studi tentang kemampuan berkomunikasi guru dalam meningkatkan

advertisement
eJournal lmu Komunikasi, 2013, 1 (1): 290-300
ISSN 0000-0000, ejournal.ik.fisip-unmul.org
© Copyright 2013
STUDI TENTANG KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI
GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
SISWA PADA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
DI SDN 017 KOTA SAMARINDA
Haditiya Saputra1
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, mengetahui, mendeskripsikandan
menjelaskan bagaimana kemampuan berkomunikasi guru dalam meningkatkan
motivasi belajar siswa di SDN 017 Kota Samarinda, Adapun yang menjadi Fokus
penelitian yang digunakan adalah empat unsur pokok kemampuan berkomunikasi
guru dalam kegiatan belajar mengajar, yakni: Kemampuan guru mengembangkan
sikap positif dalam kegiatan pembelajaran, Kemampuan guru untuk bersikap
luwes dan terbuka dalam kegiatan pembelajaran, Kemampuan guru untuk tampil
secara bergairah dan bersungguh-sungguh dalam kegiatan pembelajaran.
Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode penelitian
yang berusaha menggambarakan atau menjabarkan obyek yang diteliti
berdasarkan fakta yang ada dilapangan. Dengan menggunakan informan sebagai
sumber data, data-data yang disajikan menggunakan data primer dan sekunder
melalui wawancara, dokumen SDN 017 Kota Samarinda, buku-buku dan internet,
kemudian tekhnik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis
data kualitatif model interaktif dari matthew B. miles dan A. micael huberman.
Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan guru dalam
mengmbangkan sikap positif dalam kegiatan pembelajaran masih terdapat guru
yang kurang peka untuk memberikan penghargaan yang tepat atas keberhasilan
yang dilakukan oleh siswa dan masih ada guru yang dianggap bersikap seolah
membeda-bedakan siswa dengan siswa yang lain, sedangkan kemampuan guru
untuk bersikap luwes dan terbuka dalam kegiatan pembelajaran, kemampuan guru
untuk tampil bergairah dan bersungguh-sungguh dalam kegiatan pembelajaran,
dan kemampuan guru untuk mengelola interaksi dalam kegiatan pembelajaran
sudah terbilang baik sehingga secara tidak langsung telah mampu untuk menjadi
daya pendorng bagi siswa untuk mengikuti pelajaran.
Kata Kunci : Kemampuan, Berkomunikasi, Guru, Motivasi, Belajar, Siswa
1
Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas
Mulawarman. Email: [email protected]
Studi Tentang Kemampuan Berkomunikasi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Haditiya Saputra)
Pendahuluan
Dalam Undang-undang No.20 Pasal 1 Tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Berdasarkan pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar
merupakan kegiatan inti dalam pendidikan, belajar mengajar merupakan rangkaian
kegiatan jiwa raga anak didik untuk menuju perkembangan pribadi seutuhnya
melalui penguasaan ilmu pengetahuan atas bimbingan dan arahan pendidik, dalam
hal ini anak didik akan berhasil dalam belajar apabila dalam dirinya ada keinginan
untuk belajar, keinginan atau dorongan inilah yang disebut motivasi. Motivasi
belajar adalah daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan
belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang
dikehendaki oleh subyek belajar dapat tercapai (Sardiman, 2011: 75).Proses belajar
mengajar merupakan interaksi antara pendidik dengan terdidik atau antara guru
dengan siswa, interaksi pembelajaran atau pengajaran hampir seluruhnya
menggunakan media bahasa, entah bahasa lisan, tulis ataupun gerak dan isyarat.
Dengan kata lain, tidak ada perilaku pendidikan yang tidak dilahirkan oleh
komunikasi, Kemampuan guru berkomunikasi dalam kegiatan belajar mengajar
yaitu kemampuan guru dalam menciptakan iklim komunikatif antara guru dengan
siswa dalam kegiatan pembelajaran (Karti soeharto, 1995: 22).Dengan iklim
komunikatif yang baik antara guru dengan siswa, siswa dengan guru, dan siswa
dengan siswa merupakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses
belajar mengajar yang efektif, karena setiap personal diberi kesempatan untuk ikut
serta dalam kegiatan di dalam kelas sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Sehingga timbul situasi sosial dan emosional yang menyenangkan pada tiap
personal, baik guru maupun siswa dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab
masing-masing, Dengan situasi dan kondisi yang tercipta dengan baik dalam
proses pembelajaran siswa akan mendapatkan suatu kegiatan yang menyenangkan
dan bukan merupakan suatu keterpaksaan dalam mengikuti pelajaran yang sedang
diajarkan, dan secara tidak langsung menjadi daya pendorng bagi siswa untuk
mengikuti pelajaran. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 017 yang
terletak di Jalan Abdul Wahab Syahrani, Kelurahan Gunung Kelua, kecamatan
Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Sekolah ini dikepalai oleh Bapak H. Elmi Mugni,
S.Pd., M.Psi, untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar sekolah ini memiliki
32 orang pegawai dengan rincian 29 orang guru, 1 orang pustakawan, 1 orang
pelayan sekolah dan 1 orang satpam dan ditunjang 9 ruang kelas sebagai sarana
belajar mengajar.
291
Studi Tentang Kemampuan Berkomunikasi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Haditiya Saputra)
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas maka peneliti
merumuskan masalah yaitu “Bagaimana kemampuan berkomunikasi guru SDN
017 Samarinda dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada kegiatan belajar
mengajar”.
Tujuan Penelitian
Mengkaji, menggambarkan dan menjelaskan bagaimana kemampuan
berkomunikasi guru SDN 017 Samarinda dalam meningkatkan motivasi belajar
siswa pada kegiatan belajar mengajar.
Manfaat Penelitian
1. Segi Teoritis diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan
sumbangan pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan pada
umumnya dan pada ilmu komunikasi pada khususnya.
2. Segi praktis diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan
manfaat bagi seluruh pihak yakni pihak sekolah dan para gurusebagai
bahan informasi dan evaluasi, serta dapat menambah wawasan dan
pengetahuan yang berkaitan dengan Studi Tentang Kemampuan
Berkomunikasi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada
Kegiatan Belajar Mengajar di SDN 017 Samarinda.
Tinjauan Teori
Pengertian Kemampuan
Di dalam kamus bahasa Indonesia, kemampuan berasal dari kata
“mampu” yang berarti kuasa (bisa, sanggup, melakukan sesuatu, dapat, berada,
kaya, mempunyai harta berlebihan). Kemampuan adalah suatu kesanggupan dalam
melakukan sesuatu. Seseorang dikatakan mampu apabila ia bisa melakukan
sesuatu yang harus ia lakukan.
Pengertian Komunikasi
Ada banyak pengertian komunikasi menurut para ahli tetapi dalam
penelitian ini peneliti mengambil diantaranya sebagai berikut. Komunikasi adalah
suatu proses dimana individu (komunikator) menyampaikan pesan (biasanya
verbal) untuk mengubah perilaku individu lain (audiens). (Hovland, Janis &
Kelly.1953). Sedangkan menurut Emery, Ault & Age,1963, dalam buku Filsafat
Ilmu Komunikasi yang ditulis Elvinaro & Bambang Q-aness, M.Ag (2007:19)
292
Studi Tentang Kemampuan Berkomunikasi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Haditiya Saputra)
Komunikasi diantara manusia adalah seni menyampaikan informasi, ide dan
tingkah laku dari orang satu ke orang lain. Intinya, komunikasi mempunyai pusat
perhatian dalam situasi perilaku dimana sumber menyampaikan pesan kepada
penerima secara sadar untuk mempengaruhi perilaku (Miller,1996).
Komunikasi dan Pendidikan
Ditinjau dari prosesnya, pendidikan adalah komunikasi dalam arti bahwa
dalam proses tersebut terlibat dua komponen yang terdiri atas manusia, yakni
pengajar sebagai komunikator dan pelajar sebagai komunikan. Tujuan pendidikan
adalah khas atau khusus yaitu meningkatkan pengetahuan seseorang mengenai
suatu hal sehingga dapat dikuasai dan tujuan pendidikan itu akan tercapai jika
prosesnya komunikatif karena jika prosesnya tidak komunikatif maka tujuan
pendidikan tidak dapat tercapai.
Pengertian Motivasi
Menurut Sardiman (2005: 73), motivasi adalah daya penggerak di dalam
diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan
belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu
tercapai.Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (2004:64-65), apa saja yang
diperbuat manusia, yang penting maupun kurang penting, yang berbahaya maupun
yang tidak mengandung resiko, selalu ada motivasinya. Ini berarti, apa pun
tindakan yang dilakukan seseorang selalu ada motif tertentu sebagai dorongan ia
melakukan tindakannya itu. Jadi, setiap kegiatan yang dilakukan individu selalu
ada motivasinya.
Pengertian Belajar
Biggs mendefinisikan belajar dalam tiga macam rumusan, yaitu rumusan
kuntitatif, institusional, dan kualitatatif.
1. Secara Kuantitatif (ditinjau dari segi jumlah), belajar berarti kegiatan
pengisian atau perkembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyakbanyaknya. Dalam hal ini belajar dipandang dari sudut banyaknya materi
yang dikuasai siswa.
2. Secara Institusional (tinjauan Kelembagaan), belajar dipandang sebagai
proses validasi atau pengabsahan terhadap penguasaan siswa atas materimateri yang telah dipelajari. Bukti institusional yang menunjukkan siswa
telah belajar dapat diketahui seusai proses mengajar. Ukurannya, semakin
baik mutu guru mengajar akan semakin baik pula mutu perolehan siswa
yang kemudian dinyatakan dalam bentuk skor.
293
Studi Tentang Kemampuan Berkomunikasi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Haditiya Saputra)
3. Secara kualitatif (tinjauan mutu) ialah proses memproleh arti-arti dan
pemahaman-pemahaman serta cara-cara menafsirkan dunia disekeliling
siswa. Belajar dalam pengertian ini difokuskan pada tercapainya daya pikir
dan tindakan yang berkualitas untuk memecahkan masalah-masalah yang
kini dan nanti dihadapi siswa.
Dari pengertian diatas dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan
belajar adalah suatu proses usaha yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan
lingkungan yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan tingkah
laku secara keseluruhan, dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilandan nilai
sikap yang baru berkat pengalaman dan latihan.
Definisi Konsepsional
Definisi konsepsional merupakan pembatas pengertian tentang suatu konsep yang
merupakan unsur pokok dari suatu penelitian. Sehubungan dengan itu maka
penulis akan merumuskan konsep yang berhubungan dengan variabel yang
dimaksud. Dari konsep yang telah penulis paparkan diatas, maka Studi tentang
kemampuan berkomunikasi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada
kegiatan belajar mengajar merupakan kemampuan guru dalam menciptakan ikim
komunikatif antara guru dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran dimana guru
memberikan informasi, gagasan, ide, pikiran, dan perasaan, kepada siswa dengan
maksud agar siswa berpartisipasi aktif untuk mengikuti pelajaran dan secara tidak
langsung menjadi daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan
belajar sehingga tujuan dalam kegiatan belajar dapat tercapai, dilhat dari empat
unsur pokok kemampuan berkomunikasi guru dalam kegiatan belajar mengajar,
yakni: Kemampuan guru mengembangkan sikap positif dalam kegiatan
pembelajaran, kemampuan guru untuk bersikap luwes dan terbuka dalam kegiatan
pembelajaran, kemampuan guru untuk tampil secara bergairah dan bersungguhsungguh dalam kegiatan pembelajaran, dan kemampuan guru untuk mengelola
interaksi dalam kegiatan pembelajaran.
Metode Penelitian
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenispenelitian
deskriptif kualitatif yaitupenelitian yang berusaha menggambarkan atau
melukiskan obyek yang diteliti berdasarkan fakta yang ada di lapangan
(Kriyantono, 2006:69).
294
Studi Tentang Kemampuan Berkomunikasi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Haditiya Saputra)
Lokasi Penelitian
Pengumpulan data lapangan dalam penelitian ini akan dilakukan di
Sekolah Dasar Negeri 017,Jalan Abdul Wahab Syahrani Kelurahan Gunung Kelua,
Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda.
Teknik Pengumpulan Data
1. Data Primer
Penulis menggunakan metode penelitian lapangan untuk mendukung penulisan
skripsi dengan cara menggunakan metode wawancara dan observasi.
Wawancaramengajukan sejumlah pertanyaan kepada informan yang akan
dijawab dalam bentuk tulisan sesuai dengan pertanyaan.Observasi,
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan
langsung terhadap objek penelitian
2. Data Sekunder
Penulis menggunakan data kepustakaan untuk mendukung penulisan skripsi
dengan cara membaca literature-literatur yang berhubungan dengan penelitian.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis data kualitatif
model interaktif sebagai teknik analisis data, berdasarkan pendapat Mathew B.
Miles dan A. Michael Huberman (1992:20).
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Awal mula berdiri pada tahun 1978, SD Negeri 017 bernama SD Negeri
030, Pada saat itu fasilitas yang digunakan sebagai sarana dan prasarana kegiatan
belajar mengajar sangat tidak memadai, dimana hanya ditunjang 3 ruang belajar
yang terbuat dari kayudan guru yang mengajar hanya beberapa orang saja. Pada
tahun 2000 SD Negeri 030 berganti nama menjadi SD Negeri 017 Pada tahun 2000
dilakukan pembangun gedung baru oleh pemerintah kota samarinda dengan
struktur beton bertulang dengan kapasitas 9 ruang belajar beserta perpustakaan,
Sekolah Dasar Negeri 017 terletak di jalan Abdul Wahab Syahrani. Kelurahan
Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. SDN 017merupakan
SD Inti dari Gugus VII Samarinda Ulu yang menaungi 6 SD Imbas, yaitu: SD
Negeri 033, SD Negeri 023, SD Negeri 025, Madrasah Ibtidaiyah, SD Islam
Terpadu Cordova, dan SD Islam Fastabiqul Khairaat.
295
Studi Tentang Kemampuan Berkomunikasi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Haditiya Saputra)
Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Kemampuan berkomunikasi guru dalam meningkatkan motivasi belajar
siswa pada kegiatan belajar mengajar, yang merupakan kecakapan yang dimiliki
seorang guru untuk menciptakan iklim komunikatif dalam kegiatan belajar
mengajar, artinya komunikasi yang diterapkan guru kepada siswa bukan hanya
komunikasi dari pengirim kepada penerima pesan yakni siwa, melainkan
terjalinnya komunikasi timbal balik antara guru kesiswa, siswa keguru,dengan
kondisi tersebut memungkinkan berlangsungnya proses belajar mengajar yang
efektif, karena setiap personal diberi kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan
di dalam kelas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sehingga timbul situasi
sosial dan emosional yang menyenangkan pada tiap personal, baik guru maupun
siswa dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing dan secara
tidak langsung meningkatkan motivasi belajar siswa belajar pada kegiatan belajar
mengajar.
Kemampuan guru dalam mengembangkan sikap positif merupakan suatu
perbuatan yang bertujuan penguatan (reinforcement) bagi siswa, dalam hal ini
adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun non verbal, yang
merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa,
yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si
penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga
merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan
kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Penguatan mempunyai
pengaruh terhadap proses belajar siswa dan bertujuan sebagai berikut,
meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran, merangsang, meningkatkan
motivasi belajar,dan membina tingkah laku siswa. Pemberian penghargaan yang
tepat atas keberhailan sisawa merupakan salah satu kemampuan guru dalam
mengembangkan sikap positif sudah berjalan cukup baik walaupun kadang-kadang
guru tidak selalu peka untu memberikan penghargaan secara seharusnya bagi siswa
atas keberhasilan yang dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Dengan cermatnya
seorang guru dalam memberikan penghargaan atas keberhasilan yang diraih siswa
merupakan suatu rangsangan yang diberikan oleh guru dengan tujuan siswa lebih
termotivasi lagi untuk mengikuti pelajaran yang sedang diajarkan, karena
kebutuhan peserta didik akan penghargaan saat kegiatan belajar mengajar dapat
terpenuhi, seperti yang dikemukakan Desmita dalam Psikologi perkembangan
peserta didik (2009: 67-72), bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan akan
penghargaan dimana terlihat dari kecendrungan peserta didik untuk diakui dan
diperlukan sesuai orang yang berharga diri. Mereka ingin memiliki sesuatu, ingin
dikenal dan ingin diakui keberadaannya ditengah orang-orang lain.
Kesediaan guru dalam bersikap luwes dan terbuka dalam kegiatan
pembelajaran sangat dibutuhkan agar terjalinnya komunikasi yang baik antara guru
dengan siswa. Dengankemampuan guru untuk menunjukkan sikap terbuka
296
Studi Tentang Kemampuan Berkomunikasi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Haditiya Saputra)
terhadap pendapat siswa, dimana guru menunjukkan sikap responsif, ramah, penuh
pengertian dan sabar, maka akan memudahkan siswa dalam menyampaikan
pendapat atau pertanyaan yang ingin disampikannya dan dapat memperlancar arus
komunikasi antara guru dengan siswa dalam proses belajar mengajar, menciptakan
hubungan yang baik antara keduanya dan memenuhi kebutuhan akan rasa bebas
pada diri siswa untuk mengungkapkan apa yang terasa dalam hatinya karena
apabila siswa tidak memiliki kebebasan melakukan apa yang diinginkannya, akan
mengalami prustasi, merasa tertekan, dan sebagainya.
Pertanyaan dan pendapat yang dikemukakan oleh siswa merupakan sesuatu
hal yang perlu segera ditanggapi oleh guru karena menunjukkan perhatian siswa
terhadap pelajaran. Dari pertanyaan dan pendapat siswa yang ia kemukakan dapat
diketahui mengenai hal-hal yang menjadipermasalahan siswa dalam kegiatan
belajar mengajar. Dalam hal ini guru harus bisa sedapat mungkin mendorong siswa
untuk berani bertanya dan berpendapat pada kegiatan belajar mengajar.
Kemampuan mengajar guru yang sesuai dengan tuntutan standar tugas
yang diemban memberikan efek positif bagi hasil yang ingin dicapai seperti
perubahan hasil akademik siswa, sikap siswa, keterampilan siswa, dan perubahan
pola kerja guru yang makin meningkat, sebaliknya jika kemampuan mengajar yang
dimiliki guru sangat sedikit akan berakibat bukan saja menurunkan prestasi belajar
siswa tetapi juga menurunkan tingkat kinerja guru itu sendiri. Untuk itu
kemampuan mengajar guru menjadi sangat penting dan menjadi keharusan bagi
guru untuk dimiliki dalam menjalankan tugas dan fungsinya, tanpa kemampuan
mengajar yang baik sangat tidak mungkin guru mampu melakukan inovasi atau
kreasi dari materi yang ada dalam kurikulum yang pada gilirannya memberikan
rasa bosan bagi guru maupun siswa untuk menjalankan tugas dan fungsi masingmasing, Sardiman A.M. menjelaskan, tugas dan tanggung jawab guru adalah
sangat luas, tetapi tugas mengajar didepan kelas merupakan salah satu tugas yang
sangat penting. Demikian pentingnya sehingga berhasil tidaknya seorang guru
sering diukur dari aspek ini saja. Guru akan dikatakan pandai kalau dapat mengajar
dimuka kelas dengan baik, (Microteaching, 2001:180).
Suatu kondisi kelas yang kondusip merupakan persyaratan utama untuk
terjadinya proses pembelajaran yang efektif oleh karena itu guru perlu menangani
aktivitas siswa yang mengganggu. Gurulah yang memegang kendali agar kelas
senantiasa tetap tenang dan dalam kondisi terfokus saat pembelajaran, setiap siswa
selalu mencari celah kelonggaran dari seorang guru agar ia dapat bermain dan
bebas berbuat sekehendak hatinya,kekuatan guru bukan pada posisi penguasa kelas
tetapi pada kecakapan, serta kemampuan keilmuan seorang guru untuk untuk
menciptakan suasana kondusif saat kegiatan pembelajaran, guru tidak lagi
menggunakan kemampuan memarahi siswa untuk menjaga wibawa, karena tidak
semua siswa memiliki kultur dimarahi oleh orang tuanya dirumah, sehingga jika
ada guru marah dia akan kecewa, dan tidak bisa mengikuti pelajaran secara efektif.
297
Studi Tentang Kemampuan Berkomunikasi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Haditiya Saputra)
Kesimpulan Dan Saran
Kesimpulan
1. Kemampuan guru untuk mengembangkan sikap positif dalam kegiatan
belajar mengajar, guru terlihat masih kurang peka dalam memberikan
penghargaan yang tepat atas keberhasilan yang diraih siswa dimana ada
sebagian siswa merasa guru memberikan pujian bagi siswa terkadang saja
atas keberhasilan yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar serta
masih ada siswa yang beranggapan ada guru yang bersikap seolah
membedakan antara siswa.
2. Dilihat dari unsur kemampuan guru untuk bersikap luwes dan terbuka
yakni kesediaan guru untuk terbuka dalam menanggapi pertanyaan atau
pendapat dari siswa, guru telah dapat menunjukkan sikap terbuka, atas
pertanyaan atau pendapat yang dikemukakan oleh siswa dengan sikap
ramah, responsif, penuh pengertian dan sabar.
3. Kemampuanguru untuk tampil secara bergairah dan bersungguh-sungguh
dimana guru dapat menampilkan materi secara baik dalam kegiatan belajar
mengajar, sebagian siswa yang merasa ada sebagian guru dalam
menyampaikan materi terkesan terlalu serius dan monoton dalam
menyampaikan materi pelajaran, namun sebagian besar siswa merasa guru
telah mampu untuk menyampikan materi secara baik dengan menunjukkan
penyampian materi yang menyenangkan sehingga membuat siswamerasa
senang untuk mengikuti pelajaran.
4. Dilihat dari unsur kemampuan guru untuk mengelola interaksi pada
kegiatan belajar mengajar yang ditunjukkan dengan kemampuan guru
untuk menangani aktivitas siswa yang mengganggu dimana guru telah
bersikap peka untuk menegur siswa yang membuat kegaduhan dalam
kegiatan belajar mengajar sehingga dapat menciptakan suasana nyaman
dan kondusif bagisiswa untuk mengikuti pelajaran.
Saran
1. Diharapkan agar guru agar dapat peka untuk memberikan penghargaan atas
setiap keberhasilan siswa dalam kegiatan pembelajaran, hal ini bisa
dilakukan dengan memberikan pujian atas segala keberhasilan yang diraih
siswa.
2. Diharapkan Guru dapat mendorong siswa agar aktif untuk mengemukakan
pendapat atau bertanya mengenai pelajaran, hal ini dapat dilakukan dengan
298
Studi Tentang Kemampuan Berkomunikasi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Haditiya Saputra)
membuatkelompok-kelompokbelajar yang membahas suatu permasalahan
mengenai pelajaran yang sedang diajarkan.
3. Diharapkan guru bisa lebih menyiasati penyampain materi pelajaran
dengan metode pengajaran yang lebih menarik agar siswa tidak mengalami
kejenuhan untuk mengikuti pelajarandan tanpa harus mengurangi esensi
dari materi yang disampikan, hal ini bisa disiasati dengan penyampaian
materi yang diselingi permainan-permainan yang dapat membuat siswa
terhibur.
DAFTAR PUSTAKA
A.M. Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Raja
Grafindo Persada
Bungi, Burhan. 2007. Sosiologi Komunikasi. Jakarta : Prenada Media
Group
Cangara, Hafied. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : PT. Raja Grafindo
persada
Effendy, Onong Uchjana.2005. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung :
PT. Remaja Rosdakarya
Effendy, Onong Uchjana.2003. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung :
PT. Citra Aditya Bakti
Elvinaro Ardianto, dan Bambang Q-Anees. 2007. Filsafat Ilmu Komunikasi.
Bandung : Simbiosa Rekatama Media
Hardjana, Agus. 2003. Komunikasi Intrapersonal dan Komunikasi Interpersonal.
Yogyakarta : Kanisius
Kriyantono,Rachmat.2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: PT. Kencana
Pernada Media Group
Miles dan A, Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta : Universitas
Indonesia
Moleong, Lexy. J.2004.
RemajaRosdakarya
MetodePeneletianKualitatif.
Bandung
:
PT.
Muhibbinsyah. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya
299
Studi Tentang Kemampuan Berkomunikasi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Haditiya Saputra)
Sukmadinata, Nana. 2009. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : PT.
Remaja Rosdakarya
Rakhmat, Jalaluddin. 2005. Psikologi Komunikasi. Bandung : Remaja
Rosdakarya
Soegiyono. 2007. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Bandung :
PT. Remaja Rosdakarya
Soegiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : CV. Alfabet
Yusuf M. Pawit. 2010. Komunikasi Instruksional Teori dan Praktek. Jakarta : PT.
Bumia Aksara
Sumber lainnya:
Undang-undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
http://education-mantap.blogspot.com/2010/10/motivasi-dalamprosespembelajaran.html (diakses pada 19 April 2012)
http://sembilansatu.blog.com/minat-belajar-siswa/(diakses pada 15 Maret 2012)
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2253242-kemampuan-gurudalam-komunikasi-pembelajaran/(diakses pada 19 April 2012)
http://www.blog-guru.web.id/2009/03/tiga-pola-komunikasi-dalam
proses.html/(diakses pada 15April 2012)
Rujukan dari Skripsi :
Sari, Dian. 2006. Pengaruh Kepemimpinan Dan Kemampuan Berkomunikasi Guru
Terhadap Motivasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Pada Siswa Kelas XI
Ips Sma Negeri1 Sragi Kabupaten Pekalongan Tahun Pelajaran
2005/2006.Semarang : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Negeri Semarang.
300
Download