PENGARUH RETURN ON ASSETS, RETURN ON EQUITY DAN

advertisement
PENGARUH RETURN ON ASSETS, RETURN ON EQUITY DAN ARUS KAS
OPERASI TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN INDUSTRI
BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
PERIODE 2009 – 2012
Saputra Alinata
090462201321
Akuntasi
Universitas Maritim Raja Ali Haji
ABSTRACT
This study aims to determine: 1) Is the effect on Return On Assets
Consumer Goods Industry Company registered in BEI period 2009 - 2012, 2) Is
the effect on Return On Equity Consumer Goods Industry Company registered
in BEI period 2009 - 2012, 3) Is Operating Cash Flow Return effect on stocks in
the Consumer Goods Industry Company registered in BEI period 2009-2012 and
4) Did the ROA, ROE, Operating Cash Flow Return affect the Company's shares
on the Consumer Goods Industry Registered in BEI period of 2009 - 2012.
The population in this study were Consumer Goods Industry Company
listed on the Indonesia Stock Exchange period 2009-2012 with a total
population of 33 Company. The sample in this research is determined by
purposive sampling. Of the 33 companies, consists of 17 companies that meet
the criteria for the research sample data analysis using multiple linear
regression analysis using SPSS version 17.0 which consists of Classical
Assumption Test, and Test Hypothesis.
These results indicate that in partial return on equity significantly
influence the Stock Return. While Return on Assets and Operating Cash Flow no
significant effect on Stock Return. While simultaneously variable Return on
Equity, Return on Assets, and Cash Flow Operating significant effect on Stock
Return.
Keywords: Return on Equity, Return on Assets, Operating Cash Flow and Stock
Return.
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
1
PENDAHULUAN
Perusahaan membutuhkan modal yang cukup dalam menjalankan
kegiatan operasinya sehingga mampu bersaing dipasar modal. Pasar modal pada
prinsipnya tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional, dimana terdapat penjual
dan pembeli melakukan transaksi penawaran harga. Pasar modal diharapkan
mampu menjadi alternatif dalam melakukan investasi dan disamping itu pasar
modal merupakan sarana untuk memobilisasi dana yang bersumber dari
masyrakat keberbagai sector yang melaksanakan investasi.
Sehubungan dengan hal tersebut dapat diambil suatu pegangan bahwa
perusahaan membutuhkan keahlian membaca peluang yang harus dimiliki
pemilik perusahaan agar dapat menghasilkan laba. Menurut Ardiyos (2010 :
841), Return adalah pengambilan hasil atau laba atas suatu surat berharga atau
investasi modal, biasanya dinyatakan dalam tingkat persentase tahunan atau
barang dagangan yang dikembalikan secara fisik untuk mendapatkan kredit
terhadap faktur. Dan Saham (share) yaitu unit kepemilikan dalam suatu
raksadana atau unit kepemilikan ekuitas dalam suatu perseroan. Kepemilikan ini
diawali oleh suatu sertifikat saham yang menerbitkan nama perusahaan dan
nama pemilik saham. Saham yang dikuasakan kepada perseroan untuk
diterbitkan dan dirincikan dalam anggaran dasar perseroan. Jadi Return saham
dapat didefinisikan sebagai hasil keuntungan yang doperoleh atau dikuasai oleh
pemegang saham yang menerbitkan nama perusahaan dan nama pemilik saham
sebagai hasil dari investasinya.
Return On Assets (ROA) merupakan ukuran efesiensi operasi perusahaan
yang
menggunakan
keuangan
dari
asset-assetnya
sebelum
pengaruh
pembiyaan. Dimana rasio ini menggambarkan tingkat laba yang diperoleh oleh
perusahaan dengan tingkat investasi yang ditanamkan. Return On Assets (ROA)
yang semakin meningkat menunjukan kinerja perusahaan yang semakin baik
dan para pemegang saham akan memperoleh keuntungan dari deviden yang
diterima semakin meningkat.
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
2
Profitabilitas modal sendiri atau sering dinamakan Return On Equity yang
berarti pengambilan hasil atas ekuitas yang disingkat dengan (ROE). Menurut
Ardiyos (2010 : 803). Return On Equity (ROE) merupakan suatu jumlah yang
dinyatakan sebagai suatu persentase dan diperoleh atas investasi dalam saham
biasa perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Jumlah itu dihitung
dengan membagi ekuitas saham biasa pada awal periode akuntansi kedalam
pendapatan bersih setelah deviden saham biasa preferen, tetapi sebelum
deviden saham biasa untuk masa tersebut. Pengembalian hasil atas ekuitas
memberitahukan kepada para pemegang saham biasa seberapa efektif uang
telah digunakan. Dengan membandingkan persentase periode berjalan dengan
periode-periode sebelumnya akan mengungkapkan kecendrungan dan dengan
membandingkannya terhadap gabungan industri mengungkapkan apakah
perusahaan mampu bertahan dengan baik menghadapi saingannya.
Menurut Kimmel dkk (2008:324),Laporan Arus Kas Operasi merupakan
pengaruh kas dari transaksi yang menghasilkan pendapatan dan beban.
Pendapatan dan beban yang kemudian dimasukan dalam penentuan laba
bersih. . Tingkat perubahan Arus Kas Operasi dapat dihitung dengan
menggunakan rumus kas masuk dikurang kas keluar.
Penelitian mengenai ROA, ROE, Arus Kas Operasi telah bayak diteliti oleh
penelitian sebelumnya. Berdasarkan latar belakang diatas dan juga terjadi
sejumlah perdebatan mengenai bagaimana ROA, ROE, Arus Kas Operasi
mempengaruhi Return Saham, maka dapat ditarik pertanyaan penelitian
sebagai berikut:
1. Apakah Return On Assets berpengaruh terhadap Return Saham pada
Perusahaan Industri Barang Konsumsiyang terdaftar di BEI periode 2009
– 2012?
2. Apakah Return On Equity berpengaruh terhadap Return Saham pada
Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2009
– 2012?
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
3
3. Apakah Arus Kas Operasi berpengaruh terhadap Return Saham pada
Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2009
– 2012?
4. Apakah ROA, ROE, Arus Kas Operasi berpengaruh terhadap Return
Saham pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di BEI
periode 2009 – 2012?
TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Return On Assets (ROA)
Menurut Ardiyos (2010:801), Return On Assets (ROA) merupakan ukuran
efesiensi operasi perusahaan yang menggunakan keuangan dari asset-assetnya
sebelum pengaruh pembiyaan. Dimana rasio ini menggambarkan tingkat laba
yang diperoleh oleh perusahaan dengan tingkat investasi yang ditanamkan.
Return on assets (ROA) yang semakin meningkat menunjukan kinerja
perusahaan yang semakin baik dan para pemegang saham akan memperoleh
keuntungan dari deviden yang diterima semakin meningkat.
ROA menunjukkan seberapa banyak laba bersih yang bisa diperoleh dari
seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan, karena itu dipergunakan angka laba
setelah pajak dan (rata-rata) kekayaan perusahaan. Return On Assets
dinyatakan sebagai berikut :
Return On Equity (ROE)
Menurut Ardiyos (2010 : 803), Return On Equity (ROE) merupakan
ukuran profitabilitas ekuiti invertor dengan menggabungkan keuntungankeuntungan untuk ekuiti investor (keuntungan neto setelah pajak dan biasa
bunga) dengan nilai buku dari investor ekuitas. ROE juga merupakan suatu
surat pengukuran dari penghasilan (income) yang tersedia bagi para pemilik
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
4
perusahaan (baik pemegang saham biasa maupun saham preferen) atas modal
yang mereka investasikan didalam perusahaan, secara umum tentu saja
semakin tinggi Return atau penghasilan yang diperoleh semakin baik
kedudukan pemilik sperusahaan. Dalam bahasa indonesia sering diterjemahkan
sebagai rentabilitas modal sendiri. ROE dinyatakan sebagai berikut:
Arus Kas Operasi (AKO)
Menurut Kimmel dkk (2008:324), Laporan Arus Kas Operasi merupakan
pengaruh kas dari transaksi yang menghasilkan pendapatan dan beban.
Pendapatan dan beban yang kemudian dimasukan dalam penentuan laba
bersih.
Tingkat
perubahan
Arus
Kas
Operasi
dapat
dihitung
dengan
menggunakan rumus:
Arus Kas Operasi = Kas Masuk – Kas Keluar
Dari penjelasan tersebut, maka dapat dibuat kaitan antara ROA, ROE
dan AKO terhadap Return Saham dengan kerangka pemikiran pada gambar
dibawah ini:
ROA (X1)
H1
H2
Return Saham
ROE (X2)
AKO (X3)
H3
H4
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
5
Pengembangan Hioptesis
Return On Assets (ROA) terhadap Return Saham
Return On Assets (ROA) merupakan ukuran efesiensi operasi perusahaan
yang
menggunakan
keuangan
pembiyaan. Dalam penelitian
dari
asset-assetnya
sebelum
pengaruh
yang dilakukan Junaidi (2013) menyatakan
bahwa Return On Asset tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
Return Saham Namun penelitian yang dilakukan Mayangsari (2012), Kurniawan
(2013) dan Ika (2012) menyatakan bahwa Return On Asset memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap Return Saham. Dengan demikian Hipotesis yang
dikemukakan adalah sebagai berikut:
H1
: Return On Asset
berpengaruh signifikan terhadap Return
saham.
Return On Equity (ROE) terhadap Return Saham
Return On Equity (ROE) merupakan suatu jumlah yang dinyatakan sebagai
suatu persentase dan diperoleh atas investasi dalam saham biasa perusahaan
untuk suatu periode waktu tertentu. Penelitian yang dilakukan Namun Junaidi
(2013) dan Mayangsari (2012) menyatakan bahwa Return On Equity tidak
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham. Namaun penelitian
yang dilakukan Kurniawan (2013) menyatakan bahwa Return On Equity
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham. Dengan demikian
Hipotesis yang dikemukakan adalah sebagai berikut:
H2
: Return On Equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap
Return saham.
Arus Kas Operasi (AKO) terhadap Return saham
Laporan arus kas adalah sebuah laporan keuangan dasar yang
melaporkan kas yang diterima, kas yang dibayarkan, dan perubahannya, dari
kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dari bisnis
selama satu periode dalam sebuah format yang menyatakan awal dan akhir.
Dalam Penelitian yang dilakukan Wahono (2012). menyatakan bahwa Arus Kas
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
6
Operasi tidak
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham.
Namun penelitian yang dilakukan Trisnawati (2012) menyatakan bahwa Arus
Kas Operasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham.
Dengan demikian Hipotesis yang dikemukakan adalah sebagai berikut:
H3
: Arus Kas Operasi terhadap berpengaruh signifikan terhadap
Return saham.
Return On Asset, Return On Equity, dan Arus Kas Operasi terhadap
Return saham.
Secara simultan peneliti yang dilakukan Junaidi (2013), Wahono (2012), Mayangsari
(2012), Kurniawan (2013), Ika (2012) dan Trisnawati (2012) memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap Return Saham. Dengan demikian Hipotesis yang dikemukakan
adalah sebagai berikut:
H4
:
Return On Asset, Return On Equity, dan Arus Kas Operasi
berpengaruh signifikan terhadap Return saham.
METODOLOGI PENELITIAN
Populasi Dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Industri Barang
Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2009-2012 yaitu
terdiri dari 33 perusahaan. Alasan peneliti mengambil perusahaan Industri
Barang Konsumsi
yang listing di Bursa Efek Indonesia sebagai sampel
penelitian, karena perusahaan Industri Barang Konsumsi
menjadi perhatian
para investor untuk menanamkan modalnya.
Dari 33 populasi yang ada, hanya terdapat 17 perusahaan yang memiliki
kriteria yang sesuai dengan penelitian ini. Sehingga data sampel yang akan
digunakan dalam penelitian ini berjumlah 68 data keuangan perusahaan
Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun
2009-2012.
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
7
Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional
1.
Return On Asset (ROA)
Menurut Ardiyos (2010:801), Return On Assets (ROA) merupakan ukuran
efesiensi operasi perusahaan yang menggunakan keuangan dari assetassetnya
sebelum
pengaruh
pembiyaan.
Dimana
rasio
ini
menggambarkan tingkat laba yang diperoleh oleh perusahaan dengan
tingkat investasi yang ditanamkan. Return on assets (ROA) yang
semakin meningkat menunjukan kinerja perusahaan yang semakin baik
dan para pemegang saham akan memperoleh keuntungan dari deviden
yang diterima semakin meningka. Rasio ROA dinyatakan sebagai berikut:
2.
Return On equity (ROE)
Return On Equity yang berarti pengambilan hasil atas ekuitas yang
disingkat dengan (ROE). Return On equity (ROE) merupakan suatu
jumlah yang dinyatakan sebagai suatu persentase dan diperoleh atas
investasi dalam saham biasa perusahaan untuk suatu periode waktu
tertentu. Menurut Ardiyos (2010 : 803), Return On Equity (ROE)
merupakan ukuran profitabilitas ekuiti invertor dengan menggabungkan
keuntungan-keuntungan untuk ekuiti investor (keuntungan neto setelah
pajak dan biasa bunga) dengan nilai buku dari investor ekuiti. Rasio ROE
dinyatakan sebagai berikut:
3.
Laporan Arus Kas Operasi (AKO)
Menurut Kimmel dkk (2008:324), Laporan Arus Kas Operasi merupakan
pengaruh kas dari transaksi yang menghasilkan pendapatan dan beban.
Pendapatan dan beban yang kemudian dimasukan dalam penentuan laba
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
8
bersih.
tingkat
perubahan
Arus
Kas
Operasi
dapat
dihitung
dengan
menggunakan rumus:
Arus Kas Operasi = Kas Masuk – Kas Keluar
4.
Return Saham
Return menggambarkan hasil yang diperoleh investor dari aktivitas
investasi yang telah dilakukan selama periode waktu tertentu, yang
terjadi dari capital gain (loss) dan yield. Capital gain (loss) merupakan
selisih hutang (rugi) dari harga investsi sekarang relatif dengan harga
periode yang lalu. Menurut Junaidi (2013:13), Yield merupakan
persentase penerimaan kas periodik terhadap harga investasi periodik
tertentu dari suatu investasi.Return saham dihitung dengan cara
mengurangkan harga saham dalam waktu tertentu dengan harga saham
periode sebelumnya, perhitungan Return saham dapat dirumuskan
sebagai berikut:
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan populasi pada objek penelitian, diperoleh populasi sebanyak
33 data perusahaan. Berdasarkan kriteria maka didapat jumlah sampel
sebanyak 17 perusahaan selama periode 2009 - 2012 yang telah memenuhi
kriteria yang ditetapkan penulis (68 Sampel).
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
9
Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N
68
Normal Parametersa,,b Mean
Std. Deviation
.0000000
.71828385
Most Extreme
Absolute
.117
Differences
Positive
.117
Negative
-.089
Kolmogorov-Smirnov Z
.963
Asymp. Sig. (2-tailed)
.311
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber : Output SPSS 17, diolah oleh penulis, 2014
Hasil uji Kolmogorov-Smirnov pada tabel diatas dapat dijelaskan bahwa
nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 0,963 dengan nilai sig. sebesar 0,311.
Dikarenakan nilai sig. > dari 0,05 (0,311 > 0,05) maka dapat diambil
kesimpulan bahwa data residual berdistribusi normal.
Pengujian normalitas dapat juga dilakukan dengan menggunakan analisis
grafik yang terdiri dari histogram dan normal probability plot. Berikut ini
ditampilkan hasil uji normalitas dengan menggunakan grafik histogram dan
normal probability plot :
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
10
Sumber : Output SPSS 17, diolah oleh penulis, 2014
Grafik histogram di atas menunjukkan bahwa data telah terdistribusi
secara normal.Hal ini dapat dilihat dari grafik histogram yang menunjukkan
distribusi data mengikuti garis diagonal yang tidak menceng (skewness) ke kiri
maupun menceng ke kanan. Hal ini juga didukung dengan hasil uji normalitas
dengan menggunakan grafik plot yang ditampilkan pada Gambar dibawah.
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
11
Berdasarkan gambar berikut menunjukkan bahwa data (titik) menyebar
di sekitar dan mendekati garis diagonal. Hal ini sejalan dengan hasil pengujian
dengan menggunakan histogram bahwa data telah terdistribusi normal.Karena
secara keseluruhan data telahterdistribusi secara normal, maka dapat dilakukan
pengujian asumsi klasik lainnya.
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
12
Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi
Model summaryb
Model
R
.344a
1
R Square
Adjusted R
Std. Error of the
Square
Estimate
.118
.077
Durbin-Watson
.73493
2.142
Berdasarkan hasil uji Durbin-Watson dibandingkan dengan nilai tabel
Durbin-Watson. Hasil nilai tabel Durbin-Watson pada sampel sebesar 68 adalah
didapatkan nilai dU sebesar 1,7001, nilai 4-dU sebesar 2,2999. Data terbebas
dari autokorelasi apabilai nilai Durbin-Watson terletak di antara dU dan 4-dU.
Dengan nilai Durbin-Watson sebesar 2.142 yang terletak antara nilai dU
(1,7001) dan 4-dU (2,2999). Maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan uji
autokorelasi Durbin-Watson tidak terletak autokorelasi pada data yang
digunakan dalam penelitian ini.
Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas
Collinearity Statistics
Model
1
Tolerance
VIF
(Constant)
Return On Equity
.552
1.813
Return On Asset
.454
2.201
Arus Kas Operasi
.769
1.301
a. Dependent Variable: Zscore: Return Saham
Sumber : Output SPSS 17, diolah oleh penulis, 2014
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian ini bebas
dari
adanya
multikolinieritas.
Hal
tersebut
dapat
dilihat
dengan
membandingkannya dengan nilai Tolerance atau VIF. Dari hasil pengujian ini
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
13
Correlations
dapat dilihat bahwa angka Zscore :ROE, ROA, AKO,
> 0,10 yakni masing-
masing sebesar 0,552, 0,454, 0,769. Jika dilihat dari VIFnya, bahwa masingmasing variabel bebas < 10 yaitu sebesar 1,813, 2,201, 1,301 maka tidak ada
multikolinearitas antar variabel independen tersebut.
Uji Heteroskedastisitas
Dari grafik Scatterplot tersebut dapat dilihat bahwa penyebaran residual
adalah tidak menyebar. Hal tersebut dapat dilihat pada titik-titik atau plot yang
berkumpul membentuk pola tertentu. Namun dengan demikian, kesimpulan
yang bisa diambil adalah bahwa terjadi heterokedastisitas atau persamaan
regresi. Namun
untuk memenuhi asumsi heterokedastisitas dapat diuji lagi
dengan uji statistik Sperman’s Rho seperti yang digunakan dalam penelitian ini.
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
14
Unstandardized
ROE
Residual
Spearman's rho
Unstandardized
Correlation
Residual
Coefficient
Sig. (2-tailed)
N
ROE
Correlation
ROA
AKO
1.000
.106
.080
-.022
.
.389
.516
.859
68
68
68
68
.106 1.000 .932** .662**
Coefficient
Sig. (2-tailed)
N
ROA
Correlation
.389
.
.000
.000
68
68
68
68
.080 .932** 1.000 .707**
Coefficient
Sig. (2-tailed)
N
AKO
Correlation
.516
.000
.
.000
68
68
68
68
-.022 .662** .707** 1.000
Coefficient
Sig. (2-tailed)
N
.859
.000
.000
.
68
68
68
68
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Dari tabel diatas kita dapat melihat bahwa nilai signifikansi untuk variabel ROE adalah
0,389 (>0.05), nilai signifikansi untuk variabel ROA adalah 0,516 (>0.05),dan nilai
signifikansi untuk variabel AKO adalah 0,859 (>0.05). Dari hasil ini maka dapat
disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah heteroskedastisitas karena variabel
independennya memiliki signifikan lebih besar dari 0,05.
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
15
Analisis Regresi Berganda
Hasil Analsisi Regresi Linear Berganda
Model
1
Unstandardized
Standardized
Coefficients
Coefficients
B
(Constant)
Std. Error
.516
Beta
T
.149
Sig.
3.47 .001
3
Return On
.007
.003
.384 2.42 .018
Equity
Return On
7
-.008
.012
Asset
Arus Kas
-.114
- .514
.657
4.163E-5
.000
.098 .732 .467
Operasi
Sumber : Output SPSS 17, diolah oleh penulis, 2014
Berdsarkan tabel 4.6 didapatkan model persamaan regresi berganda sebagai
berikut :
Return Saham = 0,516 + 0,007 ROE - 0,008ROA + 4,163E-5 AKO + e
Keterangan :
1.
Nilai konstanta 0,516 adalah artinya apabila variabel ROE, ROA, dan AKO
bernilai nol (tidak ada) maka Return Saham bernilai sebesar 0,516,
2.
Nilai koefisien ROE adalah 0,007 artinya setiap kenaikan Return On Equity
akan meningkatkan Return Saham sebesar 0,007dengan asumsi variabel
lain tetap.
3.
Nilai koefisien ROA adalah -0,008 artinya setiap kenaikan Return On Asset
akan menurunkan Return Saham sebesar 0,008 dengan asumsi variabel
lain tetap.
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
16
4.
Nilai koefisien AKO adalah 4,163E-5 artinya setiap kenaikan Arus Kas
Operasiakan menurunkan Retun Saham sebesar 4,163E-5 dengan asumsi
variabel lain tetap.
Pengujian Hipotesis
Pengujian Signifikan Simultan (Uji F)
Hasil Uji F
ANOVAb
Sum of
Squares
Model
1
Regression
Mean
Square
df
4.635
3
1.545
Residual
34.567
64
.540
Total
39.202
67
F
2.860
Sig.
.044a
a. Predictors: (Constant), Arus Kas Operasi, Return On Equity, Return On Asset
b. Dependent Variable: Return Saham
Pada tabel Anova 4.7 dapat diketahui nilai F-hitung sebesar 2,860
dengan nilai signifikansi dalam penelitian ini adalah 0,044yang berarti angka ini
berada dibawah 0,05 atau sig. 0,044 < 0,05. Selain itu nilai F-hitung 2,860 lebih
besar dari nilai F-tabel 2,740 (df pembilang = 3 df penyebut = 68) atau 2,860
> 2,740 Berdasarkan hasil diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa
variable Return On Equity, Return On Asset dan Arus Kas Operasi secara
simultan berpengaruh signifikan terhadap Return Saham.
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
17
Pengujian Signifikan Parsial (Uji t)
Hasil Uji T
Standardized
Unstandardized Coefficients
Model
B
1(Constant)
Std. Error
.516
.149
Return On Equity
.007
.003
Return On Asset
-.008
4.163E-5
Arus Kas Operasi
Coefficients
Beta
t
Sig.
3.473
.001
.384
2.427
.018
.012
-.114
-.657
.514
.000
.098
.732
.467
a. Dependent Variable: Return Saham
Sumber : Output SPSS 17, diolah oleh penulis, 2014
1.
2.
3.
Variabel ROE memliki nilai t-hitung sebesar 2,427 dengan nilai signifikansi
dalam penelitian ini adalah 0,018yang berarti angka ini berada dibawah
0,05 atau sig. 0,018< 0,05. Selain itu nilai t-hitung 2,427 lebih besar dari
nilai t-tabel 1,995 (α = 0,05; df = 68) atau 2,427> 1,995. Berdasarkan
hasil diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabelReturn On
Equity secara parsialberpengaruh signifikan terhadap Return Saham,
Variabel ROA memliki nilai t-hitung sebesar -0,657 dengan nilai signifikansi
dalam penelitian ini adalah 0,514 yang berarti angka ini berada diatas 0,05
atau sig. 0,514> 0,05. Selain itu nilai t-hitung -0,657 lebih kecil dari nilai ttabel 1,995 (α = 0,05; df = 68) atau -0,657< 1,995. Berdasarkan hasil
diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabelReturn On Asset
secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham.
Variabel AKO memliki nilai t-hitung sebesar 0,732,dengan nilai signifikansi
dalam penelitian ini adalah 0,467yang berarti angka ini berada diatas 0,05
atau sig. 0,467>0,05. Selain itu nilai t-hitung 0,732 lebih kecil dari nilai ttabel 1,995 (α = 0,05; df = 68) atau 0,732 < 1,995. Berdasarkan hasil
diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel Arus Kas
Operasisecara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return
Saham.
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
18
Uji Koefesien Determinasi (R2)
Hasil Uji Koefesien Determinasi (R2)
Model Summaryb
Model
R
R Square
.344a
1
Adjusted R Std. Error of
Durbin-
Square
Watson
.118
the Estimate
.077
.73493
2.142
Sumber : Output SPSS 17, diolah oleh penulis, 2014
Besarnya adjusted R square berdasarkan penelitian ini adalah 0.077.
Dengan
demikian
besarnya
pengaruh
yang
diberikan
oleh
variabel
variabelReturn On Equity, Return On Asset dan Arus Kas Operasiterhadap
Return Saham adalah sebesar 7,7%. Sedangkan sisanya sebesar 92,3% adalah
dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pembahasan Hasil Penelitian
Dari hasil pengujian secara parsial Variabel ROA memliki nilai t-hitung
sebesar -0,657 dengan nilai signifikansidalam penelitian ini adalah 0,514 yang
berarti angka ini berada diatas 0,05 atau sig. 0,514> 0,05. Selain itu nilai thitung -0,657 lebih kecil dari nilai t-tabel 1,995 (α = 0,05; df = 68) atau 0,657< 1,995. Berdasarkan hasil diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa
variabel Return On Asset secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap
Return Saham. Hal tersebut menunjukan H1 yang menyatakan adanya pengaruh
Return On Asset terhadap Return Saham pada perusahaan Industri Barang
Konsumsi yang terdaftar di BEI ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan Junaidi (2013). Namun hasil penelitian ini tidak
sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Kurniawan (2013) Mayangsari
(2012) dan Ika (2012) bahwa Return On Asset memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap Return Saham.
Dari hasil pengujian secara parsial Variabel ROE memliki nilai t-hitung
sebesar 2,427 dengan nilai signifikansi dalam penelitian ini adalah 0,018yang
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
19
berarti angka ini berada dibawah 0,05 atau sig. 0,018< 0,05. Selain itu nilai thitung 2,427 lebih besar dari nilai t-tabel 1,995 (α = 0,05; df = 68) atau
2,427> 1,995. Berdasarkan hasil diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa
variabelReturn On Equity secara parsialberpengaruh signifikan terhadap Return
Saham. Hal tersebut menunjukan H2 yang menyatakan adanya pengaruh Return
On Equity terhadap Return Saham pada perusahaan Industri Barang Konsumsi
yang terdaftar di BEI diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan Kurniawan (2013). Namun penelitian ini tidak sejalan dengan
penelitian yang dilakukan Junaidi (2013) dan Mayangsari (2012) bahwa Return
On Equity tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham.
Dari hasil pengujian secara parsial Variabel AKO memliki nilai t-hitung
sebesar 0,732,dengan nilai signifikansi dalam penelitian ini adalah 0,467yang
berarti angka ini berada diatas 0,05 atau sig. 0,467>0,05. Selain itu nilai thitung 0,732 lebih kecil dari nilai t-tabel 1,995 (α = 0,05; df = 68) atau 0,732 <
1,995. Berdasarkan hasil diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel
Arus Kas Operasisecara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return
Saham. Hal tersebut menunjukan H3 yang menyatakan adanya pengaruh Return
On Asset terhadap Return Saham pada perusahaan Industri Barang Konsumsi
yang terdaftar di BEI ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang
dilakukan Wahono (2012). Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil
penelitian yang dilakukan Trisnawati (2012) bahwa Arus Kas Operasi memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham.
Besarnya adjusted R square dalam penelitian ini adalah 0.077. Dengan
demikian besarnya pengaruh yang diberikan oleh variabel variable Return On
Equity, Return On Asset dan Arus Kas Operasiterhadap Return Saham adalah
sebesar 7,7%. Sedangkan sisanya sebesar 92,3% adalah dipengaruhi oleh
faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hal tersebut menunjukan H4
yang menyatakan adanya pengaruh Return On Equity, Return On Asset dan
Arus Kas Operasi terhadap Return Saham pada perusahaan Industri Barang
Konsumsi yang terdaftar di BEI diterima.
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
20
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan Penelitian
Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari analisis data dan pembahasan maka kesimpulan yang
dapat diambil dari penelitian ini adalah :
1. Secara parsial, Return On Asset terhadap Return Saham pada
perusahaan Industri Barang Konsumsi tidak
berpengaruh
secara
signifikan.
2. Secara parsial, Return On Equity terhadap Return Saham pada
perusahaan Industri Barang Konsumsi berpengaruh secara signifikan.
3. Secara parsial, Arus Kas Operasi terhadap Return Saham pada
perusahaan Industri Barang Konsumsi tidak
berpengaruh
secara
signifikan.
4. Secara simultan Return On Equity, Return On Asset, dan Arus Kas
Operasi
terhadap Return Saham pada perusahaan Industri Barang
Kosumsi berpengaruh secara signifikan.
Saran Penelitian
Dari hasil analisis dan pembahasan penulis mencoba memberikan saran bagi peneliti
selanjutnya calon investor, investor, pihak perusahaan.
1. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan sampel yang lebih banyak
dari penelitian ini agar hasil penelitian akan lebih baik.
2. Bagi peneliti berikutnya diharapkan menambah variabel independen lainya.
Karena masih banyak faktor-faktor yang dapat mempengaruhi variabel
dependen.
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
21
DAFTAR PUSTAKA
Admaja, Lukas Setia. 2008. Teori dan Praktik Manajemen Keuangan. Yokjakarta,
penerbit : Andi.
Ardiyos. 2010. Kamus Besar Akuntansi. Jakarta, penerbit : Bumi Aksara.
Ghozali, Imam. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Hasan, Iqbal. 2004. Analisis Data Penelitian Dengan Statisti. Jakarta, penerbit :
Bumi Aksara
Hery. 2009. Pengantar Akuntansi ll. Jakarta, penerbit: Bumi Aksara.
Jerry j, Weygandt, Donald E.Kieso, Paul D. Kimmel. 2008. Metode Penelitian
untuk Bisnis edisi empat. Jakarta, penerbit : Salemba Empat.
Junaidi. 2013. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Yang Terdaftar Di
BEI Periode 2007- 2011.UMRAH : skripsi
Kieso, Weygandt & Warfield. 2007. Akuntansi Intermediate edisi kedua belas jilid
tiga. Jakarta, penerbit : erlangga.
Kurniwan Yohanes Jhony. (2013). Analisis Pengaruh Earning Per Share (EPS),
Dept To Equity Rasio (DEP), Return On Assets (ROA), Return On Equity
(ROE) Terhadap Return Saham di Perusahaan Real Estate Dan Property yg
terdaftar di BEI Periode 2008-2012. Skripsi
Mayangsari, Mega. 2012. Pengaruh ROA, ROE, Dan ROI Terhadap Return Saham
Pada Perusahaan Manufaktur. UMRAH : skripsi
Rumengan, Jemmy.2010.Metodologi Penelitian Dengan SPSS.Batam:UNIBA PRESS
Simamora, Henry. 2003. Keputusan Akuntansi Basis Pengambilan Bisnis. Jilid II.
Jakarta, penerbit : Salemba Empat.
Syafri harahap, Sofyan. 2007. Teori Akuntansi Edisi Revisi. Jakarta , penerbit : PT
Raja Grafindo Persado.
Wahono, hadi. 2012. Pengaruh Perubahan Arus Kas Operasi, Arus Kas Investasi, Dan
Arus Kas Pendanaan Terhadap Retun Saham Pada Perusahaan Real Estate
Yang Terdaftar Di BEI Periode 2004 – 2011. UMRAH : skripsi
Widoatmodjo, Sawidji. 2009. Pasar Modal Indonesia: Pengantar dan Studi Kasus.
Cetakan pertama, April, Bogor Selatan, Penerbit : Ghalia.
www.idx.co.id
Jurnal Akuntansi UMRAH Saputra Alinata (090462201321)
22
Download