variabel perilaku konsumen yang mempengaruh keputusan

advertisement
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2016, 4 (3): 743-757
ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id
© Copyright 2016
VARIABEL PERILAKU KONSUMEN YANG
MEMPENGARUH KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA
MOTOR MEREK HONDA PADA CV. SEMOGA JAYA
SAMARINDA
Indrawati 1
Abstrak
Penelitian ini bertujuan (i) untuk mengetahui pengaruh dari variabel
budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara simultan terhadap keputusan
pembelian konsumen pada CV. Semoga Jaya Samarinda, (ii) untuk mengetahui
pengaruh dari faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara parsial
terhadap keputusan pembelian pada CV. Semoga Jaya Samarinda, (iii) untuk
mengetahui variabel mana yang berpengaruh dominan dari variabel budaya,
sosial, pribadi dan psikologis terhadap keputusan pembelian. Metode yang
digunakan adalah metode kuantitatif populasi sebanyak 15.818 orang dan
sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data studi kepustakaan
dan penelitian lapangan berupa kuesioner, wawancara, dan observasi. Teknik
analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian
ini (i) variabel budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (ii) variabel
budaya (X1), sosial (X2), pribadi (X3), dan psikologis (X4) secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen (Y), (iii) hasil penelitian
variabel pribadi (X3) berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian
konsumen.
Kata Kunci : Budaya, Sosial, Pribadi, Psikologis dan Keputusan Pembelian
Pendahuluan
Perkembangan usaha dewasa ini telah diwarnai berbagai macam persaingan
di segala bidang yang mengakibatkan perubahan perilaku konsumen di dalam
mengambil keputusan untuk membeli suatu produk. Mengingat perkembangan
teknologi yang makin dinamis, manusia dituntut dengan cepat dan tepat untuk
bertindak agar tidak kalah bersaing.
Alat transportasi sangat dibutuhkan dalam menunjang aktivitas seseorang.
Bahkan dapat dikatakan aktivitas seseorang dapat tertunda jika alat
transportasinya tidak mendukung. Hampir setiap keluarga dituntut untuk memiliki
kendaraan pribadi baik itu mobil, sepeda motor maupun sepeda. Ditambah dengan
semakin padatnya jumlah kendaraan yang ada di jalan dan semakin tingginya
tingkat kemacetan serta adanya kenaikan harga bbm, membuat orang lain mencari
alternatif kendaraan atau alat transportasi yang lebih sederhana dan hemat energi.
1
Mahasiswa Program S1 Ilmu Admistrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Mulawarman. Email: [email protected]
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 3, 2016: 743-757
Penjualan sepeda motor di Indonesia pada saat ini dimonopoli oleh dua
produsen yaitu PT. Astra Honda Motor (AHM) dan PT. Yamaha Motor Kencana
Indonesia (YMKI). Kedua merek tersebut hampir menguasai pasar motor hingga
di atas 90%. Dimana Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) memiliki
kapasitas produksi 3,6 juta unit per tahun, sedangkan sang pemimpin pasar, PT
Astra Honda Motor (AHM) sekitar 5,8 juta per tahun.Salah satu pendekatan yang
dilakukan kedua merek tesebut dengan meluncurkan produk-produk terbaru,
sehingga pemasara penjualan kedua merek tersebut terjadi persaingan yang ketat.
Dalam penelitian ini obyek yang akan diteliti adalah Perusahaan CV.
Semoga Jaya Kota Samarinda merupakan dealer motor Honda di Kalimantan
Timur yang dipimpin oleh Hari Tandio dan diresmikan pada tanggal 6 juni 1984
yang beralamatkan di jalan Gajah Mada No 08. Dealer Honda Semoga Jaya
memiliki 150 karyawan dan 58 Cabang di Kalimantan Timur. CV Semoga Jaya
telah bersertifikasi 3S (Sales,Service, Spare Parts). Sesuai dengan hasil observasi
yang telah didapat menyatakan pada tahun 2015 CV. Semoga Jaya telah
mengalami penurunan penjualan, Berikut ini data penjualan sepeda motor Honda
dari tahun 2013-2015.
Tabel Total Unit Penjualan Sepeda Motor Tahun 2013 – 2015
Tahun
Total Unit
Desember 2013
65.876
Desember 2014
70.961
Desember 2015
52.985
(Sumber : CV.Semoga Jaya Samarinda Tahun 2016)
Penjualan pada tabel di atas menyatakan pada tahun 2013 penjualan
mencapai 65.876 unit motor, pada tahun 2014 penjualan meningkat mencapai
70.961 unit motor, Namun pada tahun 2015 penjualan tersebut menurun menjadi
52.985 unit motor. Diduga dengan penurunan penjualan karena lemahnya
pemahaman perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian motor
Honda.
Oleh karena itu, CV.Semoga Jaya wajib memahami keragaman perilaku
konsumen agar mampu memasarkan produknya dengan baik. Disamping itu, CV.
Semoga Jaya juga perlu memahami mengapa dan bagaimana konsumen
mengambil keputusan membeli, sehingga CV. Semoga Jaya dapat merancang
strategi pemasaran dengan lebih baik.
Faktor lain dari penurunan tersebut akibat dari dampak kondisi ekonomi
Indonesia yang kurang baik. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar terus
memburuk sehingga secara otomatis juga berpengaruh harga pokok dalam negeri,
sehingga masyarakat pun lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
dibandingkan dengan membeli barang mewah seperti motor.
Sehingga, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul:
Variabel Perilaku Konsumen Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian
Sepeda Motor Merek Honda Pada CV. Semoga Jaya Kota Samarinda.
744
Variabel Perilaku Konsumen Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian (Indrawati)
Kerangka Dasar Teori
Pemasaran
Kotler dan Keller yang dialih bahasakan oleh Sabran ( 2009:59) pengertian
pemasaran adalah : pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang di
dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan
inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan
produk yang bernilai dengan pihak lain, sedangkan menurut,
Alma (2005:112) sebagai berikut : pemasaran adalah suatu kegiatan yang
menyalurkan barang barang dan jasa dari produsen ke konsumen
Dari definisi para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran
adalah suatu proses sosial dan manajerial dari individu dan kelompok untuk
memenuhi kebutuhan dan keinginan, menawarkan dan pertukaran (nilai) produk
dengan pihak lain, di mana hal ini juga diharapkan mampu memberikan kepuasan
kepada konsumen. Atau kesimpulan yang lain bahwa aktivitas pemasaran
merupakan suatu proses merencanakan, melaksanakan konsep harga, promosi,
dan distribusi barang-barang, jasa-jasa dan ide-ide untuk menciptakan pertukaran
yang sesuai target.
Manajemen Pemasaran
Kotler & Keller (2009:76) mendefinisikan manajemen pemasaran adalah
sebagai berikut : Sebagai seni dan Ilmu Memilih pasar sasaran dan mendapatkan,
menjaga pelanggan dengan menciptakan, menyerahkan dan mengkomunikasikan
nilai pelanggan yang unggul.
Menurut Saladin (2007 : 93) definisi manajemen pemasaran adalah sebagai
berikut : Analisis perencanaan, penerapan dan pengendalian program yang
dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran
yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi
Berdasarkan definis-definisi tersebut di atas menerangkan bahwa
manajemen pemasaran adalah proses yang melibatkan analisa, perencanaan,
pelaksanaan, dan pengendalian yang mencakup barang, barang, jasa, dan gagasan
yang tergantung pada pertukaran dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi
pihak-pihak yang terlibat.
Perilaku Konsumen
Menurut Hasan (2008:182) menjelaskan perilaku konsumen adalah
bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, serta
memanfaatkan barang, jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuaskan
kebutuhan dan hasrat mereka.
Metode Penelitian
Jenis Penelitian
Berdasarkan jenis data yang kuantitatif. Menurut Sugiyono (2011:18) yaitu
metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk
meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan
745
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 3, 2016: 743-757
instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif / statistik, untuk menguji
hipotesis yang telah ditetapkan.
Analisis Dan Pembahasan
Analisis
Uji Asumsi Klasik
Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah di dalam variabel
regresi terhadapat korelasi antar variabel bebas (independent). Dalam model
regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel bebas.
Tabel Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel Penelitian
Budaya (X1)
Sosial (X2)
Pribadi (X3)
Psikologis (4)
VIF
4,576
5,053
8,177
3,592
Tollerance
0,219
0,198
0,122
0,278
Sumber ; Data diolah
Bedasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS 20 pada Tabel diketahui
bahwa tidak ada variabel independen yang memiliki nilai Variance Inflation
Faktor (VIF) tidak lebih besar dari 10 dan nilai tolerance kurang 0,10.
1) Nilai Tolerance X1 0, 219 > 0,10 dan VIF 4,576 < 10, berarti tidak terjadi
multikolinearitas variabel X1 dengan variabel lainnya.
2) Nilai Tollerance X2 0,198 > 0,10 dan VIF 5,053 < 10, berarti tidak terjadi
multikolinearitas variabel X2 dengan variabel lainnya.
3) Nilai Tollerance X3 0,122 > 0,10 dan VIF 8,177 < 10, berarti tidak terjadi
multikolinearitas variabel X3 dengan variabel lainnya
4) Nilai Tollerance X4 0,278 > 0,10 dan VIF 3,592 < 10, berarti tidak terjadi
multikolniearitas variabel X4 dengan variabel lainnya
Maka penulis menyimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas dalam
penelitian ini.
Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sebuah
model regresi terjadi ketidaksamaan varian dan residual suatu pengamatan ke
pengamatan lain. Pengujian menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dengan uji 2
sisi. Jika korelasi antara variabel independen dengan residual didapat signifikansi
lebih dari 0,05 maka dapat dilakukan bahwa tidak terjadi problem
Heteroskedastisitas. Dasar kriteria dalam pengambilan keputusan yaitu:
1) Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola
tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian, menyempit), maka
terjadi Heteroskedastisitas.
2) Jika tidak ada pola yang jelas, seperti titik-titik menyebar di atas dan di
bawah angka 0 pada sumbuh Y, maka terjadi heteroskedastisitas.
746
Variabel Perilaku Konsumen Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian (Indrawati)
Gambar Grafik Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber: Data diolah
Bedasarkan hasil uji heteroskedastisitas pada Gambar 4.6 di atas dapat
dilihat bahwa nilai-nilai residunya menyebar di bawah angka 0 pada sumbu Y,
berarti tidak terjadi heteroskedastisitas.
Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam satu model regresi
liniear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan
pengganggu pada periode sebelumnya (t-1). Untuk pengujian autokorekasi dapat
dideteksi nilai Durbin Watson ( DW) bedasarkan kriteria.
1) Jika d < dL atau d > (4-dL), berarti terdapat autokorelasi
2) Jika d terletak antara dU dan (4-dU), berarti tidak terdapat autokorelasi.
3) Jika d terletak antara dL dan dU atau diantara ( 4-dU) dan (4-dL),tidak
menghasilkan kesimpulan yang pasti.
Tabel Hasil Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model
1
R
.977
R Square
a
.954
Adjusted R Square
.952
Std. Error of the Estimate
.11763
Durbin-Watson
2.087
a. Predictors: (Constant), x4, x1, x2, x3
b. Dependent Variable: y
Dari satu metode pengujian yang dapat digunakan adalah dengan uji
Durbin-Watson ( Uji Dw) dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Jika d < dL atau d > ( 4-dL), berarti terdapat autokorelasi
2) Jika d terletak antara dU dan (4-dU), berarti tidak autokorelasi
3) Jika d terletak antara dL dan dU atau diantara ( 4-dU) dan (4-dL) tidak
menhasilkan kesimpulan yang pasti.
Dari Tabel di atas, output SPSS menghasilkan nilai d = 2.087. Selanjutnya
dari tabel Dw dengan n ( jumlah observasi) = 100, K (jumlah variabel bebas) = 4,
dan Alpha 0,5 di peroleh dL= 1,5922 dan dU=1,7582, sehingga (4-dL)= 2, 4078
dan (4-dU) = 2,2418. Dengan demikian nilai d terletak antara dU dan ( 4-dU),
berarti tidak ada autokorelasi.
Uji Normalitas
uji normalitas mengahasilkan Normal probability plot. Yang tampak
pada gambar berikut ini.
747
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 3, 2016: 743-757
Gambar
Gambar Grafik normal probability plot menunjukkan bahwa data menyebar
disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi
memenuhi asumsi normalitas.
Tabel Uji normalitas menghasilkan Norma Uji Kolmogorof yang tampak
pada tabel berikut;
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N
100
Mean
0E-7
a,b
Normal Parameters
Std. Deviation
.11522879
Absolute
.084
Most Extreme Differences
Positive
.064
Negative
-.084
Kolmogorov-Smirnov Z
.837
Asymp. Sig. (2-tailed)
.486
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber : Data diolah
Bedasarkan Output diatas menunjukkan bahwa nilai signifikan 0,486 lebih
besar dibandingkan dari sig 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang
diuji berdistribusi normal.
Hasil Regresi Liniear Berganda
a. Persamaan Regresi
Pengujian ini dilakukan untuk mengukur seberapa besar pengaruh dari
variabel independen (budaya, sosial, pribadi dan psikologis) terhadap veriabel
dependen (keputusan pembelian). Perhitungan statistik dalam analisis regresi
linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan
program SPSS versi 20. Bedasarkan hasil analisis regresi linear berganda
diperoleh hasil sebagai berikut:
748
Variabel Perilaku Konsumen Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian (Indrawati)
Tabel Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model
(Constant)
1
Unstandardized Coefficients
B
Std. Error
.265
.080
x1
.104
.032
x2
-.108
.041
x3
.640
x4
.297
Standardized Coefficients
Beta
t
Sig.
3.306
.001
.152
3.220
.002
-.130
-2.624
.010
.059
.680 10.772
.000
.035
.351
.000
8.387
Sumber : Data diolah
Bedasarkan hasil perhitungan di atas di peroleh persamaan regresi linear
berganda dari variabel budaya (X1), sosial (X2), pribadi (X3), psikologis (X4)
dan keputusan pembelian (Y) adalah sebagai berikut:
Y= 0,265 + 0,104 X1 - 0,108 X2 + 0,640 X3 + 0,297 X4 + e
Persamaan regresi di atas memiliki pengertian sebagai berikut :
1) Konstanta (α)
Nilai konstanta 0,265 berarti bahwa pembelian sepeda motor Honda
sebesar 0,265 jika tidak dipengaruhi variabel budaya, social, pribadi, dan
psikologis. Maka dapat diartikan bahwa konsumen di CV. Semoga Jaya
Samarinda dalam melakukan pembelian tidak terlalu memperhatikan
variabel-variabel di atas.
2) Koefisien Regresi Variabel Budaya
Variabel budaya mempengaruhi keputusan pembelian konsumen
sebesar 0,104 atau berpengaruh positif terhadap Y ( keputusan pembelian
konsumen), yang artinya jika variabel budaya dinaikkan 1 satuan maka
keputusan pembelian konsumen akan naik sebesar 0,104. Dengan asumsi
variabel bebas lainnya konstan
3) Koefisien Regresi Variabel Sosial
Variabel sosial mempengaruhi keputusan pembelian konsumen
sebesar -0,108 atau berpengaruh positif terhadap Y (keputusan pembelian),
yang artinya jika variabel sosial dinaikkan 1 satuan maka keputusan
pembelian konsumen akan turun sebesar -0,108. Dengan asumsi variabel
bebas lainnya konstan.
4) Koefisien Regresi Variabel Pribadi
Variabel pribadi mempengaruhi keputusan pembelian konsumen
sebesar 0,640 atau berpengaruh positif terhadap Y ( keputusan pembelian),
yang artinya jika variabel pribadi dinaikkan 1 satuan maka keputusan
pembelian konsumen akan naik sebesar 0,640. Dengan asumsi variabel
bebas lainnya konstan.
5) Koefisien Regresi Variabel Psikologis
Variabel psikologis mempengaruhi keputusan pembelian konsumen
sebesar 0,297 atau berpengaruh positif terhadap Y ( keputusan pembelian),
749
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 3, 2016: 743-757
yang artinya jika variabel psikologis dinaikkan 1 satuan maka keputusan
pembelian konsumen akan naik sebesar 0,297. Dengan asumsi variabel
bebas lainnya konstan.
Pengujian Koefisien Korelasi ( R)
Pengujian koefisien korelasi ( R) bertujuan untuk mengetahui hubungan
yang erat antara variabel independen yang terdiri dari budaya ( X1), sosial (X2),
pribadi (X3), psikologis (X4), terhadap keputusan pembelian konsumen (Y) Pada
CV. Semoga Jaya Samarinda. Dalam output SPSS, koefisien korelasi terletak pada
Tabel Model Summary dan R.
Tabel Hasil Analisis Koefisien Korelasi ( R)
Coefficientsa
Model
1
Unstandardized
Coefficients
B
Std. Error
(Constant)
.265
.080
x1
.104
.032
x2
-.108
x3
x4
Standardized
Coefficients
Beta
t
Sig.
3.306
.001
.152
3.220
.002
.041
-.130
-2.624
.010
.640
.059
.680
10.772
.000
.297
.035
.351
8.387
.000
Dalam output SPSS pada Tabel diatas Model Summary diperoleh nilai
koefisien korelasi ( R) sebesarn 0,977 yang berarti tingkat hubungan antara
variabel budaya (X1), variabel sosial (X2),variabel pribadi (X3), dan psikologis
(X4), terhadap keputusan pembelian konsumen (Y) pada CV. Semoga Jaya
Samarinda termasuk pada tingkat hubungan yang kuat.
Pengujian Koefisien Determinasi (
Pengujian koefisien determinasi (
bertujuan untuk menegetahui
seberapa besar kemampuan variabel independen (bebas) menjelaskan variabel
dependen (terikat). Dalam output SPSS, kemudian determinasi
terletak pada
tabel
dan tertulis
.
Tabel Hasil Analisis Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
1
.977a
.954
a. Predictors: (Constant), x4, x1, x2, x3
b. Dependent Variable: y
.952
Std. Error of the
Estimate
.11763
Durbin-Watson
2.087
Dalam out put SPSS di peroleh pada
nilai Adjusted
R Square adalah 0,952, maka Adjusted R Square = 0,952 x 100% = 95,2% secara
serentak dalam menjelaskan perubahan variabel terikat (Y) didapati besarnya
pengaruh variabel bebas 95,2% sedangkan sisanya yaitu 100% - 95,2% = 0,48%
di pengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian.
750
Variabel Perilaku Konsumen Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian (Indrawati)
Uji F ( Uji Serentak )
Uji F digunakan untuk menguji apakah perubahan variabel independen
(budaya, sosial, pribadi, dan psikologis) berpengaruh signifikan terhadap variabel
dependen (keputusan pembelian) pada CV. Semoga Jaya Samarinda yakni dengan
membandingkan
dengan
dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%
(
, hasil uji F dari perhitungan SPSS sebagai berikut :
Tabel Uji F ( Simultan)
ANOVAa
Model
Sum of Squares
Df
Mean Square
F
Regression
27.036
4
6.759 488.473
1
Residual
1.314
95
.014
Total
28.350
99
a. Dependent Variable: y
b. Predictors: (Constant), x4, x1, x2, x3
Sig.
.000b
Sumber : Data diolah
Bedasarkan perhitungan
di peroleh hasil sebesar 2.460 sedangkan
sebesar 488.473 Jika dibandingkan dengan nilai
maka terlihat
bahwa
> Ftabel dan tingkat signifikan diperoleh hasil 0,000 < 0,05 dengan
demikian menunjukkan bahwa perilaku konsumen yang terdiri dari budaya,
sosial, pribadi, dan psikologis secara bersama-sama ( simultan) mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sehingga dapat
dinyatakan
di tolak dan
di terima.
Uji t ( Uji Parsial )
Uji t digunakan untuk menguji apakah masing-masing variabel bebas
berpengaruh dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada CV. Semoga Jaya
Samarinda dengan cara membandingkan
dan
dengan tingkat
kepercayaan sebesar
, sehingga diperioleh hasil perhitungan SPSS.
Tabel Uji t ( Parsial)
a
Coefficients
Model
(Constant)
x1
1 x2
x3
x4
Unstandardized
Standardized
Coefficients
Coefficients
B
Std. Error
Beta
.265
.080
.104
.032
.152
-.108
.041
-.130
.640
.059
.680
.297
.035
.351
t
3.306
3.220
-2.624
10.772
8.387
Sig.
.001
.002
.010
.000
.000
Bedasarkan hasil perhitungan yang terdapat pada tabel di atas dapat
dijelaskan pengaruh antara variabel terhadap keputusan pembelian konsumen
pada CV. Semoga Jaya Samarinda adalah sebagai berikut:
a. Variabel Budaya
Nilai
menunjukkan bahwa variabel budaya
sebesar 3.220
751
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 3, 2016: 743-757
dengan nilai Sig
= 0,002. Karena
= 3,220 >
= 1,66023
serta nilai Sig = 0,002 <
, maka dapat disimpulkan bahwa
diterima dan
ditolak. Artinya variabel budaya
secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y).
b. Variabel Sosial
Nilai
menunjukkan bahwa variabel Sosial
sebesar – 2.624
.dengan nilai Sig
= 0,010 Karena
= -2,624 <
=1,66023
serta nilai Sig. = 0,010 <
, maka dapat disimpulkan bahwa
diterima dan
ditolak. Artinya variabel sosial
secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y)
c. Variabel Pribadi
Nilai
menunjukkan bahwa variabel pribadi
sebesar 10.772
dengan nilai Sig
= 0,000. Karena
= 10,643 >
=
1,66023 serta nilai Sig.= 0,000 <
, maka dapat disimpulkan bahwa
diterima dan
ditolak. Artinya variabel pribadi
secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y)
d. Variabel Psikologis
Nilai
menunjukkan bahwa variabel Psikologis
sebesar 8.387
dengan nilai Sig
= 0,000. Karena
= 8,387 >
=1,66023
serta nilai Sig.= 0,000 <
, maka dapat disimpulkan bahwa
diterima dan
ditolak. Artinya variabel psikologis
secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian ( Y) .
Variabel Yang Paling Berpengaruh
Dari hasil penelitian secara signifikan dari hasil parsial diketahui variabel
bebas yang memiliki pengaruh kuat terhadap CV. Semoga Jaya Samarinda dapat
di lihat pada Tabel berikut:
Tabel Hasil Variabel Yang paling berpengaruh
a
Coefficients
Model
1
(Constant)
x1
x2
x3
x4
Unstandardized
Coefficients
B
Std. Error
.265
.080
.104
.032
-.108
.041
.640
.059
.297
.035
Standardized
Coefficients
Beta
.152
-.130
.680
.351
t
3.306
3.220
-2.624
10.772
8.387
Sig.
.001
.002
.010
.000
.000
Sumber : Data diolah
Bedasarkan Tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai standar koefisien Beta
tertinggi yaitu variabel
sebesar 0,680 yang berarti bahwa variabel
kepribadian merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap keputusan
pembelian pada CV. Semoga Jaya Samarinda.
752
Variabel Perilaku Konsumen Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian (Indrawati)
Pembahasan
Pengaruh secara simultan
Dari hasil analisis variabel budaya
, sosial
, Pribadi
dan
Psikologis
, secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian (Y). Bedasarkan hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa ke empat
variabel tersebut memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.
Ini sejalan dengan penelitian terdahulu dari Kurniawan (2006) Analisis
faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan
pembelian produk mie instan merek sedaap pada fakultas ekonomi unmer malang,
Kiswanto (2012), pengaruh perilaku konsumen faktor eksternal terhadap
keputusan pembelian sepeda motor Beat Cw pada CV. Rambi di Kota Samarinda.
dan Andriyanto (2015), Pengaruh budaya, sosial, pribadi dan psikologis terhadap
keputusan pembelian Smartphone pada Oke Shop di Samarinda, dimana variabel
budaya, sosial, pribadi dan psikologis berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian.
Nilai koefisien korelasi sebesar 0,977 yang berarti tingkat hubungan yang
sangat kuat serta dibuktikan dengan koefisien determinasi (Adjusted R Squre)
sebesar 0,952 atau 95,2 %. Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengetahui
seberapa besar persentase pengaruh variabel bebas terhadap perubahan variabel
terikat. Artinya besarnya pengaruh variabel bebas yaitu budaya, sosial, pribadi,
psikologis terhadap perubahan variabel terikat keputusan pembelian (Y), dan
besarnya pengaruh variabel terikat dalam penelitian ini 0,952 atau 95,2 % sisanya
yaitu 4,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel penelitian.
Bedasarkan hasil analisis dan interprestasi di atas dapat disimpulkan bahwa
perilaku konsumen meliputi budaya, sosial, pribadi dan psikologis berpengaruh
signifikan terhadap keputusan pembelian pada CV. Semoga Jaya Samarinda. Dari
analisis korelasi diketahui bahwa tingkat hubungan antara perilaku konsumen dan
keputusan pembelian berada pada tingkat hubungan yang sangat kuat. Kemudian
pada analisis determinasi diketahui besarnya pengaruh perilaku konsumen
terhadap keputusan pembelian adalah sebesar 95,2%, yang berarti bahwa
kontribusi variabel bebas terhadap naik turunya variabel terikat adalah sebesar
95,2% dan sisanya 4,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan
dalam model penelitian ini. Kemungkinan variabel tersebut adalah faktor
promosi, harga, dll.
Pengaruh secara parsial
a. Pengaruh faktor variabel budaya terhadap keputusan pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel budaya secara parsial
berpengaruh signifikan terhahap keputusan pembelian sepeda motor merek
Honda pada CV. Semoga Jaya Samarinda.
Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu dari Kurniawan (2012),
dimana variabel budaya secara parsial berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian Produk Mie Instan Merek Sedaap pada Mahasiswa
fakultas ekonomi Unmer malang. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang
753
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 3, 2016: 743-757
dilakukan oleh penulis karena lokasi penelitian ini berbeda.
Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Kotler dan
Keller (2009:214) yang menyatakan bahwa budaya merupakan susunan nilai
dasar, keinginan dan perilaku yang dipelajari anggota masyarakat dari keluarga
dan institusi penting lainnya.
Fakta yang penulis temukan di lapangan bahwa hasil tanggapan
responden atas pernyataan variabel budaya direspon setuju oleh konsumen.
Namun masih ada konsumen yang membeli sepeda motor merek Honda
tidak terpengaruh dari desain. Pengendara sepeda motor sekarang ini
didominasi oleh ibu-ibu maupun anak remaja. Sesuai fakta tersebut saran yang
dapat penulis sampaikan adalah pemasar menambah varian desain atau
inovasi terhadap produk agar konsumen menjatuhkan pilihannya pada merek
Honda selain merek Honda masih ada merek lain yang memiliki desain yang
lebih menarik.
b. Pengaruh faktor variabel sosial terhadap keputusan pembelian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sosial secara parsial
berpengaruh signifikan terhahap keputusan pembelian sepeda motor merek
Honda pada CV. Semoga Jaya Samarinda.
Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu dari Andriyanto (2015),
dimana variabel sosial secara parsial tidak signifikan terhadap keputusan
pembelian Smartphone Pada Oke Shop di Samarinda. Hal ini tidak sejalan
dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis karena objek penelitian ini
berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Andriyanto (2015).
Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Kotler dan
Keller (2009:214) yang menyatakan faktor sosial merupakan faktor yang
mempengaruhi perilaku konsumen yang berbentuk dan berasal dari
lingkungan sekitar. Aktivitas sosialisasi seseorang dengan orang-orang
disekelilingnya sehari-hari akan membentuk pola perilaku yang kas pada
masyarakat.
Fakta yang penulis temukan di lapangan bahwa hasil tanggapan
responden atas variabel sosial direspon setuju oleh konsumen memilih sepeda
motor Honda karena adanya rekomendasi dari keluarga. Adapun alasan lain
karena setiap konsumen cenderung memiliki kelompok acuan dan kadang
konsumen menyesuaikan diri dengan kelompok tersebut. sehingga kelompok
acuan dinilai memiliki tekanan untuk keseragaman yang dapat mempengaruhi
pilihan produk dan merek. Oleh karena itu pemasar bisa meminta konsumen
untuk menyarankan kepada teman atau keluarga jika ada yang membeli sepeda
motor Honda.
c. Pengaruh faktor variabel pribadi terhadap keputusan pembelian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pribadi secara parsial
berpengaruh signifikan terhahap keputusan pembelian sepeda motor merek
Honda pada CV. Semoga Jaya Samarinda.
Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu dari Kurniawan (2006)
754
Variabel Perilaku Konsumen Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian (Indrawati)
di mana variabel pribadi secara parsial tidak signifikan terhadap keputusan
pembelian Smartphone Pada Oke Shop di Samarinda. Hal ini tidak sejalan
dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis karena berbeda objek
penelitian.
Hal ini sejalan dengan teori Kotler dan Keller ( 2009:214) yang
menyatakan faktor pribadi merupakan keputusan seseorang dalam melakukan
pembelian barang karena dibentuk oleh siklus hidup, pekerjaan, gaya hidup
maupun konsep diri seseorang.
Fakta yang telah penulis dapatkan hasil di lapangan bahwa tanggapan
responden setuju terhadap variabel pribadi . Namun masih ada konsumen
membeli sepeda motor merek Honda tidak terpengaruh oleh gaya hidup zaman
sekarang. Karena konsumen melakukan pembelian sepeda motor merek Honda
tidak mengikuti gaya hidup melainkan karena kebutuhan. Oleh karena itu
pemasar harus dapat memahami konsep pribadi seseorang dalam
mempengaruhi keputusan pembelian.
d. Pengaruh faktor variabel Psikologis terhadap keputusan pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel psikologis secara parsial
berpengaruh signifikan terhahap keputusan pembelian sepeda motor merek
Honda pada CV. Semoga Jaya Samarinda
Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu dari Andriyanto (2015)
dan dimana variabel psikologis secara parsial tidak signifikan terhadap
keputusan pembelian Smartphone Pada Oke Shop di Samarinda.Hal ini tidak
sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis karena berbeda lokasi
dan objek penelitian.
Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Kotler dan
Keller (2009:214) yang menyatakan bahwa faktor psikologis merupakan
keputusan seseorang dengan mengenali perasaan seseorang, mengumpulkan
dan menganalisa informasi, merumuskan pikiran dan pendapat kemudian
mengambil tindakan. Dan faktor-faktor didalamnya yaitu motivasi, persepsi,
pembelajaran, keyakinan dan sikap.
Fakta yang penulis temukan di lapangan bahwa hasil tanggapan
responden atas pernyataan variabel psikologis direspon setuju oleh konsumen.
Namun masih ada konsumen yang menilai sepeda motor merek Honda masih
memiliki kekurangan. Oleh karena pemasar harus dapat mempengaruhi dan
meyakinkan kepada konsumen terhadap intrumen-intrumen pada merek Honda
serta dengan membuat iklan yang menarik sehingga menimbulkan motivasi
dan menambah pengetahuan konsumen.
Penutup
Variabel
budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda
pada CV. Semoga Jaya Samarinda
755
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 3, 2016: 743-757
variabel budaya (X1) , sosial (X2) pribadi (X3) dan psikologis (X4) secara
parsial berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda
motor merek Honda pada CV. Semoga Jaya Samarinda.
Variabel pribadi merupakan variabel yang dominan pengaruhnya terhadap
keputusan pembelian sepeda motor merek Honda pada CV. Semoga Jaya
Samarinda.
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis menyampaikan beberapa
saran kepada perusahaan dalam hal ini produsen Honda yang diwakili dealerdealer resminya harus selalu melakukan riset terus menerus untuk mengetahui
perkembangan dan keinginan konsumen terhadap produk Honda, karena dari hasil
penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa faktor budaya, sosial, pribadi
dan psikologis berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dan faktor
yang dominan berpengaruh adalah faktor pribadi. Maka dari itu perusahaan harus
lebih memperhatikan faktor pribadi yang meliputi :
1) Inovasi produk terhadap motor honda, hal ini harus selalu dilakukan agar
konsumen membeli merek tersebut terutama dikalangan remaja yang berusia
21-30 dan 30-39 tahun. Karena dari hasil klasifikasi responden yang telah
diteliti diketahui usia tersebut banyak menggunakan motor merek honda.
2) Penentuan harga, dengan banyaknya pesaing disarankan kepada perusahaan
untuk mengamati kecenderungan dalam pendapatan pribadi. Pemasar dapat
mengambil langkah-langkah untung merancang ulang, dan mengubah harga
sesuai dengan kondisi ekonomi target pasar yang ditentukan, agar konsumen
memilih produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
3) Gaya hidup, bagi perusahaan ini sangat penting diperhatikan terutama
dikalangan remaja dengan menciptakan desain yang beda dari merek lain. Hal
ini menjadi pertimbangan bagi konsumen untuk memilih motor yang dianggap
memiliki desain yang unik dan lebih baik.
Diharapkan bagi variabel sosial yang mempunyai pengaruh masih rendah
terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda kepada perusahaan
untuk lebih memahami di CV. Semoga Jaya hendaknya pihak perusahaan atau
karyawan bisa meminta konsumen untuk menyarankan kepada teman atau
keluarga jika ada yang membeli sepeda motor Honda. Faktor sosial dapat dilihat
dari hubungan dengan teman, keluarga dan orang tua dalam mempengaruhi
keputusan pembelian.
Dari keempat variabel independen terhadap keputusan pembelian dalam
penelitian ini hasilnya lebih besar dibandingkan sisanya, hal ini mungkin masih di
pengaruhi oleh faktor di luar penelitian ini. Maka untuk penelitian yang akan
datang disarankan untuk menambah variabel dependen lain yang tidak termasuk
dalam variabel ini.
Daftar Pustaka
Alma, Buchari.2005. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung:
Alfabeta
756
Variabel Perilaku Konsumen Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian (Indrawati)
Ghozali, Iman. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.
Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Ghozali, Iman. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Programn SPSS.
Edisi Keempat. Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro.
Hasan, Ali. 2008. Marketing. Yogyakarta :Media Utama.
Kotler, Phlip dan Amstrong, Gary. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jilid 1.
Edisi keduabelas. Jakarta: Erlangga
Kotler, Philip. 2009. Manajemen pemasaran : Analisis, Perencanaan,
Implementasi, dan kontrol. Jakarta: Penerbit Indeks.
Kotler dan Keller, Kevin Lane, 2009. Manajemen Pemasaran Jilid 1. edisi Ketiga
Belas, Terjemahan Bob Sabran, MM. Jakarta: Penerbit Erlangga
Saladin, Djaslim. 2007. Manajemen Pemasaran. Bandung: Linda Karya
Simamora, Bilson. 2004. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Singgih, Santoso. 2010. Statistik Parametrik: Konsep dan Aplikasi dengan SPSS.
Jakarta: PT. Elex Media Komputindo
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung:
Alfabeta
Sugiyono. 2015.Metode Penelitian Bisnis & Ekonomi. Cetakan Pertama.
Yogyakarta : Graha Ilmu
Suharno dan Sutarso. 2010.Marketing in Practisce. Edisi Pertama. Yogyakarta:
Graha Ilmu
Sunyoto, Danang. 2013. Teori, Kuesioner & Analisis Data Untuk Pemasaran Dan
Perilaku Konsumen. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Supranto dan Limakrisna. 2007. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran
untuk Memenangkan Persaingan Bisnis. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Internet :
Kurniawan,Hery.2006.” Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen
dalam pengambilan keputusan pembelian produk mie instan merek sedaap
fakultas unmer malang” (http://Kurniawanhery.html?=m.com) diakses 20
februari 2016
Skripsi :
Kiswanto, Heri. 2012. Pengaruh Perilaku Konsumen Faktor Eksternal Terhadap
Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Beat Cw Pada CV. Rambi:
Samarinda. Universitas Mulawarman
Andriyanto,2016. Pengaruh Budaya, Sosial, Pribadi, Dan Psikologis Terhadap
Keputusan Pembelian Smartphone Pada Oke Shop Lembuswana Di
Samarinda: Universitas Mulawarman
Jurnal :
Kurniawan, Hery. 2006. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen
Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk Mie Instan Merek
Sedaap (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Di Malang.
Universitas Merdeka di Malang
757
Download