Uploaded by common.user26244

2948-Article Text-5915-1-10-20160714

advertisement
Volume 18, Nomor 1, Hal. 20-26
Januari – Juni 2016
ISSN:0852-8349
KAJIAN PEMBUATAN ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN
KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L)
H. Simanungkalit, Indriyani dan Ulyarti
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi, Kampus Pondok Meja
KM. 11 Muaro Jambi 36116
ABSTRAK
The purpose of this research was to determine the affect of red beans on the quality
of beans ice cream and to determine the appropriate amount of red beans, to produce red
beans ice cream which melt at the slowest time. This study used a completely randomized
design (CRD), with red bean pulp concentration as the treatment. There were 5 levels of
treatment (0%, 5%, 10%, 15%, & 20%). The results showed that red bean pulp
concentration did not significantly affect overrun, aroma, taste, texture, overcell acceptance
& softness of the ice cream. However, red bean pulp concentration significantly affect the
melting time. This research suggest that 5% red bean pulp can be used to produce ice
cream which has the slowest melting time (9,20 minutes).
Keywords: Red-Beans, Ice-cream
PENDAHULUAN
Indonesia memiliki banyak potensi
pangan lokal diantaranya dari jenis
kacang-kacangan.
Kacang-kacangan
lokal merupakan alternatif sumber
protein nabati yang murah dan terjangkau
oleh masyarakat Indonesia. Indonesia
memiliki beraneka jenis kacang-kacangan
yang potensinya belum sepenuhnya
tergali, salah satunya adalah kacang
merah
(Phaseolus
vulgaris
L)
(Rukmana, 1998).
Pemanfaatan kacang merah untuk
memenuhi
kebutuhan
pangan
di
Indonesia sudah dilakukan masyarakat
tetapi
masih
sangat
terbatas
penggunaanya.
Teknik
pengolahan
kacang merah juga masih sederhana,
kebanyakan kacang merah hanya
digunakan sebagai pelengkap dalam
masakan maupun dijadikan sebagai
bubur. Sampai saat ini
belum ada
pengolahan dan kreasi kacang merah
menjadi produk makanan yang menarik
seperti es krim, hal ini dikarenakan
kurangnya pengetahuan masyarakat
20
Indonesia tentang pemanfaatan kacang
merah
tersebut.
Untuk
itu
penganekaragaman
pangan
perlu
ditingkatkan, salah satunya dengan cara
diolah menjadi es krim kacang merah.
Es krim adalah produk beku berasa
manis yang terbuat dari susu, pemanis,
pengemulsi dan penstabil. Es krim
merupakan produk suspensi lemak dalam
larutan gula (Koxholt, Eisenmann, &
Hinrichst, 2001). Es krim merupakan
salah satu makanan yang bernilai gizi
tinggi namun rendah serat yaitu 0% serat.
Sumbangan nilai gizi terbesar pada es
krim berasal dari bahan baku dasarnya
yaitu susu, Itu sebabnya es krim memiliki
nilai gizi tinggi dibandingkan dengan
jenis minuman lainnya. Para peneliti
menemukan lebih dari 100.000 jenis
molekul yang terkandung di dalam susu
yaitu air, lemak, protein, karbohidrat,
mineral, enzim-enzim, gas, serta vitamin
A, C dan D (Inges, 2009).
Munculnya varian-varian baru es krim
rendah
lemak
diharapkan
bisa
meningkatkan konsumsi es krim secara
nasional (Pramesti, 2012). Jenis-jenis
Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains
baru es krim rendah lemak salah satunya
adalah es krim dari kacang merah.
Kacang merah diketahui mengandung
24,9% serat, sehingga pembuatan es krim
dengan menggunakan kacang merah
sebagai bahan bakunya diharapkan dapat
memperbaiki keseimbangan nilai gizi es
krim. Kadar serat ini sangat tinggi jika
dibandingkan dengan bahan baku
pembuatan es krim yang pernah dipakai
seperti alpukat (1,40% serat) atau susu
sapi dan soya (0% serat). Selain memiliki
kadar serat yang tinggi, kacang merah
juga memiliki kadar lemak yang rendah
(0,25% lemak) bila dibandingan dengan
alpukat (6,5% lemak), susu sapi (3,5%
lemak), atau soya (2,5% lemak).
Selain kaya serat, kacang merah
mengandung kadar lemak yang rendah
dibandingkan dengan bahan baku yang
biasa digunakan dalam pembuatan es
krim seperti alpukat, susu sapi dan soya.
Perbedaan kandungan serat dan lemak
pada kacang merah ini memiliki potensi
untuk mengubah kualitas es krim.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh penambahan kacang merah
terhadap overrun, waktu leleh dan sifat
organoleptik es krim yang dihasilkan dan
mengetahui penambahan kacang merah
yang tepat, sehingga dihasilkan es krim
kacang merah yang memiliki waktu leleh
paling lama (tidak mudah mencair).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini di laksanakan pada
bulan Agustus
– Oktober 2014 di
Laboratorium Analisis dan Pengolahan
Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi
Pertanian, Universitas Jambi.
Alat dan bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian
ini adalah timbangan analitik, panci,
mixer,
baskom,
kompor
gas,
thermometer, dan freezer.
Bahan
yang digunakan dalam
penelitian ini, adalah kacang merah,
bubuk susu full cream, bubuk susu skim,
gula pasir, CMC, emulsifier (Ryoto
Ester SP).
Rancangan percobaan
Penelitian ini menggunakan rancangan
acak lengkap (RAL), dengan perlakuan
penambahan kacang merah yang telah
dijadikan bubur kacang merah terdiri dari
5 taraf perlakuan yaitu :
P1 = Tanpa penambahan bubur kacang
merah
P2 = Penambahan bubur kacang
merah 5%
P3 = Penambahan bubur kacang
merah 10%
P4 = Penambahan bubur kacang
merah 15%
P5 = Penambahan bubur kacang
merah 20%
Setiap taraf perlakuan diulang
sebanyak 4 kali ulangan, sehingga
terdapat 20 satuan percobaan. Setiap
satuan
percobaan
memiliki
berat
total 300 g.
Pelaksanaan penelitian
Kacang merah sebanyak 270 g
direndam terlebih dahulu selama 5 menit,
setelah itu air rendamannya dibuang.
Kacang merah kemudian direbus kembali
dengan banyak air hingga terendam
dalam panci tertutup selama 3 menit, lalu
kacang merah didiamkan selama 2 jam
dan air rendamannya dibuang. Air baru
kemudian ditambahkan kedalam kacang
merah hingga benar-benar terendam, dan
direndam selama 2 jam. Air rendamannya
kemudian dibuang. Air baru kemudian
ditambahkan dan kacang merah direndam
lagi selama satu malam. Kulit kacang
kemudian dikupas dan dibuang. Kacang
merah dihaluskan hingga berbentuk
bubur menggunakan blender dengan
penambahan air sebanyak ½ dari berat
kacang merah.
25
H. Simanungkalit., dkk: Kajian Pembuatan Es Krim Dengan Penambahan Kacang Merah
(Phaseolus vulgaris L)
Bahan-bahan seperti bubuk susu full
cream 80,3%, gula pasir 15%, bubuk susu
skim 3,75%, emulsifier 0,25%, dan CMC
0,7% ditimbang terhadap 300g setiap
satuan percobaan dan diaduk di dalam
baskom hingga seluruh bahan tercampur
rata. Pencampuran bahan penyusun es
krim ini dilakukan pada suhu ruang (±
250C). Campuran bahan es krim yang
homogen dicampurkan dengan bubur
kacang merah sesuai taraf perlakuan
dengan penambahan air panas bersuhu ±
700C sebanyak satu setengah kali berat
formula es krim sambil dilakukan
pengadukan menggunakan mixer hingga
berbentuk adonan es krim. Selanjutnya
adonan ditempatkan didalam wadah
tertutup, disimpan dalam freezer selama 5
jam, lalu dikeluarkan dan dikeruk dengan
sendok. Adonan dikocok kembali dengan
menggunakan mixer selama 7 menit,
dimasukkan kembali kedalam freezer
selama 10 jam. Es krim siap dianalisa.
Parameter yang diamati
Overrun (Arbuckle, 1986)
Pengembangan volume es krim
dinyatakan sebagai nilai overrun dan
dihitung berdasarkan perbedaan volume
es krim dengan volume adonan pada
massa yang sama. Nilai overrun pada
penelitian ini dihitung berdasarkan
rumus:
=
2− 1
× 100%
1
Keterangan: W1 = volume adonan (ml)
W2 = volume es krim (ml)
Waktu leleh (Bodyfelt, 1998, diacu
dalam Aisyah 2002)
Waktu leleh adalah waktu yang
dibutuhkan es krim untuk meleleh
sempurna. Pengukuran waktu leleh
dilakukan dengan cara mengambil es
krim (15 gram) dan ditempatkan pada
sebuah piring datar. Es krim dibiarkan
mencair sempurna pada suhu ruang dan
diukur
waktunya
menggunakan
stopwatch.
Sifat organoleptik (Soekarto, 1985)
Uji organoleptik dilakukan untuk
mengetahui tingkat kesukaan atau
kelayakan suatu produk agar dapat
diterima oleh panelis (konsumen).
Metode pengujian yang dilakukan adalah
uji hedonik (penerimaan keseluruhan), uji
mutu hedonik berupa aroma, rasa, dan
tekstur dan uji pembanding jamak
terhadap kelunakan (dimulut) es krim.
Penilaian uji organoleptik dilakukan oleh
panelis agak terlatih sebanyak 20 orang
yang semuanya terdiri dari Mahasiswa
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian,
Universitas Jambi.
Analisa data
Data yang diperoleh dalam penelitian
ini dianalisa menggunakan Analisys of
Variance (anova) pada taraf 5 %. Apabila
terdapat perbedaan yang nyata maka akan
dilanjutkan dengan uji Duncan’s New
Multiple Range Test (DNMRT) pada
taraf 5 %.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengaruh penambahan kacang merah
terhadap overrun dan waktu leleh dapat
dilihat pada Tabel 1.
26
Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains
Tabel 1. Niai rata-rata overrun dan waktu leleh es krim berdasarkan penambahan
bubur merah.
Bubur Kacang Merah
Parameter
Overrun (%)
Waktu Leleh* (menit)
51,63
9,49 a
0%
51,66
9,20 a
5%
51,70
8,66 b
10%
51,74
7,27 c
15%
51,78
6,15 d
20%
Keterangan : Angka-angka yang diikuti huruf kecil yang sama pada kolom yang sama
berbeda sangat nyata pada taraf 1% menurut uji DNMRT. (*: 1%).
Overrun
Overrun merupakan salah satu kualitas
terpenting pada produk es krim (Erkaya,
2012). Pengaruh penambahan kacang
merah pada es krim terhadap overrun pada
Tabel 1 yaitu berkisar 51,63 - 51,74%.
Penambahan
kacang
merah
tidak
berpengaruh terhadap overrun pada es krim
yang dihasilkan. Overrun es krim berkisar
antara 60-100%, es krim yang baik secara
umum mempunyai overrun 80% (Harper
and Hall, 1976). Bennion (1980)
menyatakan bahwa es krim yang
diproduksi pabrik mempunyai overrun 7080%, sedangkan untuk industri rumah
tangga biasanya mencapai 35-50%.
Perlakuan penambahan kacang merah
sampai 20% tidak menghasilkan es krim
dengan persentase overrun yang baik
secara umum. Overrun terjadi melalui
proses terperangkapnya udara pada rantai
pendek protein, lemak, dan laktosa
(Arbuckle, 1986). Peningkatan persentase
overrun es krim kacang merah yang
diperoleh
pada
setiap
peningkatan
penambahan jumlah kacang merah
disebabkan oleh protein pada kacang
merah yang merangkap udara selama
pengadukan.
Semakin
meningkatnya
penambahan kacang merah, kandungan
proteinnya semakin meningkat sehingga
kemampuan merangkap udara semakin
banyak dan mengakibatkan pengembangan
volume pada es krim.
Waktu leleh
Waktu leleh merupakan waktu yang
diperlukan es krim untuk meleleh
sempurna pada suhu ruang (Oksilia, 2012).
Pengaruh penambahan kacang merah pada
pembuatan es krim terhadap waktu leleh
menunjukan bahwa perlakuan tanpa
penambahan kacang merah dan 5% tidak
berbeda nyata sedangkan perlakuan 5%
sampai 20% berbeda nyata. Waktu leleh
yang paling lama yaitu perlakuan tanpa
penambahan kacang merah dan waktu
leleh paling cepat yaitu penambahan
kacang merah 20%. Waktu leleh es krim
berkaitan dengan tekstur serta intensitas
kemanisan. Menurut Arbuckle (1986),
tekstur es krim ditentukan oleh kekentalan
yang terkandung di dalam adonan.
Penambahan kacang merah membuat
adonan menjadi kental akibat tingginya
serat yang terkandung didalam kacang
merah. Waktu leleh es krim sangat
dipengaruhi oleh bahan-bahan yang
digunakan dalam pembuatan es krim, es
krim yang baik adalah es krim yang tahan
terhadap pelelehan pada saat dihidangkan
pada suhu ruang.
Sifat organoleptik
Pengaruh penambahan kacang merah
terhadap aroma, rasa, tekstur, penerimaan
keseluruhan dan kelunakkan jamak dapat
dilihat pada Tabel 2.
25
H. Simanungkalit., dkk: Kajian Pembuatan Es Krim Dengan Penambahan Kacang Merah
(Phaseolus vulgaris L)
Tabel 2. Nilai rata-rata organoleptik aroma, rasa, tekstur, penerimaan keseluruhan dan
kelunakan es krim berdasarkan perlakuan penambahan bubur kacang merah.
Bubur Kacang
Merah
0%
5%
10%
15%
20%
Aroma1
2,00
2,50
2,95
3,10
3,55
Rasa2
2,30
2,70
2,90
3,30
3,75
Tekstur3
4,40
4,05
3,95
3,75
3,45
Parameter
Penerimaan keseluruhan4
3,35
3,60
3,35
3,33
3,15
Kelunakan5
5,80
5,25
4,85
4,75
4,35
Ket:
1
1) sangat tidak khas kacang merah, 2) tidak khas kacang merah, 3) agak khas kacang merah,
4) khas kacang merah, 5) sangat khas kacang merah
2
1) sangat khas kacang merah, 2) khas kacang merah, 3) agak khas kacang merah, 4) tidak
khas kacang merah, 5) sangat tidak khas kacang merah
3
1) keras, partikel berkristal, 2) agak lunak, partikel berkristal, 3) lunak, partikel berkristal 4)
lunak, partikel sedikit berkristal, 5) lunak, partikel tidak berkristal
4
1) sangat tidak suka, 2) tidak suka, 3) agak suka, 4) suka, 5) sangat suka
5
1) sangat keras, partikel berkristal, 2) lebih keras, partikel berkristal, 3) agak keras, partikel
berkristal, 4) sama lunak, partikel tidak berkristal, 5) agak lunak, partikel tidak berkristal,
6) lebih lunak, partikel tidak berkristal, 7) sangat lunak, partikel tidak berkristal
Berdasarkan hasil analisis ragam
pengaruh penambahan kacang merah tidak
berbeda nyata terhadap aroma, rasa,
tekstur, penerimaan keseluruhan dan
kelunakan pada es krim yang dihasilkan.
Hal ini disebabkan karena es krim tidak
hanya dipengaruhi oleh penambahan
kacang merah saja, namun dipengaruhi
oleh bahan-bahan yang lain juga seperti
bubuk susu full cream, bubuk susu skim,
gula pasir, emulsifier dan CMC. Artinya
semakin seimbang komposisi dan kacang
merah yang ditambahkan, maka persentase
penerimaan es krim akan semakin disukai.
Pada
analisis
ini
terdapat
kecenderungan penambahan kacang merah
pada sifat organoleptik es krim.
Kecenderungan penambahan kacang merah
pada nilai sifat organoleptik aroma dan
rasa es krim yaitu terjadi kenaikkan.
Kenaikan nilai ini terjadi karena aroma dan
rasa langu yang sangat khas pada kacang
merah. Aroma dan rasa langu yang
dihasilkan kacang merah ditimbulkan oleh
enzim lipoksigenase yang ada dalam
kacang merah. Enzim tersebut akan
bereaksi dengan lemak menghasilkan suatu
senyawa
organik
etil-fenil-keton
(Esvandiari, dkk, 2010).
26
Kecenderungan juga terjadi pada nilai
sifat organoleptik tekstur, penerimaan
keseluruhan,
dan
kelunakan
yaitu
terjadi penurunan. Faktor-faktor yang
mempengaruhi tekstur es krim adalah
ukuran, bentuk dan distribusi dari kristal es
dan partikel lainnya yang membentuk body
es krim, tingkat kelunakan tekstur serta
ketahanan es krim sebelum mencair. Pada
Nilai rata-rata penerimaan keseluruhan es
krim berkisar antara 3,35 sampai 3,15.
Tabel 2 Menunjukan penilaian panelis
bahwa perlakuan tanpa penambahan
kacang merah sampai 20% yaitu agak
suka. Dalam hal ini penambahan kacang
merah agak disukai oleh panelis. Hal ini
disebabkan tekstur yang lunak. Sementara
pada kelunakan es krim dikarenakan
karena perlakuan tanpa penambahan
kacang merah dan 5% agak lunak, partikel
tidak berkristal dibanding es krim
pembanding,
sedangkan
perlakuan
penambahan kacang merah 10, 15, 20%
sama lunak, partikel tidak berkristal dari
es krim pembanding.
Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilakukan maka dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut :
1. Penambahan kacang merah pada
pembuatan es krim berpengaruh sangat
nyata terhadap waktu leleh tetapi tidak
bepengaruh nyata terhadap overrun, uji
hedonik,
uji
kelunakan
dan
organoleptik.
2. Penambahan kacang merah 5% waktu
leleh es krim yang paling lama 9,20
menit.
Saran
Hasil dari penelitian
ini, untuk
membuat es krim kacang merah dengan
penambahan kacang merah maksimal 5%.
DAFTAR PUSTAKA
Aisyah, I. 2002. Pengaruh Kombinasi
Bahan Penstabil pada Pembuatan
Velva
Labu
Parang.[Skripsi].
Bogor.
Fakultas
Teknologi
Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Arbuckle, WS. 1986. Ice Cream. Westport,
Connecticut: The AVI Publishing
Company.
Violisa Aviani, Amat Nyoto, Nunung
Nurjanah.
2012.
Penggunaan
Rumput Laut Sebagai Stabilizer Es
Krim Susu Sari Kedelai. Teknologi
dan kejuruan, vol. 35, no. 1,
Pebruari 2012:103-114
Bennion, M. 1980. The Science of Food.
The AVI Publishing Co. Inc.
Westport. Connecticut
Erkaya, Tuba. 2012. Influence of Cape
gooseberry (Physalis peruviana L.)
addition on the chemical and
sensory characteristics and mineral
concentrations of ice cream.
Department of Food Engineering.
Faculty of Agriculture. Atatürk
University,
25240
Erzurum.
Turkey. Journal Food Research
International 45 (2012) 331–335
Harris, Asriyadi. 2011. Pengaruh Subtitusi
Ubi Jalar (Ipomea batatas) dengan
Susu Skim Terhadap Pembuatan Es
Krim.
Makasar.
Universitas
Hasanuddin.
Harper,W. J. And Hall, C. W. 1976. Dairy
Technologi and Engineering. New
York: The AVI Publishing. Co. Inc.
Westport. Connectiat. Hilditch, T.F.
1994. The Industrial Chemistry of
The Fats and Waxes. Deff. Van.
Nostrand Co. Inc
Inges, Kiki. 2009. Kesehatan Reproduksi
Es Krim Menyuburkan Rahim.
“Makalah Kebidanan”
Koxholt, M. M. R., Eisenmann, B., &
Hinrichst, J. (2001). Effect of the
fat globule sizes on the meltdown
of ice cream. Journal of Dairy
Science, 84, 31–37.
Oksilia. 2012. Karakteristik Es Krim Hasil
Modifiksi Dengan Formulasi Bubur
Timun Suri (Cucumid melo L) Dan
Sari Kedele. Jurusan Teknologi dan
Industri Pangan, Vol. XXIII No. 1
Tahun 2012 Hal 17-22.
Pramesti. 2012. Konsumsi Es Krim Per
Kapita Masih Rendah. Surya
Online.http://surabaya.tribunnews.c
om/m/index.php/2012/06/15/konsu
ms-es-krim-per-kapita-masihrendah (diakses pada tanggal 7
Januari 2014 pukul 07.33 WIB).
Rukmana, 1998. Bertanam Buncis.
Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Santoso, Sanarto. 2012.
Pengaruh
Konsentrasi Kombinasi Susu Skim
dan Sari Kacang M erah (Phaseolus
vulgaris L.) pada Pembuatan Es
Krim Terhadap Kadar Lemak,
Kadar Zat Besi, dan Mutu
Organoleptik.
Suprayitno, E, H, Kartikaningsi, dan S,
Rahayu, 2001. Pembuatan Es Krim
dengan Menggunakan Stabilisator
Natrium Alginat dari Sargassum sp.
Dalam Jurnal Makanan Tradisional
Indonesia ISSN: 1410-8968, Vol. 1
No.3 Hal 23-27.
25
H. Simanungkalit., dkk: Kajian Pembuatan Es Krim Dengan Penambahan Kacang Merah
(Phaseolus vulgaris L)
Soekarto, 1985. Penilaian Organoleptik
untuk Industri Pangan dan Hasil
Pertanian. Bharata Aksara. Jakarta
26
Testi, 2011. Kajian penambahan Ekstrak
dan Tepung Wortel Terhadap
Karakteristik Fisik, Kimia, dan
Sensoris Es Krim. Surakarta.
Universitas Sebelas Maret.
Download