Uploaded by User19398

Lapsus Pneumonia Berat 2019

advertisement
LAPORAN KASUS
ILMU KESEHATAN ANAK
Pembimbing
dr. H. Ahmad Nuri, Sp.A
dr. Gebyar Tri Baskoro, Sp.A
dr. M. Ali Shodikin M.Kes, Sp.A
Oleh
Arifah Nur Hasanah
SMF ILMU KESEHATAN ANAK
RSD dr. SOEBANDI JEMBER
2019
IDENTITAS PASIEN
Nama
An. YH
Usia
3 bulan 15 hari
Jenis Kelamin
Laki-laki
Alamat
Krajan Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan
Suku
Jawa
Agama
Islam
Tanggal MRS
20 Juni 2019
Nomor RM
00000257485
2
IDENTITAS ORANG TUA
AYAH
Nama
Umur
Alamat
Suku
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
: Tn. S
: 33 th
: Ampel, Wuluhan
: Jawa
: Islam
: SMP
: Buruh Pabrik
IBU
Nama
Umur
Alamat
Suku
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
: Ny. A
: 32 th
: Ampel, Wuluhan
: Jawa
: Islam
: SMP
: Ibu Rumah Tangga
3
ANAMNESIS
Heteroanamnesis dilakukan kepada orang tua dan nenek
pasien pada hari ke-1 pasien MRS di Ruang Kanak-kanak
RSD dr. Soebandi Jember.
“
4
RIWAYAT PENYAKIT
◉ Keluhan Utama
Sesak
◉ Riwayat Penyakit Sekarang
H21SMRS (29 Mei 2019) : Pasien dikeluhkan menderita batuk dan
pilek sejak 1 hari yang lalu. Batuk berdahak, namun pasien kesulitan
mengeluarkan dahak dan sekret sehingga kadang dibantu oleh
kedua orang tuanya. Riwayat demam (-), muntah (-), diare (-). Pasien
dibawa berobat ke mantri dan diberi obat syrup.
.
5
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
◉ H22SMRS (30 Mei 2019) : Keluhan batuk dan pilek tidak berkurang dengan
pemberian obat dari mantri. Muncul demam dan pasien menjadi lebih lemas, serta
tidak mau menyusu sejak malam 1 hari yang lalu. Kemudian saat pagi hari, pasien
mendadak sesak serta kesulitan bernapas. Pasien dibawa ke Puskesmas lalu dirujuk
ke IGD RSD dr. Soebandi. Pasien datang dengan bibir kebiruan, kulit pucat, serta
kedua tangan kaki pasien dingin, dan sesak tidak berkurang. Pasien tampak lemas
dan apatis. Menurut orang tua pasien diberi obat asap untuk sesak dan dirawat di
ruang PICU selama 6 hari. Pasien didiagnosa dengan pneumonia berat.
◉ H10SMRS (10 Juni 2019) : Keluhan sesak membaik dan demam sudah menurun,
pasien dipindah rawat ke ruang Aster setelah dirawat di PICU selama 6 hari. Pasien
sudah mau menyusu dan lancar. Serta tidak ada muntah, diare, maupun lemas.
Pasien dapat KRS setelah 6 hari dirawat. Mendapat obat puyer dan sirup diminum 3x
sehari.
6
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
◉ H1MRS (20 Juni 2019) : Pasien datang kembali ke IGD RSD dr. Soebandi diantar oleh
kedua orang tua dengan keluhan sesak serta kesulitan bernapas sejak tadi pagi.
Menurut kedua orang tuanya, sesak muncul setelah pasien terpapar oleh udara
dingin dari pendingin ruangan. Pasien tiba-tiba menjadi lemas, merintih, dan
mulutnya menjadi biru. Menurut ibu pasien, pasien rutin minum obat pulang sampai
habis, namun masih menderita batuk, akan tetapi sudah lebih jarang daripada
riwayat batuk sebelumnya. Pasien juga mulai pilek kembali disertai demam sejak
malam 1 hari yang lalu. Pasien kemudian dirawat di ruang Aster.
◉ H3MRS (22 Juni 2019) : Pasien sudah tidak dikeluhkan sesak setelah perawatan hari
ke-3 di Ruang Aster. Pasien dapat minum ASI secara baik. Pasien sudah tidak
dikeluhkan lemas, tidak ada pilek, tidak ada demam, dan tidak ada diare. Namun
masih ada batuk, batuk tidak berdahak, dan batuk jarang.
7
PERJALANAN PENYAKIT
H21SMRS
H20SMRS
H10SMRS
H1MRS
H3MRS
Sesak (-)
Sesak (+)
Sesak (-)
Sesak (+)
Sesak (-)
Batuk (+)
Batuk (+)
Batuk (+)
Batuk (+)
Batuk (+)
Pilek (+)
Pilek (+)
Pilek (-)
Pilek (+)
Pilek (-)
Demam (-)
Demam (+)
Demam (-)
Demam (+)
Demam (-)
Muntah (-)
Muntah (-)
Muntah (-)
Muntah (-)
Muntah (-)
Minum menurun
(-)
Bengkak (-)
Minum
menurun (+)
Bengkak (-)
Lemas (-)
Lemas (+)
Minum menurun
Minum
(-)
menurun (+)
Bengkak (-)
Bengkak (-)
Lemas (-)
Lemas (+)
Minum
menurun (-)
Bengkak (-)
Lemas (-)
8
RIWAYAT PENGOBATAN
Puyer dan sirup (ibu pasien lupa nama obatnya) dari mantri setempat
Combivent nebul (Ipathroprium bromide dan salbutamol)
Injeksi Cefotaxime 2x200mg
Injeksi Gentamicin 1x20mg
P/o Cefixime syrup
P/o Pseudoefedrin + Tripolidin puyer
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Pasien pernah mengalami sesak sebelumnya karena pneumonia.
Riwayat asma, riwayat batuk lama, riwayat penyakit jantung bawaan disangkal.
9
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Ibu pasien menyangkal adanya anggota keluarga yang menderita sesak, batuk lama,
atau demam. Riwayat penyakit jantung (-). Riwayat kelainan darah keturunan (-).
RIWAYAT PENYAKIT LINGKUNGAN
Ibu pasien menyangkal adanya tetangga sekitar yang menderita sesak, batuk
lama, atau demam, ataupun batuk yang tidak diobati.
9
SILSILAH KELUARGA
65 th
42 th
62 th
37 th
33 th
64 th
36 th
59 th
32
th
29 th
Keterangan:
: laki-laki
○: perempuan
Kesan : tidak terdapat penyakit
yang diturunkan
7 th
3 bln
Kesan : tidak terdapat penyakit yang diturunkan
10
RIWAYAT KEHAMILAN
Pasien merupakan anak kedua dari ibu yang berusia 32 tahun. Ibu tidak ada
riwayat keguguran sebelumnya (G2P1001Ab000). Selama kehamilan ibu pasien
rutin memeriksakan kehamilannya ke bidan dan sejak usia kehamilan 2 bulan
sampai akhir masa kehamilan. Selama kehamilan ibu pasien tidak pernah
mengalami tekanan darah tinggi, tidak muntah berlebih, tidak pernah
mengalami perdarahan melalui jalan lahir, dan tidak ada riwayat demam atau
terserang penyakit infeksi. Kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi
ibu pasien selama kehamilan baik, yaitu makan makanan utama 3 kali sehari,
seporsi lengkap dengan nasi, lauk, dan sayur.
Kesan : Riwayat kehamilan baik
11
RIWAYAT PERSALINAN
Anak lahir dari ibu G2P1001Ab0000 secara spontan dan ditolong oleh bidan.
Usia kehamilan 9 bulan, sesuai masa kehamilan, air ketubannya jernih, bayi
langsung menangis, berat badan lahir 2700 gram, panjang badan lahir 42 cm.
Kesan : Riwayat persalinan baik
12
RIWAYAT PASCA PERSALINAN
Perawatan tali pusat dilakukan dengan baik oleh bidan. Tali pusat bayi terawat
dan tidak ada perdarahan. Setelah lahir tidak ada perdarahan berlebihan, bayi
tidak kuning, dan ASI ibu lancar, bayi menetek Ibu dengan adekuat. rutin
membawa pasien ke posyandu.
Kesan : Riwayat pasca persalinan cukup
13
RIWAYAT IMUNISASI
IMUNISASI PPI
Hepatitis B
Polio
BCG
DPT
Campak
: (+)
: (+)
: (+)
: (+)
: belum
Kesan : Riwayat imunisasi baik
IMUNISASI NON PPI
HIB
: tidak dilakukan
PCV
: tidak dilakukan
Rotavirus
: tidak dilakukan
Varisela
: tidak dilakukan
MMR
: tidak dilakukan
HPV
: tidak dilakukan
Tifoid
: tidak dilakukan
Hepatitis A
: tidak dilakukan
2
14
RIWAYAT IMUNISASI
IMUNISASI PPI
Hepatitis B
Polio
BCG
DPT
Campak
: (+)
: (+)
: (+)
: (+)
:-
Kesan : Riwayat imunisasi baik
IMUNISASI NON PPI
HIB
: tidak dilakukan
PCV
: tidak dilakukan
Rotavirus
: tidak dilakukan
Varisela
: tidak dilakukan
MMR
: tidak dilakukan
HPV
: tidak dilakukan
Tifoid
: tidak dilakukan
Hepatitis A
: tidak dilakukan
2
14
RIWAYAT MAKAN MINUM
•
Umur 0 – 3 bulan: ASI (tiap netek selama 10-15 menit, 8-10x/sehari)
Kesan : Kuantitas dan kualitas makan cukup baik
15
RIWAYAT
PERTUMBUHAN
Kesan : Riwayat pertumbuhan kurang baik, status gizi buruk
16
RIWAYAT PERKEMBANGAN (Motorik Kasar)
Usia dari lahir sampai 3 bulan
 Gerakan aktif seimbang
 Mengangkat kepala saat tengkurap
17
RIWAYAT PERKEMBANGAN (Motorik Halus)
Usia lahir sampai 3 bulan
Tangan menggenggam kuat
18
RIWAYAT PERKEMBANGAN (Bahasa)
Usia lahir sampai 3 bulan
Menangis untuk mengutarakan sesuatu
Bereaksi terhadap suara/bunyi yang didengar
19
RIWAYAT PERKEMBANGAN (Sosial Kemandirian)
Usia lahir sampai 3 bulan
Tersenyum spontan
Kesan : Riwayat perkembangan sesuai anak seusianya
20
RIWAYAT SOSIAL EKONOMI
Ayah bekerja sebagai buruh pabrik dan ibu tidak bekerja. Penghasilan ± Rp. 900.000,00
per bulan untuk menghidupi 4 orang anggota keluarga (ibu, nenek, dan 2 orang anak).
RIWAYAT LINGKUNGAN
Pasien tinggal bersama ayah pasien, ibu pasien, nenek pasien dan satu saudara. Pasien
tinggal di rumah berukuran 8mx7m, terdiri dari 3 kamar tidur dengan ukuran
2mx2,5m. Lantai keramik putih, atap genteng, ventilasi dan pencahayaan cukup,
sumber air minum dari air sumur, memiliki 1 kamar mandi/WC, dapur menggunakan
bahan bakar gas. Jarak rumah dengan tempat pembuangan sampah sekitar 10 meter
dan belakang rumah pasien terdapat area persawahan. Keluarga tidak memiliki hewan
peliharaan di rumahnya. Ayah pasien merupakan perokok aktif..
Kesan : Riwayat sosial ekonomi dan lingkungan kurang baik
21
ANAMNESIS SISTEM
Sistem Serebrospinal
kejang (-), demam (+), penurunan kesadaran (-), nyeri kepala (-)
Sistem Respirasi
batuk (+), pilek (+), sesak (+)
Sistem Gastrointestinal
muntah (-), BAB (+) 2x/hari kuning setengah padat, nafsu makan menurun
Sistem Muskuloskeletal
nyeri sendi (-), atrofi (-), gerakan menurun (+)
Sistem Urogenital
BAK (+) berwarna kuning jernih 3-4x/hari, nyeri berkemih (-)
Sistem Integumentum
pucat (-), sianosis (+), ikterik (-), purpura (-)
22
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum
Kesadaran
Kualitatif
Kuantitatif
Tanda-Tanda Vital
Frekuensi Nadi
: Lemah
: Compos mentis
: 4-5-6
: 156 x/menit
reguler, kuat angkat
Frekuensi Pernafasan : 60 x/menit,
pernafasan cuping hidung(+)
retraksi subkostal (+)
Suhu
: 37,60C suhu aksila
CRT
: < 2 detik
Kesan : keadaan umum pasien lemah
Kulit
: kulit tampak kering,
turgor dbn, pucat (-), ikterik (-),
sianosis (+)
Kel. Limfe : pembesaran KGB (-)
Otot
: atrofi otot (-), spasme (-)
Tulang
: deformitas (-), peradangan (-)
Sendi
: nyeri sendi (-)
23
Status Gizi
BBL
: 2700 gram
BBS
: 4000 gram
BB ideal : 6400 kg
PBL
: 45 cm
PBS
: 56 cm
PB ideal : 61 cm
Status Gizi : 62,5 (Gizi buruk)
Kesan : status gizi buruk
24
PEMERIKSAAN FISIK
Kepala
Ukuran
Rambut
Muka
Mata
Hidung
Telinga
Mulut
Faring
Tonsil
Leher
: Normocephal
: Lurus warna hitam kecoklatan, tipis, tidak mudah dicabut
: Wajah simetri, raut wajah datar
: Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, edema palpebra -/-, reflek cahaya +/+,
mata tidak cowong
: Sekret -/-, darah -/-, mukosa tidak hiperemis, pernafasan cuping hidung (+)
: Sekret -/-, darah -/: Sianosis (+)
: Hiperemi (-)
: Tidak hiperemi, tidak tampak pembesaran
: Bentuk simetris (+), pembesaran KGB (-), peningkatan tekanan vena jugularis(-)
Kesan : pernafasan cuping hidung (+), peningkatan JVP
25
PEMERIKSAAN FISIK
Jantung
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Batas kanan sup
Batas kanan inf
Batas kiri sup
Batas kiri inf
Auskultasi
: Iktus kordis tampak
: Iktus kordis teraba
: Redup
: ICS II garis parasternal dex
: ICS IV garis parasternal dex
: ICS II garis parasternal sin
: ICS V garis axila anterior sin
: S1S2 tunggal reguler,
ekstrasistol (-), gallop (-),
murmur (-)
Paru-Paru
Depan
Belakang
Kesan : bising jantung (+), suara paru tambahan (+)
Kanan
I : Simetris, Retraksi (+)
subkostal
P : fremitus raba normal
Kiri
I : Simetris, Retraksi (+)
subkostal
P : fremitus raba normal
P : sonor
A : bronkoves (+), Rho (+),
Whe (-)
I : Simetris, Retraksi (-)
P : sonor
A : bronkoves (+), Rho (+),
Whe (-)
I : Simetris, Retraksi (-)
P : fremitus raba normal
P : fremitus raba normal
P : sonor
A: bronkoves (+), Rho (+),
Whe (-)
P : sonor
A : bronkoves (+), Rho (+),
Whe (-)
26
PEMERIKSAAN FISIK
Abdomen
I : permukaan dinding perut datar, jejas (-), luka
bekas operasi (-)
A :bising usus (+) normal
P :timpani (+)
P :soepel, turgor kulit normal, nyeri tekan (-),
hepatomegali (-), splenomegali (-)
Anggota Gerak
Atas
: akral hangat +/+,edema -/-,sianosis (-),
atrofi otot (-), spasme(-)
Bawah
: akral hangat -/-,edema -/-,sianosis (-)
atrofi otot (-), spasme (-)
Anus dan Kelamin
Anus
: dalam batas normal
Kelamin : jenis kelamin laki-laki, dalam batas
normal
Kesan : abdomen, anggota gerak, anus, dan kelamin dalam batas normal
27
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Foto Toraks Tanggal 20 Juni 2019
Tampak patchy infiltrat di
paracardial kanan dan parahiler kiri.
Kesan: Bronkopneumonia
Kesan : foto toraks  CTR < 50%, corakan bronkovaskular mneingkat, eko  RHD MR
31
RESUME
Anamnesis
RPS: H21SMRS: Pasien dikeluhkan menderita batuk dan pilek sejak 1 hari yang lalu. Riwayat demam (-),
muntah (-), diare (-). H22SMRS: Pasien datang dengan bibir kebiruan, kulit pucat, serta kedua tangan
kaki pasien dingin, dan sesak tidak berkurang. Pasien tampak lemas dan apatis. Dirawat di ruang PICU
selama 6 hari dengan diagnosa pneumonia berat. H10MRS: Keluhan sesak membaik dan demam sudah
menurun, pasien dipindah rawat ke ruang Aster dan dirawat selama 6 hari. H1MRS: Pasien datang
kembali ke IGD RSD dr. Soebandi dengan keluhan sesak serta kesulitan bernapas sejak pagi, setelah
terpapar oleh udara dingin. Pasien tiba-tiba menjadi lemas, menangis merintih, dan mulutnya menjadi
biru. Riwayat pasien pilek disertai demam sedang sejak malam 1 hari yang lalu.
RPO:
Combivent nebul (Ipathroprium bromide dan salbutamol)
Injeksi Cefotaxime 2x200mg, Gentamicin 1x20mg
P/o Cefixime syrup, Pseudoefedrin + Tripolidin puyer
RPD: pneumonia
RPK: keluhan sama disangkal, penyakit keturunan (-)
RPL: keluhan sama disangkal
32
RESUME
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum
Kesadaran
Tanda-tanda vital
Status gizi
Kepala/leher
Thorax
Abdomen
Anggota gerak
Anus dan kelamin
Neurologi
: Lemah
: Compos mentis, 4-5-6
: Tanda syok (-), febris (+), dispneu (+)
: Gizi buruk 62,5% menurut WHO
: Pembesaran KGB (-), sianosis (+) peningkatan tekanan vena jugularis (-)
: Simetris, retraksi (+/+), sonor, bronkoves +/+, rh (+/+), wh (-/-)
: Datar, BU (+) normal, soepel, timpani,
: Akral hangat (+), kekuatan otot dbn, atrofi otot (-), nyeri sendi (-)
: Dalam batas normal
: Meningeal sign (-), refleks fisiologis (+), refleks patologis (-)
33
RESUME
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Lab pada tanggal 24/10/2017: anemia, leukositosis
Pemeriksaan foto thoraks 20/06/2019: CTR < 50%, Tampak patchy infiltrat di paracardial kanan
dan parahiler kiri
34
DIAGNOSIS KERJA
Primer :
Dyspnea e.c Pneumonia Berat + KEP Marasmus
35
KEBUTUHAN HARIAN
Cairan (HOLIDAY SEGAR)
Kebutuhan cairan
: 4X100 = 400 cc/hari
Nutrisi (RDA)
Kebutuhan Kalori
Kebutuhan Protein
: 108 kkal x 4 = 432 kkal/hari
: 2,2 gr x 4 = 8,8 g/hari
36
TATALAKSANA
Medikamentosa
Injeksi Cefotaxime 3x150mg
Injeksi Gentamisin 1x20mg
Injeksi Parasetamol 4x40mg (k/p)
Nebul Ipathroprium bromide + salbutamol 3x1 respul
O2 nasal canule 2 lpm
Infus D10 1/5 NS 400cc/hr
F75 100-130cc/kgbb/hari
37
RESUME
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
RPS:
H21SMRS: Pasien dikeluhkan menderita batuk dan
pilek sejak 1 hari yang lalu. Riwayat demam (-),
muntah (-), diare (-). H22SMRS: Pasien datang
dengan bibir kebiruan, kulit pucat, serta kedua tangan
kaki pasien dingin, dan sesak tidak berkurang. Pasien
tampak lemas dan apatis. Dirawat di ruang PICU
selama 6 hari dengan diagnosa pneumonia berat.
H10MRS: Keluhan sesak membaik dan demam
sudah menurun, pasien dipindah rawat ke ruang Aster
dan dirawat selama 6 hari. H1MRS: Pasien datang
kembali ke IGD RSD dr. Soebandi dengan keluhan
sesak serta kesulitan bernapas sejak pagi, setelah
terpapar oleh udara dingin. Pasien tiba-tiba menjadi
lemas, menangis merintih, dan mulutnya menjadi biru.
Riwayat pasien pilek disertai demam sedang sejak
malam 1 hari yang lalu.
RPO:
Combivent nebul (Ipathroprium bromide dan
salbutamol)
Injeksi Cefotaxime 2x200mg
Injeksi Gentamicin 1x20mg
P/o Cefixime syrup
P/o Pseudoefedrin + Tripolidin puyer
RPD: pneumonia
RPK: keluhan sama disangkal, penyakit keturunan (-)
RPL: keluhan sama disangkal
KU: lemah
Kes: compos mentis (4-5-6)
RR: 60x/menit
HR: 156x/mnt
Tax: 37,6oC
Status gizi: Gizi buruk (BB/U
62,5%)
Kepala/leher: Sianosis (+),
Dyspnea (+) Pernapasan
cuping hidung (+)
Thoraks/Pulmo: Inspeksi:
simetris (+/+) retraksi (+/+)
Palpasi:fremitus raba menurun
Perkusi: sonor-redup
Auskultasi: bronkovesikuler +/+,
rhonki (+/+) wheezing (-/)
Abdomen : dalam batas normal
Anggota gerak: sianosis (-)
dalam batas normal
Genitalia: dalam batas normal
RESUME
Diagnosis
Dyspnea e.c.
Pneumonia Berat
dd Susp TB
Diagnosis
Banding
a.Pneumonia
b.PJB
c.TB Paru
Terapi
Kebutuhan
a. cairan: 400 cc/hari
b. kalori: 400 kkal/hari
c. protein: 80 g/hari
Medikamentosa
Injeksi Cefotaxime 3x150mg
Injeksi Gentamisin 1x20mg
Injeksi Parasetamol 4x40mg
(k/p)
Nebul Ipathroprium bromide
+ salbutamol 3x1 respul
O2 nasal canule 2 lpm
Infus D10 1/5 NS 300cc/hr
32
PLANNING
Diagnostik
Darah Lengkap, GDA, Serum elektrolit
Monitoring
Keadaan umum, tanda-tanda vital, saturasi oksigen, makan dan minum,
respon terapi, efek samping obat, evaluasi keluhan, evaluasi status gizi
38
PLANNING
Edukasi
• Menjelaskan kepada keluarga pasien tentang kondisi pasien saat ini,
tindakan yang akan dilakukan, dan terapi yang diberikan kepada pasien.
• Menjelaskan kepada keluarga pasien tentang penyakit yang diderita
pasien: penyebab, perjalanan penyakit, perawatan, komplikasi, dan
prognosis.
• Menjelaskan kepada keluarga tentang pencegahan yang harus dilakukan
agar keluarga lain tidak mengalami penyakit yang sama.
• Menganjurkan orang tua untuk menjauhkan pasien dari asap rokok
38
PROGNOSIS
Ad Vitam
: Dubia
Ad Sanationam : Dubia ad bonam
Ad Functionam : Dubia ad bonam
39
Download