MODUL 13 : Pertemuan 13

advertisement
Pertemuan 15.1
PENENTUAN
NILAI TUKAR
PURCHASING POWER PARITY (PPP)
PPP merupakan teori kunci dalam menjelaskan hubungan antara
mata uang.
Perubahan dalam perbedaaan inflasi harus mengakibatkan
perubahan dalam nilai tukar, guna menjaga harga barang di antara
dua negara sama.
Formula :
et  e0 ih ,t  i f ,t

e0
1 i f ,t
Di mana :
e
: exchange rate, kurs domestik / kurs
asing
i : tingkat inflasi
h : tanda untuk home country
f
: tanda untuk foreign country
0 : tanda untuk awal periode
t : tanda untuk akhir periode
sehingga :
et  e0 
1  ih,t
1  i f ,t
CONTOH PERHITUNGAN :
Indeks Harga Konsumen ( Consumer Price Index) bergerak
dari 100 ke 103.5 di US, dan dari 100 ke 102 di Jepang
selama satu periode di mana nilai tukar pada awal periode
adalah 125 yen untuk 1 dollar US atau 0.008 dollar untuk
yen Jepang.
Hitunglah dugaan untuk nilai tukar pada akhir periode !
JAWAB :
ih,t 
103.5  100
 0.035
100
i f ,t 
102  100
 0.020
100
1  0.035
 et  0.008 *
1  0.020
 et  0.00812
Jadi dugaan untuk nilai tukar pada akhir periode adalah
0.00812 $/Yen atau 123.15Yen/$
Kelemahan PPP :
 Memerlukan asumsi tentang nilai tukar ekuilibrium sebagai
titik awal.
 Jika digunakan beberapa nilai mata uang, sulit menggunakan
harga mata uang untuk menentukan tingkat ekuilibrium.
 Nilai tukar marupakan fungsi esensial dari barang yang
diperdagangkan secara internasional, dimana tingkat inflasi
berhubungan dengan semua jenis barang, baik diperdagangkan
ataupun tidak.
Untuk mengatasi kelemahan PPP ini, digunakan pendekatan BIG
MAC INDEX.
BIG MAC INDEX
 Digunakan oleh Majalah THE ECONOMIST setiap tahunnya.
 Merupakan nilai relatif antara harga Big Mac (dari Mc Donald)
di suatu negara dibandingkan dengan negara lainnya.
Produk ini resepnya seragam di hampir seluruh negara. Jadi
dianggap mewakili harga berbagai jenis bahan makanan yang
sama di negara yang berbeda.
 Digunakan
langsung untuk pendugaan overvalue atau
undervalue mata uang suatu negara.
Contoh :
Harga Big Mac di US
Harga Big Mac di Jepang
Exchange rate PPP
Exchange rate aktual
= $ 2.30
= Y 391
= 170 Y/$
= 104 Y/$
Exchange rate PPP > Exchange rate aktual  Yen overvalue
terhadap dollar
TINGKAT SUKU BUNGA
Fisher Effect :
Jika tingkat suku bunga nominal di suatu negara lebih rendah dari
di suatu negara lainnya, tingkat inflasi dari negara yang pertama
diharapkan akan lebih rendah sehingga tingkat suku bungan riil
menjadi seimbang.
Jika
R = tingkat suku bunga riil, dan
r = tingkat suku bunga nominal.
Maka :
(1 + r) = (1 + R) (1 + i).
< == >
r = [(1 + R) + (1 + i) - 1.
Contoh :
Tingkat suku bunga riil = 5 %
Tingkat inflasi di US
= 2.9 %
Tingkat inflasi di Jepang = 1.5 %
Maka tingkat suku bunga nominal di US dan Jepang adalah :
r US
= [(1 + 0.05) (1 + 0.029)] – 1 = 0.08045
atau 8.045 %
r Jepang = [(1+0.05)(1+0.015)] –1 = 0.06575
atau 6.575 %
Jadi perbedaan tingkat suku bunga antara US dan Jepang
merupakan fungsi dari perbedaan dari tingkat inflasinya.
Jika tingkat inflasi keduanya sama, tetapi tingkat suku bunga
US > Jepang, maka akan terjadi CASH INFLOW dari
Jepang ke US dimana investor dapat memperoleh imbal
hasil yang lebih TINGGI.
INTERNATIONAL FISHER EFFECT (IFE)
IFE mirip dengan konsep PPP, tetapi menggunakan tingkat
suku bunga dan bukan tingkat inflasi.
et (1  rh )

t
e0 (1  rf )
t
Untuk periode tunggal : t = 1, maka
e1
(1  rh )

e0
(1  rf )
e1
(1  rh )  (1  rf )
e0
Expected return investasi di home country = (1 + rh)
Expected return investasi di luar country = (1 + rf)e1/e0
Jika nilai aktual :
“=“
indifference antara investasi di dalam
negeri ataupun di luar negeri.
“ > “ pilih investasi di dalam negeri
“ > “ pilih investasi di luar negeri
Tugas perorangan :
Case The Japanese Yen, hal 375. (dikumpulkan pada pertemuan
ke 15)
Download