Uploaded by User22706

CONTOH TUGAS LINGBIS ( LINGUNGAN BISNIS

advertisement
Satya Nadella, CEO Yang
Mengubah Arah Bisnis Microsoft
Satya Nadella adalah warga Amerika Serikat berdarah India, yang menjabat sebagai CEO Microsoft
saat ini. Latar belakang pendidikan Satya tidak diragukan lagi memainkan peran besar dalam
kepemimpinannya.
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com09 Juli 2018 | 06:07 WIB
A+ A
-
Share





Bisnis.com, JAKARTA – Satya Nadella adalah warga Amerika Serikat berdarah
India, yang menjabat sebagai CEO Microsoft saat ini. Latar belakang pendidikan
Satya tidak diragukan lagi memainkan peran besar dalam kepemimpinannya.
Seperti dikutip thefamouspeople.com, kehidupan Satya berubah total setelah dia
bergabung dengan raksasa IT Microsoft. Perlahan tapi pasti dia mengambil peluang
lebih besar di perusahaan dan melanjutkan untuk mengelola beberapa divisi
perusahaan.
Salah satu pencapaian terobosan Satya dalam perusahaan adalah membuka jalan bagi
teknologi komputasi awan (cloud computing), yang saat ini sedang tumbuh dengan
pesat.
Satya bahkan menjadi pemangku kepentingan utama di perusahaan dan memiliki
saham senilai jutaan dolar serta memperoleh gaji yang tinggi, jauh lebih tinggi
daripada banyak insinyur sejenisnya.
Masa Kecil dan Pendidikan
Satya Nadella lahir pada 19 Agustus 1967 di Hyderabad, India. Ayahnya merupakan
staf Layanan Pemerintahan India.
Dia mengejar pendidikan dasarnya di Sekolah Umum Hyderabad, yang terletak di
wilayah Begumpet. Saat beranjak dewasa, Satya pindah ke kota Manipal, Karnataka,
dan melanjutkan pendidikan ke Manipal Institute of Technology, salah satu perguruan
tinggi bergengsi di India.
Pada 1988, Satya lulus dan berpikir untuk pindah ke luar negeri untuk melanjutkan
studinya yang lebih tinggi. Dia kemudian diterima di University of WisconsinMilwaukee di Amerika Serikat untuk mengejar gelar 'Master of Science' (M.S). Ia
kemudian lulus pada tahun 1990.
Keinginannya untuk unggul dalam dunia usaha juga termotivasi Nadella untuk
menempuh pendidikan ke salah satu sekolah bisnis terbaik di dunia, ‘Booth School of
Business’ yang berafiliasi dengan ‘University of Chicago. Ia mendapat gelar 'Magister
Administrasi Bisnis' (MBA) dari lembaga bergengsi ini.
Awal Karir Hingga Menjadi CEO Microsoft
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Satya bergabung dengan Sun Microsystems.
Dia bekerja di perusahaan ini untuk waktu yang singkat dan kemudian pindah ke
raksasa Silicon Valley, Microsoft, pada tahun 1992.
Karir Satya mulai beranjak naik saat bekerja di Microsoft. Dia kemudian melanjutkan
untuk membuat keputusan penting demi kepentingan perusahaan.
Dia adalah salah satu dari sedikit karyawan yang menyarankan konsep cloud
computing ke perusahaan. Akhirnya perusahaan mengerahkan banyak waktu dan
sumber dayanya untuk pengembangan teknologi ini.
Hasilnya dari upaya ini adalah salah satu entitas berbasis cloud terbesar di dunia,
bernama Microsoft Azure.
Satya kemudian diberi tanggung jawab untuk mengontrol departemen Penelitian &
Pengembangan, yang termasuk dalam Divisi Layanan Online dan ditunjuk sebagai
wakil presiden senior Microsoft Business Solution. Dia bergabung dengan departemen
ini pada tahun 2007 dan terus bekerja di dalamnya selama empat tahun.
Dalam perkembangan karirnya di Microsoft, Nadella mendirikan dan memimpin
Microsoft Central, yang merupakan kelompok layanan bisnis online kecil. Dia juga
menjadi manajer umum grup platform perdagangan perusahaan dan bertanggung
jawab untuk memimpin pengembangan departemen Microsoft Commerce Server,
BizTalk Server, dan Office Small Business.
Selain itu, Satya memainkan peran penting di Microsoft dalam pengembangan
teknologi seperti manajemen hak digital (Digital Rights Management/DRM) dan
televisi interaktif.
Melalui posisinya sebagai kepala divisi Cloud dan Enterprise, Satya mengawasi
jalannya Office 365, mesin pencari Bing, layanan penyimpanan SkyDrive, Xbox Live,
Skype dan Dynamics, dan menjadikan dia berperan penting dalam transformasi
Microsoft dari penyedia perangkat lunak menjadi perusahaan perangkat dan layanan.
Pada 4 Februari 2014, Satya diangkat CEO Microsoft yang baru, menggantikan CEO
sebelumnya, Steve Ballmer dan menjadi CEO ketiga dalam sejarah perusahaan.
"Peluang ke depan untuk Microsoft sangat luas, tetapi untuk meraihnya, kita harus
bergerak lebih cepat, mendorong lebih keras dan terus berubah," ungkap Nadella,
seperti dikutip blog resmi Microsot.
Nadella mengubah arah perusahaan setelah menjadi CEO. Di masa jabatanya, dia
menekankan keterbukaan untuk bekerja dengan perusahaan dan teknologi yang juga
bersaing dengan Microsoft.
Berbeda dengan kampanye Microsoft sebelumnya terhadap sistem operasi Linux,
Satya mengatakan slogan yang tidak biasa, yaitu ‘Microsoft Loves Linux’, dan pada
tahun 2016, Microsoft bergabung dengan Linux Foundation sebagai anggota
Platinum.
https://entrepreneur.bisnis.com/read/20180709/265/814225/satya-nadella-ceo-yang-mengubah-arahbisnis-microsoft
ulasan saya
•
Fokus Utama
Fokus utama artikel di dadasarkan pada efek Peluang ke depan untuk Microsoft sangat
luas, tetapi untuk meraihnya, kita harus bergerak lebih cepat, mendorong lebih keras
dan terus berubah," ungkap Nadella, seperti dikutip blog resmi Microsot.. jadi penulis
disini lebih memfokuskan pada cara untuk mengontrol kebudayaan kerja mereka.
•
Elemen yang Mempengaruhi Tingkat Kepercayaan Suatu artikel
1. Sistematika penulisan
Sitematika penulisan yang digunakan pada artikel yang kita analisis sudah cukup bagus. Sudah
mencakup hal-hal Diantaranya judul artikel
2. Tata bahasa
Tata bahasa yang digunakan pada penulisan jurnal yang berjudul Satya Nadella, CEO Yang
Mengubah Arah Bisnis Microsoft ini sudah baik, karena pembaca sudah bisa menangkap isi yang ditulis.
3. Judul
a. Kelebihan
Judul yang digunakan berbeda dengan artikel lain dan jarang di pakai. Jadi, merupakan riset
yang tergolong masih baru.
b. Kekurangan
Judul yang digunakan bahasanya terlalu ilmiah. Jadi, tidak semua orang bisa mengerti.
Dan lain sebagainya……
Download