Uploaded by User22067

mafiadoc.com implementasi-dan-pengendalian-pemasaran-dosen 59ef7a941723dd2494ea33cf

advertisement
IMPLEMENTASI DAN PENGENDALIAN
PEMASARAN
8.1. Implementasi Pemasaran
Implentasi pemasaran merupakan tahapan perusahaan
mengambil langkah untuk merealisasikan rencana pemasaran ke
usaha-usaha nyata, yang juga menunjukkan siapa mengerjakan
apa, kapan dan bagaimana. melaksanakan perencanaan strategi
pemasaran. Jika implentasi pemasaran tersebut tidak efektif, maka
perencanaan strategi pemasaran tidak ada gunanya. Pelaksanaan
pemasaran merupakan proses
Pelaksanaan yang efektif
memerlukan keahlian mengalokasi,memonitor, mengorganisasi dan
berinteraksi di tingkat-tingkat fungsi-fungsi pemasaran, program
pemasaran dan kebijakan pemasaran. Implematasi pemasaran
mencakup tiga aktivitas, yaitu pengorganisasian, pembentukan staf,
dan pengarahan.
8.1.1. Pengorganisasian Pemasaran
Perusahaan-perusahaan harus mengorganisasikan berbagai
macam fungsi yang melekat pada mereka sedemikian rupa
sehingga memungkinkan kerja sama tim yang berorientasi pada
pasar sejak dini dalam proses pengembangan produk baru,
bukannya baru memperhitungkan pertimbangan-pertimbangan
pemasaran setelah produk siap dijual. Bab ini memeriksa
bagaimana mengorganisasikan fungsi pemasaran, bagaimana
kaitan fungsi pemasaran itu dengan fungsi-fungsi lainnya, dan
bagaimana melaksanakan rencana pemasaran itu supaya berhasil
dengan baik di pasar.
Departemen pemasaran modern berkembang melalui
beberapa tingkatan. Bermula dari bagian penjualan. Kemudian
bagian ini mempunyai fungsi tambahan, seperti riset, periklanan
dan pemasaran. Karena fungsi tambahan menjadi makin penting
maka banyak perusahaan membentuk bagian pemasaran yang
berdiri sendiri untuk mengelola kegiatan pemasaran lainnya. Tetapi
para pemimpin bagian penjualan dan pemasaran sering berselisih
pendapat, dan akhirnya kedua bagian muncul menjadi bagian
pemasaran modern yang dikepalai oleh Wakil Presiden Direktur
Pemasaran. Namun bagian pemasaran modern tidak secara
otomatis menerima dan mempraktekkan
orientasi konsumen.
Bagian pemasaran yang modern diorganisasi dalam
beberapa cara. Bentuk yang paling umum adalah organisasi
pemasaran fungsional di mana fungsi pemasaran dikepalai oleh
beberapa manajer yang bertanggung-jawab kepada Wakil Presiden
Direktur Pemasaran. Bentuk lain adalah organisasi manajemen
produk dimana produk diserahkan kepada manajer produk yang
bekerjasama dengan ahli-ahli fungsional dalam mengembangkan
dan melaksanakan rencana mereka.
Bentuk lain lagi adalah organisasi manajemen pasar dimana
pasar-pasar utama dikelola oleh manajer pasar yang bekerjasama
dengan para ahli fungsional dalam mengembangkan dan
melaksanakan rencana mereka. Beberapa perusahaan besat
menggunakan organisasi manajemen pasar dan menajemen
produk. Akhirnya, perusahaan multidivisi biasanya membentuk
bagian pemasaran jperusahaan di pusat dan bagian pemasaran
divisional dengan beberapa variasi, sesuai dengan pembagian
tugas-tugas masing-masing.
Wakil Presiden
Direktur
Pemasaran
Manajer
Administrasi
Pemasaran
Manajer
Periklanan
& Promosi
Penjualan
Manajer
Penjualan
Manajer
Riset
Pemasaran
Manajer
Produk
Baru
Gambar 8.1.Organisasi Pasar (Geografis)
Manajer Umum
Pemasaran
Manajer Analis
Pemasaran
Manajer
Kartu As
Manajer Kartu
Simpati
Manajer
Kartu Halo
Gambar 8.2. Organisasi Produk PT Telekomsel
Pemasaran harus bekerja sama dengan fungsi lain di
dalam perusahaan,. Di dalam mengikuti keinginan konsumen,
pemasaran mungkin mengalami konflik dengan bagian-bagian
Litbang, teknik, pembelian, produksi, persediaan, keuangan, kredit
dan fungsi-fungsi lainnya. Konflik ini bisa dikurangi bila Presiden
Direktur perusahaan mengarahkan perusahaan sesuai orientasi
konsumen dan bila Wakil Presiden Direktur Pemasaran belajar
bekerja efektif dengan pejabat-pejabat yang lain. Untuk
menganut orientasi pemasaran modern, maka diperlukan
dukungan presidential, gugus tugas pemasaran, bantuan konsultan
pemasaran dari luar, bagian pemasaran perusahaan terpusat,
seminar pemasaran secara intern, ahli-ahli pemasaran cekatan
yang diambil dari luar dan dipromosikan ke dalam, dan sistem
perencanaan pemasaran yang berorientasi pasar.
8.1.2. Pembentukan Staf
Perncanaan untuk memperoleh hasil yang diharapkan
membutuhkan karyawaqn yang mempunyai ketrampilan dan
dedikasi yang baik. Pemilihan karyawan bagian pemasaran
sangatlah penting yang disesuaikan dengan jenis organisasi. PT.
Unilever Indonesia menerapkan 11 kompetensi bagi calon
karyawan pemasaran yang akan direkrut, yang dikelompokkan
menjadi empat kriteria. Pertama, keinginantahu, inovasi dan
kemampuan untuk memahami informasi dari berbagai sumber dan
menggunakannya dalam menciptakan komunikasi yang baik.
Kedua, ketertarikan yang kuat kepada pelanggan, memahami
secara intuitif perilakunya dan mengetahui apa yang dikerjakan
serta apa yang tidak dikerjakan dalam pasar yang spesifik. Ketiga,
ketrampilan analisis dan interpersonal sangat kuat. Keempat,
kreatifitas yang dapat diterapkankan untuk mencapai hasil yang
dapat diukur.
8.1.3. Pengarahan
Pengarahan eksekusi rencana pemasaran merupakan tahapan
ketiga dari implementasi pemasaran. Kesuksesan dalam tahap ini
bergantung pada empat aspek dalam mengelola karyawan, yaitu
delegasi, koordinasi, motivasi dan komunikasi. PT. Unilever
Indonesia untuk memotivasi karyawan bagian pemasaran terlebih
dahulu dilakukan penilaian kinerja yang disebut Personal
Development Plan dan dilakukan setiap tahun. Variabel untuk
menilai para pemasar tesebut adalah target penjualan dan pangsa
pasar. Berdasarkan penilaian tersebut karyawan bagia pemasaran
memperoleh kompensasi yang kopetitif dibanding perusahaan lain
di Indonesia. Alat untuk memotivasi lainnya adalah kesempatan
untuk menangani merek besar dan menjadi bagian dari seluruh
pasar di Indonesia. PT. Unilever Indonesia juga memberikan
budaya yang membuat setiap orang untuk belajar dan termotivasi.
”Tidak ada yang namanya berhenti belajar di Unilever” kata Dicky
Saelan, Marketing Manager SCP & Cooking PT. Unilever
Indonesia.
8.2. Pengendalian Pemasaran
Pengendalian pemasaran merupakan lanjutan yang wajar
dari perencanaan, organisasi dan pelaksanaan pemasaran.
Meskipun sistem pengendalian harus dibuat sesuai dengan situasi
yang khusus, tetapi sistem pengendalian mengikuti proses dasar
yang sama, biasanya mengikuti enam langakah sebagai berikut :
• Menentukan apa yang dikendalikan
• Menetapkan standar
• Mengukur kinerja
• Membandingkan kinerja dengan standar
• Menentukan alasan penyimpangan
• Melakukan tindakan koreksi
Umpan balik dari evaluasi keefektifan strategi pemasaran
kemungkinan berpengaruh pada fase lain dalam proses manajemen
pemasaran strategis. Sistem pengendalian yang dirancang baik akan
mencakup umpan balik dari informasi pengendalian untuk individu
atau kelompok yang membentuk aktivitas yang terkendali. Sistem
umpan balik secara sederhana mengukur keluaran dari proses dan
menjadikan masukan dari tindakan korektif untuk memperoleh
keluaran yang diinginkan. Konsekuensi dari penggunaan sistem
pengendalian umpan balik adalah bahwa keberlangsungan kinerja
yang tidak memuaskan sampai kesalahan fungsi ditemukan. Salah
satu teknik untuk mengurangi masalah yang berhubungan dengan
pengendalian umpan balik adalah pengendalian umpan ke depan.
Sistem umpan ke depan memantau masukan ke dalam sebuah
proses untuk memastikan apakah masukan sesuai dengan yang
direncanakan, jika tidak maka masukan atau mungkin proses
diubah agar memperoleh hasil yang diinginkan.
Langkah kedua dalam proses pengendalian adalah membangun
standar. Standar pengendalian merupakan sebuah target yang
terhadapnya kinerja nantinya akan dibandingkan. Standar
merupakan kriteria yang memungkinkan manajer untuk
mengevaluasi tindakan yang lalu, saat ini dan masa depan. Standar
merupakan diukur dalam berbagai cara, mencakup bentuk secara
fisik, kuantitatif dan kualitatif. Lima aspek kinerja dapat dikelola
dan dikendalikan, yaitu jumlah, kualitas, waktu, biaya dan perilaku.
Masing-masing aspek pengendalian, mungkin membutuhkan
pengelompokan tambahan. General Electric menggunakan delapan
jenis standar, yaitu standar profitabilitas, standar posisi pasar,
standar produktivitas, standar kepemimpinan produk, standar
pengembangan sumberdaya manusia, standar sikap karyawan dan
standar pertanggungjawaban publik.
Langkah ketiga adalah mengukur kinerja pemasaran. Kinerja
aktual harus dibandingkan dengan standar. Di beberapa tempat,
langkah ini kemungkinan diperlukan hanya untuk pengamatan
visual. Di situasi yang lainnya, penentuan secara teliti diperlukan.
Banyak macam pengukuran untuk fungsi pengendalian didasarkan
pada beberapa bentuk standar secara historis. Misalnya, standar
yang didasarkan pada data yang diturunkan dari program PIMS
(profit impact of market strategy), informasikan yang ditayangkan
tersedia secara umum, misalnya ratings of product / service quality,
innovation rates, sales volume dan relative market shares
standings. Ukuran tradisional kinerja pemasaran berdasarkan
profitabilitas, misalnya Return on Investment (ROI), yang tidak
banya dibedakan dengan Return on Asset (ROA), yaitu hasil bagi
antara pendapatan bersih sebelum pajak dengan total aktiva.
Ukuran tradisional lainnya adalah Return on Equity (ROE) dan
Earning per Share (EPS). Metode pengukuran kinerja korporasi
dan devisi yang populer adalah Economic Value Added (EVA) yang
merupakan selisih antara nilai sebuah bisnis sebelum dan sesudah
strategi diimplentasikan. EVA inilah yang akhirnya menggantikan
ROI. Nilai yang akan datang dari EVA adalah MVA atau Market
Value Added, yang merupakan selisih antara nilai pasar perusahaan
dan kotribusi modal dari pemegang saham dan pemberi pinjaman.
Perusahaan seperti General Electric, Microsoft, Intel, Coca-Cola
mepunyai MVA yang tinggi. Standar pengendalian strategis
didasarkan pada praktek competitive benchmarking (patok duga
bersaing), yaitu sebuah proses pengukuran kinerja perusahaan
dibandingkan terhadap kinerja terbaik dalam industri tersebut.
Perusahaan yang memelopori benchmarking di Amerika Serikat
adalah Xerox. Sebagian besar perusahaan yang dikagumi dunia
melakukan benchmarking terhadap produk dan jasa yang mereka
hasilkan.
Langkah keempat adalah membandingkan kinerja aktual
dengan standar. Jika langkah-langkah sebelumnya telah berjalan
baik, maka membandingkan kinerja dengan standar akan menjadi
lebih mudah. Meskipun, kadang-kadang membandingkan kinerja
dengan standar ini sulit untuk membuat perbandingan yang
diperlukan, misalnya standar perilaku. Beberapa penyimpangan
dari standar dapat dibenarkan, karena kondisi lingkungan yang
berubah dan alasan lainnya.
Langkah kelima dari proses pengendalian melibatkan penggalian
”mengapa kinerja menyipang dari standar?”. Karena penyimpangan
dapat bergeser menuju sasaran organisasi yang dipilih. Terutama,
organisasi membutuhkan untuk mencari penyimpangan baik yang
datang dari internal maupun perubahan eksternal di antara
pengendalian organisasi.
Langkah berikutnya dalam proses pengendalian adalah
menentukan kebutuhan untuk melakukan tindakan koreksi.
Paramanajer pemasaran dapat memilih dari tiga hal, yaitu
• Tidak melakukan apa-apa
• Melakukan revisi standar
• Melakukan koreksi kinerja aktual
Tidak melakukan apa-apa dapat dilakukan jika kinerja secara
meyakinkan sesuai dengan standar. Bila standar tidak sesuai, maka
manajer harus secara hati-hati menilai alasan mengapa dan
mengambil tindakan koreksi. Lebih dari itu, kebutuhan untuk
mengecek standar secara periodik untuk memastikan bahwa standar
dan dihubungkan dengan ukuran kinerja masih relevan untuk masa
yang akan datang. Akhirnya manajer harus memutuskan tindakan
untuk mengoreksi kinerja, bila terjadi penyimpangan. Tindakan
koreksi bergantung pada penemuan penyimpangan dan kemampuan
untuk mengambil tidakan penting dibutuhkan. Seringkali kasus
nyata penyimpangan harus ditemukan sebelum tindakan koreksi
akan diambil. Karena penyimpangan bergeser dari sasaran yang
tidak realistis ke strategi yang salah.
Perusahaan perlu melaksanakan empat jenis pengendalian
pemasaran, yaitu pengendalian rencana-tahunan, pengendalian atas
profitabilitas, pengendalian efisiensi dan pengendalian strategis
yang ditunjukkan pada Tabel 8.1.
Pengendalian
rencana-tahunan terdiri dari
tugas
memonitor usaha pemasaran yang sekarang dan hasil-hasilnya
untuk memastikan bahwa penjualan tahunan dan sasaran laba
akan bisa dicapai. Perangkat yang penting adalah analisis
penjualan, analisis pangsa pasar, analisis biaya pemasaran dan
penjualan, analisis keuangan dan mengamati/melacak sikap
pelanggan. Jika prestasi jelek telah disadari, perusahaan bisa
mengambil beberapa tindakan koreksi, termasuk mengurangi
produksi, mengubah harga, meningkatkan tekanan terhadap
gugus wiraniaga dan mengurangi biaya pengeluaran tambahan.
Pengendalian atas profitabilitas adalah tugas untuk
menentukan profitabilitas yang sebenarnya mengenai produk
perusahaan, wilayah, pangsa pasar dan saluran niaga. Analisis
kemampulabaan pemasaran mengungkapkan kegiatan pemasaran
yang lebih lemah, meskipun tidak menunjukkan apakah unit-unit
yanglebih lemah itu harus didukung atau dihilangkan.
Tabel 8.1.
Jenis
Pengendalian
Pengendalian
rencana
tahunan
Pokok
Tanggungjawab
Pengawasan
Menguji apa
hasil yang
direncanakan
dapat dicapai
Tujuan pendekatan
Pengendalian Controller
kemampulaba- pemasaran
an/profitabi
litas
Memeriksa
dimana
perusahaan
memperoleh
keuntungan dan
menderita
kerugian
Profitabilitas
dari:produk,
wilayah,
konsumen,
kelompok, saluran
dagang, jumlah
pesanan
Pengendalian Manajemen
lini dan
Efisiensi
Staf
Controller
pemasaran
Mengevaluasi
dan
meningkatkan
efisiensi
pengeluaran dan
dampak
pengeluaran
pemasaran
Efisiensi dari
gugus wiraniaga,
periklanan,
promosi penjualan
dan distribusi
Pengendalian Manajemen
puncak
Strategi
Auditor
pemasaran
Mengkaji apakah
perusahaan
mengejar
peluang terbaik
sesuai dengan
pasar, produk
dan saluran
Instrumen penilai
efektifitas
pemasaran
Manajemen
Puncak
Manajemen
menengah
Analisis
penjualan
Analisis pangsa
pasar
Perbandingan
antara
pengeluaran dan
Penjualan
Analisis keuangan
Riset Pelacakan
sikap
Sumber : Philip Kotler and Kevin Keller, Marketing Management, 2006
Pengendalian
efisiensi
merupakan
tugas
untuk
meningkatkan efisiensi kegiatan pemasaran, seperti misalnya:
penjualan personal/perorangan periklanan, promosi penjualan dan
distribusi. Paramanajer harus mengamatirasio-rasio penting tertentu
yang menunjukkan seberapa jauh fungsi-fungsi tadi dilaksanakan
secara efektif. Manajer juga harus memperkenalkan sumbersumber pemasaran untuk meningkatkan prestasi.
Pengendalian strategis adalah tugas untuk menjamin
bahwa tujuan, strategi dan sistem pemasaran perusahaan secara
optimal diselaraskan dengan lingkungan pemasaran yang
diramalkan nanti dan yang sekarang. Suatu perangkat yang dikenal
sebagai instrumen untuk menilai efektivitas pemasaran
menunjukkan profil efektivitas pemasaran di seluruh divisi atau
perusahaan dalam hal; filsafat pelanggan,organisasi pemasaran,
informasi pemasaran, perencanaan strategis dan efisiensi
operasional. Perangkat lain,yang dikenal sebagai audit
pemasaran, merupakan suatu pengamatan berkala, bebas,
sistematis dan menyeluruh terhadap lingkungan, tujuan-tujuan,
strategi-strategi dan kegiatan-kegiatan pemasaran perusahaan.
Tujuan audit pemasaran adalah untuk menentukan bidangmasalah
pemasaran dan merekomendasikan rencana tindakan koreksi
bersifat jangka panjang maupun jangka pendek guna
meningkatkan efektivitas pemasaran secara menyeluruh dari
organisasi tersebut.
Sejumlah perusahaan yang sedang bertumbuh telah
menciptakan pengawas pemasaran untuk memonitor biaya
pemasaran dan mengembangkan analisis keuangan yang
disempurnakan, mengenai dampak yang ditimbulkan oleh
pengeluaran-pengeluaran tadi.
DAFTAR PUSTAKA
Alsem, Karl Jan. 2007. Strategic Marketing : An Applied
Perspective. New York : McGraw-Hill.
Arens, William F. 2002. Contemporary Advertising. New York :
McGraw-Hill
Bearden, W.O., Ingram, T. N. and LaForge, R. W. 2007. Marketing
: Principles and Perspectives. Fifth Edition. New York :
McGraw-Hill.
Cateora, Philip R. and Graham, John L. 2002. International
Marketing, Eleventh Edition. New York : McGraw-Hill
Cravens, David W. and Piercy, Nigel F. 2006. Strategic Marketing.
Eighth Edition. New York : McGraw-Hill
Cristine Y. Chen. 2002. The Wold’s Most Admired Companies
2002. March 11. Fortune.
David Martin, Marc Ryan. 2002. Fortune 500 Companies Grow
Fonder of Internet Advertising. Jupiter Media Metrix
David Miller. 1996. Web Multimedia Development. New Riders..
Dooly, Michael. 1992. Kicking Up A Little Dust: Print, September.
Seventh Edition. New York : McGraw-Hill
Dwyer, F. Robert and Tanner, John F. 2006. Business Marketing :
Connecting Strategy, Relationship and Learning. Third Edition.
New York : McGraw-Hill.
Elliot, Stuart. 1996. Big, Bold, Outside and in Fashion. The New
York time, 11 Juli, C1.
Elsom Cook. 2001. Principles of Interactive Multimedia. New
York : McGrawHill.
England, E. and Finney. A. 2002. Managing Multimedia : Project
Management for Web and Convergent Media. Addison Wesley
Publishers.
Etzel, M. J., Walker, B. J. and Stanton, W. J. 2007. Marketing.
Fourteenth Edition. New York : McGraw-Hill.
Ferrell, O.C. and Hartline, Michael D. 2005. Marketing Strategy.
Fourth Edition. Natorp Boulevard Mason : Thomson SouthWestern.
Fisher, Christy. 1995. King of Road : American Demographics.
Agustus, hal.55
Friedman, Mildred,. 1989. Graphic Design In America : A Visual
History. Mineapolis, MN, Walker Art Center and New York,
Harry N. Abrams.
Fred T. Hofstetter. 2001. Multimedia Literacy. Third Edition.
McGrawHill
Goldfarb, Roz. 1997. Careers by Design : A Headhunter’s Secrets
for Succes and Survival in Graphic Design. New York,
Allworth.
George E. Belch, Michael A. Belch. 2004. Advertising and
Promotion : An Integrated Marketing Communications
Perspective, Fourth Edition. New York : McGraw-Hill
Goldman, Kevin. 1994. Spending On Billboards Is Rising: Video
Tool Makes Buying Easier. Wall Street Journal, 27 Juni. B6.
Gonnella, Rose, Anderson, Landa. 2000. Creative Jolt Inspirations.
Cincinnati, OH, North Light Books.
Grover, Ronald. 1998. Billboard Aren’t Boring Anymore. Business
Week 21 September, hal. 88-89
Heller, Steven. 1993. Graphic Design, New York, Rockport,
Allworth Press
Holland, Bierut, Drenttel. 1993. Graphic Design : America, New
York, Rockport, Allworth Press
Jeff Foster. 1997. Photoshop Web Magic. Hayden Books.
Johansson, Johny K. 2006. Global Marketing : Foreign Entry,
Local Marketing & Global Management. Fourth Edition. New
York : McGraw-Hill
Keegan, Warren J. And Green, Mark S. 2000. Global Marketing.
Second Edition. New Jersey : Printice-Hall.
Keyes, J. 1990. Multimedia Offers Managers Multiple Business
Solutions. Computer World.
Kotler, Philip and Keller, Kevin Lane. 2006. Marketing
Management. 12th Edition. New Jersey : Pearson Education.
Labuz, Ronald. 1991. Contemporary Graphic Design, New York,
Van Nostrand Reinhold
Landa, Robin, 1998. Thinking Creatively, Cincinnati, North Light
Books.
Landa, Robin, 2001. Graphic Design Solutios, Cincinnati, North
Light Books
Majalah Marketing. 2004. Majalah Pemasaran dan Penjualan,
No.1-12. Jakarta: PT. Info Cahaya Hero.
Majalah Marketing. 2005. Inspiring The Leadership, No.1-12.
Jakarta: PT. Info Cahaya Hero.
Majalah Marketing. 2006. Inspiring The Leadership, No.1-12.
Jakarta: PT. Info Cahaya Hero.
Majalah Marketing. 2007. Inspiring The Leadership, No.1-8.
Jakarta: PT. Info Cahaya Hero.
Majalah Marketing. 2007. Top Brand 2000-2007, Edisi Khusus
No.1. Jakarta: PT. Info Cahaya Hero.
Majalah Marketing. 2007. 10 Karakter Unik Konsumen Indonesia,
Edisi Khusus. Jakarta: PT. Info Cahaya Hero.
Majalah Swa Sembada. 2004. No.1-24. Jakarta: Yayasan Sembada
Swakarya.
Majalah Swa Sembada. 2005. No.1-24. Jakarta: Yayasan Sembada
Swakarya.
Majalah Swa Sembada. 2006. No.1-24. Jakarta: Yayasan Sembada
Swakarya.
Majalah Swa Sembada. 2007. No.1-15. Jakarta: Yayasan Sembada
Swakarya.
Meggs, Philip B. 1983. A History of Graphic Design. New York,
Van Nostrand Reinhold
Michael E. Porter, 1985. Competitive Advantages. Free Press.
Miller, Cyndee. 1995. Outdoor Gets a Makeover. Marketing News,
10 April, hal. 26.
Nichols, John. 1995. Outdoor New York Tops Ideas, Gannetteer,
September, hal.8
Nielson, J. 1995. Multimedia and Hypertext : The Internet and
Beyond. New York. Harcourt Braco.
Neubourne, Ellen. 2000. Road Show : The New Face of Billboards.
Business Week, 8 Mei hal.75
OAAA. 2005. Introduce Yourself to Outdoor Advertising. OAAA.
New York
OAAA. 2000. Creating Award Winning Outdoor. OAAA. New
York
Peter, J. Paul and Donnelly, James H. 2006. A Preface to
Marketing Management.Tenth Edition. New York:McGraw-Hill
Richardson, Margaret. 1993. Best Selling Design : Book Jackets
andCovers, Three Case Study, U&lc, Vol.20, No.2, Summer /
Fall
Robert Levering, Milton Moskowitz. 2002. The 100 Best
Companies To Work For . March 11. Fortune
Ries, Al dan Jack Trout. 2001. Positioning : The Battle for Your
Mind. New York : McGraw-Hill.
Ries, Al and Jack Trout. 1993. The 22 Immutable Laws of
Marketing, New York, Harper Business.
Robisn Landa. 2001. Graphic Design Solutions. Second Edition.
OnwordPress-Thomson Learning
Richard Raysman & Jeffrey D. Neuburger. 2003. Multi-media
Publishing:
Legal Issues To Consider. Published in
MusiCopyright Intelligence
Shamms Moprtier. 2001. Flash 5 : Weekend Crash
Shimp,Terence A. 2000. Advertising and Promotion :
Supplemental Aspects of Integrated Marketing Communications,
Fifth Edition. The Dryden Press
Sloane, A. 1996. Multimedia Communication. . New York :
McGraw-Hill Publishing.
Suyanto, M.. 2007. Strategic Management : The Most Admired
Companies. Andi Yogyakarta
Suyanto, M.. 2005. Strategi Periklanan Televisi Perusahaan Top
Dunia. Andi Yogyakarta
Suyanto, M.. 2003. Aplikasi Desain Grafis untuk Periklanan. Andi
Yogyakarta
Suyanto, M.. 2003. Strategi Periklanan pada E-Commerce
Perusahaan Top Dunia. Andi Yogyakarta
Suyanto, M. 2003. Multimedia alat untuk Meningkatkan
Keunggulan Bersaing, Andi Yogyakarta
Suyanto, M.. 2002. Strategi Pemasaran Global Berbasis Internet.
Jurnal DASI Vol. III No. 1. AMIKOM Yogyakarta.
Suyanto, M.. 2002. Evaluasi Efektivitas Periklanan Berbasis
Internet. Jurnal DASI Vol. III. No. 2. AMIKOM Yogyakarta
Suyanto, M.. 2001. Manajemen Periklanan.
Jurnal DASI Vol. II No. 4. Desember. AMIKOM Yogyakarta
The Editors of PC Magazine. 2002. Top 100 Undiscovered Web
Sites. PC Magazine
The Editors of PC Magazine. 2002. The Best Product for 2002. PC
Magazine
The Editors of PC Magazine. 2002. The Eighteenth Annual Awards
for Technical Excellence. PC Magazine.
Thomas J. Kueglen, Jr. 2000. Web Advertising and Marketing :
Make The Web Work for You. Third Edition. A Devision of
Prima Publishing
Thomas Russel, W. Ronald Lane. 1999. Kleppner’s Advertising
Procedure, Fourteenth Edition. Prentice-Hall
Walker, O. C., Mullins, J. W., Boyd, H. W. and Larreche, J. L.
2006. Marketing Strategy. Fifth Edition. New York : McGrawHill
Ward Hanson. 2000. Principles of Internet Marketing. South
Western College Publishing.
White, Roderick. 2005. Best Practice – Outdoor Advertising :
Solus or Support ?. Admap. Mei. Hal.12-14.
Williams, Roy H. 2003. Outdoor Ads That Get Results. Sales &
Marketing. 4 Agustus.
Wong, Wucius, Benjamin, 1994. Visual Design on the Computer.
New York, Design Books
WWW.CAKRAM.CO.ID
Yin, Sandra. 2002. Counting Eyes On Billboards. American
Demographic. Desember
Download