MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR

advertisement
MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR
(TENTANG ILMU PENGETAHUAN DAN SOSIOLOGI)
Dosen pembimbing :
Oleh :
Moh. Rizki Hidayaturrahman
Imron hamdiyah
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) NURUL JADID
PRODI S1 KEPERAWATAN
PAITON – PROBOLINGGO
TAHUN AKADEMIK 2013 - 2014
1
BAB I
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami penjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya maka
kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
yang berjudul “Bunyi, Cahaya dan Panas”.
Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki kami.
Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan
terimakasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan
makalah ini. Akhirnya kami berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan imbalan
yang setimpal kepada mereka yang telah memberikan bantuan,dan dapat menjadikan semua
bantuan ini sebagai ibadah dan semoga makalah bias bermanfaat bagi para pembaca.
Paiton, 10 Februari 2014
Penyusun
2
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………...ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………….……….1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………………….2
1.3 Tujuan Penulisan…………………………………………………………………2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ilmu Pengetahuan Dan Sosiologi…………………………………….3
2.2 Objek Sosiologi ………………………………………………………………….3
2.3 Metode-Metode Dalam Sosiologi ………………………………………………4
2.4 Teori –Teori Sosiologi …………………………………………………………..6
2.5 Sejarah Teori Sosiologi ………………………………………………………….6
2.6 Teori –teori Sosiologi Sesudah Comte …………………………………………..8
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………...11
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………..12
3
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seorang awam yang untuk pertama kali mempelajari sosiologi sesungguhnya secara
tidak sadar telah mengetahuai sedikit tentang sosiologi.selama hidupnya,dia telah menjadi
anggota masyarakat dan sudah mempunyai pengalaman-pengalaman dalam hubungan social
atau dalam hubungan antar manusia.sejak lahir ke dunia dia sudah berhubungan dengan
orang tuanya misalnya,dan semakin meningkat usianya,bertambah luas lah pergaulannya
dengan manusia lain di dalam masyarakat.dia juga menyadari bahwa kebudayaan dan
peradaban dewasa ini merupakan hasil perkembangan masa-masa yang silam.secara sepintas
lalu dia pun mengetahui bahwa di dalam berbagai hal di mempunyai persamaan-persamaan
dengan orang lainsedangakan dal hal-hal lain dia mempunyai sifa-sifat yang has berlaku bagi
dirinya sendiri sehingga berbeda dengan orang lain.semuanya merupakan pengetahuan yang
bersifat sosiologis karena ikut sertanya dia di dalam hubungan-hubungan social dalam
membentuk kebudayaan masyarakatnya dan kesadaran akan adanya persamaan dan
perbedaan dengan orang-orang lain memberikan gambaran tentang objek yang dipelajarinya
yaitu sosiologi.akan tetapi semuanya itu belum berarti bahwa dia bukan merupakan ahli
sosiologi.pasti dia belum mengetahui dengan sesungguhnya apakah ilmu itu.oleh karena itu
akan ditinjau terlebih dahulu apakah sosiologi tersebut.
Perbedaan yang tidak jarang menimbulkan pertentangan antara harapan dengan
pernyataan memaksa para ahli berpikir untuk mencari penyebab-penyebabnya dengan jalan
mempelajari kenyataan-kenyataan dalam masyarakat,sehingga timbul berbagai macam teori
tentang masyarakt.lambat laun teori-teori tersebut dipelajari dan di kembangkan secara
sistematis dan netral,terlepas dari harapan-harapan pribadi para sarjana yang mempelajarinya
dari penilaian baik dan buruk mengenai gejala-gejala atau unsure yang di jumpai di dalam
tubuh masyarakat itu sehingga tibul lah ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
4
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apakah ilmu pengetahuan dan sosiologi itu?
2.
Apakah yang menjadi objek sosiologi?
3.
Apa saja metode-metode dalam sosiologi?
4.
Apakah yang dimaksud dengan teori?
5.
Bagaimanakah sejarah teori sosiologi itu?
6.
Teori apa saja yang muncul sesudah Comte?
1.3 Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui pengertian dari ilmu pengetahuan dan sosiologi
2.
Untuk mengetahui apa saja objek sosiologi
3.
Untuk mengetahui tentang metode-metode sosiologi
4.
Untuk mengetahui definisi dari teori
5.
Untuk mengetahui sejarah sosiologi
6.
Untuk mengetahui teori apa saja sesudah Comte
5
B AB I I
PEM B AH AS AN
2.1 Pengertian Ilmu Pengetahuan Dan Sosiologi
Ilmu Pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional,
sistimatik, logik dan konsisten. Hasilnya dari ilmu pengetahuan dapat dibuktikan dengan
percobaan yang transparan dan objektif. Ilmu pengetahuan mempunyai spektrum analisis
amat luas, mencakup persoalan yang sifatnya supermakro, makro dan mikro. Hal ini jelas
terlihat, misalnya pada ilmu-ilmu: fisika, kimia, kedokteran, pertanian, rekayasa,
bioteknologi, dan sebagainya.
Klasifikasi ilmu pengetahuan.
Contoh klasifikasi Ilmu Pengetahuan yang sederhana yaitu:
1. Ilmu dasar (basic Science) misalnya biologi yang bertujuan mendalami teori dan isi
alam yang hidup.
2. Ilmu terapan (Applied Sciences) yang bertujuan untuk memanfaatkan ilmu
guna memecahkan masalah praktis misalnya mekanisme dan teknologi pertanian.
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara individu dengan individu,
individu dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat. Selain itu, Sosiologi adalah
ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan
dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris
serta bersifat umum.
2.2 Objek Sosiologi
Objek Sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia, dan
proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Agak sukar untuk
memberikan batasan tentang masyarakat karena istilah masyarakat terlalu banyak mencakup
berbagai faktor sehingga kalaupun diberikan suatu definisi yang berusaha mencakup
keseluruhannya, masih ada juga yang tidak memenuhi unsure-unsurnya.
6
Walaupun definisi dari sarjana-sarjana tersebut berlainan, pada dasarnya isisnya sama, yaitu
masyarakat yang mencakup beberapa unsur berikut ini.
a. Masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama. Di dalam ilmu social tak ada
ukuran mutlak ataupun angka pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang
harus ada. Akan tetapi,secara teoritis angka minimnya adalah dua orang yang hidup
bersama.
b. Bercampur untuk waktu yang cukup lama. Kumpulan dari manusia tidaklah sama
dengan kumpulan benda-benda mati seperti umpamanya kursi,meja dan sebagainya.
Karena dengan berkumpulnya manusia, maka akan lahir manusia-manusia baru.
Manusia itu juga dapat bercakap-cakap, merasa dan mengerti; mereka juga
mempunyai keinginan-keinginan untuk menyampaikan kesan-kesan atau perasaanperasaannya. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbu lah system komunikasi dan
peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia dalam kelompok
tersebut.
c. Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan.
d. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama sistem. System kehidupan bersama
menimbulkan kebudayaan karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu
dengan yang lainnya.
2.3 Metode-Metode Dalam Sosiologi
Metode merupakan cara kerja yang digunakan untuk memudahkan kita dalam melaksanakan
suatu pekerjaan atau kegiatan, agar tercapai tujuan seperti yang telah kita tentukan dan
harapkan. Metode sekurang-kurangnya memiliki beberapa ciri pokok, yaitu sebagai berikut.
a. Ada permasalahan yang akan dikaji atau diteliti.
b. Ada hipotesis, yaitu kesimpulan yang bersifat sementara, yang harus dibuktikan
kebenarannya
melalui
data.
Hipotesis
merupakan jawaban
sementara
atas
permasalahan yang akan dikaji melalui teori yang ada.
c. Ada usulan mengenai cara kerja atau cara penyelesaian permasalahan dari hipotesis
yang ada.
7
Dalam penelitian sosiologi, kita menggunakan dua metode, yaitu metode kualitatif dan
kuantitatif.
1. Metode Kualitatif
Metode ini mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang diperoleh.
Metode ini dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan
ukuran lain yang bersifat eksak. Istilah penelitian kualitatif dimaksudkan sebagai jenis
penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk
hitungan lainnya. Contohnya penelitian tentang kehidupan, riwayat, dan perilaku seseorang,
di samping juga tentang peranan organisasi, pergerakan sosial, atau hubungan timbal balik.
Sebagian datanya dapat dihitung sebagaimana data sensus, namun analisisnya bersifat
kualitatif.
2. Metode Kuantitatif
Metode ini digunakan dalam penelitian yang analisis datanya mengutamakan
keterangan berdasarkan angka-angka. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan
metode ini adalah survei dan eksperimen. Gejala yang diteliti diukur dengan skala, indeks,
tabel, atau formula-formula tertentu yang cenderung menggunakan uji statistik. Apakah
perbedaan antara dua metode yang telah kita bahas di atas? Beberapa perbedaan mendasar
dari dua metode tersebut dapat kamu pahami pada tabel berikut ini.
Di samping metode-metode tersebut, ada beberapa metode yang sering digunakan sosiologi
untuk menelaah masyarakat didasarkan pada jenisnya. Metode-metode tersebut meliputi
metode induktif, deduktif, fungsionalisme, empiris, dan rasionalistis.
1) Metode induktif adalah metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk
mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku umum dalam lapangan yang lebih luas.
2) Metode deduktif adalah metode yang menggunakan proses yang berkebalikan
dengan metode induktif, yaitu dimulai dengan kaidah-kaidah yang dianggap berlaku
umum untuk kemudian dipelajari dalam keadaan yang bersifat khusus.
3) Metode fungsionalisme adalah metode yang bertujuan untuk meneliti fungsi
lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat. Metode ini memiliki
gagasan pokok bahwa unsur-unsur yang membentuk masyarakat mempunyai
hubungan timbal balik yang saling memengaruhi dan masing-masing mempunyai
fungsi tersendiri dalam masyarakat.
4) Metode empiris adalah metode yang mendasarkan diri kepada keadaan-keadaan
yang dengan nyata diperoleh dari dalam masyarakat.
8
5) Metode rasionalistis adalah metode yang mengutamakan penilaian dengan logika
dan pikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang kemasyarakatan.
2.4 Teori –Teori Sosiologi
Teori merupakan hubungan antara dua variabel atau lebih, yang telah diuji
kebenarannya. Suatu variabel merupakan merupakan karakteristik dari orang –orang, bendabenda, atau keadaan yang mempunyai nilai-nilai yang berbeda.
Teori-teori sosiologi memiliki kegunaan antara lain yaitu, sebagai berikut :
a. Suatu teori atau beberapa teori merupakan ikhtisar hal-hal yang telah diketahui serta diuji
kebenarannya yang menyangkut objek yang dipelajari sosiologi.
b. Teori memberikan petunjuk-petunjuk terhadap kekurangan-kekurangan pada seseorang
yang memperdalam pengetahuannya di bidang sosiologi.
c. Teori berguna untuk lebih mempertajam atau lebih mengkhususkan fakta yang dipelajari
oleh sosiologi.
d. Suatu teori akan sangat berguna dalam mengembangkan sistem klasifikasi fakta,
membina struktur konsep-konsep serta memperkembangkan definisi-definisi yang
penting untuk penelitian.
e. Pengetahuan teoritis memberikan kemungkinan-kemungkinan untuk mengadakan
proyeksi sosial, yaitu usaha untuk dapat mengetahui ke arah mana masyarakat akan
berkembang atas dasar fakta yang diketahui pada masa yang lampau dan pada dewasa
ini.
2.5 Sejarah Teori Sosiologi
1. Perhatian masyarakat sebelum Comte
a. Plato: Menelaah masyarakat secara sistematis dengan merumuskan teori organis
tentang masyarakat yang mencakup bidang kehidupan ekonomi dan sosial.
b. Aristoteles : Melakukan analisis terhadap lembaga-lembaga politik dalam masyarakat.
c. Ibn Khaldun: Mengemukakan beberapa prinsip pokok untuk menafsirkan kejadian
sosial dan peristiwa dalam sejarah.
d. Zaman Renaissance: tercatat nama-nama Thomas More dan Campanella mengenai
masyarakat ideal.
9
e. N. Machiavelly: mengemukakan mengenai bagaimana cara mempertahankan
kekuasaan.
f. Hobbes: menulis mengenai keadaan alamiah manusia yang didasari pada keinginankeninginan mekanis sehingga manusia selalu saling berkelahi (kontrak sosial).
g. John Locke dan JJ Rausseau: menulis mengenai kontrak social.
h. Saint Simon: menulis tentang manusia yang hendaknya dipelajari dalam kehidupan
berkelompok.
2. Sosiologi Auguste Comte ( 1798-1853)
Auguste Comte yang pertama–tama memakai istilah “sosiologi” adalah orang yang
pertama membedakan antara ruang lingkup dan isi sosiologi dari ruang lingkup dan isi ilmu –
ilmu pengetahuan lainnya.
Menurut Comte (The positive Philosopy:1896) ada tiga tahap perkembangan
intelektual, yang masing –masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumnya.
Tahap pertama dinamakan tahap teologis atau fiktif, yaitu suatu tahap di mana manusia
menafsirkan gejala –gejala di sekelilingnya secara teologis, yaitu dengan kekuatan –kekuatan
yang dikendalikan roh dewa –dewa atau Tuhan Yang Maha Kuasa. Penyesuaian ini sangat
penting bagi manusia karena manusia harus beradaptasi dengan lingkungannya.
Tahap Kedua merupakan perkembangan dari tahap pertama adalah tahap metafisik. Pada
tahap ini manusia menganggap bahwa di dalam setiap gejala terdapat kekuatan –kekuatan inti
tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Pada tahap ini manusia masih terikat
oleh cita –cita tanpa verifikasi karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita –cita terkait pada
suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum –hukum alam yang
seragam. Hal yang terakhir inilah yang merupakan tugas ilmu pengetahuan positif, yang
merupakan tahap ketiga atau tahap terakhir dari perkembangan manusia.
Hal yang paling menonjol dari sistematika Comte adalah penilaiannya terhadap
sosiologi, yang merupakan ilmu pengetahuan paling kompleks, dan merupakan suatu ilmu
pengetahuan yang akan berkembang dengan pesat sekali. Sosiologi merupakan studi positif
tentang hukum-hukum dari gejala sosial. Comte kemudian membedakan antara sosiologi
statis dan dinamis. Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang
menjadi dasar dari adanya masyarakat sedangkan sosiologi dianmis merupakan teori tentang
perkembangan dalam arti pembangunan.
10
2.6 Teori –teori Sosiologi Sesudah Comte
1. Mazhab Geografi dan Lingkungan
Teori –teori yang digolongkan dalam mazhab ini adalah ajaran dari Edward Buckle
dari Inggris (1821-1862) dan Le Play dari Prancis (1806-1888). Menurut Buckle, adanya
pengaruh keadaan alam terhadap masyarakat. Di dalam analisisnya, dia telah menemukan
beberapa keteraturan hubungan antara keadaan alam dengan tingkah laku manusia.
Le play seorang insinyur pertambangan, memulai analisis keluarga sebagai unit sosial
yang fundamental dari masyarakat. Organisasi keluarga ditentukan oleh cara-cara
mempertahankan kehidupannya yaitu cara mereka bermata pencaharian. Hal tersebut sangat
tergantung pada lingkungan timbal – balik antara factor –faktor tempat, pekerjaan dan
manusia (masyarakat). Atas dasar faktor-faktor tersebut, maka dapat ditemukan unsur-unsur
yang menjadi dasar adanya kelompok-kelompok yang lebih besar, yang memerlukan analisis
terhadap semua lembaga-lembaga politik dan sosial suatu masyarakat tertentu.
Pentingnya Mazhab ini adalah menghubungkan faktor keadaan alam dengan faktorfaktor struktur organisasi sosial. Teori ini mengungkapkan adanya korelasi antara tempat
tinggal dengan adanya aneka ragam karekteristik kehidupan sosial suatu masyarakat.
2. Mazhab Organis dan Evolusioner
Herbert Spencer adalah orang yang pertama-tama menulis tentang masyrakat atas
dasar data empiris yang kongkret. Dalam hal ini dia telah memberikan suatu model kongkret
yang secara sadar maupun tidak sadar diikuti oleh para sosiologi sesudah dia. Menurut
Spencer, akan bertambah sempurna apabila bertambak kompleks dan dengan adanya
referensiasi antara bagian-bagiannya. Secara evolusioner, tahap organisme tersebut akan
semakin sempurna sifatnya.
Spencer sebetulnya bermaksud untuk membuktikan bahwa masyarakat tanpa
diferensiasi pada tahap pra industri secara intern tidak stabil karena terlibat dalam
pertentangan-pertentangan diantara mereka sendiri. Selanjutnya dia berpendapat (dalam
bukunya yang berjudul Principles of Sociology ; 3 jilid) bahwa pada masyarakat industri
yang telah terdiferensiasi dengan mantap, akan ada suatu stabilitas yang menuju pada
keadaan hidup yang damai.
Seorang sosiologi Amerika yang sangat terpengaruh oleh metode analisis Spancer
adalah W.G. Summer (1840-1910). Salah satu hasil karyanya adalah Folkways yang
merupakan karya klasik dalam keputusan sosiologi. Folkways dimaksud dengan kebiasaan-
11
kebiasaan sosial yang timbul secara tidak sadar dalam masyarakat, yang menjadi bagaian dari
tradisi.
3. Mazhab Formal
Menurut Simmel elemen-elemen masyarakat mencapai kesatuan melalui bentukbentuk yang mengatur hubungan antara elemen-elemen tersebut. selanjutnya Simmel
berpendapat, sesorang menjadi warga masyarakat untuk mengalami proses individualisasi
dan sosialisasi. Tanpa menjadi warga masyarakat tak akan mungkin seseorang mengalami
proses interaksi antara individu dengan kelompok.
Leopold Von Wiese (1876-1961) berpendapat bahwa sosiologi harus memusatkan
perhatian pada hubungan-hubungan antara manusia tanpa mengaitkannya dengan tujuantujuan maupun kaidah-kaidah. Sosiologi harus mulai dengan pengamatan terhadap perilaku
kongkret tertentu. Ajarannya bersifat empiris dan berusaha untuk mengadakan kuantifikasi
terhadap proses-proses sosial yang terjadi. Proses sosial merupakan hasil perkalian dari sikap
dan keadaan, yang masing-masing dapat diuraikan ke dalam unsur-unsurnya secara
sistematis.
Alfred Vierkandt (1867-1953) menyatakan bahwa sosiologi menyoroti situasi-situasi
mental. Situasi tersebut tak dapat dianalisis secara tersendiri, tetapi merupakan hasil perilaku
yang timbul sebagai akibat interaksi antar individu dan kelompok dalam masyarakat.
4. Mazhab Psikologi
Gabriel Tarde (1843-1904) dari Prancis, dia mulai dengan suatu dugaan atau
pandangan awal bahwa gejala sosial mempunyai sifat psikologis yang terdiri dari interaksi
antara jiwa-jiwa individu, dimana jiwa tersebut terdiri dari kepercayaan-kepercayaan dan
keinginan-keinginan. Dengan demikian keinginan utama Tarde adalah berusaha untuk
menjelaskan gejala-gejala sosial didalam kerangka reaksi-reaksi psikis seseorang.
5. Mazhab Ekonomi
Ajaran ini dikemukakan oleh Karl Marx (1818-1883) dan Max Weber (18641920). Marx berpendapat telah mempergunakan metode-metode sejarah dan filsafat untuk
membangun suatu teori tentang perubahan yang menunjukkan perkembangan masyarakat
menuju suatu keadaan di mana ada keadilan sosial. Menurut Marx, selama masyarakat masih
terbagi atas kelas-kelas, maka pada kelas yang berkuasalah akan terhimpun segala kekuatan
dan kekayaan.
Tingkah laku individu-individu dalam masyarakat dapat diklasifikasikan empat tipe
ideal aksi sosial, yaitu :
12
a. Aksi yang bertujuan, yakni tingkah laku yang ditunjukan untuk mendapatkan hasilhasil yang efisien.
b. Aksi yang berisikan nilai yang telah ditentukan, yang diartikan sebagai perbuatan
untuk merealisasikan dan mencapai tujuan.
c. Aksi tradisional yang menyangkut tingkah laku yang melaksanakan suat aturan yang
bersanksi.
d. Aksi yang emosional, yaitu yang menyangkut perasaan seseorang.
6. Mazhab Hukum
Hukum menurut Durkheim adalah kaidah-kaidah yang bersanksi yang berat ringannya
tergantung pada sifat pelanggaran, anggapan-anggapan, serta keyakinan masyarakat tentang
baik buruknya suautu tindakan. Di dalam masyarakat dapat ditemukan dua macam sanksi
kaidah-kaidah hukum, yaitu sanksi yang represif dan sanksi yang restitutif.
Menurut Weber, ada empat tipe ideal hukum, yaitu :
 Hukum Irasional dan materiil, yaitu dimana pembentuk undang-undang dan hakim
mendasarkan keputusan-keputusannya semata-mata pada nilai-nilai emosional tanpa
menunjuk pada suatu kaidahpun.
 Hukum irasional dan formal, yaitu dimana pembentuk undang-undang dan hakim
berpedoman pada kaidah-kaidah di luar akal karena didasarkan pada wahyu atau
ramalan.
 Hukum rasional dan materiil, di mana keputusan-keputusan para pembentuk undangundang dan hakim menunjuk pada suatu kitab suci, kebijaksanaan-kebijaksanaan
penguasa, atau ideologi.
 Hukum rasional dan formal, yaitu dimana hukum dibentuk semata-mata atas dasar
konsep-konsep abstrak dari ilmu hukum.
13
BAB III
PENUTUP
1. Ilmu Pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional,
sistimatik, logik dan konsisten.
2. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara individu dengan individu,
individu dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat.
3. Objek Sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia,
dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
4. Metode-metode sosiologi ada dua yaitu kualitatif dan kuantitatif.
5. Teori-teori sesudah Comte yaitu mazhab geografi dan lingkungan, mazhab organis
dan evolusioner, mazhab formal, mazhab psikologi, mazhab ekonomi, mazhab
hukum.
14
DAFTAR ISI
-
Soekanto, soerjono. SOSIOLOGI SUATU PENGANTAR. Jakarta: Raja Wali Pers,
2007
15
Download