Nama : Dinda Ayu Berliana NPM : 518.E.0054 Rangkuman Rekam Kesehatan Elektronik (RKE) A. EHR System Planning and Acquisition (Perencanaan dan Akuisisi Sistem EHR) Rekam Kesehatan Elektronik atau Electronic Health Record sering disingkat EHR. EHR merupakan kegiatan mengkomputerisasikan isi rekam kesehatan dan proses yang berhubungan dengannya. EHR adalah suatu catatan elektronik komprehensif dari informasi kesehatan pasien yang merupakan integrasi beberapa database informasi kesehatan. Informasi yang diberikan meliputi demografi pasien, catatan kemajuan, masalah, obat, tanda vital, riwayat medis masa lalu, imunisasi, data laboratorium, dan laporan radiologi (National Center for Research Resourses, 2006). EHR bukanlah sistem informasi yang dapat dibeli dan diinstall seperti paket wordprocessing atau sistem informasi pembayaran dan laboratorium yang secara langsung dapat dihubungkan dengan sistem informasi lain dan alat yang sesuai dalam lingkungan tertentu. EHR merupakan sistem informasi yang memiliki framework lebih luas dan memenuhi satu set fungsi. Framework adalah sebuah software untuk memudahkan para progamer membuat sebuah aplikasi web yang di dalamnya ada berbagai fungsi dan konsep untuk membentuk suatu system tertentu agar tersusun dan terstruktur dengan rapi. Menurut Amatayakul Magret K dalam bukunya Electronic Health Records: A Practical, Guide for Professionals and Organizations harus memenuhi kriteria sebagai berikut: Mengintegrasikan data dari berbagai sumber (Integrated data from multiple source) Mengumpulkan data pada titik pelayanan (Capture data at the point of care) Mendukung pemberi pelayanan dalam pengambilan keputusan (Support caregiver decision making). Dokumentasi EHR dapat diisi oleh para pemberi pelayanan klinik mulai dari dokter, perawat, dokter gigi dan lainnya. B. EHR System Planning and Project Management (Perencanaan Sistem EHR dan Manajemen Proyek) Tujuan Pemilihan Tahapan EHR: 1. jenis informasi apa saja yang dibutuhkan oleh setiap pengguna 2. siapa saja yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem 3. bagaimana informasi tersebut didayagunakan 4. di tingkat mana saja dan dalam konteks apa saja informasi tersebut dibutuhkan 5. media apa saja yang dibutuhkan dalam penangkapan data dan penyampaian informasinya C. EHR System Implementation (Implementasi Sistem EHR) 1. Implementasi seluruh fungsi di semua unit (instalasi) pada saat yang sama secara menyeluruh di rumah sakit, 2. Implementasi seluruh fungsi pada satu unit (instalasi). Jika di lokasi tersebut sudah stabil, kemudian dilanjutkan ke seluruh lokasi lain pada saat yang sama, 3. Implementasi fungsi-fungsi terbatas pada seluruh unit (instalasi), misalnya permintaan tes laboratorium secara elektronik. Jika fungsi ini sudah menjadi bagian dari kegiatan klinik secara rutin, kemudian menerapkan lebih banyak fungsi lagi, 4. Kombinasi dari pendekatan-pendekatan di atas, misalnya menerapkan fungsi terbatas pada satu lokasi. Jika fungsi tersebut sudah stabil, kemudian memperluas berbagai fungsi pada lokasi tersebut dan kemudian diperluas ke berbagai unit di seluruh rumah sakit. E . HIM (Electronic Health Information Management) and Roles EHR (Informasi Manajemen Kesehatan Elektronik dan Peraturan EHR) Informasi Manajemen Kesehatan Elektronik (E - HIM) adalah sistem pengumpulan data berbasis fasilitas yang digunakan untuk pengambilan keputusan terkait kesehatan masyarakat. Pengguna utamanya adalah pembuat kebijakan publik, petugas kesehatan, peneliti, departemen perencanaan kantor kesehatan, focal person HMIS, bagian entri data dan banyak lainnya di fasilitas kesehatan hingga tingkat manajemen federal. Regulasi EHR: 1. Belum diatur secara khusus dan sementara ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis. 2. Pada Permenkes tersebut di pasal 2 ayat 1 disebutkan bahwa “Rekam medis harus dibuat secara tertulis, lengkap, dan jelas atau secara elektronik”[KES08]. 3. UU ITE tahun 2008