ILMU BUDAYA DASAR Ilmu Budaya Dasar Secara sederhana IBD

advertisement
ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu Budaya Dasar Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan.
Ada hubungan antara keadilan dan harapan yaitu bahwa keadilan memberikan
harapan, yaitu adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam hidup seharihari.
Lalu bagaimana harapan dapat diwujudkan? Hal ini perlu konsensus dan komitmen
dari semua orang. Harapan adalah keinginan dalam mewujudkan cita-cita kita.
Keinginan untuk memenuhi semua kebutuhan manusia yang monopluralis dan
kebutuhan itu tertuang dalam moralitas Pancasila.
Jadi sesungguhnya, Pancasila adalah harapan (bangsa Indonesia) untuk
mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. Untuk mewujudkan harapan ini,
peran pemimpin sangat penting. Pemimpin harus menjadi patron, menjadi teladan,
menjadi contoh rakyatnya.
Karena semua tindakannya itu menjadi sorotan rakyat, maka segala perilaku dan
tindakannya itu harus dilandasi dengan nilai-nilai moral, dalam hal ini moralitas
Pancasila.Tujuan dari upaya-upaya dalam mewujudkan harapan seluruh rakyat bangsa
Indonesia sesungguhnya adalah terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
PANDANGAN HIDUP
Kesadaran pada hakikatnya akan selalu melibatkan akal manusia.
Dengan kesadaran, manusia dapat memahami semua perilaku dan tindakannya.
Hanya saja untuk selalu bertindak dan berperilaku baik, manusia harus memiliki tidak
saja kesadaran semata tetapi lebih dari itu adalah kesadaran moral.
Atas dasar kesadaran moral itulah manusia dapat memilih tindakan yang baik atau
buruk.
Dengan kesadaran moral ini manusia akan merasa wajib untuk berbuat baik tanpa
paksaan dan tekanan dari pihak mana pun juga.
Semua didasarkan atas keputusan hati nuraninya sendiri.
Di sini, perbuatan baik manusia itu bersifat ‘imperatif kategoris’.
Manusia berbuat baik karena memang sudah seharusnya ia berbuat baik dan apabila ia
tidak berbuat baik itu merupakan suatu pelanggaranmoral.
Unsur-unsur kesadaran moral (moral conscience) itu ada tiga, yaitu 1) kewajiban, 2)
rasional, dan 3) kebebasan.
Kesadaran moral memang hanya dimiliki oleh manusia yang berakal, mempunyai
perasaan, dan memiliki kehendak yang bebas (otonomi) untuk selalu mewujudkan
perbuatan baik semata.
Sedangkan moralitas seseorang itu dapat digolongkan ke dalam tiga tingkatan,
yaitu 1) Instinctive morality level pada level ini moralitas seseorang berada pada
tingkatan terendahyang sifatnya naluriah/hewani, 2) Customary morality level, di sini,
moralitas seseorang didasarkan kepada adat kebiasaan atau adat istiadat suatu
masyarakat, dan 3) Conscience morality level, ini adalah kesadaranmoral yang dalam
realisasinya selalu bergerak di atas kaidah-kaidah moral.
Bahwa manusia berbuat baik itu karena memang sudah merupakan kewajiban dan
apabila tidak, maka ia telah melanggar norma-norma moral yang berlaku.
Kebajikan artinya kebaikan.
Berbuat kebajikan artinya berbuat kebaikan.
Manifestasi dari perbuatan baik adalah melakukan perbuatan-perbuatan baik yang
dilandasi dengan kesadaran moral.
Dengan demikian kita akan selalu merasa wajib melakukan perbuatan baik.
Apabila kita tidak melakukan perbuatan baik maka kita merasa bahwa itu merupakan
suatu kesalahan.
Perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan itu tidak boleh bertentangan dengan
norma-norma yang ada dan berlaku (norma moral, norma hukum, dan norma agama).
Hakikat kodrat manusia itu adalah 1) sebagai individu yang berdiri sendiri (yang
memiliki cipta, rasa, dan karsa), 2) sebagai makhluk sosial yang terikat kepada
lingkungannya (lingkungan sosial dan alam lingkungannya), dan 3) sebagai makhluk
ciptaan Tuhan.
Perbuatan-perbuatan baik manusia haruslah sejalan, sesuai dengan hakikat kodratnya
itu.
Norma-norma yang dihadapi manusia itu ada yang bercorak moral yaitu kewajiban
moral, dan nilai moral (deontic judgements, dan areatic judgements), dan ada yang
bercorak bukan moral (nilai yang nonmoral) yang sifatnya teknis belaka dan tidak
mengandung pertimbangan-pertimbangan penilaian.
Norma-norma moral juga ada yang bersifat evaluatif, artinya norma-norma itu berlaku
dan dianggap baik bagi komunitas tertentu pada waktu tertentu, tetapi pada suatu saat
dapat saja berubah, tidak lagi dapat diberlakukan karena mungkin sudah dianggap
tidak baik lagi, atau norma-norma itu dapat berlaku baik bagi komunitas tertentu,
tetapi belum tentu baik bagi komunitas lain.
Sebagai catatan, selain kebaikan yang sejati ternyata ada juga kebaikan semu.
Kebaikan semu ini suatu perbuatan baik yang dilakukan seseorang tetapi untuk
memperoleh imbalan, baik imbalan yang berupa materi maupun yang nonmateri.
Pada hakikatnya, pengabdian adalah perwujudan dari rasa dan sikap setia untuk
melayani dengan penuh hormat, percaya, tulus, dan ikhlas.
Pengabdian mencakup beberapa hal, antara lain 1) pengabdian kepada kebaikan (itu
sendiri), 2) pengabdian kepada keluarga, 3) pengabdian kepada masyarakat, 4)
pengabdian kepada negara dan bangsa, 5) pengabdian kepada Tuhan atau agama.
Ungkapan “Manunggaling kawula Gusti” sesungguhnya mengandung beberapa
makna yang sesuai dengan makna pengabdian, antara lain kesesuaian antara sifat-sifat
(baik) Tuhan dengan perilaku dan tindakan manusia perilaku dan tindakan manusia
sesuai dengan sifat-sifat baik Tuhan.
Ungkapan itu juga mengandung makna bahwa manusia haruslah memelihara alam
tempat mereka tinggal
SIKAP HIDUP
Cita-cita dan pengorbanan bagaikan mata uang dengan dua sisi yang tidak dapat
dipisahkan.
Cita-cita dan pengorbanan meliputi beberapa hal, antara lain (a) cita-cita (dan
pengorbanan) atas (egoisme) diri, (b) cita-cita (dan pengorbanan) terhadap keluarga,
(c) cita-cita (dan pengorbanan) terhadap masyarakat, bangsa, dan negara, serta (d)
cita-cita (dan pengorbanan) terhadap agama (Tuhan).
Ungkapan ‘sepi ing pamrih, rame ing gawe’ selain menggambarkan sikap pantang
putus asa dalam berusaha, dalam mengejar cita-cita, hal itujuga meggambarkan
keikhlasan kita dalam memperoleh imbalan atau reward sesuai dengan usaha yang
kita kerjakan.
Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan
keberadaannya.
Berbicara hak, berarti berbicara mengenai kewajiban, dan sebaliknya.
Di dalam hak terkandung kewajiban.
Sebaliknya, di dalam kewajiban terkandung pula hak, dan inilah yang dinamakan
keadilan.
Keadilan yaitu pelaksanaan hak dan kewajiban secara seimbang dalam kehidupan
sehari-hari.
Seseorang dengan kesadaran moral yang tinggi akan melaksanakan kewajibannya
terlebih dahulu daripada menuntut haknya.
Menurut von Magnis, kewajiban merupakan perasaan wajib untuk melaksanakan
tindakan bermoral.
Ini sesuai dengan pendapat Kant yang menyatakan bahwa kewajiban itu bersifat
imperatif kategoris.
Kewajiban bersifat objektif universal, artinya berlaku tetap dan bagi siapa saja serta
tidak terikat ruang dan waktu.
Selain itu,kewajiban bersifat rasional atau masuk akal.
Dalam kerangka hak dan kewajiban, manusia diberi otoritas penuh untuk memilih dan
menentukan pilihan sesuai dengan kehendaknya.
Tetapi harus diingat bahwa setiap pilihannya akan dikenai penilaian moral yang
konsekuensinya akan terkena sanksi moral, hukum (positif), dan agama (hukum
Tuhan).
Sesuai dengan sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan sebagai makhluk sosial,
manusia diberi otoritas untuk menentukan pilihan.
Kebebasan dan tanggung jawab adalah salah satu ‘alat uji’ dari kewenangan dalam
memilih yang dimiliki manusia.
Pada akhirnya, kebebasan selalu diikuti oleh tanggung jawab sebagai konsekuensi
moral yang harus ditanggung.
Manusia memang bebas untuk memilih, hanya saja pilihan itu tetap di dalam
kerangka etika (etika pribadi, etika sosial, dan etika theistic)
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena
beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
C. Manusia saling berinteraksi Sosial
created : firman leyon ardiyat
Download