Tabel 1 - Directory UMM

advertisement
BAB II
LAPORAN EVALUASI DIRI
Rangkuman
Evaluasi diri jurusan budidaya hutan disusun dengan maksud untuk mengidentifikasi dan
menemu kenali fenomena masalah dan akar masalah yang selanjutnya dilakukan
pembenahan dan perbaikan mutu layanan baik akademik maupun administrasi. Penyusunan
evaluasi diri diawali dengan pembentukan task force dengan melibatkan seluruh civitas
akademika yang ada di tingkat universitas, fakultas dan jurusan budidaya hutan.
Proses penyusunan evaluasi diri dilakukan oleh taskforce yang dibentuk oleh Dekan, yang
terdiri dari tim pengumpul data, tim analisis data dan tim penyusun serta tim pengembangan
program. Semua pihak telah terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung, mulai
dari tingkat dosen, staf administrasi dan mahasiswa. Dari data yang terkumpul kemudian
dianalisis secara sederhana, data ditabulasi dalam bentuk Tabel Tabel untuk mempermudah
tim melakukan pembahasan. Untuk melakukan analisis dan interpretasi terhadap data yang
didapat, tenaga ahli juga didatangkan pada saat diskusi tersebut. Berdasarkan data tersebut
selanjutnya dilakukan analisis masalah terhadap fenomena, diidentifikasi persoalan yang
dihadapi oleh jurusan, alternatif pemecahannya, dan ditentukan rencana kegiatan untuk
mengatasi permasalahan tersebut.
Berdasarkan evaluasi diri yang telah disusun di jurusan budidaya hutan ada permasalahanpermasalahan yang dihadapi yaitu: manajemen organisasi masih belum baik, skill
mahasiswa masih kurang, penyelesaian masa studi mahasiswa masih lama, Penyelesaian
tugas akhir mahasiswa masih lama, IPK lulusan relatif masih rendah, Jumlah penelitian
dosen masih rendah; kualitas penelitian dosen rendah; publikasi dosen di jurnal
terakreditasi masih rendah; Kualitas penelitian dosen belum mampu bersaing untuk
mendapatkan pendanaan dari luar institusi; masa tunggu alumni dalam memperoleh
pekerjaan cukup lama; sulitnya alumni untuk memperoleh pekerjaan; Bidang pekerjaan
alumni yang kurang sesuai; sistem layanan administrasi masih rendah; manajemen
pengolahan data masih rendah; dan banyaknya keluhan tentang layanan administrasi.
SWOT yang didasarkan atas data yang terkumpul adalah sebagai berikut. 1) Kekuatan
(Strength): nama UMM di bawah naungan organisasi Muhammadiyah yang sudah dikenal,
komitmen yang tinggi dari pimpinan universitas untuk mengembangkan Jurusan , fasilitas
gedung kuliah, laboratorium dan jaringan internet, dan perpustakaan yang memadai, 2)
Kelemahan (Weaknesses): Interaksi dosen dan mahasiswa masih kurang, daya saing dosen
untuk mendapatkan hibah penelitian dan pengabdian masih kurang, mutu layanan akademik
dan mutu layanan administrasi masih rendah, penguasaan bahasa masih rendah, lokasi
kegiatan belajar relatif masih berjahuan dengan kawasan hutan yang dikelola oleh instansi
swasta/pemerintah, 3) Ancaman (Threats): persaingan dengan PTN menyebabkan
penurunan jumlah mahasiswa, semakin sempitnya lapangan pekerjaan bidang kehutanan di
sektor formal, semakin tingginya komponen pembiayaan penyelenggaraan PBM di objek
luar kampus . 4) Peluang (Opportunity: masih adanya peluang kerjasama dengan
institusi/stake holder di bidang kehutanan baik pemerintah maupun swasta, adanya peluang
untuk menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi lain, support pemerintah (dikti) dalam
upaya pengembangan tridarma dalam bentuk hibah, peluang untuk melakukan kerja sama
dengan pemerintah daerah dalam membangun sektor kehutanan.
10
2.1. Pelaksanaan Evaluasi Diri
Evaluasi diri disusun berdasarkan tahapan sebagai berikut:
-
Pembentukan task force yang bertugas menyusun evaluasi diri yang dituangkan dalam
surat tugas dari pimpinan perguruan tinggi.
-
Mengadakan pertemuan awal untuk mensosialisasikan rencana penyusunan hibah
kompetisi A1 di jurusan budidaya hutan kepada semua civitas akademika.
-
Menetapkan job discription kepada setiap anggota task force sesuai bidangnya masingmasing.
-
Menyusun laporan evaluasi diri berdasarkan data, informasi dan kondisi jurusan yang
bersumber pada kondisi internal yaitu pelaksanaan akademik, penelitian dan pengabdian
masyarakat, serta kondisi eksternal.
-
Evaluasi diri disusun dengan metode : rapat, diskusi, brainstorming dan lokakarya.
Proses penyusunan evaluasi diri di jurusan budidaya hutan dimulai dengan pembentukan
taskforce yang terdiri atas para dosen pada jurusan budidaya hutan. Pembagian tugas
anggota dan personalianya terbentuk berdasarkan Surat Tugas Dekan FP UMM Nomor:
E.2.e/142/FP-UMM/IV/2005, tanggal 4 April 2005. Surat tugas dan biodata anggota
taskforce disajikan pada Lampiran 7. Anggota taskforce dibagi dalam tiga tim, yaitu tim
pengumpul data, tim analisis data, dan tim penyusun evaluasi diri dan pengembangan
program. Ketua dan wakil tim penyusun proposal bertugas menyatukan hasil kerja masingmasing tim dan bertugas sebagai editor sehingga proposal tetap menjadi satu kesatuan baik
dari visi sampai dengan program yang diusulkan maupun dari susunan kalimatnya menurut
tata bahasa yang benar.
Identifikasi dan pengumpulan data merupakan pekerjaan pertama yang dilakukan oleh
anggota taskforce. Data yang dipergunakan untuk menyusun evaluasi diri diperoleh dari
Ketua dan Sekretaris Jurusan, Pimpinan Fakultas, Kepala Biro Administrasi Akademik,
Kabag Herregistrasi dan Sistem Informasi Akademik, UPT Penerimaan Mahasiswa Baru,
Para Kepala Laboratorium yang terkait, UPT Komputer, Kepala Perpustakaan Pusat, dan
Kepala Biro Administrasi Keuangan. Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan
tabulasi, identifikasi dan analisis data. Berdasarkan data tersebut selanjutnya dilakukan
Root-Cause Analysis terhadap fenomena, diidentifikasi persoalan yang dihadapi oleh
jurusan, alternatif pemecahannya, dan ditentukan rencana kegiatan untuk mengatasi
permasalahan tersebut.
2.2. Latar Belakang
2.2.1. Riwayat Jurusan
Jurusan budidaya hutan merupakan lembaga penyelenggara pendidikan dengan jurusan
budidaya hutan, yang mulai berdiri pada tahun akademik 1999/2000 sesuai surat keputusan
Dirjen Pendidikan Tinggi No. 445/DIKTI/kep/1998. Sejak tanggal 30 Januari 2004 Jurusan
budidaya hutan telah terakreditasi dengan peringkat C sesuai surat keputusan Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Nasional Republik Indonesia nomor
003/BAN-PT/Ak-VII/S1/I/2004.
11
Penyelenggaraan pendidikan jurusan budidaya hutan Universitas Muhammadiyah Malang
dengan pertimbangan bahwa untuk menjawab tuntutan dan kebutuhan tenaga-tenaga lulusan
bidang kehutanan yang profesional dan beretos kerja tinggi.
Secara struktural jurusan budidaya hutan berada di bawah fakultas pertanian bersama-sama
dengan jurusan sosisal ekonomi pertanian, jurusan agronomi, dan jurusan teknologi hasil
pertanian. Surat-surat keputusan pendirian dan status akreditasi terakhir jurusan ada pada
lampiran 1, 2, 3 dan 4.
2.2.2. Rencana Pengembangan Jangka Panjang
Visi
Menjadikan Jurusan Budidaya Hutan sebagai lembaga pendidikan tinggi unggul yang
mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dalam pengelolaan SDH dan
lingkungan dengan nilai-nilai keislaman.
Misi
1. Menghasilkan sumber daya manusia yang bertaqwa, profesional dan mandiri dalam
menerapkan dan mengembangkan iptek bidang perhutanan
2. Menciptakan/mencetak sarjana yang berjiwa enterpreneur bidang perhutanan
3. Menyelenggarakan proses belajar mengajar sesuai kurikulum Jurusan yang mutakhir.
4. Membangun riset centre sumber daya hutan dan lingkungan.
Sasaran Jurusan Budidaya Hutan
Peningkatan mutu lulusan, mutu dosen, mutu proses belajar mengajar, dan pelayanan
administrasi akademik maupun kemahasiswaan.
Tujuan Jurusan Budidaya Hutan
-
Menciptakan sumberdaya manusia yang mampu memenuhi tuntutan pembangunan
nasional, guna mengisi kebutuhan masyarakat akan tenaga pelaksana yang mahir,
terampil, mampu berdiri sendiri dan peka terhadap perubahan sosial, ilmu dan teknologi
yang berkaitan dengan kehutanan.
-
Menghasilkan lulusan yang mampu menerapkan pengetahuan/keterampilan yang
dimiliki sesuai bidang keahliannya berupa kegiatan produktif dan pelayanan pada
masyarakat.
-
Memiliki kemampuan meneliti dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi bidang kehutanan.
-
Mampu menciptakan jiwa kewirausahaan bidang kehutanan.
Jurusan budidaya hutan merumuskan program jangka panjang yang dibagi menjadi tujuh
kelompok program, yaitu bidang pendidikan, bidang penelitian, bidang pengabdian pada
masyarakat, bidang sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, bidang kerjasama, dan
bidang kelembagaan/organisasi. Rincian program-program tjersebut adalah sebagai berikut.
1) Bidang Pendidikan
a. Pembaharuan kurikulum dan penyelenggaraan PBM dengan dasar kompetensi
12
b. Pengembangan buku ajar, petunjuk praktikum dan modul sebagai bahan ajar.
c. Melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi rencana mutu akademik secara
periodik.
d. Pengembangan muatan kurikulum secara periodik dan peningkatan kompetisi
pembelajaran, akademik dan profesi.
e. Peningkatan kemampuan komunikasi dosen dan mahasiswa melalui karya tulis.
2) Bidang Penelitian
a. Meningkatkan kualitas penelitian dosen untuk berkompetisi secara nasional.
b. Membangun penelitian kolaboratif antara dosen-mahasiswa dan stakeholder.
c. Pengembangan penelitian berbasis HAKI
3) Bidang pengabdian pada masyarakat.
a. Pengembangan lembaga-lembaga pelatihan ketrampilan.
b. Melakukan bakti sosial kepada masyarakat.
c. Mengembangkan kemitraan kewirausahaan dengan pengusaha sektor pertanian .
4) Bidang Sumberdaya Manusia
a. Memberikan pelatihan singkat proses belajar mengajar.
b. Peningkatan frekuensi dosen dalam mengikuti work-shop, penataran, kursus singkat,
dan seminar khususnya sebagai pemateri.
c. Memberikan kesempatan studi lanjut kejenjang lebih tinggi 1 orang per tahun per
bidang studi.
d. Peningkatan kemampuan tenaga adsministrasi, teknisi dan laboran.
e. Menciptakan standar etika dan moral staf dan pengawasnya.
5) Bidang Fasilitas, Sarana, dan Prasarana
a. Perawatan dan pengembangan fasilitas, sarana, dan prasarana pembelajaran (ruang
diskusi/seminar, ruang sidang, ruang dosen, ruang laboratorium, ruang perpustakaan,
ruang pimpinan, ruang adsministrasi dan ruang arsip)
b. Pengembangan media audio visual dan pengembangan alat peraga pembelajaran.
c. Pengembangan kebun percobaan sebagai wahana pendidikan, penelitian dan
kewirausahaan
6) Bidang Kerjasama
a. Peningkatan kerjasama lokal dengan industri dan jasa daerah Malang dalam
pelaksanaan Praktek Kerja Nyata, penelitian dan skripsi, dan kerjasama dengan
SMU/SMK di wilayah Malang.
b. Peningkatan Kerjasama regional dengan lembaga dan sektor pertanian daerah di
wilayah Jawa Timur dalam pelaksanaan Praktek Kerja Nyata, penelitian dan skripsi,
dan kerjasama dengan SMU/SMK di wilayah Jawa Timur.
7) Bidang Kelembagaan dan Organisasi
a. Melakukan audit internal terhadap kinerja organisasi.
b. Menyusun buku panduan kerja dan sistem kerja untuk menjalankan kegiatan di
Jurusan .
c. Menyusun dan melaksanakan deskripsi kerja organisasi.
Beberapa program pengembangan yang telah dilakukan sampai saat ini adalah:
a. Mendorong dosen untuk menulis buku ajar dan penelitian dengan biaya dari DPP UMM.
b. Menurunkan beban sks yang harus ditempuh mahasiswa dari 160 SKS menjadi 148 SKS
c. Mendorong dan memfasilitasi staf akademik untuk meningkatkan kualitasnya dengan
studi lanjut, magang kerja, mengikuti seminar-seminar, lokakarya, studi banding tingkat
regional, nasional maupun internasional.
13
d. Merintis kerjasama dengan pengguna lulusan, yaitu perusahaan-perusahaan pemerintah
maupun swasta
2.2.3. Lingkungan Eksternal
Jurusan budidaya hutan merupakan bagian dari unit pengelolaan dalam lingkup fakultas
pertanian, selain jurusan-jurusan lain yaitu Budidaya pertanian, Agribisnis dan Teknologi
Hasil pertanian. Jurusan budidaya hutan dalam melaksanakan kegiatan Tridharma
Perguruan Tinggi masih menerapkan manajemen kolaborasi dengan jurusan-jurusan lain
dalam lingkup fakultas pertanian dan bahkan juga dengan jurusan-jurusan lain dalam
lingkup fakultas yang lain di Universitas Muhammdiyah Malang.
Pelayanan administrasi berkaitan dengan akademik, kemahasiswaan, penelitian dan
pengabdian masyarakat masih terkait dengan unit-unit lain dalam lingkup Universitas. Hal
ini karena keterbatasan sumberdaya yang meliputi software, hardware dan brainware yang
dimiliki oleh Jurusan budidaya hutan. Kondisi seperti ini tentunya kurang ideal dalam
melaksanakan unit kelola dalam Jurusan budidaya hutan, sehingga ke depan perlu perbaikan
terhadap kinerja (manajemen internal) di Jurusan budidaya hutan.
Penelitian terhadap lowongan kerja Jawa Pos selama 3 bulan terakhir di tahun 2003
menunjukkan, bahwa prosentase lowongan untuk sarjana adalah 40%, diploma 37%, dan
SLTA 23%. Prosentase untuk bidang ekonomi 53%, teknik 30%, bidang lain 17%. Adapun
syarat kerja adalah: menguasai komputer dan English 35%, skill dan personal atribut 25%,
pengalaman kerja 25%. Hal di atas adalah refleksi kebutuhan konkret dunia industri dalam
suatu interval terkini. Ke depan, pergeseran diperkirakan tidak akan jauh berbeda.
Jurusan budidaya hutan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang dalam
meningkatkan kompetensi calon alumni telah melakukan upaya-upaya kerjasama dengan :
1. Hubungan kerjasama jurusan/departemen dan antar fakultas dengan intansi
 Jurusan Budidaya hutan melakukan penerapan agroforestry atau agrosilvikultur,
 Jurusan biologi melakukan peningkatan keanekaragaman hayati
 Jurusan produksi ternak fakultas peternakan dalam penerapan silvopasture
 Jurusan akuntansi melakukan analisis ekonomi
 Jurusan management melakukan peningkatan produksi dan kelembagaan
 Jurusan agribisnis melaksanakan kajian sosiologi masyarakat desa dan hasil hutan
2. Kerjasama dengan industri, perusahaan maupun instansi terkait antara lain :





Perusahaan/industri pulp dan kertas, moulding
Perum perhutani dalam bentuk pembibitan, PKL dan penelitian mahasiswa dalam
menyusun tugas akhir (skripsi)
BRLKT dalam bentuk konservasi hutan dan lahan
Jasatirta dalam bentuk kegiatan konservasi hutan dan air
Dinas kehutanan dalam bentuk kegiatan pendampingan Gerakan Nasional
Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL) DAS Brantas
3. Kerjasama bidang ilmu dengan perguruan tinggi kehutanan di Indonesia
- Fasilitas pengadaan buku-buku dan jurnal ilmiah perpustakaan sebagai bahan
referensi perkuliahan maupun penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa.
14
- Menjalin kerjasama dengan Fakultas Kehutanan UGM dalam pembekalan dan
memotivasi mahasiswa tentang prospek kehutanan di masa mendatang
- Mengadakan studi banding ke Fakultas Kehutanan UGM maupun IPB dalam
menggali informasi kehutanan.
2.3. Evaluasi Program Akademik
2.3.1. Pendidikan
2.3.1.1. Lulusan
Jurusan budidaya hutan telah meluluskan sebanyak 62 alumni. Sebagian lulusan telah
terserap di lapangan pekerjaan meskipun kurang sesuai dengan disiplin ilmunya (30%).
Sebagian lagi masih belum terserap oleh lapangan pekerjaan (70%), karena semakin
ketatnya persaingan dalam berebut pasar kerja dibidangnya. Tuntutan terhadap kualitas
lulusan semakin meningkat sementara persaingan dengan berbagai institusi lain semakin
ketat.
Kondisi sektor kehutanan di Indonesia saat ini telah mengalami penurunan baik di sektor
hulu sampai hilir. Banyak penurunan luas areal hutan, berkurangnya kapasitas industri
kehutanan dan disisi yang lain semakin berkurangnya industri-industri kehutanan. Kondisikondisi tersebut akan berdampak terhadap daya serap lulusan dan konsekwensinya adalah
tingkat persaingan akan semakin ketat. Tantangan persoalan tersebut menyebabkan
kegiatan usaha sektor kehutanan yang dilakukan secara konvensional menghadapi kesulitan
yang cukup besar. Hal tersebut justru menjadi peluang bagi tenaga ahli bidang kehutanan
yang sekaligus memiliki ketrampilan, jiwa dan kemampuan wirausaha.
Hasil wawancara terhadap beberapa alumni (35 orang) yang telah dihasilkan jurusan
budidaya hutan menunjukkan bahwa rata-rata mereka mengatakan belum siap dalam
memasuki pasar kerja. Dalam hal kemudahan mendapatkan pekerjaan 10% alumni
mengatakan mudah dan 90% alumni mengatakan sulit. Semua alumni merasa tidak punya
kemampuan untuk menciptakan pekerjaan. Tentang masa tunggu mendapatkan pekerjaan
15 % alumni langsung diterima setelah lulus sedangkan 85% alumni mengatakan masih
menganggur. IPK rata-rata alumni masih rendah (2,9). Gaji yang mereka terima belum ada
data dan informasi yang cukup.
Sebanyak 75% alumni menyatakan ilmu yang mereka dapatkan saat kuliah kurang
memberikan skill siap pakai. Mereka bekerja terutama dalam pembuatan keputusan yang
sifatnya sangat teknis sementara dikuliah dianggap teoritis. Hal ini dapat dimaklumi
mengingat sarana laboratorium dan praktikum saat mereka kuliah dulu relatif masih kurang.
Mengenai strategi umum praktikum yang diarahkan pada how to learn serta student based
learning sejak 2 tahun terakhir diharapkan akan lebih meningkatkan skill lulusan. Untuk
upaya ini belum ada lulusan yang dapat dijadikan umpan balik.
2.3.1.2. Proses Pembelajaran
Seluruh mahasiswa Jurusan budidaya hutan wajib mengikuti proses belajar mengajar yang
meliputi perkuliahan, praktikum, tugas mandiri, tugas akhir yang telah ditetapkan dalam
kurikulum Jurusan. Rata-rata lama studi mahasiswa di Jurusan budidaya hutan adalah 5
tahun. Rata-rata waktu pengerjaan tugas akhir adalah antara 1- 2 semester.
Telah dilakukan upaya untuk menurunkan tahun kelulusan antara lain:
15
-
Penurunan beban sks dari 160 sks menjadi 148 sks dalam lokakarya kurikulum pada
tahun 2001
- Menyelenggarakan kuliah semester pendek pada setiap akhir semester genap.
Kehadiran dosen dalam proses belajar mengajar dan praktikum berkisar antara 70 – 85%.
Untuk monitoring kehadiran dosen dalam melaksanakan proses PBM disediakan daftar
hadir. Evaluasi proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh jurusan budidaya hutan
bertujuan untuk menilai mahasiswa apakah telah memahami atau menguasai bahan yang
disajikan. Evaluasi untuk dosen dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan
seorang dosen dalam membina mata kuliah tertentu. Disamping itu untuk mengetahui
efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar. Aspek-aspek yang dievaluasi: Frekuensi
kehadiran, Respon mahasiswa terhadap proses belajar mengajar dan persiapan mengajar.
Berdasarkan hasil angket terhadap mahasiswa diperoleh informasi bahwa proses PBM di
jurusan kehutanan masih terlalu monoton dan kurang inovatif. Sehingga kurang mendorong
mahasiswa untuk bisa serius dalam proses pembelajaran. Disamping tersebut manajemen
layanan praktikum masih belum maksimal karena terbatasnya fasilitas laboratorium dan
rendahnya SDM yang mengelola laboratorium.
Untuk membekali mahasiswa/lulusan agar memiliki pengalaman dan keahlian sesuai
disiplin ilmunya maka jurusan mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti magang atau
praktek lapang di institusi/perusahaan kehutanan yang ada di Indonesia. Mengingat fasilitas
untuk mendukung kegiatan tersebut masih belum tersedia di Jurusan budidaya hutan, maka
perlu menjalin kerjasama dengan instansi/perusahaan bidang kehutanan yang terkait.
2.3.1.3. Mahasiswa
Selama lima tahun akademik terakhir (2000/2001 s/d 2004/2005) jumlah pelamar di
Jurusan Budidaya hutan 348 orang dengan ketetatan persaingan yang rendah. Persaingan
yang cukup ketat dalam penerimaan mahasiswa baru antar perguruan tinggi baik negeri
maupun swasta, menyebabkan jumlah pelamar menurun terus. Naik dan turunnya jumlah
calon mahasiswa yang mendaftar pada Jurusan Budidaya hutan Fakultas Pertanian
Universitas Muhammadiyah Malang tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran di
dalam institusi ini, tetapi dipengaruhi juga oleh situasi makro seperti pendapatan
masyarakat, kiat-kiat para pesaing (daya tampung Jurusan sejenis yang dilaksanakan
perguruan tinggi lain) dan kebijakan pertanian pemerintah secara makro.
Kualitas pendaftar yang masuk Budidaya hutan memiliki nilai seleksi dengan rata rata NEM
rendah (3.59) serta tingkat keketatan persaingan yang rendah dengan perbandingan yang
mendaftar dan diterima (1:1) Rendahnya nilai NEM dikarenakan sebagian besar mahasiswa
yang memiliki NEM yang lebih tinggi telah terserap di perguruan tinggi negeri. Jumlah
pendaftar yang relatif kecil akan menyebabkan tingkat keketatan persaingan yang rendah.
Jurusan Budidaya hutan UMM masih belum begitu dikenal di propinsi-propinsi yang lain
menyebabkan sebagian besar pendaftar hanya berasal dari Jawa Timur 66-90%, Jawa
Tengah 4-6%,. Untuk meningkatkan jumlah pendaftar harus ada usaha-usaha khusus dari
Jurusan. Selama ini promosi penjaringan mahasiswa baru lebih banyak ditangani oleh Unit
Pelaksana Teknik Pendaftaran Mahasiswa Baru. Upaya untuk mempromosikan Jurusan
Budidaya hutan dan meningkatkan mahasiswa baru maka sejak 2 tahun ini universitas
memberikan dana ke Jurusan untuk meningkatkan promosi. Kegiatan promosi ini dilakukan
dengan cara memberikan kuliah tamu, teknik budidaya, kultur jaringan, landscape di
16
SMU/SMK se wilayah Jawa Timur. Kegiatan lain adalah meningkatkan peran alumni
dalam penjaringan mahasiswa baru.
2.3.1.4. Kurikulum
Kurikulum yang berlaku di jurusan budidaya hutan adalah kurikulum berbasis kompetensi
berdasar SK Mendiknas No. 232/U/2000 dan lebih disempurnakan lagi dengan
menyesuaikan SK Mendiknas No. 045/U/2002. Setelah SK Mendiknas No. 232 /U/2000
keluar semua Jurusan di lingkup Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang
mengadakan Lokakarya kurikulum pada tanggal 27–29 April 2001 dan hasil lokakarya
digunakan mulai angkatan 2001/2002. Peninjauaan Kurikulum terakhir pada tanggal 15-17
April 2005.
Dari hasil lokakarya kurikulum terakhir yang dilakukan oleh jurusan budidaya hutan dengan
dasar pengelompokan matakuliah menurut keputusan Mendiknas nomor 056/U/1194 yaitu
MKDK, MKK dan MKU ditetapkan jumlah SKS untuk jurusan sebanyak 50 SKS. Setelah
diimplementasikann satu tahun dan dikeluarkan SK Mendiknas nomor 232/U/2000 perihal
kurikulum berbasis kompetensi maka struktur matakuliah disesuaikan dengan adanya
kurikulum inti dan institusional dengan pembagian kelompok matakuliah MKK, MKB,
MPK, MPB dan MBP dengan tujuan agar lulusan memiliki daya saing dan kompeten di
bidang budidaya hutan, pada perubahan ini lulusan Budidaya hutan wajib menempuh 148
SKS. Berdasarkan data dan informasi alumni dan pengguna lulusan evaluasi terhadap
kurikulum tersebut dipandang masih belum sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan.
Menghadapi tantangan dan kesempatan tersebut, jurusan budidaya hutan justru dihadapkan
pada persoalan-persoalan teknis pembelajaran. Kurikulum yang digunakan sekarang ini
dirasakan kurang mampu mengakomodasikan perkembangan terbaru dan perubahan kondisi
yang cepat. Penerapan kurikulum secara ketat menyebabkan Jurusan tidak mampu
menghadirkan nuansa akademik yang merepresentasikan suasana nyata yang dihadapi para
pengusaha sektor kehutanan. Hal tersebut menyulitkan menumbuhkan jiwa wirausaha
kepada mahasiswa. Hal tersebut merupakan kendala penting untuk menghasilkan lulusan
yang profesional.
2.3.1.5. Program Layanan Internal
Interaksi antara dosen dan mahasiswa pada jurusan budidaya hutan cukup baik utamanya
dalam hubungan formal dalam proses belajar mengajar. Hasil kuisioner yang disebarkan ke
mahasiswa menunjukkan bahwa tingkat kepuasan layanan akademik dan administrasi
adalah sebesar 60%. Rendahnya angka tersebut sebagai cerminan layanan akademik dan
administrasi di jurusan budidaya hutan masih rendah.
Layanan administrasi di jurusan budidaya hutan masih belum bisa memberikan pelayanan
administrasi dengan baik dan tepat, karena administrasi masih bersifat manual dan
dilakukan oleh tenaga administrasi yang kurang terampil. Sehingga sering menimbulkan
keluhan dari mahasiswa.
Pada umumnya interaksi antara dosen dan mahasiswa terjadi pada beberapa aktifitas antara
lain: 1) Proses pembelajaran di kelas, 2) Bimbingan praktikum di laboratorium, 3)
Bimbingan praktek kerja nyata, 4) Bimbingan tugas akhir/skripsi, 5) Pendampingan kuliah
lapangan, 6) Perwalian mahasiswa. Namun interaksi dosen diluar kelas masih rendah
sehingga atmosfir akademik kurang kondusif.
17
Kegiatan konsultasi Kartu Rencana Studi (KRS) dilakukan pada awal semester. Pada satu
tahun terakhir ini, mahasiswa langsung memprogram mata kuliahnya langsung dengan
komputer yang disediakan di Laboratorium Komputer, sehingga Kartu Studi Mahasiswa
(KSM) bisa langsung diterimakan kepada mahasiswa pada saat itu juga. Kegiatan layanan
yang lain adalah melalui interaksi di depan kelas, yaitu interaksi pada saat proses perkulihan
berlangsung dipantau dengan memberlakukan daftar hadir dosen dan mahasiswa dengan
batasan 80% dari total jumlah perkuliahan dalam satu semester. Penjadwalan kegiatan
praktikum mahasiswa dilakukan dengan memperhatikan jadwal kuliah sehingga tidak
mengganggu kegiatan perkuliahan mahasiswa. Interaksi pada saat proses pembimbingan
skripsi sampai dengan ujian skripsi dan bimbingan tugas-tugas mata kuliah dilakukan oleh
Jurusan dengan memperhatikan beban kerja masing-masing dosen.
Penilaian hasil studi mahasiswa Jurusan Budidaya hutan, dilakukan dengan mengacu pada
ketentuan yang berlaku di Panduan Akademik Fakultas Pertanian. Walaupun Kartu Hasil
Studi (KHS) dapat diterimakan pada waktunya, akan tetapi dalam pelaksanaannya masih
belum berjalan terutama terkait dengan transparansi pemberian nilai oleh dosen. Misalnya,
seharusnya lembar jawaban ujian tengah semester maupun akhir semester wajib
dikembalikan kepada mahasiswa, akan tetapi ternyata masih banyak dosen yang tidak
mengembalikan lembar ujian ke mahasiswa. Hal ini dikarenakan masih beragamnya
persepsi para dosen terhadap kualitas proses belajar mengajar. Dalam pemberian nilai sudah
mengikuti pedoman penilaian yang telah ada pada buku pedoman akademik yang dimiliki
oleh masing-masing mahasiswa. Proses belajar mengajar yang baik tidak hanya diukur dari
kuantitas pertemuan dosen dan mahasiswa saja tetapi juga harus diukur dari kualitas
prosesnya, seperti tingkat kesesuaian matakuliah dengan kurikulum atau silabinya, dan
tingkat kepuasan mahasiswa terhadap proses belajar mengajar. Untuk itu sistem penjaminan
mutu dalam proses belajar mengajar perlu dikembangkan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
2.3.2. Penelitian
Penelitian merupakan tugas pokok dosen selain pengajaran dan pengabdian pada
masyarakat. Jurusan selama ini telah mendorong semua dosen untuk melakukan penelitian.
Penelitian ini ditujukan untuk mendukung pengajaran dan disesuaikan dengan bidang
keahlian masing-masing dosen. 60 % dari jumlah dosen di jurusan budidaya hutan telah
memperoleh dana penelitian yang dibiayai dari dalam universitas. Penelitian atas biaya
DPP UMM berupa penelitian bidang ilmu (PBI) dan penelitian program unggulan (P2U).
Penelitian ini dilakukan setiap semester dan dapat berkesinambungan untuk beberapa
semester. Biaya penelitian per judul setiap semester sekitar Rp. 2.000.000,- (PBI) dan Rp.
3.000.000,- (P2U). Penelitian yang bersifat kompetitif dengan dana dari Departemen
Pendidikan Nasional (PHB, RUT, Dosen Muda, dsb), Pemerintah Daerah dan lembaga lain
masih sangat terbatas, hal ini karena masih rendahnya skill atau kemampuan dosen dalam
menyusun proposal dan penulisan ilmiah. Oleh karena itu kualitas penelitian dosen masih
perlu ditingkatkan untuk dapat berkompetisi diluar Universitas. Jumlah publikasi imiah
yang dilakukan dosen jurusan budidaya hutan masih belum ada baik ditingkat nasional
maupun internasional. Kondisi ini disebabkan oleh budaya menulis yang masih rendah dan
kualitas penelitian belum layak disajikan pada jurnal ilmiah terakreditasi.
18
2.3.3. Pengabdian pada Masyarakat
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Jurusan budidaya hutan
menyatu dengan kegiatan KKN mahasiswa yang dilaksanakan tiap semester. Disamping itu
ada kegiatan pengabdian masyarakat secara mandiri yang dibiayai oleh sumber dana DPP
Universitas. Pelaksanaan pengabdian masyarakat tersebut dikoordinasikan oleh Lembaga
Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiyah Malang.
Kegiatan pengabdian masyarakat didanai oleh Universitas di bawah koordinasi Lembaga
Pengabdian pada Masyarakat (LPM). Pelaksanaan abdimas oleh dosen dilakukan dalam
waktu insidental bersamaan dengan pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN/PMM) Selama
ini dosen bertindak proaktif selain melayani permintaan petani langsung maupun kelompok
masyarakat lainnya. Kegiatan abdimas yang paling banyak dilakukan dosen adalah
penyuluhan, baik dengan biaya mandiri, fakultas maupun LPM.
Kerjasama institusi antara Fakultas dan DEPHUT dalam pengabdian masyarakat bidang
Wanatani telah dilakukan tahun 2000 sampai tahun 2002. Kegiatan pengabdian pada
masyarakat yang didanai oleh DP3M / DIKTI, yang dilakukan oleh dosen antara lain :
penerapan Iptek, Voucher, Magang Kewirausahaan, namun jumlahnya masih sedikit. Ratarata 10 % dosen/tahun yang mendapat dana dari DIKTI dan dari Pemda belum pernah
dilakukan selama 4 tahun terakhir.
2.3.4. Program Penjaminan Kualitas
Pengelolaan mutu secara internal pada tingkat Jurusan dilakukan melalui lokakarya
kurikulum yang diselenggarakan fakultas setiap empat tahun sekali. Lokakarya ini akan
melakukan evaluasi dan penyempurnaan sesuai perkembangan ilmu, teknologi dan tuntutan
pasar. Selanjutnya dilakukan monitoring terhadap proses pembelajaran mulai dari persiapan
dosen (SAP, TIU, TIK, referensi, metode, alokasi waktu pertemuan, dan lain-lain),
pelaksanaan pembelajaran hingga evaluasi kelulusan. Tanggapan dari mahasiswa diperoleh
melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan oleh tim penyelia. Dalam kuesioner sudah
ada instrumen-instrumen yang dapat digunakan untuk mengevaluasi proses pembelajaran,
terutama yang terkait dengan proses belajar mengajar. Penguji eksternal dapat melakukan
evaluasi terhadap proses pembelajaran saat dilakukan akreditasi. Penilaian eksternal sangat
perlu, karena biasanya lebih obyektif, sehingga mutu pembelajaran dapat ditingkatkan, naun
belum dilakukan oleh Jurusan .
Pada tingkat lembaga (fakultas dan universitas), penjaminan mutu dilakukan melalui
pengawasan fungsional dan pengawasan melekat. Pengawasan fungsional dilakukan oleh
setiap unit kerja terhadap semua fungsi pengelolaan sumber daya yang berada di bawah
wewenang dan tanggungjawabnya. Sedangkan pengawasan melekat dikoordinasikan oleh
pimpinan fakultas dan universitas
Adanya penjaminan mutu dirasakan semakin
meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu dan teknologi pada
kehidupan sehari-hari. Hal ini tampak pada saat melakukan magang (praktek kerja lapang)
dan kuliah kerja nyata. Selain itu sebagian mahasiswa yang sambil bekerja atau
berwiraswata merasakan dampak penjaminan mutu, yaitu mereka lebih terampil dan percaya
diri dalam melaukan aktivitas sehari-hari di lingkungan kerja.
Pengembangan program dilakukan secara kontinyu terutama untuk program pengembangan
kurikulum yang dilaksanakan empat tahun sekali. Pengembangan kurikulum dapat berupa
menambah mata kuliah baru, menghilangkan mata kuliah yang kurang relevan, penambahan
atau pengurangan SKS, penataan ulang, atau penyempurnaan SAP.
19
Metode baku mutu dilakukan melalui beberapa kegiatan, yaitu : kesiapan proses
pembelajaran (meliputi persiapan dosen, mahasiswa, administrasi, serta sarana dan
prasarana), pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran (meliputi : metode, strategi
dan cara mengajar dosen, keterlibatan mahasiswa, dan kecukupan sarana), serta sistem
penilaian mata kuliah.
Penelitian dan pengembangan pranata dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi
yang dilakukan baik terhadap dosen, mahasiswa maupun ketersediaan sarana pembelajaran.
Penelitian intensif dan tersistem terhadap pranata selama ini belum dilakukan. Evaluasi
hanya berdasarkan laporan tim penyelia dan laporan mahasiswa serta evaluasi dari dosen
sendiri. Jurusan juga belum membentuk pranata-pranata untuk pengendalian mutu, kecuali
pembentukan tim insidental menjelang pelaksanaan akreditasi. Dalam bidang akademik
universitas bekerjasama dengan Jurusan telah melakukan kendali mutu melalui Badan
Kendali Mutu Akademik (BKMA).
2.4. Manajemen Sumberdaya
2.4.1. Manajemen Keuangan
Sistem pengelolaan keuangan di Jurusan mengikuti sistem yang sudah ditetapkan oleh
universitas. Seluruh pendapatan masuk melalui satu pintu (Sentralistik) di Pembantu Rektor
II. Jurusan diberi wewenang sepenuhnya untuk mengelolan keuangan yang diperoleh dari
fakultas. Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan operasional rutin sehari-hari, seperti
fotocopy, rapat, tamu, seminar, ujian, dan lain-lain. Apabila keuangan sudah habis, maka
ketua Jurusan membuat laporan pertanggungjawaban yang disampaikan kepada Dekan c.q.
Pembantu Dekan II. Untuk kegiatan-kegiatan tertentu, pembiayaan kegiatan ada yang
disertakan ke fakultas, jadi dalam hal ini yang mengurus adalah Pembantu Dekan II.
Dana operasional Jurusan diperoleh dari fakultas dengan sistem penjatahan tiap semester
sesuai jumlah mahasiswa. Jurusan tidak pernah mengajukan anggaran, tetapi langsung
diberikan oleh fakultas sesuai jumlah mahasiswa Jurusan. Rata-rata dalam satu semester,
Jurusan Budidaya hutan memperoleh dana dari fakultas sebanyak Rp. 1.300.000,- (satu juta
tiga ratus ribu rupiah), dan dana dari universitas untuk program penerimaan mahasiswa baru
(PMB) sebesar Rp. 30.000.000,- yang telah berjalan dua tahun terakhir.
Pertanggungjawaban keuangan Jurusan adalah kepada Dekan fakultas melalui Pembantu
Dekan II. Laporan keuangan tidak berbentuk neraca, tetapi hanya laporan penerimaan dan
pengeluaran yang dilampiri dengan kuitansi atau nota pembelian. Laporan keungan dibuat
oleh Ketua Jurusan untuk disampaikan kepada Pembantu Dekan II. Jurusan dalam hal ini
wajib menyampaikan laporan apabila akan mengambil dana semester berikutnya. Untuk
kegiatan di luar operasional Jurusan misalnya mengadakan seminar, kuliah tamu pendanaan
dapat diajukan ke Universitas melalui Fakultas. Bila alokasi dana di Fakultas masih cukup
dapat juga pendanaan dari Fakultas.
2.4.2. Manajemen Sumberdaya Manusia
Evaluasi terhadap performance dosen secara umum dilakukan dengan menggunakan Daftar
Penilaian Pekerjaan Pegawai (DP3), sedangkan secara khusus dilakukan dengan
menggunakan angket evaluasi akademik yang diisi oleh para mahasiswa dan evaluasi oleh
tim penyelia. Namun demikian dari beberapa metode evaluasi sebagaimana tersebut di atas
sesungguhnya belum dapat mengevaluasi prestasi riil dari setiap dosen, mengingat evaluasi
tersebut belum meliputi kegiatan dosen pada dharma kedua dan ketiga, yaitu penelitian dan
20
pengabdian kepada masyarakat. Di tingkat universitas pengembangan sumberdaya manusia
ini ditangani oleh Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) yang menjalankan
tugas langsung dibawah tanggung jawab Rektor.
Manajemen yang dikembangkan saat ini juga belum optimal. Hal ini dapat dilihat dengan
belum adanya ketentuan yang mengatur berbagai sanksi bagi dosen yang melalaikan
tugasnya dan juga pemberian penghargaan atau intensif bagi dosen yang berprestasi.
Misalnya belum bakunya sanksi bagi dosen yang persentasi mengajarnya kurang dari 80%,
yang tidak menyerahkan nilai tepat waktu dan bentuk kelalaian lainnya. Bentuk sanksi yang
sementara ini diterapkan antara lain adalah pengurangan jam mengajar, penggantian dosen
yang 3 kali berturut-turut tidak mengajar, dan tidak diberikannya honorarium koreksi ujian
bagi dosen yang terlambat menyerahkan nilai ujian. Namun demikian kelihatannya cara
tersebut juga kurang efektif dan perlu dikembangkan pola reward dan punishment yang
tepat.
Penetapan jabatan struktural di Universitas Muhammadiyah Malang dilakukan dengan dua
cara, yaitu (1). dengan cara dipilih (elected) dan dengan cara ditunjuk (pointed). Beberapa
jenis jabatan yang dipilih antara lain adalah (1). Ketua dan sekretaris Jurusan yang dipilih
oleh semua dosen di Jurusan tersebut, (2). Pimpinan fakultas yang dipilih oleh senat
fakultas, dan (3) Rektor beserta pembantu rektor yang dipilih oleh senat universitas.
Sedangkan jenis jabatan ditunjuk oleh Rektorat antara lain Kepala Laboratorium, Kepala
Pusat Studi, Kepala Lembaga, Kepala Badan, Kepala UPT, Kepala Perpustakaan, dan
Kepala Biro dengan memperhatikan masukan dari pimpinan fakultas dan Jurusan.
Rekruitmen terhadap calon dosen (cados) tetap tidak dilakukan setiap saat, akan tetapi
dilakukan pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan di tingkat Jurusan. Untuk
merekruit calon dosen, sedikitnya ada tiga pihak yang terlibat secara langsung, yaitu:
1). Pimpinan Jurusan dan fakultas yang memiliki hak untuk mengusulkan rekruitmen cados
sesuai dengan kebutuhan dimasing-masing Jurusan
2). BPSDM yang bertugas untuk menyusun aturan normatif rekruitmen cados, mengusulkan
tim rekruitmen, menentukan jadwal seleksi dan memverifikasi data lamaran untuk
menjadi cados yang ada di Biro Administrasi Umum (BAU). Atas dasar data tersebut,
selanjutnya BPSDM akan mengundang para pelamar yang dinyatakan lulus seleksi
administrasi untuk mengikuti test seleksi sesuai dengan jadwal yang ditentukan
Pimpinan universitas yang akan menginterview calon dosen yang dinyatakan lulus tertulis
dan lulus praktek mengajar. Dengan memperhatikan hasil test, hasil interview serta dengan
memperhatikan masukan dari pimpinan fakultas dan pimpinan Jurusan, pimpinan
universitas akan menetapkan pelamar yang dinyatakan lulus test dapat diterima sebagai
cados
Penetapan menjadi dosen tetap diperlukan waktu satu tahun sejak mereka diangkat sebagai
cados. Selama itu mereka akan menjalani prajabatan dengan pemberian materi yang terkait
dengan Islam dan Kemuhammadiyahan, pengajaran, dan kepemimpinan.
2.4.2.1. Profil Staf Akademik
Jurusan budidaya hutan memiliki 26 orang dosen yang terdiri atas 9 orang dosen tetap dan
17 orang dosen tidak tetap (paruh waktu). Dari 26 dosen tersebut sebanyak 22 orang telah
bergelar Master (S2), 1 orang telah bergelar Doktor dan 3 orang masih berpendidikan S1
(Sarjana). Bila dilihat dari usianya diketahui bahwa sebagaian besar dosen Jurusan Budidaya
21
hutan berusia 31 – 50 tahun, sedangkan yang berusia 41 – 50 tahun sebanyak 14 orang. Hal
ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki potensi yang cukup tinggi.
2.4.2.2. Perbandingan Jumlah Staf dan Mahasiswa
Jumlah mahasiswa yang aktif sampai dengan tahun akademik 2004/2005 berjumlah 178
orang. Dengan jumlah dosen tetap sebanyak 9 orang, maka rasio antara jumlah dosen tetap
dengan jumlah mahasiswa adalah 1 : 19,8.
2.4.2.3. Beban Kerja Staf Akademik
Beban mengajar dosen tetap dibatasi maksimum 8 SKS. Di Jurusan Budidaya hutan beban
mengajar rata-rata dosen tetap pada semester yang sedang berjalan ini adalah 7,04/SKS.
Bagi mereka yang sedang menduduki jabatan struktural, beban SKS mengajarnya akan
dikurangi sesuai jabatannya. Untuk menjaga efektifitas proses pembelajaran, dosen tetap
Jurusan hanya dibolehkan mengajar maksimum 2 Mata Kuliah. Tugas lain yang diemban
dosen tetap adalah sebagai penasehat akademik.
Dosen tetap bertindak sebagai dosen
wali untuk 1 kelas yang terdiri atas maksimum 50 mahasiswa setiap kelasnya. Selain
bertugas sebagai pengajar, seorang dosen juga memiliki kewajiban untuk membimbing
skrispi mahasiswa. Seorang dosen rata-rata membimbing 3 orang mahasiswa per semester.
Untuk menjadi pembimbing pertama, seorang dosen harus sudah memiliki jabatan akademik
minimal Lektor. Selain itu dosen tetap juga bertugas di bidang administratif kepanitiaan
baik di tingkat Jurusan , fakultas, maupun universitas.
2.4.3. Manajemen Fasilitas Fisik
2.4.3.1. Manajemen Prasarana (Gedung/Bangunan)
Proses belajar mengajar mahasiswa Jurusan Budidaya hutan dilaksanakan di Kampus
Terpadu Universitas Muhammadiyah Malang, Jalan Raya Tlogomas Nomor 246 Malang.
Dalam rangka untuk meningkatkan efisiensi, Universitas Muhammadiyah Malang
mengembangkan penggunaan fasilitas secara bersama-sama (resource sharing) dalam
bentuk Gedung Kuliah Bersama (GKB). Karena itu di Universitas Muhammadiyah Malang
tidak ada pembagian ruang kuliah atau fasilitas lainnya secara baku untuk fakultas tertentu
atau untuk Jurusan tertentu. Pada semester yang sedang berjalan ini kegiatan perkuliahan
mahasiswa Jurusan Budidaya hutan dilaksanakan di GKB I di Lantai V, yaitu di ruang 401,
402, 403, 404, 405, 406, 407 dan 408 . Masing-masing lokal memiliki luas 72 m2, dan
dengan kapasitas kelas 60 mahasiswa. Total luas ruang kuliah adalah sebesar 540 m2.
Semua ruang kuliah tersebut telah dilengkapi dengan OHP dan white board dan 4 ruang
multimedia yaitu ruang 401, 402, 403 dan 404. Kegiatan perkuliahan dilakanakan hari Senin
sampai dengan hari Jum’at, mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.
Sedangkan ruang untuk perkantoran Jurusan terdiri atas 2 lokal, satu lokal untuk ruang
ketua dan sekretaris Jurusan , dan lokal lainnya untuk ruang dosen. Total luas ruangan yang
ada adalah 540 m2. Sedangkan ruang untuk staf administrasi Jurusan menjadi satu dengan
ruang dosen. Berdasarkan luasan ruang sebagaimana tersebut di atas, fasilitas ruang kuliah,
ruang perkantoran dan ruang tenaga administrasi sudah cukup memadai.
2.4.3.2. Manajemen Laboratorium
Sebagaimana fasilitas gedung perkuliahan, dalam rangka untuk meningkatkan efisiensi dan
efektifitas kegiatan praktikum, maka sebagian laboratorium yang digunakan untuk
22
praktikum mahasiswa Jurusan Budidaya hutan tidak semua secara langsung di bawah
kendali Ketua Jurusan, akan tetapi sebagaian berada di bawah langsung Universitas dan
Fakultas. Akan tetapi koordinasi materi praktikum dan pelaksanaan praktikum masih tetap
berada di bawah kendali Ketua Jurusan . Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :
1). Laboratorium yang berada di bawah pengelolaan Jurusan adalah Laboratorium
Silvikultur, Ekologi, perlindungan hutan dan dendrologi
2). Laboratorium yang berada di bawah pengelolaan Fakultas adalah Laboratorium Lab.
THP, Lab. Hutan, Lab Agribisnis dan Kebun Percobaan.
3). Laboratorium yang berada di bawah pengelolaan Universitas adalah Laboratorium
Bioteknologi, Lab. Fisika, Lab. Bahasa dan Laboratorium Komputer dan Lab. Internet
Salah satu kelemahan manajemen laboratorium jurusan budidaya hutan adalah rendahnya
tingkat efisiensi dan produktivitas kinerja laboratorium sebagai pusat sumber pembelajaran
dan penelitian dalam pemecahan bidang kehutanan. Hal ini sebagai akibat dari peralatan
laboratorium yang kurang dan sebagaian besar sudah usang dan banyak yang tidak berfungsi
sebagaimana mestinya. Dengan demikian baik secara langsung maupun tidak langsung akan
berdampak pada terhambatnya layanan praktikum dan penyusunan tugas akhir yang
memanfaatkan laboratorium.
Walaupun dari luas bangunan sudah cukup memadai, akan tetapi yang menjadi persoalan
utama dari laboratorium tersebut adalah terbatasnya efisiensi penggunaan laboratorium.
Akibatnya laboratorium tersebut lebih banyak berfungsi untuk melakukan praktikum dan
kurang layak bila dipergunakan untuk melakukan penelitian, sehingga para mahasiswa
banyak yang melakukan penelitian di lembaga atau instansi yang lain.
2.4.3.3. Manajemen Perpustakaan
Guna menunjang kegiatan akademik para mahasiswa Jurusan Budidaya hutan tersedia
layanan perpustakaan dari perpustakaan pusat dan perpustakaan jurusan. Pengelolaan di
perpustakaan jurusan masih bersifat manual. Sedangkan Perpustakaan Pusat UMM telah
dikelola dengan sistem digital library (digilib), yang terkoneksi dengan beberapa
perpustakaan, baik perustakaan di dalam negeri maupun luar negeri.
Perpustakaan Pusat memiliki koleksi yang terdiri atas 67.246 eksemplar buku, koleksi
majalah dan jurnal sebanyak 234 judul, koran 12 judul, CD installer 228 keping, CD e-book
79 keping, dan kaset 63 keping. Selain perpustakaan pusat, ada juga perpustakaan Program
Pasca Sarjana di Kampus I dan perpustakaan untuk Fakultas Kedokteran dan Akademik
Perawatan di Kampus II.
Jumlah judul buku yang terkait dengan bidang budidaya hutan di perpustakaan pusat UMM
adalah 309 judul buku. Jumlah tersebut masih terlalu rendah untuk mendukung proses
belajar mengajar di jurusan budidaya hutan. Namun demikian kondisi ini belum dapat
mendorong para mahasiswa untuk aktif ke Perpustakaan. Indikasinya dapat dilihat dari
banyaknya transaksi yang dilakukan oleh mahasiswa masih rendah.
2.4.4. Manajemen Data dan Informasi
Proses administrasi pelayanan akademik mahasiswa seperti Kartu Rencana Studi (KRS) dan
Kartu Hasil Studi (KHS) sudah dilakukan dengan menggunakan sistim komputerisasi, tetapi
jumlahnya masih terbatas. Pengisian KRS dilakukan langsung oleh mahasiswa dengan
bimbingan dosen wali di Laboratorium Komputer, sehingga KRS dapat langsung
23
diterimakan saat itu juga. Karena jumlah komputer yang terbatas maka pengisian KRS ini
dibuat terjadwal yang diatur oleh Biro Administrasi Akademik. Nilai ujian yang diisikan
oleh dosen juga telah menggunakan form scanner, sehingga proses penerbitan Kartu Hasil
Studi dapat dilakukan tepat pada waktunya.
Akan tetapi mahasiswa belum bisa mendapatkan data dan informasi akademik secara
mandiri. Belum ada komputer yang dapat dipergunakan oleh mahasiswa untuk mengetahui
kegiatan akademiknya. Berdasarkan data kuisioner yang dilakukan oleh Jurusan, layanan
administrasi menurut persepsi mahasiswa termasuk kategori tidak puas. Guna memperbaiki
manajemen data dan pelayanan informasi kepada mahasiswa, sistim informasi manajemen
berbasis komputer yang on-line dengan sistim manajemen administrasi akademik (MAA)
melalui jaringan intranet perlu ditingkatkan
2.5. Indikator Kinerja Jurusan
2.5.1 Indikator Kinerja Utama
a. Indikator Masukan (Input Indicators)
Rangkuman indikator kinerja utama beserta nilai awal yang dijadikan dasar untuk
menemukan gejala/fenomena yang terjadi di Jurusan Budidaya hutan UMM adalah
seperti Tabel 2.1.
b. Indikator Proses dan Keluaran (Process & Output Indicators)
Rangkuman indikator proses dan keluaran beserta nilai awal yang dijadikan dasar
untuk menemukan gejala/fenomena yang terjadi di Jurusan Budidaya hutan UMM
adalah seperti Tabel 2.2.
c. Indikator Dampak (Outcome Indicators)
Rangkuman indikator dampak beserta nilai awal yang dijadikan dasar untuk
menemukan gejala/fenomena yang terjadi di Jurusan Budidaya hutan UMM adalah
seperti Tabel 2.3.
2.5.2. Indikator Kinerja Pendukung
Rangkuman indikator kinerja pendukung beserta nilai awal yang dijadikan dasar untuk
menemukan gejala/fenomena yang terjadi di Jurusan Budidaya hutan UMM adalah seperti
Tabel 2.4.
2.6. Permasalahan Yang Terindentifikasi
Beberapa gejala/fenomena masalah yang ada di Jurusan Budidaya hutan UMM ditentukan
akar permasalahan, diidentifikasi, dan dikelompokkan menurut isu strategis L-RAISE
(Leadership, Relevance, Academic Atmosphere, Internal Management and Organization,
Sustainability, Efficiency and Productivity). Hasil analisis ini dapat dilihat di Tabel 2.5.
2.7. Penyelesaian Alternatif
Selanjutnya dari identifikasi masalah yang telah diidentifikasikan sebagaimana dirangkum
Tabel 2.5 kemudian dicari alternatif penyelesaian masalahnya. Penyelesaian alternatif yang
diusulkan untuk menyelesaikan permasalahan adalah seperti Tabel 2.6. Alternatif
penyelesaian masalah selengkapnya beserta aktifitasnya dapat dilihat pada Tabel 2.6.
2.8. Data Pendukung
Data pendukung untuk Laporan Evaluasi Diri ini dapat dilihat pada lembar Lampiran.
Tabel 2.1. Indikator Kinerja Utama
No.
Indikator Kinerja Utama
Awal
Satuan
Sumber Data
Metode Pengumpulan
Data
Metode Analisis Data
1.
Rata-rata nilai ujian seleksi
penerimaan mahasiswa baru
(UMPTM)
48,83
-
UPT PMB UMM
Rekapitulasi data tercatat
5 tahun terakhir
Jumlah skor semua mahasiswa yang
diterima dibagi dengan jumlah
mahasiswa yang diterima.
2.
Rata-rata nilai mata
pelajaran Ujian Akhir
Nasional
5,44
-
Biro Administrasi
Akademik
Rekapitulasi data tercatat
5 tahun terakhir.
Jumlah NUN seluruh calon mahasiswa
dibagi dengan jumlah seluruh
mahasiswa.
3.
Tingkat ketetatan seleksi
69,98
%
UPT PMB UMM
Rekapitulasi data tercatat
5 tahun terakhir
Jumlah mahasiswa yang diterima
dibanding dengan jumlah seluruh
pendaftar, dikalikan 100%.
Tabel 2.2. Indikator Proses dan Keluaran
No.
Indikator Kinerja Proses
dan Keluaran
Awal
Satuan
Sumber Data
Metode Pengumpulan
Data
Metode Analisis Data
1.
Lama studi
5,1
Tahun
Jurusan, Sistem
Manajemen Adm.
Akademik
Rekapitulasi data
tercatat 5 tahun
terakhir.
Jumlah masa studi semua mahasiswa
yang lulus dibagi dengan jum-lah
seluruh mahasiswa yang lulus.
2.
IPK lulusan
2,45
-
Jurusan, Sistem
Manajemen Adm.
Akademik
Rekapitulasi data
tercatat 5 tahun
terakhir.
Jumlah IPK mahasiswa yang lulus
dibagi dengan jumlah seluruh
mahasiswa yang lulus.
3.
Kemampuan bahasa inggris
lulusan, nilai TOEFL > 450
0
%
LC UMM
Rekapitulasi data
tercatat 5 tahun
terakhir.
Jumlah mahasiswa dengan nilai TOEFL
> 450, dibagi dengan jumlah seluruh
mahasiswa semester akhir, dikalikan
100 %.
Tabel 2.3. Indikator Dampak
No.
Indikator Kinerja Dampak
1.
Waktu tunggu untuk
mendapatkan pekerjaan
pertama
2.
Gaji pertama yang diterima
Awal
Satuan
Sumber
Data
22,56
Bulan
Alumni
-
Rp/bulan
Alumni
Metode
Metode Analisis Data
Pengumpulan
Data
Tracer study Jumlah masa tunggu semua mahasiswa yang lulus
dibagi dengan jumlah mahasiswa yang lulus setiap
tahun
Tracer study
Jumlah gaji pertama yang diterima oleh semua
lulusan yang sudah bekerja dibagi dengan jumlah
lulusan yang bekerja
Tabel 2.4. Indikator Kinerja Pendukung
No.
Indikator Kinerja Pendukung
1.
Tingkat komplin mahasiswa
2
Rata-rata masa penulisan skripsi
3.
Pemberian feed back kepada
mahasiswa
4.
Rata-rata kelulusan mata kuliah
mahasiswa
Awal
Satuan
Sumber
Data
Metode Pengumpulan
Data
20
Metode Analisis Data
%
Mahasiswa
Rekapitulasi data tercatat
di Jurusan
Jumlah mahasiswa yang komplin dibagi
dengan jumlah mahasiswa secara keseluruhan
11,07
Bulan
Mahasiswa
Rekapitulasi data tercatat
5 tahun terakhir.
Jumlah lama penulisan skripsi semua
mahasiswa yang lulus dibagi dengan jumlah
mahasiswa yang lulus pada setiap tahun.
20
%
Dosen dan
Mahasiswa
Wawancara dengan
dosen dan kuisioner pada
mahasiswa secara
random dengan jumlah
sampel 20% mahasiswa
aktif.
Jumlah dosen yang memberikan feed-back
kepada mahasiswa dibagi dengan jumlah
semua dosen yang terlibat dalam proses
pembelajaran.
75,21
%
Tata Usaha
Jurusan/Fak.
Rekapitulasi data tercatat
1 tahun terakhir.
Jumlah mahasiswa yang mendapat nilai mata
kuliah > C dibagi dengan jumlah maha-siswa
yang mengikuti mata kuliah tersebut, dikalikan
100 %.
No.
Indikator Kinerja Pendukung
Awal
Satuan
Sumber
Data
Metode Pengumpulan
Data
Metode Analisis Data
5.
Rata-rata mahasiswa mengulang
mata kuliah
17
%
Tata Usaha
Jurusan/BAA
Rekapitulasi data tercatat 1
tahun terakhir.
Jumlah mahasiswa yang mengulang suatu
mata kuliah dibagi dengan jumlah seluruh
mahasiswa yang mengambil mata kuliah
tersebut.
6.
Perkuliahan dengan hand out
kuliah berbahasa Inggris
0
%
Tata Usaha
Jurusan/Fak.
Rekapitulasi data tercatat 4
tahun terakhir.
Jumlah mata kuliah yang menggunakan
pengantar bahasa Inggris per tahun.
7.
Publikasi ilmiah tingkat nasional
0
(judul/
dosen/
th)
Tata Usaha
Jurusan/Fak.
Rekapitulasi data tercatat 5
tahun terakhir.
Jumlah publikasi ilmiah tingkat
nasional/terakreditasi oleh dosen per tahun
8.
Tingkat kehadiran dosen di kelas
80,36
%
Tata Usaha
Jurusan
Rekapitulasi data tercatat 5
tahun terakhir.
Jumlah lama penulisan skripsi semua
mahasiswa yang lulus dibagi dengan jumlah
mahasiswa yang lulus pada setiap tahun.
9.
Jumlah pelibatan mahasiswa
dalam penelitian dosen
0
(∑ mhs/
dosen/
th)
10.
Relevansi pekerjaan lulusan
36
%
Alumni
Tracer studi terhadap 35%
lulusan Budidaya hutan
Jumlah lulusan yang bekerja sesuai bidang
Budidaya hutan dibagi dengan semua lulusan
yang telah bekerja
11.
Jumlah diktat/buku ajar terhadap
jumlah mata kuliah)
24
%
Tata Usaha
Jurusan
Rekapitulasi data tercatat 5
tahun terakhir.
Jumlah mata kuliah yang telah memiliki
diktat/buku ajar dibagi dengan jumlah semua
mata kuliah, dikalikan 100 %.
12.
Jumlah transaksi koleksi pustaka
35
(buku/
bulan)
Perpustakaan
Rekapitulasi data tercatat 1
tahun terakhir.
Jumlah mahasiswa yang berkunjung ke
perpustakaan dalam tahun terakhir dibagi dengan
jumlah hari kerja perpustakaan.
13.
Jumlah penelitian dosen
0,63
(judul/
dosen/
th)
Tata Usaha
Fakultas dan
Lemlit UMM
Rekapitulasi data tercatat 5
tahun terakhir.
Jumlah judul penelitian yang dilakukan oleh
dosen setiap tahun, baik yang bersumber dana
dari universitas / yg lain.
No.
Indikator Kinerja Pendukung
Awal
Satuan
Sumber
Data
Metode Pengumpulan
Data
Metode Analisis Data
14.
Jumlah penelitian hibah DIKTI
0
(judul/
dosen/
th)
TU Jurusan
Lemlit
Rekapitulasi data tercatat 1
tahun terakhir
Jumlah judul penelitian per tahun
15.
Jumlah pengabdian kerjasama
1
(judul/
th)
TU Jurusan
LPM
Rekapitulasi data tercatat 1
tahun terakhir
Jumlah pengabdian per tahun
16.
Tingkat kepuasan layanan
administrasi
53,94
%
Mahasiswa
melalui
kuisioner
Random sampling,
minimum 60% mahasiswa
aktif
Jumlah responden yang memberikan
penilaian baik dibagi jumlah responden,
dikalikan 100%.
17.
Tingkat kepuasan layanan
akademik
64.64
%
Mahasiswa
melalui
kuisioner
Random sampling,
minimum 20% mahasiswa
lulus (yudisium)
Jumlah responden yang memberikan
penilaian baik dibagi jumlah responden,
dikalikan 100%.
18.
Mahasiswa DO
11,44
%
Tata Usaha
Jurusan dan
BAA
Rekapitulasi data tercatat 5
tahun terakhir.
Jumlah mahasiswa putus kuliah/DO dibagi
dengan jumlah semua mahasiswa/tahun.
Tabel 2.5. Gejala/Fenomena Masalah dan Akar Permasalahan yang berhasil
diidentifikasi dan Isu-isu strategis
Gejala/fenomena Permasalahan
No
1
1.
2
1.
2.
3.
4.
1.
2.
3
1.
2
3
Keterangan
2
Evaluasi dosen
terhadap mahasiswa
belum baku dan
transparan
Belum tertipnya
pendataan di jurusan
Hal
3
17
Penyelesaian masa
studi mahasiswa
masih lama
Penyelesaian tugas
akhir mahasiswa
masih lama
IPK lulusan relatif
masih rendah
Kompetensi
kurikulum masih
rendah
14
Jumlah penelitian
dosen rendah dan
belum mampu
bersaing untuk
mendapatkan
pendanaan dari luar
institusi
Kualitas penelitian
dosen rendah
Publikasi dosen di
jurnal terakreditasi
masih rendah
Masa tunggu alumni
dalam memperoleh
pekerjaan cukup lama
Sulitnya alumni
untuk memperoleh
pekerjaan
Bidang pekerjaan
alumni yang kurang
sesuai
17
17
14
14
16
17
Akar
Permasalahan
4
- Belum adanya
baku
administrasi di
tingkat jurusan,
mekanisme dan
deskripsi kerja
belum jelas,
pendataan
aktivitas
mahasiswa
kurang baik.
- Mutu layanan
akademik
rendah
- Interaksi dosen
dan mahasiswa
masih rendah
- Kurang
selarasnya
kurikulum
dengan
kebutuhan
stakeholders
Isue-isue Strategis
L
5
R
6
A
7
I
8
xxx
x
xx
xx
xx
xx
xx
x
xxx
xx
x
xx
xxx
xx
xx
x
xxx
xx
xx
x
xxx
xxx
xx
x
xxx
xx
x
xxx
xx
x
xxx
xx
xx
x
xxx
xx
x
x
xxx
x
xx
x
Ketrampilan dan
wawasan
penelitian dosen
rendah
17
14
14
14
Skill
(ketrampilan)
mahasiswa masih
rendah
S
9
E
10
1
2
3
Sistem layanan
administrasi masih
rendah
Manajemen
pengolahan database
masih rendah
Banyaknya keluhan
tentang layanan
administrasi
16
16
xx
- Skill
(ketrampilan)
karyawan
masih kurang
x
xx
xx
xxx
x
x
xxx
x
xx
xxx
x
- Sistem layanan
16
administrasi
rendah
x
Tabel 2.6. Penyelesaian Alternatif dari Akar Permasalahan yang Berhasil
Diidentifikasi dan Isu-isu Strategis
Isu-isu strategis
1
L. Leadership
Akar Permasalahan
2
L1. Belum adanya baku
administrasi di tingkat
jurusan, mekanisme dan
deskripsi kerja belum jelas,
pendataan aktivitas
mahasiswa kurang baik.-
R. Relevansi
R1. Kurang selarasnya
kurikulum yang ada dengan
kebutuhan stakeholders.
A1. Mutu layanan akademik
rendah
A. Academic atmosphere
A2. Ketrampilan dan wawasan
penelitian dosen rendah
A3. Skill (ketrampilan)
mahasiswa masih rendah
A4. Rendahnya interaksi dosen
dan mahasiswa
I. Internal management/
Organization
S. Sustainability
E. Efficiency and
productivity
I.1. Sistem layanan administrasi
rendah
I.2. Skill (ketrampilan)
karyawan kurang
E.1. Mutu pembelajaran yang
rendah
E.2. Rendahnya fasilitas
pembelajaran
Penyelesaian alternatif
3
1. Mengembangkan sistem
organisasi dengan deskripsi
kerja yang jelas dan tegas.
2. Meningkatkan kemampuan
organisasi bagi pejabat
pengelola jurusan dan unitnya
3. Meningkatkan kemampuan
dan ketrampilan tenaga
administrasi jurusan dan
unitnya.
4. Membangun budaya tertib
administrasi
Meningkatkan materi
pembelajaran yang konstruktif
1. Memperbaiki media dan mutu
pembelajaran
2. Memperbaiki mutu praktikum
Meningkatkan skill penelitian
dosen
Meningkatkan skill mahasiswa
Meningkatkan interaksi dosen dan
mahasiswa melalui diskusi dan
seminar ilmiah
1. Memperbaiki layanan
administrasi
2. Meningkatkan skill karyawan
1. Memperbaiki inovasi
pembelajaran.
2. Meningkatkan sumber belajar
dan dukungan pembelajaran
Tabel 2.7. Aktivitas yang diusulkan berdasarkan Isu Strategis, Akar Permasalahan dan Penyelesaian Alternatif
Isu-isu
Strategis
Akar
Permasalahan
1
L. Leadership
2
L.1. Belum adanya baku
administrasi di
tingkat jurusan,
mekanisme dan
deskripsi kerja
belum jelas,
pendataan aktivitas
mahasiswa kurang
baik
R. Relevansi
R.1 Kurang selarasnya
kurikulum yang ada
dengan kebutuhan
stakeholders.
A. Academic
atmosphere
A1. Mutu layanan
akademik rendah
A2. Ketrampilan dan
wawasan penelitian
dosen rendah
A3. Skill (ketrampilan)
mahasiswa masih
rendah
Penyelesaian
Alternatif
Aktivitas
yang
diusulkan
Sumberdaya yang
dibutuhkan
PHK
Institusi
6
xx
3
- Mengembangkan sistem
organisasi dan deskripsi
kerja yang jelas dan tegas
- Meningkatkan kemampuan
organisasi bagi pejabat
pengelola jurusan dan
unitnya
- Meningkatkan kemampuan
dan keterampilan tenaga
administrasi jurusan dan
unitnya
- Membangun budaya tertib
administrasi
Meningkatkan materi
pembelajaran yang
konstruktif
4
Mengembangkan mekanisme kerja
dan kualitas organisasi
5
xx
Meningkatkan kualitas Kurikulum
xx
- Memperbaiki media dan
mutu pembelajaran
- memperbaiki mutu
praktikum
Meningkatkan skill penelitian
dosen
Meningkatkan mutu layanan
akademik
xx
Meningkatkan mutu penelitian dan
penulisan karya ilmiah dosen
xx
Meningkatkan skill
mahasiswa
Meningkatkan kemampuan
kewirausahaan mahasiswa
xx
Tidak
Butuh
Sumbe
Lain
rdaya
nya
7
8
A4. Rendahnya interaksi
dosen dan
mahasiswa
I. Internal
I.1. Skill (ketrampilan)
management/
karyawan kurang
Organization I.2. Sistem layanan
administrasi rendah
S. Sustainability
E. Efficiency
E.1. Mutu pembelajaran
and
yang rendah
productivity E.2. Fasilitas
pembelajaran yang
masih kurang
Meningkatkan interaksi dosen
dan mahasiswa melalui
diskusi dan seminar ilmiah
- Memperbaiki layanan
administrasi
- Meningkatkan skill
karyawan
- Memperbaiki inovasi
pembelajaran
- Meningkatkan sumber
belajar dan dukungan
pembelajaran
Meningkatkan interaksi dosen dan
mahasiswa
xx
Meningkatkan layanan administrasi
xx
Meningkatkan inovasi pembelajaran
xx
Download