masing-masing akan berusaha untuk mendapatkan hal-hal
yang diyakininya bernilai. Seiring dengan itu, nilai dipahami sebagai suatu tenaga
pendorong bagi seseorang untuk bertindak, sesuatu yang dihargai, dipelihara,
diagungkan, dihormati, serta membuat orang puas, gembira, dan bersyukur,
sesuatu yang menarik, sesuatu yang dicari, sesuatu yang menyenangkan dan yang
disukai.
Dalam menjalani kehidupannya, manusia selalu dihadapkan pada
pilihan yang sangat beragam. Manusia tidak mungkin bersikap apatis. Misalnya,
ketika seseorang memiliki sejumlah uang ia akan dihadapkan pada pilihan tentang
benda apa yang akan dibelinya dengan uang itu. Begitu pula, ketika ia melihat ada
orang yang terjatuh di jalanan, ia juga dituntut untuk memilih apakah akan
menolong orang tersebut atau berlalu begitu saja. Demikian seterusnya, seseorang
selalu dituntut untuk mengambil sikap terhadap berbagai hal yang dihadapinya.
Pilihan tentang benda yang akan dibelinya atau tindakan yang akan dilakukannya
ditentukan oleh tingkatan nilai yang diyakininya ada pada pilihan itu. Mungkin ia
akan membeli barang-barang antik, buku-buku pengetahuan, baju baru, atau
makanan yang enak, bahkan mungkin ia memilih terjun ke dalam kancah
peperangan, karena itulah yang bernilai bagi yang bersangkutan. Seseorang akan
siap mengorbankan apa pun untuk mencapai sesuatu yang diyakininya bernilai
bagi dirinya.
Penilaian seseorang terhadap suatu benda atau tindakan mungkin sesuai
dengan realitas sesungguhnya, tetapi mungkin juga tidak. Oleh karena itu, suatu
benda atau tindakan ada yang bernilai dan ada pula yang diberi nilai. Pendidikan
nilai bertujuan untuk membina anak didik agar mampu dan mau memilih suatu
benda atau tindakan sesuai dengan nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat
28
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
tempat ia hidup. Dengan kata lain, agar ia dapat bersikap dan berprilaku secara
tepat sesuai dengan nilai-nilai luhur masyarakatnya.
Nilai merupakan sesuatu yang bersifat abstrak. Untuk mengetahui nilai
yang dianut oleh seseorang dapat dilihat dengan memperhatikan usahanya untuk
mencapai suatu yang mengandung nilai tertentu. Seberapa besar daya, dana,
waktu, dan perhatian yang digunakan dan dikorbankannya untuk itu. Semakin
besar daya, dana, waktu, dan perhatian yang dugunakannya berarti semakin tinggi
nilai yang ada di balik sesuatu itu baginya. Orang yang meyakini bahwa berhaji
itu adalah sesuatu yang bernilai tinggi akan senantiasa berusaha dengan segala
cara yang mungkin untuk menunaikannya.
2.
Macam-macam Nilai
Dalam pembahasan tentang nilai, ada beberapa cara pengelompokan yang
biasa dipakai. Di antaranya pengelompokan nilai ke dalam nilai intrinsik dan nilai
instrumental. Nilai intrinsik atau nilai objektif yaitu nilai yang terdapat secara
objektif pada suatu hal atau objek tertentu. Penetapan bernilai atau tidaknya suatu
objek ditentukan oleh kualitas objek itu sendiri, tidak bergantung pada relasinya
dengan faktor lain. Dalam literatur Ushul Fikih, nilai intrinsik disebut hasan/qubh
lidzatih. Sementara itu, nilai instrumen ialah nilai yang diberikan kepada sesuatu
karena fungsi dan hubungannya dengan faktor lain. Nilai instrumental disebut
dalam istilah Ushul Fikih hasan/qubh lighairih. Nilai intrinsik ialah nilai yang
dianggap baik tidak untuk sesuatu yang lain, melainkan di dalam dan dari dirinya
sendiri. Nilai instrumental ialah nilai yang baik karena bernilai untuk sesuatu yang
lain. Nilai terletak pada konsekuensi-konsekuensi pelaksanaannya dalam usaha
mencapai nilai yang lain.
Di kalangan ilmuwan terdapat pandangan bahwa nilai sesuatu tidak
berada pada objek itu sendiri, melainkan pada peran dan fungsinya bagi subjek
pemberi nilai. Sesuatu dikatakan bernilai bila ia memberi manfaat dan kepuasan
bagi orang yang membutuhkannya. Inilah pandangan penganut paham pragmatis
yang selalu mengukur sesuatu dari segi kegunaan praktisnya. Di antara tokoh
paham ini yang banyak pengaruhnya di dunia pendidikan adalah John Dewey.
Dalam pandangan mereka, nilai bersifat relatif dan subjektif, yaitu bergantung
29
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
pada tempat, waktu, dan manusia. Sementara di sisi lain, ada pula yang
berpendapat bahwa segala sesuatu memiliki nilai pada dirinya sendiri. Bagi
penganut pendapat ini, nilai bersifat normatif, universal, dan objektif. Pandangan
seperti ini dianut oleh para penganut paham idealisme.
Dari segi fungsinya untuk memenuhi interest manusia, nilai
dikelompokkan Edward Spranger menjadi nilai religi, nilai ilmiah, nilai ekonomi,
nilai politik (keku-asaan, negara), nilai estetika, dan nilai sosial (nilai
kemanusiaan). Pengelompok-an ini menunjukkan penggolongan manusia sesuai
dengan interestnya. Pada dasarnya, setiap manusia menghargai keenam nilai ini.
Hanya saja, konfigurasinya pada masing-masing orang berbeda. Di antara
manusia, ada yang mengutamakan nilai-nilai agama dalam hidupnya, dan ada pula
yang mementingkan nilai-nilai ekonomi. Demikian seterusnya.
Dilihat dari sumbernya, nilai dapat dikelompokkan ke dalam dua
golongan, yaitu nilai agama dan nilai budaya. Nilai agama yaitu nilai-nilai yang
bersumber dari Tuhan yang ditetapkan melalui wahyu yang disampaikan melalui
para Rasul-Nya. Dalam hal ini, penetapan nilai suatu benda atau perbuatan
didasarkan atas ketetapan agama. Di dalam ajaran agama, terdapat norma-norma
yang memuat nilai-nilai luhur yang harus ditegakkan oleh penganut agama yang
bersangkutan. Bagi penganut agama, nilai ini bersifat mutlak dan tidak mungkin
diposisikan di bawah nilai-nilai budaya. Nilai budaya adalah nilai-nilai yang
ditetapkan oleh manusia, baik secara perorangan maupun berkelompok. Nilai
inilah yang melembaga dalam suatu masyarakat, yang menjadi tradisi yang
diwariskan turun temurun. Dalam Islam, nilai-nilai budaya dapat diterima dan
dikembangkan selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Dalam ajaran Islam yang menjadi tolok ukur nilai adalah kehendak
Allah swt., bukan kehendak atau selera manusia. Yang baik dan bernilai dalam
pandangan Islam adalah segala yang dinyatakan baik oleh Allah swt. Oleh karena
itu, patokan baik-buruk atau bernilai-tidaknya sesuatu adalah ketentuan yang
terdapat di dalam al-Quran dan al-Sunnah.
30
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
3.
Nilai-nilai yang Menjadi Materi Pendidikan dalam Islam
Islam adalah agama yang mengajarkan kepada manusia agar menempatkan
sesuatu
pada
tempatnya
masing-masing
sesuai
dengan
realitas
yang
sebenarnya.Inti dari ajaran tauhid adalah pengakuan terhadap Allah sebagai satusatunya dzat yang berhak dipertuhan.Selain dari Allah tidak ada yang boleh
dipandang sebagai Tuhan karena kenyataannya semua itu memang bukan Tuhan,
tetapi hanyalah makhluk.Hanya Allah yang menjadi khalik dan penentu segala
sesuatu.Oleh
karena
itu,
ketetapan
Allah
tentang
segala
hal
bersifat
mutlak.Pandangan ini merupakan landasan utama dalam sistem nilai Islam.
Persoalan nilai dalam Islam dibahas oleh para ulama di bawah judul
akhlak. Sehubungan dengan itu, al-Syaibany mengemukakan lima prinsip yang
menjadi landasan filsafat Islam, khususnya di bidang akhlak. Kelima prinsip itu
adalah:
a. Percaya bahwa akhlak termasuk di antara makna yang terpenting dalam
hidup ini. Oleh karena itu, terdapat sebanyak 1504 ayat di dalam al-Quran
yang berhubungan dengan akhlak, baik dari segi teori maupun praktek.
b. Percaya bahwa akhlak itu adalah kebiasaan atau sikap yang mendalam
dalam jiwa dari mana timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dan
gampang. Ia merupakan suatu faktor yang mempengaruhi tingkah laku
manusia dan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan alam sekitar
tempat ia hidup.
c. Percaya bahwa akhlak Islam adalah akhlak kemanusiaan yang mulia. Ia
sesuai dengan fitrah dan akal yang sehat, dan memenuhi kebutuhankebutuhan perseorangan dan masyarakat dalam segala waktu dan tempat.
d. Percaya bahwa tujuan tertinggi agama dan akhlak ialah menciptakan
kehidupan bahagia di dunia dan akhirat, kesempurnaan jiwa bagi individu,
serta menciptakan kebahagiaan, kemajuan, kekuatan, dan keteguhan bagi
masyarakat.
e. Percaya bahwa agama Islam adalah sumber terpenting bagi akhlak Islam.
Ia merupakan sumber terpenting dalam menentukan baik-buruk.
31
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Bertolak dari pandangan demikian, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai yang
mesti menjadi materi pendidikan dalam pandangan Islam adalah nilai-nilai yang
bersumber dan berdasarkan al-Quran dan al-Sunnah al-Nabawiyah. Tolok ukur
utama dalam penetapan nilai sesuatu adalah kedua sumber ajaran Islam ini. Nilainilai budaya dapat diterima selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Agama Islam tidak hanya mengemukakan nilai-nilai yang perlu dipelihara oleh
manusia, tetapi juga memberikan panduan tentang langkah-langkah yang perlu
untuk mencapainya.
Kehadiran Islam bagi manusia adalah sebagai pedoman untuk membenahi
akhlak, dalam pengertian untuk memberikan petunjuk serta bimbingan tentang
nilai-nilai luhur yang mesti diyakini dan dianut oleh setiap manusia. Sehubungan
dengan itu, Nabi pernah menyatakan bahwa beliau diutus oleh Allah swt. sebagai
penyempurna akhlak manusia. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam yang
termuat di dalam al-Quran dan al-Sunnah itu sarat dengan petunjuk tentang nilai
yang mesti diketahui, dihayati dan ditegakkan oleh setiap individu Muslim.
Dilihat dari sifatnya, nilai-nilai tersebut ada yang absolut dan ada pula yang
relatif. Hal itu dimungkinkan karena Islam adalah agama universal yang berlaku
bagi seluruh masyarakat manusia yang sangat beragam. Sedangkan dari sisi
kebutuhan manusia, Islam sebagai agama fitrah mengajak manusia untuk
memenuhi dan menyalurkan kebutuhan-kebutuhan tersebut secara proporsional.
Dengan mengacu kepada pendapat Edward Spranger di atas, Islam mendorong
manusia untuk menghargai keenam kategori nilai tersebut secara harmonis.
Dalam proses pendidikan yang dilaksanakan atas dasar ajaran Islam, prinsipprinsip seperti dikemukakan di atas harus ditegakkan. Anak didik harus dibina
untuk menerima bahwa mereka adalah manusia makhluk ciptaan Tuhan yang
harus tunduk dan patuh kepada segala ketentuan-Nya. Di antara nilai-nilai luhur
yang perlu ditumbuh-kembangkan pada anak didik ialah keadilan, disiplin,
kejujuran, kesamaan, solidaritas, ekonomis, dan lain-lain.
32
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
KELOMPOK III
“KELUARGA DALAM PERSPEKTIF ISLAM”
Pengertian Keluarga dan Peranannya
a.
Pengertian keluarga
Dalam islam, keluarga dikenal dengan istilah “usrah”. sedangkan menurut
pandangan antropologi keluarga adalah suatu kesatuan sosial terkecil yang
dimiliki oleh manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki tempat tinggal untuk
berlindung, mendidik, berkembang, dan lain sebagainya. Inti sebuah keluarga
adalah ayah, ibu dan anak.Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang
terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di
suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Keluarga muslim adalah keluarga yang mendasarkan aktivitasnya pada
pembentukan keluarga yang sesuai dengan syariat islam, menurut Abdurrahman
An-Nahlawi, tujuan terpenting dari pembentukan keluarga adalah sebagai berikut:
a.
Mendirikan syariat allah dalam segala permasalahan rumah tangga.
b.
Mewujudkan ketenteraman dan ketenangan psikologi.
a.
Mewujudkan sunnah rasul dengan melahirkan anak-anak saleh sehingga
rasul merasa bangga dengan kehadiran kita.
c.
Memenuhi kebutuhan cinta kasih anak.
d.
Menjaga fitrah anak agar tidak melakukan peyimpangan-penyimpangan.
Dalam lingkungan keluarga terletak dasar-dasar pendidikan. di sini pendidikan
berlangsung dengan sendirinya sesuai tatanan pergaulan
yang berlaku
didalamnya, artinya tanpa harus diumumkan atau ditulis terlebih dahulu agar
diketahui dan diikuti oleh seluruh anggota keluarga . di sini diletakkan dasar-dasar
pengalaman melalui rasa kasih sayang dan penuh kecintaan, kebutuhan akan
kewibawaan dan nilai-nilai kepatuhan. justru karena pergaulan yang demikian itu
berlangsung dalam hubungan yang bersifat pribadi dan wajar, maka penghayatan
terhadapnya mempunyai arti yang amat penting.
33
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Jadi, pendidikan Islam dalam keluarga yaitu pendidikan yang diberikan
anggota kelurga terutama orang tua kepada anaknya dalam lingkungan keluarga
itu sendiri untuk membentuk kepribadian anak menjadi muslim dengan adanya
perubahan sikap dan tingkah laku yang sesuai dengan ajaran islam.
Peranan
Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari
nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga,
sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok
sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri dan
ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga,
sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu
kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari
lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah
tambahan dalam keluarganya.Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai
dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Aspek-aspek Pendidikan Islam dalam Keluarga
Sebagai realisasi tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak, ada
beberapa aspek yang sangat penting untuk diperhatikan orang tua, yaitu:
a. Pendidikan ibadah.
b. Pokok-pokok ajaran islam dan membaca Al-Quran.
c. Pendidikan akhlakul karimah.
d. Pendidikan akidah islamiyah.
Tugas dan Kewajiban Pendidikan dalam Keluarga
a. Tugas Keluarga sebagai berikut :
1) Keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan
kedewasaan dan masa depan anak.
34
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
2) Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di antara keluarga,
serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
3) Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
4) Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
5) Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya
masing-masing.
6) Sosialisasi antar anggota keluarga.
7) Pengaturan jumlah anggota keluarga.
8) Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
9) Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
10) Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.
b. Kewajiban
Banyak hadits yang mengisyaratkan tentang tanggung jawab terhadap
kelurga, yaitu dalam pendidikan anaknya, walaupun tidak secara langsung. Hadits
tersebut dapat berupa hadits tentang pengajaran orang tua kepada anaknya tentang
tauhid, tentang shalat dan lain sebagainya.
Anak dalam perkembangannya selalu terpengaruh oleh lingkungan
sekitarnya.Maka dari itu, orang tua harus mampu memfilter segala hal yang dapat
berpengaruh buruk kepada diri anak. Namun jangan sekali-kali orang tua
melarang anaknya untuk bermain dengan teman-temannya, karena larangan itu
akan membuat anak menjadi tidak pandai bergaul dan akan berdampak buruk
dalam perkembangan berikutnya. Namun hendaknya orang tua mengarahkan agar
anaknya bergaul dengan teman-teman yang mempunyai akhlak yang baik.
Keluarga merupakan institusi yang pertama kali bagi anak dalam
mendapatkan pendidikan dari orang tuanya.Hal itu tercermin dari sikap dan
perilaku orang tua sebagai teladan yang dapat dicontoh oleh anak.
Dengan demikian, keluarga mempunyai kewajiban sebagai berikut:
1.
Memberi contoh kepada anak dalam berakhlak mulia.
35
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
2.
Menyediakan kesempatan kepada anak untuk mempraktikkan akhlak mulia.
3.
Memberi tanggung jawab sesuai dengan perkembangan anak
4.
Mengawasi dan mengarahkan anak agar selektivitas dalam bergaul.
5.
Orang tua juga harus mampu menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya.
6.
Orang tua dilarang memerintahkan pada anak tentang hal-hal yang dilarang
agama.
Tujuan Pendidikan Islam
Pendidikan islam sebagai suatu proses pengembangan potensi
kreatifitas peserta didik, bertujuan untuk mewujudkan manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada allah swt., cerdas, terampil, memiliki etos kerja yang tinggi,
berbudi pekerti luhur, mandiri dan bertanggung jawab terhadap dirinya, bangsa
dan negara serta agama. Proses itu sendiri sudah berlangsung sepanjang sejarah
kehidupan manusia.
Menurut hasan langgulung, tujuan pendidikan islam adalah suatu istilah
untuk mencari fadilah, kurikulum pendidikan islam berintikan akhlak yang mulia
dan mendidik jiwa manusia berkelakuan dalam hidupnya sesuai dengan sifat-sifat
kemanusiaan yakni kedudukan yang mulia yang diberikan allah swt melebihi
makhluk-makhluk lain dan dia diangkat sebagai khalifah.Senada dengan pendapat
tersebut abdurrahman an-nahlawi berpendapat bahwa tujuan pendidikan islam
adalah merealisasikan penghambaan kepada allah dalam kehidupan manusia baik
secara individual maupun secara kelompok.
Menurut pendapat prof. H. Abuddin Nata, M.A., bahwa tujuan pendidikan
islam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.
Mengarahkan manusia agar menjadi khalifah tuhan di muka bumi dengan
sebaik-baiknya,
yaitu
melaksanakan
tugas-tugas
memakmurkan
dan
mengolah bumi sesuai dengan kehendak tuhan.
b.
Mengarahkan manusia agar seluruh pelaksanaan tugas kekhalifahannya di
muka bumi dilaksanakan dalam rangka beribadah kepada allah swt, sehingga
tugas tersebut terasa ringan dilaksanakan.
36
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
c.
Mengarahkan
manusia
agar
berakhlak
mulia,
sehingga
ia
tidak
menyalahgunakan fungsi kekhalifahannya.
d.
Membina dan mengarahkan potensi akal, jiwa dan jasmaninya, sehingga ia
memiliki ilmu, akhlak, dan keterampilan yang semua ini dapat digunakan
guna mendukung tugas pengabdian dan kekhalifahannya.
e.
Mengarahkan manusia agar dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan
di akhirat.
Apabila perumusan tersebut dikaitkan dengan ayat-ayat al-quran dan hadits
maka tujuan pendidikan islam adalah sebagai berikut:
a. Menumbuhkan dan mengembangkan ketakwaan kepada allah swt.
b. Menumbuhkan sikap dan jiwa yang selalu beribadah kepada allah swt.
c. Membina dan memupuk akhlakul karimah.
Kunci pendidikan dalam rumah tangga sebenarnya terletak pada pendidikan
agama.Karena pendidikan agamalah yang berperan penting dalam membentuk
pandangan hidup seseorang yaitu :
:
1.
Menanamkan nilai pengetahuan pada anak
Pendidikan jasmani dan akal yang diberikan di sekolah sekarang
mempunyai banyak teori. Belum tentu semua teori itu sesuai dengan ajaran
agama. Bila anak sudah memiliki basis nilai agama yang dibawa dari rumah,
secara sederhana ia dapat memberikan nilai terhadap teori-teori yang
diajarkan di sekolah. Misalnya, saat guru mengajarkan bahwa materialisme
itu menolak tuhan dan itu baik, maka murid akan segera bereaksi kalau teori
itu salah. Dari mana ia tahu kalau itu salah? Ia tahu dari nilai agama yang
telah diperolehnya di rumah atau dari guru agamanya di sekolah.
Kemampuan menyaring dan memberi nilai teori pengetahuan seperti ini
sangat penting artinya bagi anak itu dalam perkembangan pengetahuannya
di kemudian hari.
37
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
2.
Penanaman sikap menghargai guru dan apa yang dididikannya.
Keberhasilan pendidikan di sekolah bisa di dapat jika murid bisa
menghormati guru dan menghargai pengetahuan gurunya. Untuk
menanamkan sikap itu sebenarnya pendidikan agama (islam)-lah yang
merupakan kunci utama. Pendidikan agama islam itu dilakukan di rumah
sebagai lembaga pertama dan utama.
Ayat-ayat Tentang Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan di
dalam Keluarga
Al-Qur’an tidak secara langsung mengemukakan tentang tanggung jawab
orang tua terhadap keluarganya, yaitu dalam hal pendidikan, namun perintah atau
statemen tersebut tersirat dalam beberapa ayat yang mengisyaratkan tentang hal
itu. Berikut ini ayat yang menunjukkan tanggung jawab orang tua terhadap
pendidikan:
Q.S.al-Tahrim/66:6
ٌ ‫ارة ُ َعلَ ْي َها َم ََلئِكَةٌ ِغ ََل‬
‫ظ ِشدَادٌ ََل‬
ً ‫يَا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َ َمنُوا قُوا أَ ْنفُ َس ُك ْم َوأ َ ْه ِلي ُك ْم ن‬
ُ َّ‫َارا َوقُودُهَا الن‬
َ ‫اس َو ْال ِح َج‬
َّ َ‫صون‬
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, )6( َ‫اَّللَ َما أ َ َم َر ُه ْم َويَ ْفعَلُونَ َما يُؤْ َم ُرون‬
ُ ‫يَ ْع‬
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya
adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang
keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Qurtubi
ْ ُ‫صى ابنه بع‬
‫ظم الطاعات وهي الصَلة واألمر‬
ّ ‫ { يابني أَقِ ِم الصَلة } و‬: ‫ قوله تعالى‬: ‫األولى‬
‫ وهذا إنما يريد به بعد أن يمتثل ذلك هو في نفسه ويزدجر عن المنكر‬. ‫بالمعروف والنهي عن المنكر‬
Maksud tafsir di atas adalah hendaklah orang tua menasehati anaknya agar
taat kepada allah dengan menjalankan shalat serta amar ma’ruf nahi munkar.
38
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Pendidikan Islam dalam Keluarga
Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam.Di
dalam Al-Quran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah
Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya.Begitu pula
dalam hadits-hadits Rasulullah shallalla‘alaihi wasallam, kita temui banyak juga
bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan
beliau mendidik anak secara langsung. Oleh karena itu ,menurut Asih Herlina –
Dalam suatu keluarga perlu dibentuk lembaga pendidikan , walaupun dalam
format yang paling sederhana , karena telah kita ketahui pendidikan keluarga
merupakan pendidikan yang paling pertama dan utama yang paling indah dari
Allah SWT bagi kedua orang tua.
Inti sebuah keluarga adalah ayah , ibu dan anak . Anak merupakan amanat
dan anugrah pendidikan keluarga dapat mencetak anak agar mempunyai
kepribadian yang baik .motivasi keluarga dalam mendidik anak semata-mata demi
cinta dan kasih , sehingga terciptalah suasana cinta kasih dan kemesraan inilah
proses pendidikan berlangsung dengan baik. Dalam penanaman pandangan hidup
beragama , fase anak merupakan fase yang paling baik untuk meresapkan dasar
hidup beragama . Teknik yang paling tepat dalam proses pendidikan adalah proses
pembinaan anak secara tidak langsung , yaitu membiasakan hidup rukun,
Mengajarkan Al-Quran, Hadits serta Doa dan Dzikir yang Ringa kepada Anakanak , Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang Mulia , Melarang
Anak dari Berbagai Perbuatan yang Diharamkan, Menanamkan Cinta Jihad serta
Keberanian , Membiasakan Anak dengan Pakaian yang Syar’i.
Dengan demikian , orang tua di tuntut untuk mendidik yang memberikan
pengetahuan pada anak- anaknya, serta memberikan sikap dan keterampilan yang
memadai , memimpin keluarga, dan mengatur kehidupannya , memberi contoh
sebagi keluarga yang ideal dan bertanggng jawab dalam kehidupan keluarga baik
yang bersifat jasmani maupun rohani
39
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
KELOMPOK IV
“ANAK DIDIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM”
Perspektif berasal dari bahasa italia "Prospettiva" yang berarti gambar
pandangan
atau
sudut
pandangan
,
namun
menurut Leornardo
da
Vinci perspektif adalah suatu yang alami yang terbentuk dari relief datar menjadi
suatu relief bidang atau ruang. jadi kesimpulannya perspektif adalah suatu
teknik sistem matematika membentuk suatu proyeksi bidang tiga dimensi ke
dalam bidang dua dimensi , seperti kertas atau canvas. hal ini dapat membentuk
kemungkinan untuk mengambar sebuah objeck atau benda dalam suatu ruang
secara nyata diatas bidang datar atau dapat membentuk suatu gambar geometri
sehingga tampak di gambarkan atas ,bawah,samping,dan depan pada objeck
tersebut.
Menurut Langeveld anak manusia itu memerlukan pendidikan, karena ia
berada dalam keadaan tidak berdaya (hulpeoosheid).Dalam Al-Quran dijelakan:
ُ ُ‫اَّللُ أ َ ْخ َر َج ُك ْم ِم ْن ب‬
َّ ‫َو‬
‫ار َو ْاأل َ ْفئِدَة َ لَعَلَّ ُك ْم تَ ْش ُك ُرون‬
َ َ‫ون أ ُ َّم َهاتِ ُك ْم ََل ت َ ْعلَ ُمون‬
َ ‫ص‬
َ ‫ش ْيئًا َو َجعَ َل لَ ُك ُم الس َّْم َع َو ْاأل َ ْب‬
ِ ‫ط‬
ََ
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak
mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan
hati, agar kamu bersyukur”.(QS. An-Nahl: 78)
Peserta didik di dalam mencari nilai-nilai hidup, harus dapat bimbingan
sepenuhnya dari pendidik, karena menurut ajaran Islam, saat anak dilahirkan
dalam keadaan lemah dan suci/fitrah sedangkan alam sekitarnya akan memberi
corak warna terhadap nilai hidup atas pendidikan agama peserta didik.
Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW., yang berbunyi:
ْ ‫ى ْال ِف‬
)‫سا ِن ِه (رواه مسلم‬
ِ ‫َم‬
ّ ِ َ‫ان اَ ْويُن‬
َ ‫ص َرانِ ِه ا َ ْويُ َم ِ ّج‬
ِ َ‫ط َرةِ فَاَبَ َواهُ يُ َه ّ ِود‬
َ َ‫ام ْن َم ْولُ ْو ٍد ا ََِّلي ُْولَد ُعل‬
40
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Artinya: “Tidaklah anak yang dilahirkan itu kecuali telah membaa fitrah
(kecenderungan untuk percaya kepada Allah), maka kedua orang tuanyalah yang
menjadikan anak tersebut beragama Yahudi, Nasrani, Majusi (HR. Muslim)
Pengertian Peserta Didik
Peserta didik adalah setiap manusia yang sepanjang hidupnya selalu dalam
perkembangan. Kaitannya dengan pendidikan adalah bahwa perkembangan
peserta didik itu selalu menuju kedewasaan dimana semuanya itu terjadi karena
adanya bantuan dan bimbingan yang diberikan oleh pendidik.
Siswa atau peserta didik adalah salah satu komponen manusia yang
menempati posisi sentral dalam proses belajar-mengajar, peserta didiklah yang
menjadi pokok persoalan dan sebagai tumpuan perhatian. Di dalam proses belajar
mengajar, siswa sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan dan
kemudian ingin mencapainya secara optimal. Peserta didik itu akan menjadi
faktor “penentu”, sehingga menuntut dan dapat mempengaruhi segala sesuatu
yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya.Itulah sebabnya sisa atau
peserta didik adalah merupakan subjek belajar.
Menurut pasal 1 ayat 4 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha
mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis
pendidikan tertentu.
Dalam bahasa Arab, setidaknya ada tiga istilah yang menunjukkan makna
peserta didik, yaitu murid, al-tilmīdz, dan al-thālib. Murid berasal dari kata ‘arada,
yuridu, iradatan, muridan yang berarti orang yang menginginkan (the willer).
Pengertian ini menunjukkan bahwa seorang peserta didik adalah orang yang
menghendaki agar mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman,
dan kepribadian yang baik untuk bekal hidupnya agar berbahagia di dunia dan
akhirat dengan jalan belajar yang sungguh-sungguh. Sedangkan al-tilmīdz tidak
memiliki akar kata dan berarti pelajar. Kata ini digunakan untuk menunjuk kepada
peserta didik yang belajar di madrasah. Sementara al-thālib berasal dari thalaba,
41
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
yathlubu, thalaban, thālibun, yang berarti orang yang mencari sesuatu. Hal ini
menunjukkan bahwa peserta didik adalah orang yang mencari ilmu pengetahuan,
pengalaman,dan keterampilan dan pembentukan kepribadiannya untuk bekal masa
depannya agar bahagia dunia dan akhirat.
Kemudian, dalam penggunaan ketiga istilah tersebut biasanya dibedakan
berdasarkan tingkatan peserta didik. Murid untuk sekolah dasar, al-tilmīdz untuk
sekolah menengah, dan al-thālib untuk perguruan tinggi. Namun, menurut
Abuddin Nata, istilah yang lebih umum untuk menyebut peserta didik adalah almuta’allim. Istilah yang terakhir ini mencakup makna semua orang yang
menuntut ilmu pada semua tingkatan, mulai dari tingkat dasar sampai dengan
perguruan tinggi.
Terlepas dari perbedaan istilah di atas, yang jelasnya peserta didik dalam
perspektif pendidikan Islam sebagai objek sekaligus subjek dalam proses
pendidikan. Ia adalah orang yang belajar untuk menemukan ilmu. Karena dalam
Islam diyakini ilmu hanya berasal dari Allah, maka seorang peserta didik mesti
berupaya untuk mendekatkan dirinya kepada Allah dengan senantiasa mensucikan
dirinya dan taat kepada perintah-Nya. Namun untuk memperoleh ilmu yang
berasal dari Allah tersebut, seorang peserta didik mesti belajar pada orang yang
telah diberi ilmu, yaitu guru atau pendidik. Karena peserta didik memiliki
hubungan dengan ilmu dalam rangka upaya untuk memiliki ilmu, maka seorang
peserta didik mesti berakhlak kepada gurunya. Akhlak tersebut tentunya tetap
mengacu kepada nilai-nilai yang terkandung di dalam al-Qur’an dan hadis.
Kedudukan Peserta Didik
a. Peserta Didik sebagai Obyek Pendidikan
Peserta didik dipandang sebagai obyek jika dilihat dari sifat manusia
sebagai makhluk social yang selalu membutuhkan manusia lain.( Menurut Husayn
Ahmad Amin 1995), dengan latar belakang seorang sosiolog, maka dalam bebagai
kajiannya Ibn Khaldun bersandar sepenuhnya kepada pengamatan terhadap
fenomena sosial dalam berbagai bangsa yang di.dalamnya..dia.hidup.
42
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Begitu pula dalam pemikirannya mengenai anak didik, ia mengaitkannya
dengan aspek sosial yaitu hubungan anak didik dengan lingkungan dan
masyarakat.disekitarnya.
Lebih lanjut diterangkan, Ibnu Khaldun melihat manusia tidak terlalu
menekankan pada segi kepribadiannya sebagaimana yang acapkali dibicarakan
para filosof, baik itu filosof dari golongan muslim atau non-muslim. Ia lebih
banyak melihat manusia dalam hubungannya dan interaksinya dengan kelompokkelompok yang ada di masyarakat. Dalam konteks inilah ia sering disebut sebagai
salah seorang pendiri sosiolog dan antropolog.
Menurutnya, keberadaan masyarakat sangat penting untuk kehidupan
manusia, karena sesungguhnya manusia memiliki watak bermasyarakat, ini
merupakan wujud implementasi dari kedudukan manusia sebagai makhluk sosial,
yang secara harfiah selalu membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Salah satu
contoh yaitu dengan oganisasi kemasyarakatan.
Melalui organisasi kemasyarakatan tersebut manusia juga dapat belajar
bagaimana seharusnya menjadi orang yang dapat diterima oleh lingkungannya.
Dengan demikian maka secara tidak langsung manusia lambat laun akan
menemukan watak serta kepribadiannya sendiri.
b.
Peserta Didik Sebagai Subyek Pendidikan
Manusia bukan merupakan produk nenek moyangnya, akan tetapi,
lingkungan sosial, lingkungan alam, adat istiadat. Karena itu, lingkungan sosial
merupakan pemegang tanggungjawab dan sekaligus memberikan corak perilaku
seorang manusia. Hal ini memberikan arti, bahwa pendidikan menempati posisi
sentral
dalam
rangka
membentuk
manusia
ideal
yang
diinginkan.
Pendidikan sebagai suatu upaya dalam membentuk manusia ideal, mencoba
mengajarkan dan mengajak manusia untuk berpikir mengenai segala sesuatu yang
ada di muka bumi, sehingga hasrat ingin tahunya dapat terpenuhi.
Ibn Khaldun memandang manusia sebagai makhluk yang berbeda dengan
berbagai makhluk lainnya. Manusia, kata Ibn Khaldun adalah makhluk berpikir.
Oleh karena itu ia mampu melahirkan ilmu (pengetahuan) dan teknologi. Dan hal
43
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
itu sebagai bukti bahwa manusia memang memiliki tingkatan berpikir yang lebih
tinggi dibanding dengan makhluk lainnya.
Disamping memiliki pemikiran yang dapat menolong dirinya untuk
menghasilkan kebutuhan hidupnya, manusia juga memiliki sikap sikap hidup
bermasyarakat yang kemudian dapat membentuk suatu masyarakat yang antara
satu dengan yang lainnya saling menolong. Dari keadaan manusia yang demikian
itu maka timbullah ilmu pengetahuan dan masyarakat. Ilmu yang demikian mesti
diperoleh dari orang lain yang telah lebih dahulu mengetahuinya. Mereka itulah
yang kemudian disebut guru. Agar tercapai proses pencapaian ilmu yang
demikian itu, maka perlu diselenggarakan kegiatan-pendidikan.
Pada bagian lain, Ibn Khaldun berpendapat bahwa dalam proses belajar
atau menuntut ilmu pengetahuan, manusia disamping harus sungguh-sungguh
juga harus memiliki bakat. Menurutnya, dalam mencapai pengetahuan yang
bermacam-macam itu seseorang tidak hanya membuuhkan ketekunan, tetapi juga
bakat. Berhasilnya suatu keahlian dalam satu bidang ilmu atau disiplin
memerlukan pengajaran.
Dalam Al Qur`an sendiri manusia terdiri dari materi (jasad) dan immateri
(ruh, jiwa, akal, qalb). Jika dihubungkan dengan pendidikan, maka manusia yang
diberi pendidikan itu adalah jiwa dan akalnya. Pendidikan pada manusia adalah
suatu proses pengembangan potensi jiwa dan akal yang tumbuh secara wajar dan
seimbang, dalam masyarakat yang berkebudayaan.
Paradigma peserta didik merupakan subjek dan objek pendidikan yang
memerlukan bimbingan orang lain (pendidik) untuk membantu mengarahkannya
mengembangkan potensi yang dimilikinya, serta membimbingnya menuju
kedewasaan.
Menurut Samsul Nizar (2002) beberapa hakikat peserta didik dan
implikasinya, yaitu:
1)
Peserta didik bukan merupakan miniatur orang dewasa, akan tetapi
memiliki dunia sendiri.
2)
Peserta didik adalah manusia yang memiliki diferensiasi priodesasi
perkembangan dan pertumbuhan.
44
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
3)
Peserta didik adalah manusia yang memiliki kebutuhan, baik yang
menyangkut kebutuhan jasmani maupun rohani yang harus dipenuhi.
4)
Peserta didik adalah makhluk Tuhan YME yang memiliki perbedaan
individual.
5)
Peserta didik terdiri dari dua unsur utama, yaitu jasmani dan rohani.
6)
Peserta didik adalah manusia yang memiliki potensi yang dapat
dikembangkan dan berkembang secara dinamis.
Tanggung Jawab Pendidikan Dalam Islam
1)
Orang Tua/ Keluarga
Secara psiko-sosiologi keluarga berfungsi sebagai:
a.
Pemberi rasa aman bagi anak dan anggota keluarga lainnya
b.
Memberi pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun psikis
c.
Sumber kasih sayang dan penerimaan
d.
Model pola perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar menjadi anggota
masyarakat yang baik
e.
Pemberi bimbingan bagi pengembangan perilaku yang secara sosial
dianggap tepat
f.
Pembentuk anak dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam
rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan
g.
Pemberi bimbingan dalam belajar keterampilan motorik, verbal dan
sosial yang dibutuhkan untuk penyesuaian diri
h.
Stimulator bagi pengembangan kemampuan anak untuk mencapai
prestasi, baik di sekolah maupun di masyarakat
i.
Pembimbing dalam mengembangkan aspirasi
j.
Sumber persahabatan atau teman bermain bagi anak sampai cukup usia
untuk mendapatkan teman di luar rumah, atau apabila persahabatan diluar
rumah tidak memungkinkan.
Sedangkan dari sudut pandang sosiologis, fungsi keluarga
dapat
diklasifikasikan ke dalam fungsi-fungsi berikut :
45
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
a.
Fungsi biologis, artinya keluarga merupakan tempat memenuhi semua
kebutuhan biologis keluarga seperti; sandang, pangan dan sebagainya.
b.
Fungsi ekonomis, maksudnya di keluargalah tempat orang tua untuk
memenuhi semua kewajibannya selaku kepala keluarga.
c.
Fungsi
pendidikan,
dimana
di keluargalah
tempat
dimulainya
pendidikan semua anggota keluarga. dijelaskan dalam hadis Rasulullah
SAW, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yaitu:Artinya:
Bersabda Rasulullah SAW, setiap anak dilahirkan di atas fitrahnya
maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya seorang Yahudi,
Nasrani atau Majusi. (HR. Bukhari).
d.
Fungsi
sosialisasi,
maksudnya
keluarga
merupakan
buaian
atau
penyemaian bagi masyarakat masa depan.
e.
Fungsi perlindungan, keluarga merupakan tempat perlindungan semua
keluarga dari semua gangguan dan ancaman.
f.
Fungsi rekreatif, keluarga merupakan pusat dari kenyamanan dan hiburan
bagi semua anggota keluarganya.
g.
Fungsi agama, maksudnya keluarga merupakan tempat penanaman agama
bagi keluarga.berdasarkan QS. Luqman ayat 13
ُ ‫ْ نق مق‬
ُ ْ‫( قِ ذََِقَ قٌ مُظ قلَ ُ اييذ ذْ قِ قُهلل قت ذ‬۱۳)
‫ن اقيُْ ذ ن ذيَوذ ذَ ِ ِم ذ ب‬
‫َ ذِْ َإ‬
‫ْل َإ ق‬
ِ ‫ُْْ قتَيُ قي‬
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu
ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu
mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah
benar-benar kezaliman yang besar.
h.
Fungsi ekonomi, dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 233:
ِ ‫َْ ق قِاقرق ُ ِ قاهللمقِ ذ وقَ ذ لقِ ذ ذم قل ق قِِرق ق تُِذ ِإ ِم‬
‫ق‬
‫ََ قَُق قِ قَلقَ ِم قلهللمُهلل ذر مقُْ ذِوَُ َُ ِ قِِم قهللِ ذمُقِنُ تُ ذ‬
ُْ‫سِ قِِ ذمُقك ُ ذي قهللمق ذُ قَ قِاق ق هللمُهللرُوُ ِم‬
‫ذي قهللمق ذُ ذ قِ قَلقَ قِ ذول قهللي ُ َُ ِ ذيَم قلْ ُ ذ‬
ِ ‫آ ذَاِ َُِ قْ قََ اق ي ُ ق‬
َ َّ‫ل وق‬
ُ ِ‫َِ اق ي ُ قةل‬
‫قَِ اِ َق ق ُميقَ قَ قَلقِ ذَ قلَ قَِذ ق قِريُإ ق ِم قهلل ذِِ ذ‬
‫َِا قَ ي ق ق ا‬
‫ِر ذب‬
ُ ْ‫ي َُ قلَ قِيق‬
‫َ ذ ن ُع ِقمذِق َقدذ ق قِِرقِ َذ ق‬
‫َِ قِِيِظُهللِ عق قَِِلق‬
‫َلِلُِإ ِ س قِْي قُِِإ يذَم قلْ ُ ذ‬
‫َُْهللِ قِاقرق ُوإ َق ق ُميقَ قَ قَلقِ ُةإ َذِقِ ق‬
‫ُلهللِ ق ِ عق يذ قلَ ي قلِ ق ذ‬
ُ‫ِِ ُ و‬
‫ي قْ قللُهلل ق يق ذ‬
46
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Artinya: Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada
para ibudengan cara yang ma’ruf (baik). Seseorang tidak akan
dibebani
(dalam
memberi
nafkah),
melainkan
menurut
standar
kemampuannya. (QS. Al-Baqarah:233)
Adapun pendidikan yang harus pertama kali diberikan oleh orang
tua/keluarga ialah :
1)
Pendidikan agama dan spiritual adalah pondasi utama bagi pendidikan
keluarga.
2)
Pendidikan akhlak adalah jiwa pendidikan islam , sebab tujuan tertinggi
pendidikan islam adalah mendidik jiwa dan akhlak.
3)
Pendidikan jasmani, Islam memberi petunjuk kepada kita tentang
pendidikan jasmani agar anak tumbuh dan berkembang secara sehat dan
bersemangat.
4)
Pendidikan akal adalah meningkatkan kemampuan intelektual anak, ilmu
alam, teknologi dan sains modern sehingga anak mampu menyesuaikan
dengan kemajuan ilmu pengetahuan dalam rangka menjalankan fungsinya
sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya, guna membangun dunia ini sesuai
dengan konsep yang ditetapkan Allah.
5)
Pendidikan sosial adalah pendidikan anak sejak dini agar bergaul di
tengah-tengah masyarakat dengan menerapkan prinsip-prinsip syari’at
Islam. Diantara prinsip syariat Islam yang sangat erat berkaitan dengan
pendidikan sosial ini adalah prinsip ukhuwah Islamiyah.
Sebagian tanggung jawab yang diberikan oleh Islam kepada keluarga
terdapat dalam Al-Qur’an:
Artinya:Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan
batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak
47
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka
dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. At-Tahrim: 6)
Ibnu Amr bin al-’Ash menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah
bersabda:
‫َََّذ ذَيذِ ق قَِِ ذ يُهلل ُإ‬
‫قييقَ ُْ ق‬
Artinya:
‫ِ ق ذك قِ ُإ‬
ِ ‫قِاقرق ُوإ ذيَم‬
ِِ ُ ُ
‫قييقَ ُْ قَْ ا‬
‫قَلقِ قََ قِ ُإ‬
Perintahlah anak-anakmu untuk melaksanakan shalat ketika mereka
berusia tujuh tahun. Pukullah mereka jika sampai berusia sepuluh tahun
mereka tetap enggan mengerjakan shalat. (HR Abu Dawud dan alHakim).
Kebolehan memukul bukan berarti harus/wajib memukul. Maksud pukulan
atau tindakan fisik di sini adalah tindakan tegas “bersyarat”, yaitu: pukulan yang
dilakukan dalam rangka ta’dîb (mendidik, yakni agar tidak terbiasa melakukan
pelanggaran yang disengaja); pukulan tidak dilakukan dalam keadaan marah
(karena dikhawatirkan akan membahayakan); tidak sampai melukai atau (bahkan)
membunuh; tidak memukul pada bagian-bagian tubuh vital semisal wajah, kepala
dan dada; tidak boleh melebihi 10 kali, diutamakan maksimal hanya 3 kali; tidak
menggunakan benda yang berbahaya (sepatu, bata dan benda keras lainnya).
2.
Guru / Sekolah
a.
Pengertian Guru
Dalam perspektif pendidikan Islam, guru disebut sebagai abu al-ruh, yaitu
orang tua spiritual. Artinya setiap guru, khususnya yang beragama Islam terlepas
apakah dia guru bidang studi agama atau tidak bertugas dan memiliki tanggung
jawab dalam membimbing dan mendidik dimensi spiritual peserta didik sehingga
melahirkan akhlakul karimah. Guru membawa misi penyempurnaan akhlak,
sebagaimana misi diutusnya Rasulullah SAW.
‫و لَ ي ْ نت اي لإ ةَِم ِاخ ق‬
Artinya: Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.
48
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Dalam paradigma Jawa , pendidik diidentikan dengan (gu dan ru) yang
berarti “digugu dan ditiru”. Dikatakan digugu (dipercaya) karena guru
mempunyai seperangkat ilmu yang memadai, yang karenanya ia memiliki
wawasan dan pandangan yang luas dalam melihat kehidupan ini. Dikatakan ditiru
(diikuti) karena guru mempunyai kepribadian yang utuh, yang karenanya segala
tindak tanduknya patut dijadikan panutan dan suri tauladan oleh peserta didiknya.
b.
Peranan dan tanggung jawab Guru dalam pendidikan
Guru
Indonesia
terpanggil
untuk
menunaikan
karyanya
dengan
memedomani dasar-dasar sebagai berikut:
1.
Beriltizam dengan amanah ilmiah.
2.
Mengamalkan dan mengembangkan ilmu yang dipelajari.
3.
Senantiasa mengikuti perkembangan teknologi terbaru dalam pengajaran
ilmu yang berkaitan.
4.
Dari masa ke masa guru hendaklah menelusuri sudut atau dimensi
spirituality Islam dalam pelbagai lapangan ilmu pengetahuan.
5.
Senantiasa memanfaatkan ilmu untuk tujuan kemanusiaan, kesejahteraan
dan keamanan umat manusia.
6.
Haruslah mendidik dan mengambil tindakan secara adil terhadap semua
pelajar.
c.
Peran dan tanggung jawab sekolah dalam pendidikan
Sebagai lembaga pendidikan formal, tanggung jawab sekolah didasarkan
atas tiga faktor, yaitu :
a.
Tanggung jawab formal, yaitu tanggung jawab sekolah sebagai
kelembagaan formal kependidikan sesuai dengan fungsi, tugas, dan
tujuan
yang
hendak
dicapai.
Misalnya,
pendidikan
dasar
diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan
serta memberikan pengetahuan keterampilan dasar yang diperlukan
49
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan pesertadidik
yang
memenuhi
menengah.
persyaratan
Demikian
pula
untuk
pada
mengikuti
pendidikan
pendidikan
menengah,
diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan
dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat
yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik
dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar serta dapat
mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja.
b.
Tanggung jawab keilmuan, yaitu tanggung jawab yang berdasarkan
bentuk, isi, dan tujuan, serta tingkat pendidikan yang dipercayakan
masyarakat kepadanya.
c.
Tanggung jawab fungsional, adalah bentuk tanggung jawab yang
diterima sebagai pengelola fungsional dalam melaksanakan
pendidikan oleh para pendidik yang diserahi kepercayaan dan
tanggung jawab melaksanakannya berdasarkan ketentuan yang
berlaku sebagai pelimpahan wewenang dan kepercayaan serta
tanggung jawab yang diberikan oleh orang tua peserta didik.
Pelaksanaan tugas tanggung jawab yang dilakukan oleh peserta
didik profesional ini didasarkan atas program yang telah terstruktur
yang tertuang dalam kurikulum.
Allah SWT berfirman:
Artinya:Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke
medan perang).mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di
antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan
mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada
kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka
itu dapat menjaga dirinya. (Q.S. At-Taubah:122)
Dari ayat di atas Allah SWT memerintahkan kepada kita umat
Nabi Muhammad saw untuk memperdalam ilmu pengetahuan
terutama ilmu agama. Dalam hal ini sekolah konvensional,
pesantren maupun perguruan tinggi dapat dijadikan salah satu
50
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
wadah yang berperan dalam memajukan kehidupan dan akhlak
manusia.
3.
Masyarakat
Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup
bersama dan menghasilkan kebudayaan, kaitan antara masyarakat dan pendidikan
dapat ditinjau dari tiga segi, yaitu:
1)
Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dilembagakan
maupun yang tidak dilembagakan
2)
Lembaga-lembaga
kemasyarakatan
dan
atau
kelompok
sosial
di
masyarakat, baik langsung maupun tak langsung ikut mempunyai peran
dan fungsi edukatif
3)
Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang
maupun yang dimanfaatkan (utility). Perlu diingat bahwa manusia dalam
bekerja dan hidup sehari-hari akan selalu berupaya memperoleh manfaat
dari pengalaman hidupnya itu untuk meningkatkan dirinya. Dengan kata
lain, manusia berusahmendidik dirinya sendiri dengan memanfaatkan
sumber-sumber belajar yang tersedia di
KELOMPOK V
PENGERTIAN PENDIDIK DALAM ISLAM
Dalam konteks pendidikan Islam, secara etimologi pendidik disebut
dengan murabbi, muallim, dan muaddib.Kata murabbi berasal dari kata rabba,
yurabbi.Misalnya, sering dijumpai dalam kalimat yang orientasinya lebih
mengarah pada pemeliharaan, baik yang bersifat jasmani atau rohani.
Pemeliharaan seperti ini terlihat dalam proses orang tua membesarkan anaknya.
Mereka tentunya memberikan pelayanan secara penuh agar anaknya tumbuh
dengan fisik yang sehat dan kepribadian serta akhlak yang terpuji.
Sedangkan
untuk
istilah muallim pada
umumnya
dipakai
dalam
membicarakan aktifitas yang lebih terfokus pada pemberian atau pemindhan ilmu
pengetahuan (baca: pengajaran), dari seorang yang tahu kepada seseorang yang
51
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
tidak tahu. Dan istilah muaddibi lebih luas dari istilah muallim dan lebih relevan
dengan konsep pendidikan Islam.
Beragamnya penggunaan istilah pendidikan dalam literatur pendidikan
Islam telah memberikan pengaruh terhadap penggunaan istilah untuk pendidik
dan ini sesuai alasan masing-masing pemakai istilah tersebut bagi mereka yang
cenderung memakai istilahtarbiyah, tentu murabbi adalah sebutan yang tepat
untuk seorang pendidik. Dan bagi yang merasa bahwa istilah ta’lim lebih cocok
untuk pendidikan, sudah pasti ia menggunakan istilah mu’allim untuk menyebut
seorang
pendidik.
Begitu
juga
dengan
mereka
yang
cenderung
menggunakan ta’dib untuk mengistilahkan pendidikan, tentunya muaddibmenjadi
pilihannya.
Secara terminologi, pendidikan Islam menggunakan tujuan sebagai dasar
untuk menentukan pengertian pendidik.Hal ini disebabkan karena pendidikan
merupakan kewajiban agama, dan kewajiban hanya dipikulkan kepada orang yang
telah dewasa.
Pendidik berarti juga orang dewasa yang bertanggungjawab memberi
pertolongan pada peserta didiknya dalam perkembangan jasmani dan rohaninya,
agar mencapai tingkat kedewasaan, mampu berdiri sendiri dan memenuhi tingkat
kedewasaan, mampu berdiri sendiri dan memenuhi tingkat kedewasaannya
mampu mandiri dalam memenuhi tugasnya sebagai hamba dan khalifah Allah
SWT. dan mampu melakukan tugas sebagai makhluk sosial dan sebagai makhluk
individu yang mandiri.
Di Indonesia pendidik disebut juga guru, yaitu “orang yang digugu dan
ditiru”.Menurut Hadari Nawawi guru adalah orang-orang yang kerjanya mengajar
atau memberikan pelajaran di sekolah atau di kelas.Lebih khususnya diartikan
orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran, yang ikut
bertanggungjawab dalam membentuk anak-anak mencapai kedewasaan masingmasing.
Menurut Marimba, mengartikan pendidik sebagai orang yang memikul
pertanggungjawaban sebagai pendidik.
52
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Zakiah Deradjat berpendapat bahwa pendidik adalah individu yang akan
memenuhi kebutuhan pengetahuan, sikap dan tingkah laku peserta didik.
Kedudukan Pendidik
Melihat definisi pendidik di atas, maka tanggung jawab yang dimiliki
oleh
seorang
pendidik
begitu
besar,
suatu
amanah
yang terpikul di
pundaknya. Ketika amanah dijalankan dengan baik, maka tidak heran jika
pendidik mempunyai kedudukan yang cukup terhormat; terhormat di mata
Tuhan juga dalam pandangan
masyarakat. Secara substansi, ketika seorang
diangkat derajatnya oleh Allah, otomatis juga di mata manusia akan terangkat.
Posisi ini didapat bukan datang secara tiba-tiba dari langit, melainkan datang
sebagai
pantulan
dari
kompetensi
yang
dimiliki
oleh
jiwa
seorang
pendidik.Pendidik adalah orang yang berilmu. Dalam dirinya mempunyai
segudang pengetahuan ilmu-ilmu, termasuk yang paling penting adalah tahu
(‘alim) dan mumpuni ilmu agama. Ketika seorang mempunyai ilmu pengetahuan
dan dilandasi dengan dasar-dasar agama, maka seyogyanyalah orang tersebut
bisa memberikan pengajaran, sebagai pendidik. Dan Allah SWT mengangkat
derajat terhadap orang-orang yang demikian itu, sebagaimana disebutkan
dalam alQur’an surat al-Mujadalah ayat 11:
‫َِ ق اَذِإ َو ْمُكَل ُهَّللا ِﺢ َسْف َ ـي او ُح َسْفاَف ِﺲِ لا َج َمْلا ِﰲ او ُحَّسَفَـت ْمُكَل َلي ِ ق اَذِإ اوُن َ ما َ ء َني ِذَّلا ا َهُّـيَأا َ ي‬
‫ََ لي‬
ٌ ‫ََ ـت اَ ِﲟ َُ هَّللا َو ٍتا َجَر َد َمْل ِعْلا اوُت ُوأ َني ِذَّلا َو ْمُكْن ِم اوُن َما َ ء َني ِذَّلا ُهَّللا ِعَف ْر َ ـي او ُز ُشْناَف او ُز ُشْنا‬
‫ﲑ َِﺒ َخ َنوُل َم ْع‬
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu,
"Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya
Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:
"Berdirilah
kamu,
maka
berdirilah,
niscaya
Allah
akan
meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
53
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Seorang penyair Mesir, Syauqi Bek, memberikan penghormatan yang
luar biasa terhadap kedudukan pendidik. Dalam tulisannya, sebagaimana
dikutip oleh Suharto, ia mengemukakan betapa agungnya kedudukan seorang
pendidik, sampai ia menyamakannya mirip dengan Rasul. Berikut kutipan
pemikirannya:
“Berdirilah
(untuk menghormati pendidik) dan berilah
penghargaan, karena pendidik itu hampir saja merupakan seorang rasul”. Posisi
mulia yang disandang pendidik, bukan hanya sebagai
orang yang bisa melakukan transfer ilmu pengetahuan pada peserta didik
(transfer
of
melakukan
knowledge)
pendidikan
melainkan
terhadap
pendidik
pertumbuhan
juga
jiwa
adalah
orang yang
manusia. Dengan
penanaman jiwa yang baik, maka diharapkan dari proses pendidikan yang
diberikan oleh pendidik, peserta didik bakal tumbuh dan bisa mengaktualisasikan
sifat-sifat dalam dirinya yang berujung pada aktualisasi dalam kehidupan
keseharian,
bersosial,
beragama, dan
berbangsa. Sehingga tujuan ideal
pendidikan Islam bisa tercapai, yakni menuju terbentuknya muslim paripurna
dan--meminjam istilah Aristoteles--juga mempersembahkan out put yang good
citizen. Kedudukan orang alim dalam Islam dihargai tinggi bila orang itu
mengamalkan ilmunya. Mengamalkan ilmu dengan cara mengajarkan ilmu itu
kepada orang lain adalah suatu pengamalan yang paling dihargai oleh Islam.
Asma Hasan Fahmi mengutip pendapat alGhazali mengatakan bahwa: “Siapa
yang memilih pekerjaan mengajar maka sesungguhnya telah memilih pekerjaan
besar dan penting”.
Peran Pendidik dalam Islam
Pendidikan Islam berusaha melahirkan siswa yang beriman, berilmu, dan
beramal saleh. Sebagai suatu pendidikan moral,
pendidikan Islam
tidak
menghendaki pencapaian ilmu itu semata tetapi harus didasari oleh adanya
semangat moral yang tinggi, akhlak yang baik.Untuk itu seorang guru sebagai
pengemban amanah haruslah orang yang memiliki pribadi saleh.Menurut alGhazali, sebagaimana dikutip Mukhtar bahwa: “seorang guru agama sebagai
penyampai ilmu, semestinya dapat menggetarkan
jiwa
atau
hati
murid-
54
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
muridnya sehingga semakin dekat kepada Allah Swt dan memenuhi tugasnya
sebagai khalifah di bumi ini.”
Hal ini tercermin melalui perannya dalam sebuah proses pembelajaran. di
antara peran tersebut adalah:
1.
Guru Sebagai Pembimbing
Peran pendidik sebagai pembimbing sangat berkaitan erat dengan praktik
keseharian. Dalam kaitan ini, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan
oleh seorang pendidik yaitu :
(a) meremehkan atau merendahkan siswa,
(b) memperlakukan sebagian siswa secara tidak adil,
(c) membenci sebagian siswa.
Perlakuan pendidik sebenarnya sama dengan perlakuan orang tua terhadap
anak-anaknya yaitu respek dan kasih sayang serta memberikan
perlindungan. Sehingga siswa dapat percaya diri bahwa di sekolah
atau di madrasah ia akan sukses belajar lantaran bimbingan, dorongan dan
pengarahan dari pendidiknya.
2.
Guru Sebagai Model (uswah)
Peran pendidik sebagai model pembelajaran sangat penting dalam
rangka membentuk akhlak yang mulia bagi siswa yang diajar, karena
karakteristik pendidik selalu diteropong dan sekaligus dijadikan cermin
oleh murid-muridnya. Pada intinya guru akan dicontoh oleh muridmuridnya: apakah yang baik atau yang buruk.
Kedisiplinan, kejujuran, keadilan, kebersihan, kesopanan, ketulusan, ketekunan,
kehati-hatian akan selalu direkam oleh muridmuridnya dan dalam batas waktu
tertentu akan diikuti oleh murid-muridnya.
Karena
itu
guru
harus
bisa
menempatkan diri sebagai contoh yang baik bagi murid-muridnya.
3.
Guru Sebagai Penasihat
Seorang pendidik memiliki jalinan emosional dengan peserta didik
sehingga dalam hubungan ini pendidik berperan aktif sebagai penasehat.
55
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Hubungan batin dan emosional antara siswa dan pendidik dapat
terjalin efektif, bila sasaran utamanya adalah penyampaian nilai-nilai
moral, maka peran pendidik dalam menyampaikan nasehat menjadi
sesuatu yang pokok. Sehingga siswa akan merasa diayomi, dilindungi,
dibina, dibimbing, didampingi penasehat, dan di-emong oleh gurunya.
Dengan menyadari perannya sebagai pendidik maka seorang pendidik
dapat bertindak sebagai pendidik
yang sebenarnya, baik dari segi perilaku
(keperibadian) maupun dari segi keilmuan yang dimilikinya. Hal
ini
akan
dengan mudah diterima, dicontoh dan diteladani oleh siswa, atau dengan
kata lain pendidikan akan sukses apabila ajaran agama itu hidup dan tercermin
dalam pribadi guru agama. Sehingga tujuan untuk membentuk pribadi anak saleh
dapat terwujud.
Tugas dan Kewajiban Pendidik dalam Islam
Menurut al-Ghzali, tugas pendidik yang utama adalah menyempurnakan,
membersihkan, mensucikan serta membimbing hati manusia untuk mendekatkan
diri (taqarrub) kapada Allah. Hal tersebut karena tujuan pendidikan islam yang
utama adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jika pendidik belum
mampu membiasakan peserta didik dalam peribadatan kepada-Nya, berarti ia
mengalami kegagalan dalam tugasnya, sekalipun peserta didik memiliki prestasi
akademis yang luar biasa. Hal tersebut mengandung arti akan keterkaitan ilmyu
dengan amal shaleh.
Dalam paradigma Jawa, pendidik diidentikkan dengan guru (gu dan ru)
yang berarti “digugu” dan “ditiru”.Dikatakan digugu (dipercaya) karena guru
memiliki seperangkat ilmu yang memadai, yang karenanya ia memiliki wawasan
dan pandangan yang luas dalam melihat kehidupan ini. Dikatakan ditiru (diikuti)
karena guru memilki kepribadian yang utuh, yang karenanya segala tindaktanduknya patut dijadikan panutan dari suri teladan oleh peserta didik. Pengertian
ini di asumsikan bahwa tugas guru tidak sekadar transformasi ilmu, tetapi juga
bagaimana ia mampu menginternalisasikan ilmunya kepada peserta didik. Pada
56
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
tatanan ini terjadi sinkronisasi antara apa yang diucapkan oleh guru (didengar
oleh peserta didik) dan yang dilakukanya (dilihat oleh pesearta didik).
Muhaimin secarah utuh mengemukakan karesteristik tugas-tugas pendidik
dalam pendidikan islam. Dalam rumusanya, Muhaimin menggunakan istilahistilah ustadz, mu’allim, murabbi, mursyid, mudarris, dan mu’addib.Untuk lebih
jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut :
1) Ustadz adalah orang yang berkomitmen dengan profesionalitas, yang melekat
pada dirinya sikap dedikatif, komitmen terhadap mutu proses dan hasil kerja,
serta sikap continuous improvement.
2) Mu’allim adalah orang yang mengusai ilmu dan mampu mengembangkannya
serta menjelaskan fungsinya dalam kehidupan, menjelaskan dimensi teoretis
praktisnya,
sekaligus
melakukan transfer ilmu pengetahuan,internalisasi,
serta implementasi. (Q.S. al-Baqarah:251)
3) Murabbi adalah orang yang mendidik dan menyiapkan peserta didik agar
mampu berkreasi serta mampu mengatur dan memelihara hasil kreasinya untuk
tidak menimbulkan malapetaka bagi dirinya, masyarakat, dan alam sekitarnya.
(Q.S. al- Isra': 24) dan (Q.S. al-Fatihah:2)
4) Mursyid adalah
orang
yang
mampu
menjadi
model
atau
sentral identifikasi diri atau menjadi pusat panutan, teladan, dan konsultan bagi
peserta didik.
5) Mudarris adalah orang yang memiliki kepekaan intelektual dan imformasi
serta memperbaharui pengetahuan dan keahlian secara berkelanjutan dan
berusaha mencerdaskan peserta didik, memberantas kebodohan mereka, serta
melatih keterampilan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.
6)
Mu’addib adalah orang yang mampu menyiapkan peserta didik untuk
bertanggung jawab dalam membangun peradaban yang berkualitas di masa
depan.
Berdasarkan uraian di atas jelaslah bahwa tugas-tugas pendidik amat sngat
berat, yang tidak saja melibatkan kemampuan kognitif, tetapi juga kemampuan
efektif dan psikomotorik. Profesionalisme pendidik sangat ditentukan oleh
57
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
seberapa
banyak
tugas
yang
telah
dilakukannya,
sekalipun
terkadang
profesionalismenya itu tidak berimplikasi yang signifikan tehadap penghargaan
yang diperolehnya
KELOMPOK VI
PEMBELAJARAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Pengertian Model Pembelajaran
Pengertian Model Pembelajaran dapat diartikan sebagai cara, contoh
maupun pola, yang mempunyai tujuan meyajikan pesan kepada siswa yang harus
diketahui, dimengerti, dan dipahami yaitu dengan cara membuat suatu pola atau
contoh dengan bahan-bahan yang dipilih oleh para pendidik/guru sesuai dengan
materi yang diberikan dan kondisi di dalam kelas. Suatu model akan mempunyai
ciri-ciri tertentu dilihat dari faktor-faktor yang melengkapinya.
Ciri-Ciri Model Pembelajaran
Tahun 1950 di Amerika yang dipelopori oleh Marc Belt menemukan ciriciri dari model-model pembelajaran, antara lain sebagai berikut :
a.
Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar tertentu, misalnya model
pembelajaran inkuiri yang disusun oleh Richard Suchman dan dirancang
untuk mengembangkan penalaran didasarkan pada tatacara penelitian
ilmiah. Model pembelajaran kelompok yang disusun oleh Hebert Thelen
yang dirancang untuk melatih partisipasi dan kerjasama dalam kelompok
didasarkan pada teori John Dewey.
b.
Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu.

Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan pembelajaran di
kelas.

Memiliki perangkat bagian model yang terdiri dari:

Urutan langkah pembelajaran,yaitu tahap-tahap yang harus dilakukan
oleh guru bila akan menggunakan model pembelajaran tertentu.
58
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu

Prinsip reaksi, yaitu pola perilaku guru dalam memberikan reaksi
terhadap perilaku siswa dalam belajar.

Sistem sosial, adalah pola hubungan guru dengan siswa pada saat
mempelajari materi pelajaran. ada tiga pola hubungan dalam sistem
sosial yaitu tinggi, menengah, dan rendah. pola hubungan disebut
tinggi apabila guru menjadi pemegang kendali dalam pembelajaran.
pola hubungan disebut menengah apabila guru berperan sederajat
dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran. pola hubungan disebut
rendah apabila guru memberikan kebebasan kepada siswa dalam
kegiatan pembelajaran.

Sistem pendukung adalah penunjang keberhasilan pelaksanaan
kegiatan pembelajaran di kelas misalnya media dan alat peraga.
c.
Memiliki dampak sebagai akibat penerapan model pembelajaran baik
dampak langsung dengan tercapainya tujuan pembelajaran, maupun
dampak tidak langsung yang berhubungan dengan hasil belajar jangka
panjang. Menurut
Komaruddin
(2000)
bahwa model
belajar dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan
sebagai pedoman
dalam
melakukan
kegiatan.
Model
dapat
dipahami sebagai : (1) suatu tipe atau desain (2) suatu deskripsi
atau analogi
yang
dipergunakan
untuk
membantu
proses
visualisasi sesuatu yang tidak dapat dengan langsung diamati, (3) suatu
sistem asumsi-asumsi, data-data, dan inferensi-inferensi yang dipakai
untuk menggambarkan secara matematis suatu obyek peristiwa ;(4)
suatu desain yang disederhanakan dari suatu sistem kerja, suatu
terjemahan realitas yang disederhanakan; (5) suatu deskripsi dari suatu
sistem yang mungkin atau imajiner; dan (6) penyajian yang diperkecil
agar dapat menjelaskan dan menunjukan sifat bentuk aslinya. Atas dasar
pengertian tersebut, maka model dalam pembelajaran dapat dipahami
sebagai model pembelajaran merupakan suatu rancangan yang telah
diprogram
melalui
media
media
peraga dalam
membantu
untuk
memvisualisasikan pesan yang terkandung didalamnya untuk mencapai
59
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
tujuan
belajar
sebagai
pegangan
dalam melaksanakan
kegiataan
pembelajaran.
Macam-Macam Model Pembelajaran
Joyce dan Weil (2000)mengatakan ada empat kategori yang penting
diperhatikan dalam model mengajar yaitu Model Informasi, model personal,
model interaksi, dan model tingkah laku. Model mengajar yang telah
dikembangkan
dan di
tes
keberlakuannya
oleh
para
pakar
pendidikan
dengan mengklasifikasikan model pembelajaran pada empat kelompok yaitu:
1.
Model
pemrosesan
informasi
(information
Procesisng Models)
menjelaskan bagaimana cara individu memberi respon yang datang dari
lingkungannya dengan cara mengorganisasikan data, memformulasikan
masalah, membangun
serta penggunaan
konsep
dan
simbol-simbol
rencana
verbal
dan
pemecahan
non
masalah
verbal.
Model
ini memberikan kepada pelajar sejumlah konsep, pengetesan hipotesis,
dan memusatkan perhatian pada pengembangan kemampuan kreatif.
Model pengelolaan informasi ini secara umum dapat diterapkan pada
sasaran belajar dari berbagai usia dalam mempelajari individu dan
masyarakat. Karena itu model ini potensial untuk digunakan dalam
mencapai tujuan yang berdimensi personal dan sosial disamping
yang berdimensi intelektual. Adapun model-model pemrosesan menurut
Tom Final din (2001) terdiri atas:
a.
Model Berfikir Induktif.
Tokohnya adalah Hilda Taba. Tujuan dari model ini adalah untuk
mengembangkan proses mental induktif dan penalaran akademik atau
pembentukan teori. Kemampuan-kemampuan ini berguna untuk
tujuan-tujuan pribadi dan sosial.
b.
ModelInkuiri Ilmiah.
Tokohnya adalah Joseph J. Schwab. Model ini bertujuan mengajarkan
sistem penelitian dari suatu disiplin tetapi juga diharapkan untuk
mempunyai efek dalam kawasan-kawasan lain (metode-metode sosial
60
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
mungkin diajarkan dalam upaya meningkatkan pemahaman sosial dan
pemecahan masalah sosial).
c. Model Penemuan Konsep
Tokohnya, Jerome Brunet. Model ini memiliki tujuaan untuk
mengembangkan penalaran induktif serta perkembangan dan analisis
konsep.
d. Model pertumbuhan Kognitif.
Tokohnya, Jean Pieget, Irving sigel, Edmund Sulivan, dan Laawrence
Kohlberg, tujuannya adalah untuk meningkatkan perkembangan
intelektual, terutama penalaran logis, tetapi dapat pula diterapkan
pada perkembangan sosial moral.
e.
Model Penata Lanjutan
Tokohnya, David ausebel. Tujuannya untuk me-ningkatkan efisiensi
kemampuan pemrosesan informasi guna menyerap dan mengkaitkan
bidang-bidang pengetahuan.
f. Model Memori
Tokohnya, harry Lorayne & Jerry Lucas. Model ini bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan mengingat.
2.
Model
personal
(personal
family)
merupakan
rumpun model
pembelajaran yang menekankan kepada proses pengembangan kepribadian
individu siswa dengan memperhatikan kehidupan emosional. Proses
pendidikan sengaja diusahakan untuk memungkinkan seseorang dapat
memahami dirinya dengan baik, memikul tanggung jawab, dan lebih
kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Model ini
memusatkan perhatian keada pandangan perseorangan dan berusaha
menggalakkan
kemandirian yang
produktif.
Sehingga
diharapkan
Smanusia menjadi semakin sadar diri dan bertanggung jawab atas
tujuannya. Adapun tokoh-tokohnya adalah:
a.
Model Pengajaran Nondirektif.
Tokohnya, Carl Rogers. Tujuan dari model ini adalah membentuk
61
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
kemampuan untuk perkembangan pribadi dalam arti kesadaran diri,
pemahaman diri, kemandirian, dan konsep diri.
b.
Model
Tokohnya adalah fritz Peris dan William schultz tujuannya adalah
meningkatkan kemampuan seseorang untuk eksplorasi diri dan
kesadaran diri. Banyak me-nekankan pada perkembangan kesadaran
dan pemahaman antarpribadi.
c.
Model
Sinektik
Tokohnya adalah William Gordon model ini bertujuan untuk
mengembangkan pribadi dalam kreativitas dan pemecahan masalah
kreatif.
d.
Model
system-sistem komaeptual
Tokohnya adalah, David Hunt tujuannya adalah meningkatkan
kekompleksan dan keluwesan pribadi.
e.
Model
Pertemuanm Kelas
Tokohnya adalah William Glasser. Bertujuan untuk mengembangkan
pemahaman diri sendiri dan kelompok sosial.
3.
Model sosial (social family) menekankan pada usaha mengembangkan
kemampuan siswa agar memiliki ke-cakapan untuk berhubungan dengan
orang lain sebagai usaha membangun sikap siswa yang demokratis
dengan menghargai setiap perbedaan dalam realitas sosial. Inti dari sosial
model ini adalah konsep sinergi yaitu energi atau tenaga (kekuatan) yang
terhimpun melalui kerjasama sebagai salah satu fenomena kehidupan
masyarakat. Dengan menerapkan model sosial, pembelajaran di arahkan
pada upaya melibatkan peserta didik dalam menghayati, mengkaji,
menerapkan dan menerima fungsi dan peran sosial. Model sosial ini
dirancang untuk memanfaatkan fenomena kerjasama, membimbing para
siswa mendefinisikan masalah, mengeksplorasi berbagai cakrawala
mengenai
masalah,
mengembangkan
seyogianya
serta
mengumpulkan data
mengetes hipotesis,
mengajarkan proses
demokratis
yang
oleh
relevan,
karena
secara
itu
langsung
dan
guru,
jadi
62
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
pendidikan harus diorganisasikan dengan cara melakukan penelitian
bersama (cooperative
inquiry)
terhadap
masalah-masalah
sosial
dan masalah-masalah akademis.
4.
Model sistem perilaku dalam pembelajaran (behavioral Model of
Teaching) dibangun atas dasar kerangka teori perubahan perilaku, melalui
teori ini siswa dibimbing untuk dapat memecahkan masalah belajaar
melalui penguraian perilaku kedalam jumlah yang kecil dan berurutan.
Dari beragam pernyataan-pernyatan mengenai model pembelajaran diatas
menunjukan bahwa berbagai banyak cara untuk menerapkan pembelajaran
efektif dan efisien. Dengan semikian, melalui pendekatan-pendekatan
tersebut diharapkan guru dapat memilih pendekatan mana yang sesuai
dengan kebutuhan siswa dalam kondisi yang ada saat ini. Intinya para guru
harus bisa menyesuaikan dengan situasi didalam kelas dan suasana hati
siswa dalam proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat dilakukan oleh
guru secara tepat dan kontinyu, proses pembelajaran di kelas akan
dirasakan menyenangkasn baik oleh guru maupun murid.
Pengertian Metode Pendidikan dalam Perspektif Islam
Metode pendidikan islam adalah prosedur umum dalam penyampaian
materi untuk mencapai tujuan pendidikan didasarkan atas asumsi tertentu tentang
hakikat islam sebagai suprasistem.Muhammad Athiyah al-Abrasyi mengartikan
metode sebagai jalan yang dilalui untuk memperoleh pemahaman pada peserta
didik. Abd al-Aziz mengartikan metode dengan cara-cara memperoleh informasi,
pengetahuan, pandangan, kebiasaan berpikir, serta cinta kepada ilmu, guru dan
sekolah.
Ilmu-ilmu tersebut erat kaitannya dengan metode karena didalamnya
dijumpai pembahasan tentang jiwa dan perkembangan manusia sebagai salah satu
pertimbangan dalam menyampaikan teori, konsep dan wawasan kepadanya.
Metode yang terkait dengan menyampaikan teori, konsep, dan wawasan
yang terdapat dalam berbagai bidang ilmu tersebut dinamai metode pengajaran.
Sedangkan ilmu yang mengkaji secara mendalam tentang berbagai metode yang
63
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
terkait dengan pengajaran tersebut dinamai metodologi pengajaranMetode yang
terkait dengan menyampaikan teori, konsep, dan wawasan yang terdapat dalam
berbagai bidang ilmu tersebut dinamai metode pengajaran. Sedangkan ilmu yang
mengkaji secara mendalam tentang berbagai metode yang terkait dengan
pengajaran tersebut dinamai metodologi pengajaranMetode yang terkait dengan
menyampaikan teori, konsep, dan wawasan yang terdapat dalam berbagai bidang
ilmu tersebut dinamai metode pengajaran. Sedangkan ilmu yang mengkaji secara
mendalam tentang berbagai metode yang terkait dengan pengajaran tersebut
dinamai metodologi pengajaranMetode yang terkait dengan menyampaikan teori,
konsep, dan wawasan yang terdapat dalam berbagai bidang ilmu tersebut dinamai
metode pengajaran. Sedangkan ilmu yang mengkaji secara mendalam tentang
berbagai metode yang terkait dengan pengajaran tersebut dinamai metodologi
pengajaranMetode yang terkait dengan menyampaikan teori, konsep, dan
wawasan yang terdapat dalam berbagai bidang ilmu tersebut dinamai metode
pengajaran. Sedangkan ilmu yang mengkaji secara mendalam tentang berbagai
metode yang terkait dengan pengajaran tersebut dinamai metodologi pengajaran.
Metode pendidikan islam adalah prosedur umum dalam penyampaian
materi untuk mencapai tujuan pendidikan didasarkan atas asumsi tertentu tentang
hakikat islam sebagai suprasistem.Muhammad Athiyah al-Abrasyi mengartikan
metode sebagai jalan yang dilalui untuk memperoleh pemahaman pada peserta
didik. Abd al-Aziz mengartikan metode dengan cara-cara memperoleh informasi,
pengetahuan, pandangan, kebiasaan berpikir, serta cinta kepada ilmu, guru dan
sekolah.
Dalam penggunaan metode pendidikan islam yang perlu dipahami adalah
bagaimana seorang pendidik dapat memahami hakikat metode dan relevansinya
dengan tujuan utama pendidikan islam, yaitu terbentuknya pribadi yang beriman
yang senantiasa siap sedia mengabdi kepada Allah SWT. Disamping itu,
pendidikpun perlu memahami metode-metode intruksional yang aktual yang
ditujukan dalam Al-Qur’an atau yang dideduksikan dari Al-Qur’an, dan dapat
memberi motivasi dan disiplin atau dalam istilah Al-Qur’an disebut dengan
64
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
pemberian anugerah (tsawab) dan hukuman (‘iqob). Selain kedua hal tersebut,
bagaimana seorang pendidik dapat mendorong peserta didiknya untuk
menggunakan akal pikirannya dalam menelaah dan mempelajari gejala
kehidupannya sendiri dan alam sekitarnya (QS. Fushshilat: 53, al-Ghasyiyah: 1721), mendorong peserta didik untuk mengamalkan ilmu pengetahuannya dan
mengaktualisasikan keimanan dan ketakwaannya dalam kehidupan sehari-hari
(QS. Al-Ankabut: 45, Thaha: 132, Al-Baqarah: 183). Seorang pendidikpun perlu
mendorong peserta didik untuk menyelidiki dan meyakini bahwa islam
merupakan kebenaran yang sesungguhnya, serta memberi peserta didik dengan
praktik amaliah yang benar serta pengetahuan dan kecerdasan yang cukup
Macam-macam Metode Pendidikan dalam Perspektif islam
Dilihat dari segi langkah-langkah dan tujuan kompetensi yang ingin
dicapai, terdapat sejumlah metode yang dikemukakan para ahli. Yaitu metode
ceramah, Tanya jawab, demonstrasi, karyawisata, penugasan, pemecahan
masalah, diskusi, simulasi, eksperimen, penemuan dan proyek atau unit. Macammacam metode pengajaran ini secara singkat dapat dikemukakan sebagai berikut
1.
Metode Ceramah
Metode ceramah adalah cara penyajian pelajaran, yang dilakukan oleh
guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung dihadapan
peserta didik. Ceramah dimulai dengan menjelaskan tujuan yang ingin
dicapai, menyiapkan garis-garis besar yang akan dibicarakan, serta
menghubungkan antara materi yang akan disajikan dengan bahan yang
telah disajikan. Ceramah akan berhasil apabila mendapatkan perhatian
sungguh-sungguh
dari
peserta
didik,
disajikan
secara
sistemik,
menggairahkan, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
merespons serta memotivasi belajar yang kuat dari peserta didik. Pada
akhir ceramah perlu disampaikan kesimpulan, memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk bertanya, memberikan tugas kepada peserta
didik serta adanya penilaian akhir
65
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
2.
Metode Tanya jawab
Menurut sejarahnya metode Tanya jawab termasuk metode yang
tertua.Socrates yang hidup pada tahun 469-399 SM misalnya, telah
menerapkan metode Tanya jawab ini dalam mengembangkan pemikiran
filsafatnya serta dalam mengajarkannya kepada masyarakat yunani saat
itu. Metode ini dimulai dengan mempersiapkan pertanyaan dari bahan
pelajaran yang akan diajarkan dan mengajukan pertanyaan. Metode ini
banyak digunakan karena dapat menarik perhatian, memacu keberanian,
merangsang daya piker, membangun keberanian, melatih kemampuan
berbicara serta dari Tanya jawab tersebut guru mengetahui kemampuan
siswa secara objektif. Disisi lain metode ini juga menimbulkan rasa takut
pada peserta didik tertentu
3.
Metode Demonstrasi
Metode demontrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan
untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan
bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik, yang dapat dilakukan
oleh guru itu sendiri atau oleh anak didik.Pada metode demonstrasi
Perhatian anak didik dapat dipusatkan dan titik berat yang dianggap
penting oleh guru dapat diamati secara tajam. Apabila anak didik sendiri
ikut berperan aktif dalam sesuatu percobaan tersebut, maka mereka akan
memperoleh pengalaman yang melekat pada pikirannya dan ini sangat
berguna dalam pengembangan kecakapan.
4.
Metode Eksperimen
Metode ini biasanya dilakukan dalam suatu pelajaran tertentu sepert
pelajaran yang berhubungan dengan alam, kimia, dan sejenisnya.Biasanya
terhadap ilmi-ilmu alam yang di dalam penelitian menggunakan metode
yang sifatnya objektif. Eksperimen ini dapat dilakukan didalam kelas,
diluar kelas ataupun didalam laboratorium tertentu
5.
Metode Pemberian Tugas
Suatu cara mengajar dimana seorang guru memberikan tugas-tugas
tertentu kepada peserta didik, sedangkan hasil dari tugas tersebut diperiksa
66
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
oleh guru dan peserta didik mempertanggung jawabkannya. Tanggung
jawab itu berupa menjawab test yang diberikan oleh guru baik secara lisan
ataupun tertulis.[8]Yang terpenting dalam metode ini adalah melatih
peserta didik agar dapat berfikir kritis, bebas dan ilmiah sehingga dapat
memecahkan problem yang dihadapinya dan dapat mengatasi serta
mempertanggung-jawabkannya.
6.
Metode Sosiodrama
Drama atau sandiwara dilakukan oleh sekelompok orang, untuk
memainkan suatu cerita yang telah disusun naskah ceritanya dan dipelajari
sebelum dimainkan. Adapun para pelakunya harus memahami lebih
dahulu tentang peran masing-masing yang akan dibawakannya.
Metode sosiodrama juga semacam drama atau sandiwara, akan tetapi
tidak disiapkan naskahnya terlebih dahulu. Tidak pula diadakan
pembagian tugas yang harus mengalami latihan lebih dahulu.Tetapi
dilaksanakan serti drama yang sesungguhnya.Hal ini bertujuan agar
peserta didik mampu memperoleh ketrampilan sosial sehingga diharapkan
nantinya tidak canggung menghadapi situasi sosial dalam kehidupan
sehari-hari. Kesan dari drama yang dimainkannya sendiri akan besar
pengaruhnya kepada perkembangan jiwa anak didik baik yang langsung
berperan dalam sandiwara, maupun yang menyaksikan
7.
Metode Diskusi
Metode ini erat kaitannya dengan metode-metode lainnya.Karena metode
ini adalah bagian terpenting dalam memecahkan sesuatu masalah (problem
solving). Metode diskusi bukanlah hanya percakapan atau debat biasa saja,
tetapi diskusi ini timbul karena ada suatu permasalahanyang memerlukan
jawaban atau pendapat yang bermacam-macam. Untuk mengembangkan
pikiran-pikiran dalam memecahkan masalah bersama dan kesanggupan
untuk
mendapatkan
jawaban
bersama,
maka
diskusi
hendaknya
dilaksanakan dengan baik dan objektif.
67
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Sedangkan Methode dalam perspektif Islam, masih ditemukan lagi metode
lain di samping yang telah disebutkan di atas. Metode belajar mengajar dalam
perspektif Islam yang dimaksud adalah:
1.
Metode Dialog Qur’āni dan Nabawi
Metode dialog qur’āni dan nabawi adalah metode pendidikan dengan cara
berdiskusi sebagaimana yang digunakan oleh Alquran dan atau hadis-hadis
nabi. Metode ini, disebut pula metode khiwār yang meliputi
dialog khitābidan ta’abbudi (bertanya dan lalu menjawab); dialog
deksriftif dan dialog naratif (menggambarkan dan lalu mencermati); dialog
argumentative (berdiskusi lalu mengemukakan alasan kuat); dan dialog
Nabawi (menanamkan rasa percaya diri, lalu beriman). Untuk yang
terakhir ini, (dialog Nabawi) sering dipraktekkan oleh sahabat ketika
mereka bertanya sesuatu kepada Nabi saw.
Dialog qur’āni-nabawi merupakan jembatan yang dapat menghubungkan
pemikiran seseorang dengan orang lain sehingga mempunyai dampak
terhadap jiwa peserta didik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor,
yakni;
a. Permasalahan yang disajikan secara dinamis
b. Peserta dialog tertarik untuk terus mengikuti jalannya percakapan itu
c. Perasaan yang menimbulkan kesan dalam jiwa
d. Topik pembciraan yang disajikan secara realistis dan manusiawi
2.
MetodeKisah Qur’āni dan Nabawi
Metode kisah disebut pula metode “cerita” yakni cara mendidik dengan
mengandalkan bahasa, baik lisan maupun tertulis dengan menyampaikan
pesan dari sumber pokok sejarah Islam, yakni al-Qur’an dan Hadis.
Salah satu metode yang digunakan al-Qur’an untuk mengarahkan manusia
ke arah yang dikehendakinya adalah dengan menggunakan cerita (kisah).
Setiap kisah menunjang materi yang disajikan, baik kisah tersebut benarbenar terjadi maupun kisah simbolik.
68
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Dalam al-Qur’an dijumpai banyak kisah, terutama yang berkenaan dengan
misi kerasulan dan umat masa lampau. Muhammad Qutb berpendapat
bahwa kisah-kisah yang ada dalam al-Qur’an dikategorikan ke dalam tiga
bagian; pertama, kisah yang menunjukkan tempat, tokoh dan gambaran
peristiwa; kedua, kisah yang menunjukkan peristiwa dan keadaan tertentu
tanpa menyebut nama dan tempat kejadian; ketiga, kisah dalam bentuk
dialog yang terkadang tidak disebutkan pelakunya dan dimana tempat
kejadiannya.
Pentingnya metode kisah diterapkan dalam dunia pendidi-kan karena
dengan metode ini, akan memberikan kekuatan psikologis kepada peserta
didik, dalam artian bahwa; dengan mengemukakan kisah-kisah nabi
kepada peserta didik, mereka secara psikologis terdorong untuk
menjadikan nabi-nabi tersebut sebagai uswah (suri tauladan).
Kisah-kisah dalam al-Qur’an dan hadis, secara umum bertujuan untuk
memberikan pengajaran terutama kepada orang-orang yang mau
menggunakan akalnya. Relevansi antara cerita (kisah) qur’āni dengan
metode penyampaian cerita dalam lingkungan pendidikan ini sangat tinggi.
Metode ini merupakan suatu bentuk teknik pnyampaian informasi dan
instruksi yang amat bernilai, dan seorang pendidik harus dapat
memanfaatkan potensi kisah bagi pembentukan sikap yang merupakan
bagian esensial pendidikan qur’āni dan nabawi.
3.
Metode
Perumpamaan
Metode ini, disebut pula metode “amstāl” yakni cara mendidik dengan
memberikan perumpamaan, sehingga mudah memahami suatu konsep.
Perumpamaan yang diungkapkan al-Qur’an memiliki tujuan psikologi
edukatif, yang ditunjukkan oleh kedalaman makna dan ketinggian
maksudnya.
69
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Dampak edukatif dari perumpamaan al-Qur’an dan Nabawi di antaranya :

Memberikan kemudahan dalam memahami suatu konsep yang abstrak,
ini terjadi karena perumpamaan itu mengambil benda sebagai contoh
konkrit dalam al-Qur’an.

Mepengaruhi emosi yang sejalan dengan konsep yang diumpamakan
dan untuk mengembangkan aneka perasaan ketuhanan.

Membina akal untuk terbiasa berpikir secara valid pada analogis
melalui penyebutan premis-premis.

Mampu menciptakan motivasi yang menggerakkan aspek emosi dan
mental manusia.
4.
MetodeKeteladanan
Metode ini, disebut pula metode “meniru” yakni suatu metode pendidikan
danpengajaran dengan cara pendidik memberikan contoh teladan yang
baik kepada anak didik.
Dalam al-Qur’an, kata teladan diproyeksikan dengan kata uswah yang
kemudian diberi sifat di belakangnya seperti sifat hasanah yang berarti
teladan yang baik. Metode keteladanan adalah suatu metode pendidikan
dan pengajaran dengan carapendidik memberikan contoh teladanan yang
baik kepada anak didik agar ditiru dan dilaksanakan. Dengan demikian
metode keteladanan ini bertujuan untuk menciptakan akhlak al-mahmudah
kepada peserta didik.
Acuan
dasar
dalam
berakhlak al-mahmudah atau al-karimah adalah
Rasulullah dan para Nabi lainnya yang merupakan suri tauladan bagi
umatnya. Seorang pendidik dalam berinteraksi dengan anak didiknya akan
menimbulkan respon tertentu baik positif maupun respon negatif, seorang
pendidik sama sekali tidak boleh bersikap otoriter, terlebih memaksa anak
didik dengan cara-cara yang dapat merusak fitrahnya.
Nilai edukatif keteladanan dalam dunia pendidikan adalah metode influitif
yang paling meyakinkan keberhasilannya dalam mempersiapkan dan
70
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
membentuk moral spiritual dan sosial anak didik. Keteladanan itu ada dua
macam, yaitu:
a.
Sengaja berbuat untuk secara sadar ditiru oleh si terdidik.
b.
Berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang akan ditanamkan
pada terdidik sehingga tanpa sengaja menjadi teladan bagi terdidik.
5.
Metode Ibrah dan Mau’izhah
Metode ini, disebut pula metode “nasehat” yakni suatu metode pendidikan
dan
pengajaran
Metode ibrahdan
dengan
cara
pendidik
atau mau’izhah (nasehat)
memberikan
sangat
motivasi.
efektif
dalam
pembentukan keimanan, mempersiapkan moral, spiritual dan sosial anak
didik. Nasehat dapat membukakan mata anak didik terhadap hakekat
sesuatu, serta memotivasinya untuk bersikap luhur, berakhlak mulia dan
membekalinya dengan prinsip-prinsip Islam.
Menurut al-Qur’an, metode nasehat hanya diberikan kepada mereka yang
melanggar peraturan dalam arti ketika suatu kebenaran telah sampai
kepadanya, mereka seolah-olah tidak mau tahu kebenaran tersebut terlebih
melaksanakannya. Pernyataan ini menunjukkan adanya dasar psikologis
yang kuat, karena orang pada umumnya kurang senang dinasehati, terlebih
jika ditujukan kepada pribadi tertentu.
6.
Metode Targhib dan Tarhib
Metode ini, disebut pula metode “ancaman” dan atau “intimidasi” yakni
suatu metode pendidikan dan pengajaran dengan cara pendidik
memberikan hukuman atas kesalahan yang dilakukan peserta didik.
Istilah targib dan tarhib dan dalam al-Qur’an dan al-Sunnah berarti
ancaman atau intimidasi melalui hukuman yang disebabkan oleh suatu
dosa kepada Allah dan rasul-Nya. Jadi, ia juga dapat diartikan sebagai
ancaman Allah melalui penonjolan salah satu sifat keagungan dan
kekuatan Ilahiah agar mereka (peserta didik) teringat untuk tidak
melakukan kesalahan.
71
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Ada beberapa kelebihan yang paling penting berkenaan dengan metode
targib dan tarhib ini, antara lain :

Targib
dan tarhib bertumpu
pada pemberian kepuasan
dan
argumentasi.

Targib
dan tarhib disertai
gambaran keindahan surga
yang
menakjubkan atau pembebasan azab neraka.

Targib dan tarhib Islami bertumpu pada pengobatan emosi dan
pembinaan afeksi ketuhanan.

Targib
dan
tarhib
bertumpu
pada
pengontrolan
emosi
dan
keseimbangan antara keduanya.
Faktor-Faktor yang Perlu di
Pertimbangkan
dalam
Memilih
Metode
Pendidikan
Sebuah metode akan menjadi efektif apabial digunakan dengan
mempertimbangkan berbagai faktor sebagai berikut:
1.
Faktor tujuan dan bahan pelajaran
Sebagaimana diketahui bahwa setiap proses pendidikan atau pengajaran
menargetkan tujuan tertentu, seperti tujuan yang bersifat kognitif, afektif, atau
psikomotorik. Perbedaan tujuan ini menghendaki adanya perbedaan metode yang
digunakan. Demikian pula, bahan pelajaran yang akan diajarkanpun harus
menjadi bahan pertimbangan dalam memilih metode.
Islam memberikan panduan dan arahan tentang cara menggunakan metode
dengan memperhatikan tujuan dan bahan pelajaran, yaitu berpadunya metode dan
cara-cara dari segi tujuan dan alat, dengan jiwa ajaran dan akhlak islam yang
mulia. Pendidik muslim, baik sebagai bapak, guru, labia atau da’i, mengambil
tujuan-tujuan metode, prinsip dan alat-alatnya dari akhlak islam. Misalnya guru
memulai pelajarannya dengan menyebut nama Allah dan memuji kepada-Nya,
serta bersholawat yang mulia. Kemudian ditutupnya seperti sewaktu membukanya
72
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
2.
Faktor Peserta Didik
Omar Mohammad al-Toumiy al-Syaibani mengatakan: “maka diantara
kewajiban guru muslim adalah bahwa ia memahami sepenuhnya kekuatan dan
ciri-ciri bio-psikologis, yang bermakna sekumpulan kekuatan dan ciri-ciri
jasmaniah dan psikologis yang mempengaruhi tingkah laku pelajar pada proses
belajarnya. Seorang guru muslim wajib memelihara dan mempertimbangkan
berbagai ciri-ciri peserta didik tersebut dalam kegiatan pengajarannya untuk
menjamin kejayaan dalam pekerjaannya
3.
Faktor Lingkungan
Perbedaan
menetapkan
lingkungan
metode
harus
pula
menjadi
pertimbangan
pengajaran.Lingkungan
dirumah,
dalam
sekolah,
masyarakat, perpustakaan, laboratorium, dan sebagainya berbeda-beda.
Hal ini menghendaki adanya perbedaan dalam menggunakan metode
pengajaran
4.
Faktor alat dan sumber belajar
Alat belajar dengan berbagai macamnya dan juga bahan belajar yang
tersedia dengan berbagai macamnya, harus jadi pertimbangan dalam
menetapkan metode pengajaran.Hal ini perlu dilakukan, karena setiap
metode menghendaki alat dan sumber yang berbeda-beda.Alat dan sumber
belajar untuk metode ceramah misalnya, berbeda dengan alat dan sumber
belajar untuk metode simulasi, eksperimen, dan sebagainya.
5.
Faktor kesiapan guru
Penggunaan setiap metode menuntut wawasan, keterampilan dan
pengalaman guru yang akan menerapkannya. Penggunaan metode ceramah
misalnya jauh lebih mudah daripada penggunaan metode diskusi dengan
berbagai macamnya. Seorang guru yang tdak memiliki wawasan,
pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan metode tersebut,
karena tidak akan berjalan sebagaimana yang diharapkan
73
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Tujuan dan Tugas Metode Pendidikan dalam Perspektif Islam
Pendidik dalam proses pendidikan islam tidak hanya dituntut untuk
menguasai sejumlah materi yang akan diberikan kepada peserta didiknya, tetapi ia
harus menguasai berbagai metode dan teknik pendidikan guna kelangsungan
transformasi dan internalisasi mata pelajaran. Hal ini karena metode dan teknik
pendidikan islam tidak sama dengan metode dan teknik pendidikan yang lain.
Tujuan diadakan metode adalah menjadikan proses dan hasil belajar
mengajar ajaran islam lebih berdaya guna dan berhasil guna dan menimbulkan
kesadaran peserta didik untuk mengamalkan ketentuan ajaran islam melalui teknik
motivasi yang menimbulkan gairah belajar peserta didik secara mantap. Uraian itu
menunjukkan bahwa fungsi metode pendidikan islam adalah mengarahkan
keberhasilan belajar, memberi kemudahan kepada peserta didik untuk belajar
berdasarkan minat, serta mendorong usaha kerjasama dalamkegiatan belajar
mengajar antara pendidik dengan peserta didik. Disamping itu, dalam uraian
tersebut ditunjukkan bahwa fungsi metode pendidikan adalah memberi inspirasi
pada peserta didik melalui proses hubungan yang serasi antara pendidik dan
peserta didik yang seiring dengan tujuan pendidikan islam
Tugas utama metode pendidikan islam adalah mengadakan aplikasi
prinsip-prinsip psikologis dan paedagogis sebagai kegiatan antar hubungan
pendidikan yang terealisasi melalui keterangan dan pengetahuan agar siswa
mengetahui, memahami, menghayati dan meyakini materi yang diberikan, serta
meningkatkan keterampilan olah pikir. Selain itu, tugas utama metode tersebut
adalah mambuat perubahan dalam sikap dan minat serta memenuhi nilai dan
norma yang berhubungan dengan pelajaran dan perubahan dalam pribadi dan
bagaimana faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi pendorong kearah perbuatan
nyata
74
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
KELOMPOK VII
Pengertian Sabar dan Ikhlas dalam Islam
Kata sabar berasal dari kata al man’u berarti menahan dan alhabsu berarti
mencegah.Jadi, sabar adalah menahan dan mencegah dariperbuatan yang
mengarah kepada keburukan. Sabar juga berasal darikata Shabara Yashburu
Shabaaran: yaitu ketundukan penerimaan apa-apayang telah Allah berikan baik
kesenangan atau kesedihan. Segala sesuatuyang kita dapatkan pasti akan ada
hikamah atau maksud yang diberikanAlllah SWT kepada hamba-Nya yang selalu
senantiasa ikhtiar danbertawaqal pada setiap kejadian yang diterimanya dengan
lapan dada.Allah SWT berfiman dalam Al-Quran:
Katakanlah:
“Hai
kepadaTuhanmu”.
hamba-hamba-Ku
orang-orang
yang
yang
berbuat
beriman.
baik
di
bertakwalah
dunia
Ini
memperolehkebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya Hanya
orang-orang yang Bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
Lain
lagi
menurut
syeikh
Ibnu
Qoyyim
Al-jauziyah,
bahwa
sabarmerupakan budi pekerti yang bisa dibentuk oleh seseorang.Ia menahannafsu,
Menahan sedih, menahan jiwa dari kemarahan, menahan lidah darimerintih
kesakitan, dan juga menahan anggota badan dari melakukanyang tidak pantas.
Sabar
merupakan
ketegaran
hati
terhadap
takdir
danhukum-hukum
syari’at.Sedangkan sabar menurut al-Ghazali (1058-1111),”sabar adalah suatu
kondisi mental dalam mengendalikan nafsu yangtumbuh atas dorongan ajaran
Islam”, sehingga sabar merupakan salah atu maqam (tingkatan) yang harus
dijalani mendekatkan diri kepada-Nya.Sabar mempunyai tiga unsur, yaitu; Ilmu,
hâl, dan amal.Yang dimaksud dengan ilmu adalah pengetahuan atau kesadaran
bahwa sadaritu mengandung kebaikan dan kemaslahatan dalam agama dan
memberimanfaat
bagi
seseorang
dalam
menghadapi
segala
problem
kehidupan.Pengetahuan yang demikian seterusnya menjadi milik hati atau
dalambahasa psikologisnya yaitu afektif.Afek yang memiliki pengetahuan yang
demikian
disebut
hal,
kemudian
hal
tersebut
terwujud
dalam
75
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
perilaku.Terwujudnya
perilaku
disebut
dengan
amal.Al-Ghozali
mengumpamakantiga unsur kesabaran itu laksana sebatang pohon. Ilmu adalah
batangnya,hal cabangnya dan amal saleh adalah buahnya.
Sedangkan pengertian ikhlas dapat dibagi dua yaitu: Secara bahasa,ikhlas
bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih dantidak kotor.
Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya
untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang
lain dan tidak riya dalam beramal. Pengertian ini sejalan juga ditegaskan oleh
guru besar sufi, Abul Qasim Al-Qusyairi yang berpendapat bahwa ikhlas adalah
mengesakan Allah yang Maha Benar dengan sengaja. Yaitu melakukan ketaatan
tampamengharapkan
perhatian
manusia,
(
Al-
Qaradhawi
Yusuf,2008:
111).Secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalamberamal
tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnyadari kotoran
yang merusak, pengertian ini dipertegas oleh Firman Allah SWT yang kita baca
dalam Doa Iftitaf sebeluk kita menunaikan ibadahShalat
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalahuntuk
Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162).
Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras
(nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras.Maka, beras
yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itumasih kotor, ketika
nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil.Demikianlah keikhlasan,
menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala
pengorbanan tidak terasa berat. Contoh laindari konsep keikhlasan adalah seperti
kita buang hajat, setelah buanghajat kita tidak akan membahasnya dan mencarinya
atau seakan-akankita melupakannya.
76
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Tanda- Tanda Kesabaran dan Keikhlasan
Tanda- tanda orang yang memiliki sifat sabar ada banyak , namun secara
garis besar sebagai berikut:
Pertama,
Bersyukur
dengan
segala
yang
berlaku.
Manusia
yangmenanamkan sifat sabar dalam dirinya akan selalu bersyukur terhadapapa
yang ia alami. Cobaan yang ia dapatkan dari Tuhan yang Maha Kuasa tidak
membuatnya putusasa. Begitu banyak orang yang tidak mampumelakukan hal ini
sehingga banyak orang yang mencoba untuk bunuh dirikarena tidak bersyukur
dengan nikmat yang diberikan oleh Tuhannya.Dalam psikologi fenomena seperti
ini biasa disebut orang yang tidak memiliki pengendalian emosi yang baik dalam
mengadapi kenyataan.
Kedua, Ridho
dengan
ketentuan
Ilahi.Orang
yang sabar selalu
mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah SWT. Kepercayaan“belief”
orang-orang yang sabar yaitu mereka akan selalu memintapertolongan kepada
Tuhan yang Maha Kuasa.
Ketiga, Mengucapkan “Innalillah hi wain na ilaihi ro ji’un” apabila
menerima musibah. Sesuai dengan Firman Allah SWt dalam Al-Quran:“Dan
sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Danberikanlah berita gembira
kepada orang-orang yang sabar, yaitu ketikaditimpa musibah mereka mengatakan
“ inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”,(Al-Baqarah :155-156).
Keempat, Yakin bahwa setiap perkara yang berlaku itu ada hikmah di
sebaliknya.Bagi orang yang sabar selalu mengambil hikmah dari suatukeadaan
atau kejadian.Ada seorang yang telah kehilangan laptop di kos-kosan, bukannya
orang ini setres karena hilangnnya barangnnya tetapi iasabar dengan berkeyakinan
bahwa Allah SWT pasti menggatinnya dengan yang lebih baik dari sebelummnya
apabila saya bersabar.
77
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Tanda- tanda orang yang ikhlas telah dijelaskan dalam buku MenataNiat
Mewujudkan Ikhlas yang dikarang oleh Dr. Yusuf Al- Qaradhawi: 149.Beliau
menjelaskan bahwa tanda-tanda orang ikhlas adalah sebagai berikut:
Pertama, Takut Populer: seorang yang ikhlas selalu merasa takut jika nama
baiknya dan nama baik keagamaanya terkenal dan tersebarluas ditengah
masyarakat. Terutama bila dirinya memiliki potensi yang luar biasa. Dia yakin
bahwa yang akan diterima Allah adalah yang ada didalam hati, bukan yang
tampak dari luar.
Kedua, Mencurigai Diri Sendiri: orang yang ikhlas itu selalu mencurigai
dirinya sendiri, bahwa dirinya masih serba kurang disisi Allah dan belum
maksimal dalam melaksanakan kewajiban. Ia terus memiliki motivasi untuk selalu
mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
Ketiga, Tidak meminta dan Silau Akan Pujian: tanda-tanda ikhlasyang lain
adalah tidak meminta pujian dari orang-orang yang memuji dan juga tidak
berambisi untuk mendapatkannya.
Keempat,
Tidak
Bakhil
dalam
Memuji
Orang
yang
Memang
BerhakMenerimanya: tanda- tanda keikhlasan yang lain adalah, orang yang
iklasitu
tidak
bakhil
dalam
memuji
orang
yang
memang
berhak
menerimanya.Contoh: Nabi SAW telah memuji beberapa orang dari sahabatnya
yangpantas mendapatkan pujian, Beliau Pernah bersabda “ sekiranya akuboleh
menjadikan kekasih selain Rabbiku, niscaya aku jadikan Abu Bakaritu sebagai
kekasih. Dia adalah saudara dan sahabatku”.
Kelima, Ridha dan Marah karena Allah, bukan karena nafsu:
Tandakeikhlasan yang lain adalah orang yang ikhlas itu menepatkan
cintanya,kebenciannya memberi atau tidak memberi, keridhahaanya, dan
kemarahannya adalah karena Allah dan kepentingan agama, bukankarena
kepentingan dan keuntungan pribadi.
78
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Keenam, Bergembira dengan setiap Potensi baru yang menonjol: Tanda
keikhlasan lainnya adalah mersa gembira dengan munculnyasetiap orang baru
yang berkemampuan menonjol dari barisan aktivispembawa bendera (islam) atau
berpartisipasi dalam amal
Ketujuh, Bersemangat mengerjakan amal yang lebih bermanfaat: Tanda
keikhlasan yang lain adalah bersemangat dalam mengerkjakanamal yang lebih
diridhai Allah, bukan amal yang lebih diridhai nafsu.
Kedelapan,
Mewaspadai
perasaan
suci
pada
dirinya:
Al-Quran
memperingatakan kita agar tidak merasa diri kita suci, yaitu dengan memuji diri
sendiri dan menyanjungnya. Allah SWT berfirman:“Dan Dia lebih mengetahui
tentang keadaanmu ketika Dia menjadikankamu dari tanah dan ketika kamu masih
janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah
yang paling mengetahuitentang orang yang bertaqwa.”( An-Najm: 32)
Fungsi Sabar dan Ikhlas dalam Pendidikan
Sabar adalah pengendali hidup, pengotrol perilaku negatif, kuncikebaikan.
Sabar adalah siklus hidup, sabar adalah sebuah prosespencerah, sebuah proses
kemandirian, keteguhan, sabar adalah sebuahcermin seseorang yang mempunyai
spektrum berpikir yang luas, dimanadalam situasi yang sulit kondisi emosi tetap
stabil sehingga dia bisamengambil keputusan dengan tetap. Oleh karena itu dalam
buku
“Dahsyatnya
Sabar
dalam
buku
Hadi
Hasin:
2008”
ada
cara
menerapkansabar dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: Teguh Pada Prinsip,
Tabah,Tekun dan Tidak cepat putus asa.
Sabar memiliki banyak manfaat dan hikmahnya, di antaranya sebagai
berikut:
1.
Sabar Sebagai Penolong Kesabaran bisa menjadi penolong yang akan
menyelamatkanseseorang dari bahaya, baik bahaya dunia terlebih lagi
bahaya akhirat. Contoh kecilnya misalnya di dalam berkendaraan. Betapa
79
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
pun ia terburu-buru, ia tetap mengemudikan kendaraannya dengan penuh
kehati-hatiandan sesuai aturan. Saat lampu lalu lintas berwarna merah, ia
pun berhenti dengan rela, saat di dalam kota, kendaraan pun diperlambat,
tidakmelebihi 40 atau 50 km/jam. Ia tetap menghargai hak-hak kendaraan
lainyang ada di depan maupun di belakang, termasuk memberi
kesempatankepada pejalan kaki atau pengguna sepeda. Jika kesabaran
demikian yang dipraktikkan setiap pengendara kendaraan bermotor, maka
Insya Allah iaakan selamat dari kecelakaan, ia selamat dari kejaran polisi
karena tidakmengebut di dalam kota sampai melampaui batas kecepatan,
dan oranglain pun akan selamat dari ulahnya kalau saja ia tidak sabar
akibat terlalucepat. Contoh lain, orang yang terkena penyakit kanker yang
telah divonisoleh Dokter, ia tidak bertahan lama lagi untuk hidup. Tetapi
ia
sabarkemudian
Allah
menolongnya
dan
menyembuhkan
penyakitanya.Mustahiol bagi manusia namun tidak mustahil bagi Allah
Swt. Seperti pertolongan Allah terhadap Nabi Ayyub AS dalam
menyembuhkan penyakitnya.
2.
Pembawa Keberuntungan Setiap manusia normal pasti menginginkan
keberuntungan. Seorangsiswa, pelajar atau mahasiswa, ia menginginkan
keberuntungan dengankelulusan dari studinya, baik keberuntungan dalam
arti naik kelas, naiktingkat, atau lulus plus karena memperoleh nilai yang
yang baik.Sebagaimana tersurat dalam firman Allah SWT berikut: "Hai
orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu
dantetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya
kamuberuntung.” (QS Ali Imran : 200). Tak ada yang perlu diragukan dari
janji Allah SWT, karena Allah takpernah dan tak akan pernah mengingkari
janji-Nya. Tak ada yang perludibimbangkan lagi dari keberuntungan bagi
orang-orang beriman yangsabar dan bertakwa, keberuntungan itu pasti
datang, pasti akan merekaterima, baik di dunia maupun di akhirat. Kalau
tidak di dunia, pasti diakhirat, asal mereka benar-benar beriman dan benarbenar sabar.
80
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
3.
Mendatangkan Keuntungan yang BesarOrang berdagang, lalu untung, itu
biasa. Tapi, kalau pedagang yangberuntung besar, ini pantas menjadi
berita. Inilah yang dinyatakan AllahSWT dalam Al-Qur`an bahwa
keuntungan yang besar akan dapat diraiholeh hamba-hamba-Nya yang
sabar. Sabar di dalam menjalankan perintah Allah SWT dan ajaran
Rasulullah saw, meskipun keadaannya dalamkesulitan. Tetap kokoh dalam
menjauhi semua yang dilarang oleh Allahdan Rasul-Nya, serta tahan uji
terhadap segala cobaan. Allah SWT berfirman, "Sifat-sifat yang baik itu
tidak dianugerahkanmelainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak
dianugerahkanmelainkan
kepada
orang-orang
yang
mempunyai
keuntungan yangbesar.” (QS Fushshilat : 35).
4.
Sabar sebagai PengontrolSabar dapat menjadi pengontrol terhadap
keinginan- keinginan kitayang sangat banyak. Seorang Mahasiswa yang
jalan-jalan ke Mall ia inginsekali membeli sebuah baju yang ia lihat dan
sangat bagus menurut dia,padahal sebelum berangakat ke Mall ia tidak ada
niat sama sekali untukmemebeli baju. Akhirnya ia tidak membelinya
karena ia bersabar danmemikirkan bahwa masih banyak kebutuhan yang
lain harus sayadahulukan daripada membeli sebuah baju.
5.
Sabar sebagai Obat Kesabaran dapat menjadi obat penawar dari berbagai
penyakit mental, orang yang sering marah- marah ada baiknya jika di
intervensi dengan mencoba untuk lebih sabar. Orang yang mengalami
stress, sabar juga dapat menjadi salah satu solusi. Orang yang sabar adalah
orangyang teguh dan pemberani, mereka akan tidak akan surut langkah
dan terus termotivasi untuk maju dan berkembang. Betapa banyak orang
yang stres karena ia tidak dapat seperti yang diatas. Bagi orang yangsabar
tentunya tidak akan mengalami hal yang demikian. Begitu besar pengaruh
orang yang ikhlas itu, sehingga dengan kekuatan niat ikhlasnya mampu
menembus ruang dan waktu. Seperti halnya apapun yang dilakukan,
diucapkan, dan diisyaratkan Rasulullah,mampu mempengaruhi kita semua
walau beliau telah wafat ribuan tahunyang lalu namun kita senantiasa
patuh dan taat terhadap apa yang beliau sampaikan. Apa yang telah
81
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
dilakukan oleh Rasulullah dengan sifat ikhlasnya dapat menumbuhkan
rasa percaya orang untuk mengikutinyasejak dahulu hingga sekarang.
Sedangkan fungsi keikhlasan dalam kehidupan dijelasakan dalam buku
Menata Niat Menuju Ikhlas adalah sebagai berikut:
a.
Ketenangan jiwa Keikhlasan akan mendatangkan ketenangan jiwa dan
ketentraman jiwa pelakunya, sehingga menyebabkan dada dan hatinya lega
danlapang.sebab, hatinya telah bersatu dalam menggapai satu tujuan,
yaituridha allah. Cita citanya terfokus pada satu hal, yakni meniti jalan
yangdapat mengantarkan nya menuju Ridha-Nya. Tidak diragukan lagi
bahwatujuan yang jelas dan jalan yang lurus menuju cita-cita itu
dapatmenenangkan manusia dari kekacauan dan kegoncangan di
tengahberbagai orientasi,pergolakan keinginan, dan jalan yang beraneka
ragam.
b.
Terus-Menerus dalam AmalSalah satu buah ikhlas adalah dengan
mengalirkan kekuatan untukterus beramal. Orang yang beramal atau
berperilaku karrena manusia dankarena nafsu perut dan kemaluan, dia
akan berhenti dari pekerjaanyaketika tidak lagi mendapatkan sesuatu yang
memuaskan nafsunya. Begitupula orang yang berperilaku karena
popularitas ia akan mengalamikekecewaan ketika cita-citanya gagal. Ini
menandakan bahwa orang yangtidak ikhlas memiliki mental yang buruk
dalam mengatasi suatu masalah.
c.
Pertolongan dan Penjagaan AllahSalah satu dari buah keikhlasan yaitu
akan mendapatkan dukungan dan penjagaan dari Allah SWT, Seperti
firman-Nya:“Bukankah Allah cukupmelindungi hamba-hamba-Nya?” (AzZumar:36).
d.
Bersihnya Masyarakat dan Lurusnya Kehidupan Keikhlasan juga
bermanfaat bagi kehidupan dunia kita yaitukehidupan dunia ini dapat
berjalan dengan lancar tanpa ada musuh. Keikhlasan juga akan menjadikan
kondisi psikologis kita lebih tentram.Cara-cara buruk untuk mendapatkan
82
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
popularitas dan keberhasilan tidakakan kita lakukan ketika kita
menanamkan sikap ikhlas.
Tips untuk ikhlas dapat dibaca dihadist tentang ikhlas yang diriwayatkan
oleh Muaz bin Jabal. Tips dari Rasulullah untuk kita dapatikhlas dapat dibaca di
akhir hadis itu, yaitu sebagai berikut:

kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah lidahmu jangan
sampai memburukkan orang lain.

Ingatlah
dirimu
sendiri
pun
penuh
dengan
aib,
maka
janganlahmengangkat diri dan menekan orang lain.

Jangan riya (pamer) dengan amal supaya amal itu diketahui orang.

Jangan termasuk orang yang mementingkan dunia denganmelupakan
Akhirat.

Kamu jangan berbisik berdua ketika di sebelahmu ada orang lainyang
tidak diajak berbisik.

Jangan takabbur pada orang lain nanti luput amalanmu dunia danAkhirat
dan

jangan berkata kasar dalam suatu majlis dengan maksud supayaorang
takut padamu.

Jangan mengungkit-ungkit apabila membuat kebaikan.

Jangan merobekkan pribadi orang lain dengan mulutmu, kelakengkau
akan dirobek-robek oleh anjing-anjing jahanam.Sebagaimana firman
Allah yang bermaksud: ‘Di Neraka itu adaanjing-anjing perobek badan
manusia’

kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimusendiri
dan

benci apa yang berlaku kepada orang lain apa-apa yang dibencioleh
dirimu sendiri.
83
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
KELOMPOK VIII
KEMANDIRIAN DALAM ISLAM
Pengertian Kemandirian dalam Islam
Pada dasarnya pengertian ‘mandiri’ dapat ditinjau dari dua segi, yaitu
pengertian secara etimologi dan pengertian secara terminologi. Secara etimologi
kata ‘mandiri’ mempunyai arti keadaan dapat berdiri sendiri atau tidak bergantung
pada orang lain (KBBI,2005:710).
Secara terminologi pengertian ‘mandiri’ diartikan oleh beberapa ahli.
Menurut Daradjat, mandiri adalah kecenderungan anak untuk melakukan sesuatu
yang diinginkannya tanpa minta tolong kepada orang lain. Biasanya anak yang
berdiri sendiri lebih mampu memikul tanggung jawab, dan pada umumnya
mempunyai emosi yang stabil.
Sehubungan
dengan
penjelasan
di
atas,
Barnadib
(1987:72)
mendefinisikan kemandirian sebagai berikut ini:
a.
Mereka yang memiliki perilaku yang mampu berinisiatif
b.
Mampu mengatasi masalah, hambatan dan tantangan.
c.
Mempunyai rasa percaya diri
d.
Dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain.
e
Kemandirian suatu keadaan sehingga seorang memiliki hasrat bersaing
(berkompetisi) untuk maju demi kebaikan dirinya.
Lebih lanjut, Havighurst (1972) mengemukakan bahwa kemandirian terdiri
atas beberapa aspek yaitu sebagai berikut ini:
a.
Emosi
ditunjukan
dengan
kemampuan
mengontrol
emosi
dan
tidaktergantungnya kebutuhan emosi dari orang tua.
b.
Ekonomi ditunjukkan dengan kemampuan mengatur ekonomi dan tidak
tergantungnya kebutuhan ekonomi pada orang tua
84
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
c.
Sosial ditunjukan dengan kemampuan untuk mengadakan interaksi
dengan orang lain dengan tidak tergantung atau menunggu aksi dari orang
lain.
d.
Intelektual ditunjukkan dengan kemampuan untuk mengatasi berbagai
masalah yang dihadapi.
Dalam psikologi perkembangan, istilah mandiri disamakan dengan
independence. Namun ada istilah lain yang maknanya hampir sama yaitu
autonomi. Steinberg dalam Sutanto (2006) menjelaskan, independence (mandiri)
secara umum menunjuk pada kemampuan individu untuk menjalankan atau
melakukan sendiri aktivitas hidup terlepas dari pengaruh kontrol orang lain.
Dalam pandangan Steinberg, kemandirian merupakan salah satu tugas
perkembangan dan mencakup kemandirian emosional, kemandirian tingkah laku,
dan kemandirian nilai. Kemandirian emosional merupakan aspek kemandirian
yang berhubungan dengan perubahan kedekatan hubungan emosional antar
individu seperti hubungan emosional dengan orangtua.
Kemandirian tingkah laku adalah suatu kemampuan untuk membuat
keputusan tanpa bergantung pada orang lain dan melakukannya secara
bertanggung jawab. Sedangkan kemandirian nilai adalah kemampuan memaknai
seperangkat prinsip tentang benar dan salah, tentang apa yang penting dan apa
yang tidak penting. Kemandirian juga dapat dibedakan menjadi kemandirian
ekonomi, kemandirian belajar, dan kemandirian sosial dan lain-lain. Seseorang
yang mandiri secara ekonomi artinya dia memiliki pendapatan yang cukup untuk
membiayai kebutuhannya. Kemandirian ekonomi ini dapat juga dipandang
sebagai kemandirian pekerjaan karena dengan mandiri pekerjaan berarti memiliki
pendapatan.
Kemandirian belajar menunjukkan seseorang
yang mampu
melakukan tugas-tugas belajarnya tanpa tergantung orang lain dan dilakukan
secara mandiri.
Sedangkan kemandirian sosial adalah kemampuan seseorang untuk
melakukan fungsi sosialnya, artinya dia dapat memiliki kemampuan untuk
85
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
berinteraksi atau bersosialisasi dengan lingkungan tanpa hambatan yang berarti
(Sunanto, 2006)
Berdasarkan pengertian para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa
pendidikan kemandirian adalah pendidikan yang membentuk akhlak, watak, budi
pekerti, dan mental manusia agar hidupnya tidak tergantung atau bersandar
kepada pihak-pihak lain atau orang lain dan memiliki kekmampuan dalam
menghadapi berbagai situasi.
Pendidikan kemandirian bertujuan membentuk insan-insan yang percaya
kepada diri sendiri dalam mengerjakan suatu urusan. Karakter mandiri ini
mengacu dan mendorong seseorang untuk memecahkan sendiri persoalan hidup
dan kehidupannya, sehingga dia termotivasi untuk berinisiatif, berkreasi,
berinovasi, proaktif, dan bekerja keras. Pendidikan budi pekerti mandiri memacu
keberanian seseorang untuk berbuat atau beraksi, tidak pasrah dan beku, tetap
dinamis, enerjik, dan selalu optimis menuju ke masa depan yang cerah
(Sumahamijaya,
2003:31).
Widjaja (1986), menemukan tiga istilah yang sepadan untuk menunjukan
kemampuan
berdikari
seseorang,
yaitu
“autonomy,
kompetensi,
dan
kemandirian”. Menurutnya, kompetensi berarti kemampuan untuk bersaing
dengan individu- individu lain yang normal. Kompetensi juga menunjukan pada
suatu taraf mental yang cukup pada individu untuk memikul tanggung jawab atas
tindakan- tindakannya. Istilah autonomy seringkali disamaartikan dengan
kemandirian, sehingga didefinisikan bahwa individu yang otonom ialah individu
yang mandiri, tidak mengandalkan bantuan atau dukungan orang lain yang
kompeten, dan bebas bertindak.
Namun demikian, Steinberg dalam Sutanto (2006) berpendapat bahwa
Sedangkan istilah autonomi (otonomi) berarti kemampuan mengurus sendiri atau
mengatur kepentingan sendiri. Dari sini dapat dipahami bahwa kemandirian tidak
identik dengan otonomi melainkan lebih luas cakupannya. Menurut beberapa ahli,
kemandirian menunjuk pada kemampuan psikososial yang mencakup kebebasan
untuk bertindak, tidak tergantung orang lain, tidak terpengaruh lingkungan, dan
bebas mengatur kebutuhan sendiri.
86
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Pengertian Tanggung Jawab dalam Islam
Tanggung jawab menurut kamus besar Bahasa Indonesia W.J.S.
Poerwadarminta adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya artinya
jika ada sesuatu hal, boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan dan sebagainya.
Tanggung jawab ini pula memiliki arti yang lebih jauh bila memakai imbuhan
ber-, bertanggung jawab dalam kamus tersebut diartikan dengan “suatu sikap
seseorang yang secara sadar dan berani mau mengakui apa yang dilakukan,
kemudian ia berani memikul segala resikonya”.
Tanggung jawab untuk mengantarkan peserta didik ke arah tujuan tersebut
yaitu dengan menjadikan sifat-sifat Allah sebagai bagian dari karakteristik
kepribadiannya. Tanggung jawab tersebut mestinya sangat mudah untuk
dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika diminta untuk melakukannya sesuai
dengan definisi tanggung jawab tadi maka seringkali masih terasa sulit, merasa
keberatan bahkan banyak orang merasa tidak sanggup jika diberikan suatu
tanggung jawab. Tak jarang banyak orang yang sangat senang dengan melempar
tanggung jawabnya, dengan kata lain suka mencari “kambing hitam” untuk
menyelamatkan dirinya sendiri dari perbuatannya yang merugikan orang lain.
Dari Ibn Umar ra. Berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Masing-masing
kamu adalah penggembala dan masing-masing bertanggung jawab atas
gembalanya, pemimpin adalah penggembala, suami adalah penggembala
terhadap anggota keluarganya, dan istri adalah penggembala di tengah-tengah
rumah tangga suaminya dan terhadap anaknya. Setiap orang diantara kalian
adalah penggembala, dan masing-masing bertanggung jawab atas apa yang di
gembalakannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Cara Menumbuhkan Kemandirian Anak dalam Perspektif Islam
Pendidikan dalam Islam mengajarkan untuk mendidik anak secara mandiri
dengan mengatur anak secara jarak jauh. Ketika mewasiatkan pada orang tua
untuk memelihara dan membimbing pendidikan anak-anaknya, Islam tidak
bermaksud memporak-porandakan jiwa anak dalam jangka pendek maupun
87
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
jangka panjang, sehingga hidup dan urusannya hanya dipikirkan, diatur dan
dikelola oleh kedua orang tuanya.
Memang kedua orang tualah yang bekerja banting tulang demi hidup dan
masa depan anak-anaknya yang pada akhirnya anak menjadi beban tanggungan
orang tua, akan tetapi tujuan utama islam adalah mengontrol perilaku anak supaya
tidak terbawa oleh arus menyimpang dan keragu-raguan serta upaya membentuk
kepribadian yang tidak terombang ambing dalam kehidupan ini.
Rasulullah sangat memperhatikan pertumbuhan potensi anak, baik
dibidang sosial maupun ekonomi. Beliau membangun sifat percaya diri dan
mandiri pada anak, agar ia bisa bergaul dengan berbagai unsur masyarakat yang
selaras dengan kepribadiannya. Dengan demikian, ia mengambil manfaat dari
pengalamannya, menambah kepercayaan pada dirinya, sehingga hidupnya
menjadi bersemangat dan keberaniannya bertambah. Dia tidak manja, dan
kedewasaan menjadi ciri khasnya.
Karena pada akhirnya nanti masing-masing individulah yang di mintai
pertanggung jawaban atas apa yang di perbuatnya di dunia. Firman Allah yang
termaktub dalam Al-Quran surat Al- Mudasir ayat 38 menyebutkan:
ٌ‫ت َرهِينَة‬
ْ َ‫ُك ُّل نَ ْف ٍﺲ ِب َما َك َسﺒ‬
“tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya”.
Selanjutnya dalam surat Al-Mukminun ayat 62 disebutkan:
ْ ‫ق َو ُه ْم ََل ي‬
َ‫ُظلَ ُمون‬
ِ ‫سا ِإ ََّل ُو ْس َع َها َولَدَ ْينَا ِكتَابٌ َي‬
ً ‫ف َن ْف‬
ُ ‫َو ََل نُ َك ِ ّل‬
ِ ّ ‫نط ُق ِب ْال َح‬
“ kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan
pada sisi kami ada kitab yang berbicara benar, dan mereka telah dianiaya”.
Dari ayat tersebut menjelaskan bahwa individu tidak akan mendapatkan
suatu beban diatas kemampuannya sendiri tetapi Allah Maha Tahu dengan tidak
memberi beban individu melebihi batas kemampuan individu itu sendiri. Karena
itu individu dituntut untuk mandiri dalam menyelesaikan persoalan dan
pekerjaannya tanpa banyak tergantung pada orang lain. Abdullah menuturkan
88
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
beberapa contoh tentang inti pandangan Islam terhadap pendidikan anak dengan
didukung oleh berbagai bukti dan argumentasi. Beliau mengatakan bahwa
kemandirian dan kebebasan merupakan dua unsur yang menciptakan generasi
muda yang mandiri. Keduanya merupakan asas bangunan Islam. Rasulullah
membiasakan anak untuk bersemangat dan mengemban tanggung jawab. Tidak
mengapa anak disuruh mempersiapkan meja makan sendirian. Ia akan menjadi
pembantu dan penolong bagi yang lainnya. Daripada anak menjadi pemalas dan
beban bagi orang lain. Rasulullah bersabda: “bermain-mainlah dengan anakmu
selama seminggu, didiklah ia selama seminggu, temanilah ia selama seminggu
pula, setelah itu suruhlah ia mandiri”. (HR. Bukhari)
Dari hadits tersebut menunjukkan bahwa orang tua mempunyai andil yang
besar dalam mendidik kemandirian anak. Ada upaya-upayayang harus dilakukan
orang tua ketika menginginkan anak tumbuh mandiri. Dan upaya tersebut harus
dilakukan setahap demi setahap agar apa yang diharapkan dapat terwujud.
Dalam Islam, subtansi pembinaan adalah ajaran islam itu sendiri. Secara
garis besar ada beberapa bidang materi pendidikan Islam, seperti aqidah, ibadah
dan akhlak.
Untuk mengetahui dengan jelas materi pembinaan anak menurut Islam,
berikut akan dijelaskan beberapa materi pembinaan anak.
Pendidikan Aqidah
Aqidah merupakan materi pembinaan anak dalam Islam. Kata “aqidah”
menurut bahasa berasal dari bahasa Arab yang berarti pengikat. Aqidah
merupakan kepercayaan penuh kepada Allah SWT dengan segala sifatnya dan ia
merupakan pembeda antara orang mukmin dan orang kafir. Hasan Al Banna
mengatakan: “aqidah Islam adalah landasan atau asas kepercayaan dimana
diatasnya dibina iman yang mengharuskan hati meyakininya. Membuat jiwa
menjadi tentram, bersih dari kebimbangan dan keraguan menjadi sendi pokok
bagi kehidupan setiap manusia”.
Pendidikan aqidah bagi anak.seperti yang telah kita ketahui bahwasannya
aqidah Islam adalah sebagai berikut :
1.
Beriman kepada Allah
89
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
2.
Beriman kepada para malaikat
3.
Beriman kepada kitab-kitab Allah
4.
Beriman kepara para rasul
5.
Beriman kepada hari akhir
6.
Beriman kepada qadha’ dan qadar yang baik maupun yang buruk
Dan tentunya pendidikan aqidah ini lebih baik ditanamkan sedari kecil
kepada anak-anak kita, karena fase anak-anak itulah kita harus memulai
mengenalkan akan aqidah, bahwasannya setiap anak dalam kelahirannya
mengakui bahwa Allah adalah Tuhannya sebagai mana firman Allah Ta'ala :
ُ ‫َو ِإذْ أ َ َخذَ َربُّكَ ِمن بَنِي آدَ َم ِمن‬
‫ش ِهدْنَا أَن‬
َ ‫ور ِه ْم ذ ُ ِ ّريَّت َ ُه ْم َوأ َ ْش َهدَ ُه ْم َعلَى أَنفُ ِس ِه ْم أَلَ ْستُ ِب َر ِّب ُك ْم قَالُواْ بَلَى‬
ِ ‫ظ ُه‬
‫تَقُولُواْ َي ْو َم ْال ِق َيا َم ِة ِإنَّا ُكنَّا َع ْن َهذَا‬
"Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam
dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya
berfirman) ‘Bukankah Aku ini Rabb-mu?’ Mereka menjawab, ‘Betul (Engkau
Rabb kami), kami menjadi saksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari
kiamat kamu tidak mengatakan, ‘Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang
yang lengah terhadap ini (keesaan Allah)." (QS. Al Α’raf: 172)
Adalah salah satu bagian dari karunia Allah SWT pada hati manusia bahwa
Dia melapangkan hati untuk menerima iman di awal pertumbuhannya tanpa perlu
kepada argumentasi dan bukti yang nyata, dan kita sebagai orang tua perlu
membuat suasana lingkungan yang mendukung dan positif, memberi teladan pada
anak, banyak berdoa untuk anak, dan hendaknya kita tidak melewatkan kejadian
sehari-hari melainkan kita menjadikannya sebagai sarana penanaman pendidikan
baik itu pendidikan aqidah maupun pendidikan lainnya.
Jadi aqidah merupakan landasan atau asas kepercayaan yang ditanamkan
kedalam jiwa seseorang sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Lukmanul
Hakim ketika mendidik putranya yang telah digambarkan dalam Al-Quran surah
Lukman ayat:13
ُ َ‫ش ْركَ ل‬
ُ ‫َوإِذْ قَا َل لُ ْق َمانُ َِل ْبنِ ِه َوه َُو يَ ِع‬
ّ ِ ‫اَّللِ إِ َّن ال‬
َّ ِ‫ي ََل تُ ْش ِر ْك ب‬
‫ظ ْل ٌم َع ِظي ٌم‬
َّ َ‫ظهُ يَا بُن‬
“dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi
pelajaran kepadanya: “ hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah)
90
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang
besar”. (QS. Lukman: 13)
Ayat diatas menunjukkan aqidah merupakan landasan utama dimana
ditegakkan ajaran Islam. Dalam materi ini anak dibina dan ditanamkan rasa
keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Dengan menjelaskan dalildalilnya.
Apabila para ayah dan ibu terus berusaha membangkitkan dan mencerahkan
fitrah makrifatullah dan keyakinan tentang Tuhan dalam diri sang anak, niscaya
nilai-nilai spiritual dan keutamaan akhlaknya menjadi hidup.
Keyakinan tentang adanya Allah dan Pencipta yang kita wujudkan dalam
bentuk amal perbuatan, akan senantiasa menjaga sang anak dari perbuatan dosa
dan menyimpangan. Dan setiap kali keyakinan tersebut menguat, penjagaan diri
sang anak pun akan menguat pula.
Di antara tugas terpenting para orang tua terhadap anak-anaknya adalah
mengajarkan kewajiban agama dan amal ibadah. Semua itu harus diajarkan
sebelum sang anak memasuki masa baligh. Semasa itu ia harus diajari cara
mempraktikkan amal ibadah. Itu dimaksudkan agar pada masa baligh dan
seterusnya ia tidak mengalami kesulitan melakukannya.
Mengajarkan Al-Quran dan hadits Nabi SAW serta riwayat para imam
maksum, juga merupakan tugas penting dan berpengaruh besar terhadap
pendidikan agama sang anak. Hal lain yang patut diperhatikan orang tua adalah
bahwa sang anak memiliki jiwa yang lembut dan sangat sensitif sehingga segenap
bentuk motivasi dan perasaan kasih sayang menjadi sangat berarti baginya.
Sebaliknya, sikap keras dan pelimpahan tugas-tugas yang berat, dalam waktu
singkat akan menjadikan jiwa dan mental sang anak melemah, yang pada
gilirannya akan menyebabkan semangat dan kecenderungan dirinya berkurang.
Pendidikan Ibadah
Selain materi aqidah, juga diberikan materi ibadah. “Ibadah adalah
perbuatan untuk manyatakan bakti kepada Allah SWT, atau untuk menunaikan
segala kewajiban yang diperintahkan Allah SWT dengan sungguh-sungguh”.
91
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Materi ini menerangkan cara-cara beribadah. Terkadang menggunakan
metode demonstrasi dalam mempraktekkan cara-cara melaksanakan ibadah,
seperti wudhu’, cara shalat dan lain sebagainya. Dengan materi ini diharapkan
anak akan menjadi orang yang taat beribadah serta mematuhi yang diperintahkan
dan menjauhi segala yang dilarang agama.
Mendidik anak pada hakikatnya merupakan usaha nyata dari orang tua
dalam rangka mensyukuri karunia dan mengemban amanat Allah SWT. Oleh
karena itu pendidikan agama yang diterima merupakan hak anak. Dengan
menyadari hakikat anak, orang tua diharapkan akan menyadari kewajiban dan
tanggung
jawabnya.
Berkenaan
dengan
hal
ini,
M.
Fauzil
Adhim
mengklasifikasikan pendidikan ibadah bagi anak sesuai umur dan perkembangan
jiwa anak sebagai berikut:
1.
Sejak dalam kandungan selama kurang lebih 9 bulan. Kebutuhan yang
paling penting dalam masa ini adalah kerahiman (kasih sayang tulus) dari
ibunya.
2.
Selanjutnya adalah masa lahir sampai usia dua tahun, masa ini umum
disebut masa bayi. Pada masa ini, anak memerlukan kasih sayang dan
perhatian yang melibatkan langsung dirinya untuk menuju kehidupan
berikutnya. Ibu diharapkan membimbingnya untuk mengenalkan lingkungan
sosialnya.
3.
Berikutnya adalah masa thufulah atau masa kanak-kanak, yang berlangsung
antara usia dua sampai tujuh tahun. Pada masa ini, anak butuh
dikembangkan potensinya seoptimal mungkin, karena sedang aktif-aktifnya,
cerdas-cerdasnya,
peka-pekanya,
gemes-gemesnya
bahkan
cerewet-
cerewetnya. Inilah masa yang tepat untuk memberikan dasar-dasar tauhid
anak melalui sentuhan dzauq (rasa), sehingga nantinya akan lebih
merangsang anak untuk memiliki tauhid yang aktif, kedalaman tauhid yang
nantinya akan mendorongnya untuk bergerak melakukan sesuatu yang baik.
4.
Kemudian usia tujuh tahun, dimana anak memasuki tahap perkembangan
tamyiz atau kemampuan awal membedakan mana yang baik dan mana yang
buruk serta benar dan salah melalui penalarannya. Pada tahap ini anak perlu
92
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
mendapatkan pendidikan pokok syariat (ibadah) yang sifatnya mahdhah
maupun
ghairu
mahdhah,
disamping tentunya
pendidikan
tauhid,
pendidikan akhlak dan lain sebagainya secara simultan yang berlangsung
hingga usia 12 tahun.
Dari periodisasi dan klasifikasi diatas, maka orang yang paling bertanggung
jawab dalam menyiapkan anak menuju taklif adalah orang tua. Sebagai realisasi
tanggung jawab orang tua sebagai pendidik dan menyampaikan materi-materi
pokok pendidikan bagi anak, ada beberapa aspek yang menjadi urutan prioritas
utama.
Prof. Dr. Nashih Ulwan menjelaskan bahwa dengan adanya pendidikan
agama (ibadah) yang diberikan oleh orang tua sesuai dengan masa
pertumbuhannya tersebut, maka ketika anak telah tumbuh dewasa akan terbiasa
melakukan dan terdidik untuk mentaati Allah, melaksanakan hak-Nya, bersyukur
kepada-Nya, kembali kepada-Nya dan berserah diri kepada-Nya.
Berkaitan dengan hal ini, Zakiah Daradjat memberikan argumen, bahwa
apabila anak tidak terbiasa melaksanakan ajaran agama terutama ibadah dan tidak
pula dilatih atau dibiasakan melaksanakan hal-hal yang disuruh Tuhan dalam
kehidupan sehari-hari seperti shalat, puasa, berdo’a dan lain-lain maka, pada
waktu dewasanya nanti ia akan cenderung kepada acuh tak acuh, anti agama, atau
sekurang-kurangnya ia tidak akan merasakan pentingnya agama bagi dirinya.
Sebaliknya, bila anak mendapat latihan dan pembiasaan agama, pada waktu
dewasanya nanti akan semakin merasakan kebutuhan akan agama.
Sebagai wujud dari tanggung jawab orang tua dalam mendidik dan
menananmkan nilai-nilai ibadah kepada anak-anaknya, ada beberapa aspek yang
sangat penting untuk diperhatikan orang tua. Sebagaimana diungkapkan Chabib
Toha berdasarkan Al-Quran surah Lukman ayat 17:
‫صابَكَ ِإ َّن ذَلِكَ ِم ْن َع ْز ِم‬
ِ ‫ص ََلة َ َوأْ ُم ْر بِ ْال َم ْع ُر‬
ْ ‫وف َوا ْنهَ َع ِن ْال ُمنك َِر َوا‬
َّ ‫ي أَقِ ِم ال‬
َ َ‫صﺒِ ْر َعلَى َما أ‬
َّ َ‫يَا بُن‬
‫ور‬
ِ ‫ْاأل ُ ُم‬
93
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
“hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang
baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan-perbuatan yang mungkar dan
bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu
termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”.
Pendidikan shalat dalam ayat diatas tidak hanya terbatas tentang kaifiyat
shalat saja. Mereka harus mampu tampil sebagai pelopor amar ma’ruf nahi
mungkar serta jiwanya teruji menjadi orang yang sabar.
Berkenaan dengan penanaman nilai-nilai dibalik pendidikan ibadah bagi
anak. Harun Nasution menjelaskan, bahwa manusia dalam Islam, tersusun dari
dua unsur, yaitu unsur jasmani dan rohani. Tubuh manusia berasal dari materi dan
mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya material. Sedangkan rohani
manusia bersifat immateri dan mempunyai kebutuhan spiritual. Pendidikan
jasmani maupun rohani harus mendapatkan porsi seimbang. Oleh karena itu,
sangatlah penting supaya rohani yang ada dalam diri manusia dilatih secara baik
seperti halnya badan manusia yang dilatih dengan olahraga sehingga terwujud
jasmani dan rohani yang sehat.
Dalam islam ibadahlah yang memberikan latihan rohani yang diperlukan
manusia itu. Semua ibadah yang ada dalam Islam seperti shalat, puasa, zakat, haji
dan sebagainya bertujuan membuat rohani manusia senantiasa tidak lupa pada
Tuhan, bahkan senantiasa dekat kepada-Nya. Keadaan senantiasa dekat kepada
Tuhan sebagai Zat yang maha suci dapat mempertajam rasa kesucian seseorang.
Rasa kesucian yang kuat dapat menjadi rem bagi hawa nafsu untuk melanggar
nilai-nilai moral, peraturan dan hukum yang berlaku dalam memenuhi
keinginannya.
Sementara itu mengenai materi pendidikan ibadah secara menyeluruh oleh
para ulama telah dikemas dalam sebuah disiplin ilmu yang dinamakan ilmu fiqh
atau fiqh Islam. Fiqh Islam itu tidak hanya membicarakan hukum dan tata cara
ibadah shalat, melainkan meliputi pembahasan tentang puasa, zakat, haji, tata
ekonomi Islam (muamalat), hukum waris (faraid), tata pernikahan (munakahat),
tata hukum pidana (jinayat dan hudud), tata peperangan (jihad), makanan sampai
dengan tata negara (khilafah). Pendek kata, seluruh tata pelaksanaan mentaati
94
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya terbahas secara lengkap
didalamnya.
Oleh karena itu cara peribadatan menyeluruh sebagaimana termaktub
dalam fiqh Islam itu hendaklah diperkenalkan sejak dini dan sedikit demi sedikit
dibiasakan dalam diri anak, agar kelak mereka menjadi insan yang benar-benar
taqwa, yakni insan yang taat menjalankan segala perintah agama dan taat pula
dalam menjauhi larangannya.
Pengalaman anak terhadap fiqh Islam hendaklah diawali dengan
pengenalan ilmunya. Ia perlu mendapatkan bimbingan orang tua yang benar-benar
tahu, sehingga kelak peribadatan yang diamalkan benar-benar berdasar pada
syariat Islam, bukan berdasar perkiraan semata. Ibadah sebagai realisasi dari
aqidah Islamiah harus tetap terpancar dan teramalkan dengan baik oleh setiap
anak. Beribadah adalah kewajiban kepada Allah SWT seperti menganjurkan
kebaikan, mencegah kemungkaran, berbudi pekerti baik, menolong yang
teraniaya, melawan nafsu amarah dan berbagai perbuatan baik lainnya.
Sebelum usia baliqh, seorang anak harus sudah memiliki kesiapan yang
cukup untuk melaksanakan taklif (tugas dan kewajiban) agama. Karena itu, pada
usia tersebut, ia harus diajarkan bagaimana cara melaksanakan kewajiban agama,
seperti shalat, puasa, dan ibadah lainnya. Selain itu, ia juga harus diberi penjelasan
tentang segenap nilai-nilai penting yang berkaitan dengan peribadahan.
Berdasarkan riwayat dari para imam maksum, saking pentingnya
mengajarkan taklif kepada sseorang anak (seperti ibadah shalat), para orang tua
bahkan (bila perlu) dibolehkan untuk melakukannya dengan cara paksa.
Rasulullah SAW bersabda: “perintahkanlah anak-anakmu melaksanakan
shalat ketika berumur tujuh tahun. Dan jika ketika mencapai umur sepuluh tahun,
berikanlah peringatan (teguran keras) kepada mereka dan pisahkan (berilah
jarak) tempat tidur mereka satu sama lain.” (Mizan Al-Hikmah, Juz X, hal. 722)
Dalam riwayat lain yang berkenaan dengan melatih puasa seorang anak yang
masih belum baliqh, imam al-Shadiq berkata:
“kami memerintahkan anak-anak kami berpuasa ketika mencapai usia tujuh
tahun, berdasarkan kemampuan waktu mereka untuk berpuasa dalam sehari.
95
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Boleh setengah hari, atau lebih, atau kurang. Yang jelas, mereka boleh berbuka
ketika rasa haus dan lapar menimpa mereka. Ini dilakukan agar mereka terbiasa
berpuasa dan terasah kemampuannya. Ketika anak-anak anda mencapai umur
sembilan tahun, desaklah mereka agar berpuasa. Namun mereka boleh berbuka
bila rasa haus dan lapar menimpa mereka”. (Mizan al-Hikmah, juz X, hal. 722)”
Berbagai riwayat dari para imam suci juga amat menekankan pendidikan
Al-Quran dan hadits. Dikatakan didlamnya bahwa salah satu hak anak atas
ayahnya adalah mendapatkan pengajaran Al-Quran.
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata: “hak anak atas ayah adalah
memberikan nama yang baik untuknya, mendidiknya dengan sebaik-baiknya dan
mengajarkan Al-Quran.” (Nahj al-Balaghah, hikmah ke-399)
Dalam riwayat lain, Imam al-Shadiq berkata: “sebelum pengikut Murji’ah
(dan golongan lain) mempengaruhi anak anda, kenalkanlah ia dengan hadits
(Nabi SAW dan para imam) serta ajarilah riwayat-riwayat Islam kepadanya.”
(Mizan al-Hikmah, juz X, hal. 72)
Pendidikan Akhlak
Dilihat dari sudut bahasa, perkataan akhlak berasal dari bahasa Arab,
bentuk jama’ dari khulq. Khulq di dalam Kamus al-Munjid berarti budi pekerti
perangai, tingkah laku atau tabi’at. Di dalam Da’iratul Ma’arif dikatakan: “akhlak
ada
Akhlak merupakan tabi’at seseorang yang dapat mempengaruhi segenap
perkataan dan perbuatannya dalam menjalani kehidupan. Jika akhlak baik, maka
baiklah gerak-geriknya, begitu juga sebaliknya.
Sejalan dengan pentingnya penyampaian materi akhlak dalam pembinaan
anak,
Rasulullah
juga
diutus
untuk
menyempurnakan
akhlak
manusia
sebagaimana diterangkan dalam salah satu hadits sebagai berikut: “Rasulullah
SAW bersabda: sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang
mulia.” (HR. Ahmad bin Hanbal).
Berdasarkan hadits di atas, orang tua memberikan pedoman cara-cara
bergaul yang baik terhadap anak yang sesuai menurut ajaran Islam. Pada dasarnya
materi akhlak ini materi yang sangat penting dalam pembinaan moral anak.
96
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Ia dengan
takwa merupakan ‘buah’ pohon Islam yang berakarkan aqidah, bercabang dan
berdaun syari’ah. Pentingnya kedudukan akhlak, dapat dilihat dari berbagai
sunnah qauliyah (sunnah dalam bentuk perkataan) Rasulullah. Diantaranya adalah
seperti hadits di atas, hadits lainnya: “mukmin yang paling sempurna imannya
adalah orang yang paling baik akhlaknya”. (HR. Tarmizi). Dan, akhlak Nabi
Muhammad, yang diutus menyempurnakan akhlak manusia itu, disebut akhlak
Islam atau akhlak Islami, karena bersumber dari wahyu Allah yang kini terdapat
dalam Al-Quran yang menjadi sumber utama agama dan ajaran Islam.
Dikalangan umat Islam masalah yang penting ini sering kurang
digambarkan secara baik dan benar kalau dibandingkan dengan penggambaran
tentang syari’at, terutama yang berhubungan dengan shalat, sehingga, akibatnya,
karena tidak mengenal butir-butir akhlak menurut agama Islam, dalam praktik,
tingkah laku kebanyakan orang Islam tidak sesuai dengan akhlak Islami yang
disebut dalam Al-Quran dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad dalam kehidupan
beliau sehari-hari. Suri teladan yang diberikan Rasulullah selama hidup beliau
merupakan contoh akhlak yang tercantum dalam Al-Quran.
Allah mengutus Rasulullah SAW untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Pendidikan akhlak mengutamakan nilai-nilai universal dan fitrah yang dapat
diterima oleh semua pihak. Beberapa akhlak yang dicontohkan Nabi SAW di
antaranya adalah menyenangi kelembutan, kasih sayang, tidak kikir dan keluh
kesah, tidak hasud, menahan diri dari marah, mengendalikan emosi dan mencintai
saudaranya. Akhlak yang demikian perlu diajarkan dan dicontohkan orang tua
kepada anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari. Allah berfirman:
َّ ‫سهُ ال‬
‫ص ََلتِ ِه ْم‬
َّ ‫ش ُّر َج ُزوع ًۤا َوإِذَا َم‬
َّ ‫سانَ ُخلِقَ َهلُوع ًۤاإِذَا َم‬
َ ‫اْلن‬
َ ‫ص ِلّي ۤنَالَّذِينَ ُه ْم َعلَى‬
َ ‫سهُ ْال َخي ُْر َمنُوع ًۤاإِ ََّل ْال ُم‬
ِ ْ ‫إِ َّن‬
ۤ ‫دَائِ ُم‬
َ‫ون‬
“sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila
ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia
amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap
mengerjakan shalatnya”. (QS. Al-Maarij: 19-23).
97
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Rasulullah SAW bersabda: “sesungguhnya Allah SWT menyenangi
kelembutan dalam semua persoalan”. (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits
lain Rasulullah SAW bersabda: “tidak beriman salah seorang di antara kalian
sebelum ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. (HR.
Bukhari). Hadits selanjutnya: “jauhilah oleh kalian hasud karena hasud itu akan
memakan kebaikan seperti halnya api memakan kayu bakar”. (HR. Abu Daud).
Dalam hadits lainnya Rasulullah bersabda: “barang siapa yang menahan diri dari
amarah dan dapat mengendalikan emosi, niscaya Allah akan memanggilnya pada
hari kiamat lebih dulu daripada makhluk lain seingga diberitahukan-Nya untuk
memilih bidadari mana saja yang dikehendakinya”. (HR. Abu Daud). Rasulullah
SAW bersabda: “bukan termasuk golonganku orang yang menipu”. (HR. Abu
Daud).
Ketika orang tua bersama anak di rumah, manfaatkanlah untuk
mengajarkan akhlak dengan contoh teladan atau mendidiknya. Akhlak Islam
melarang kita berbuat sombong dan angkuh, membaguskan budi pekerti, bertobat,
menyucikan diri dan memperindah tingkah laku.
Tanggung jawab orang tua di antaranya adalah memperbaiki akhlak
anaknya. Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah (bersih) kemudian lingkungannya
yang akan mengotori anak tersebut. Oleh karena itu, orang tua wajib menyediakan
lingkungan sosial yang baik untuk menumbuhkan akhlak Islam. Orang tua selain
menjadi contoh teladan akhlak Islam juga mencarikan anak teman yang saleh dan
pendidikan yang baik. Media yang menyesatkan perlu dihindari dari anak, begitu
juga dengan pergaulan. Mengajarkan akhlak yang efektif kepada anak adalah
dengan memberikan contoh akhlak yang baik.
Islam mengajarkan kepada kita bahwa dalam mendidik anak harus
menjauhkan anak dari tempat permainan yang tidak baik, hal-hal yang batil,
tempat hiburan, mendengarkan suara-suara keji dan buruk, dan pembicaraan yang
tidak baik. Apabila anak sudah terbiasa dan kecanduan dengan yang tidak baik
maka norma-norma pendidikan akan teracuni dan hal ini bisa terbawa hingga
masa dewasa.
98
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Ajarilah anak dengan berbagai adab Islami seperti makan dengan tangan
kanan,
mengucapkan
basmalah
sebelum
makan,
menjaga
kebersihan,
mengucapkan salam dan lain-lain, begitu pula dengan akhlak, tanamkanlah kepda
mereka akhlak-akhlak mulia seperti berkata dan bersikap jujur, berbakti kepada
orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih
muda, serta beragam akhlak yang lainnya.
Hendaknya anak sedini mungkin diperingatkan dari beragam perbuatan
yang tidak baik atau bahkan diharamkan seperti merokok, judi, minum khamr,
mencuri, mengambil hak orang lain, zhalim, durhaka kepada orang tua dan
segenap perbuatan dosa lainnya.
Setiap anak yang tumbuh dan berkembang, sebelum ia mengalami proses
pendidikan di sekolah, sejatinya berasal dari rumah tempat ia menjalani hariharinya bersama keluarga. Karena itu orang tualah yang memegang peran yang
sangat penting dalam hal pendidikan anak, walaupun ada beberapa kondisi yang
menyebabkan anak tidak bisa mendapatkan pendidikan dari orang tuanya, seperti
anak yatim piatu semenjak lahir, anak yang dibuang oleh orang tuanya dan lainlain. Tetapi dalam kondisi normal, orang tua merupakan pendidik anak yang
pertama dan utama. Bahkan dalam Al-Qur’an serta Sunnah banyak sekali
ditegaskan tentang pentingnya mendidik anak bagi para orang tua. Anak yang
terdidik dengan baik oleh orang tuanya akan tumbuh menjadi anak yang pandai
menjaga dirinya dari pengaruh buruk lingkungan, karena ia telah dibekali oleh
ilmu tentang hidup dan kehidupan yang di dalamnya terdapat ilmu yang paling
bermanfaat yaitu ilmu agama.
Banyak sekali sekolah-sekolah yang memfasilitasi kita untuk menjadi
seperti apa yang kita cita-citakan walaupun tidak selalu terwujudkan, ingin
menjadi dokter ada sekolahnya, ingin menjadi guru juga ada sekolahnya
begitupun dengan profesi lain. Tetapi adakah sekolah untuk menjadi orang tua?
Padahal setinggi apapun karier kita dalam profesi tertentu, sejatinya kita akan
tetap menjalani fitrah yang sama yaitu menjadi orang tua, walaupun tidak semua
orang ditakdirkan Allah SWT untuk dapat memiliki anak, maka bersyukurlah bagi
99
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
kita yang diamanahi Allah SWT anak-anak yang menjadi penyejuk mata dan
harapan di masa yang akan datang.
Setiap orang tua harus senantiasa belajar tentang ilmu mendidik anak
karena tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua. Tetapi banyak sekali
yang dapat memfasilitasi hal itu jika kita bersungguh-sungguh ingin belajar
menjadi orang tua yang baik, terutama di zaman ini dimana perkembangan ilmu
dan teknologi begitu cepat dan mampu menembus ruang dan waktu. Orang tua
yang memiliki bekal ilmu dalam mendidik anak akan sadar tentang pentingnya
pendidikan anak sejak usia dini bahkan sejak anak masih berada di dalam rahim
ibu, bahkan menurut penelitian, kondisi ibu saat hamil sangat mempengaruhi
akhlak anak, bila ibu mampu menjaga diri dari makanan-makanan yang tidak
halal dan juga perilaku-perilaku yang tidak terpuji insya Allah anak yang lahir
akan menjadi anak yang sholeh. Karena tidak ada bayi yang terlahir kecuali suci,
namun ia mencontoh dari orang tua, tontonan televisi/media, guru dan lingkungan
pergaulannya.
Selain faktor kondisi ibu, ada hal lain yang tak kalah pentingnya dalam
pendidikan anak sejak dini yaitu peran ayah yang merupakan patner ibu dalam
membentuk generasi yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Sejak
anak masih berada dalam kandungan, peran suami dalam memberi dukungan serta
kasih sayang pada istrinya dapat mempengaruhi kondisi kehamilan, bayi yang
berada dalam kandungan ibu pun harus diajak berinteraksi oleh ayah dan ibunya
sebagai tahap awal dalam mendidik anak. Selain itu memperdengarkan ayat-ayat
Al-Qur’an juga terbukti dapat meningkatkan kecerdasan anak terutama
kecerdasan emosi dan spiritual.
Cara Menumbuhkan Tanggung Jawab dalam Perspektif Islam
Cara bagaimana membuat anak merasa memiliki tanggung jawab, harus
diketahui oleh para orang tua.
Mehr News (1/5) melaporkan, selurun aspek dalam kehidupan manusia
terkait dengan tanggung jawab terhadap Allah Swt dan orang lain, orang tua,
anak, dan lainnya. Setiap orang tua harus mulai menanamkan rasa tanggung jawab
dalam diri anak sejak usia dini.
100
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Di antara berbagai tanggung jawab di pundak manusia adalah tanggung
jawab mereka di hadapan Allah Swt. Yaitu dalam mematuhi perintah Allah Swt.
Jika tidak dipupuk sejak dini, maka di masa mendatang sang anak tidak akan
dapat melakukan tangyung jawabnya dalam menunaikan taklif ilahi. Selain itu,
dia juga tidak dapat diharapkan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab
individu dan sosialnya.
Hujjatul Islam Naseruddin Nouri dalam hal ini menjelaskan secara singkat
cara mendidik anak untuk menjadi seorang yang bertanggung jawab di masa
depan.
Harus diperhatikan bahwa pendidikan anak, orang tua harus mengetahui
batasan tanggung jawab yang sesuai dengan usia dan kemampuan nalar sang
anak.karena jika tidak dilakukan secara proporsional, maka anak akan menilai
buruk tanggung jawab tersebut dan berusaha menghindarinya.
Jika anak dipaksakan untuk bertanggung jawab, maka ada dua
kemungkinan, pertama berpotensi menimbulkan dampak negatif pada sisi fisik
anak, dan kedua dapat menumbuhkan sikap melawan dan agresif pada perilaku
anak.
Jenis tanggung jawab yang diberikan kepada anak juga harus ringan, yaitu
yang paling cepat dikerjakan. Jika orang tua mengacu pada tujuan yang besar,
maka tujuan tersebut harus dibagi ke dalam bagian-bagian kecil dan
menyerahkannya kepada anak untuk dilakukan secara bertahap.
Dengan membagi tujuan tersebut ke dalam bagian-bagian kecil dan
memudahkan anak melakukannya, akan muncul dorongan dalam diri anak dan
menimbulkan kepercayaan diri, karena dia berhasil melaksanakan tugasnya.
Orang tua harus membantu anak dalam melaksanakan tugasnya dan ikut
berpartisipasi. Partisipasi orang tua adalah dengan memberikan bimbingan
bagaimana sang anak dapat mencapai tujuannya. Bantuan orang tua keoada anak
sedapat mungkin harus dilakukan secara tidak langsung guna menghindari anak
terlalu mengandalkan orang lain.
Perlu diketahui bahwa tanggung jawab tidak dapat dan tidak boleh
dipaksakan kepada anak, melainkan harus sesuai dengan semangat dan keinginan
101
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
anak. Pengalaman membuktikan bahwa tanggung jawab yang dipaksakan tidak
akan dapat bertahan lama dan bahkan terkadang berdampak kontraproduktif.
KELOMPOK IX
PENDIDIKAN KARAKTER; APLIKASI
SYUKUR DAN TAWAKAL
DALAM KEHIDUPAN
Pengertian Pendidikan Karakter
Kacamata Islam, secara historis pendidikan karakter merupakan misi
utama para nabi. Muhammad Rasulullah sedari awal tugasnya memiliki suatu
pernyataan yang unik, bahwa dirinya diutus untuk menyempurnakan karakter
(akhlak). Manifesto Muhammad Rasulullah ini mengindikasikan bahwa
pembentukan karakter merupakan kebutuhan utama bagi tumbuhnya cara
beragama yang dapat men-ciptakan peradaban. Pada sisi lain, juga menunjukkan
bahwa masing-masing manusia telah memiliki karakter tertentu, namun belum
disempurnakan.
Faktor lain yang mendukung pendidikan karakter anak adalah guru, guru
tentunya harus tahu tujuannya sebagai guru, bukan alasan utama untuk menjadi
profesi guru untuk mencari nafkah demi keluarganya saja, tetaplah berpedoman
bahwa seorang guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, bukan pahlawan dengan
banyak tanda jasa. Guru memiliki tanggung jawab untuk membentuk hubungan
yang baik dengan para siswa dan orang tua. Guru juga harus mampu
berkomunikasi secara efektif dengan kedua orang tua dan siswa dalam rangka
untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahpahaman atau katidaktahuan tentang
pendidikan anak-anak. Seorang guru yang baik menyadari setiap kebutuhan
khusus untuk membantu siswa menyesuaikan diri dengan kurikulum yang sesuai.
Dan sudah pasti, diperlukan kesabaran ekstra bagi seorang guru dalam berhadapan
dengan para siswa.Jadi haruslah ada keterkaitan faktor-faktor tersebut agar terjalin
kesinambungan pendidikan yang baik bahkan mencapai ke tingkat kesempurnaan.
Sebagaimana yang dikutip Ni’matulloh dalam buku Character of Education
karangan Thomas Lickona, bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan untuk
102
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
“membentuk“ kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti, yang
hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang yaitu tingkah laku yang baik,
jujur, bertanggung jawab,
menghormati
hak
orang lain, kerja keras dan
sebagainya.
Ada dua paradigma dasar pendidikan karakter:
a.
Pertama, paradigma yang memandang pendidikan karakter dalam
cakupan pemahaman moral yang sifatnya lebih sempit (narrow scope to
moral education). Pada paradigma ini disepakati telah adanya karakter
tertentu yang tinggal diberikan kepada peserta didik.
b.
Kedua, melihat pendidikan dari sudut pandang pemahaman isu-isu moral
yang lebih luas. Paradigma ini memandang pendidikan karakter sebagai
sebuah pedagogi, menempatkan individu yang terlibat dalam dunia
pendidikan sebagai pelaku utama dalam
Paradigma memandang peserta didik
pengembangan karakter.
sebagai agen tafsir, penghayat,
ekaligus pelaksana nilai melalui kebebasan yang dimilikinya.
Pendidikan karakter yang berbasis Al Qur’an dan Assunnah, gabungan
antara keduanya yaitu menanamkan karakter tertentu sekaligus memberi benih
agar peserta didik mampu menumbuhkan karakter khasnya pada saat menjalani
kehidupannya. Hanya menjalani sejumlah gagasan atau model karakter saja tidak
akan membuat peserta didik menjadi manusia kreatif yang tahu bagaimana
menghadapi perubahan zaman, sebaliknya membiarkan sedari awal agar peserta
didik mengembangkan nilai pada dirinya tidak akan berhasil mengingat peserta
didik tidak sedari awal menyadari kebaikan dirinya.
Hadits nabi yang berkaitan dengan konsep pendidikan karakter adalah
hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari-Muslim sebagai berikut,
Artinya
: “Usamah bin Zaid ra. berkata: Saya mendengar Rasulullah saw.
bersabda: Akan dihadapkan orang yang berilmu pada hari kiamat, lalu
keluarlah semua isi perutnya, lalu ia berputar-putar dengannya, sebagaimana
himar yang ber-putar-putar mengelilingi tempat tambatannya. Lalu penghuni
neraka disuruh mengelilinginya seraya bertanya: Apakah yang menimpamu? Dia
menjawab: Saya pernah menyuruh orang pada kebaikan, tetapi saya sendiri tidak
103
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
mengerjakan-nya, dan saya mencegah orang dari kejahatan, tetapi saya sendiri
yang mengerjakannya”. (Muttafaq Alaih)
Menurut tinjuan Abubakar Muhammad dalam bukunya Hadits Tarbawi,
hadits ini beberapa pelajaran yang harus diperhatikan oleh para sarjana khususnya
dan orang-orang yang berilmu pada khususnya:
a.
Setiap orang yang berilmu, teritama para ulama, sarjana, pembesar, guru
dan dosen, termasuk para muballigh dan khotib, harus konsekuen
mengamalkan ilmunya untuk kesejahteraan umat manusia.
b.
Semua orang berilmu harus menjadi teladan bagi orang lain dalam
tutur kata dan tingkah lakunya.
c.
Orang berilmu yang tidak konsekuen dengan tutur katanya, diancam
dengan siksaan yang berat dalam neraka kelak.
d.
Dalam hadits tersebut terkandung larangan kepada para pembesar, ulama,
muballigh, guru dan dosen, berakhlak tercela.
Dalam hadits riwayat Bukhori-Muslim di atas menguraikan bahwa
pembentukan karakter yang didasari keteladanan akan menuai kebaikan bagi
dirinya sendiri dan orang lain. Dengan bukti adanya siksa Allah bagi orang yang
hanya memerintahkan suatu kebaikan namun ia tidak turut menjalankannya. Oleh
karenanya, pengaruh keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi sang anak
harus berupa orang-orang yang baik pula. Beberapa pandangan dari para ilmuwan
dari Barat menyoroti masalah pendidikan dikenal adanya tiga teori:
a. Teori Nativisme
Teori ini mengemukakan bahwa manusia yang dilahirkan telah memiliki
bakat-bakat dan pembawaan baik karena berasal dari keturunan orang tuanya,
nenek moyangnya maupun karena ditakdirkan demikian, yang penganutnya antara
lain: Scopenhauer yang mengatakan bahwa manusia itu tidak berubah-ubah,
akhlak manusia tetap seumur hidup.
b. Teori Empirisme
Teori kedua ialah teori Empirisme (teori
lingkungan)
yang
mengemukakan bahwa anak yang lahir itu laksana kertas yang putih bersih
atau semacam tabularasa (meja lilin), di mana kertas dapat ditulisi dengan tinta
104
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
macam warna apa saja. Inilah teori John Lock, yang agak mirip atau
mengikuti
teori
Rasulullah
tersebut,
yaitu bahwa anak dilahirkan dalam
keadaan suci bersih, tergantung kedua orang tuanya, yang akan mencetaknya
akan jadi apa anaknya itu.
Dalam perspektif pendidikan teori ini menganggap bahwa pendidik
sangat memegang peranan yang sangat penting terhadap peserta didik, sebab
pendidik akan menyediakan lingkungan semaksimal mungkin sesuai dengan yang
dikehendaki oleh peserta didik. Lingkungan pendidikan ini kemudian disajikan
dan dikondisi-kan oleh pendidik kepada peserta didik sebagai pengalamanpengalaman
dalam kehidupannya
dan
selanjutnya melalui
pengalaman-
pengalaman tersebut akan membentuk pengetahuan, sikap dan tingkah laku
peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan.
c. Teori Konvergensi
Teori yang ketiga adalah teori konvergensi atau persesuaian di antara dua
teori.Teori ini dipelopori oleh William Stern dari Jerman dengan pandangan yang
lebih akomodatif. Hasil sintesa tersebut mengatakan bahwa manusia lahir di dunia
ini telah membawa bakat dan sekaligus bakat itu tidak akan berfungsi jika
tidak dikembangkan oleh lingkungan sekelilingnya. Teori ini mengakui bahwa
manusia sejak lahir di dunia ini sudah membawa bakat baik dan buruk. Oleh
karena itu, jika manusia hidup dalam lingkungan yang baik, maka bakat baiknya
itu akan berkembang dan begitu pula sebaliknya, jika manusia hidup dalam
lingkungan yang jelek maka bakat jelek yang dibawa sejak lahir tersebut akan
mudah untuk tumbuh dan berkembang. Untuk itu, pandangan dunia pendidikan
menganggap bahwa manusia akan berkembang ke arah mana yang dituju sangat
bergantung pada; lingkungan pendidikan yang diterimanya
Ajaran Islam yang datangnya lebih dahulu dari teori-teori tersebut
sebenarnya tidak terpengaruh, sebab ajaran Islam itu berdiri terlepas daripada teori
bikinan manusia.
Dalam pandangan Islam, kira-kira teori konvergensi inilah yang hampir
memiliki kesamaan.Hanya saja yang membedakan bahwa dalam Islam manusia
sejak lahir telah membawa fitrah, yang tercermin dalam beragama Islam.
105
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Hadits riwayat Bukhori-Muslim, “Tiap manusia dilahirkan membawa fitrah
(potensi), kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau
Majusi”, mengandung makna bahwa, manusia lahir di dunia ini membawa fitrah,
atau dalam bahasa pendidikan sering disebut potensi atau kemampuan dasar, atau
dalam istilah psikologi disebut pembawaan (hereditas). Fitrah itu akan
berkembang tergantung dari bagaimana
lingkungan
itu mempengaruhi.
Lingkungan itu dapat mempengaruhi perkembangan manusia baik jasmani
maupun ruhani
Definisi Syukur
Ditengah-tengah masyarakat ternyata kata Syukur ini mempunyai banyak
arti;
Ada yang mengartikan syukur dengan ucapan terima kasih, ada yang mengartikan
Ucapan Alhamdulillah, ada yang mengartikan perasaan senang dan ada yang
beranggapan
bahwa syukur/syukuran identik dengan makanan/pesta. Karena
persepsi yang berbeda tentu akan berdampak pada pelaksanaan yang berbeda pula,
itulah salah satu penyebabnya Tuhan menyatakan bahwa dari sekian banyak
hambanya ternyata yang bersyukur hanya sedikit.
Ahli hikmah
mendefinisikan, “ Syukur adalah kesadaran dalam hati bahwa
nikmat itu datangnya dari Allah, lantas lisannya memuji Asma Allah dan
mempergunakan nikmat itu untuk mencari ridho Allah”
Aplikasi syukur
dari definisi tersebut dapat kita ambil pengertian bahwa aplikasi syukur
yang tepat mengandung tiga unsur :
1. Ungkapan syukur yang keluar dari suara hati (Nurani) berupa kesadaran bahwa
nikmat yang diterima adalah atas kuasa Tuhan,,sedikit atau banyak baik atau
kurang baik, semua itu bisa sampai kepada kita mesti kita syukuri karena
anugerah yang kita terima adalah merupakan jawaban Tuhan atas usaha dan
upaya kita, dan dibalik semua itu pasti ada pelajaran dan hikmahnya.
2.
Ungkapan
kegembiraan
dengan
lisan,
diantaranya
dengan
ucapan
Alhamdulillahirobbil alamin (muslim) Puji Tuhan (Nasrani) Ngayuh Bagia
(Hindu).
106
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
3.
Memberdayakan Nikmat Tuhan untuk mencari ridho dan berkahNya.
Sebagai gambaran adalah kalau saat ini kita mendapatkan kesehatan, hati kita
sadar, bahwa pada hari ini kita sehat lantaran Allah menghendaki, kemudian kita
tindak lanjuti kesadaran kita dengan banyak menyebut Asma Allah, diantaranya
dengan ucapan Alahmadulillahirobbil alamin,(segala puji bagi Allah, tuhan
pemelihara alam), Subhanallah (Maha Suci Allah) Allahu Akbar (Allah Maha
Besar) dan kalimat lain yang bermaksud mengagungkan Asma Nya. kemudian
mempergunakan kesehatan untuk beribadah kepada Allah dan mengabdi kepada
Negara dan bermasyarakat sebagai kodrartnya mahluk zon politicon.
Semua yang kita terima adalah NikmatBanyak orang beranggapan bahwa yang
harus di syukuri adalah sesuatu yang dianggap baik dan menyenangkan,
sementara yang tidak baik, terima hanya sedikit, tidak perlu bersyukur.
Pemahaman seperti ini jelas tidak berdasar dan melecehkan Tuhan, karena Tuhan
tidak akan memberikan balasan kecuali sepadan dengan perbuatan hambaNya.
Jadi di balik sesuatu yang tidak menyenangkan itu pasti terkandung hikmah dan
pelajaran proses pendewasaan melangkah ke depan.jangan buruk sangka kepada
Tuhan tapi bertanyalah pada diri kita, apa yang selama ini telah kita perbuat,
Maka dari itu perbanyaklah bersyukur dan ikhlaslah menerima anugerah dari
Allah
berupa
apapun
baik
yang
menyenangkan
maupun
yang
tidak
menyenangkan. Dan ada manpaat bersyukur yaitu:
1.
Menjaga kesehatan mental remaja
Remaja yang pandai bersyukur tentulah lebih bahagia.Selain itu mereka
juga dikenal memiliki pandangan yang lebih baik terhadap hidupnya, bertingkah
laku lebih baik di sekolah hingga lebih bisa diharapkan ketimbang temantemannya yang kurang bersyukur.
"Lebih pandai bersyukur mungkin adalah hal yang diperlukan oleh masyarakat
kita untuk menumbuhkan generasi yang siap membuat perbedaan pada dunia,"
kata peneliti Giacomo Bono, PhD, seorang profesor psikologi dari California State
University.
107
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
2.
Meningkatkan kesejahteraan
Sebuah studi pada tahun 2003 yang dipublikasikan dalam Journal of
Personality
and
Social
Psychology,
rajin
bersyukur
dapat
mendorong
kesejahteraan seseorang.Pandangan hidup orang yang melakukannya pun jadi
lebih cerah serta memunculkan hal-hal positif yang lebih besar pada orang
tersebut.
3.
Nilai akademis yang lebih baik
Siswa sekolah menengah yang pandai bersyukur terbukti memiliki nilai
akademik yang lebih bagus, termasuk dalam hal integrasi sosial dan kepuasan
terhadap hidup daripada rekan-rekan mereka yang kurang bersyukur.Hal ini
diungkap sebuah studi pada tahun 2010 yang ditampilkan dalam Journal of
Happiness Studies.
Peneliti juga menemukan bahwa remaja yang pandai bersyukur lebih
jarang mengalami depresi atau mudah cemburu.
"Lagipula jika dikombinasikan dengan studi sebelumnya, penggambaran manfaat
rasa syukur itu lebih jelas terlihat saat remaja," ungkap peneliti.
4.
Menjadi teman yang lebih baik bagi orang lain
Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2003 dalam Journal of Personality
and Social Psychology, rasa syukur juga dilaporkan dapat mendorong perilaku
sosial yang positif seperti membantu orang lain yang tertimpa masalah atau
memberikan dukungan emosional pada orang lain.
5.
Tidur lebih nyenyak
Menuliskan berbagai hal yang patut disyukuri sebelum beranjak tidur
dapat membantu seseorang tertidur lebih nyenyak. Fakta ini diungkap sebuah
studi yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Psychology: Health and WellBeing.
Secara
spesifik,
peneliti
menemukan
bahwa
ketika
seseorang
menghabiskan waktu 15 menit untuk menuangkan segala hal yang mereka syukuri
ke dalam sebuah jurnal sebelum tidur maka orang yang bersangkutan akan lebih
cepat tertidur dan tidur lebih lama.
6.
Memperkuat hubungan dengan pasangan
108
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Sebuah studi yang ditampilkan dalam jurnal Personal Relationship
mengungkapkan bahwa mensyukuri setiap hal terkecil yang dilakukan pasangan
membuat hubungan seseorang dengan pasangannya dijamin akan lebih kuat.
Sama halnya jika Anda membuat jurnal tentang segala hal yang Anda
syukuri dari pasangan karena hal itu juga akan memberikan dampak positif bagi
hubungan.
7.
Menjaga kesehatan jantung
Pada tahun 1995, sebuah studi yang dipublikasikan dalam American
Journal of Cardiology menunjukkan bahwa apresiasi dan emosi positif dapat
dikaitkan dengan perubahan variabilitas detak jantung.Hal ini dianggap
bermanfaat dalam terapi pengobatan hipertensi dan mengurangi kemungkinan
kematian mendadak pada pasien gagal jantung kongestif dan penyakit jantung
koroner.
8.
Memperkuat moral tim
Atlit yang pandai bersyukur lebih sedikit mengalami kelelahan dan lebih
banyak mendapatkan kepuasan hidup, termasuk kepuasan terhadap kinerja
timnya.
9.
Sistem kekebalan yang lebih sehat
Rasa syukur juga dikatakan berkaitan dengan optimisme sehingga
mendorong sistem kekebalan tubuh menjadi lebih sehat.
Salah satunya dibuktikan oleh sebuah studi dari University of Utah yang
menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan hukum yang stres namun tetap optimis
terbukti memiliki lebih banyak sel-sel darah yang meningkatkan kesehatan sistem
kekebalan ketimbang rekan-rekan mereka yang pesimis.
10.
Mencegah emosi negatif akibat datangnya musibah
WebMD melaporkan bahwa musibah dapat mendorong munculnya rasa
syukur dan hal itu dapat meningkatkan perasaan saling memiliki sekaligus
menurunkan stres.
109
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Tawakal Dalam Kehidupan
Ibnu Rajab rahimahullah dalam Jami’ul Ulum wal Hikam tatkala
menjelaskan hadits no. 49 mengatakan, “Tawakal adalah benarnya penyandaran
hati pada Allah ‘azza wa jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan
menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat, menyerahkan
semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa ‘tidak
ada yang memberi, menghalangi, mendatangkan bahaya, dan mendatangkan
manfaat kecuali Allah semata‘.”
Tawakal Bukan Hanya Pasrah Perlu diketahui bahwa tawakal bukanlah hanya
sikap bersandarnya hati kepada Allah semata, namun juga disertai dengan
melakukan usaha.
Ibnu Rajab mengatakan bahwa menjalankan tawakal tidaklah berarti
seseorang harus meninggalkan sebab atau sunnatullah yang telah ditetapkan dan
ditakdirkan.Karena Allah memerintahkan kita untuk melakukan usaha sekaligus
juga memerintahkan kita untuk bertawakal.Oleh karena itu, usaha dengan anggota
badan untuk meraih sebab termasuk ketaatan kepada Allah, sedangkan tawakal
dengan hati merupakan keimanan kepada-Nya.Sebagaimana Allah Ta’ala telah
berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, ambillah sikap
waspada.” (QS. An Nisa [4]: 71). Allah juga berfirman (yang artinya), “Dan
siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan
dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang.” (QS. Al Anfaal [8]: 60). Juga
firman-Nya (yang artinya), “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah
kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah” (QS. Al Jumu’ah [62]: 10).
Dalam ayat-ayat ini terlihat bahwa kita juga diperintahkan untuk melakukan
usaha.
Sahl At Tusturi mengatakan, “Barang siapa mencela usaha (meninggalkan sebab)
maka dia telah mencela sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan -pen). Barang
siapa mencela tawakal (tidak mau bersandar pada Allah, pen) maka dia telah
meninggalkan keimanan. (Lihat Jami’ul Ulum wal Hikam)
Burung Saja Melakukan Usaha untuk Bisa Kenyang Dari Umar bin Al
Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
110
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
bersabda, “Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Allah, sungguh Allah
akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung
tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam
keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shahih oleh
Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 310)
Allah menjadikan tawakal dengan taqwa yang mana ia adalah
mengerjakan sebab-sebab yang diperintahkan dengannya. Tawakal tanpa
mengerjakan
sebab-sebab
yang
diperintahkan
adalah
murni
kelemahan
(kemalasan) semata, meskipun hal ini mirip dengan bentuk tawakal.Tidak
seyogyanya
seorang hamba menjadikan tawakalnya
(kemalasan), tidak juga kelemahannya sebagai tawakal (
‫َجز ِ ا َجزِ ي هللو لْ ت ج ْع‬
sebagai
kelemahan
َ ‫م ل ْ َُ ت ي َ غن‬
‫)يهللو‬. Tetapi hendaknya ia mengusahan sebab yang
mana tidak akan sempurna hal yang dimaksud dengannya.
KELOMPOK X
“LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM”
Pengertian Lembaga Pendidikan Islam
Secara etimologi, lembaga adalah asal sesuatu, acuan, sesuatu yang
memberi bentuk pada yang lain, badan atau organisasi yang bertujuan
mengadakan suatu penelitian keilmuan atau melakukan sesuatu usaha. Dari
pengertian ini dapat dipahami bahwa lembaga mengandung dua arti, yaitu :
1) Pengertian secara fisik, materil, konkrit
2) Pengertian secara non-fisik, non-materil dan abtsrak
Dalam bahasa Inggris, lembaga disebut institut (dalam pngertian fisik),
yaitu sarana atau organisasi untuk mencapai tujuan tertentu, dan lembaga dalam
pengertian non-fisik atau abstrak disebut institution, yaitu suatu sistem norma
untuk memenuhi kebutuhan. Lembaga dalam pengertian fisik disebut juga dengan
bangunan, dan lembaga dalam pengertian nonfisik disebut dengan pranata.Ada
dua unsur yang kontradiktif dalam pengertian lembaga, pertama pengertian fisik
materil, konkret, dan kedua pengertian secara nonfisik, non materil dan
111
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
abstrak.Terdapat dua versi pengertian lembaga dapat dimengerti karena lembaga
diinjau dari beberapa orang yan mengerakkannya, dan ditinjau dari aspek nonfisik
lembaga merupakan suatu sistem yang berperan membantu mencapai tujuan.
Adapun lembaga pendidikan Islam secara terminologi dapat diartikan
suatu wadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikan Islam. Dari definisi di
atas dapat disimpulkan bahwa lembaga pendidikan itu mengandung pengertian
konkrit berupa sarana dan prasarana dan juga pengertian secara abstrak, dengan
adanya norma-norma dan peraturan-peraturan tertentu, serta penanggung jawab
pendidikan itu sendiri.
Secara terminologi menurut Hasan Langgulung lembaga pendidikan
adalah suatu sistem peraturan yang bersifat mujarrad, suatu konsepsi yang terdiri
dari kode-kode, norma-norma, ideologi-ideologi dan sebagainya, baik yang
tertulis atau tidak, termasuk perlengkapan material dan organisasi simbolik:
kelompok manusia yang terdiri dari individu-individu yang dibentuk dengan
sengaja atau tidak, untuk mencapai tujuan tertentu dan tempat-tempat kelompok
itu melaksanakan peraturan-peraturan tersebut adalah mesjid, sekolah, kuttab dan
sebagainya.
Pendidikan Islam termasuk bidang sosial sehingga dalam kelembagaannya
tidak terlepas dari lembaga-lembaga sosial yang ada. Lembaga sosial tersebut
terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1) Asosiasi, misalnya universitas, persatuan atau perkumpulan
2) Organisasi khusus, misalnya penjara, rumah sakit dan sekolah-sekolah
3) Pola tingah laku yang menjadi kebiasaan atau pola hubungan sosial yang
mempunyai hubungan tertentu.
Berdasarkan uraian di atas, lembaga pendidikan secara umum dapat diartikan
sebagai badan usaha yang bergerak dan bertanggung jawab atas terselenggaranya
pendidikan terhadap anak didik. Adapun lembaga pendidikan Islam dapat
diartikan dengan suatu wadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikan
Islam yang bersamaan dengan proses pembudayaan.
112
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Jenis – Jenis Lembaga Pendidikan Islam
a.
Keluarga sebagai lembaga pendidian islam
Dalam Islam, keluarga dikenal dalam istilah usra, nasl,’Ali, dan nasb.
Keluarga dapat diperoleh melalui keturunan (anak, cucu), perkawinan (suami,
isteri), persusuan dan pemerdekaan.
Sebagai pendidik anak-anaknya, ayah dan ibu memiliki kewajiban yang
berbeda karena perbedaan kodratnya. Ayah berkewajiban mencari nafkah untuk
mencukupi kebutuhan keluarganya melalui pemanfaatan karunia Allah SWT di
muka bumi (QS 62:10)
Artinya : Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka
bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu
beruntung.
Dan selanjutnya dinafkahkan pada anak isterinya (QS 2:228,233)
Artinya : Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga
kali quru'. tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam
rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. dan suamisuaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami)
menghendaki ishlah. dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan
kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. akan tetapi para suami, mempunyai satu
tingkatan kelebihan dari pada isterinya dan Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana. (QS 2:228)
Artinya : Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh,
yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi
makan dan Pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. seseorang tidak dibebani
melainkan menurut kadar kesanggupannya. janganlah seorang ibu menderita
kesengsaraan Karena anaknya dan seorang ayah Karena anaknya, dan warispun
berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun)
dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, Maka tidak ada dosa atas
keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada
dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut.
113
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
bertakwalah kamu kepada Allah dan Ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa
yang kamu kerjakan. (QS 2 : 233)
Kewajiban ibu adalah menjaga, memelihara, dan mengelola keluarga di
rumah suaminya, terlebih lagi mendidik dan merawat anak-anaknya. Dalam Sabda
Nabi SAW, dinyatakan :“Dan perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya
dan akan ditanyai dari pimpinannya itu”(H.R. Bukhari-Muslim)
Sebagai pendidikan yang pertama dan utama, pendidikan keluarga dapat
mencetak anak agar mempunyai kepribadian yang kemudian dapat dikembangkan
dalam lembaga-lembaga berikutnya, sehingga wewenang lembaga-lembaga
tersebut tidak diperkenankan mengubah apa yang telah dimilikinya, tetapi cukup
dengan mengombinasikan antara pendidikan keluarga dengan pendidikan tersebut,
sehingga mesjid, pondok pesantren, dan sekolah merupakan tempat peralihan dari
pendidikan keluarga.
Secara umum, kewajiban orang tua pada anak-anaknya adalah sebagai
berikut:
1.
Mendoakan anak-anaknya dengan doa yang baik (QS 25:74)
Artinya : Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah
kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati
(Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
2.
Memelihara anak dari api neraka (QS 66:6)
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap
apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa
yang diperintahkan.
3.
Menyerukan shalat pada anaknya (QS 20:132)
Artinya : Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan
Bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. kami tidak meminta rezki
kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik)
itu adalah bagi orang yang bertakwa.
114
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
4.
Menciptakan kedamaian dalam rumah tangga (QS 4:128)
Artinya : Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak
acuh dari suaminya, Maka tidak Mengapa bagi keduanya mengadakan
perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi
mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. dan jika kamu
bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz
dan sikap tak acuh), Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui
apa yang kamu kerjakan.
5.
Mencintai dan menyayangi anak-anaknya (QS 3:140)
Artinya : Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, Maka Sesungguhnya
kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan
masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar
mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang
yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikanNya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang
zalim.
6.
Bersikap hati-hati terhadap anak-anaknya ( QS 64:14 )
Artinya : Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara Isteri-isterimu
dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, Maka berhati-hatilah
kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta
mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.
7.
Memberi nafkah yang halal (QS 2:233)
Artinya : Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun
penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban
ayah memberi makan dan Pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf.
seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.
janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan Karena anaknya dan seorang
ayah Karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. apabila
keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya
dan permusyawaratan, Maka tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu
115
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa bagimu
apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. bertakwalah
kamu kepada Allah dan Ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang
kamu kerjakan.
8.
Mendidik anak agar berbakti pada ibu/ bapak (QS 4:36,6:151,17:23)
Artinya : Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya
dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karibkerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan
tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan
membangga-banggakan diri.QS 4:36
b.
Mesjid sebagai lembaga pendidikan islam
Secara harfiah mesjid adalah “tempat untuk bersujud”, namun dalam arti
terminologi, mesjid diartikan sebagai tempat khusus untuk melakukan aktifitas
ibadah dalam arti yang luas.
Pendidikan Islam tingkat pemula lebih baik dilakukan dimesjid sebagai
lembaga pengembangan pendidikan keluarga, sementara itu dibutuhkan suatu
lingkaran (lembaga) dan ditumbuhkannya.
Al-Abdi dalam bukunya Al- Madkhal menyatakan bahwa mesjid
merupakan tempat terbaik untuk kegiatan pendidikan. Dengan menjadikan
lembaga pendidikan dalam mesjid, akan terlihat hidupnya sunah-sunah Islam,
menghilangnya bid’ah-bid’ah, mengembangnya hukum-hukum Tuhan, serta
menghilangnya stratifikasi rasa dan status ekonomi dalam pendidikan.
Oleh karena itu, mesjid merupakan lembaga kedua setelah pendidikan
keluarga. Implikasi mesjid sebagai lembaga pendidikan Islam adalah :
1)
Mendidik anak untuk tetap beribadah kepada allah swt.
2)
Menanamkan rasa cinta kepada ilmu pengetahuan dan menanamkan
solidaritas sosial, serta menyadarkan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya
sebagai insan pribadi, sosial dan warga negara.
116
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
3)
Memberikan rasa ketenteraman, kekuatan dan kemakmuran potensi-potensi
rohani manusia melalui pendidikan kesabaran, keberanian kesadaran,
perenungan, optimisme dan mengadakan penelitian.
c.
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan islam
Kehadiran
kerajaan
Bani
Umaiyah
menjadikan
pesatnya
ilmu
pengetahuan, sehingga anak-anak masyarakat Islam tidak hanya belajar di mesjid
tetapi juga pada lembaga-lembaga yang ketiga, yaitu “Kuttab” (pondok
pesantren).Kuttab ini dengan karakteristik khasnya merupakan wahana dan
lembaga pendidikan Islam yang semula sebagai lembaga baca dan tulis dengan
sistem halaqoh.
Pada tahap berikutnya Kuttab mengalami perkembangan pesat , karena di
dukung dana dari iuran pendidikan dari masyarakat, serta adanya rencana-rencana
yang harus dipatuhi oleh pendidik dan anak didik.
Di Indonesia istilah Kuttub lebih dikenal dengan istilah pondok pesantren
yaitu suatu lembaga pendidikan Islam yang didalamnya terdapat seorang Kiai
(pendidik) yang mengajar dan mendidik para santri (anak didik) dengan sarana
mesjid yang digunakan untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut, serta
didukung adanya pondok sebagai tempat tinggal para santri.Dengan demikian,
ciri-ciri pondok pesantren adalah adanya Kiai, santri, mesjid dan pondok.
Tujuan terbentuknya pondok pesantren adalah :
1.
Tujuan Umum
Membimbing anak didik untuk menjadi manusia yang berkepribadian
Islam yang dengan ilmu agamanya ia sanggup menjadi mubaligh Islam dalam
masyarakat melalui ilmu dan amalnya.
2.
Tujuan Khusus
Mempersiapkan para santri untuk menjadi orang alim dalam ilmu agama
yang diajarkan oleh kiai yang bersangkutan serta mengamalkannya dalam
masyarakat.Sebagai lembaga yang tertua, sejarah perkembangan pondok
pesantren memiliki model-model pengajaran yang bersifat nonklasikal, yaitu
117
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
model sistem pendidikan dengan metode pengajaran wetonan dan sorogan. Di
Jawa Barat, metode tersebut diistilahkan dengan “bendungan” sedangkan
disumatra digunakan istilah “halaqoh”.
a.
Metode Wetonan (Halaqoh)
Metode yang di dalamnya terdapat seorang kiai yang membaca suatu kitab dalam
waktu tertentu, sedangkan santrinya membawa kitab yang sama lalu santri
mendengar dan menyimak bacaan kiai. Metode ini dapat dikatakakan sebagai
proses belajar mengaji secara kolektif.
b.
Metode Sorogan
Metode yang santrinya cukup pandai men-sorog-kan (mengajukan) sebuah kitab
kepada kiai untuk dibaca dihadapannya, kesalahan dalam bacaannya itu langsung
dibenarkan oleh kiai. Metode ini dapat dikatakan sebagai proses belajar mengajar
individual.
d.
Madrasah sebagai lembaga pendidikan islam
Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam muncul dari penduduk
“Nisapur” tetapi tersiarnya melalui menteri Saljuqi yang bernama “Nizam AmMulk” yang mendirikan madrasah Nizomiyah (th 1065). Selanjutnya Gibb dan
Krames menuturkan bahwa pendiri madrasah terbesar setelah Nizam Al-Mulk
adalah Shalahuddin Al-Ayyuni.
Kehadiran madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam setidak-tidaknya
mempunyai empat latar belakang, yaitu :
1)
Sebagai manifestasi dan realisasi pembaharuan sistem pendidikan Islam.
2)
Usaha penyempurnaan terhadap sistem pesantren kearah suatu sistem
pendidikan
yang
lebih
memungkinkan
lulusannya
memperoleh
kesempatan yang sama dengan sekolah umum.
3)
Adanya sikap mental pada sementara golongan umat Islam, khususnya
santri yang terpukau pada barat sebagai sistem pendidikan mereka.
4)
Sebagai upaya untuk menjembatani antara sistem pendidikan tradisional
yang dilakukan oleh pesantren disistem pendidikan modern dari hasil
akulturasi
.
118
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Proses pembelajaran dalam lembaga pendidikan islam
Proses pembelajar dikenal dalam dunia pendidikan dengan istilah kegiatan
belajar mengajar (KBM) sebagai bagian dari pendidikan. Dalam hal ini, AlGhazali menyarankan tentang proses belajar mengajar adanya “pengintegrasian
antara materi, metode dan media atau alat pengajarannya”. Seluruh komponen
tersebut
harus
diupayakan
semaksimal
mungkin,
sehingga
dapat
menumbuhkembangkan segala potensi fitrah anak, agar nantinya menjadi manusia
yang hidup penuh keutamaan. Materi yang diberikan harus sesuai dengan tingkat
perkembangan anak, baik dalam hal usia, intelegensia, maupun minat dan
bakatnya. Jangan sampai anak diberi materi pelajaran yang justeru merumbah dan
merusak akhlak dan akidahnya.Anak yang dalam taraf kondisi akalnya belum
matang, hendaknya diberi materi pelajaran yang dapat mengarahkan kepada
akhlak mulia.
Menurut Bisri Affandi, diantara pendekatan yang dilakukan Surkati
terhadap peserta didiknya adalah: (1) Ia sangat memperhatikan murid-muridnya,
baik dari segi budi pekerti maupun dari segi kemampuan intelektualnya. Sifat
yang demikian meupakan kunci untuk mengetahui kepribadian dan daya piker
peserta didik; (2) Ia mampu meraih kaidah-kaidah berfikir yang dimilikinya untuk
dikaitkan dengan akal anak didiknya, sehingga anak didik dengan tidak terasa
terbuka akalnya memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai permasalahan;
dan (3) Konsep sikap dan tingah laku yang didasari pandangan-pandangan dari
ajaran agama dapat diwujudkan hingga menjadi daya tarik dan pengaruh tersendiri
yang mampu mendorong orang lain untuk menggali lebih jauh ilmu pengtahuan.
Menurut Al-Qabisi, bahwa “pembelajaran tidak mensyaratkan adanya batasan
usia”. Ia menekankan bahwa kedua rangtua bertanggungjawab untuk mengajari
agama semenjak anak sudah dapat berbicara fasih. Pandangan yang seperti itu
mengandung maksud bahwa tanggungjawab pendidikan anak berlaku terus menerus.
Pendidikan anak di kuttab hanya merupakan kelanjutan tugas pendidikan yang wajib
ditunaikan oleh kedua orang tua. Oleh karena itu walau anak telah dikirimkan ke
sekolah, mereka harus tetap aktif mengawasi dan mendidiknya.
119
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Proses pembelajaran yang disampaikan oleh para ahli pemikir dan praktis
pendidikan di atas sangat beragam. Ia harus terlaksana sesuai dengan tujuan, desin
kurikulum dan metode pelajaran yang telah disiapkan sebelumnya. Karena itu
proses pembelajaran tidak bisa diabaikan dalam pelaksanaanya. Dengan sebab
itulah proses pembelajaran tidak dapat distandarisasi melainkan disesuaikan
dengan situasi dan kondisi siswa. Para pendidik terlebih dahulu mengetahui
keadaan siswa dan materi pelajaran apa yang akan disampaikan dalam kelas.
Namun begitu, apa yang dikemukakan oleh para ahli itu dapat dijadikan pedoman
dalam proses pembelajaran setelah melalui penyesuaian dengan keadaan masingmasing di lembaga pendidikan.
120
Rangkuman Materi Perkuliahan Islam Disiplin Ilmu
Download