Uploaded by User103885

Yosi Eka D ( Makalah Peran Mhs-Gerakan Anti Korupsi)

advertisement
MAKALAH PENDIDIKAN ANTI KORUPSI
“PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN ANTI KORUPSI”
Dosen pembimbing: Yoyok Febrijanto, M.Pd
Disusun Oleh :
Yosi Eka Damayanti (01.2.17.00631)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RS BAPTIS KEDIRI
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN S1
TAHUN AKADEMIK 2020/2021
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
korupsi adalah tindakan menguntungkan diri sendiri dan orang lain yang bersifat
busuk, jahat, dan merusakkan karena merugikan negara dan masyarakat luas. Pelaku
korupsi dianggap telah melakukan penyelewengan dalam hal keuangan atau kekuasaan,
pengkhianatan amanat terkait pada tanggung jawab dan wewenang yang diberikan
kepadanya, serta pelanggaran hukum. Kata korupsi berasal dari bahasa latin corruptio
(Fockema Andrea, 1951) atau corruptus (Webster Student Dictionary, 1960). Selanjutnya,
disebutkan pula bahwa corruptio berasal dari kata corrumpere—satu kata dari bahasa
Latin yang lebih tua. Dari bahasa Latin tersebut, kemudian dikenal istilah corruption,
corrupt (Inggris), corruption (Perancis), dan “corruptic/korruptie” (Belanda). Indonesia
kemudian memungut kata ini menjadi korupsi. Di Indonesia, korupsi telah dianggap
sebagai kejahatan luar biasa, begitu pula di belahan lain di dunia. Pada kebanyakan kasus
korupsi yang dipublikasikan media, kerap kali perbuatan korupsi tidak terlepas dari
kekuasaan,
birokrasi,
ataupun
pemerintahan.
Korupsi
juga
sering
dikaitkan
pemaknaannya dengan politik. Selain mengaitkan dengan politik, korupsi juga dikaitkan
dengan perekonomian, kebijakan publik, kebijakan internasional, kesejahteraan sosial dan
pembangunan nasional.
korupsi ini dapat dicegah dan diberantas secara sistematis. Upaya pemberantasannya
korupsi terdiri dari dua bagian yaitu penindakan dan pencegahan yang tidak akan pernah
berhasil optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan peran serta
masyarakat, oleh karena itu mahasiswa pun harus dilibatkan dalam pemberantasan
korupsi di Indonesia sebagai salah satu bagian terpenting dari masyarakat yang
merupakan pewaris masa depan. Peran aktif mahasiswa diharapkan lebih difokuskan pada
upaya pencegahan korupsi dengan dengan ikut membangun budaya antikorupsi di
masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif sebagai agen perubahan gerakan
anti korupsi di masyarakat. Untuk dapat berperan aktif mahasiswa perlu dibekali dengan
pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Yang tidak
kalah penting, untuk dapat berperan aktif mahasiswa harus dapat memahami dan
menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari. Upaya pembekalan
mahasiswa dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain melalui kegiatan sosialisasi,
kampanye, seminar atau perkuliahan.
2
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana peran mahasiswa dalam bidang pendidikan?
1.2.2 Bagaimana peran mahasiswa dalam bidang kesehatan?
1.2.3 Bagaimana peran mahasiswa dalam bidang politik?
1.2.4 Bagaimana peran mahasiswa dalam bidang ekonomi?
1.2.5 Bagaimana peran mahasiswa dalam bidang sosial budaya?
1.2.6 Bagaimana peran mahasiswa dalam bidang teknologi?
1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui peran mahasiswa dalam bidang pendidikan.
1.3.2 Mengetahui peran mahasiswa dalam bidang kesehatan.
1.3.3 Mengetahui peran mahasiswa dalam bidang politik.
1.3.4 Mengetahui peran mahasiswa dalam bidang ekonomi.
1.3.5 Mengetahui peran mahasiswa dalam bidang sosial budaya.
1.3.6 Mengetahui peran mahasiswa dalam bidang teknologi
3
BAB II
PEMBAHASAN
Mahasiswa dalam gerakan anti korupsi tentu memiliki peranannya tersendiri dalam
berbagai bidang. Adapun peran mahasiswa dalam gerakan anti korupsi adalah sebagai
berikut:
2.1 Bidang Pendidikan
Mahasiswa adalah aset paling menentukan kondisi zaman dimasa depan. Untuk
konteks sekarang dan mungkin masa-masa yang akan datang yang menjadi musuh
bersama masyarakat adalah praktek bernama Korupsi. Peran penting mahasiswa tersebut
tidak dapat dilepaskan dari karakteristik yang mereka miliki yaitu:
1. Kemampuan intelektual yang tinggi
2. Jiwa muda yang penuh semangat, dan
3. Idealisme yang murni
Mahasiswa didukung oleh kompetensi dasar yang mereka miliki, yaitu: intelegensia,
ide-ide kreatif, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk menyatakan kebenaran.
Dengan kompetensi yang mereka miliki tersebut mahasiswa diharapkan mampu menjadi
agen perubahan, mereka mampu menyuarakan kepentingan rakyat dan mengkritisi
kebijakan-kebijakan yang koruptif. Upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh mahasiswa
dalam gerakan anti korupsi adalah:
1. Menciptakan lingkungan kampus bebas dari korupsi.
Hal ini dimulai dari kesadaran masing-masing mahasiswa yaitu menanamkan kepada
diri mereka sendiri bahwa mereka tidak boleh melakukan tindakan korupsi walaupun
itu hanya tindakan sederhana, misalnya terlambat datang ke kampus, menitipkan absen
kepada teman jika tidak masuk atau memberikan uang suap kepada para pihak
pengurus beasiswa dan macam-macam tindakan lainnya. Upaya lain untuk
menciptakan lingkungan bebas dari korupsi di lingkungan kampus adalah mahasiswa
dapat membuat koperasi atau kantin jujur, membentuk organisasi atau komunitas intra
kampus yang berprinsip pada upaya memberantas tindakan korupsi.
4
2. Memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang bahaya melakukan korupsi.
Upaya ini misalnya memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya
melakukan tindakan korupsi karena dampaknya dapat mengancam dan merugikan
kehidupan masyarakat sendiri. Serta menghimbau agar masyarakat ikut serta dalam
memberantas tindakan korupsi yang terjadi di sekitar lingkungan mereka.
3. Menjadi alat pengontrol terhadap kebijakan pemerintah
Mahasiswa selain sebagai agen perubahan juga bertindak sebagai agen pengontrol
dalam pemerintah. Kebijakan pemerintah sangat perlu dikontrol dan dikritisi jika
kebijakan tersebut tidak memberikan dampak positif pada keadilan dan kesejahteraan
masyarakat dan semakin memperburuk kondisi masyarakat. Misalnya dengan
melakukan demo untuk menekan pemerintah dalam mengatasi masalah korupsi di
negeri ini.
Agar seorang mahasiswa dapat berperan dengan baik dalam gerakan anti- korupsi
maka pertama mahasiswa tersebut harus berperilaku anti-korupsi dan tidak melakukan
tindakan korupsi. Dengan demikian mahasiswa harus mempunyai nilai-nilai anti-korupsi
dan memahami korupsi dan prinsip-prinsip anti-korupsi. Kedua hal tersebut dapat
diperoleh dari mengikuti kegiatan sosialisasi, kampanye, seminar dan kuliah pendidikan
anti
korupsi.
Nilai-nilai
dan
pengetahuan
yang
diperoleh
tersebut
harus
diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain seorang mahasiswa
harus mampu mendemonstrasikan bahwa dirinya bersih dan jauh dari perbuatan korupsi.
Berbagai bentuk kegiatan dapat dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi
kepada komunitas mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan agar tumbuh budaya anti
korupsi di lingkungan kampus. Kegiatan kampanye ujian bersih atau anti mencontek
misalnya, dapat dilakukan untuk menumbuhkan antara nilai-nilai kerja keras, kejujuran,
tanggung jawab, dan kemandirian.
2.2 Bidang Kesehatan
Sejak berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional, potensi frauddalam layanan
kesehatan semakin nampak di Indonesia. Potensi ini muncul dan dapat menjadi semakin
meluas karena adanya tekanan dari sistem pembiayaan yang baru berlaku di Indonesia,
adanya kesempatan karena minim pengawasan, serta ada pembenaran saat melakukan
tindakan ini. The Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), sebuah organisasi
5
profesional yang bergerak dibidang pemeriksaan atas kecurangan dan mempunyai tujuan
untuk memberantas kecurangan yang berkedudukan di Amerika Serikat dan telah
memiliki cabang di Indonesia, mengklasifikasikan Fraud (kecurangan) dalam beberapa
klasifikasi, dan dikenal dengan istilah “Fraud Tree” yaitu sistem klasifikasi mengenai halhal yang ditimbulkan oleh kecurangan sebagai berikut:
a. Penyimpangan
atas
aset (Asset
Misappropriation).
Asset misappropriation
meliputi penyalahgunaan/ pencurian aset atau harta perusahaan atau pihak lain. Ini
merupakan bentuk Fraud yang paling mudah dideteksi karena sifatnya yang tangible
atau dapat diukur/ dihitung (defined value).
b. Pernyataan palsu atau salah pernyataan (Fraudulent Statement). Fraudulent statement
meliputi tindakan yang dilakukan oleh pejabat atau eksekutif suatu perusahaan atau
instansi pemerintah untuk menutupi kondisi keuangan yang sebenarnya
melakukan
rekayasa
dengan
keuangan (financial engineering) dalam penyajian laporan
keuangannya untuk memperoleh keuntungan atau mungkin dapat dianalogikan dengan
istilah window dressing.
c. Korupsi (Corruption). Jenis Fraud ini yang paling sulit dideteksi karena menyangkut
kerja sama dengan pihak lain seperti suap dan korupsi, di mana hal ini merupakan
penegakan hukumnya lemah dan masih kurang kesadaran akan tata kelola yang baik
sehingga faktor integritasnya masih dipertanyakan. Fraud jenis ini sering kali tidak
dapat dideteksi karena para pihak yang bekerja sama menikmati keuntungan
(simbiosis
mutualisma).
Termasuk
didalamnya
adalah
penyalahgunaan
wewenang/konflik kepentingan (conflict of interest), penyuapan (bribery), penerimaan
yang tidak sah/illegal (illegal gratuities), dan pemerasan secara ekonomi (economic
extortion).
Saat ini di Indonesia sudah terbit Permenkes No. 36 tahun 2015 tentang
Pencegahan Kecurangan (Fraud) dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
pada Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sebagai dasar hukum pengembangan sistem
anti Fraud layanan kesehatan di Indonesia. Dalam peraturan menteri ini, sudah mencakup
kegiatan-kegiatan seperti membangun kesadaran, pelaporan, deteksi, investigasi, dan
pemberian sanksi. Kegiatan- kegiatan ini sesuai dengan rekomendasi European
Comission tahun 2013. Komisi negara-negara eropa ini juga merekomendasikan bahwa
kegiatan anti Fraud harus berjalan sesuai alur seperti skema pada Gambar 1 berikut:
6
Gambar 1. Siklus Anti Fraud (European Comission, 2013)
Implementasi siklus anti Fraud tidak serta merta dapat berjalan mulus. Penelitian Sparrow
(1998) menunjukkan 7 faktor yang membuat kontrol fraud di lingkungan manapun
sulit dicegah:
1) fraud hanya terlihat ketika dilakukan deteksi dan seringkali hanya mewakili
sebagian kecil dari kecurangan yang dilakukan.
2) indikator kinerja yang tersedia masih ambigu dan belum jelasnya apa yang disebut
keberhasilan pelaksanaan fraud control plan.
3) upaya kontrol fraud terbentur data banyak yang harus diolah oleh SDM terbatas.
4) pencegahan fraud bersifat dinamis bukan satu statis. Sistem pencegahan fraud
harus cepat dan mudah beradaptasi dengan model- model fraud baru.
5) penindakan fraud umumnya bersifat tradisional. Kekuatan ancaman sanksi fraud
baru terlihat dari penangkapan pelaku dan beratnya sanksi dijatuhkan bagi pelaku.
6) pihak berwenang terlalu percaya diri dengan model kontrol fraud baru. Bila
sebuah model terlihat dapat mengatasi bentuk fraud yang sering muncul, upaya
pengembangan model fraud ini tidak akan optimal.
7) pencegahan fraud seringnya hanya dialamatkan untuk bentuk fraud yang
sederhana.
Kemudian, dalam gerakan anti korupsi, mahasiswa memiliki peranan sebagai berikut:
1. Ikut dalam mensosialisasikan pentingnya pembangunan kesadaran masyarakat.
7
Dalam Permenkes No. 36/ 2015, pembangunan kesadaran dapat dilakukan oleh
dinas kesehatan kabupaten/ kota dengan pembinaan dan pengawasan dengan
melalui program-program edukasi dan sosialisasi. Namun, mahasiswa tentu dapat
ikut andil di dalamnya untuk ikut serta di dalamnya tentunya setelah melalui
proses pembinaan.
2. Melaporkan apabila menjumpai adanya fraud.
Mahasiswa yang menjumpai adanya praktik fraud dapat melaporkannya pada
pihak yang berwenang. Adapun mekanisme pelaporan terdapat dalam Permenkes
No. 36/ 2015 yang mengamanatkan bahwa pelaporan dugaan Fraud minimalnya
mencakup identitas pelapor, nama dan alamat instansi yang diduga melakukan
tindakan kecurangan JKN, serta alasan pelaporan.
3. Ikut mendeteksi adanya praktik fraud.
Mahasiswa dapat mendeteksi melalui pendekatan: mencari anomali data,
predictive modeling, dan penemuan kasus. Analisis data klaim dapat dilakukan
secara manual dan/atau dengan memanfaatkan aplikasi verifikasi klinis yang
terintegrasi dengan aplikasi INA-CBGs.
4. Membantu tim investigasi untuk memastikan ada atau tidaknya kecurangan atau
praktik fraud.
2.3 Bidang Politik
Korupsi menjadi salah satu masalah terbesar yang dimiliki oleh Negara Indonesia.
Statistik terbaru menunjukkan bahwa kasus korupsi di Indonesia terus meningkat. Di
tahun 2004 penuntutan terhadap kasus korupsi hanya berjumlah 2 dalam setahun, namun
terus meningkat hingga menjadi 62 tuntutan kasus korupsi di tahun 2015 kemarin.
Faktor politik merupakan salah satu faktor yang paling umum yang mendasari suatu
tindakan penyebab korupsi. Tindakan korupsi berupa suap atau yang biasa kita kenal
sebagai tindakan sogok menyogok sangat sering terjadi. Korupsi suap biasa terjadi untuk
kepentingan khusus seperti suap untuk “naik jabatan”, suap untuk “menutupi” sesuatu.
Peran mahasiswa dalam gerakan anti korupsi pada bidang politik
1. Moralitas
Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan
interpersonal yang lebih tinggi sehingga memiliki moral, rasa peduli dan rasa
bertanggung jawab untuk turut memajukan Negara Indonesia dengan memberantas
8
korupsi. Mahasiswa yang menyelesaikan pendidikannya cenderung memiliki tenggang
rasa yang lebih baik terhadap Negara dan masyarakat sekitarnya dan cenderung benci
terhadap tindakan korupsi.
2. Identifikasi korupsi
Mahasiswa fakultas tertentu (khususnya hukum dan ekonomi) memiliki kemampuan
untuk mengidentifikasi dan menganalisa suatu tindakan korupsi lebih baik daripada
masyarakat pada umumnya. Mahasiswa memiliki pengetahuan mengenai standar
standar identifikasi dan analisis korupsi dari segi finansial maupun hukum. Dengan
kemampuan ini mahasiswa diharapkan dapat memperbaiki kualitas penegakkan
hukum di Indonesia.
3. Pelaporan
Seorang mahasiswa yang telah mengidentifikasi adanya tindakan korupsi oleh suatu
entitas, cenderung berhasil melaporkan tindakan korupsi tersebut kepada pemerintah
karena mahasiswa dianggap memiliki suara yang lebih didengarkan oleh pemerintah
dan mampu menekan pemerintah. Selain itu mahasiswa cenderung lebih berani untuk
melaporkan tindakan korupsi tersebut karena mereka memiliki pengetahuan akan
prosedur dan langkah hukum untuk melaporkan suatu tindakan korupsi.
Ketika mahasiswa yang memiliki moralitas tinggi dan memiliki kemampuan
interpersonal tinggi naik dan menggantikan generasi sekarang yang dianggap penuh
dengan koruptor, Tindakan korupsi diharapkan dapat ditekan bahkan dihapuskan karena
adanya kesadaran dalam diri mahasiswa untuk turut memajukan Negara dengan tidak
melakukan korupsi. Kualitas kualitas professional maupun interpersonal yang ditanamkan
pada mahasiswa saat ini diharapkan mampu untuk memberantas korupsi yang terus
menggerogoti Negara Indonesia. Dengan artikel peran mahasiswa dalam pemberantasan
korupsi ini, kami harapkan anda dapat lebih mengerti pentingnya pendidikan bukan
hanya untuk memperoleh hard skill, namun juga untuk mendapatkan kemampuan
interpersonal dan moralitas yang lebih baik.
2.4 Bidang Ekonomi
Mahasiswa memiliki peran untuk mengatasi dan mengurangi tindak korupsi yang
terjadi di Indonesia. Peran tersebut dengan memahami dan mempelajari mengenai
perekonomian diIndonesia mengenai infrastruktur ataupun perekonomian. Maka, dengan
hal tersebut jika ada pejabat negara yang melebihkan anggaran dalam hal infrastruktur
maupun pembangunan atau yang lainnya mahasiswa memiliki peran penting yaitu dengan
9
menuntut keadilan baik itu melalui laporan ke pihak berwajib. Dengan hal ini, mahasiswa
sangat cocok disebut sebagai agent of control the agent of analysis yaitu bagaimana
mahasiswa memiliki peran dalam mengontrol bangsa karena memiliki sifat kritis dalam
mengkritik pejabat negara dan memiliki legend of analysis sebagai cara untuk
menganalisa suatu permasalahan yang ada karena jika mahasiswa terutama yang
menggeluti bidang perekonomian bangsa akan memiliki pemahaman yang lebih luas
daripada yang tidak dan akan sangat mudah bagi mahasiswa dalam menanggapi persoalan
korupsi di Indonesia khususnya dalam bidang ekonomi.
Adapun peran mahasiswa dalam gerakan anti korupsi di bidang ekonomi adalah:
1. Tidak menyalahgunakan kepercayaan dalam sebuah organisasi, dalam hal ini yang
dimaksud adalah sebuah kewirausahaan di organisasi tersebut.
2. Tidak memberikan suap kepada pengurus beasiswa dikampus.
3. Menuntut jaminan atau fasilitas terhadap biaya yang telah dibayarkan pada saat
menjadi mahasiswa baru.
4. Memiliki kesadaran untuk mengkritisi pejabat atau petinggi/pemimpin sehingga
menghindarkan terciptanya peluang korupsi pada petinggi tersebut.
2.5 Bidang Sosial Budaya
Peran mahasiswa dalam gerakan anti korupsi selain pada bidang-bidang yang telah
disebutkan sebelumnya juga terdapat pada bidang sosial dan budaya. Untuk peran dalam
bidang sosial antara lain:
1. Melakukan pressure dan mengawal kasus-kasus korupsi bersama masyarakat dan
lembaga pemerintahan
2. Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang masalah korupsi serta penyebabnya
3. Mendorong masyarakat supaya berani melapor terhadap pelanggaran korupsi
4. Mengontrol serta mengkritik kebijakan pemerintah yang memberikan peluang adanya
tindak korupsi
5. Melakukan gerakan serta kerja sama terhadap lembaga pemerintah dan swasta untuk
memerangi korupsi secara bersama-sama
Kemudian dalam bidang budaya atau kebudayaan adalah sebagai berikut:
a. Budaya Sebagai Panglima
Budaya adalah lapisan paling dasar dari sebuah sistem sosial, manusia
berbudaya demi beradaptasi dengan tantangan alam yang dihadapinya, mulai dari
10
tantangan geografis hingga ekologis. Budaya terbentuk dari pengetahuan rekayasa
yang membutuhkan perhitungan
yang seksama, hingga kesenian yang
memberikan filosofi hidup, renungan, dan keriaan bersama sebagai makhluk
sosial.
Dari lapis budaya tersebut tumbuhlah tata ekonomi, di mana manusia
berupaya menata kehidupan rumah tangganya dengan membagi tugas di kalangan
individu, membagi sumber daya, dan mengatur pertukarannya untuk menjaga
sustainabilitas kehidupan mereka secara kolektif. Di atas lapis ekonomi, manusia
kemudian berusaha melakukan penataan kekuasaan dalam struktur masyarakat
yang bernama sistem politik.
Jadi, di atas lapisan budayalah dibangun tata ekonomi dan politik. Budaya
merupakan kolektivitas sosial perilaku yang menjadi tata kebiasaan masyarakat
dalam menyikapi tantangan pada lapis di bawahnya. Karena begitu strategisnya
peran budaya dalam tatanan kehidupan masyarakat inilah, maka sebuah
perubahan sosial yang besar harus dimulai dengan merubah kebudayaannya.
b. Merumuskan Budaya Anti Korupsi
Untuk membentuk budaya anti korupsi “asli” indonesia dibutuhkan
kesepakatan dari para cendekiawan agama, tokoh politik, budayawan, dan
sejarahwan untuk duduk bersama merumuskan sebuah formula kebudayaan baru
yang diambil dari nilai-nilai agama dan kearifan lokal yang tersebar di seluruh
nusantara. Formula kebudayaan baru anti korupsi ini akan berisi ajaran-ajaran
positif sebagai antitesis dari perilaku korupsi.
Penyebaran dan penerapan budaya baru ini bisa dilakukan melalui media
kebudayaan seperti film, musik, novel dan berbagai ekspresi seni lainnya. Tokoh
agama juga akan sangat berperan untuk mensosialisasikannya melalui ceramah
baik secara lansung maupun tulisan. Di ranah pendidikan, kebudayaan baru ini
bisa dimasukkan ke dalam materi pelajaran dan perkuliahan untuk membentuk
karakter generasi muda.
Memang membutuhkan waktu
yangpanjang untuk merubah sebuah
kebudayaan, mungkin sampai beberapa generasi, tetapi adanya komitmen politik
yang kuatdari pemerintah akan semakin mempercepat prosesnya, apalagi dengan
didukung
oleh
seluruh
komponen
bangsa
dalam
penyebaran
dan
penerapannya.Dengan begitu, harapan kita akan terciptanya Indonesia yang
bersih, berwibawa dan berjaya suatu hari nanti akan menjadi nyata.
11
Salah satu upaya pemberantasan korupsi adalah dengan sadar melakukan
suatu gerakan anti korupsi di masyarakat. Gerakan ini adalahupaya bersama yang
bersetujuan untuk menumbuhkan budaya anti korupsi di masayarakat. Dengan
budaya tumbuhnya anti korupsi di masyarakat diharapakan dapat mencegah
munculnya perilaku koruptif. Gerakan anti korupsi adalah suatu gerakan jangka
panjang yang harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait, yaitu
pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dalam pemangku inilah peran mahasiswa
sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat sangat diharapkan.
c. Peran Mahasiswa
Dalam sejarah perjalanan bangsa indonesia tercatat bahwa mahasiswa
mempunyai peranan yang sangat penting. Peranan tersebut tercatat dalam
peristiwa-peristiwa besar yang dimulai dari Kebangkitan Nasional tahun 1908,
sumpah pemuda tahun 1928, proklamasi kemerdekaan NKRI tahun 1945, lahirnya
Orde Baru tahun 1996, dan reformasi tahun 1998. Tidak dapat di pungkiri bahwa
dalam peristiwa-peristiwa besar tersebut mahasiswa tampil didepan sebagai motor
penggerak dengan berbagai gagasan, semangat dan idealisme yang mereka miliki.
Peran penting mahasiswa tersebut tidak dapat dilepaskan dari karakteristik yang
mereka miliki, yaitu: intelektualitas,jiwa muda, dan idealisme.
Dengan kemampuan intelektual yang tinggi, jiwa pemuda yang penuh
semangat, dan idealisme yang murni telah terbukti bahwa mahasiswa selalu
mengambil peran penting dalam sejarah perjalanan bangsa ini. Dalam beberapa
peristiwa besar perjalanan bangsa ini telah terbukti mahasiwa berperan sangat
penting sebagai agen perubahan.
Dalam konteks gerakan anti korupsi mahasiswa juga diharapakan dapat
tampil di depan menjadi motor penggerak. Mahasiswa didukung oleh kompetensi
dasar yang mereka miliki, yaitu: intelegensi, kemampuan berpikir kritis, dan
keberanian untuk menyatakan kebenaran. Dengan kompetensi yang mereka miliki
tersebut mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan, mampu
menyeruakan kepentingan rakyat, mampu mengkritisi kebijakan-kebijakan yang
koruptif, dan mampu menjadi lembaga-lembaga negara dan penegak hukum.
d. Gerakan Kultural
Gerakan kultural bertujuan untuk:
1) memberikan pemahaman tentang korupsi dan bentuk nyata anti-korupsi di
dalam kemahasiswaan.
12
2) menciptakan budaya anti-korupsi sejak dini.
3) membentuk karakter generasi anti-korupsi. Berbeda dengan sebelumnya,
gerakan kultural ini cenderung bersifat aktif, sehingga gerakan yang
dilakukan tidak bergantung
terhadap isu yang ada. Beberapa model gerakan yang dapat dilakukan pada klasifikasi
kultural diantaranya:
1. Propaganda Integritas Akademik
Salah satu bentuk kecil korupsi adalah kecurangan akademik. Untuk itu, sebagai
pemupukan budaya anti-korupsi, perlu ditingkatkan propaganda integritas akademik
bagi mahasiswa. Upaya ini adalah untuk mencegah bibit-bibit korupsi yang mungkin
tumbuh dari kecurangan-kecurangan kecil yang terjadi dalam pelaksanaan aktivitas
akademik di kemahasiswaan.
2. Pemahaman Korupsi dalam Pemerintahan Mahasiswa (Student governance) Dalam hal
ini, mahasiswa diberikan pemahaman tentang definisi korupsi secara luas dan
bagaimana cara pencegahannya. Selain itu, ditampilkan contoh-contoh bentuk korupsi
di dalam organisasi kemahasiswaan sebagai satu upaya pemupukan kesadaran untuk
tidak melakukan tindakan korupsi dalam unit kelembagaan yang kecil. Dengan
pemahaman yang ada tentang jenis korupsi yang mungkin terjadi pada organisasi
kemahasiswaan, diharapkan penyelenggaraan kelembagaan yang bersih dari korupsi
mulai dipraktikkan oleh mahasiswa sejak dini.
3. Propaganda Anti-Korupsi Mahasiswa
Propaganda anti-korupsi mahasiswa diterapkan dengan memberikan aksentuasi pada
peran mahasiswa sebagai penerus kepemimpinan. Bahwa sebagai generasi penerus
yang mengharapkan kondisi negara yang bersih, maka mahasiswa harus mampu
menjaga kebersihan perilakunya dari tindakan korupsi. Tujuan dari hal ini
menyadarkan peran sebagai generasi penerus serta menumbuhkan mental anti-korupsi
secara permanen. Mekanisme pembudayaan yaitu dengan cara pemanfaatan media,
propaganda, serta ajang-ajang yang melibatkan mahasiswa dalam skala mikro hingga
makro. Luaran utama dari gerakan ini adalah timbulnya kesadaran untuk
mempertahankan integritas anti-korupsi sejak di bangku kuliah hingga bangku
pemerintahan.
13
2.6 Bidang Teknologi
Mahasiswa sebagai kaum intelektual tentu memiliki peranan penting kaitannya dalam
memberantas korupsi, dalam era sekarang dimana teknologi kian modern malah mendukung
adanya gerakan anti korupsi seperti ini. Adapun contoh upaya mahasiswa dalam pemberantasan
korupsi dalam bidang teknologi pada kelompok kami ditekankan pada teknologi informasi
sebagai berikut:
1. Turut mengkritisi dan memberi masukan terhadap lembaga pemerintahan dengan
menggunakan sosial media dengan bijak.
Sosial media yang makin banyak macamnya mempermudah masyarakat terutama mahasiswa
dalam menyalurkan kritik dan saran yang membangun. Contohnya saja adalah mengkritiki
lembaga eksekutif maupun legislatif dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan
perihal negara seperti meninggalkan komentar pada setiap postingan namun diiringi dengan
bahasa yang santun tanpa adanya provokasi atau ujaran kebencian.
2. Menyalurkan bakat atau kemampuan yang berguna secara online untuk mendorong partisipasi
masyarakat dalam gerakan anti korupsi. Kemampuan mahasiswa di bidang teknologi terutama
dalam editing dapat disalurkan untuk hal yang bermanfaat bagi negara seperti membuat
meme, poster atau film pendek berisi motivasi atau ajakan dalam upaya pemberantasan
korupsi. Dengan bantuan adanya media sosial dapat turut menyebarkan ajakan anti korupsi ke
penjuru Indonesia.
3. Membuat forum diskusi online dalam kaitannya dengan pemberantasan korupsi. Dalam
merespon perkembangan teknologi, sosial media dapat dimanfaatkan dengan bijak dengan
membuat forum diskusi online anti korupsi. Dengan adanya forum ini memudahkan antara
para aktivis antikorupsi serta mahasiswa dari kalangan akademisi ataupun berbagai elemen
masyarakat lainnya dapat belajar melawan korupsi dengan diskusi online.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun simpulan yang diperoleh dari pembahasan diatas adalah :
1. Pendidikan anti korupsi dini sebagai langkah awal taerhadap penanganan kasus korupsi
yang bermula dari diri sendiri dan diharapkan berimlikasi terhadap kehidupan keluarga,
masyarakat, bangsa dan negara.
2. Dalam jangka panjang, pendidikan anti korupsi dini di harapkan mampu mewujudkan
pemerintahan yang bersih dari KKN serta mampu melaksanakan UUD 1945 demi
terwujudnya good goverment.
3. Pendidikan merupakan salah satu tonggak kehidupan masyarakat demokrasi yang
madani, sudah sepantasnya mempunyai andil dalam hal pencegahan korupsi. Salah satu
yang bisa menjadi gagasan baik dalam kasusu korupsi ini adalah penerapan anti korupsi
adalah penerapan anti korupsi pada pendidikan karakter bangsa di indonesisa, khususnya
ditunjukan bagi mahsiswa. Karena pada dasarnya merek adalah agen perubahan bangsa
dalam perjalanan bangsa indonesia.
4. Dengan kemampuan intelektual yang tinggi, jiwa muda yang penuh semangat, dan
idealisme yang murni telah terbukti bahwa mahasiswa selalu mengambil peran penting
dalam sejarah perjalanan bangsa ini. Dalam beberapa peristiwa besar perjalanan bangsa
ini telah terbukti mahasiswa berperan penting sebagai agen perubahan (agent of change)
5. Mahasiswa dapat banyak berperan aktif dalam aksi pemberantasan korupsi pada berbagai
aspek mulai daari sosial budaya, ekonomi, politik, pendidikan dan lain-lain.
3.2 Saran
Dengan adanya pendidikan anti korupsi terkait gerakan-gerakan anti korupsi yang telah
dirancang oleh Pemerintahan dan yang telah dipelajari oleh setiap mahasiswa diharapkan
mahasiswa ikut berperan aktif dalam menanamkan gerakan anti korupsi baik dilingkungan
pendidikan, social, budaya , pekerjaan.
DAFTAR PUSTAKA
Sutarjo, dkk. 2014. Buku Ajar Pendidikan dan Budaya AntiKorupsi (PBAK). Jakarta Selatan :
Pusat
Pendidikan
dan
Pelatihan
Tenaga
Kesehatan. https://aclc.kpk.go.id/wp-
content/uploads/2018/07/Buku-Ajar-Mata-Kuliah-PBAK-Poltekkes-Kemenkes.pdf
(diakses pada hari Minggu, 28 Maret 2021 pukul 12.40 WIB)
Drajat,
M
Zakaria.
2018. Peran Mahasiswa
Mengatasi
Korupsi.
https://www.kompasiana.com/zakariadrajat/5c0aa900aeebe1349c4fe392/ peranmahasiswa-mengatasi-korupsi (diakses pada hari Minggu, 28 Maret 2021 pukul 13.15
WIB)
Handinidevi, Medhira. 2013. BPKP Jawa Barat Jelaskan Peran Mahasiswa dalam
Pemberantasan
Korupsi
di
Indonesia.
https://www.itb.ac.id/news/read/4017/home/bpkp-jawa-barat-jelaskan-
peran-
mahasiswa-dalam-pemberantasan-korupsi-di-indonesia(diakses pada hari Minggu, 28
Maret 2021 pukul 13.30 WIB)
Huzaifah,
Gibran.
2009. Gerakan
Anti-Korupsi Mahasiswa.
https://gibranhuzaifah.wordpress.com/2009/12/17/gerakan-anti-korupsi-
mahasiswa/
(diakses pada hari Minggu, 28 Maret 2021 pukul 14.15 WIB)
Nashuha, Imam. 2018. Peran dan Potensi Mahasiswa dalam Memberantas
Korupsi.https://www.kompasiana.com/imam75980/5c0a7365bde575513
e4c3ab2/peran-dan-potensi-mahasiswa-dalam-memberantas-korupsi (diakses pada hari
Minggu, 28 Maret 2021 pukul 14.15 WIB)
Pujianto, Randra. 2015. Melawan Korupsi dengan Budaya.
https://www.kompasiana.com/rendra_pujianto/54f341427455137b2b6c6d f7/melawankorupsi-dengan-budaya (diakses pada hari Minggu, 28 Maret 2021 pukul 13.30 WIB)
Ri s e t Pu bli k . 20 16 . Korupsi Dalam Pelayanan Kesehatan Di Era Jaminan Kesehatan
Nasional: Kajian Besarnya Potensi Dan Sistem Pengendalian Fraud.h t t ps : / / a c ch .
kp k . go.i d/i d/ a r t i k e l / r i se t - p ubl i k/ ko r up s i - da l am -pel a ya n a n -k e s
eh a t a n -di - e r a - j am i n an - k es e h a t a n - n a s i on a l - ka j i an - b esa r n ya p o t en s i -d an - s i s t e m - p en ge n d a l i an - f r au d (diakses pada hari Minggu, 28
Maret 2021 pukul 13.45 WIB)
Sari, Maya. 2016. 4 Peranan Mahasiswa dalam Pemberantasan
Korupsi.https://guruppkn.com/peranan-mahasiswa-dalam-pemberantasan- korupsi
(diakses pada hari Minggu, 28 Maret 2021 pukul 14.45 WIB)
Surono, Agus. 2016. Sikap Anti Korupsi di Kalangan Siswa dan Mahasiswa dalam Mewujudkan
Penyelenggaraan Negara Anti Korupsi dan Berbasis
Keadilan.https://www.researchgate.net/publication/315998390_Sikap_An
ti_Korupsi_di_Kalangan_Siswa_dan_Mahasiswa_dalam_Mewujudkan_P
enyelenggaraan_Negara_Anti_Korupsi_dan_Berbasis_Keadilan (diakses pada hari
Minggu, 28 Maret 2021 pukul 15.25 WIB)
Zakiya,
Wilda. 2018. Mahasiswa
dalam Gerakan
Anti
Korupsi.
https://indonesiana.tempo.co/read/128571/2018/10/21/wildazakiya.id/ma
hasiswa-
dalam-gerakan-anti-korupsi (diakses pada hari Minggu, 28 Maret 2021 pukul 12.45
WIB)
Download