Slide 1 - Blog UNPAD

advertisement
Water Detox (VII): Perawatan Kulit
Perawatan kulit dan tubuh adalah tujuan penting dalam water detox. Kulit adalah bagian tubuh paling luas yang berfungsi sebagai pelindung bagi diri kita. Kulit merupakan cerminan dari kesehatan
kita, dengan demikian kita harus merawat dan memeliharanya.
Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memelihara kesehatan dan keindahan kulit Anda.
Melembabkan seluruh tubuh sehabis mandi.
Menyikat kulit kering di seluruh tubuh setiap pagi.
Membersihkan wajah dengan cara apa pun yang Anda inginkan, kemudian memercikinya dengan air hangat tiga kali, dan dengan air dingin tiga kali.
Menyembur kulit dengan semprotan air secara halus sebelum mengoleskan pelembab wajah.
Mengoleskan pelembab dua kali sehari dan memastikan mengandung paling sedikit 15 SPF.
Mengelupaskan kulit tubuh dan wajah setiap tiga hari sekali.
Makan makanan yang sehat, banyak buah, sayur, biji-bijian, dan ikan yang berminyak.
Berhentilah merokok.
Jangan mengonsumsi alkohol.
Lindungi kulit dari sinar matahari langsung.
Lakukan program perawatan kulit/tubuh.
Olahraga secara teratur.
Minum cukup air.
Kulit manusia pada umumnya mengandung 8-10 liter air. Lapisan teratas kulit mengandung 10% dari jumlah itu dan sisanya berada di lapisan yang lebih dalam. Cairan yang kita minum akan berjalan
ke lapisan yang lebih dalam, jika terdapat cukup cairan di dalam tubuh, maka air akan mencapai lapisan luar kulit. Jika kita tidak cukup minum, pasokan air hanya mencapai lapisan dalam kulit,
sehingga lapisan luar kulit akan tampak kering dan berkerut. Satu gelas air setiap jam akan menjamin lapisan luar kulit mendapat cairan, sehingga kerutan pada kulit akan hilang dengan sendirinya.
Kondisi tubuh kita akan tercermin pada kulit.
Tubuh lelah akan menyebabkan kulit tampak pucat, stres menjadikan kulit kering, tidak bahagia menyebabkan kulit tampak suram, makan makanan yang tidak sehat akan menyebabkan kulit
bernoda dan area dagu berwarna gelap, hormon tidak seimbang menyebabkan kulit bernoda dan berjerawat, dan kurang tidur menyebabkan kulit wajah menjadi pucat. Jika kita sehat, bugar,
bahagia, dan terhidrasi penuh, maka kulit di seluruh tubuh akan bugar, tidak berkerut, padat, berseri, dan indah.
Pelembaban
Salah satu aspek terpenting dalam perawatan kulit adalah pelembaban terutama pelembaban dari dalam tubuh dengan meminum paling sedikit dua liter air setiap hari. Tetapi melindungi dan
melembabkan kulit dari luar juga tidak kalah pentingnya. Jika Anda melapisi kulit dengan lapisan tipis minyak, atau menggunakan suatu produk yang mencegah hilangnya kelembaban, maka Anda
akan menghambat hilangnya cairan melalui kulit yang setiap hari bisa mencapai satu liter. Anda akan memperoleh hasil yang lebih baik jika perawatan kulit yang Anda lakukan dibarengi dengan
bahan tabir surya dan antioksidan. Satu-satunya cara memperoleh produk yang paling tepat untuk kulit Anda adalah menganalisa kulit Anda. Dengan menganalisa kulit Anda, Anda akan tahu produk
dan perawatan terbaik untuk kulit Anda. Berikut ini beberapa bahan yang bermanfaat untuk perawatan kulit.
Asam Alfa Hidroksida (AHA). AHA adalah asam buah, asam laktat, asam glikolat, dan asam tartar dari anggur. Semua asam ini dikenal dapat melembutkan kulit dan dapat meningkatkan
kemampuannya untuk menjaga kelembaban. Asam anggur dikenal sebagai antioksidan yang membugarkan dan menunda tanda-tanda penuaan.
Seramida. Secara alami tubuh menghasilkan seramida. Kulit yang sehat memiliki keseimbangan seramida yang baik, tetapi kulit kering membutuhkan lebih banyak seramida. Pengolesan seramida
pada kulit kering akan memperbaiki penampilan dan kesehatan kulit, atau membantu melindungi dan memperkuat ketahanan kulit.
Kalogen. Bahan ini bisa menghidrasi kulit dan dan menahan lapisan tipis air di permukaan kulit. Kalogen membantu memperbaiki kerutan halus atau sekadar menambah kebugaran kulit.
Humektan. Bahan ini bisa menarik air dari atmosfer dan menahannya di permukaan kulit sebagai lapisan tipis. Bahan ini mencegah hilangnya air dari permukaan kulit.
Lipida. Lipida adalah lemak. Penambahan lipida pada perawatan kulit akan mengurangi hilangnya cairan dan lemak pada lapisan pelindung yang hilang waktu pengelupasan kulit.
Retinoida dan retin A. Retinoida adalah molekul-molekul vitamin A. Bahan ini bisa mempercepat pembentukan sel-sel kulit baru dan pengelupasan sel-sel kulit yang mati atau rusak karena sengatan
matahari, angin, atau penyebab lainnya
Ada berbagai cara memelihara kesehatan kulit secara alami. Anda bisa menggunakan minyak esensial atau produk-produk alami perawatan kulit yang terbuat dari bahan-bahan alami. Minyak alami
lebih bisa mengatur dan menyeimbangkan produksi minyak pada tubuh daripada produk buatan pabrik. Berikut ini produk-produk yang terbuat dari bahan alami dan manfaatnya untuk kulit.
Lidah buaya bermanfaat untuk melembutkan kulit dan mengatasi kerusakan akibat sinar matahari.
Minyak biji aprikot bermanfaat untuk melembabkan kulit.
Minyak dan buah avokad bermanfaat untuk melembabkan dan menambah vitamin E pada kulit.
Pisang bermanfaat untuk melembutkan kulit.
Minyak borage untuk melembabkan, melembutkan, dan menyeimbangkan.
Mentimun untuk mendinginkan, membugarkan, menyegarkan, dan mengencangkan kulit.
Minyak dan buah wortel untuk jaringan perut, produksi vitamin A, dan antioksidan.
Putih dan kuning telur. Putih telur untuk mengencangkan dan membugarkan kulit, kuning telur untuk melembabkan kulit.
Minyak evening primrose untuk menyeimbangkan, melembutkan, dan melembabkan kulit.
Minyak esensial frankincence (kemenyan) untuk membantu regenerasi, pertumbuhan, dan pembaruan sel kulit.
Madu untuk melembabkan dan melembutkan kulit.
Minyak jojoba untuk melembabkan dan membuat kulit nyaman.
Minyak esensial lavender untuk membantu perbaikan dan pertumbuhan kulit.
Minyak esensial dan buah lemon untuk memutihkan, membugarkan, mengencangkan, dan membuat kulit nyaman dan wangi.
Susu untuk melembutkan, melembabkan, dan membuat kulit nyaman.
Minyak esensial neroli untuk mengencangkan dan membuat kulit nyaman, sangat baik untuk regenerasi sel kulit, dan membantu memperbaiki guratan-guratan akibat kehamilan.
Havermut untuk pengelupasan kulit, menambah vitamin E, antioksidan, dan membuat kulit nyaman.
Minyak zaitun untuk melembutkan, melembabkan, membuat nyaman, dan baik untuk eksim.
Minyak esensial dan air mawar untuk mendukung pertumbuhan dan regenerasi, penguat, dan membantu memperkecil pori-pori.
Minyak almond manis untuk melembabkan dan menambah vitamin E.
Bekatul untuk melembutkan, menambah vitamin E, antioksidan, pengelupasan kulit, dan membuat kulit nyaman.
Semburan/semprotan air secara halus untuk melembabkan, membugarkan, dan menyegarkan.
Nutrisi untuk kulit
Ada banyak cara untuk mendapatkan kulit yang indah, dua yang terpenting adalah diet dan pelembab untuk perlindungan kulit. Menjalani diet sehat dan seimbang dengan asupan makanan yang
menghidrasi, kaya nutrisi, dan antioksidan membantu menjaga keseimbangan cairan dan kadar asam basa dalam tubuh. Berikut ini antioksidan, vitamin, mineral, dan bahan gizi yang penting
untuk kulit Anda.
Selenium, bekerja untuk memproduksi glutasion yang berfungsi sebagi antioksidan, penghilang racun, dan pelindung kulit. Bahan ini terdapat dalam bawang putih, berbagai jenis buncis dan lentil,
bawang merah, dan minyak ikan.
Vitamin A, muncul dalam dua bentuk yaitu retinol dan betakaroten. Vitamin A bermanfaat untuk menjaga kesehatan sel dan jaringan, membantu kesehatan dan kondisi optimal dari rambut, gigi,
tulang, dan kulit. Bahan ini banyak terdapat dalam wortel, sayuran hijau, dan minyak ikan.
Vitamin C, membantu pembentukan kolagen yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan kesehatan kulit. Vitamin C banyak terdapat dalam sayuran hijau yang masih mentah, berbagai jenis jeruk,
tomat, dan buah beri.
Vitamin D, merupakan tonikum alami bagi kulit. Tubuh memproduksi vitamin D ketika kulit terkena sinar matahari, sayangnya kontak dengan sinar matahari langsung tidak terlalu bagus untuk kulit.
Oleh karena itu, kita memerlukan makanan yang banyak mengandung vitamin D. Ikan yang berlemak mengandung vitamin D dalam konsentrasi yang tinggi dan sangat menghidrasi tubuh
seperti: salmon, bandeng, kerapu, kakap, dan tuna.
Vitamin E, bermanfaat untuk melindungi kulit dan memperlambat proses penuaan sel-sel kulit. Vitamin E banyak terdapat dalam brokoli, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sayur, minyak bunga
matahari, minyak zaitun, dan sayuran hijau.
Tiamin, merupakan vitamin B yang berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan sel-sel kulit. Bahan ini banyak terdapat dalam biji bunga matahari.
Seng, sangat baik untuk pemeliharaan sel-sel kulit. Bahan ini banyak terdapat dalam biji labu.
Kalsium, sangat penting untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan sel-sel kulit, kuku, rambut, dan gigi. Bahan ini banyak terdapat dalam sayuran hijau, ikan salmon, selada air, biji bunga
matahari, walnut, dan bandeng.
Air, sangat penting untuk menjaga, menghidrasi, membugarkan, dan membersihkan kulit dengan membuang bahan-bahan sisa dari tubuh. Untuk memenuhi pasokan air dalam tubuh, Anda harus
cukup minum air, sari buah, serta makan buah dan sayuran yang banyak mengandung air.
Menyikat kulit kering
Selain menjaga kelembaban tubuh, Anda perlu melakukan penyikatan kulit kering setiap hari selama program 18 hari. Penyikatan kulit kering bermanfaat untuk mempercepat aliran getah bening,
melapaskan sel-sel kulit mati, menyegarkan kulit, dan melancarkan peredaran darah.
Menyikat kulit kering sangat baik untuk menghilangkan selulit karena dapat membantu tubuh mengeluarkan kelebihan cairan dan timbunan bahan sisa, mempercepat aliran cairan di antara jaringan,
dan mencegah/mengurangi pembendungan cairan. Berikut adalah petunjuk dalam menyikat kulit kering.
Siapkan sikat khusus untuk tubuh, kain flanel, atau handuk tangan yang masih kering. Bulu-bulu sikat, permukaan flanel, atau handuk harus kasar tetapi tidak keras. Menyikat kulit di seluruh tubuh
harus dengan tekanan, tetapi sedikit lebih lembut ketika mengerjakan bagian-bagian kulit yang peka seperti: lambung, dada, bagian belakang lutut, ketiak, dan wajah. Jangan membasahi atau
melembabkan kulit yang akan disikat karena bisa membuat lecet.
Lepaskan pakaian, ambil posisi berdiri atau duduk yang membuat Anda mampu menjangkau seluruh tubuh.
Mulailah menyikat dari bagian kaki dan bergerak ke bagian atas tubuh. Semua usapan harus mengarah ke jantung karena karena hal ini akan membantu darah dan getah bening melawan gaya berat
untuk kembali ke jantung. Gerakan menyikat ke arah menjauhi jantung akan menganggu aliran yang normal sehingga bisa membuat Anda pingsan. Setiap usapan harus panjang dan keras.
Tempatkan sikat/handuk pada sudut kaki dan usap dengan keras ke arah lutut. Ulangi gerakan ini beberapa kali sampai mencakup seluruh betis dan tungkai bawah. Usapan selanjutnya harus
berjalan dari lutut ke puncak paha, lalu ke pantat.
Sikatlah kedua lengan mulai pergelangan sampai ke pundak. Area leher dan pundak harus diperlakukan lebih lembut, karena kulit di bagian ini sangat peka. Kerjakan dari puncak lengan ke atas,
melewati pundak, dan perlahan-lahan naik ke leher sampai ke dasar tengkorak.
Ketika mengusap bagian perut, gunakan gerakan melingkar searah jarum jam. Ini mengikuti aliran di dalam usus halus dan tidak menggangu fungsi usus besar.
Anda hanya boleh mengusap bagian wajah dengan sikat wajah atau flanel yang halus, karena kulit wajah sangat peka dan bisa rusak jika disikat terlalu kasar.
Seluruh proses ini hanya memerlukan waktu 3-4 menit, dan Anda akan merasakan perbedaan pada kulit Anda.
Pengelupasan kulit
Pengelupasan kulit (scrub) adalah penyikatan kulit dalam keadaan basah. Tindakan ini berguna untuk melepaskan sel-sel kulit yang mati sehingga kulit menjadi lembut dan bercahaya.
Ada ratusan produk pengelupasan kulit yang tersedia di pasaran (biasanya dalam bentuk lulur mandi). Anda juga bisa membuat sendiri bahan pengelupas kulit berupa lulur beras, lulur madu, atau
pengelupas kulit dengan bahan garam. Anda bisa melakukan pengelupasan kulit secara teratur, idealnya 2-3 hari sekali. Pengelupasan kulit wajah sebaiknya tidak terlalu sering dilakukan
karena akan merangsang kelenjar sebum secara berlebihan sehingga kulit jadi berminyak.
Gosokkan produk pengelupasan kulit ke seluruh tubuh dengan gerakan lingkaran kecil dengan tekanan yang keras. Perhatikan area-area yang kering seperti siku, lutut, dan telapak kaki. Setelah
seluruh badan selesai digosok, Anda bisa mandi siram atau mandi rendam sampai semua bahan pengelupas air terbilas dari kulit.
Pembersihan kulit
Jika Anda sudah memiliki cara pembersihan kulit yang memuaskan, Anda tinggal menambahkan air selama proses pembersihan dilakukan. Lakukan rutinitas pemeliharaan kulit yang selama ini sudah
Anda lakukan, ketika membilas atau mencuci muka, lanjutkan dengan beberapa langkah berikut ini.
Perciki wajah dengan air hangat selama tiga menit.
Perciki wajah dengan air dingin selama tiga menit.
Tepuk-tepuklah sisa air di wajah dengan handuk, jangan mengeringkannya karena kulit harus tetap lembab.
Jika kulit mengering sebelum merias wajah, semprotkan air di wajah, segera oleskan pelembab. Usahakan untuk selalu menutup permukaan kulit dengan lapisan tipis air.
Gunakan rias wajah seperti biasanya.
Melawan musuh kulit
Sinar matahari. Sebenarnya 80% dari kerutan, dehidrasi, noda, dan warna gelap pada kulit disebkan oleh penuaan dini dari sinar matahari. Sinar ultraviolet A dari matahari akan mengakibatkan
dehidrasi, kerutan, garis, dan noda yang terlalu dini. Sinar ultraviolet B adalah sinar yang membakar dan mengeringkan kulit, juga dianggap sebagai penyebab kanker kulit. Pelembab Anda
harus mengandung sedikitnya 15 SPF, sehingga kulit akan terlindung dari kekeringan dan sinar matahari yang berbahaya.
Alkohol dan kafein. Minum alkohol secara berlebihan akan membuat hidung bengkak, pembuluh darah pecah, peredaran darah melemah, kulit menjadi pucat, bernoda, dan kering. Kafein akan
berpengaruh sama, kecuali masalah pembuluh darah. Alkohol dan kafein adalah deuretika, membuat tubuh kehilangan cairan penting, dan menghalangi tubuh dalam menyerap vitamin dan
mineral.
Selulit. Selulit adalah timbunan racun, air, dan bahan sisa, yang ditandai secara khusus oleh tekstur kulit yang buruk. Jika ingin membuang selulit, kita perlu membuang racun untuk membersihkan
tubuh. Salah satu alasan mengapa cairan tertahan adalah tubuh memerlukan cairan untuk ketahanan hidupnya. Karena tidak memiliki cukup banyak air untuk membilas dan membersihkan
dirinya, maka tubuh akan menahan sebanyak mungkin cairan. Oleh sebab itu, jika Anda terhidrasi penuh, berolahraga secara teratur, makan makanan yang baik dengan keseimbangan
potasium/kalium dan sodium/natrium, dan melakukan perawatan kulit dan tubuh dengan baik, maka selulit akan hilang atau berkurang. Kuncinya adalah air, pembilasan tubuh akan
mempercepat proses penghilangan selulit.
Penyebab Selulit
Retensi cairan. Pertukaran cairan di dalam sel diatur oleh kandungan sodium sebagai penyerap cairan dan potasium sebagai pemompa cairan keluar sel. Jika kita mengalami dehidrasi, konsentrasi
sodium di dalam sel akan meningkat dan menjadi terlalu tinggi untuk memelihara keseimbangan fungsi, sehingga tubuh akan menarik dan menahan lebih banyak air, karena kadar potasium
tidak cukup untuk menjaga pertukaran secara efisien. Jika sodium sudah dominan, gerakan di antara sel-sel akan melamban, pembuangan bahan sisa melamban sehingga terjadi
penumpukan, air akan tertahan, dan menimbulkan penyumbatan. Efek jangka pendeknya adalah kembung dan retensi cairan, sedangkan efek jangka panjangnya adalah regenerasi sel
menjadi buruk yang berarti kerusakan yang menetap pada struktur di dalam sel.
Makanan yang mendorong pembentukan selulit. Semua makanan yang telah diproses mengandung banyak garam yang menyebabkan retensi air. Sodium, soda bikarbonat, monosodium glutamat,
sodium sulfit, dan sodium bensoat adalah nama lain dari garam. Untuk menambah rasa pada makanan sebaiknya Anda menambahkan bumbu rempah bukan garam. Tingkatkan pasokan
makanan yang mengandung potasium seperti buah segar, sayuran segar, tauge, kol, dan selada air. Makan sayuran mentah lebih banyak, jika tidak bisa, tumis atau kukus sebentar, tetapi
usahakan nutrisi tetap tinggal di dalam makanan, bukan di panci. Hindari makanan yang mengandung pewarna, perasa, pengawet, dan pemanis.
Perubahan berat badan secara drastis. Kenaikan atau penurunan berat badan secara cepat, akan memberi tekanan tambahan pada se-sel dan jaringan kulit, sehingga mengakibatkan kulit kendur,
menggelantung, dan renggang. Jika tidak terhidrasi penuh, kebugaran dan kelenturan kulit akan menurun, sehingga terbentuh selulit.
Makan dan minum pada waktu dan porsi yang tidak teratur. Jika Anda mempunyai pola makan dan minum yang tidak teratur, misalnya beberapa waktu makan dan minum yang banyak, kemudian di
waktu yang lain membiarkan diri kelaparan dan dehidrasi, maka metabolisme akan melambat agar tidak membakar lemak, tubuh juga akan berusaha mengatur diri untuk menahan pasukan
air. Jika Anda meningkatkan jumlah makanan dan cairan dalam waktu singkat, tubuh tidak siap untuk menghadapi kelebihan beban. Tubuh tidak bisa segera meningkatkan metabolismenya,
sehingga Anda merasa kembung, peredaran darah dan sistem getah bening sangat terbebani, kelebihan bahan sisa dan cairan tidak bisa diproses secara efisien. Bahan sisa akan tersimpan di
dalam tubuh, terutama di paha dan pantat, sehingga terbentuklah selulit. Air hanya akan terbilas keluar sehingga Anda akan mondar-mandir ke toilet. Makan dan minum pada waktu dan
porsi yang teratur akan membantu tubuh mengatur dirinya sendiri.
Intolenransi terhadap makanan. Intolenransi terhadap makanan bisa mengakibatkan tertimbunnya bahan-bahan yang sulit diproses oleh tubuh.
Kurang gerak. Salah satu sistem pemosesan bahan sisa adalah getah bening. Getah bening tidak bekerja secara otomatis, tetapi mengandalkan hidrasi, gerakan otot, dan gaya tarik bumi untuk
mendorong cairan getah bening ke seluruh tubuh. Jika kita aktif bergerak, maka otot di seluruh tubuh akan bergerak, sehingga peredaran darah akan lancar. Peredaran darah yang baik
berarti pemrosesan dan pembuangan bahan sisa bekerja secara efisien, yang pada gilirannya akan menghilangkan selulit.
Jane Scrivner, Water Detox Total Healty & Beauty in 8 Easy Steps, PT Gramedia Pustaka Utama, 2007, Hal. 154-179.
Download