Uploaded by common.user152868

Laporan Praktikum Osiloskop dan Generator Fungsi

advertisement
OSILOSKOP
Leo, Andi Nurinayah Ramadhani, Gracio Sukanto, Hijriani, Elsih Ramadani dan
Syifa Navisa Azzahra
Departemen Teknik Kimia, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
Program Studi Teknik Kimia, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
Leo, E-mail : [email protected]
Abstrak
Laporan ini menyajikan hasil praktikum Fisika Dasar II yang dilakukan untuk mengukur frekuensi
output dari generator fungsi serta tegangan AC dan DC menggunakan osiloskop. Percobaan ini
bertujuan untuk memahami prinsip kerja osiloskop dan generator fungsi, serta pentingnya
pengukuran yang akurat dalam eksperimen fisika. Dalam praktikum ini, alat yang digunakan
meliputi osiloskop, generator fungsi, catu daya, dan kabel penghubung. Pengukuran dilakukan
dengan berbagai pengaturan waktu per div untuk mendapatkan hasil yang optimal. Hasil
pengukuran menunjukkan variasi frekuensi dan tegangan yang dapat dihasilkan oleh generator
fungsi, serta bagaimana osiloskop menampilkan sinyal tersebut. Data yang diperoleh dianalisis
untuk memahami hubungan antara periode dan frekuensi, serta karakteristik sinyal AC dan DC.
Praktikum ini memberikan pengalaman langsung dalam penggunaan alat ukur dan memperdalam
pemahaman konsep dasar fisika. Kesimpulan dari praktikum ini menunjukkan bahwa penguasaan
teknik pengukuran sangat penting dalam penelitian dan aplikasi fisika
Kata kunci: Osiloskop, generator fungsi, catu daya, kabel penghubung, praktikum Fisika Dasar II.
Abstract
This report presents the results of the Practicum Basic Physics II conducted to measure the output
frequency from a function generator and AC and DC voltages using an oscilloscope. The
experiment aims to understand the principles of how oscilloscopes and function generators work,
as well as the importance of accurate measurements in physics experiments. In this lab, the
equipment used includes an oscilloscope, function generator, power supply, and connecting cables.
Measurements were taken with various time per div settings to achieve optimal results. The
measurement results show variations in frequency and voltage produced by the function generator,
as well as how the oscilloscope displays these signals. The data obtained was analyzed to
understand the relationship between period and frequency, as well as the characteristics of AC and
DC signals. This lab provides hands-on experience in using measuring instruments and deepens
the understanding of basic physics concepts. The conclusion from this lab indicates that mastering
measurement techniques is crucial in physics research and applications.
Keywords: oscilloscope, function generator, power supply, connecting wires, practicum Basic
Physics II.
1. Pendahuluan
Osiloskop adalah alat yang dapat digunakan
untuk menampilkan signal listrik (tegangan)
sebagai fungsi waktu. Adapun nama lainnya, yaitu
CRO (Cathode Ray Oscilloscope). CRO (Cathode
Ray Oscilloscope) termasuk alat yang sangat
terandalkan untuk menganalisis bentuk gelombang
yang dihasilkan oleh rangkaian elektronika
(Rasagana,2020). Bila suatu besaran lain hendak
ditampilkan pada layar osiloskop, maka besaran
tersebut harus terlebih dahulu diubah menjadi
signal tegangan. Berbagai fenomena kelistrikan di
dunia ini mudah diamati bila diproyeksikan ke
dalam bentuk grafik dengan menggunakan alat
ukur berupa osiloskop (Hamzah dkk,2021).
Osiloskop mem-proyeksikan sinyal listrik dalam
bentuk grafik sebagai alat presisi tergolong alat
ukur elektronika yang relatif mahal sehingga
volume penjualannya rendah karena pasarnya tidak
besar (Azzahra dkk,2023). Osiloskop dapat dipilah
menjadi dua jenis yaitu osiloskop analog dan
osiloskop digital. keduanya memiliki prinsip kerja
yang sama yaitu menerima sinyal input berupa
tegangan listrik dan menampilkannya dalam layar
osiloskop (Hadziqoh,2023).
Bagian utama osiloskop adalah tabung sinar
katoda yang berupa tabung hampa yang terbuat dari
gelas. Didalamnya terdapat seperangkat sistem
elektroda (katoda dan anoda) yang disebut meriam
elektron (electron gun), pengarah (focussing)
elektron, lempengan medan pembelok elektron
berupa dua kapasitor keping sejajar dan layar
osiloskop, seperti yang digambarkan pada layar 1.
Tampilan di layar osiloskop muncul akibat
berpendarnya layar karena ditumbuk oleh berkas
elektron berkas elektron yang dihasilkan meriam
elektron berasal dari katoda yang dipanasi oleh
filament. Berkas elektron thermal yang dihasilkan
katoda dipercepat ke anoda di bawah pengaruh
beda potensial 1 kV. Berkas elektron melalui
lubang yang tidak terdapat di tengah-tengah anoda
dan terus memasuki medan magnet pengarah
(focussing) untuk selanjutnya melalui koridor dua
kapasitor pembelok. Kapasitor yang pertama
membelokkan elektron ke arah vertikal yang
mempengaruhi tampilan tegangan dan kapasitor
berikutnya membelokkan ke arah horizontal dan
mempengaruhi tampilan waktu. Osiloskop dua
saluran adalah osiloskop yang dapat menampilkan
dua tampilan dalam arah vertical. Tampilan ini
dapat ditampilkan secara bersamaan maupun
sendiri-sendiri. Selain itu tampilan juga dapat
dijumlahkan dan dapat dibuat saling tegak lurus
yaitu saluran I untuk sumbu vertikal dan saluran II
untuk sumbu horizontal .
1. Percobaan I : Pengukuran output frekuensi dari
generator fungsi
a. Sebelum mulai mengoperasikan osiloskop,
posisikan semua tombol dalam keadaan "Panjang"
artinya tidak ada tombol yang ditekankan ke dalam.
b. Hubungkan generator fungsi dengan osiloskop
dengan kabel penghubung yang diujungnya sudah
dipasangkan adapter BNC ke saluran I (CH 1).
c. Nyalakan osiloskop dan generator fungsi dengan
tombel "POWER".
d. Atur generator fungsi untuk menghasilkan
40.000 Hz.
e, Putar tombol "Intens dan "Fokus" supaya
menghasilkan tampilan yang baik.
f. Atur tombol “time/Div” sesuai yang ingin dicari,
yaitu 10 µs/DIV, 20 µs /DIV, dan 50 µs/DIV.
g. Atur tombol "X-POS" dan "Y-POS", supaya
gelombong tepat di tengah osiloskop, dan tekan
tombol "RUN/STOP” untuk menghentikan dan
menggerakkan perubahan gelombang.
h. Dalam 1 gelombang, hitung jumlah titik dari kiri
ke kanan, dan hitunglah penode (T) dengan rumus
T= 0,2×Jumlah titik× Time/DIV; yang kemudian
digunakan untuk mencari frekuensi (f) dengan
rumus f= 1/T.
i. Jangan lupa untuk mengonversi (µs) ke (s) [µs =
10-6 s]
j. Setelah selesai mendapat kan hasil, tekan tombol
"RUN/STOP” untuk menggerakkan perubahan
gelombang dan ubah TIME/DIV ke nilai
selanjutnya yang ingin dicari.
2. Percobaan II : Pengukuran Tegangan DC
2. Metode
Metode kuantitatif dengan eksperimen langsung
penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif,
yang berarti data yang dikumpulkan bersifat
numerik dan dapat diukur. Data primer diperoleh
melalui eksperimen langsung di laboratorium.
Mahasiswa melakukan serangkaian pengukuran
menggunakan osiloskop.
2.1. Metode pelaksanaan
Adapun metode pelaksanaan dalam melakukan
pengujian Osiloskop sebagai berikut :
a. Sebelum mulai mengoperasikan osiloskop,
posisikan semua tombol dalam keadaan "Panjang"
artinya tidak ada tombol yang ditekankan ke dalam.
b. Hubungkan generator fungsi dengan osiloskop
dengan kabel penghubung yang diujungnya sudah
dipasangkan adapter BNC ke saluran I (CH 1).
c. Nyalakan osiloskop dan generator fungsi dengan
tombel "POWER".
d. Atur catu daya DC sesuai setrip yang diinginkan,
yaitu setrip 1, 2, dan 3 untuk masing-masing
percobaan.
e, Putar tombol "Intens dan "Fokus" supaya
menghasilkan tampilan yang baik.
f. Atur tombol "X-POS" dan "Y-POS", supaya
gelombong tepat di tengah osiloskop,
g. Hitung jumlah titik dari atas ke bawah, untuk
mencari kenaikan jarak vertical dengan rumus: 0,2
× jumlah titik, yang kemudian digunakan untuk
mencari Volt Penunjukkan Osiloskop dengan
rumus: kenaikan jarak vertical × “Volt/DIV”.
j. Setelah selesai mendapat kan hasil, tekan tombol
"RUN/STOP” untuk menggerakkan perubahan
gelombang, kemudian atur setrip pada catu daya
DC yang ingin dicari.
2.1.1. Alat dan Bahan
Dimana
F= frekuensi
T= periode
Dan rumus untuk menghitung
menggunakan osiloskop yaitu:
T = jumblah titik x 0,2 x T/div
tegangan
(2)
Dimana
T = frekuensi
T/div = pengaturan detik per div
Serta rumus untuk menghitung
pengukuran tegangan DC yaitu:
percobaan
Alat dan bahan yang digunakan dalam melakukan
pratikum yaitu menggunakan satu buah osiloskop
dua saluran, dua buah adapter BNC, satu buah
kabel input, satu buah kabel output, satu generator
fungsi, satu catu daya DC.
Volt penunjuk = Jumlah titik x 0,2 x Volt/Div
(untuk percobaan tegangan) (3)
2.2.
Pada percobaan pratikum kali ini, kita membahas
tentang Osiloskop, tujuan dari percobaan pratikum
ini, untuk membantu kita memahami dan
mempelajari cara penggunaan osiloskop dua
Saluran,
Gambar dan Tabel
Berikut adalah Tabel hasil dari percobaan
pengukuran output frekuensi dari generator fungsi
dan pengukuran tegangan DC:
I. Percobaan pengukuran output frekuensi dari
generator fungsi:
No
Time/div
(ms/div)
1.
10
2
20
3
50
Frekuensi
output
pada
generator
fungsi
40.000
Hz
20.000
Hz
12.500
Hz
Priode
(T)
Frekuensi
24 x
10-6
52 x
10-6
80 x
10-6
41666,6667
19230,76923
Volt/div
1.
2.
3.
5
5
5
Kenaikan
jarak
vertical
pada
osiloskop
2,6
2
1,6
3. Hasil dan Pembahasan
Osiloskop dua salutan ini mempunyai berbagai
fungsi.
Salah satunya untuk menampilkan
gelombang dari sinyal input, bisa berupa tegangan
listrik, maupun frekuensi. Dalam pratikum ini,
digunakan beberapa alat, yaitu satu buah osiloskop
dua saluran, dua buah adapter BNC, satu buah
kabel input, satu buah kabel output, satu generator
fungsi, satu catu daya DC. Dimana untuk mencari
hasil yang diinginkan.
Hasil yang dinginkan, harus terlebih dahulu
mencarinya dengan rumus- rumus. Rumus-rumus
yang akan digunakan, sebagai berikut:
12500
II. Pengukuran Tegangan DC
Setrip
output pada
catu daya
Kenaikan jarak vertikal = Jumlah titik x 0,2 (4)
Volt
penunjukan
osiloskop
13 V
10 V
8V
2.3 Penulisan Persamaan
Rumus untuk menghitung frekuensi menggunakan
osiloskop yaitu:
(1)
𝑇 = π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ × 0,2 × (π‘‘π‘–π‘šπ‘’⁄𝐷𝐼𝑉)
1
𝑓=
𝑇
Volt penunjuk = Jumlah titik x 0,2 x Volt/Div
(untuk percobaan tegangan)
Kenaikan jarak vertikal = Jumlah titik x 0,2
Pada percobaan pertama, yaitu pengukuran
output
frekuensi
dan
generator
fungsi,
dilakukannya tiga kali percobaan. Pada percobaan
pertama, diketahui TIME/DIV = 10 µs/DIV = 10 ×
10-6 s/DIV; frekuensi output = 40,000 Hz, sehingga
didapatkan jumlah titik sebanyak 12, setelah itu
kita
masukkan
ke
rumus
𝑇 = π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ × 0,2 × (π‘‘π‘–π‘šπ‘’⁄𝐷𝐼𝑉) ; dan
hasilnya T = 24 x 10-6 s ; kemudian mencari f,
dengan rumus f=1/T = 1/24 x 10-6 = 41666,66667
Hz.
Pada percobaan kedua, diketahui TIME/DIV =
20 µs/DIV = 20 × 10-6 s/DIV; frekuensi output =
20.000 Hz, sehingga didapatkan jumlah titik
sebanyak 13, setelah itu kita masukkan ke rumus
𝑇 = π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ × 0,2 × (π‘‘π‘–π‘šπ‘’⁄𝐷𝐼𝑉) ; dan
hasilnya T = 52 x 10-6 s ; kemudian mencari f,
dengan rumus f=1/T = 1/52 x 10-6 = 19230,76923
Hz.
Pada percobaan ketiga, diketahui TIME/DIV =
50 µs/DIV = 50 × 10-6 s/DIV; frekuensi output =
12,500 Hz, sehingga didapatkan jumlah titik
sebanyak 8, setelah itu kita masukkan ke rumus
𝑇 = π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ × 0,2 × (π‘‘π‘–π‘šπ‘’⁄𝐷𝐼𝑉) ; dan
hasilnya T = 80 x 10-6 s ; kemudian mencari f,
dengan rumus f=1/T = 1/80 x 10-6 = 12.500 Hz.
Untuk semua percobaan pengukuran output
frekuensi dari generator fungsi, jumlah titiknya
didapatkan dari jarak 1 gelombang kiri ke kanan.
Pada percobaan kedua, yaitu percobaan
pengukuran tegangan DC; juga dilakukan sebanyak
3 kali. Pada percobaan pertama, diketahui setrip
output catu daya diarahkan ke 1; Volt/DIV = 5
V/DIV, sehingga didapatkan jumlah titik sebanyak
13, kenaikan jarak vertical = 2,6 ; dan volt
penunjuk osiloskop = 13 V.
Pada percobaan kedua, diketahui setrip output
catu daya diarahkan ke 2; Volt/DIV = 5 V/DIV,
sehingga didapatkan jumlah titik sebanyak 10,
kenaikan jarak vertical = 2 ; dan volt penunjuk
osiloskop = 10 V. Pada percobaan ketiga, diketahui
setrip output catu daya diarahkan ke 3; Volt/DIV =
5 V/DIV, sehingga didapatkan jumlah titik
sebanyak 8, kenaikan jarak vertical = 1,6 ; dan volt
penunjuk osiloskop = 8 V.
Hasil yang didapatkan dari semua percobaan,
baik itu percobaan pengukuran output frekuensi
dari generator fungsi ataupun percobaan
pengukuran tegangan DC; tidaklah 100% akurat.
Hasil yang didapatkan tidak 100% akurat, karena
bisa disebabkan berbagai macam faktor, antara lain
dari Spesifikasi alat dan human error. Spesifikasi
alat ini dimaksudkan ke kabel penghubung nya ,
yang dimana kabel ini kita tidak tahu apa yang
bermasalah didalamnya, bisa juga karena
dikabelnya ada hambatan. Human error ini
dikarenakan kami (pratikan) bisa saja salah
menghitung jumlah titik dari masing-masing
percobaan, dan bisa juga salah mengatur salah satu
tombol.
Adapun dari semua percobaan yang dilakukan
bisa kita ketahui bahwa, osiloskop punya fungsi
untuk menampilkan tegangan dan frekuensi dalam
bentuk gelombang di layar asiloskop.
4. Kesimpulan
Adapun, kesimpulan yang bisa didapatkan dari
percobaan pratikum antara lain, kita bisa
mengetahui cara penggunaan berbagai alat dan
materi seperti menggunakan osiloskop dua Saluran,
menggunakan catu daya DC, maupun mengetahui
cara penggunaan rumus-rumus baru. Dari
percobaan pratikum ini dapat tercapai tujuannya
antara lain kita bisa mengetahui cara penggunaan
osiloskop dua saluran. Selain itu, dari percobaan
pratikum ini kita bisa mengetahui kesalahankesalahan yang terdapat di percobaan pratikum ini,
yaitu human error dan Spesifikasi alat yang kurang
bagus.
Referensi
Azzahra, M., Fadhilah, I., Rusdi, M. (2023).
IMPLEMENTASI
OSILOSKOP
DIGITAL
MENGGUNAKAN RASPBERRY PI PICO W
BERBASIS OS ANDROID, HIm. 357.
Hadziqoh, N., Mulyadi, R., Pertiwi, Y., Lasiyah,
N., MuddasΔ±r. (2023). ANALISA PARAMETER
FREKUENSI
PADA
PENGUJIAN
DAN
KALIBRASI ELEKTROSTIMULATOR. Jurnal
Ilmu Kesehatan Masyarakat, Vol 12(1).
Hamzah, H., Hajati, K., Darmawan. (2021).
PENGEMBANGAN OSILOSKOP BERBASIS
ARDUINO
UNO
SEBAGAI
MEDIA
PEMBELAJARAN FISIKA. Jurnal Fisika dan
Pembelajaranya (PHYDAGOGIC), Vol 3(2).
Laboratorium Fisika Fakultas Teknik Universitas
Tanjungpura. (2024). Panduan Pratikum Fisika
Dasar Semester Genap Tahun Akademik
2024/2025. Pontianak: Universitas Tanjungpura.
Rasagama, I.G. (2020). PENGEMBANGAN
MODUL PRATIKUM OSILOSKOP UNTUK
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP
ARUS
BOLAK-BALIK
MAHASISWA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG. Jurnal
Pendidikan Fisika dan Teknologi, Vol 5(1).
Download