MAKALAH BISNIS INTERNASIONAL “Peran Tenanga Kerja Dan Manajemen SDM Dalam Bisnis Internasional” Dosen Pengampu: Ibu Vivi Zulfianti Soharab, S.Pd., M.M Disusun Oleh: Kelompok 3 RANDI (221920974) SITTI NURHALIZAH (221920988) ELSA HERDIANA (221920991) AMELIA YUNITA (221931028) PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU EKONOMI UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA 2023/2024 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpah ilmu dan rahmat-NYA sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Bisnis Internasional ini dengan baik. Shalawat serta salam juga semoga selalu tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW. Kami berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, dalam hal ini juga dapat menambah wawasan kita mengenai “Peran Tenanga Kerja Dan Manajemen SDM Dalam Bisnis Internasional” yang ditinjau dari aspek-aspek, khususnya bagi kami. Kami menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Kritik dan saran tentunya sangat kami harapkan demi perbaikan makalah ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Popalia, 4 Desember 2024 Penulis ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................................................................ii DAFTAR ISI ............................................................................................................................ iii BAB I ......................................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ................................................................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................ 1 1.3 Tujuan .............................................................................................................................. 2 BAB II........................................................................................................................................ 3 PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 3 2.1 Kegiatan pelatihan dan pengembangan ........................................................................... 3 2.2 Penilaian kinerja dan kompensasi .................................................................................... 4 2.3 Peran Tenaga Kerja dalam Bisnis Internasional .............................................................. 5 2.4 Tantangan dalam Manajemen SDM untuk Bisnis Internasional ...................................... 6 2.5 Strategi untuk Mengelola SDM dalam Bisnis Internasional ........................................... 6 BAB III ...................................................................................................................................... 8 PENUTUP.................................................................................................................................. 8 3.1 Kesimpulan ...................................................................................................................... 8 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 9 iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bisnis internasional melibatkan kegiatan perdagangan, investasi, dan operasi perusahaan di lebih dari satu negara. Dalam era globalisasi ini, perusahaan-perusahaan menghadapi tantangan yang lebih kompleks, seperti perbedaan budaya, peraturan yang bervariasi, dan persaingan global. Salah satu elemen kunci yang sangat mempengaruhi keberhasilan perusahaan dalam bisnis internasional adalah tenaga kerja dan manajemen sumber daya manusia (SDM). Manajemen SDM berperan penting dalam mengelola tenaga kerja yang beragam dan memfasilitasi pencapaian tujuan perusahaan di pasar global. Globalisasi memberikan peluang sekaligus masalah kepada semua orang, tergantung dari antisipasi yang disiapkan dan dilaksanakan. Dalam dunia usaha dapat dikatakan memberi peluang atau positif dalam arti: Peluang untuk meningkatkan penempatan jasa tenaga kerja lintas negara, Memberi peluang kesempatan kerja bagi SDM maupun peluang bisnis bila SDM maupun dunia usaha bisnis tersebut benar-benar mampu memanfaatkan sekecil apapun peluang yang terbuka. Dengan demikian arus barang atau jasa bebas tanpa hambatan antarnegara, bahkan sumber daya ekonomi seperti modal, tenaga kerja dan teknologi akan mengalir pesat di berbagai wilayah ekonomi. Globalisasi memberikan masalah atau berdampak negatif pada dunia usaha dalam arti persaingan yang sangat ketat dan tajam serta suasana yang sangat mudah meledak. apabila SDM dan dunia usaha bisnis tidak siap atau tidak memiliki nilai jual untuk menghadapi tantangan yang akan terjadi. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa saja kegiatan pelatihan dan pengembangan? 2. Bagaimana penilaian kinerja dan kompensasi? 3. Apa peran tenaga kerja dalam bisnis internasional? 4. Tantangan apa saja yang dihadapi dalam manajemen sdm untuk bisnis internasional? 5. Apa saja strategi untuk mengelola SDM dalam bisnis internasional? 1 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui kegiatan pelatihan dan pengembangan. 2. Untuk mengetahui penilaian kinerja dan kompensasi. 3. Untuk mengetahui peran tenaga kerja dalam bisnis internasional. 4. Untuk mengetahui tantangan dalam manajemen sdm untuk bisnis internasional. 5. Untuk mengetahui strategi mengelola SDM dalam bisnis internasional. 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Kegiatan pelatihan dan pengembangan Pelatihan (training) adalah instruksi yang diarakan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan khusus yang berhubungan dengan pekerjaan. Misalnya, program pelatihan dirancang untuk membantu karyawan belajar berbicara bahasa asing, untuk memakai peralatan baru, atau untuk mengimplementasikan prosedur manufaktur baru. Pengembangan (development) adalah pendidikan umum yang berkaitan dengan persiapan manajer untuk tugas baru dan/atau posisi yang lebih tinggi. Misalnya, program pengembangan dapat ditujukan untuk membantu manajer meningkatkan kemampuan untuk mengambil keputusan atau untuk memotivasi bawahan agar bekerja keras. 1. Menilai Kebutuhan Penilaian Sebelum perusahaan mengadakan program pelatihan dan pengembangan, perusahaan harus menilai kebutuhan yang sesungguhnya. Proses penilaian ini meliputi penentuan perbedaan antara apa yang dapat dikerjakan oleh manajer dan karyawan, dan apa yang menurut perusahaan harus dilakukan oleh mereka. Misalnya, andaikan sebuah perusahaan yang beroperasi di Amerika Latin ingin karyawannya dapat berbahasa Spanyol dengan lancar. Jika sebagian besar karyawannya dapat berbahasa Spanyol dengan lancar, kebutuhan pelatihan bahasa menjadi minimal, namun jika relatif sedikit karyawan yang lancar, pelatihan yang ekstensif perlu dilakukan. 2. Metode dan Prosedur Pelatihan Dasar Isu pertama yang harus dipertimbangkan perusahaan internasional ketika merencanakan usaha-usaha pelatihan dan pengembangan adalah apakah perusahaan akan mengandalkan pada program yang terstandarisasi atau yang sudah disesuaikan. Jenis pelatihan tertentu dapat dengan mudah diperoleh di toko-toko eceran biasa misalnya, program pelatihan bahasa yang disesuaikan dengan kebutuhan sendiri (selfpace) dalam bentuk kaset dan CD. 3 Perusahaan multinasional yang lebih besar memiliki departemen pelatihan dan pengembangan yang mengembangkan program-program khusus untuk memenuhi kebutuhan unik setiap manajer dan/atau unit bisnis. Aktivitas pelatihan dan pengembangan dapat dilakukan di kelas reguler di perusahaan, langsung di lokasi kerja, atau diluar tempat itu yakni di gedung konferensi atau di hotel. Program yang sudah disesuaikan ini lebih mahal dibandingkan yang terstandarisasi: akan tetapi, program ini menjamin karyawan dapat memperoleh informasi yang tepat dan mereka butuhkan. Tanpa memerhatikan apakah program pelatihan dan pengembangan tersebut terstandarisasi ataupun disesuaikan, sebagian besar program memakai berbagai jenis metode sebagai sarana penyampaian pembelajaran. Metode ceramah dan bacaan sering dipakai. selain itu juga memakai video dan instruksi berbasis web. Para instruktur pelatihan itu sendiri juga harus melakukan penyesuaian cara mereka melakukan pelatihan. 3. Mengembangkan Manajer Muda Internasional Meningkatnya globalisasi bisnis telah mendorong sebagian besar perusahaan multinasional untuk menyadari pentingnya intenasionalisasi manajer sejak awal karir mereka.. Saat ini banyak perusahaan yang mulai menyadari bahwa perusahaan perlu untuk mengembangkan kesadaran dan kompetensi internasional sejak awal dan secara sistematis untuk mengintegrasikan tugas internasional ke dalam rencana karir individu. 2.2 Penilaian kinerja dan kompensasi Tugas penting lain dari manajemen SDM internasional terdiri dari menilai kinerja (performance appraisals) dan menentukan kompensasi dan tunjangan. Oleh karena itu. perekrutan, seleksi, dan pelatihan dan pengembangan cenderung berfokus pada isu-isu sebelum tugas dilakukan, maka penilaian kinerja dan kompensasi melibatkan isu-isu yang terus-menerus terjadi dan membawa dampak terhadap tugas internasional yang sudah dilaksanakan. 1. Menilai Kinerja dalam Bisnis Internasional Penilaian kinerja (performance appraisal) adalah proses menilai seberapa efektif seseorang melakukan pekerjaannya. Tujuan penilaian kinerja adalah memberikan umpan balik ke individu tentang kinerja mereka; memberikan basis untuk memberi penghargaan ke orang-orang dengan prestasi terbaik; untuk mengidentifikasi area-area 4 di mana diperlukan pelatihan dan pengembangan tambahan: dan mengidentifikasi masalah-masalah area yang memerlukan perubahan. Penilaian kinerja terhadap manajer puncak perusahaan internasional harus didasarkan pada pemahaman perusahaan terhadap tujuan operasinya di luar negeri. Dalam menilai kinerja sesungguhnya seorang manajer, perusahaan harus mempertimbangkan penjualan, marjin laba, pertumbuhan pangsa pasar, atau ukuran atau indikator lain yang dianggap penting. 2. Menentukan Kompensasi dalam Bisnis Internasional Isu penting lain yang harus dihadapi oleh manajemen SDM internasional adalah menentukan kompensasi manajerial. Supaya tetap kompetitif, perusahaan harus memberikan paket kompensasi yang bagus bagi manajer di pasar tertentu. Paket ini meliputi gaji dan nongaji yang ditentukan oleh kekuatan pasar tenaga kerja seperti jumlah permintaan dan penawaran tenaga manajerial, status pekerjaan, persyaratan lisensi profesional, standar hidup, peraturan pemerintah, peraturan pajak, dan beberapa faktor lainnya. 2.3 Peran Tenaga Kerja dalam Bisnis Internasional Tenaga kerja dalam bisnis internasional terdiri dari berbagai jenis individu yang berasal dari berbagai latar belakang budaya, etnis, dan sistem pendidikan yang berbeda. Keanekaragaman ini dapat menjadi sumber kekuatan bagi perusahaan, karena membawa perspektif yang berbeda yang dapat meningkatkan inovasi dan adaptasi di pasar global. Namun, pengelolaan tenaga kerja yang beragam ini juga membawa tantangan tersendiri. 1. Keanekaragaman Budaya: Salah satu tantangan terbesar dalam manajemen tenaga kerja internasional adalah perbedaan budaya. Budaya kerja yang berbeda dapat mempengaruhi komunikasi, perilaku organisasi, dan cara pengambilan keputusan. Perusahaan perlu memiliki kebijakan yang inklusif dan sensitif terhadap perbedaan budaya agar dapat memaksimalkan potensi tenaga kerja internasional mereka. 2. Mobilitas Tenaga Kerja: Bisnis internasional seringkali memerlukan mobilitas tenaga kerja antarnegara. Hal ini mencakup penugasan karyawan di luar negeri, perekrutan karyawan lokal di pasar internasional, dan manajemen tim global. Manajer SDM perlu 5 memfasilitasi proses ini dengan memahami peraturan imigrasi, undang-undang ketenagakerjaan internasional, dan kebijakan internal perusahaan. 3. Keterampilan Global: Dalam bisnis internasional, perusahaan perlu tenaga kerja dengan keterampilan global yang mencakup pemahaman tentang pasar internasional, kemampuan beradaptasi dengan berbagai budaya, dan kemampuan untuk bekerja di tim multinasional. Oleh karena itu, pelatihan dan pengembangan karyawan menjadi sangat penting untuk memastikan mereka memiliki keterampilan yang diperlukan di pasar global. 2.4 Tantangan dalam Manajemen SDM untuk Bisnis Internasional 1. Perbedaan Budaya: Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perbedaan budaya antara negara dapat mempengaruhi cara kerja dan komunikasi di dalam organisasi. Oleh karena itu, manajer SDM harus peka terhadap perbedaan ini dan menciptakan kebijakan yang dapat menjembatani perbedaan tersebut. Program pelatihan antarbudaya dan pengembangan kepemimpinan global adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengatasi tantangan ini. 2. Peraturan yang Berbeda: Setiap negara memiliki peraturan ketenagakerjaan yang berbeda, yang sering kali memengaruhi kebijakan perusahaan terkait jam kerja, upah, manfaat, dan perlindungan hukum bagi karyawan. Hal ini menuntut manajer SDM untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang regulasi ketenagakerjaan di berbagai negara dan memastikan perusahaan mematuhi semua ketentuan yang berlaku. 3. Manajemen Tim Multinasional: Mengelola tim yang terdiri dari individu dengan latar belakang budaya yang berbeda memerlukan kemampuan komunikasi yang sangat baik. Selain itu, perbedaan zona waktu dan lokasi geografis dapat menjadi hambatan dalam kolaborasi tim global. Manajer SDM perlu mengembangkan strategi untuk memfasilitasi kerja sama tim internasional, seperti penggunaan teknologi komunikasi yang tepat dan pengelolaan proyek lintas negara. 2.5 Strategi untuk Mengelola SDM dalam Bisnis Internasional 1. Program Pelatihan Multinasional: Mengembangkan program pelatihan yang dapat diterapkan di seluruh negara tempat perusahaan beroperasi, dengan memperhatikan perbedaan budaya dan kebutuhan pasar lokal. Pelatihan antarbudaya dan keterampilan 6 global sangat penting untuk mempersiapkan karyawan agar dapat bekerja secara efektif di lingkungan internasional. 2. Penggunaan Teknologi: Teknologi memainkan peran penting dalam memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi di antara tim internasional. Penggunaan platform komunikasi global, perangkat lunak manajemen proyek, dan sistem HRIS (Human Resource Information System) yang canggih akan membantu mempermudah manajemen SDM di berbagai lokasi. 3. Membangun Kebijakan yang Fleksibel: Kebijakan yang fleksibel sangat penting dalam manajemen SDM internasional. Perusahaan harus dapat menyesuaikan kebijakan mereka dengan kebutuhan pasar lokal, tetapi tetap mempertahankan nilai inti dan tujuan perusahaan secara global. 7 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Manajemen tenaga kerja dan sumber daya manusia (SDM) dalam bisnis internasional adalah faktor yang sangat penting untuk keberhasilan operasional perusahaan di pasar global. Dengan mengelola tenaga kerja yang beragam secara efektif, perusahaan dapat mengatasi tantangan globalisasi, meningkatkan inovasi, dan mempertahankan daya saing. Manajemen SDM yang baik di bisnis internasional memerlukan pemahaman tentang perbedaan budaya, peraturan ketenagakerjaan yang bervariasi, dan kemampuan untuk mengelola tim multinasional. Melalui pelatihan yang efektif, kebijakan yang inklusif, dan penggunaan teknologi yang tepat, perusahaan dapat memaksimalkan potensi tenaga kerja global mereka dan meraih sukses di pasar internasional. 8 DAFTAR PUSTAKA Aswathappa, K. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia dan Personalia. Edisi ke-6, Tata McGraw-Hill. Cardy, R. L. (2014). Manajemen Kinerja: Konsep, Keterampilan, dan Latihan. Pearson. Dowling, P. J., Festing, M., & Engle, A. D. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional: Mengelola Orang dalam Konteks Multinasional (edisi ke-6). Cengage Learning. Wardhana, A. (2022). Manajemen SDM Dan Hubungan Tenaga Kerja Internasional. 9