Uploaded by User21939

Pengukuran, Angka Penting, Alat Ukur

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Secara umum, pengertian pengukuran adalah kegiatan membandingkan suatu besaran yang
diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Definisi pengukuran adalah penentuan
besaran, dimensi, atau kapasitas, Pengukuran β€œadalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas,
biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran”. Pengukuran tidak hanya terbatas
pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa
dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian, atau kepercayaan konsumen. Pengukuran ada beberapa
macam alat yaitu: micro meter,jangka sorong,dial indikator,viler gauge.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan angka penting?
2. Apa yang dimaksud dengan pengukuran?
3. Apa saja jenis jenis pengukuran?
4. Apa saja jenis jenis alat ukur?
1.3. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan angka penting.
2. Mengetahui apa yang dimaksud dengan pengukuran.
3. Mengetahui apa saja jenis jenis pengukuran.
4. Mengetahui apa saja jenis jenis alat ukur.
5. Memenuhi tugas makalah mata kuliah fisika umum.
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengukuran
Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar
atau satuan ukur. Pengukuran juga dapat diartikan sebagai pemberian angka tehadap suatu atribut
atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh seseorang, hal, atau objek tertentu menurut aturan atau
formulasi yang jelas dan disepakati. Pengukuran dapat dilakukan pada apapun yang dibayangkan,
namun dengan tingkat kompleksitas yang berbeda. Misalnya untuk mengukur tinggi, maka seseorang
dapat mengukur dengan mudah karena objek yang diukur merupakan objek kasat mata dengan
satuan yang sudah disepakati secara internasional. Namun hal ini akan berbeda jika objek yang
diukur lebih abstrak seperti kecerdasan, kematangan, kejujuran, kepribadian, dan lain sebagainya
sehingga untuk melakukan pengukuran diperlukan keterampilan dan keahlian tertentu.
2.2 Jenis-Jenis Pengukuran
Dalam proses pengukuran besaran dalam fisika, ada beberapa jenis-jenis pengukuran, yaitu:
1. Berdasarkan Metode Pengukuran
Berdasarkan metode pengukuran, jenis pengukuran dibedakan menjadi 2 yaitu:
a. Pengukuran Langsung
Pengukuran langsung adalah proses pengukuran dengan memakai alat ukur langsung
dimana hasil pengukuran langsung terbaca pada alat ukur tersebut. Contohnya ketika kita
mengukur panjang buku dengan mistar, berarti kita melakukan pengukuran langsung karena
hasil pengukuran panjang buku terbaca langsung pada skala mistar tersebut.
b. Pengukuran Tidak Langsung
Pengukuran tidak langsung adalah proses pengukuran suatu besaran dengan cara
mengukur besaran lain. Pada pengukuran tidak langsung, digunakan beberapa jenis alat ukur,
dan hasil pengukuran nantinya merupakan hasil operasi (bisa pembagian/perkalian) dari hasil
pengukuran alat-alat ukur tersebut.
Misalkan untuk mengukur kecepatan gerak suatu benda, maka besaran-besaran yang
harus kita ukur adalah panjang dan waktu (v = s/t). Jadi alat ukur yang digunakan adalah alat
ukur panjang seperti penggaris/rollmeter dan alat ukur waktu seperti stopwatch. Dan hasil
pengukuran nantinya dalah hasil pengukuran penggaris/rollmeter dibagi hasil pengukuran
stopwatch.
2
2. Berdasarkan Banyaknya Pengukuran
a. Pengukuran Tunggal
Pengukuran tunggal adalah pengukuran yang hanya dilakukan satu kali. Pengukuran
tunggal dilakukan jika:
-
Besaran yang diukur tidak berubah-ubah, sehingga hanya dengan pengukuran
tunggal,
hasil pengukuran dianggap cukup akurat
-
Kesempatan untuk melakukan pengukuran hanya satu kali.
b. Pengukuran Berulang
Pengukuran berulang adalah pengukuran yang dilakukan berkali-kali. Pengukuran
tunggal dilakukan karena:
-
Pengukuran tunggal memberikan hasil yang kurang teliti
-
Hasil Pengukuran tunggal lebih mendekati nilai yang sebenarnya
-
Ketidakpastian pengukuran berulang lebih kecil daripada ketidakpastian pengukuran
tunggal.
2.3 Angka penting
Angka penting adalah angka hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti (eksak) dan angka
taksiran.
Hasil pengukuran berupa angka-angka atau disebut sebagai hasil numerik selalu merupakan nilai
pendekatan. Menurut kelaziman hasil pengukuran sebuah benda mengandung arti bahwa bilangan
yang menyatakan hasil pengukuran tersebut. Jika sebuah tongkat panjangnya ditulis 15,7 centimeter.
Secara umum panjang batang tersebut telah diukur sampai dengan perpuluhan centimeter dan nilai
eksaknya terletak di antara 15,65 cm hingga 15,75 cm.
Jadi apa saja yang termasuk ke dalam angka penting? Ya, sejatinya, angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9
adalah angka penting. Tapi ingat, 0 itu juga termasuk angka. Lalu, apakah 0 termasuk ke dalam
angka penting? Ada 6 syarat dalam aturan penulisan angka penting:
1. Semua angka yang bukan nol adalah angka penting.
Contoh: 7,18 (dari deretan angka ini, terdapat 3 angka penting)
7712 (ada 4 angka penting)
2. Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol bukan angka penting
Contoh: 77120 (4 angka penting)
3. Angka nol yang terletak di belakang penting (DALAM DESIMAL) adalah angka penting
3
Contoh: 7,1800 (5 angka penting)
4. Angka nol yang ada di depan angka penting (DALAM DESIMAL )bukan angka penting
Contoh: 0,0000718 (3 angka penting)
5. Angka nol di belakang angka penting (DALAM DESIMAL) adalah angka penting
Contoh: 0,000007180 (4 angka penting)
6. Angka nol di antara angka penting adalah angka penting
Contoh: 71800,7001 (9 angka penting)
2.4 Jenis Jenis Alat Ukur
a. Alat Ukur Panjang
1. Mistar
Mistar merupakan alat ukur panjang yang berskala variasi 30 cm, 50 cm, 100 cm, satu
skala cm pada mistar, terdapat 10 skala kecil. Satu skala kecil diseebut ketelitian. Ketelitian
mistar adalah 0,1 cm.
Mistar ukur dengan ketelitian 0,1 cm
2. Jangka Sorong
Jangka sorong adalah alat ukur besaran panjang yang mempunyai dua skala, yaitu
skala geser. Skala geser ini disebut skala nonius,
Untuk menentukan ketelitian jangka
sorong, dapat menggunakan rumus:
𝑁𝑆𝑇 π‘†π‘ˆ =
π‘ π‘’π‘™π‘–π‘ π‘–β„Ž π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Ž π‘ π‘˜π‘Žπ‘™π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘›
π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘”π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘  𝑑𝑖 π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž
𝑁𝑆𝑇 π‘†π‘ˆ
=
𝑁𝑆𝑇 π΄π‘™π‘Žπ‘‘ = π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘”π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘  π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘ π‘˜π‘Žπ‘™π‘Ž π‘›π‘œπ‘›π‘–π‘’π‘  =
1βˆ’0
10
0,1
20
= 0,1 cm
= 0,005 cm
Jangka sorong dengan ketelitian 0,005 cm
4
Ada dua skala yang terdapat pada jangka sorong yaitu skala utama dan skala nonius.
Pembacaan skala utama diambil pada saat rahang jangka sorong menjapit benda yang akan
diukur ketebalannya sedangkan skala nonius dibaca dari pertemuan antara garis skala utama
dan skala nonius yang membentuk garis lurus. Adapun nilai ketidakpastian biasanya
dilakukan oleh pengukur dengan mengira-ngira sesuai keadaan pada saat pengukuran namun
bila hal tersebut dirasa sulit, maka kita bisa menggunakan setengah nilai skala terkecil yang
kemudian kita bulatkan sesuai kaidah angka penting menjadi hanya ada satu angka penting.
3. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup adalah alat ukur terdiri dari dua bagian yaitu bagian tetap dan
bagian yang dapat diputar (selubung luar). Mikrometer sekrup memiliki dua skala yaitu skala
utama yang terdapat pada bagian tetap dan skala nonius yang terletak pada bagian yang dapat
diputar. Untuk menentukan ketelikian Mikrometer sekrup, dapat menggunakan rumus:
𝑁𝑆𝑇 π‘†π‘ˆ =
π‘ π‘’π‘™π‘–π‘ π‘–β„Ž π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Ž π‘ π‘˜π‘Žπ‘™π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘›
π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘”π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘  𝑑𝑖 π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž
1βˆ’0
=
𝑁𝑆𝑇 π‘†π‘ˆ
2
𝑁𝑆𝑇 π΄π‘™π‘Žπ‘‘ = π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘”π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘  π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘ π‘˜π‘Žπ‘™π‘Ž π‘›π‘œπ‘›π‘–π‘’π‘  =
0,5
50
= 0,5 cm
= 0,01 cm
Mikrometer sekrup dengan ketelitian 0,05 mm
4. Sfereometer
Sfereometer adalah alat yang digunakan untuk menentukan kelengkungan suatu benda
yang berbentuk bagian dari bola, seperti cermin/lensa baik cekung maupun cembung.
Sfereometer mempunyai dua skala yaitu skala utama dan skala nonius. Skala utama berdiri
tegak nol tepat berada di tengah. Utama menentukan ketelitian sfereometer, dapat
menggunakan rumus:
𝑁𝑆𝑇 π‘†π‘ˆ =
π‘ π‘’π‘™π‘–π‘ π‘–β„Ž π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Ž π‘ π‘˜π‘Žπ‘™π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘›
π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘”π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘  𝑑𝑖 π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž
5
=
10βˆ’0
10
= 1 mm
𝑁𝑆𝑇 π‘†π‘ˆ
𝑁𝑆𝑇 π΄π‘™π‘Žπ‘‘ = π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘”π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘  π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘ π‘˜π‘Žπ‘™π‘Ž π‘›π‘œπ‘›π‘–π‘’π‘  =
1
100
= 0,01 mm
Untuk menentukan jari-jari kelengkupan lensa baik cembung maupun cekung adalah
dengan menggunakan persamaan dibawah ini 2
R=
2l2
9π‘Ž
a
=2
Dengan : R = jari-jari kelengkapan lensa
a = Hasil pengukuran
l = Jarak antara kaki sferometer
Sferometer
b. Alat Ukur Massa
1. Neraca Tiga Lengan
Neraca tiga lengan
Neraca tiga lengan adalah alat ukur massa yang memiliki tiga lengan berupa batangan
satuan, puluhan, dan batangan diantaranya batangan satuan dan puluhan. Nilai skala terkecil
Alat ukur ini adalah : 0,1 gr
6
2. Neraca Analitis Dua Lengan
Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda seperti emas, batu, kristal benda dan
sebagainya. Tingkat ketelitian neraca analitis dua lengan adalah 0,1 gram
Neraca Analitis Dua Lengan
3. Neraca Lengan Gantung
Neraca lengan gantung biasanya digunakan untuk mengukur massa yang relatif besar
seperti massa 1 karung beras, jagung dan sebagainya. Cara menggunakan neraca ini adalah
dengan menggeser-geser beban pemberat di sepanjang batang neraca.
Neraca Lengan Gantung
4. Neraca Pegas
Neraca pegas sering disebut dinamometer berfungsi untuk mengukur massa dan atau
berat benda. Neraca ini memiliki dua skala, yaitu skala N (newton) untuk mengukur berat dan
skala g (gram) untuk mengukur massa.
Neraca Pegas
7
5. Neraca Digital
Neraca digital atau neraca elektronik ini di dalam penggunaannya sangat praktis
karena besar massa benda yang diukur langsung terbaca pada layar. Ketelitian neraca digital
ini sampai dengan 0,001 gram.
Neraca Digital
c. Alat Ukur Besaran Waktu
1. Arloji
Pada umumnya alat ukur waktu ini memiliki tingkat ketelitian 1 detik
Arloji
2. Stopwatch
Stopwatch biasanya digunakan untuk mengukur waktu dalam kegiatan olahraga atau
dalam praktik penelitian. Tingkat ketelitian alat ukur ini adalah 0,1 detik.
Stopwatch
8
3. Penunjuk Waktu Elektronik
Tingkat ketelitian alat ukur ini mencapai 1/1000 detik.
Penunjuk Waktu Elektronik
4. Jam Atom Cesium
Dibuat dengan tingkat ketelitian 1 detik tiap 3.000 tahun, artinya kesalahan
pengukuran kira-kira 1 detik dalam kurun waktu 3.000 tahun.
Jam Atom Cesium
d. Alat Ukur Besaran Arus Listrik, Tegangan, dan Hambatan
Multimeter atau multitester adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai
VOM (Volt-Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter),
maupun arus (amperemeter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM
(digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter
analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC. Sebuah
multimeter merupakan perangkat genggam yang berguna untuk menemukan kesalahan dan
pekerjaan lapangan, maupun perangkat yang dapat mengukur dengan derajat ketepatan yang
sangat tinggi.
Multimeter
9
e. Alat Ukur Besaran Suhu
Untuk mengukur suhu suatu sistem umumnya menggunakan termometer. Termometer
dibuat berdasarkan prinsip pemuaian. Termometer biasanya terbuat dari sebuah tabung pipa
kapiler tertutup yang berisi air raksa yang diberi skala. Ketika suhu bertambah, air raksa dan
tabung memuai. Pemuaian yang terjadi pada air raksa lebih besar dibandingkan pemuaian
pada tabung kapiler. Naiknya ketinggian permukaan raksa dalam tabung kapiler dibaca
sebagai kenaikan suhu.
Termometer
10
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu
standar atau satuan ukur. Pengukuran juga dapat diartikan sebagai pemberian angka tehadap
suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh seseorang, hal, atau objek tertentu
menurut aturan atau formulasi yang jelas dan disepakati.
Dalam proses pengukuran besaran dalam fisika, ada beberapa jenis-jenis pengukuran, yaitu
berdasarkan metode pengukuran dan berdasarkan banyaknya pengukuran
Angka penting adalah angka hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti (eksak) dan angka
taksiran.
Jenis alat alat ukur dikelompokkan menjadi alau ukur panjang, alat ukur massa, alat ukur
besaran waktu, alat ukur besaran arus listrik, tegangan dan hambatan, dan alat ukur besaran
suhu.
3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini, disarankan agar kita dapat lebih memahami tentang alat ukur
dan pengukuran
11
DAFTAR PUSTAKA
Tim Laboratorium Fisika Umum. 2017. Dasar Mekanika dan Kalor. Medan: Unimed Press
https://www.temukanpengertian.com/2013/09/pengertian-pengukuran berulang.html
https://blog.ruangguru.com/angka-penting
https://www.fisikabc.com/2017/04/pengukuran-dan-alat-ukur-besaran-fisika.html
https://www.elsmandagiri.com/bambanghartono/fxbab/1_angka_penting.html
12
Download
Random flashcards
Rekening Agen Resmi De Nature Indonesia

9 Cards denaturerumahsehat

sport and healty

2 Cards Nova Aulia Rahman

Nomor Rekening Asli Agen De Nature Indonesia

2 Cards denaturerumahsehat

Card

2 Cards

Create flashcards