Berpikir Kreatif

advertisement
By: RV
INTEGRITAS
By: RV-PIPEL
PROFESIONAL
INOVATIF
PEDULI
 Berpikir kreatif adalah berpikir yang
menghasilkan metode baru, konsep baru,
pengertian baru, perencanaan baru, dan seni
baru (Colleman dan Hamman)
 Berpikir kreatif dinamakan berpikir
divergen atau lateral yaitu menghubungkan
ide atau hal-hal yang sebelumnya tidak
berhubungan (Rawlinston)
By: RV-PIPEL
 Selalu Ingin Tahu,
 Mencari Pokok Permasalahan,
 Menyukai Tantangan,
 Optimis,
 Penuh Imajinasi,
 Melihat Masalah Sebagai Peluang,
 Melihat Masalah Sebagai Sesuatu Yang Menarik,
 Menantang Asumsi-asumsi,
 Tidak Mudah Menyerah,memiliki Daya Tahan Tinggi,
Dan Pekerja Keras.
By: RV-PIPEL
 Setiap Orang Adalah Kreatif (Everyone Is Creative).
 Setiap Orang Memiliki Motivasi Untuk Lebih Kreatif Dan Efektif
Dalam Menghadapi Kondisi Yang Berubah.(Everyone Is Motivated
To Become More Creative And Effective In Response To Changing
Conditions).
 Terdapat Proses Dan Cara-cara Yang Dapat Digunakan Untuk
Memperbaiki Dan Mengembangkan Kreativitas Seseorang Atau
Kelompok Kerja. (There Are Processes That Can Improve Individual
And Group Creativity).
 Kreativitas Merupakan Syarat Mutlak Bagi Para Individu Dan
Organisasi Yang Efektif. (Creativity Is Absolutely Essential For
Effective Individuals And Organizations).
 Proses-proses Organisasional Yang Mendukung Kreativitas Akan
Menghasilkan Kinerja Yang Lebih Baik. (Organizational Processes
That Support Creativity Lead To Better Performance).
(Desi Fernanda, 2014)
By: RV-PIPEL
1.Tahap Persiapan: Memformulasikan suatu masalah dan
membuat usaha awal untuk memecahkannya
2.Tahap Inkubasi: Masa di mana tidak ada usaha yang
dilakukan secara langsung untuk memecahkan masalah
dan perhatian dialihkan sejenak pada hal lainnya.
3.Tahap Iluminasi: memperoleh insight (pemahaman yang
mendalam) dari masalah tersebut
4.Tahap Verifikasi: menguji pemahaman yang telah didapat
dan membuat solusi.
Sumber Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/aliffiadi/psikologi-kognitif-tahapan-berfikirkreatif_552a4be9f17e61b277d623b7
By: RV-PIPEL
1. Kemampuan Kognitif.
Seseorang harus mempunyai kecerdasan tinggi. Ia harus secara terusmenerus mengembangkan intelektualitasnya
2. Sikap Terbuka.
Cara berpikir kreatif akan tumbuh apabila seseorang bersikap terbuka
pada stimulus internal dan eksternal. Sikap terbuka dapat
dikembangkan dengan memperluas minat dan wawasan
3. Sikap Bebas, Otonom dan Percaya Diri
Berpikir secara kreatif membutuhkan kebebasan dalam berpikir dan
berekspresi. Juga memerlukan kemandirian berpikir, tidak terikat
pada otoritas dan konvensi sosial yang ada. Yang terpenting, ia percaya
pada kemampuan dirinya
By: RV-PIPEL
 Seseorang yang mempunyai tingkat kreativitas tinggi,
sering kali menghasilkan pemikiran atau gagasan luar
biasa, aneh, terkadang dianggap tidak rasional.
Bahkan, karena keluarbiasaan itu, tidak sedikit orang
kreatif dianggap “gila”.
 Menurut Jalal, ada kesamaan antara orang kreatif
dengan orang gila, karena cara berpikirnya tidak
konvensional. Bedanya, orang kreatif mampu
melakukan loncatan pemikiran yang menimbulkan
pencerahan atau pemecahan masalah. Sementara
orang gila tidak mampu melakukannya.
Sumber: https://deshe.wordpress.com/about/
By: RV-PIPEL
By: RV-PIPEL
 “Inovasi adalah“Ide-ide untuk beraksi”... Inovasi adalah proses aktif yang
memiliki tujuan akhir menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan atau
diinginkan orang lain
 Sedangkan kreativitas sebagai tujuan adalah untuk mengeksplorasi berbagai
kemungkinan diluar realitas yang ada, untuk mewujudkan sesuatu yang baru.
 Kreativitas pada dasarnya adalah kegiatan yang bersifat ‘divergen’,
berkembang jauh melampaui kondisi dan pengalaman masa kini;
 Sementara inovasi pada dasarnya merupakan kegiatan yang bersifat ‘konvergen’, yang
membawa atau membumikan ide-ide cemerlang tersebut ke dalam kehidupan nyata…
 Kreativitas merupakan salah satu aspek penting dari inovasi: … hasil dari
kreativitas adalah sebuah pencarian (eksplorasi) dan penemuan
(invention).
 Sedangkan hasil dari sebuah inovasi adalah perubahan (transformasi) dan
implementasi.
By: RV-PIPEL
(Richard, 2003 (dalam Desi Fernanda 2014))
 Menciptakan cara kerja baru yang dapat mengefektif dan mengefisienkan
pekerjaan
 Berpikir out of the box
 Orientasi pada kepuasan penerima layanan
 Ada kepastian pelayanan baik dari sisi biaya, waktu.
By: RV-PIPEL
By: RV-PIPEL
Download