Uploaded by hendrawanbagus91

fisika

advertisement
LAPORAN PRAKTIKUM UJI BAHAN MAKANAN
Kelompok 4 :





Bagus Hendrawan
Dania Putri R
Dhira Maida
Muhammad Daffa I
Musfirotul A’yun
SMAN 7 Tangerang
Jl . Perintis Kemerdekaan 1 No 2, Kota Tangerang Banten.
Bab I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Makanan dibutuhkan manusia untuk
kelangsungan hidup dan menjalankan aktivitasnya. Fungsi makanan antara lain mnyediakan
materi yang di butuhkan oleh tubuh untuk tumbuh serta memperbaiki tubuh yang rusak.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap makhluk hidup memerlukan makanan.
Makanan yang masuk ke dalam tubuh makhluk hidup akan diuraikan atau dipecah menjadi
senyawa-senyawa yang lebih sederhana baik secara mekanik maupun secara kimiawi agar dapat
diserap tubuh. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehariharinya
Sebelum dimanfaatkan oleh tubuh makan harus di pecah terlebih dahulu.zat-zat makanan
adalah substansi yang dalam makanan yang di butuhkan tubuh untuk menjalankan proses-proses
metabolisme. Zat makanan terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin.Kita
memerlukan makanan dalam jumlah yang tepatdan mengandung zat nutrisi lengkap, seperti
karbohidrat, lemak, protein, air, mineral dan vitamin.
Karbohidrat adalah senyawa yang tersusun tas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan
oksigen (O). Tubuh kita membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama, menjaga
keseimbangan kondisi asam basa dalam tubuh, dsb. Untuk mengetahui apakah makanan tersebut
mengandung krbohidrat atau tidak, maka harus dilakukan percampuran bahan makanan dengan
lugol dan akan berubah warna menjadi hitam kebiruan.Protein memiliki fungsi penting yaitu
sebagai bahan pembentuk hormon, enzim, antibodi, serta kromosom. Juga berfungsi sebagai
bahan pembentuk sel-sel baru. Jika bahan makanan yang telah dicampur oleh beberapa tetes
biuret berubah warna menjadi violet/ungu maka makanan tersebut mengandung protein.Lemak
berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K, sebagai pelindung organ tubuh, dan sebagai
pembentuk membran sel. Jika kertas yang telah diolesi oleh bahan makanan menjadi transparant
, maka makanan tersebut mengandung lemak.
Kekurangan salah satu atau lebih zat diatas dalam waktu yang cukup lama dapat
menyebabkan gangguan pada tubuh. Sebaliknya kelebihan zat makan juga tidak baik bagi
kesehatan. Keadaan tubuh dimana kompossi zat makanan tidak seimbang disebut malnutrisi. Hal
tersebut karena kebanyakan dari mereka tidak mengetahui pasti bahan makanan apa saja yang
mengandung zat gizi yang diperlukan oleh tubuh mereka. Oleh karena itu, diadakan praktikum
untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, lemak dan glukosa dalam berbagai bahan
makanan.
B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.
Bagaimana cara menguji kandungan Karbohidrat, pada makanan?
Bagaimana cara menguji kandungan protein pada makanan?
Bagaimana cara menguji kandungan lemak pada makanan?
Bagaimana cara menguji kandungan vitamin (c) pada makanan?
Bagaimana cara menguji kandungan glukosa pada makanan?
C. TUJUAN
Mengetahui adanya kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin c, dan glukosa
dalam bahan makanan.
D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu : 24 Januari 2019
Tempat : Laboratorium Biologi SMAN 7 Tangerang
BAB II
Landasan Teori
1.
Karbohidrat
Karbohidrat dapat menghasilkan kalori atau energi. Selain pada nasi dan sagu, kandungan
karbohidrat banyak dijumpai karbohidrat hanya dapat diperoleh dari tumbuhan. Karbohidrat
tersimpan dalam tubuh tumbuhan dan merupakan hasil sintesis senyawa anorganik yang
mengandung unsur-unsur C, H, dan O menjadi senyawa organik.
Untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya kandungan karbohidrat dalam makanan
dapat di uji dengan lugol, Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam, maka makanan
tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan
karbohidratnya.
Amilum merupakan karbohidrat dari golongan polisakarida, sedangkan glukosa merupakan
karbohidrat dari golongan monosakarida. Fungsi karbohidrat yang utama sudah dijelaskan
sebelumnya, yaitu sebagai penghasil energi.
.
2. Protein
Protein merupakan senyawa organik kompleks yang terdiri atas unsur C, H, O dan kadangkadang mengandung unsur S dan P (belerang dan fosfor). Jenis protein ada dua, yaitu protein
hewani dan protein nabati. Protein hewani antara lain berasal dari ikan, susu, daging, telur dan
lain-lain, sedangkan protein nabati diperoleh dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan juga sayuran.
Protein hewani lebih baik daripada protein nabati karena mengandung asam-asam amino esensial
yang lengkap, baik macam dan jumlahnya, sehingga disebut protein yang sempurna. Protein
nabati kurang sempurna karena walaupun mengandung asam amino esensial yang lengkap tetapi
jumlahnya sedikit, sehingga jumlahnya tidak dapat mencukupi untuk proses pertumbuhan tubuh.
Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetapi kebutuhannya berbeda-beda untuk masingmasing orang. Hal ini tergantung dari usia, berat badan, jenis kelamin, wanita hamil, kondisi
kesehatan, iklim, dan lain-lain/.
Unsur-unsur protein meliputi asam amino. Ada dua macam asam amino, yaitu sebagai
berikut.
a. Asam Amino Esensial
Asam amino esensial tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, sehingga dapat dicukupi dari
makanan yang kita makan. Ada 10 macam asam amino esensial, antara lain: isoleusin, leusin,
lisin, metionin, valin, treolin, fenilalanin, triptofan, histidin dan arginin. Arginin dan histidin
esensial terutama dibutuhkan pada masa anak-anak.
b. Asam Amino Non-Esensial
Asam amino ini dapat dibuat sendiri oleh tubuh. Golongan ini terdiri atas 11 asam amino,
antara lain alanin, asparagin, asam aspartat, sistin, asam glutamat, sistein, glisin, glutamin, serin,
prolin, dan tirosin.
Protein di dalam tubuh dipecah menjadi asam amino dan mengalami serangkaian
proses metabolisme karbohidrat maupun lemak. Penyerapan protein dalam bentuk asam amino
berlangsung di jonjot usus.
3. Lemak
Lemak merupakan senyawa organik yang mengandung unsur-unsur C, H, O (karbon,
hidrogen, dan oksigen) dan kadang-kadang P dan N (fosfor dan nitrogen). Lemak tidak dapat
larut alam air, melainkan larut dalam kloroform, eter, dan minyak tanah. Sumber lemak bisa
berasal dari tumbuhan yang disebut lemak nabati. Lemak nabati bisa diperoleh dari makanan,
antara lain kelapa, minyak kelapa, kacang-kacangan, kedelai, avokad, zaitun, dan lain-lain.
Adapun sumber lemak yang berasal dari hewan disebut lemak hewani. Lemak hewani bisa
diperoleh dari daging, susu, mentega, telur, ikan, dan sebagainya.
Kebutuhan lemak setiap hari untuk seseorang kurang lebih 1 gram setiap kilogram berat
badan.Tetapi kebutuhan ini berbeda-beda, tergantung usia, aktivitas, dan suhu. Anak-anak lebih
sedikit membutuhkan lemak daripada orang dewasa. lemak sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.
Untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya kandungan lemak dalam makanan dapat di uji
dengan kertas buram, jika setelah kertas kering terdapat noda transparan maka dapat dikatakan
makanan yang di uji mengandung lemak.
4. Vitamin
Vitamin merupakan suatu molekul organik yang s angat diperlukan tubuh untuk proses
metabolisme dan pertumbuhan yang normal. Vitamin bukan karbohidrat, protein maupun
lipid. Tubuh tidak dapat mensintesis vitamin-vitamin. Vitamin berdasarkan kelarutannya di
dalam air, ada dua yaitu vitamin yang larut di dalam air (vitamin B dan vitamin C) dan
vitamin yang tidak larut di dalam air (vitamin A, D, E, dan K). Karena larut dalam air,
vitamin C mudah diserap dalam usus halus, dari mana ia langsung masuk ke dalam darah
vena porta ke hati dan dari sana ke seluruh tubuh. Vitamin ini disimpan dalam banyak
jaringan, tetapi terutama banyak sekali dalam organ yang berhubungan dengan aktivitas
metabolisme (Tarrant, 1989).
5. Glukosa
Glukosa adalah suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang
digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu
hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut
juga dekstrosa, terutama pada industri pangan. Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18)
adalah heksosa
monosakarida
yang
mengandung
enam atom karbon.
Glukosa
merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk
cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Dalam
cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom
kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus
CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang
proporsinya 0.0026% pada pH 7.
BAB III
Alat Bahan dan Langkah Kerja
BAB IV
Hasil Pengamatan dan Pembahasan
A. Hasil Pengamatan
B. Pembahsan
BAB V
Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
kesimpulan pada praktikum ini adalah bahan makanan yang mengandung
karbohidrat(glukosa)yaitu antara lain pisang , roti, alpukat, jeruk, tepung, mentega,
kentang, nasi dikunyah nasi ditumbuk. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat
(amilum) yaitu antara lain tahu, kentang, pisang, tempe, alpukat, roti, tepung, jeruk,
mentega dan nasi. Bahan makanan yang mengandung protein yaitu antara lain tahu,
pisang ,tempe, roti, tepung, jeruk nasi dan telur. Bahan makanan yang mengandung
lemak antara lain mentega, alpukat dan kuning telur.
B. Saran
Adapun saran yang bisa diberikan untuk pelaksanaan praktikum ini adalah sebaiknya
pada saat mengamati perubahan warna yang ditimbulkan oleh tiap-tiap bahan makanan
harus dilakukan dengan teliti dan cermat agar tidak terjadi kesalahan yang dapat
mempengaruhi hasil praktikum.
BAB VI
Daftar Pustaka
Download