Uploaded by christinebright70

teori akuntansi positif rangkuman

advertisement
Sasaran akuntansi bila dipandang dari sudut pandang sains dan teknologi menghasilkan teori
akuntansi positif dan teori akuntansi normatif. Klasifikasi ini merupakan konsekuenasi logis dari
pendefinisian akuntansi sebagai sains dan teknologi. Teori akuntansi positif berisi pernyataan
tentang suatu kejadian atas dasar pengamatan empiris, sedangkan teori akuntansi normatif berisi
tentang pernyataan atau penalaran yang dilandasi oleh pertimbangan nilai. untuk menilai apa yang
sebaiknya dilakukan atau diputuskan untuk tujuan sosial dan ekonomik. Bila dikaitkan dengan
dikotomo sains-teknologi, maka teori akuntansi positif erat kaitannya dengan akuntansi sebagai
sains, sedangkan teori akuntansi normatif lebih erat kaitannya dengan akuntansi sebagai teknologi
Aspek Sasaran Teori
Aspek sasaran teori akuntansi ini adalah pembedan teori akuntansi menjadi teori akuntansi positif
(berisi pernyataan tentang suatu kejadian, tindakan, atau perbuatan seperi apa adanya sesuai
dengan fakta atas dasar empiris) dan normatif (berisi pernyataan dan penalaran untuk menilai
apakah sesuatu itu baik atau buruk atau relevan atau tidak relevan dalam hubungannya dengan
kebijakan ekonomik atau sosial tertentu.
Penjelasan positif diarahkan untuk memberi jawaban apakah sesuatu pernyataan itu benar atau
salah atas dasar ilmiah. Penjelasan normatif diarahkan untuk mendukung atau menghasilkan
kebijakan politik sehingga bersifat pembuatan kebijakan.
TEORI AKUNTANSI POSITIF
Teori akuntansi positif berupaya menjelaskan sebuah proses, yang menggunakan kemampuan,
pemahaman, dan pengetahuan akuntansi serta penggunaan kebijakan akuntansi yang paling sesuai
untuk menghadapi kondisi tertentu dimasa mendatang. Teori akuntansi positif pada prinsipnya
beranggapan bahwa tujuan dari teori akuntansi adalah untuk menjelaskan dan memprediksi praktikpraktik akuntansi. Sedangkan teori normatif dianggap mer upakan pendapat pribadi yang subjektif,
sehingga tidak dapat diterima begitu saja dan harus dapat diuji secara empiris agar memiliki dasar
teori yang kuat. Dalam praktik, para profesional dalam bidang akuntansi telah menyadari
sepenuhnya bahwa teori akuntansi positif lebih cendrung diterapkan dibanding teori akuntansi
normatif. Teori akuntansi positif merupakan studi lanjut dari teori akuntansi normatif karena
kegagalan normatif dalam menjelaskan fenomena praktik yang terjadi secara nyata. Teori akuntansi
positif mempunyai peranan dangat penting dalam perkembangan teori akuntansi. Teori akuntansi
positif dapat memberikan pedoman bagi para pembuat kebijakan akuntansi dalam menentukan
konsekuensi dari kebijakan tersebut. Teori akuntansi positif berkembang seiring kebutuhan untuk
menjelaskan dan memprediksi realitas praktik akuntansi yang ada dalam masyarakat sedangkan
akuntansi normatif lebih menjelaskan praktik akuntansi yang seharusnya berlaku. Teori akuntansi
positif sesuai dengan penjelasan sebelumnya merupakan pendekatan yang dipakai oleh Scott dalam
bukunya yang berjudul “Financial Accounting Theory”.
Teori akuntansi: – Normatif: apa yang seharusnya dilakukan (Suwardjono)
Positif: penjelasan tentang apa & Bagaimana‖ (Scott)
Inti buku Scott: tentang akuntansi, bukan tentang bagaimana menghitung. Tujuan buku memberi
pemahaman tentang lingkungan akuntansi dan pelaporan keuangan yang ada sekarang ini, dari
sudut pandang investor maupun manajer.
Asimetri informasi terjadi karena manajer lebih superior dalam menguasai informasi dibanding pihak
lain (pemilik atau pemegang saham). Maka dengan informasi asimetri yang dimilikinya akan
mendorong agentuntuk menyembunyikan beberapa informasi yang tidak diketahui principal.
Sehingga denganadanya asimetri antara manajemen (agent) dengan pemilik (principal) memberikan
kesempatankepada manajer untuk melakukan manajemen laba (earnings management) dalam
rangkamemaksimumkan utilitynya
Kajian agency theory:
1.Pihak stockholder(principal) 2.Pihak manajemen ENRON(agent)
3.Pihak independen akuntan publik, KAP Arthur Andersen (AA).
AA sebagai KAP telah mencelakai kepercayaan dari pihak stockholder atau principal untuk
memberikan suatu fairness information mengenai pertanggungjawaban dari pihak agent dalam
mengemban amanah dari principal.
Merupakan suatu hubungan ada jika satu pihak (prinsipal) menyewa pihak yang lain (agen) untuk
menjalankan beberapa jasa. Jasa yang dimaksud membutuhkan prinsipal untuk mendelegasikan
beberapa otorisasi pembuatan keputusan kepada agen.
Ada dua bentuk hubungan keagenan. Pertama, adanya kesepakatan dimana pemilik ataupun
pemegang saham suatu perusahaan menyewa Chief Executive Officer untuk menjadi agen mereka
dalam mengelola perusahaan dengan menjaga kepentingan terbaik perusahaan tersebut. Kedua,
adanya persetujuan dimana CEO perusahaan bertindak sebagai principal dan menyewa manajer
suatu bagian atau divisi sebagai agen untuk mengelola suatu unit organisasi yang telah
didesentralisasi.
Untuk lebih mudah dipahami contoh teori akuntansi positif adalah praktik akuntansi yang saat ini
sering kita dengar antara lain creative accounting, earning management, big bath, dan income
smoothing. Pada dasarnya praktik akuntansi ini sudah dilakukan cukup lama, tetapi praktik ini
semakin mencuat diantaranya pada kasus ENRON, dan Worldcom yang terjadi pada tahun 2000.
Kasus ini mengakibatkan krisis kepercayaan publik terhadap auditor. Kasus ini telah meruntuhkan
KAP Arthur Andersen, tidak saja keluar dari The big five, bahkan sampai pencabutan ijin usaha. Kasus
inilah yang menjadi titik tolak bagi para auditor dan lembaganya untuk meningkatkan kembali
jaminan terhadap hasil audit mereka.
Sedangkan akuntansi normatif adalah praktik akuntansi yang dilaksanakan sesuai dengan aturan
yang telah ditetapkan. Aturan tersebut dikenal dengan nama Praktik Akuntansi Berterima Umum
(PABU) atau GAAP. Salah satu bagian kecil dari PABU adalah SAK atau standar akuntansi Keuangan.
Download