Hukum Bisnis Pertemuan 13

advertisement
HUKUM BISNIS
Sekolah Tinggi Ilmu Adminitrasi Mandala Indonesia
( STIAMI )
Program Sarjana (S-1)
Sesi IX
Hukum ASURANSI
Hukum Bisnis Sesi IX
HUKUM ASURANSI




Asuransi dapat dilihat dari berbagai sudut panjang antara lain sudut pandang
ekonomi dan sudut pandang hukum ;
Dalam sudut pandang ekonomi, asuransi dikategorikan sbg suatu bentuk
dari manajemen resiko terutama digunakan utk lindungi nilai terhadap resiko
kerugian ;
Secara ekonomi asuransi bisa diartikan sbg sebuah sistem utk mengurangi atau
mengatasi kehilangan atau kerugian finansial dgn menyalurkan resiko kehilangan
dari seseorang atau badan ke seseorang atau badan lainnya ;
Ditinjau dari segi hukum, asuransi dipandang sbg suatu perjanjian yg
termasuk dalam golongan perjanjian untung2 an, suatu perjanjian untung2 an
ialah suatu perjanjian yg sengaja digantungkan pada suatu peristiwa yg belum
pasti akan terjadi, peristiwa tsb akan menentukan untung ruginya salah satu
pihak dalam perjanjian asuransi
Hukum Bisnis Sesi IX
Definisi asuransi terdapat dalam pasal 1 butir 1 UU nomor 2 tahun 1999 Tentang
usaha perasuransian yang merumuskan bahwa asuransi adalah :
“Perjanjian antara 2 pihak atau lebih, dgn mana pihak tertanggung mengikatkan diri kpd Tertanggung,
dgn menerima premi asuransi, utk memberikan penggantian kpd Tertanggung karena kerugian,
kerusakan atau kehilangan keuntungan yg diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ketiga yg
mungkin akan di derita Tertanggung, yg timbul dari suatu peristiwa yg tdk pasti atau memberikan
suatu pembayaran yg di dasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yg dipertanggungkan”.
Berdasarkan definisi hukum yg termuat dalam UU Perasuransian dpt dirumuskan 4
unsur pokok yg terdapat dalam suatu perjanjian asuransi sbg berikut :
1. pihak tertanggung yaitu pihak yg berjanji utk membayar uang premi kpd pihak
penanggung ;
2. pihak penanggung yg berjanji akan membayar sejumlah uang (santunan) kpd pihak
tertanggung sekaligus atau secara berangsur apabila terjadi sesuatu yg mengandung
unsur tdk tertentu
3.Suatu peristiwa yg tdk tertentu
Hukum Bisnis Sesi IX
Prinsip-Prinsip Asuransi
Kepentingan yang dapat Diasuransikan
maksud prinsip ini ialah bahwa hak utk mengasuransikan akan timbul apabila
ada suatu hubungan keuangan antara tertanggung dgn yg diasuransikan dan
diakui secara hukum. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa utk suatu
perjanjian asuransi harus ada kepentingan nyata.
Itikad Baik :
Itikad baik merupakan sebuah tindakan utk mengungkapkan secara akurat dan
lengkap terhadap semua fakta material mengenai sesuatu yg diasuransikan, baik
diminta maupun tdk. Artinya adalah bahwa penanggung harus jujur
menerangkan dgn jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat atau kondisi
asuransi dan tertanggung juga harus memberikan keterangan yg jelas, teliti dan
benar atas obyek atau kepentingan yg dipertanggungkan
Hukum Bisnis Sesi IX
Sebab Akibat
Apabila kepentingan yg diasuransikan mengalami musibah atau kecelakaan maka
pertama2 akan dicari sebab2 yg efektif dan efisien yg dapat menggerakkan suatu
rangkaian peristiwa tanpa terputus hingga akhirnya terjadilah musibah atau
kecelakaan tersebut. Sebuah prinsip yg digunakan utk mencari penyebab kerugian
yg efektif dan efisien.
Contoh kasus Klaim kecelakaan diri berikut ini :
1. seseorang mengendarai kendaraan di jalan tol dgn kecepatan tinggi sehingga
mobil tdk terkendali dan terbalik ;
2. Korban luka parah dan dibawa ke rumah sakit ;
3. Tdk lama kemudian, korban meninggal dunia.
 Dari peristiwa tersebut dapat diketahui kausa proksimalnya adalah korban
mengendarai kendaraan dgn kecepatan tinggi sehingga mobil tdk terkendali dan
terbalik. Melalui kausa proksimal, akan dpt diketahui apakah penyebab terjadinya
Hukum Bisnis Sesi IX
Musibah atau kecelakaan tsb dijamin dalam kondisi polis asuransi atau tdk.
Ganti Rugi
 Ganti rugi merupakan suatu mekanisme saat penanggung menyediakan kompensasi
financial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yg ia
miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian ;
 Apabila obyek yg diasuransikan terkena musibah sehingga menimbulkan kerugian
maka penanggung akan memberikan ganti rugi utk mengembalikan posisi keuangan
tertanggung setelah terjadi kerugian menjadi sama dgn sesaat sebelum terjadi
kerugian ;
 Beberapa cara pembayaran ganti rugi, antara lain sbg berikut
1. pembayaran dgn uang tunai ;
2. perbaikan ;
3. penggantian ; atau
4. Pemulihan kembali.
Hukum Bisnis Sesi IX
Perbedaan Menurut Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan hukum asuransi membedakan asuransi menjadi 2 jenis asuransi
yaitu 1) asuransi kerugian, 2) asuransi sejumlah uang dan

Asuransi Kerugian
- asuransi kerugian adalah asuransi yg bertujuan utk mendapatkan suatu
penggantian kerugian yg mungkin ditimbulkan oleh suatu kejadian. Asuransi
kerugian ini memberikan jasa dalam menanggulangi resiko atas kerugian,
kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kpd pihak ketiga yg timbul dari
peristiwa yg tidak pasti ;
- Asuransi kerugian merupakan asuransi pertanggungan utk kerugian karena
kerusakan atau kemusnahan harta benda yg dipertanggungkan karena suatu hal
atau bahaya yg dsb dalam polis asuransi
Hukum Bisnis Sesi IX
- Menurut pasal 1 butir 5 UU Perasuransian dijelaskan bahwa perusahaan
asuransi kerugian adalah perusahaan yg memberikan jasa dalam penanggulangan
resiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum terhadap
pihak ketiga yg timbul dari peristiwa yg tdk pasti.

Asuransi Sejumlah Uang
-uang santunan adalah sejumlah uang yg wajib dibayar oleh penanggung kpd
penikmat dalam hal meninggalnya tertanggung sesuai dgn kesepakatan yg
tercantum dalam polis ;
-penikmat yg dimaksud adalah orang yg ditunjuk oleh tertanggung atau orang
yg menjadi ahli warisnya sbg yg berhak menerima dan menikmati santunan
sejumlah uang yang dibayarkan penanggung. Pembayaran santunan merupakan
akibat terjadinya peristiwa yaitu meninggalnya tertanggung dalam jangka waktu
berlaku asuransi jiwa ;
Hukum Bisnis Sesi IX
POLIS

Polis dalam asuransi adalah bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak2 yg
mengadakan perjanjian yaitu tertanggung atau penanggung. Fungsi polis bagi
(Tertanggung) antara lain sebagai berikut :
1. Bukti tertulis atas jaminan penanggungan utk mengganti kerugian yg mungkin
di deritanya yg ditanggung oleh penaggung ;
2. bukti pembayaran premi kpd penanggung ;
3. bukti autentik utk menuntut penanggung apabila lalai atau tdk memenuhi
jaminanya
Fungsi Polis Bagi Penanggung:
1.
2.
3.
Bukti atau tanda terima premi asuransi dari tertanggung ;
Bukti tertulis atas jaminan yg diberikannya kpd tertanggung utk membayar ganti rugi yg
mungkin diderita oleh tertanggung ;
Bukti autentik utk menolak tuntutan ganti rugi atau klaim apabila penyebab kerugian tdk
memenuhi syarat polis
Download