Diapositiva 1

advertisement
DEFINISI ORGANISASI
KONSTRUKSI
ORGANISASI KONSTRUKSI
• Organisasi : kelompok kerjasama antara
orang-orang yang diadakan untuk mencapai
tujuan bersama.
• Konstruksi : susunan (model) suatu
bangunan.
Jadi organisasi konstruksi adalah
kelompok kerjasama antara orang-orang
yang diadakan untuk mencapai tujuan
bersama dan bergerak di bagian konstruksi
(bangunan)
PERSONIL DALAM
ORGANISASI
PROYEK KONSTRUKSI
PERSONIL DALAM ORGANISASI PROYEK
KONSTRUKSI
Adalah semua personil yang tergabung dalam organisasi pengelolaan proyek.
Ada personil fungsional dan organisasi induk, ada juga personil yang menjadi inti dari
tim. Personil proyek dalam suatu organisasi proyek gedung antara lain :
– Project Manajer
– Site Engineering Manajer atau Manajer Teknik
– Site Operasional Manajer atau Manajer Lapangan
– Safety dan K3
– Quality Control = mengontrol kualitas pekerjaan
– Site Adminisration Manajer = mengelola keuangan proyek
Masing-masing Personil Inti Tersebut Membawahi Para Staff Yang
Bekerja Sesuai Bidang Keahliannya, Antara Lain :
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Quantity Surveyor = menghitung volume item pekerjaan bangunan
Metode pelaksanaan = membuat sistem pelaksanaan paling efektif dan
efisien untuk hasil yang bagus dengan biaya murah
Drafter = membuat gambar shop drawing
Pelaksana = memantau jalannya pelaksanaan pembangunan sehingga
menghasilkan kualitas yang bagus, mengarahkan pekerja dan membuat
laporan pelaksanaan.
Surveyor atau uitzet = melakukan pekerjaan pengukuran sehingga
bangunan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan apa yang
direncanakan
Administrasi
Akuntansi
Perpajakan
Satpam atau petuga keamanan proyek
Tukang bangunan
Definisi Motivasi,
Kepemimpinan, dan
Komunikasi
Motivasi
Motivasi adalah keseluruhan daya
penggerak di dalam diri yang menimbulkan
kegiatan menjamin kelangsungan dan
memberikan arah pada kegiatan sehingga
tujuan yang di kehendaki dapat tercapai.
Kepemimpinan
Kepemimpinan
yaitu
kemampuan
seseorang pemimpin dalam mengarahkan,
mempengaruhi,
mendorong
dan
mengendalikan orang atau bawahan untuk
bisa melakukan sesuatu pekerjaan atas
kesadarannya
dan
sukarela
dalam
mencapai suatu tujuan tertentu.
Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses
pembentukan, penyampaian, penerimaan,
dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam
diri seseorang dan atau di antara dua atau
lebih dengan tujuan tertentu.
Hal-Hal Terkait
Motivasi
Hal-Hal Terkait Motivasi
Menurut Abraham Maslow menytakan bahwa dalam setiap
orang terdapat sebuah hierarki dari lima kebutuhan :
• Kebutuhan Fisiologis
• Kebutuhan Kemanan
• Kebutuhan Penghargaan
• Kebutuhan Sosial
• Kebutuhan Aktualisasi Diri
Motivasi mengandung 3 komponen, yaitu :
• Kebutuhan
• Dorongan
• Tujuan
Siklus Rantai kebutuhan dan kepuasan
Menimbulkan
KEPUASAN
KEBUTUHAN
Menimbulkan
Menghasilkan
TENSI
KEINGINAN
Menyebabkan
TINDAKAN
Timbul
CARA MEMBANGUN MOTIVASI
1. UANG
Dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan
material
manusia,
sehingga
orang
akan
termotivasi untuk bekerja
2. PENGUATAN POSITIF
Pujian, Teguran, dan Hukuman merupakan
contoh penguatan positif.
3. PARTISIPASI
Dengan diikutsertakannya seseorang, maka
orang tersebut akan termotivasi untuk bekerja.
Macam – Macam
Gaya Kepemimpinan
Macam – Macam Gaya Kepemimpinan
1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan
dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala
pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang
otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas
yang telah diberikan.
2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang
memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada
permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim
yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin
memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab
para bawahannya.
3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez
Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam
kuantitas yang kecil di mana para
bawahannya yang secara aktif menentukan
tujuan dan penyelesaian masalah yang
dihadapi.
Menurut Horse yang di kutip oleh H.Suwanto (2011:157)
macam – macam gaya kepemimpinan antara lain :
1.Gaya Kepemimpinan Direktif
Gaya kepemimpinan ini membuat bawahan agar tau apa yang
diharapkan pimpinan dari mereka, menjadwalkan kerja untuk
dilakukan, dan member bimbingan khusus mengenai bagaimana
menyelesaikan tugas.
2.Gaya Kepemimpinan Yang Mendukung
Gaya kepemimpinan ini bersifat ramah dan menunjukan
kepedulian akan kebutuhan bawahan.
3.Gaya Kepemimpinan Partisipatif
Gaya kepemimpinan ini berkonsultasi dengan bawahan dan
menggunakan saran mereka sebelum mengambil suatu keputusan.
4.Gaya Kepemimpinan Berorientasi
Prestasi
Gaya kepemimpinan ini menetapkan
tujuan yang menantang dan mengharapkan
bawahan untuk berprestasi pada tingkat
tertinggi mereka.
DEFINISI ADMINISTRASI
PROYEK
Administrasi proyek adalah suatu sistem instruksi-laporanevaluasi-koreksi secara terus menerus dari suatu proyek.
Digunakan sebagai suatu sistem umpan balik data dari eselon
bawahan ke eselon atasannya.
Untuk dapat memudahkan pengelolaan informasi yang ada di
proyek , harus direncanakan sistem dasar seperti siapa yang
membutuhkan, seperti yang merancang formnya dan apa yang
diperlukan/ dibutuhkan untuk diketahui. Sehingga perlu dilakukan
pengelompokkan data sesuai dengantingkat kepentingan dan
penggunaannya.
Pengelompokan
Data File
Pengelompokan Data File
Pengelompokkan data dimaksudkan
untuk memberi arti tertentu atau untuk
memudahkan pengolahan data antara lain
dengan
cara
mengelompokkan
data
berdasarkan
jumlah
tertentu
atau
berdasarkan ciri ciri/ sifat sifat atau keadaan
tertentu. Pengelompokkan data disesuaikan
dengan karakteristik yang menyertainya.
Macam-macam pengelompokan data:
• Pengelompokkan data berdasarkan sumber pengambilanya
– Data primer
– Data sekunder
• Pengumpulan data menurut waktu pengumpulanya
– Data berkala (time series)
– Kerat lintang (cross section)
• Pengelompokkan data menurut sifatnya
– Data kualitatif
– Data kuantitatif
• Pengelompokkan data menurut tingkat pengukuranya
– Data nominal
– Data ordinal
– Data interval
– Data rasio
Komponen Persyaratan
Administrasi Proyek
Komponen Persyaratan
Administrasi Proyek
Komponen Persyaratan Administrasi Proyek Konstruksi:
 Tanda jaminan
Adalah tanda jaminan yang yang di ingin kan pemilik untuk
melindunginya dari akibat – akibat yang terjadi karena kontraktor tidak
melanjutkan pekerjaan atau tidak melaksanakan kewajiban
pembayaran kepada subkontraktor dan rekanan.
 Jaminan lelang
Tujuannya untuk melindungi pemilik dari kerugian keuangan yang
terjadi bila pemenang lelang mengundurkan diri.
 Jaminan kinerja
Tujuannya adalah untuk melindungi pemilik terhadap
kemungkinan kontraktor tidak dapat memenuhi kewajiban seperti
telah ditentukan dalam kontrak
 Jaminan peralatan
kontraktor berkewajiban memperoleh surat pernyataan atau
sertifikat jaminan tersebut, dan menyerahkan kepaada pemilik pada
waktu proyek selesai.
 Jaminan pembayaran
Dimaksudkan untuk melindungi subkontraktor dan rekanan,
jika kontraktor tidak melakukan pembayaran pada waktu dan jumlah
yang telah dijanjikan dalam kontrak antara mereka
 Jaminan subkontraktor
Untuk melindungi dirinya terhadap kerugian
keuangan yang diakibatkan oleh subkontraktor yang
tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
kontrak yang telah mereka setujui
 Sertifikat asuransi
Asuransi tersebut terdiri dari:
• Asuransi yang melindungi harta benda dan liability
proyek atau pemilik.
• Asuransi
yang
melindungi
kontraktor
dari
kehilangan, kerusakan, dan klaim, serta liability
selama operasi proyek.
SIKLUS
ADMINISTRASI
PROYEK
SIKLUS ADMINISTRASI
PROYEK
PERENCANAAN
RUTIN DAN
KOREKSI
EVALUASI
INSTRUKSI
LAPORAN
SIKLUS ADMINISTRASI PROYEK
1. PERENCANAAN
Dalam perencanaan rutin dan koreksi ini dapat meliputi sistem dasar
administrasi siapa yang yang membutuhkan, siapa yang merancang
formnya dan apa yang diperlukan/ dibutuhkan untuk diketahui. Sehingga
perlu dilakukan pengelompokkan data sesuai dengan tingkat kepentingan
dan penggunaannya.
2. INSTRUKSI
Dokumen sebuah instruksi kerja dapat dicetak untuk setiap anggota dan
perubahan dapat dilakukan pada salinan elektronik dengan mudah. Hal ini
memungkinkan anggota pekerja atau tim yang akan diperbarui bila ada
perubahan ke proyek.
Sistem Pengendalian
Sistem Pengendalian
Pengendalian adalah bagian integral dari proses manajemen
proyek. Tujuannya adalah memonitor secara teratur hasil dibandingkan
rencana. Bila penyimpangan terjadi, rencana mungkin perlu diubah.
Waktu adalah yang terpenting, dan proses pengendalian harus
diarahkan agar menemukan penyimpangan sedini mungkin dan
penyesuaian dapat dilakukan tepat waktu sehingga efektif.
1. Pengendalian waktu
Jadwal waktu pelaksanaan proyek yang telah
direncanakan biasanya tidak terlepas dari kesalahankesalahan yang dapat menyebabkan keterlambatan
gambar Daur Pengendalian
2. Pengendalian biaya
Tujuan pengendalian biaya proyek
pembangunan adalah pengendalian aktif
atas biaya akhir bagi klien. Dengan sekedar
pencatatan aktif atas biaya akhir bagi klien,
bukan sekedar pencatatan pembayaran
yang pasif. Alat untuk pengendalian adalah
anggaran proyek.
3. Pengendalian mutu
Pengendalian mutu adalah salah satu
tolak ukur kinerja proyek yang sangat
mempengaruhi hasil akhir dari tujuan dan
sasaran proyek. Mutu sebagai acuan bagai
kepuasan
pelanggan,
sebaiknya
diberlakukan dan dikendalikan dengan
standar yang telah teruji sebelumnya.
STANDAR ADMINISTRASI
PROYEK
STANDAR ADMINISTRASI
PROYEK
Standar administrasi ditetapkan untuk
menjaga
harga
satuan
produksi,
anggaran, pengembalian modal investasi,
standar fisik, rata-rata kemajuan kerja, dan
lain-lain.
Periode Pelaporan
Periode Pelaporan
Tujuan dari pembuatan laporan berkala
adalah membantu semua pihak dalam
upaya memantau dan mengendalikan
secara
terus
menerus
dan
berkesinambungan atas berbagai aspek
penyelenggaraan proyek sampai dengan
saat pelapoan.
1. Buku Harian
Penyedia jasa wajib membuat buku harian sebagai
bahan laporan harian pekerjaan berupa rencan dan
realisasi pekerjaan. Buku harian harus disetujui oleh direksi
pekerjaan dan konsultan pengawas (bila ada) laporan
harian berisi :
• Kuantitas dan macam bahan yang ada
• Penempatan tenaga kerja, jumlah, jenis, dan kondisi
peralatan
• Keadaan cuaca
• Catatan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan
2. Laporan Mingguan dan
Laporan Bulanan
a.
Laporan mingguan merupakan rangkuman
laporan harian dan berisi kemajuan fisik pekerjaan dalam
periode satu minggu beserta hal hal yang perlu
disampaikan.
b.
Laporan bulanan merupakan rangkuman
laporan mingguan dalam periode satu bulan, yaitu berisi
kumpulan dari laporan harian dan mingguan yang dijilid
dalam satu periode bulanan yang bersangkutan Isi laporan
bulanan :
1. Kemajuan pelaksanaan pekerjaan fisik dibandingkan
dengan jadual induk.
2. Kendala-kendala yang dihadapi
3. Pembahasan
dan
usulan
yang
diajukan
dilengkapi grafik, tabel, dan data visual berupa foto-foto.
4. Laporan Kemajuan menyajikan informasi tentang
bagaimana sumber daya dipakai untuk mencapai
sasaran proyek, pelaporan status
EVALUASI LAPORAN
A. LAPORAN
Laporan adalah pengendalian pelaksanaan yang
sedang dijalankan. Laporan bisa dibuat dengan skala
waktu yang ditentukan, contohnya : laporan harian,
laporan mingguan, laporan bulanan.
B. EVALUASI
Evaluasi tujuannya untuk menentuka penyimpanganpenyimpangan yang terjadi, terutama yang merugikan
pelaksanaan.
Evaluasi bertujuan untuk menentukan penyimpangan-penyimpangan yang
terjadi, terutama yang merugikan pelaksanaan. Ada dua sarana untuk mengukur
penilaian laporan, yaitu ‘’anggaran dan program kerja” yang harus sesuai dengan
siklus administrasi.
Laporan kemajuan pekerjaan berisikan tentang kemajuan fisik pelaksanaan
dan pemakaian anggaran biaya, dan laporan ini dibuat dari unit yang terbawah
sampai unit yang teratas (laporan harian, mingguan, dan bulanan)
Laporan yang dibuat manajer lapangan (site manajer) kepada pimpinan proyek
(project manager) harus sudah memuat data-data yang diperlukan untuk usaha
manajerial yang dikategorikan ke dalam pengendalian program kerja dan anggaran.
Pengendalian program kerja dan anggaran adalah cara mengendalikan proyek
agar sesuai dengan perencanaan yang dibantu dengan alat pengendali proyek
seperti bar chart, kurva S, CPM, dll.
Dengan menganalisa program kerja maka pihak manajemen dapat mengetahui
kondisi proyek yang sebenarnya dan tindakan korektif apa yang dapat dilakukan.
Sebuah instruksi kerja perusahaan dapat berisi informasi berikut untuk
evaluasi mudah :
 Nama perusahaan
 Judul proyek
 Tujuan
 Lingkup
 Rekaman data
 Pemeliharaan dokumen
 Tanggung jawab
 Prosedur keselamatan
 Jangka waktu proyek
 Akuntabilitas
 Disetujui oleh
TEORI-TEORI KONTEMPORER
TENTANG MOTIVASI
TEORI-TEORI KONTEMPORER
TENTANG MOTIVASI
 Teori Penetapan Tujuan
Untuk mambangun motivasi, seseorang harus memiliki tujuan
yang akan dicapai (goal)
 Teori Penguatan
Setiap perilaku yang dilakukan manusia memiliki konsekuensi
 Teori Desain Pekerjaan
Tugas-tugas digabungkan untuk membentuk suatu pekerjaan
yang lengkap
 Teori Keadilan
Seseorang yang telah melakukan pekerjaan harus
mendapatkan upah yang pantas
 Teori Ekspektasi
Seseorang akan melakukan sesuatu dengan harapan bahwa
tindakan tersebut akan menghasilkan sesuatu dan pada daya tarik
hasil tersebut
MASALAH & SOLUSI
SOLUSI A
Komunikasi yang dilakukan oleh Manager Departemen Keuangan sehingga
bisa mengetahui permasalahan yang ada pada bagian produksi adalah:
1. Komunikasi menurut cara penyampaian:
• Komunikasi lisan
• komunikasi yang terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, dimana kedua
belah pihak dapat bertatap muka.
2. Komunikasi menurut perilaku
• Komunikasi merupakan hasil belajar manusia yang terjadi secara otomatis, sehingga
dipengaruhi oleh perilaku maupun posisi seseorang.
• Komunikasi informal
• Komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak
ditentukan oleh struktur organisasi.
3. Komunikasi menurut ruang lingkup
• Ruang lingkup terjadinya komunikasi merupakan batasan jenis komunikasi.
• Komunikasi internal
• Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkungan organisasi atau
perusahaan yang terjadi diantara anggota organisasi atau perusahaan tersebut saja.
•
•
•
•
SOLUSI B
Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh Ir. Wijaya yaitu pemimpin menentukan peranan
karyawan dan mengatur apa, kapan, bagaimana, dan dimana karyawan melaksanakan tugasnya.
menurut Hersey dan Blnchard gaya kepemimpinan ini adalah telling (pekerjaan tinggi-relasi
rendah). Gaya kepemimipinan ini termasuk gaya kepemimpinan otoriter, yaitu gaya
kepemimpinan yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya
sendiri secara penuh.
Pada gaya kepemimpinan otoriter ini, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan.
Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai
sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya.
Keuntungan dalam menggunakan gaya kepemimpinan otoriter adalah bawahan tidak perlu
memikirkan apapun dan bawahan cukup melaksanakan apa yang diputuskan oleh pemimpin.
Kelemahan dalam menggunakan gaya kepemimpinan otoriter adalah semua aspek kegiatan
dalam perusahaan dikendalikan oleh pemimpin, sehingga apabila ada suatu masalah dalam
perusahaan tersebut semunya hanya tergantung pada pemimpin dan bawahan tidak boleh ikut
campur dalam pengambilan keputusan. Sehingga kurang adanya kerjasama dalam perusahaan
tersebut.
Perbandingan motivasi bawahan Ir. Wijaya dahulu dengan sekarang:
Dalam membangun sebuah perusahaan diperlukan kerjasama antara pemimpin dengan
bawahan. Sehingga bawahan Ir. Wijaya yang sekarang ingin berpartisipasi dalam membangun
perusahaan tersebut secara bersama-sama agar tercapainya sebuah tujuan. Sedangkan
bawahan Ir. Wijaya dahulu merupakan anggota yang memiliki kompetensi rendah tapi
komitmennya tinggi, sehingga mereka membutuhkan gaya kepemimpinan yang otoriter.
•
•
SOLUSI C
Konsekuensi yang paling utama dengan gaya kepemimpinan yang Ir. Wijaya
terapkan saat ini dapat mempengaruhi mental para pegawai dan daya kreativitas
para karyawan tidak dapat berkembang secara maksimal karena selalu mengikuti
keputusan satu pihak.
Apabila Ir. Wijaya tidak dapat merubah gaya
kepemimpinannya, perusahan tersebut dapat mengalami gulung tikar dan karyawan
dapat mengundurkan diri dari perusahaan, apabila seorang pemimpin hanya
mengutamakan keputusan sendiri tanpa menerima saran dari bawahan.
Sebaiknya Ir. Wijaya dapat mengubah gaya kepemimpinan otoriternya,
dengan gaya kepemimpinan demokratis, yaitu gaya pemimpin yang memberikan
wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu
mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam daya kepemimpinan
demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung
jawab para bawahannya. Pada kepemimpinan demokrasi, anggota memiliki peranan
yang lebih besar. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukan
sasaran yang ingin dicapai saja, tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut
anggota yang menentukan. Selain itu, anggota juga diberi keleluasaan untuk
menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Kepemimpinan demokrasi cocok untuk
anggota yang memiliki kompetensi tinggi dengan komitmen yang bervariasi.
Sehingga Ir. Wijaya akan mudah untuk mencapai tujuan perusahaannya apabila
merubah gaya kepemimpinannya dengan gaya kepemimpinan demokratis.
Download