Pemeriksaan Lien Palpasi 1. Meminta pasien melipat kedua tungkai untuk meningkatkan relaksasi dinding perut. Jika perlu tekuk leher dan kaki dengan tangan pemeriksa, menjangkau dan mengelilingi pasien untuk mendukung dan menekan ke depan tulang rusuk kiri bawah dan jaringan lunak yang berdekatan. 2. Melakukan penekanan pada perut dengan menggunakan sisi palmar radial jari tangan kanan. 3. Palpasi dilakukan dengan menekan dinding abdomen ke bawah dengan arah dorsal pada saat pasien ekspirasi maksimal, kemudian pada awal inspirasi jari bergerak ke kranial dalam arah parabolik. Dengan merasakan sesuatu yang lunak untuk menilai bentuk limpa dan mengukur jarak antara titik terendah limpa dan margin costa kiri. Dimana pada 5% orang dewasa normal ujung limpa teraba. 4. Palpasi dimulai dari SIAS kanan, melewati umbilikus menuju arkus aorta kiri. 5. Ulangi dengan pasien berbaring di sisi sebaliknya dengan kaki tertekuk. Dimana pada posisi ini membuat gravitasi dapat membawa limpa ke depan dan ke kanan ke lokasi yang bisa diraba. 6. Mendeskripsikan ukuran pembesaran limpa dengan skala schuffner. Metode Schuffner membagi splenomegaly menjadi 8, dimana pemesaran mulai dari arcus costae kiri sampai umbilicus adalah Schuffner I – IV dan umbilicus sampai SIAS adalah Schuffner V – VIII. Pada splenomegaly, lien dapat teraba dibawah batas tulang costae. Lien membesar secara diagonal di dalam abdomen dari kuadran kiri atas ke arah umbilicus. Pada palpasi didapatkan lekukan pada batas medial (lekukan ini sangat membantu untuk membedakan lien dengan ginjal), tepi nya memanjang melebihi midline, perkusi nya tumpul dan jari pemeriksa dapat mencapai batas medial dan lateral, tetapi tidak sampai ke bagian antara massa dan batas tulang costae. Mungkin bagi pemeriksa untuk melewatkan splenomegaly karena titik awal mulai palpasi pada abdomen yang terlalu tinggi (Swartz, 2014; Bickley, L; Szilagyi, 2016). Perkusi 1. Perkusi pada dinding dada anterior kiri bawah kira-kira sebatas cardiac dullness pada tulang iga ke-6 ke garis aksila anterior dan ke kosta margin (Area termed Traube). Jika terdapat timpani, terutama pada bagian lateral, tidak memungkinkan splenomegali. Suara pekak pada limpa normal biasanya ditutupi oleh suara pekak lainnya jika timpani terlihat. 2. Periksa tanda perkusi limpa. Dimana interspace terendah terletak di sebelah kiri garis aksila anterior. Area tersebut biasanya timpani. Meminta pasien untuk mengambil napas dalam-dalam, dan lakukan perkusi lagi. Ketika ukuran limpa normal, nada perkusi biasanya akan tetap timpani. Pada kondisi individu yang normal, lien letaknya tersembunyi di dalam tulang rusuk terhadap dinding posterolateral rongga perut di Traube’s space. Traube’s space dibatasi oleh costae ke enam secara superior, garis aksila anterior kiri secara lateral, dan margin costae secara inferior. Pada kondisi normal lien tidak teraba. Sekitar 5% orang dewasa normal memiliki ujung lien yang teraba. Perkusi lien pada kondisi normal selalu menghasilkan timpani atau resonan (Swartz, 2014). Daftar Pustaka Bickley, L. S., Szilagyi, P. G. and Hoffman, R. M. (2017) Bates’ Guide to Physical Examination and History Taking. 12th edn. Philadelphia: Wolters Kluwer. Swartz, M. H. (2014) Textbook of Physical Diagnosis: History and Examination. 7th edn. Philadelphia: Elsevier Inc.