RINGKASAN MATA KULIAH MANAJEMEN PENDIDIKAN “MANAJEMEN KELAS” Dosen Pengampu Prof. Baedhowi, M.Si. Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Oleh : Lafifah Wijayanti NIM. K7618056 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2019 A. KONSEP MANAJEMEN KELAS Peran guru dalam pengelolaan kelas sangat penting untuk menciptakan suasana pembelajaran yang berkualitas, secara prinsip, guru memegang dua tugas pokok, yakni pengajaran dan pengelolaan kelas. Guru sebagai tenaga pendidik profesional memiliki peran yang sangat kompleks, tidak terbatas pada kegiatan pembelajaran, guru juga bertugas sebagai administrator, evaluator, konselor. Menurut Sudarwan Danim (dalam Suyana), kelas merupakan wahana paling dominan bagi terselenggaranya proses pembelajaran bagi anak-anak sekolah. Dengan demikian kedudukan kelas dalam pembelajaran sangat penting untuk menentukan keberhasilan belajar siswa pada tingkat tertentu. Untuk menciptakan kelas yang efektif sangat diperlukan keterampilan guru yang dapat dan mampu dalam mengelola kelas pembelajaran agar selalu dapat terpelihara dengan baik. Istilah mengelola inilah yang dimaksud dengan istilah manajemen kelas. Menurut Sudarwan Danim (dalam Suyana), manajemen kelas adalah seni atau praksis (praktek dan strategi) kerja, yaitu guru bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain (bekerja sejawat atau siswa sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Manajemen kelas dilakukan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai kemampuan. Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk megatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahar ajar, menciptakan kondisi belajar mengajar yang kondusif sehingga KBM berjalan dengan baik. Dengan demikian sebelum memulai pembelajaran guru harus mengelola kelas terlebih dahulu, yaitu mengatur sumber daya yang ada di kelas sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai secara efektif dan efisien. B. KEGIATAN MANAJEMEN KELAS Dalam manajemen kelas guru melakukan sebuah proses atau tahapan-tahapan kegiatan yang dimulai dari merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi, sehingga apa yang dilakukan merupakan satu kesatauan yang utuh dan saling terkait. Selain itu bahwa dalam manajemen juga terkandung maksud bahwa kegiatan yang dilakukan efektif mengenai sasaran yang hendak dicapai dan efisen tidak menghambur-hamburkan waktu, uang dan sumber daya lainnya. Titik akhir dari kegiatan manajemen adalah tujuan dengan produktivatas kerja yang tinggi. Kegiatan manajemen kelas (pengelolaan kelas) meliputi 2 kegiatan secara garis besar terdiri dari: Pengaturan orang (siswa) Pengaturan orang atau siswa adalah bagaimana cara mengatur dan menempatkan siswa dalam kelas sesuai dengan potensi intelektual dan perkembangan emosionalnya. Siswa diberikan kesempatan untuk memperoleh posisi dalam belajar yang sesuai dengan minat dan keinginannya. Pengaturan orang (Kondisi emosional) meliputi tingkah laku, kedisiplinan, minat/perhatian, gairah belajar, dinamika kelompok. Pengaturan Fasilitas Kelangsngan aktivitas dalam kelas baik guru maupun siswa dalam kelas kelangsunganya akan banyak dipengaruhi oleh kondisi dan situasi fisik lingkungan kelas. Oleh karena itu lingkunagn fisik kelas berupa sarana dan prasarana kelas harus dapat memenuhi dan mendukung interaksi yang terjadi, sehingga harmonisasi kehidupan kelas dapat berlangsung dengan baik dari permulaan masa kegiatan belajar mengajar sampai mengajar sampai akhir masa belajar mengajar akan berjalan dengan baik. Mengatur fasilitas belajar mengajar (kondisi fisik) meliputi ventilasi, pencahayaan, kenyamanan, letak duduk dll. Adapun secara lebih terperinci kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan guru dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan kelas adalah: 1. Mengecek kehadiran siswa 2. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut 3. Pendistribusian alat dan bahan belajar 4. Mengumpulkan dan mencatat data informasi dari siswa 5. Menyampaikan materi pelajaran 6. Memberikan tugas/PR 7. Mengatur tempat duduk siswa Hal-hal yang perlu diperhatiakan guru , khususnya guru baru dalam pertemuan pertama dengan siswa di kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen (1996:13) adalah: 1. Ketika bertemu dengan siswa guru harus: Bersikap tenang dan percaya diri Tidak menunjukan muka cemas, muka masam Memberikan salam dan mulai memperkenalkan diri 2. Guru memberikan tugas kepada siswa secara terstruktur 3. Mengatur tempat duduk siswa dengan tertib dan teratur 4. Menentukan tata cara berbicara dan Tanya jawab 5. Bertindak disiplin baik terhadap siswa maupun terhadap diri sendiri. Adapun manajemen kelas yang baik menurut John Jarolinek dan Clifford D (dalam Suryosubroto, 2002:49) adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. C. Manajemen kelas yang baik mempertimbangkan perkembangan mental dan sosial murid-murid, Manajemen kelas yang baik memberikan kebebasan intelektual dan fisik dalam karakter yang ditentukan, Manajemen kelas yang baik memungkinkan pencapaian tujuan instruksional, Manajemen kelas yang baik murid untuk ikut berprtisipasi atas manajemen kelasnya, Manajemen kelas yang baik mengijinkan kepada murid untuk mengembangkan kecakapan dan ntidak bergantung pada orang lain, Manajemen kelas yang baik membuat suasana yang hangat terhadap hubungan antara guru dan murid, Manajemen kelas yang baik menghasilkan sikap murid yang positif terhadap kelasnya PRINSIP MANAJEMEN KELAS Dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyarat menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu (Muhaimin, 2002:137-144): 1. Prinsip Kesiapan (Readiness) Kesiapan belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar. 2. Prinsip Motivasi (Motivation) Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik maka akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar, berusaha keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut serta terus bekerja sampai tugastugas tersebut terselesaikan. 3. Prinsip Perhatian Perhatian merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya. 4. Prinsip Persepsi Prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah (a) makin baik persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu tersebut. (b) dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal ini akan memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa yang dipelajari (c) dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat mendekati benda sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh persepsi yang lebih akurat. 5. Prinsip Retensi Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur 6. D. kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan. Karena itu, retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Prinsip Transfer Transfer merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat memengaruhi proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu diasumsikan atau diharapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi kelak. PENDEKATAN MANAJEMEN KELAS Pendekatan pengelolaan kelas yang diungkapkan Sunaryo (1989) adalah sebagai berikut. 1) Pendekatan Kekuasaan Pengelolaan kelas berarti sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku siswa. Peran guru di sini adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas. 2) Pendekatan Ancaman Melalui pendekatan ini pengelola kelas juga diartikan sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa tetapi dilakukan melalui ancaman, seperti: melarang, menyindir, memaksa dan mengejek. 3) Pendekatan Kebebasan Pengelola kelas diartikan sebagai proses untuk membantu siswa merasa bebas dalam mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan siswa. 4) Pendekatan Resep (Cookbook) Pendekatan ini dilakukan dengan memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa tidak boleh dikerjakan guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi dalam kelas. Dalam daftar itu digambarkan tahap demi tahap apa yang harus dikerjakan guru. Peranan guru hanyalah mengikuti petunjuk seperti yang tertulis dalam resep. 5) Pendekatan Pengajaran Pendekatan ini didasarkan pada suatu anggapan bahwa dengan suatu perencanaan dan pelaksanan pengajaran akan mencegah munculnya masalah tingkah laku siswa dan memecahkan masalah itu, bila tidak bisa dicegah. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah atau menghentikan tingkah laku siswa yang kurang baik. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pengajaran yang baik. 6) Pendekatan Pengubahan Tingkah Laku (Behavior Modification) Sesuai namanya, pengelola kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku siswa. Peranan guru adalah mengembangkan tingkah laku siswa yang baik dan mencegah tingkah laku yang kurang baik. 7) Pendekatan Sosial Emosional Menurut pendekatan ini pengelola kelas merupakan proses menciptakan iklim sosial, emosional positif dalam kelas. Sosiol-emosional positif, artinya ada hubungan baik yang positif antara guru dan siswa atau antara siswa dengan siswa. Di sini guru adalah terhadap pembentukan hubungan pribadi itu. Peranannya adalah menciptakan hubungan pribadi yang baik. 8) Pendekatan Proses Kelompok Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk menciptakan kelas sebagai suatu sitem sosial di mana proses kelompok adalah merupakan yang paling utama. Peranan guru adalah agar pengembangan dan pelaksanaan proses kelompok itu efektif. 9) Pendekatan Pluralistik Pengelola kelas berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan belajar mengajar berlangsung efektif dan efisien. Guru dapat memilih 8 (delapan) pendekatan di atas dan ia bebas memilih pendekatan yang sesuai yang dapat dilaksanakan. Jadi pengertian kelas adalah suatu set (rumpun) kegiatan guru dan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang memberi kemungkinan proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien. E. FUNGSI DAN TUJUAN MANAJEMEN KELAS Tujuan manajemen kelas pada umumnya ialah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Kegiatan pengelolaan fisik fisik dan pengelolaan sosio-emosional merupakan bagian dalam pencapaian tujuan pembelajaran dan belajar siswa. Adapun indikator keberhasilan dalam pengelolahan kelas adalah : 1. Terciptanya suasana/kondisi belajar mengajar yang kondusif (tertib, lancar, disiplin) 2. Terjadinya hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa. Tujuan manajemen kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Didaksmen (1996) adalah: 1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. 2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran. 3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional dan intelektual siswa dalam kelas. 4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang social, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individualnya. Fungsi manajemen kelas merupakan penerapan fungsi-fungsi manajemen yang diaplikasika di dalam kelas oleh guru untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Fungsi-fungsi manajerial yang harus dilakukan oleh guru meliputi : a) Merencanakan Dalam organisasi merencanakan adalah suatu proses memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan, dan tindakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya dan metode yang tepat. Dalam hal ini, tiga aspek perencanaan harus disebutkan : Untuk setiap bidang pembelajaran, institusi pendidikan menentukan hasil yang akan dicapai pada akhir tingkat atau kelas tertentu. Ketika merencanakan, pendidik harus berkerja mundur/melihat kebelakang ‘ dari hasil ini, membimbing peserta didik untuk mencapai hasil pada beberapa tingkat di masa depan. Pada kenyataannya, ini bermuara pada unit-unit yang harus dipelajari dalam setiap pertemuan, minggu dan pelajaran. Aspek kedua perencanaan melibatkan keputusan yang harus dibuat yakni bagaimana hasil yang spesifik dapat tercapai dengan efektif. Hal ini memerlukan renungan dan rancangan metode yang paling efektif, pendekatan dan sumber daya yang akan digunakan. Dalam contoh ketiga, pendidik harus menyadari perencanaan dengan perspektif masa depan ada hubungan antara apa yang peserta didik harus capai sebelumnya (saat ini ) dan apa yang mereka harus capai di masa depan. b) Mengorganisasikan Manajer (guru) membuat suatu struktur formal yang dapat dengan mudah dipaham I orang dan menggambarkan suatu posisi dan fungsi seseorang di dalam pekerjaannya, seperti guru membuat struktur organisasi kelas dimana ada ketua kelas, wakil, bendahara sekretaris dan seksi-seksi) c) Memimpin Untuk pendidik, kepemimpinan berarti menjelaskan apa hasil yang didapat, memberikan intruksi, mendelegasikan tugas,kegiatan pengawasan menggunakan strategi untuk meningkatkan kinerja peserta didik, melatih disiplin dan penanganan konflik. d) Mengendalikan Mengendalikan adalah proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya yang dilakukan sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. Proses pengendalian dapat melibatkan beberapa elemen yaitu: Menetapkan standar kinerja Mengukur kinerja Membandingkan unjuk kerja dengan standar yang telah ditetapkan Mengambil tindakan korektif saat terdeteksi penyimpangan. F. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN KELAS Untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang baik, terdapat beberapa factor yang mempengaruhinya, yaitu: 1. Kondisi Fisik Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal akan mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh yang positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi: a) Ruangan tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar b) Pengaturan tempat duduk c) Ventilasi dan pengaturan cahaya d) Pengaturan penyimpanan barang-barang. 2. Kondisi Sosio-Emosional Kondisi sosio emosional dalam kelas akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektifitas tercapainya tujuan pengajaran. Kondisi sosio-emosional meliputi: a) Tipe kepemimpinan b) Sikap guru c) Suara guru d) Pembinaan hubungan baik 3. Kondisi Organisasi Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan baik di tingkat kelas maupun tingkat sekolah akan dapat mencegah maslah pengelolaan kelas. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada siswa secara terbuka, akan tertanam pada setiap siswa kebiasaan yang baik. Di samping itu mereka akan terbiasa bertingkah laku secara teratur dan penuh disiplin pada semua kegiatan yang bersifat rutin. Kegiatan rutinitas tersebut antara lain: a) Pergantian jam pelajaran b) Upacara bendera c) Guru berhalangan hadir d) Kegiatan lainnya G. ASPEK DAN MASALAH DALAM MANAJEMEN KELAS 1. Aspek dalam Manajemen Kelas Keberhasilan dalam pembelajaran akan ditentukan oleh seberapa mampu guru dalam memfasilitasi anak dengan kegiatan manajerial terhadap kelas. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas yang baik ialah meliputi sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan efektif dan kratif. Sebagai sebuah kegiatan, manajemen kelas yang harus dilakukan oleh guru. Berikut aspek-aspek yang perlu diperhatikan dan dikembangkan adalah: a) Mengecek kehadiran b) Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan c) Mengumpulkan informasi dari siswa d) Mencatat data e) Pemeliharaan arsip f) Menyampaikan materi pelajaran g) Memberikan tugas 2. Masalah dalam Manajemen Kelas Pada penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dikelas tidak berlangsung dengan apa yang telah direncanakan, seringkali pada proses pelaksanaan timbul berbagai masalah. Masalah tersebut dapat kita lihat dari berbagai sisi. Masalah kita bisa lihat dari sisi sifat masalah, jenis masalah, dan sumber masalah. a) Sifat masalah Perennial Masalah melekat, masalah akan selalu ada ketika terjadi proses interaksi Nurturant Effect (Dampak Pengiring) Bahwa ketika dalam sebuah kegiatan muncul masalah, dan masalah tersebut tidak segera dicarikan solusi maka akan menimbulkan dampak lain sebagai pengikut dari masalah tersebut yang mungkin akan besar. Substantif Artinya bahwa masalah itu memiliki kekhasan sesuai dengan substansi dari problematic dalam interaksi yang terjadi. Kontekstual Permasalahan muncul bisa diakibatkan oleh setting situasi tertentu, situasi dapat mempengaruhi besar kecilnya suatu permasalahan yang timbul. b) Jenis masalah yang Muncul di Kelas Masalah Individu Masalah individu adalah segala permaslahan yang melekat pada perorangan baik karena aktivitasnya sebelum di kelas, di lingkungan sekolah maupun di dalam kelas. Masalah individu muncul bila terjadi stimulus yang tidak diharapkan dari sikap siswa lain, atau sikap guru, bahkan dari materi belajar. Masalah Kelompok Masalah kelompok adalah masalah yang muncul karena kolektivitas siswa yang tidak terorganisir sehingga memunculkan kecemburuan atau ketidaksetujuan yang tidak dikemukakan yang pada akhirnya akan menurunkan semangat belajar individu. Permasalahan kelompok dapat muncul karena kurang awasnya guru dalam menentukan kelompok sehingga siswa tidak bergairah dalam belajar secara keseluruhan di dalam kelas. c) Sumber masalah Secara garis besar masalah yang mungkin dirasakan dan akan mengganggu proses belajar siswa dalam kelas bisa berasal dari: Lingkungan rumah Lingkungan masyarakat Lingkungan sekolah H. PENDEKATAN DALAM MELIHAT PERMASLAHAN DI KELAS Culture Budaya organisas kelas yang dikembangkan harus mampu memfasilitasi keseluruhan buadaya bawaan yang melekat pada siswa. Memahami budaya bawaan artinya guru akan mudah dalam menghadapi berbagai masalah yang melekat dan muncul pada siswa. Commitment Komitmen adalah sebuah bentuk intregasi secara total dari seseorang terhadap sesuatu atau pekerjaan tertentu dengan melibatkan keseluruhan aspek diri. Dalam komitmen terdapat 2 unsur pokok yaitu usaha dan waktu. Communication Komunikasi memungkinkan guru dapat mengetahui dan memahami masalah yang sebernarnya dihadapi oleh anak, apakah permasalahan di kelas itu terjadi karena stimulus kelas dan penghuni kelas atau permasalahan itu muncul karena sumber yang dibawa dari rumah atau dari lingkungan dimana mereka bergaul. Pada akhirnya akan mempermudah guru dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. I. USAHA PENCEGAHAN MASALAH DALAM PENGELOLAAN KELAS Penngelolaan kelas merupakan kegaiatan atau tindakan guru dalam rangka penyediaan kondisi yang optimal agar proses belajar mengajar berlangsung efektif. Tindakan tersebut dapat berupa: Tindakan atau usaha yang bersifat pencegahan Yaitu dengan jalan menyediakan baik kondisi fisik maupun kondisi sosio emosional sehingga terasa nyata oleh siswa rasa kenyamanan dan keamanan untuk belajar. Adapun langkah-langkah pencegahannya sebagai berikut: Peningkatan kesadaran diri sebagai guru Peningkatan kesadaran peserta didik Sikap polos dan tulus dari guru Mengenal dan menemukan alternative pengelolaan Menciptakan kontrak social Usaha atau tindakan yang bersifat korektif Yaitu tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang dan merusak kondisi optimal bagi proses belajar mengajar yang berlangsung . tindakan yang bersifat korektif terbagi menjadi 2, yaitu tindakan yang seharusnya diambil guru saat terjadi gangguan (dimensi tindakan) dan penyembuhan (kuratif ) terhadap tingkah laku yang menyimpang yang terlanjur terjadi agar penyimpangan tersebut tidak berlarut-larut. Usaha yang Bersifat Penyembuhan (Kuratif) Mengidentifikasi masalah Menganalisis masalah Menilai alternative-alternatif pemecahan Mendapatkan balikan (guru melaksanakan monitoring). REFERENSI Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. 2012. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Suyana, Edeng. 2012. Manajemen Kelas Berkarateristi Siswa. Jurnal Edukasi Islam. 2(1), 3-16. Diperoleh pada 15 September 2019, dari https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ei/article/view/21 Muhaimin. 2002. Paradigma Pendidikan Agama Islam. Bandung: Remaja Rosyda Karya.