Uploaded by common.user48644

Rangkuman Manajemen Strategik

advertisement
RANGKUMAN
MANAJEMEN STRATEGIK
Oleh :
ERWAN GAZALI
NPM. 1911322025202
JURUSAN MANAJEMEN KEUANGAN
SEKOLAH ILMU TINGGI ILMU EKONOMI PANCASETIA
BANJARMASIN
2020
Manajemen strategik (strategic management) dapat didefinisikan sebagai seni
dan sains dalam memformulasi, mengimplementasi dan mengevaluasi keputusan
lintas fungsional yang membuat organisasi dapat memperoleh tujuannya. Seperti
yang diungkapkan dalam definisi ini, manajemen strategik berfokus pada
pengintegrasian manajemen, pemasaran keuangan dan akuntansi, produksi operasi,
penelitian
dan
pengembangan,
serta
sistem
informasi
untuk
memperoleh
kesuksesan organisasi. Tujuan manajemen strategik adalah jangka panjang (longrange
planning),
sebaliknya,
mencoba
untuk
mengoptimalisasi
tren
esok
berdasarkan tren saat ini. Istilah perencanaan strategik dimulai pada tahun 1950-an,
lalu populer di antara pertengahan 1960-an dan pertengahan 1970-an. Selama
tahun-tahun ini, perencanaan strategik secara luas diyakini dapat menjawab semua
permasalahan. Pada saat itu, banyak perusahaan Amerika terobsesi dengan
perencanaan
strategik.
Setelah
ledakan
itu,
perencanaan
strategik
mulai
terpinggirkan pada tahun 1980-an karena berbagai model perencanaan tidak
menghasilkan tingkat kembalian yang tinggi. Pada tahun 1990-an, perencanaan
strategik kembali bangkit dan saat ini secara luas dipraktikkan di dunia bisnis.
Banyak perusahaan saat ini telah memiliki chief strategy Officer (CSO).
Rencana strategik, esensinya adalah rencana permainan perusahaan. Seperti
tim sepakbola Yang membutuhkan rencana permainan yang baik agar memiliki
peluang untuk sukses, perusahaan harus memiliki rencana strategik yang baik agar
berhasil dalam kompetisi Margin laba perusahaan-perusahaan di sebagian besar
industri sangat tipis, sehingga hanya ada sedikit ruang untuk kesalahan‘. Rencana
strategik adalah hasil dari pilihan manajerial yang sulit di antara beberapa alternatif
yang baik, serta menandakan komitmen terhadap pasar, kebijakan, prosedur, dan
operasi yang spesifik sebagai pengganti tindakan lain yang “lebih tidak diinginkan”.
Tahap-Tahap Manajemen Strategik
Proses manajemen strategik (strategic management process) terdiri atas tiga
tahap: formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Formulasi
strategi (strategy formulation) mencakup pengembangan visi dan misi,
mengidentiflkasi kesempatan dan ancaman eksternal organisasi, menentukan
kekuatan dan kelemahan internal, menciptakan tujuan jangka panjang, memulai
strategi alternatif, dan memilih strategi khusus untuk dicapai. Isu-isu formulasistrategi mencakup penentuan bisnis baru yang akan dimasuki dan bisnis baru yang
akan dihindari, apakah akan memperluas operasi atau mendiversiflkasi, apakah
akan memasuki pasar internasional, apakah akan menggabungkan usaha atau
membentuk joint venture, dan cara menghindari pengambilalihan paksa. Karena
tidak ada organisasi yang memiliki sumber daya tidak terbatas, para penyusun
strategi harus memutuskan alternatif strategi mana yang akan paling
menguntungkan perusahaan. Keputusan formulasi strategi mengikat organisasi
terhadap produk, pasar, sumber daya, dan teknologi tertentu untuk periode yang
lebih panjang. Strategi menentukan keunggulan bersaing jangka panjang. Untuk hal
yang baik maupun yang buruk, keputusan srategik memiliki konsekuensi multifungsi
yang besar dan berdampak panjang pada organisasi. Manajer puncak memiliki
perspektif terbaik untuk secara penuh memahami kerumitan keputusan formulasi
strategi: mereka memiliki otoritas untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan
dalam implementasi. Implementasi strategi (strategy implementation) memerlukan
perumusan tujuan tahunan, kebijakan yang memotivasi karyawan, dan
pengalokasian sumber daya oleh perusahaan, sehingga strategi yang diformulasikan
dapat dilakukan. Implementasi strategi mencakup pengembangan budaya suportifstrategi, penciptaan struktur organisasi yang efektif, pengarahan kembali usaha
pemasaran, persiapan anggaran, pengembangan dan penggunaan sistem informasi,
serta pengaitan kompensasi karyawan dengan kinerja organisasi.
Implementasi strategi sering kali disebut “tahapan aksi” dari manajemen
strategik. Mengimplementasikan strategi artinya memobilasi karyawan dan manajer
untuk mengubah strategi yang diformulasikan ke dalam tindakan. Sering kali,
sebagai tahap yang paling sulit dalam manajemen strategik, implementasi strategi
membutuhkan disiplin, komitmen, dan pengorbanan personal. Keberhasilan
implementasi strategi bergantung kepada kemampuan manajer untuk memotivasi
karyawan yang lebih merupakan seni dibandingkan sains. Strategi yang
diformulasikan. namun tidak diimplementasikan tidak memiliki tujuan yang berguna.
Kemampuan interpersonal, khususnya, penting bagi keberhasilan implementasi
strategi. Aktivitas implementasi strategi memengaruhi semua karyawan dan manajer
dalam organisasi. Setiap divisi dan departemen harus memutuskan jawaban
pertanyaan seperti “Apa yang harus kita lakukan untuk mengimplementasikan
bagian kita dalam strategi perusahaan?” dan “Seberapa baik kita dapat melakukan
pekerjaan dengan benar?” Tantangan dari implementasi adalah menstimulasi
manajer dan karyawan dalam orgaisasi untuk bekerja dengan rasa bangga dan
antusiasme dalam mencapai tujuan yang telah dinyatakan.
Evaluasi sfrategi (strategy evaluation) adalah tahapan final dalam manajemen
strategik. Manajer harus mengetahui ketika strategi tertentu tidak bekerja dengan
baik; evaluasi strategi adalah cara yang tepat untuk mengetahui informasi ini.
Semua strategi merupakan subjek untuk modiiikasi di masa Yang akan datang
karena faktor internal dan eksternal senantiasa berubah. Tiga aktivitas fundamental
evaluasi strategi adalah (l) meninjau faktor internal dan eksternal yang merupakan
basis untuk strategi saat ini, (2) mengukur kinerja, (3) mengambil tindakan korektif.
Evaluasi strategi dibutuhkan karena kesuksesan hari ini bukan jaminan kesuksesan
besok! Sukses selalu menciptakan permasalahan baru; rasa puas pada organisasi
sering kali berujung pada kematian organisasi.
Formulasi, implementasi, dan evaluasi strategi adalah aktivitas-aktivitas yang
terjadi dalam tiga level hierarki di organisasi yang besar: perusahaan, unit divisi atau
strategis, dan fungsional. Dengan membantu komunikasi dan interaksi antarmanajer dan karyawan lintas level hierarkj, manajemen strategik membantu fungsi
flrma sebagai tim yang kompetitif. Sebagian besar bisnis kecil dan beberapa bisnis
besar tidak memilikj divisi atau unit strategi bisnis; mereka hanya memiliki level
perusahaan dan fungsional. Manajer dan karyawan pada dua level ini sebaiknya
secara aktif terlibat dalam aktivitas manajemen strategik.
Mengintegrasikan Intuisi dan Analisis
Manajemen strategik dapat dideskripsikan sebagai tujuan, logika, pendekatan
sistematik untuk membuat keputusan dalam organisasi. Manajemen strategik
berusaha untuk mengorganisasi informasi kuantitatifdan kualitatif di mana keputusan
efektif dapat dibuat meski dalam kondisi yang tidak pasti. Namun, manajemen
strategik bukanlah sains murni yang baik, rapi, dan pendekatan satu-dua-tiga.
Berdasarkan pengalaman yang lalu, penilaian dan perasaan, sebagian orang
mengakui bahwa intuisi (intuition) sangat penting dalam membuat keputusan
strategik yang baik. Intuisi secara khusus berguna dalam membuat keputusan pada
situasi dengan ketidakpastian yang besar atau preseden yang kecil. Intuisi juga
membantu ketika variabel-variabel yang saling terkait ada atau ketika harus memilih
di antara berbagai alternatif yang membingungkan. Beberapa manajer dan pemilik
bisnis memiliki kemampuan luar biasa dalam menciptakan strategi yang hebat hanya
dengan intuisi. Walaupun beberapa organisasi saat ini dapat bertahan dan sejahtera
karena memiliki orang-orang yang jenius dalam intuisi, sebagian besar organisasi
lainnya tidak demikian. Sebagian besar organisasi dapat memanfaatkan manajemen
strategik yang berdasarkan pada pengintegrasian intuisi dan analisis dalam
pengambilan keputusan. Memilih pendekatan intuisi atau analitis untuk pengambilan
keputusan bukanlah suatu proposisi. Manajer di semua level dalam organisasi
memasukkan intuisi dan penilaian mereka ke dalam analisis manajemen strategik.
Pemikjran analitis dan pemikiran intuitif melengkapi satu dengan yang lain. Intinya,
proses manajemen strategik adalah usaha untuk menduplikasi apa yang ada dalam
pikiran orang yang hebat dan intuitif yang mengetahui bisnis, serta mengasimilasi
serta
mengintegrasikan
pengetahuannya
menggunakan
analisis
dalam
memformulasi strategi yang efektif.
Beradaptasi terhadap Perubahan
Proses manajemen strategik didasarkan pada keyakinan bahwa organisasi
sebaiknya secara berkelanjutan memonitor kejadian internal dan ekstemal, sehingga
perubahan yang tepat waktu dapat dibuats aat dibutuhkan. Tingkatan dan besarnya
perubahan yang memengaruhi organisasi meningkat secara dramatis, seperti yang
terbukti dengan bagaimana resesi global mengejutkan banyak firma.
Agar bertahan, semua organisasi harus mengidentifikasi dan beradaptasi
terhadap perubahan. Proses manajemen strategik bertujuan membuat organisasi
beradaptasi secara efektif untuk perubahan.
Keunggulan Bersaing
Manajemen
srategik
adalah
semua
hal
tentang
memeroleh
dan
mempertahankan keunggulan bersaing (competitive advantage). Hal ini dapat
didefinisikan sebagai “segala sesuatu yang secara khusus dilakukan tirma
dibandingkan dengan firma rival”. Ketika firma dapat melakukan sesuatu yang tidak
bisa dilakukan firma rival atau memiliki sesuatu yang diinginkan firma rival, hal
tersebut menggambarkan keunggulan bersaing. Contohnya, memiliki banyak kas
pada neraca perusahaan dapat menciptakan keunggulan bersaing yang besar.
Normalnya, firma dapat mempertahankan keunggulan bersaing hanya untuk
periode tertentu karena firma rival mengintimidasi dan mengikuti keunggulan ini.
Dengan dcmikian, tidak cukup jika hanya memperoleh keunggulan kompetitif Firma
harus berusaha untuk memperoleh keunggulan bersaing berkelanjutan (sustained
competitive advantage) dengan (1) secara berkelanjutan beradaptasi terhadap
perubahan dalam tren ekstemal dan kejadian dan kapabilitas kompetensi internal,
serta sumber daya; dan (2) secara efektif memformulasi, mengimplementasi, dan
mengevaluasi
strategi
utama
faktor-faktor
tersebut.
Semakin banyak perusahaan yang memeroleh keunggulan bersaing dengan
menggunakan Internet untuk penjualan langsung dan untuk berkomunikasi dengan
pemasok, pelanggan, kreditur, mitra, pemegang saham, klien, dan pesaing yang
mungkin tersebar secara global. E-commerce memungkinkan firma untuk menjual
produk, iklan, suplai penjualan, perantara, pelacakan persediaan, mengeliminasi
kertas kerja, dan berbagi informasi. Secara total, e-commerce meminimalisasi biaya
serta menyingkat waktu, jarak, dan ruang dalam melakukan bisnis, sehingga
menghasilkan pelayanan pelanggan yang lebih baik, efisiensi, peningkatan produk,
dan profitabilitas yang lebih tinggi.
Para Penyusun Strategi
Penyusun strategi (strategist) adalah individu yang paling bertanggung jawab
untuk kesuksesan atau kegagalan organisasi. Penyusun strategi memiliki banyak
titel pekerjaan, seperti chiefexecutive oficer, presiden, pemilik, chair of the board,
executive director, kanselor, dekan, atau pengusaha. Jay Conger, profesor perilaku
organisasi di London Business School dan penulis Business Leaders, l: mengatakan
“Para penyusun strategi harus menjadi pejabat pembelajar (chieflearning 01am). Kit'
E ada di periode perubahan. Iika pemimpin kita tidak cepat beradaptasi dan menjadi
model yang a baik selama periode ini, perusahaan pun tidak akan dapat beradaptasi
karena yang paling utama, 12 kepemimpinan adalah tentang menjadi panutan.” Para
penyusun strategi membantu organisasi memperoleh, menganalisis, dan mengelola
informasi. Mereka menelusuri industri dan tren kompetitif, mengembangkan model
prediksi dan analisis skenario, mengevaluasi kinerja divisi dan perusahaan,
menandai kesempatan untuk memasuki pasar, mengidentifikasi ancaman bisnis, dan
mengembangkan rencana tindakan kreatif. Perencana strategik biasanya didukung
oleh peranan staf. Biasa ditemukan di level manajemen yang lebih tinggi, mereka
umumnya memiliki otoritas yang dapat dipertimbangkan dalam membuat keputusan
di firma. CEO adalah manajer strategik yang paling visibel dan penting. Dalam
beberapa tahun terakhir, posisi CSO telah muncul sebagai penambahan baru dalam
manajemen puncak di banyak organisasi.
Pernyataan Visi dan Misi
Banyak organisasi saat ini mengembangkan pernyataan visi yang menjawab
pertanyaan “Kita akan menjadi seperti apa?” Mengembangkan pernyataan visi
sering kali dipertimbangkan sebagai langkah pertama dalam perencanaan strategik,
mendahului pengembangan pernyataan misi. Banyak pernyataan visi yang
merupakan kalimat tunggal. Contohnya, pernyataan visi di Stokes Eye Clinic di
Florence, South Carolina, yaitu “Visi kami adalah untuk menjaga visi Anda.”
Pernyataan misi menempatkan pertanyaan dasar yang akan dihadapi oleh semua
penyusun strategi: “apakah produk bisnis kita?” Pernyataan misi yang jelas
menjelaskan nilai dan prioritas dari organisasi. Mengembangkan pernyataan misi
memaksa para penyusun strategi untuk berpikir mengenai sifat dan lingkup operasi
saat ini dan untuk mengukur potensi daya tarik pasar serta aktivitas di masa yang
akan datang. Pernyataan misi secara luas menentukan arah di masa yang akan
datang dalam organisasi. Pernyataan misi adalah pengingat konstan kepada
karyawan tentang alasan organisasi berdiri dan apa visi pendirinya ketika mereka
mempertaruhkan nama besar dan modal untuk mencapai mimpi mereka tersebut.
Ancaman dan Kesempatan Eksternal
Kesempatan eksternal (external opportunities) dan ancaman eksternal
(external threats) mengacu kepada ekonomi, sosial, kultur, demografls, lingkungan,
politik, hukum, pemerintahan, teknologi, dan tren kompetitifserta kejadian. yang
mungkin secara signifikan menguntungkan atau merugikan organisasi di masa yang
akan datang. Ancaman dan kesempatan jauh di bawah kendali organisasi secara
tunggal-sehingga istilahnya dinamakan eksternal.
Kekuatan dan Kelemahan Internal
Kekuatan internal (internal strengths) dan kelemahan internal (internal
weakness) adalah aktivit organisasi terkendali yang dilakukan secara baik atau
buruk. Kedua hal tersebut timbul dalam aktivitas manajemen, pemasaran, keuangan
akuntansi,
produksi/operasi,
development-R&D), dan
penelitian
dan
pengembangan
(raged
sistem manajemen informasi (SIM) dalam
and
bisnis.
Mengidentifikasi serta mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam
area-area fungsional bisnis merupakan aktivitas manajemen strategik yang penting.
Organisasi berusaha untuk mengejar strategi yang berfokus pada kekuatan internal
dan mengeliminasi kelemahan internal. Kekuatan dan kelemahan ditentukan secara
relatif terhadap pesaing. Defisiensi atau superiorit relatif adalah informasi yang
penting. Kelemahan dan kekuatan juga dapat ditentukan oleh elemen elemen yang
lebih dari sekadar kinerja. Contohnya, kekuatan mungkin mencakup kepemilikan
sumber daya natural atau reputasi historis terhadap kualitas. Kekuatan dan
kelemahan dapat ditentukan secara relatif terhadap tujuan yang dimiliki firma.
Tujuan Jangka Panjang
Tujuan (objective) dapat didetinisikan sebagai hasil spesifik yang berusaha
dicapai olch organisasi' dalam mengejar misi dasarnya. jangka panjang berarti lebih
dari satu tahun. Tujuan ini penting antuk kesuksesan organisasi karena memberikan
arah; membantu dalam evaluasi; menciptakan sinergi; mengungkapkan prioritas;
memfokuskan koordinasi; dan menyediakan dasar unluk aktivitas perencanaan yang
efektif, pengorganisasian, pemotivasian, dan pengendalian. Tujuan sebaiknya
menantang, dapat diukur, konsisten, beralasan, dan jelas. Dalam firma yang multi
dimensi, tujuan sebaiknya dibuat untuk keseluruhan perusahaan dan unluk setiap
divisi.
Strategi
Strategi (strategies) dimaksudkan untuk pencapaian tujuan jangka panjang
(Iong-term objectives). Strategi bisnis mungkin mencakup ekspansi geografis,
diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, pengurangan,
divestasi, likuidasi, dan joint venture.
Strategi adalah tindakan potensial yang
membutuhkan keputusan manajemen puncak dan sumber daya perusahaan yang
besar. Sebagai tambahan, strategi memengaruhi kesejahteraan jangka panjang
organisasi, biasanya paling sedikit lima tahun, dan oleh karena itu berorientasi masa
depan.
Strategi
memiliki
konsekuensi
multifungsi
atau
multidimensi
dan
membutuhkan pertimbangan, baik faktor internal maupun ekstemal yang dihadapi
oleh perusahaan.
Tujuan Tahunan
Tujuan tahunan (annual objectives) adalah pijakan jangka pendek yang harus
diperoleh organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang. Seperti halnya tujuan
jangka panjang, tujuan jangka pendek sebaiknya bersifat dapat diukur, kuantitatif,
menantang, realistis, konsisten, dan diprioritaskan. Hal tersebut sebaiknya dibuat di
level perusahaan, divisi, dan fungsional dalam organisasi yang besar. Tujuan
tahunan
sebaiknya
dinyatakan
dalam
istilah
manajemen,
pemasaran,
keuangan/akuntansi, produksi/operasi, R&D, dan penyelesaian SIM. Seperangkat
tujuan tahunan diperlukan untuk setiap tujuan jangka panjang. Tujuan tahunan
khususnya penting dalam implementasi strategi, sementara tujuan jangka panjang
khususnya penting dalam formulasi strategi. Tujuan tahunan mewakili dasar
mengalokasikan sumber daya.
Kebijakan
Kebijakan (policies) adalah alat yang digunakan untuk mencapai tujuan
tahunan. Kebijakan mencakup pedoman, aturan, dan prosedur yang dibuat untuk
mendukung usaha untuk memperoleh tujuan yang dinyatakan. Kebijakan adalah
pedoman dalam pembuatan keputusan dan menangani situasi yang Berulang dan
terjadi kembali.
Kebijakan sering kali dinyatakan dalam istilah manajemen,
pemasaran, keuangan/akuntansi, Produksi/operasi, R&D, dan aktivitas sistem
informasi‘manajemen. Kebijakan dapat dibuat
pada level perusahaan
dan
diaplikasikan ke seluruh organisasi pada level divisional dan diaplikasikan ke divisi
tunggal, juga dapat dibuat pada level fungsional serta diaplikasikan ke aktivitas
departemen Operasional tertentu. Kebijakan, seperti tujuan tahunan, sangat penting
dalam implementasi strategi karena menyoroti harapan organisasi terhadap
karyawan dan manajernya. Kebijakan memungkinkan konsistensi dan koordinasi di
dalam
dan
di
antara
departemen
dalam
organisasi.
Penelitian substansial menyarankan bahwa angkatan kerja yang semakin sehat
dapat secara efektif dan efisien mengimplementasikan strategi.
Model Manajemen Strategik
Proses manajemen strategik dapat dipelajari dan diaplikasikan secara paling
baik menggunakan suatu model. Setiap model merepresentasikan jenis proses
tertentu. Model ini tidak menjamin kesuksesan, namun merepresentasikan
pendekatan yang jelas dan praktis untuk memformulasi mengimplementasi, dan
mengevaluasi strategi. Hubungan di antara komponen-komponen besar dari proses
manajemen strategik ditunjukkan dalam model yang tampak di semua bab
selanjutnya, dengan area yang sesuai dibentuk untuk menunjukkan fokus khusus
dari setiap bab. Berikut ini merupakan tiga pertanyaan penting untuk dijawab dalam
mengembangkan rencana strategik:
Di mana kita sekarang?
Ke mana kita akan pergi?
Bagaimana cara kita menuju ke sana?
Mengidentifikasi visi, misi, tujuan, dan strategi yang sudah ada adalah
langkah awal yang logis untuk manajemen strategik karena situasi firma saat ini dan
kondisinya mungkin menghalangi strategi tertentu dan mungkin bahkan mendikte
tindakan tertentu. Setiap organisasi memiliki Visi, misi, tujuan, dan strategi, bahkan
jika elemen elemen ini tidak dengan sadar didesain, ditulis, dan dikomunikasikan.
Jawaban ke mana organisasi akan berjalan secara umum dapat ditentukan
berdasarkan di mana organisasi tersebut berada!
Manfaat dari Manajemen Strategik
Manajemen strategik membuat organisasi lebih proaktif daripada reaktif
dalam membentuk masa depannya sendiri; hal tersebut memungkinkan organisasi
untuk memulai dan memengaruhi (bukan hanya merespons) aktivitas-dan oleh
karena itu dapat mengendalikan nasibnya sendiri. Pemilik usaha kecil, CEO,
direktur, dan manajer dari banyak organisasi yang mencari keuntungan dan nirlaba
telah mengetahui dan menyadari manfaat dari manajemen strategik. Secara historis,
keuntungan utama dari manajemen strategik telah membantu organisasi untuk
memformulasi strategi melalui penggunaan pendekatan yang lebih sistematik, logis,
dan rasional terhadap pilihan strategik.
Manfaat Keuangan
Penelitian mengindikasian bahwa organisasi yang menggunakan konsep
manajemen strategik lebih menguntungkan dan berhasil dibandingkan organisasi
yang tidak menggunakan konsep manajemen strategik.7 Perusahaan yang
menggunakan konsep manajemen strategik menunjukkan peningkatan gignifikan
dalam penjualan, tingkat keuntungan, dan produktivitas dibandingkan dengan
perusahaan tanpa aktivitas perencanaan sistematis. Perusahaan berkinerja tinggi
cenderung
melakukan
perencanaan
sistematis
untuk
mempersiapkan
diri
menghadapi fluktuasi di Imasa depan dalam lingkungan internal dan eksternal.
Perusahaan dengan sistem perencanaan yang mencerminkan teori manajemen
strategik secara umum menunjukkan kinerja keuangan jangka panjang yang
Superior dibandingkan dengan industrinya. Perusahaan yang berkinerja tinggi
terlihat lebih baik dalam membuat keputusan dengan antisipasi yang baik terhadap
konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang. Sebaliknya, perusahaan yang
kinerjanya buruk sering kali terlibat dalam aktivitas berorientasi jangka pendek dan
tidak merefleksikan prediksi yang baik akan kondisi masa depan. Para penyusun
strategi pada organisasi berkinerja rendah sering kali sibuk menyelesaikan
permasalahan internal dan memenuhi tenggat waktu pekerjaan klerikal. Mereka
umumnya meremehkan kekuatan pesaing dan terlalu membanggakan kekuatan
perusahaan mereka sendiri. Mereka sering kali memiki kinerja yang lemah dengan
menyalahkan faktor yang tidak dapat dikontrol, seperti ekonomi yang buruk,
perubahan teknologi, dan persaingan dengan perusahaan asing.
Manfaat Non-keuangan
Selain membantu perusahaan menghindari kegagalan keuangan; manajemen
strategik
menawarkan
keuntungan
berwujud
lainnya,
seperti
meningkatnya
kesadaran atas ancaman eksternal, pemahaman Yang meningkat akan strategi
pesaing, produktivitas karyawan yang meningkat, berkurangnya resistensi terhadap
perubahan, dan pemahaman yang lebih jelas dari hubungan kinerja-imbalan.
Manajemen strategik meningkatkan kemampuan pencegahan masalah oleh
organisasi karena membuat interaksi di antara manajer pada semua tingkatan divisi
dan fungsi. Perusahaan yang telah melatih karyawan dan manajernya, berbagi
tujuan organisasi dengan mereka, memberdayakan mereka untuk membantu
meningkatkan produk atau jasa, dan mengakui kontribusi mereka, dapat
mengandalkan mereka untuk membantu perusahaan karena interaksi ini.
Perangkap dalam Manajemen Strategik
Perencanaan strategik adalah proses yang rumit dan sangat terperinci yang
membawa organisasi ke dalam teritori yang tidak terpetakan. Perencanaan strategik
tidak memberikan resep yang siap untuk-digunakan untuk sukses; namun, hal
tersebut membawa organisasi melewati perjalan dan menawarkan kerangka kerja
untuk mengafahkan pertanyaan-pertanyaan dan pemecahan masalah. Menjadi
waspada pada perangkap potensial dan siap untuk mengarahkan mereka adalah hal
panting untuk dilaksanakan.
Pedoman untuk Manajemen Strategik yang Efektif
Pedoman penting untuk manajemen strategik yang efektif membutuhkan
keterbukaan pikiran Keinginan dan kemauan untuk mempertimbangkan informasi
baru, sudut pandang baru, ide baru dan kemungkinan baru sangat penting; semua
anggota organisasi harus berbagi semangat bertanya dan belajar. Para penyusun
strategi seperti CEO, direktur, pemilik bism's kecil, dan pimpinan badan
pemerintahan harus berkomitmen untuk mendengar dan memahami posisi manajer
dengan cukup baik agar dapat menyatakan kembali posisi-posisi tersebut demi
kepuasan manajer. Selain itu, manajer dan karyawan di perusahaan sebaiknya
dapat mendeskripsikan posisi para pembuat strategi unfuk kepuasan para penyusun
strategi. Membandingkan Strategi Bisnis dan Militer Warisan militer yang kuat
mendasari studi manajemen strategik. Istilah-istilah seperti tujuan, misi, kekuatan,
dan kelemahan pertama kali diformulasikan untuk menempatkan permasalahan di
medan perang. Kata strategi berasal dari bahasa Yunani strategos yang mengacu
pada jenderal militer dan mengombinasikan stratos (tentara) dan ago (memimpin).
Sejarah perencanaan strategik dimulai di militer. Tujuan kunci, baik dalam strategi
bisnis dan militer, adalah untuk “memperoleh keunggulan bersaing”. Dalam banyak
hal, strategi bisnis menyerupai strategi militer, dan para penyusun strategi dalam
militer telah belajar banyak selama berabad-abad yang dapat dimanfaatkan oleh
para penyusun strategi bisnis hari ini. Baik organisasi militer dan bisnis mencoba
untuk menggunakan kekuatan mereka sendiri untuk mengeksploitasi kelemahan
pesaing. Iika strategi organisasi secara keseluruhan tidak benar (tidak efektif), maka
semua eflsiensi di dunia mungkin tidak cukup untuk mencapai kesuksesan.
Kesuksesan bisnis dan militer secara umum bukanlah hasil yang spontan dari
strategi. Kesuksesan produk berdasarkan pada perhatian berkelanjutan untuk
mengubah kondisi internal dan eksternal serta untuk memformulasikan dan
mengimplementasikan adaptasi yang tepat terhadap kondisi-kondisi ini. Elemen
kejutan memberikan keunggulan bersaing yang hebat, baik dalam strategi militer
dan bisnis; sistem informasi yang memberikan data tentang sumber daya dan
strategi juga penting.
Download