Uploaded by User75500

Resume MRP&ERP

advertisement
Tugas Individu
Masiko Anthonius
201850650
Kelas A, Manajemen Operasional (Senin 07.30)
Dosen: Tita Deitiana, Dr., M.m.
Jurusan Akuntansi
Trisakti School of Management
2020
Material Requirements Planning (MRP) & ERP
MRP: Sebuah tehnik yang digunakan dalam lingkungan produksi untuk permintaan dependen
(dependent demand). Menggunakan bill of material, inventory, expected receipts dan master production
schedule (MPS) untuk menentukan material apa saja yang dibutuhkan untuk proses produksi.
Benefits dari MRP:
o
Merespon pesanan konsumen dengan lebih baik
o
Merespon perubahan pada pasar dengan cepat
o
Meningkatkan utilisasi dari fasilitas dan labor
o
Mengurangi tingkat persediaan (inventory)
ERP: Sebuah sistem informasi untuk mengidentifikasi dan merencanakan sumber daya perusahaan
yang dibutuhkan, untuk membuat, mengantar dan mencatat pesanan konsumen.
Pencatatan Persediaan yang akurat (Accurate Inventory Records)
Dibutuhkan oleh MRP untuk beroperasi dengan baik. Biasanya MRP membutuhkan lebih dari
keakuratan pencatatan sebesar 99%. Purchase order yang outstanding harus merefleksikan secara akurat
jumlah unit dan tagihan yang sudah di perkirakan.
Lead times adalah waktu yang dibutuhkan untuk membeli, memproduksi dan merangkai
sebuah barang. Pada proses produksi, lead times adalah jumlah dari waktu order, wait, move, setup,
store dan run times. Pada proses pembelian barang, lead times adalah waktu antara titik kesadaran akan
kebutuhan barang, dan ketersediaan barang yang dibutuhkan tersebut untuk diproduksi.
MRP structure
MPS, BOM, persediaan, catatan pembelian dan lead times meruoakan bahan-bahan yang diperlukan
dalam MRP. Setelah bahanbahan tersebut telah terpenuhi dan akurat, maka langkah selanjutnya adalah
menentukan Gross material requirements plan.
Gross material requirements plan:
Asumsinya belum ada inventory on-hand, menunjukkan berapa barang yang harus di order
untuk memenuhi permintaan dari periode tersebut
Net material requirements plan
Mempertimbangkan inventory on hand yang sudah ada, menunjukkkan berapa barang yang harus di
order, dikurangi dengan inventory yang sudah ada, untuk memenuhi permintaan periode tersebut
MRP dynamics
Perubahan-perubahan pada input MRP (BOM, MPS, pencatatan persediaan dkk) dapat menyebabkan
system nervousness, dan dampaknya adalah kekacauan pada departemen purchasing dan production.
Dua tools yang dapat mengurangi MRP system nervousness adalah Time Fences (memperkenankan
segmen dari MPS untuk didesain sebagai jadwal yang tidak dapat di “rescheduled”) dan Pegging
(melacak secara upward di BOM dari komponen sampai parent item).
MRP & JIT MRP
Adalah sistem perencanaan yang tidak melakukan penjadwalan secara detail. MRP juga merupakan
perencanaan dengan lead times yang fixed yang mungkin bervariasi dengan ukuran batch yang
dikirmkan. Fixed lead times ini bisa menjadi batasan bagi MRP. Apa yang diperlukan adalah, suatu
cara untuk membuat MRP lebih responsive untuk memindahkan material dengan cepat dalam batch
berukuran kecil. MRP yang dikombinasikan dengan JIT dapat melakukan itu. MRP menyediakan
rencana dan gambaran akurat dari yang dibuthkan, kemudian JIT dengan cepat dapat memindahkan
material dalam batches ukuran kecil, dan mengurangi persediaan WIP.
4 cara untuk mengintegrasikan MRP dan JIT:

Finite Capacity Schedulling (FCS)
MRP biasanya bekerja dengan ukuran buckets (satuan waktu di MRP) yang tidak terbatas
(infinite). MRP juga tidak mempertimbangkan kapasitas ketika meletakkan pekerjaan. FCS
menyediakan penjadwalan terbatas (finite) yang dibutuhkan untuk perpindahan material secara tepat,
dengan kapasitas yang memungkinkan.

Small Bucket Approach Langkah-langkahnya adalah:
o
Mengurangi buckets MRP dari per-minggu menjadi per-hari atau per-jam - Receipts
yang sudah direncanakan digunakan untuk merangkai proses produksi
o
Persedaan dipindahkan melalui pabrik dengan basis JIT
o
Produk yang sudah jadi dipindahkan ke Finished Goods inventory yang nantinya
mengurangi jumlah unit yang dibutuhkan pada perencanaan pemesanan selanjutnya di
MRP
o
Menggunakan back flush untuk mengurangi persediaan yang digunakan saat produksi.
Back flush adalah sebuah sistem untuk mengurangi persediaan dengan mengurangi
apapun yang ada di BOM pada penyeselesaian suatu unit

Balanced Flow Approach Digunakan untuk membantu perencanaan dan penjadwalan yang
dibutuhkan pada repetitive operations seperti pembuatan motor Harley Davidson. Rencana
MRP di eksekusi dengan tehnik JIT dengan menjaga alur flow dari material ke area assembly
agar tetap berpindah dengan ukuran lot yang kecil.

Supermarket Komponen dan perangkat keras yang di kelola di suatu area biasa disebut
“supermarket”, berbatasan dengan area produksi tempat dimana komponenkomponen tersebut
digunakan. Contoh, motor Ducati mengambil komponen yang dibutuhkan untuk satu mesin
dari supermarket, kemudian mengantarnya pada assembly line dengan basis JIT.
Advantage ERP:

Menyediakan integrasi dari supply chain, produksi dan administrasi

Menciptakan kesamaan dalam database

Dapat menggabungkan praktik-praktik terbaik

Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara unit bisnis dan tempat-tempat

Adanya keuntungan secara strategik
Disadvantage ERP:

Sangat mahal untuk dibeli dan lebih mahal lagi untuk di ubah sesuai kemauan

Sangat kompleks, banyak perusahaan yang tidak bisa menyesuaikan dengan itu

Ahli dalam ERP sangat terbatas, staffing menjadi masalah
Daftar Pustaka
EBook Operations Management: Sustainability and Supply Chain Management 12 th Edition,
by Jay Heizer – Barry Render – Chuck Munson
Download